Naruto to Sona Tomoni iru (Aku datang kembali padamu)
Crossovers:NARUTO Shipuden, High School DxD Born
Charakter:[Yondaime Rikudou/Naruto Uzumaki,.Sona Sitri], [Nidaime Rikudou/Obito Uchiha,], [The God of Asgart/Loki,]
Genre: Romance, Supranatural, School, Another Dimention
Episode 2
"Saji!" teriak mereka semua, namun Naruto tidak tinggal diam ia menghilang dalam kilatan hitam dan langsung dihadapan Fennir satu kali lagi lalu melontarkan ninjutsu level S itu ke arah Fennir.
Senpo Futon Rasenshuriken" {Sriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnn} {Drrrreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeettttttt!} Fennir langsung terdorong oleh rasenshuriken dan du bawa menuju gabungan jurus jurus iblis muda dan malaikat berserta Obito, Koneko, iblis berwujud gadis kecil, berekor dan telinga kucing menembakan kekuatan senjutsu ke arah Fennir, di ikuti Rias yang menebakan Horobi no chikara beserta Sona dengan balon airnya yang bisa meledak.
{Blaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!} ledakan besar terjadi karena Rasenshuriken itu menggilas tubuh Fennir dan menggabungkan semua energy yang terlontar di belakang Fennir membuat dermage serangan menjadi sangat merusak, terutama dikombinasikan dengan kobaran api yang membentuk semburan naga dari Obito membuat kombinasi angin dan api yang membakar dan sangat tajam.
Setelah sekian lama menunggu dan melihat wajah tercengang para iblis muda dan Valkyrie melihat jutsu Naruto yang benar benar bisa disejajarkan dengan dewa, hanya bisa berkeringat dingin, melihat betapa tersiksanya Fennir dari raungannya itu, namun setelah ledakan jutsu selesai, terlihat tidak ada luka Serius di tubuh Fennir, karena memang serigala itu memiliki ketahanan tubuh yang luar biasa dan juga taringnya yang sangat tajam dan bisa menghancurkan apa saja yang digigitnya.
"Grrrrrrrrrrrr" Fennir sangat marah pada Naruto, Naruto hanya memandang Fennir dengan pandangan menganalisa, karena dayatahan Fennir yang tinggi, membuat Naruto sedikit ragu bisa membunuh mahluk itu, sedangkan Rias dan yang lain berserta Sona hanya bisa tercengang melihat Fennir hanya menerima luka ringan dari kombinasi jurus jurus mereka.
"Hoy, kau namamu Saji Genshirou-kan?" tanya Naruto dengan santai sambil menatap Fennir, ia sangat waspada dengan serigala itu, karena Naruto tau, taring dari Serigala itu sangat tajam dan kuat, bahkan mungkin setara Gododama miliknya.
"Iya" Saji agak bingung darimana Naruto mengetahui namanya, namun ia menatap Naruto ia merasa pernah bertemu dengan Naruto meskipun ia tidak ingat.
"Lepaskan talimu darinya, aku akan melawan mahluk itu secara pribadi, jadi jangan ada yang mengganggu" ucap Naruto.
Saji hanya menurut dan melepaskan talinya dari kaki Fennir, melihat ikatan Vitria telah lepas Fennir itu langsung menatap tajam Naruto yang telah melukainya sebanyak dua kali, lalu dengan cepat melompat ke arah Naruto tentu saja dengan kecepatan yang ia miliki ia sangat berharap bisa memakan Naruto, orang yang mempermalukannya dengan sangat nyata.
"Goaaaaarrrrrrr!"
"Naruto-kun!" Teriak Sona, ia tidak ingin kejadian sama terulang dua kali jantungnya berdetak sangat kencang karena ia takut Naruto akan dimakan Fennir.
Obito menyipitkan matanya ia ingin tau apa yang akan Naruto lakukan, secara tiba tiba mata Naruto berubah menjadi Rinnegan dan Manggekyo Sharinggan.
"Ini akan berakhir cepat" gumam Naruto, namun tiba tiba tubuh Fennir terikat rantai yang muncul tiba tiba, Naruto kaget akan kemunculan rantai itu, yang muncul dari lingkaran aneh yang terbuat dari energy.
"Hm maaf kami akan membawan Fennir sekarang Nya" ucap seorang gadis berambut hitam dengan telinga dan ekor kucing, mengenakan pakaian tradisional dan juga oppai gede.
"Koruka nee-sama" ucap seorang gadis berambut putih dengan mata coklat ke emasan menatap wanita berambut hitam panjang.
"Ah, Shirone, bentuk itu, oh jadi kau sudah menerima kekuatan yang sama sepertiku" ucap gadis itu yang langsung menteleport Fennir dan membawanya ke sampingnya, Naruto hanya diam dan menatap gadis itu.
"Hoy manusia kucing, Mau kalian apakan Serigala itu?" tanya Naruto pada Koruka.
Koruka menatap ke arah Naruto, ia tidak bisa merasakan adanya energy sihir apapun ditubuh Naruto namun, energy alam yang ia miliki mengatakan kalau ia tidak boleh main main dengan pemuda berambut pirang itu.
"Tentu saja akan menjadikannya milik kami" jawab Koruka.
"Kalau gitu, rantai dia dengan baik, karena Serigala itu adalah anjing dan anjing adalah musuh alami kucing" ucap Naruto sedikit meledek.
"Ara kau perhatian sekali, baiklah aku akan merantai anjing ini dengan baik" ucap Koruka dengan nada menggoda.
"Arthur ayo kita harus siap siap pergi dari sini" ucap Koruka pada lelaki berambut pirang dengan kacamata, ia hanya mengangguk dan mengambil pedangnya lalu menusukkannya ke kepala Fennir dan Fennir yang ganas itu tiba tiba terlihat jinak.
"Selamat tinggal Shirone" ucap Kuroka sambil tersenyum manis lalu menghilang dalam sebuah lingkaran energy berwarna ungu yah itulah menurut Naruto, jika dalam pandangan orang dari dimensi DxD, maka mereka menghilang dalam lingkaran sihir.
Naruto pun turun dari langit dan berjalan ke arah Sona.
"Yo Sona-san kita bertemu lagi!" sapa Naruto dengan semangat.
Sona hanya tersenyum dan berjalan lalu menatap lekat Naruto.
"Ah kita bertemu lagi, Naruto-kun" ucap Sona sambil tersenyum lalu mendekat ke arah Naruto.
"Sudah lama lama sekali, semenjak aku ditusuk dengan tombak cahaya, akhirnya kita bisa bertemu lagi, ketika aku sudah menjadi lebih kuat" ucap Naruto, namun Sona terlihat bingung dan ragu bahwa yang dihadapannya Naruto, karena ia ingat betul ciri ciri Naruto secara detail.
"Maaf, kelihatannya aku tidak bisa percaya kalau kau adalah Naruto, karena Naruto yang aku kenal adalah manusia biasa yang polos dan juga matanya tidak hitam melainkan biru langit" ucap Sona tidak percaya bahwa yang dihadapannya adalah Naruto.
"Soal kenapa aku lemah waktu itu karena ingatan pentingku menghilang dalam jumblah yang cukup banyak, lalu soal mata, kau bisa minta penjelasan dari Obito, karena dia yang paling tau" ucap Naruto, ia tidak ingin menceritakan atau menjawab pertanyaan Sona yang satu ini, karena jujur saja, ia sangat tidak pandai mengarang cerita, kalau ia jawab jujur emangnya Sona bisa percaya.
"Ehm Ojou-san, Naruto, waktu dalam pertarungan di perang besar dunia Shinobi yang ke empat kehilangan kedua matanya, beruntungnya saat perang usai ada yang mendonorkan matanya pada Naruto, itu sebabnya mata Naruto berbeda dari sebelumnya" jawab Obito secara logis.
"Pe perang kau bilang?!" tanya Sona tak percaya.
"Em, dunia kami waktu itu sedang dalam keadaan peperangan yang sangat mengerikan, banyak Shinobi yang mati, kami bertarung menghadapi, Juubi, Juubi sangatlah kuat, lalu setelah menghadapi Juubi kami harus melawan dewi yang kekuatannya tidak terbatas, Kaguya namanya, aku, Obito dan temanku Sasuke, Sakura dan juga guru Kakashi, kami berjuang bersama menghadapi Kaguya hingga akhirnya kami semua berhasil menyegel Kaguya walau dengan bayaran kebutaanku" tambah Naruto dengan sedikit bumbu kebohongan.
"Naruto-kun, maaf meragukanmu!" ucap Sona meminta maaf sambil menunduk, Naruto tersenyum dan mengusap kepala Sona.
"Sudahlah, aku juga minta maaf karena tidak sempat mengajakmu kencan waktu itu, mah bagaimana kalau kita kencan sekarang Sona, mumpung kita bertemu, bukankah akan lebih baik kalau kita melakukan kencan pertama kita setelah beberapa tahun terpisah" ungkap Naruto, yah, meskipun, ditempat Sona waktu perpisahannya tidak sampai satu tahun, karena Sona masih sekolah, yang artinya dalam perhitungan dunia Sona, Naruto dan Sona hanya berpisah selama beberapa bulan atau minggu saja, namun di dunia Naruto, dari kejadian Road to ninja sampai peperangan dunia Shinobi selesai itu benar benar sangat lama.
"Ah, ayo kita lakukan kencan pertama kita" ucap Sona yang secara tidak sadar menangis haru.
"Kaichou, akhirnya impian Kaichou bertemu lelaki idaman Kaichou telah tercapai" ucap Tsubaki ia juga ikut ikutan meneteskan air mata, semua orang disana hanya bisa terharu, kecuali Saji yang menggalau, karena ia baru tau kalau Sona memiliki seorang pacar, yang berkekuatan dewa.
Naruto hanya tersenyum dan memandang Saji.
"Hoy, Saji, kemari" panggil Naruto, Saji pun ikut saja dan saat sudah berada dihadapan Naruto, Naruto pun mengacungkan jempolnya "Tadi kau sungguh membantu" ucap Naruto pada Saji.
"Eh" Saji bingung karena ia tidak terlalu merasa memiliki peran dalam hal ini bagaimana ia bisa dikatakan sangat membantu "Anu, em tuan siapa?" tanya Saji.
"Naruto, Uzumaki Naruto, Shinobi no Kami, lalu Yondai Rikudou sennin" jawab Naruto dengan senyum diwajahnya.
"Ka kau adalah dewa?" tanya Saji kaget.
"Hanya gelar, aslinya aku juga manusia" jawab Naruto dengan santai lalu mengacungkan tinjunya pada Saji.
"Eh" Saji bingung dengan apa yang Naruto lakukan.
"Ini adalah bentuk salam pertemanan antar lelaki, adu kepalan" ucap Naruto sambil tersenyum menjelaskan apa yang ia lakukan pada Saji. Saji tersenyum dan membalas salam itu dengan mengadu kepalan tangannya dan akhirnya mereka berdua tersenyum.
"Kalau saja kau tidak menahan tubuh Srigala itu, aku pasti akan panik karena dorongan Rasenshuriken sangatlah kuat kalau sampai Rasenshuriken terdorong mencapai tempat ini dan meledak bisa bisa Sona-chan terkena serangan, maka dari itu Saji aku berterima kasih" ucap Naruto sambil menunduk hormat.
Saji pun tersenyum sedikit bangga, yah kalau tidak bisa bisa seluruh teman temannya jadi korban jurus pemuda berambut pirang yang menyelamatkannya dari maut.
"Oh iya darimana kau tau namaku?" tanya Saji.
"Aku tau, karena aku pernah bersekolah di Kouh selama beberapa bulan" jawab Naruto.
"Apaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!" teriak Rias dan yang lain berserta dengan Saji, yah, mereka kaget karena mereka kehilangan ingatan tentang Naruto, apalagi Naruto hanya akrab dengan Sona, sehingga, ya hanya Sona yang masih ingat Naruto dan kenal dengan Naruto lah yang tidak kaget.
"Kenapa kalian kaget, bukankah aku sudah sering mengatakan kalau aku tidak mengada ngada" ucap Sona mereka.
"E eh i itu ka karena ka kami tidak menyangkanya" ucap Rias kaget akan hal itu.
"Naruto karena aku sudah tau siapa kau, mungkin saatnya kau harus tau siapa kami" ucap Sona, sambil memasang ekspresi yang sulit diartikan, seolah ia takut kalau Naruto malah akan menjauhinya ketika mengetahui fakta tentang dirinya dan teman temannya, suasana menjadi tegang dibalik diamnya Sona, Saji tau apa yang Sona rasakan ia hanya bisa bergumam pelan begitu juga Tsubaki ia hanya bisa diam melihat ketua mereka kesulitan menyampaikan siapa mereka.
{Tap} Naruto langsung menyentuh kedua bahu Sona.
"Tak peduli siapapun kau, yang pasti kedatanganku kemari hanya untuk bertemu dan hidup bersama denganmu, aku tidak peduli sekelam apapun masa lalumu, selama kita bisa bersama aku masih menerimanya" ucap Naruto pada Sona, Sona dan yang lain kaget bukan main, wajah Sona sedikit merona dibuatnya karena wajah Naruto yang cukup dekat dengan wajah Naruto.
"Bukan itu maksudnya Ninggen" ucap Loki yang ada disana karena dibopong oleh Valkyrie yang bernama Rosseweise.
"Loki!" ucap kaget mereka.
"Tenang, dia tidak bisa bergerak, karena terikat oleh segel milikku" ucap Naruto menenangkan kumpulan iblis muda.
"Jadi apa maksudmu Dewa sombong?" tanya Naruto.
"Pertama panggil aku Loki" ucap Loki lagi pada Naruto, Sona kaget melihat Loki mau ngobrol dengan Naruto yang merupakan musuh dari Loki.
"Baiklah Loki apa maksud dari ucapanmu tadi?" tanya Naruto.
"Dia itu sama sepertiku, dia bukan manusia Naruto, dia adalah mahluk yang paling hina dari semua kitab suci" ucap Loki, Naruto hanya diam, Sona menundukan kepalanya. "Dia dan semua teman temannya adalah Iblis, kecuali orang yang membopongku kemari dia adalah Valkyrie, jadi saat mengetahui ini apa kau masih mencintai kekasihmu?" tanya Loki pada Naruto.
Tubuh Sona bergetar, ia sudah siap untuk dibenci dan ditolak oleh Naruto, namun hal yang tak ia sangka dia dapatkan, yaitu, Naruto memeluknya, semua mata terkejut dengan apa yang Naruto lakukan.
"Aku akan tetap mencintainya, Loki, mungkin memang benar dia adalah iblis, namun, dia memiliki hati yang baik bagaikan manusia, ia memiliki kemurnian kebaikan dan kejahatan dalam porsi yang seimbang, aku mencintainya karena ia adalah dia, karena Sona adalah Sona, lalu aku mencintai Sona karena kesan pertamaku padanya, dia baik, tulus dan sangat disiplin, tidak seperti dirimu, meskipun kau dewa, aku bisa merasakan niat jahatmu, emosi negatif yang menginginkan kehancuran, berbeda dengan Sona, meskipun ia adalah iblis, namun emosinya positif, ia ingin melindungi apa yang ada disekitarnya, lalu melangkah maju kedepan, itulah mengapa aku mencintainya" jawab panjang Naruto sambil menatap Loki dengan tajam.
"Oh jadi begitu, selamat Sitri, kau tidak dibenci oleh dewa shinobi" ucap Loki lalu ia sudah pasrah dengan hukuman yang akan ia terima.
"Naruto-kun" gumam Sona, ia terharu akan jawaban Naruto yah siapa yang tidak terharu dengan jawaban seorang lelaki yang isinya adalah pernyataan cinta yang luar biasa, Sona pun membalas pelukan Naruto dan membenamkan wajahnya ke dada bidang Naruto.
Obito hanya tersenyum ke arah Naruto, lalu muncul diwajah ekspresi jail.
"Ehm, aku tau, sangat bahagianya seorang kekasih yang lama terpisah bertemu kembali, namun kamu juga harus ingat tempat Naruto" ucap Obito mengganggu Naruto dan Sona, akhirnya kedua insan itu terpaksa memisah kan diri mereka dan akhirnya wajah mereka berdua bersemu.
"Naruto-kun, aku dan yang lain akan membawa Loki, ke tempat pertemuan, apa kau mau ikut?" tanya Sona dengan nada datar dan membenarkan posisi kacamatanya.
"Em, terserah, aku belum mengenal tempat ini, jadi aku harap aku bisa mengingatnya dengan jalan jalan bersamamu" jawab Naruto "Iyakan Obito?" tambah Naruto sambil menatap Obito.
"Em" ucap Obito sambil mengangguk, Sona dan yang lain pun pergi membawa Loki menghadap Dewa Odin.
"Hoy, Dewa Shinobi, bisa kau bebaskan aku dari segelmu" pinta Loki.
"Apa untungnya bagiku jika aku melakukannya.?" tanya Naruto pada Loki.
"Naruto-kun, jangan dengarkan dia" ucap Sona sambil menatap tajam Loki yang menurutnya sedang mencoba menipu Naruto.
"Aku tidak akan macam macam padamu dan juga orang orang yang kau sayangi" ucap Loki.
"Lalu apa bedanya dengan aku yang masih mengikatmu?, menurutku malah lebih aman jika kau terus terikat" tanya Naruto pada Loki, menurutnya keuntungan yang disebut Loki sudah ia dapatkan dari mengekang Loki.
"Aku akan jadi sekutumu" jawab Loki pada Naruto, Naruto yang mendengar hal itu jadi sedikit tertarik dengan tawaran Loki.
"Benarkah kau mau bersekutu denganku?" tanya Naruto.
"Iya, aku memang dewa yang terlemah di Asgard tapi aku juga orang yang cukup pintar dibandingkan dewa dewa di Asgard" jawab Loki pada Naruto, yang menyatakan kalau ia jauh lebih berguna jika dalam membuat strategi.
"Baiklah, tapi boleh aku bertanya padamu?" pinta Naruto.
"Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Loki, para iblis muda dan Valkyrie hanya menyimak perbincangan dua dewa yang berbeda dunia ini.
"Apakah aku bisa mempercayakan dewa kejahatan sepertimu menanggung tugas membuat dan menjaga perdamaian?" tanya Naruto pada Loki.
"Entahlah, cuman saat melihatmu yang menceramahiku tentang aku tidak pantas menjadi seorang dewa, maka aku ingin belajar darimu tentang bagaimana cara menjadi dewa yang pantas, karena aku tak pernah di akui oleh para dewa Asgard karena kekuatanku yang jauh lebih lemah dibandingkan mereka" ucap Loki dengan nada muram, ia bahkan menganggap Odin itu pilih kasih kepada ia dan Thor, ia masih ingat dimana ia membuat sebuah senjata dari sebuah topeng dan topeng itu jatuh kedunia manusia, akhirnya Odin marah meminta Loki mengambil topeng itu, namun bukan itu yang membuatnya marah, tapi kekuatannya yang diambil, dan ia selalu dibanding bandingkan dengan Thor lah yang membuat ia tidak senang, hingga ia berhasil mendapatkan kekuatannya kembali dan berjuang habis habisan untuk merebut topeng sakti itu ditangan manusia.
"Loki, seseorang dipandang bukan dari kekuatannya semata, namun dari jasa dan sifat mereka terhadap orang lain, jika kau ingin dihormati, maka hormati orang lain terlebih dahulu, jika kau ingin dimaafkan, maka mintalah pada mereka, dan saat mereka berbuat salah padamu maafkan mereka, maka dengan itu kau akan dianggap dewa paling bijak, satu lagi, kalau bisa aku harap semua dewa itu setia pada satu istri dan tidak menikah lagi dengan wanita lain, seperti dewa mitologi Yunani, menurutku mereka itu adalah binatang karena main kawin saja dengan wanita yang mereka sukai, terutama Zeus dan Posedon, mereka tak ubahnya sebagai binatang yang terus menggauli wanita dari mana saja hanya untuk memuaskan birahinya, dari dewa Yunani itu hanya satu yang aku anggap, Hades, karena dia adalah dewa yang selama ini hanya mencintai satu wanita dan setia padanya, lalu orang yang merelakan kekasihnya berpisah padanya selama satu musim dan kembali lagi padanya di musim berikutnya dan ia tidak menikah dengan wanita lain lagi" jawab Naruto pada Loki secara panjang lebar.
"Jadi singkatnya, orang yang punya Harem itu adalah binatang?" ucap Loki menyimpulkan jawaban Naruto.
"Iya jika mereka melakukannya tanpa suatu ikatan, yah saat ketemu main ketemu main, kan kaya binatang, tapi beda kalau sudah menikah, ia bebas, karena sudah terikat dan juga ada tanggung jawab untuk merawat anak dari istri istrinya" jawab Naruto panjang lebar tentang pandanganya terhadap Harem, jujur Issei sempat pundung saat mendengar kata iya dari Naruto, namun ketika mendengar sampai habis, tekat Issei untuk membuat Harem kembali muncul.
"Sungguh, kau sangat unik, mah aku harap aku bisa belajar banyak darimu, tapi kelihatannya aku harus dikurung dulu oleh Odin selama beberapa tahun" ucap Loki, agak murung Naruto hanya tersenyum melihat perubahan Loki, dari dewa sombong menjadi sedikit rendah hati dihadapan Naruto, Naruto juga merasakan kesungguhan niat Loki untuk menjadi dewa yang baik.
Semua orang yang mendengar percakapan antara Naruto dan Loki, hanya bisa bisa tercengang karena Dewa jahat Loki tiba tiba ingin merubah dirinya dari pandangan orang orang hanya karena melihat Naruto, bahkan Rosseweis terkejut akan hal itu, lalu tersenyum karena Loki seorang dewa tampan dari Mitologi Norse ini mencoba untuk berubah menjadi dewa yang baik.
"Naruto-sama, apa anda benar benar seorang manusia yang menyandang gelar dewa, atau anda ini adalah seorang dewa yang sebenarnya, karena dari yang saya lihat, jurus jurus anda sungguh sangat kuat, bahkan kemampuan penyembuh anda benar benar sangat diatas akal sehat, meskipun aku tidak merasakan adanya kekuatan sihir ditubuhmu, kau seperti seseorang dengan kekuatan asing yang belum pernah dimiliki oleh mahluk mitologi lain?" tanya Rosseweise dengan hormat, semua orang langsung penasaran.
"Aku manusia, murni manusia, aku tinggal di sebuah dunia yang hanya ada manusia dan beberapa monster berekor dan hewan ajaib yang bisa bicara" jawab Naruto.
"Jadi kau manusia dari dunia lain" ucap Rias menyimpulkan jawaban Naruto, Naruto hanya mengangguk sebagai jawaban, Sona hanya diam dan mendengarkan lalu menggandeng tangan Naruto.
"Kekuatan kami disebut Chakra, sejarah chakra dimulai saat ada seorang wanita cantik turun dari langit lalu ia mengatakan tujuannya membuat perdamaian(Namanya Kaguya), ia menikah dengan seorang pemimpin desa, namun Kaguya dipitnah sehingga sang suaminya dengan terpaksa, dengan ke adaan sedang mengandung atau hamil ia berusaha lari dari kejaran prajurit lalu saat sampai di pohon shinju, ia mengambil buahnya dan memakannya, lalu buah itu memberikan kekuatan chakra pada gadis itu dan akhirnya dia menciptakan perdamaian dengan membawa semua orang ke dunia mimpi menggunakan Mugen Tsuki no me, lalu anak anaknya tubuh dengan chakra.
Dan kemudian, Kaguya ibu dari chakra ini, harus melawan anak anaknya yang menentang keras ibunya karena menganggap manusia itu adalah orang yang sangat tidak bisa dipercaya, lalu berakhir pertarungan hebat, namun sang anak berhasil menyegel sang ibu, kemudian chakra Kaguya terbagi menjadi semblian bagian dan memiliki wujud monster dan mereka adalah Biju, berikutnya Hagoromo, salah satu anak Kaguya berpetualang dan memberikan chakranya pada manusia dan melatih mereka menggunakan chakra, melalui jalan ninshou.
Ia memiliki anak Ashura dan Indra, Bla bla bla, singkat cerita Kaguya bangkit lagi dan kami yang berusaha menyegel, ibu dari chakra itu yang kekuatan chakranya sangat tidak ada batasnya" ucap Naruto lagi ia bercerita sangat panjang sampai akhirnya mereka menemui seorang iblis kuat bernama Sainarog Bael.
"Wah ternyata kalian sama sekali tidak memerlukan bantuan" ucap seorang yang terlihat seperti manusia namun sebenarnya iblis dengan perawakan penuh otot dan rambut hitam serta mata agak ungu.
"Ah, semua itu berkat bantuan dari pacarnya Sona" jawab Rias sambil menyentuh kepalanya agak pusing karena ia iri melihat Sona bisa dekat dengan Naruto sedangkan ia memang dekat dengan Issei, namun cinta Issei terbagi dengan wanita lain, bahkan Issei masih saja menyebutnya dengan sebutan Boucho.
Sainaroge Bael itu menatap Naruto dengan wajah tersenyum, ia tidak merasakan adanya kekuatan sihir, namun dikatakan Naruto bisa mengalahkan Loki hal itu membuatnya sangat tertarik.
"Loki aku sudah percaya padamu, jadi aku akan melonggarkan segelnya sedikit" ucap Naruto lalu akhirnya aksara fuinya menghilang, namun sebenarnya masih ada yah tersembunyi, itu tentu untuk jaga jaga, jika Loki menghianati Naruto maka segel itu akan bereaksi.
Loki yang sudah bisa bergerak itu bukannya melawan ia memilih mengikuti mereka ke tempat Odin.
"Hoy bocah pirang siapa namamu" sapa Seinarog Bael pada Naruto.
"Naruto Uzumaki, manusia dan pacar dari Sona Sitri" jawab Naruto singkat.
"Heh kau kelihatan kuat, maukah kau sparring melawanku?" tanya Sairaoge Bael, ternyata ini orang hampir sama saja dengan Vali yang doyan berantem.
"Tentu tapi bukan sekarang, karena aku merasa sangat lelah, maklum aku hanya seorang manusia" jawab Naruto dengan santai, sang Bael juga tersenyum, ia paham maksud Naruto lalu ia mengacungkan tinjunya ke arah Naruto.
"Baiklah kalau minggu depan bagaimana?" tanya sang Bael pada Naruto.
"Tentu saja" balas Naruto sambil menyatukan kepalan mereka lalu mereka sama sama tersenyum.
'Pancaran mata yang kuat, aku yakin dia bisa mengalahkan satu armada iblis jika ia bertarung dengan serius' batin Bael melihat pandangan tajam dimata Naruto menandakan kekuatan Naruto.
"Sona-san"
"Hn ada apa Naruto-kun?" tanya Sona pada Naruto.
"Hm apa manusia diperbolehkan untuk tinggal sementara di dunia ini?" tanya Naruto.
"Kurasa tidak bisa, namun dalam ke adaan tertentu, mungkin akan diperbolehkan" jawab Sona pada Naruto.
"Kalau begitu, sebelum kita kedunia manusia, aku ingin tinggal sementara disini bersama Obito, sampai urusanmu di dunia ini sudah selesai, karena aku sangat ingin bisa bersamamu dalam waktu yang lama setelah kita terpisah dalam waktu yang lama" ucap Naruto menyampaikan keinginannya pada Sona.
"Naruto kau enakpunya pacar, bagaimana denganku yang tidak mengenal siap siapa disini, apa kau ingin aku duduk dipojokan untuk melihat kemesraan kalian berdua?" tanya Obito dengan wajah yang mulai berlilihan air mata menandakan ia ingin mengatakan kalau Nauto itu kejam.
Semua orang langsung Swedrop melihat Obito dan pola pikirnya yang terlalu mendalam untuk para jomblo ngenes yang enggak laku-laku, Saji merasa kasihan dengan Obito Lalu mendekat ke arah Obito dan berkata.
"Sabarlah Obito karena, masih banyak wanita, yang mungkin akan jatuh cinta padamu, karena kekuatanmu yang hebat" ucap Saji pada Obito, Obito merasa terhibur dan menatap Saji dengan lilihan air matanya.
"Be benarkah itu?"
"Ah mungkin" jawab Saji ragu ragu, namun Obito langsung semangat dan menyampaikan ke inginannya.
"Kalian semua ada yang mau jadi pacarku?!" tanya lantang Obito pada para gadis di dunia DxD, yah untung mereka belum kembali ke kota, jadi yang dengar cuman Rias dan teamnya, Sona, Tsubaki, Rosseweise, Irina, Loki, Seinaroge Bael dan Naruto sendiri.
"Kurasa tidak" jawab mereka semua serentak, Obito langsung pundung di dan memeluk lutut sambil menulis nulis tanah di dataran itu dengan jari lalu mengeluarkan aura hitam ditubuhnya, lalu hanya bisa mengumpat dalam hati untuk kebodohannya, semua orang langsung kembali swedrop akan kejadian itu, terutama Saji yang mencoba mendongkrak semangat Obito langsung kecewa karena Obito jadi pundung kembali.
Naruto pun mendatangi Obito dan menyentuh bahunya, Obito menatap Naruto dengan wajah datar.
"Aku memang belum terlalu mengenalmu Obito, tapi sebagai teman aku hanya bisa mengatakan ini, seorang wanita tidak akan mengungkapkan isi hatinya pada seorang pria yang baru dikenalnya, jadi aku pikir kau harus mencari cintamu lalu, berusahalah untuk dekat dengannya dan akhirnya berpacaran lalu tahap akhirnya menikah dan hidup bahagia hingga tua" ucap Naruto mencoba menghibur temannya ini, yah Obito kembali ke sikap konyolnya meskipun sebenarnya Obito ini, bukan tokoh utama ataupun rivalnya namun Obito adalah Patnernya sehingga ia harus menjaga perasaan patnernya ini agar tidak membencinya.
Obito pun sedikit tersenyum lalu bangkit dengan menghapus air matanya dan berkata.
"Naruto kata katamu sangat menyentuh, aku akan mencari cinta sejatiku mulai dari sekarang" ucap Obito, meskipun sebenarnya ia tidak terlalu serius, karena ia masih sangat mencintai Rin jadi apa bisa ia mencari pengganti Rin di dunia baru yang bahkan baru ia ketahui beberapa menit lalu.
"Obito mari kita pandang masa depan kita dengan cerah, lalu bayangkan saat kita pulang kerumah ketika selesai bekerja, ada seorang wanita dirumah dan juga anak kecil yang mengucapkan salam dengan kalimat *Selamat datang Anata* atau anak kecil akan mengatakan *Selamat datang Otousan* itu adalah kebahagiaan yang luar biasa, apalagi kalau kita punya banyak anak dimasa depan pasti rumah akan terasa ramai dan hangat bukan" ucap semangat Naruto sambil menatap langit dan secara ajaib cahaya tiba tiba menyinari tubuh mereka berdua, bagaikan telah mendapatkan berkah dari dewa, semua orang kembali swedrop akan kelakuan dua manusia yang punya kekuatan super ini, terutama Sona yang melihat kelakuan Naruto jauh lebih aneh dari sebelumnya dan jauh lebih hangat pada sahabatnya dan dirinya.
"Ah, wakata, aku bisa melihat bayi menangis dimasa depanku nanti" gumam Obito sambil menangis haru, sedangkan Saji, Issei dan para lelaki lain, hanya bisa terdiam melihat kejadian ajaib itu.
"Ayo bangun teman, buktikan pada dunia, bahwa mantan penjahat terkuat sepertimu bisa mendapatkan pasangan" ucap Naruto pada Obito, Obito hanya mengangguk dan berdiri bersama Naruto dan dengan semangat mengatakan.
"Kami-sama lihatlah suatu saat nanti aku akan punya seribu istri!" seru Obito, Naruto langsung kaget mendengar ucapan Obito, sedangkan Issei yang mendengar deklarasi super milik Obito langsung mendekat dengan Obito dan mengacungkan tinjunya ke arah Obito.
"Obito-san atau siapapun kau, aku tidak akan kalah, lihat saja, aku akan menjadi raja harem dengan satu milyar istri" teriak Issei juga mendeklarasikan keinginannya pada Obito.
"Tentu saja, aku tidak akan kalah padamu, karena aku melihat masa depanku nanti akan memiliki satu terlyun istri" ucap Obito sambil mengadu kepalan dengan Issei.
"Heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh!" teriak semua orang mendengar dua orang lelaki yang ternyata punya cita cita harem, meskipun sebenarnya Obito tidak punya niat untuk melakukan hal itu, namun nasi sudah jadi bubur ia sudah terlanjur mengucapkan kalimat itu, jadi apa boleh buat.
Skipe time.
Sekarang mereka berada di Meikai kota kekuasaan Gremory dimana disana di rajai oleh seorang Maou dengan gelar Lucifer, Naruto, Obito, Sona dan yang lain berjalan dengan santai, lalu mengantar Loki bertemu dengan ayah para dewa Asgard Odin.
Disana mereka benar benar terkejut karena mendengar cerita mereka, Loki dikalahkan sebelum Mionir datang dan juga yang mengalahkannya seorang manusia, namun keterkejutan mereka bukan pada hal itu melainkan manusia yang mengalahkan Loki meminta Odin untuk tidak menghukum Loki dan meminta agar Loki menjadi dewa pribadinya.
"Odin-sama!" seru Naruto pada dewa berjenggot panjang dan penuh uban itu dengan mata satu, sang dewa menatap Naruto.
"Bisakah kau tidak menghukum anakmu sendiri, aku tau dia berbuat kesalahan fatal, tapi dia bilang sekarang ia ingin berubah, jadi aku mohon ijinkan dia menjadi Dewa pribadiku, aku yang akan menjamin kelakuannya" pinta Naruto pada Odin sambil bersujud memohon hal itu, meskipun sebenarnya kekuatan Naruto itu sudah cukup untuk membunuh seluruh dewa dari berbagai mitologi, namun ia tidak mau melakukannya, dan ia menghormati seluruh dewa dari mitologinya, namun Naruto tetap tidak bisa mentolelrir tindakan nyeleweng para dewa yang suka berbuat sesukanya, seperti yang ada di mitologi Olympus, hampir semua dewanya Berengsek, Dewa macam apa yang mengawini manusia dan menggauli banyak wanita tanpa ikatan pernikahan, lalu dewa macam apa yang seenaknya mengutuk manusia, dan menghukum raksasa yang telah berjasa pada manusia membawa api Olympus ke bumi.
"Manusia, bagaimana kau bisa yakin bisa mengubah kelakuan Loki yang sudah ribuan tahun selalu berkelakuan buruk?" tanya Odin.
"Aku bisa merasakan emosi negatif dan niat jahat semua mahluk hidup, sehingga jika ia bersamaku aku bisa mengetahui apa yang dia inginkan itu sesuatu yang baik atau jahat, jika ia berbuat jahat aku akan mengekangnya dengan fuin yang sudah ku pasang di tubuh anakmu itu" jawab Naruto dengan santai dan tenang.
"Kau bisa mengekang dewa?" tanya Odin.
"Bukan hanya mengekang dewa, tapi aku juga bisa membunuhnya kalau saja Valkyrie itu tidak menghalangiku" jawab Naruto sambil menatap Rossewiese.
"Apa benar itu Rosseweise?" tanya Odin pada Valkyrie miliknya itu.
"Em, itu benar Odin-sama" jawab Rosseweise pada Odin, Odin menatap Naruto dengan senyum, lalu bertanya.
"Bagaimana kau bisa mengalahkan anak nakal ini?" tanya Odin pada Naruto sambil menunjuk nunjuk Loki.
"Mungkin sebaiknya kau tanya pada Loki anakmu bagaimana aku mengalahkannya" jawab Naruto sambil ngorek kuping, Chakra Naruto terisi dengan cepat, entah kenapa, karena regenerasi energynya sangat cepat itu sekarang ia sudah berada ditingkat Over god power miliknya sekali lagi, namun ia sama sekali tidak mau menunjukan kekuatan besarnya, ia menahan dan mengekang kekuatan chakra yang sangat besar itu.
"Hn baiklah, sekarang Loki adalah tanggung jawabmu manu"
"Panggil saja Naruto, aku akan sangat senang jika kita bisa akrab" potong Naruto.
"Ah aku mengerti Naruto-san" ucap Odin, "Sanah sekarang kau harus ikut dengannya" ucap Odin, Loki pun mendatangi Naruto dengan pelan dan saat mereka berhadapan Naruto bergakata.
"Loki, selamat datang di keluarga Uzumaki" ucap Naruto sambil tersenyum.
"Em" gumam pelan Loki.
"Hoy Dewa Sombong Loki apa kau sudah menikah?" tanya Obito pada dewa berambut panjang itu.
Loki menatap Obito dengan pandangan meremehkan.
"Yah aku sudah punya, bahkan punya anak, tidak seperti dirimu shinobi jomblo" balas Loki, Obito langsung menyentuh dadanya, ia merasa tercekak akan ucapan Loki.
"Ahahahahahahahahahahaha" semua orang tertawa melihat hal itu.
"Anu bagaimana kau bisa ada disini Naruto-san" tanya sorang lelaki berambut merah Crimson, dan kalian pasti tau dia adalah kakak dari Rias, sang Maou menyandang gelar Lucifer.
"Jekukan jutsu Jigen no michi" jawab Naruto dengan santai
"Lalu apa tujuanmu kemari Naruto-tan?" kali ini seorang perempuan berambut hitam dengan gaya twintail dan mata ungu seperti Sona, dadanya juga gede, ia mengenakan pakaian Cossplayer gadis penyihir, dia adalah Maou Leviatan kakak dari Sona Sitri, namanya adalah Serafall, terlihat Sona menyentuh dahinya akan kelakuan kakaknya wajahnya Sewdrop dengan keringat sebesar biji jagung, sedangkan Naruto yang melihat Serafall berada didekatnya hanya diam dan menatap Serafall dengan pandangan datar lalu sedikit tersenyum.
"Aku datang kemari karena, pacarku ini sedang dalam kesulitan menghadapi Loki dan peliharaannya" jawab Naruto sambil merangkul Sona, Sona yang dirangkul Naruto hanya bisa diam dengan wajah bersemu merah dan kepala sedikit tertunduk karena malu.
"Eh, Heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh" kaget seluruh ruang pertemuan, kecuali, Rias dan teamnya yang memang sudah tau dari awal, yah kekagetan mereka adalah seorang iblis murni bisa jatuh cinta pada manusia seperti Naruto.
"Ara ara, Sona-tan udah punya pacar kok enggak bilang bilang?" tanya Serafall sedikit menggoda.
"Ehm, biar aku jelaskan" ujar Obito yang tiba tiba muncul di samping Serafall.
"Obito-san!" kaget Naruto.
"Omoshiroi, bisa kau jelaskan kenapa Sona merahasiakan hubungan mereka, jangan bilang hanya karena ia tidak ingin pacarnya direbut olehku, ara ara" ucap Serafall dengan nada menggoda.
"Ara ara Serafall Leviatan-sama kenapa malah meniru saya" ucap Akeno ikut ikutan bahkan nekat mendekati Naruto dan berniat memeluknya namun dengan cepat Sona memberikan death glare dengan kepala naga es yang muncul di tangannya seperti sarung tangan atau Gautel.
"Ara ara menakutkan sekali Kaichou kalau sedang cemburu bisa memasang aura membunuh seperti ini" ucap Akeno dengan santai seolah tak terintimidasi.
"Ehm jadi dimulai dari pertemuan mereka, Naruto bilang saat bertemu Sona ia tidak ingat apa apa tentang masa lalunya kecuali namanya, maka dari itu Sona merawat dan mengajarinya berbagai macam ilmu pengetahuan, maka dari sana, hubungan mereka semakin berkembang, rasa suka sudah muncul disaat Naruto pertama kali di sekolahkan Sona" ucap Obito bercerita dan akhirnya seluruh iblis muda diruangan itu mulai mendengarkan dengan simak, Naruto hanya mengirim pandangan membunuh ke arah Obito.
"Oy Naruto dia perlu penjelasan jadi apa salahnya aku menjelaskannya?" tanya Obito.
"Salahnya kau menceritakan hal hal memalukan itu didepan orang banyak Obito aku dan Sona juga masih disini, jika kau berani melanjutkannya" {Cling} Naruto dan Sona menghilang.
"Eh" gumam mereka, Loki juga kaget melihat hal itu.
"Sebenarnya aku sedikit penasaran dengan kisah cinta heires Sitri ini, jadi saat ia mengatakan kalau dia dan Sona masih disini, jadi aku memindahkan mereka ke rumah keluarga Sitri, artinya aku memulangkan Sona dan Naruto ikut bersama Sona, karena aku penasaran dengan kisahnya, jadi kau tak perlu takut lagi menceritakannya" ucap seorang iblis berambut hijau dengan mata biru, ia adalah Ajuka Beelzebub, ahli sihir terutama Teleportasi.
"Ajuka, kau benar benar licik" ucap Loki yang mulai ngeri dengan kenakalan Ajuka karena penasaran.
"Jadi begini" lanjut Obito menceritakan semua kisah cinta Naruto dan Sona, waktu di seri pertama.
Setelah beberapa lama kemudian.
"Jadi kesimpulannya Obito-san, Sona tak pernah menceritakan soal Naruto kepada keluarganya atau orang lain, karena tidak ingin melibatkan Naruto dalam masalah supranatural, karena waktu itu dia mengira Naruto adalah manusia biasa yang merupakan manusia dari dunia lain yang sedang hilang ingatan" simpul Ajuka yang mulai mengerti alur rumit percintaan Naruto dan Sona.
"Yah begitulah, Naruto orang yang benci buku itu, bahkan rela menghabiskan waktunya untuk mempelajari buku di perpustakaan ninja, hanya untuk menciptakan jurus baru yang membuatnya bisa kemari" tambah Obito.
"Sungguh cinta yang luar biasa"
"Tapi masalahnya, jika Tetua iblis sampai mengetahui hal ini, mereka pasti akan memaksa Sona, mereinkarnasikan Naruto atau mungkin kemungkinan terburuknya Sona akan di usir dari Meikai" ucap Sirzechs.
"Jika sampai itu terjadi aku tidak akan tinggal diam" ucap Serafall pada saat itu.
"Su sudahlah, aku rasa aku ingin mencari Naruto sekarang" gumam Obito lalu menghilang disedot sebuah portal berputar.
"Heh, aku juga" tambah Loki lalu menghialng dalam lingkaran sihir.
Bersambung.
-Kenapa aku buat, cerita dengan alur kacau? Munkin karena aku masih pemula, dan belum berpengalaman dengan dunia Fiksi, lalu saya harap kalian para senpai mau membimbing saya untuk menuntun Fic ini sampai tamat.
-Soal jumblah seri cerita ini, saya akan katakan mungkin ini seri terakhir dengan jumblah 7 episode.
-Soal kenapa Naruto mencapai Over God Power, itu disebabkan karena melakukan jutsu perpindahan dunia itu tidak bisa dilakukan dengan kekuatan yang hanya sebatas, Super power atau Overpower, soal masalah musuh yang sebanding, saya akan membuatnya sendiri jadi akan ada Original Karakter Antagonis buatanku sendiri jika memang di karakter DxD ini tidak ada yang sanggup menandingi Naruto dalam level itu.
-Oh iya kalau kalian ingin bantu, saya ingin banget, kalian cariin pair yang tepat untuk Obito dan Loki yang sekarang jadi teman Naruto.
