Naruto to Sona Tomoni iru (Aku datang kembali padamu)

Crossovers:NARUTO Shipuden, High School DxD Born

Charakter:[Naruto Uzumaki,.Sona Sitri], [Obito Uchiha,.?], [Loki,.?]

Genre: Romance, Supranatural, School, Another Dimention

Episode 3: Humur Absrub Naruto dan kawan kawan

Setelah beberapa lama kemudian.

"Jadi kesimpulannya Obito-san, Sona tak pernah menceritakan soal Naruto kepada keluarganya atau orang lain, karena tidak ingin melibatkan Naruto dalam masalah supranatural, karena waktu itu dia mengira Naruto adalah manusia biasa yang merupakan manusia dari dunia lain yang sedang hilang ingatan" simpul Ajuka yang mulai mengerti alur rumit percintaan Naruto dan Sona.

"Yah begitulah, Naruto orang yang benci buku itu, bahkan rela menghabiskan waktunya untuk mempelajari buku di perpustakaan ninja, hanya untuk menciptakan jurus baru yang membuatnya bisa kemari" tambah Obito.

"Sungguh cinta yang luar biasa"

"Tapi masalahnya, jika Tetua iblis sampai mengetahui hal ini, mereka pasti akan memaksa Sona, mereinkarnasikan Naruto atau mungkin kemungkinan terburuknya Sona akan di usir dari Meikai" ucap Sirzechs.

"Jika sampai itu terjadi aku tidak akan tinggal diam" ucap Serafall pada saat itu.

"Su sudahlah, aku rasa aku ingin mencari Naruto sekarang" gumam Obito lalu menghilang disedot sebuah portal berputar.

"Heh, aku juga" tambah Loki lalu menghialng dalam lingkaran sihir.

Di kediaman atau di kota Meikai tempat kekuasaan keluarga Sitri.

Terlihat Naruto dan Sona sedang berdiri di tengah kota dengan wajah datar, mereka berdua nampak begitu kesal, kenapa, karena Naruto sangat yakin ini adalah perbuatan salah satu dari orang orang yang disana agar bisa mendengarkan cerita mereka tanpa gangguan.

"Sona-san kau tau ini perbuatan siapa?" tanya Naruto pada Sona kekasihnya.

"Tentu saja, ini adalah ulah salah seorang Maou, dia adalah Ajuka Beelzebub, seorang Maou yang mampu memindahkan atau menteleport siapa saja sesuka hatinya kemanapun" jawab Sona, sebenarnya ia juga kesal, namun ia juga sedikit bersyukur karena mereka dikirim ke kota.

"Haaaaaah, aku yakin Obito bakal ngoceh dan memberitahukan semuanya aku benar benar tidak bisa membungkam mulutnya" gumam Naruto.

"Mah tak apa, lagi pula anggap saja, Beelzebub-sama ingin kita menikmati kencan kita yang pertama bukan" ucap Sona sambil memegang tangan Naruto, Naruto menatap Sona dengan santai lalu tersenyum, ia membenarkan pendapat dari Sona tentang hal itu.

"Jika itu yang kau mau, ya aku oke oke saja" jawab Naruto sambil tersenyum dan membalas genggaman tangan Sona lalu akhirnya mereka berdua melanjutkan kencan mereka dengan menjelajahi seluruh bagian kota iblis, terlihat Sona begitu riang dan cerita seperti seorang gadis pada umumnya, sedangkan Naruto ia juga sama gembiranya, sampai mereka memasuki sebuah Festival dan disana Naruto banyak memenangkan hadiah dari berbagai permainan yang ada disana, dan semuanya diberikan pada Sona.

Tiba tiba sebuah portek muncul dan Obito pun keluar dari portek itu.

"Ternyata kau disini Naruto" ucap Obito.

Naruto langsung mendelik ke arah Obito karena sudah menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Sona lalu sekarang mengganggu kencan pertama mereka.

"Ah Naruto akhirnya ketemu juga, tadi ka,,mi berrr,, mah maaf mengganggu" ucap Loki yang tiba tiba pergi lagi dengan lingkaran sihirnya, Obito hanya mengangkat alis matanya, ketika melihat Loki pergi ia tidak tau kenapa Loki pergi, sebenarnya alasan Loki adalah agar tidak mengganggu Naruto dan Sona, apa lagi Loki tau kalau suasana hati Naruto sedang naik turun sekarang, namun Obito tidak peka akan hal itu, maklum udah lama enggak jatuh cinta jadi ia udah lupa gimana rasanya di ganggu saat sedang kencan.

"Anu Naruto-san" sapa Obito ia merasa agak dingin, padahal cuaca malam ini tidak berangin.

"Sona-san kau tau apa penyebab amarahku meluap malam ini"

"Em" sahut Sona sambil menatap tajam Obito, yah Naruto dan Sona sedang dalam kondisi dimana mereka memiliki emosi yang masih belum terkontrol.

Wajah Obito langsung berkeringat dingin melihat pandangan Sona dan Naruto yang seolah mengisyaratkan agar ia pergi atau sesuatu yang buruk akan terjadi.

"Hoy Obito, kau tau malam ini emosiku sedang naik turun, jadi aku harap kau tidak muncul untuk mengganggu kegiatan kami sampai kami berdua benar benar sudah tenang" ucap Naruto pada saat itu dan sekarang Naruto terlihat mengeluarkan aura yang cukup kuat yaitu, aura membunuh yang hanya di arahkan pada satu target yaitu Obito.

Obito begitu ketakutan sampai tiba tiba lingkaran sihir berwarna putih kebiruan dengan lambang Raja iblis Leviatan, membuat mereka bertiga kaget dan munculah Serafall dengan senyum manisnya.

"Waah akhirnya aku berada dikot,,a" ucapan Serafall terhenti ketika 2 pasang mata menatap intens ke arahnya.

"Leviatan-sama pas sekali!" Seru Obito sambil menyentuh bahu Serafall dan membuat Serafall menatap ke arahnya.

"Eeh" gumam Serafall wajahnya tiba tiba bersemu ketika mata mereka berdua saling menatap, Naruto dan Sona bingung dan saling menatap, seolah mereka bertanya tanya, ada hubungan apa Obito dengan kakaknya Sona.

"Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan denganmu" ucap Obito lalu berlari sambil menarik tangan Serefall menjauh dari Naruto dan Sona.

"A, aaanu Obito-san?" tanya Serafall gugup karena baru kali ini dia sentuh dan ditarik oleh seorang lelaki selain ayahnya, lalu setelah itu Obito bersembunyi di balik bangunan.

"Huh selamat selamat, Untung ada kau, kalau tidak aku bisa kena ceramah oleh Naruto selama berjam jam karena mengganggu kencan mereka" ucap Obito sambil menatap ke arah Sona dan Naruto yang mengangkat bahu mereka lalu melanjutkan perjalanan.

"Anu Obito-san bisa kau jelaskan tindakanmu tadi?" tanya Serafall pada Obito.

"Ehm, pertama aku minta maaf karena memanfaatkan kehadiranmu didepan mereka, kedua aku sangat berterimakasih, berkat kau aku bisa selamat dan mencari alasan untuk kabur dari amarah Naruto" jawab Obito.

"Oh satu lagi, kau sangat cantik dengan pakaian itu" puji Obito pada Serafall yah sekarang Serafall telah memakai pakaian tradisional jepang, yaitu Kimono, entah bagaimana dimata Obito hal itu sangat kawai, karena sangat jarang ia melihat seorang wanita mengenakan pakaian tradisional dan tanpa Obito sadari ucapannya membuat Serafall merona, Serafall langsung curi curi pandang ke arah Obito yang masih asik mengawasi Naruto.

Oh iya penampilan Obito yang sekarang adalah rambut putih jabrik, wajah rusaknya sudah diperbaiki oleh Naruto dan juga ia mengenakan baju kaos berwarna hitam dengan lambang klan Uchiha dipunggungnya celana hitam lebar khas celana seorang samurai.

"Anu Obito-san juga cukup keren dengan pakaian itu" puji Serafall.

"Em Arigato, sekarang apa yang akan kau lakukan Leviatan-sama? Kalau aku tentu mengawasi Naruto, yah siapa tau ada seseorang yang menghalangi kencan mereka aku bisa membantu, dan juga aku ingin belajar kencan dari Naruto" ucap Obito panjang lebar.

"Em aku juga sama, aku tidak ingin kebahagiaan Sou-tan hilang gara gara kencannya kacau" ucap Serafall.

"Kalau begitu kita lakukan bersama Le"

"Serafall, panggil saja begitu" potong Serafall, Obito pun mengangguk dan tersenyum lalu mengelus kepala Serafall dengan lembut.

"Em, aku mengerti, ayo kita lindungi Naruto dan Sona Serafall sama" ucap Obito dengan semangat.

"Yeah, Obito-tan!" ucap Serafall dengan semangat Obito menyunggingkan senyumnya lalu setelah itu, Serafall dan Obito, diam diam mengikuti Sona dan Naruto, dalam penyamaran.

Di tempat yang agak berbeda.

Terlihat Loki sang dewa licik dari Asgard itu sedang memperhatikan Naruto dan Sona dari tempat gelap, ia seperti mengamati Naruto, namun yang tak disangka ia melihat Serafall dan Obito mengikuti Sona dan Naruto.

"Heeeh, jadi mereka berdua mulai jadi Stalker, entah apa tujuannya, aku juga sedikit penasaran" ucap Loki, ia tidak sadar bahwa tindakannya juga sama saja dengan Obito dan Serafall.

"Loki-sama apa yang anda lakukan disini?" tanya suara feminim yang terdengar begitu tegas di belakang Loki.

"Ro rosseweise!" kaget Loki lalu wajahnya kembali tegas dan menatap Valkyrie itu dengan wajah datarnya dan menatap kembali ke arah Naruto. "Lalu kau sendiri sedang apa disini?" tanya Loki pada Rosseweise.

"Aku diperintah oleh Odin-sama untuk mengawasi semua tindakanmu" ucap Rosseweise itu dengan tegas dan tatapan wajahnya seolah mengancam sang dewa licik dihadapannya.

"Kalau begitu aku hanya memastikan kencan Naruto-san itu berjalan lancar" jawab Loki mengenai tindakannya.

"Kau yakin tidak ingin kembali kerumah, bukankah kau bilang kau sudah punya anak dan istri?" tanya Rosseweise.

"Apa kalian lupa cerita mitologi kita sendiri, saat aku tertangkap dan dibawa ke sebuah tempat, disana anakku Vali dikutuk menjadi serigala ganas dan memakan anak keduaku, lalu ususnya digunakan oleh para dewa untuk mengikatku dibatu dan akhirnya, mereka juga meletakan ular dengan racun yang terus menetes dtaring tajam mengerikannya di atas kepalaku, Thor juga terlibat akan hal itu, mataku terasa perih aku meringis kesakitan ketika racun dari Ular itu menetes dan mengenai mataku, lalu Istriku mengambil mangkok yang paling besar dan digunakan untuk melindungi mataku dari tetesan racun itu, tapi tetap saja, mangkok itu memiliki batas saat sudah penuh istriku terpaksa membuangnya dan saat itu racun itu mengenai mataku lagi" ucap Loki mengenang masa pahit sebelum Ragnarog pertama, kejadian paling menyakitkan yang pernah ada.

Rosseweise hanya diam ia tidak tau apa yang menimpa Loki, yang ia ketahui hanyalah kejahatan yang pernah Loki lakukan, Loki sebenarnya tidak sepenuhnya jahat, karena kadang ia selalu membantu saudaranya Thor dalam menyelesaikan tugasnya, meskipun itu jika sesuatu itu menguntungkan dirinya, Loki adalah kunci dari Ragnarog, namun hal itu tidak akan terjadi jik bukan karena tindakan para dewa yang sok bijak, Loki iamengolok ngolok para dewa dengan ejekan nyata, ia mengatai para dewa bodoh, pejina dan lain sebagainya di sebuah pesta musim gugur, namun hal yang dikatan Loki adalah kebenaran, tapi meski begitu, para dewa sakit hati dan menyerang Loki bersama Thor, Loki menyamar menjadi ikan Salmon untuk menghindari mereka namun ketahuan dan ditangkap lalu dibawa ke arah anak anak serta istrinya, lalu disana, ia melihat anak pertamanya Vali dikutuk menjadi srigala liar dan membunuh adiknya sendiri dengan brutal.

"Kita masih hidup saat Ragnarog karena manusia masih ingat tentang, kita, namun yang masih hidup itu hanya dewa dewa terkenal dari mitologi kita saja, karena yang manusia ingat tentang kita cuma sedikit, jadi intinya istriku mati untuk selamanya dan anakku yang bernama Vali tidak tau gimana kabarnya hanya itu saja yang bisa ku beritahu padamu Rosseweise" jawab Loki, tanpa sadar airmata mengalir dari wajah Loki yang tampan itu, ia tidak akan marah jika yang dihukum adalah dirinya, namun anaknya, itu beda, maka dari itu ia memimpin para Jhothem raksasa yang sejak awal memusuhi para dewa, untuk memerangi mereka, lalu memanggil anak anaknya dari istrinya yang berbeda, untuk ikut berperang, yaitu Fennir, Jormongan dan Hel dan menghancurkan kubu dewa, saat semua hidup kembali, namun istrinya yang paling setia itu tidak hidup kembali karena kitab dari mitologi mereka sudah tidak lagi sempurna, manusia mulai melupakan nama nama mereka.

"..." Rosseweise diam seribu bahasa, ia tidak tau mau membahas apa tentang Loki, Loki memang salah, namun jika mendengar cerita dari Loki maka Loki tidak sepenuhnya salah.

Kembali ke Naruto dan Sona.

"Hari ini begitu menyenangkan, Naruto-kun" ucap Sona pada Naruto, Naruto hanya tersenyum dan menatap ke arah Sona.

"Ne, Sona, apa di tempat ini ada pantai atau semacamnya?" tanya Naruto, sekarang mereka berada diwarung makan, yah sekarang Sona lah yang membayar semuanya, karena uang Naruto yang banyak tidak bisa dipakai di dimensi lain, ahahahaha, lucu bukan, kencan kok cewe yang traktir.

"Ada, emangnya kenapa?" jawab dan tanya Sona pada Naruto.

"Aku merasa tidak nyaman menggunakan uangmu untuk segala keperluan kencan kita, jadi aku berencana untuk pindah ketempat indah dengan biaya gratis" jawab Naruto dengan santai.

"Baiklah aku mengerti"

Setelah itu mereka berdua berjalan bersama, dan di ikuti oleh empat orang dengan kekuatan tinggi, yaitu Maou Leviatan, Uchiha Obito, Dewa Asgard Loki dan pengawasnya Rosseweise sang Valkyrie.

"Nee, Loki-sama bukannya kita seperti seorang penguntit disaat kencan mesra mereka?" tanya Rosseweise merasa tidak nyaman mengintip orang yang sedang bermesraan, karena itu sama saja dengan menghadapkan dirinya dengan kenyataan dimana ia sama sekali tidak memiliki pasangan dan menatap orang orang bermesaraan sungguh menyiksa batinnya.

"Obito-san, apa tidak masalah kalau kita terus mengikuti mereka, kalau ketahuankan gawat" ucap Serafall.

"Kita tidak akan ketahuan selama kita menekan kekuatan kita sekecil mungkin dan mengintai dari jarak aman" jawab Obito dari semak semak.

"Ne Sona, mau sampai kapan kita terus diikuti begini?" tanya Naruto, ia sudah mulai tidak tahan dengan sesuatu yang mengikuti mereka.

"Biarkan saja, lagi pula mereka tidak mengganggu" jawab Sona, Naruto hanya mengangguk dan akhirnya mereka melanjutkan kencan mereka dan mereka bersandar di pantai sambil memandang pemandangan malam.

"Sona, pernahkah kau berpikir atau sekali saja ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ratu?" tanya Naruto sambil mendelik ke arah Sona.

"Ah sesekali aku pernah berpikir begitu" jawab Sona sambil menatap malam dengan wajah datarnya, Naruto tersenyum dan merapal segel tangan, secara tiba tiba ditangan Naruto muncul sulur sulur kayu menggulung dan membentuk sebuah mahkota alami dari kayu diperindah dengan daun an bunga bunganya, lalu mahkota itu diletakan di kepala Sona.

"Sekarang kau sudah seperti seorang ratu bagiku" ucap Naruto sambil tersenyum.

"Waaaaah, Naru-tan ternyata romantis sekali, ingin sekali rasanya aku dimanja seperti Sou-tan" ucap cempreng Serafall melihat adiknya.

"Em aku setuju, akan aku catat itu" gumam Obito sambil tersenyum, ia mencatat semua kelakuan Naruto dengan Sona, dibukunya.

"Anu sebenarnya untuk apa kau mencatat semua kelakuan Naruto-san" tanya Loki yang tiba tiba muncul dibelakang Obito.

"Waaaaaaaaaaaaaaaaaak!, Loki jangan mengagetkanku!" teriak Obito yang sebenarnya saat kaget tidak sadar memeluk erat Serafall dan saat ini pelukannya belum ia lepaskan.

"O, o o oobito-san" panggil Serafall dengan wajah yang memerah padam karena kelakuan Obito.

Obito kaget dan menatap ke arah samping ia baru sadar ia sedang memeluk sesuatu dan tangannya menyentuh sesuatu yang empuk dan ia menatap wajah Serafall yang memerah malu, Obito langsung melepaskan pelukannya dan melompat mundur lalu bersujud dihadapan Serafall.

"Go gomenasaii! Aku tidak bermaksud untuk me me memelukmu jadi maafkan aku maafkan aku karena telah lancang maafkan aku!" pinta ampun Obito ia benar benar ketakutan.

"Eem tak apa, ji jika itu Obito-san aku ti tidak masalah" ucap Serafall dengan wajah malu malunya. Loki hanya mengangkat sebelah alisnya seolah tak mengerti.

"Eh, benaran tak apa?" tanya Obito, Serafall hanya mengangguk.

"Hooh, Syukurlah" gumam Obito.

{Bletak}

"Auch! Rosseweise apa yang kau lakukan pada wajah tampanku!" teriak protes Loki karena wajahnya dijitak tiba tiba.

"Itu karena ulahmu yang mengagetkan Obito, nanti bagaimana kalau Sona dan Naruto sampai tau, kan jadi sia sia semua pengintaian ini" ucap protes Rosseweise, Loki hanya mengangguk dan mengucapkan kata.

"Maaf" namun kata kata itu terdengar tidak iklas "Sekarang Obito-san bisa kau jelaskan kenapa kau mencatat semua tindakan Naruto?" tanya Loki.

"Yah aku cuma mencari reperensi kencan yang bagus" jawab Obito sambil cengengesan.

"Emangnya kau sudah punya pacar?" tanya Loki pada Obito.

Obito yang statusnya jomblo menahun itu, tidak bisa berkata apa apa ketika mendengar pertanyaan Loki, Serafall melihat gelagat Obito yang menandakan, aku kalah telak, aku belum punya pacar, aku sudah pengen belajar kencan aneh aneh saja, tapi apa boleh buat aku tidak mau saat punya pacar dan kencan nanti akan gugup.

Obito yang tengah berpikir keras lalu menatap Serafall kembali, lalu ia pun memantapkan diri, semua resiko dari yang ia lakukan akan ia tanggung sendiri, lagi pula membohongi seorang dewa licik itu adalah sesuatu yang bagus.

"Apa yang kau katakan Loki, jelas aku sudah punya" ucap Obito 'walau sebenarnya gadis yang aku maksud sudah di akhirat' tambah batin Obito "Dan dia ada bersama kita sekarang" tambah Obito sambil mendekati Serafall, lalu merangkulnya "Dialah orangnya hn" ucap tanpa dosa Obito sambil merangkul Serafall.

"He he heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh!" ucap kaget Rosseweise dan Loki, sedangkan Serafall, wajahnya memerah dan kepalanya berasap.

'A apa di di dia bilang aku pacarnya, ke kenapa dada ini begitu hangat, apa aku merasa senang dengan ini, tu tunggu kami saja baru mengenal, bagaimana aku bisa se gugup ini' batin Serafall sambil menatap wajah serius Obito.

Kembali ke tempat Naruto dan Sona.

"Ne Naruto-kun mereka ribut sekali" ucap Sona yang masih mengenakan mahkota buatan Naruto, mah sekarang Sona terlihat begitu cantik dengan mahkota alam yang Naruto berikan.

"Biarkan saja, aku yakin mereka nanti juga akan tenang" ucap Naruto lalu pasir tiba tiba terangkat dengan sendirinya, Sona kaget dan panik.

"Naruto-kun pasirnya"

"Tak apa ini salah satu kemampuanku" ucap Naruto "Sabaku Castel" setelah itu pasir itu berubah bentuk menjadi istana pasir dalam wujud castel raksasa dan mereka berdua ada di dalam, Naruto dan Sona pun naik ke lantai atas lalu memandang pemandangan langit dari puncak istana pasir itu.

"Pasir ini kuat juga yah" gumam Sona tak pecaya mereka berdiri di atas istana pasir dan istana itu tidak roboh.

"Hn begitulah" mereka berdua pun saling berpelukan lalu menatap langit yang indah.

"Ah ini sudah tengah malam, sebaiknya aku mengantarmu pulang" ucap Naruto pada Sona.

"Eh emangnya tidak masalah Naruto-kun?" tanya Sona.

"Hn aku malah sangat senang bisa mengantarmu pulang" jawab Naruto, dan akhrnya istana pasir itu runtuh dan kembali jadi dataran pasir dipantai, lalu mahkota kayu itu dilepas dari kepala Sona dan hampir saja dihancurkan oleh Naruto.

"Naruto-kun tunggu!"

"Hn, ada apa?" tanya Naruto.

"Bolehkah aku memiliki mahkota itu" tanya Sona pada Naruto, Naruto terdiam, ia memang tidak memberikan apapun pada Sona dalam kencan ini, semua yang mereka lakukan adalah hasil uang dari Sona, lalu soal, baju, makanan, meskipun beberapa hadiah dari festival yang dimenangkan untuk Sona, namun yang bayar tiket masuknya adalah Sona, jadi sudah wajar jika setidaknya Sona meminta sesuatu dari Naruto, dan mahkota itu satu satunya yang bisa Naruto berikan tanpa menggunakan uang kekasihnya.

"Jika kau menyukainya ambilah, lagipula hanya ini yang bisa aku berikan" jawab Naruto sambil memberikan mahkota alam itu pada Sona, Sona sangat senang dan menyimpannya di tas belanjaannya.

Naruto pun menyentuh tubuh Sona lalu menghilang dari sana, lalu muncul ditempat orang orang ribut, secara Otomatis Naruto dan Sona langsung memasang ekspresi swedrop saat melihat Loki dan Obito beradu argumen dan banyak lagi.

"Hoy jangan bilang kalau kalian sejak tadi mengintai kami berdua" ucap Naruto yang muncul tiba tiba ditempat mereka bersembunyi, Loki dan Obito langsung mematung mendengar suara Naruto, Obito terpaksa harus menelan pill pahit dimana ia tidak akan bisa mengelak menerima hukuman berupa ceramah berjam jam dari Naruto sedangkan Loki ia membayangkan kalau dirinya akan jadi bahan bogem mentah Naruto.

"Na naruto!" ucap kaget Obito dan Loki, sedangkan Serafall dan Rosseweise tidak tau harus berkata apa, mereka hanya bisa diam melihat dua lelaki yang bersama mereka langsung ketakutan dengan Naruto.

"Oneesama apa yang kau lakukan disini, jangan bilang kalau kalian mengintai kami semalaman" ucap curiga Sona pada kakaknya, Serafall mematung mencari cari alasan yang tepat.

"A anu anu anu"

Obito merasa kasihan dengan Serafall langsung membantunya tanpa pikir panjag ia merangkul Serafall lalu tersenyum.

"Ojou-sama jangan seperti itu, kami berdua sedang dalam kencan dan secara kebetulan berada disini bersama mereka" ucap Obito mencoba menyelamatkan diri dari ceramah Naruto, Naruto dan Sona langsung mengangkat alis mata mereka yang sebelah kanan.

"Apa benar itu benar, Maou-sama?" tanya Naruto pada Serafall, karena tidak punya pilihan untuk menghindari kecurigaan Sona, Serafall terpaksa mengangguk, dan dilihatnya wajah menyesal Obito pertanda Obito hanya punya ide ini untuk menyelamatkan diri.

'Dasar sialan, dia mencari cari alasan untuk bisa lari dari kenyataan bahwa sebenarnya ia sama saja menguntit Naruto, kau adalah manusia terlicik Obito' batin Loki sambil menatap sebel Obito, karena Obito bisa bebas dari Naruto.

"Lalu kalian berdua berikan alasan yang bagus, jika tidak aku akan memberikan hukuman bagus pada kalian berdua" ucap Naruto dengan nada mengintimidasi, Loki langsung berkeringat dingin dan menatap Rosseweise, Valkyrie itu hanya menghela nafas.

"Aku hanya mengawasi Loki –sama untuk tidak melakukan hal yang aneh aneh" jawab Rosseweise, ia terlihat tidak peduli dengan Loki.

"Jadi Loki katakan alasanmu mengikuti kami dan katakan juga alasanmu kenapa tidak mencegah Loki mengikuti kami?" tanya Naruto.

"Soal Loki mengikuti kalian aku tidak tau apa alasannya, aku tidak menghentikannya karena tindakannya tidak merugikan kegiatan orang orang disekitarnya" jawab Rosseweise.

'Dasar Valkyrie kurang ajar, ia hanya membebaskan dirinya sendiri' batin Loki.

"Ehm, sebenarnya aku sedang tidak punya banyak kerjaan, jadi daripada nganggur tidak jelas jadi aku mengikuti kalian dan mencoba semua yang kalian lakukan" jawab Loki dengan santai, ia mencoba tegar agar tidak ketahuan bohong.

"Baiklah aku mengerti, Serafall, aku akan mengantar Sona-san pulang, jadi aku mohon ijin padamu untuk mengantarkannya pulang" ucap Naruto dengan hormat.

"Tak masalah, sana pergi antar lah Sou-tan dengan baik, tapi Naru-tan, jika sampai terjadi sesuatu pada Sou-tan kamu harus tanggung jawab" ucap Serafall dengan nada Childisnya.

"Ah wakata, aku akan menjaga Sou-tanmu dengan baik, dan jika dalam keadaan hidup dan mati, maka aku siap mati lebih dulu untuk melindungi Sou-tan" ucap Naruto dengan nada cerianya.

"Ahahahahahaha, Naru-tan becandanya bagus, neee, jika Naru-tan sudah menikah dengan Sou-tan, Naru harus bisa paksa Soutan pakai pakaian Mahou Shoujo" ucap riang dan semangat Serafall, membuat Naruto tersenyum.

"Mooo, Oneesama jangan paksa Naruto-kun untuk memakai baju menjijikan itu!"teriak tak terima Sona pada ucapan Serafall.

"Sudahlah, aku akan membawa Sona dengan selamat, kau bisa percaya padaku" ucap Naruto lalu membawa Sona menjauh, lebih tepatnya menggendongnya dan melompat dari gedung ke gedung.

Setelah Naruto sudah cukup jauh.

"Huuh Syukurlah kita bisa selamat, dan maaf Maou Leviatan-sama kalau aku melibatkan anda agar bisa bebas" ucap Obito pada Serafall.

"Em tak masalah, aku juga tidak ingin diceramahi oleh Sou-tan" jawab Serafall.

"Jadi, kalian sebenarnya belum pacaran" ucap Loki yang ternyata percakapan tadi membongkar kebohongan Obito soal Serafall adalah pacarnya.

"Heh, Loki, dia memang bukan pacarku, tapi Serafall-san adalah calon pacarku" ucap Obito dengan seringainya.

"Heh terserah katamu deh" ucap Loki ia kesal karena Obito punya banyak alasan untuk mengakui ketidak lakuannya.

"Serafall mau aku antar pulang?" tanya Obito pada Serafall, Serafall kaget dan akhirnya mengangguk lalu mereka berjalan bersama menuju kediaman keluarga Sitri menyusul Naruto yang sudah pergi.

"Hoy tunggu aku juga ikut" ucap Loki pada Obito, akhirnya Loki pun berlari menyusul Obito, sedangkan Rosseweise mau tidak mau ikut bersama dengan Loki, karena ia ditugaskan mengawasi Loki.

Di kota Sitri fokus pada atap atap rumah dan tiang tiang serta pepohonan.

Terlihat sekilas bayangan hitam bergerak cepat melompati atap atap bangunan pohon dan tiang tiang listrik, yang saat dilihat lebih teliti ternyata itu adalah Naruto yang sedang menggendong Sona dengan gaya bridal Style, Sona nampak kagum dan terpesona akan semua tidakan dan wajah tampan Naruto, terlihat sekarang Naruto menatap Sona dengan senyum nya Sona pun ikut tersenyum simpul dan membenamkan wajahnya di dada Naruto.

Tak ada pembicaraan di antara mereka sampai mereka melihat mansion yang sangat besar dan itu adalah kediaman keluarga Sitri.

"Naruto-kun turun kita sudah sampai" ucap Sona dengan cepat Naruto turun dan berada digerbang masuk Mansion lalu menurunkan Sona dari gendongannya.

"Jadi ini rumahmu di Meikai?" tanya Naruto.

"Yah begitulah" jawab Sona.

"Woaaaaah besarnya sesuai dengan gelarmu sebagai Heires keluargamu" ucap Naruto sambil tersenyum manis, Sona ikut tersenyum karena Naruto baru saja memuji dirinya, mungkin.

Saat Naruto dan Sona melangkah masuk kedalam gerbang, sang penjaga gerbang langsung menghalangi Naruto masuk.

"Maaf anda siapa?" tanya sang penjaga, pada Naruto mereka memandang wajah Naruto dengan tajam karena Naruto tidak memiliki energy iblis dari dalam tubuhnya.

"Uzumaki Naruto" jawab Naruto.

"Bukan itu, kenapa kau bisa bersama Sitri-sama?, dan apa hubunganmu dengannya?, lalu kenapa kalian pegangan tangan dan kau iblis dari kalangan apa?" tanya mereka, meski tak merasakan aura iblis dari tubuh Naruto, namun mereka mencoba berpikir positif dan menganggap Naruto adalah iblis yang menyembunyikan kekuatannya atau semacamnya.

"Aku menyelamatkannya dari bahaya, dilanjutkan kami sedang kencan dan sekarang aku mengantar Sona untuk pulang, hubunganku denganya adalah pacarku, lalu aku bukan iblis bangsawan dan aku juga bukan iblis, aku manusia" jawab Naruto dengan panjang sesuai urutan pertanyaan mereka. Mereka melongo mendengar jawaban Naruto, karena mereka tidak bisa mempercayai kalau Heires mereka tertarik pada manusia.

"Tunggu, mana mungkin kami bisa percaya akan hal itu" ucap mereka yang masih menghalangi jalan Naruto dengan tombak mereka.

"Sebenarnya yang dia katakan itu adalah kebenaran" tambah Sona dan ketika mengatakan itu, kedua penjaga itu menjatuhkan tombaknya dan menganga lebar sakin lebarnya rahang bawah mereka sampai menyentuh tanah.

"Hoy kalian tidak apa apa, aku masih bisa mewajarkan sipat kalian, jadi kalian tidak perlu minta maaf" ucap Naruto, dan mereka langsung sadar dari keterkejutan merek lalu akhirnya mempersilahkan Naruto masuk.

"Maaf karena kesalah pahamannya Naruto-san, jadi silahkan masuk" ucap mereka sambil ketawa garing Naruto tersenyum dan berkata.

"Tak apa, kalian sudah melaksanakan tugas kalian dengan baik" ucap Naruto, lalu Naruto dan Sona pun masuk, saat masuk, Naruto langsung kagum, karena melihat halaman rumah Sona yang terlihat indah dan juga sangat luas.

Namun saat Naruto berada di tengah halaman rumah atau Mansion megah keluarga Sitri, Naruto melihat serangan sihir berupa elemen air dalam ukuran besar datang ke arah mereka berdua.

"Shinra Tensei" {Blaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrr!} air bah yang mengarah pada dirinya dan Sona langsung terpental ke segala arah dan saat dilihat pelakunya adalah dua orang, yaitu seorang lelaki dan perempuan.

"Ayah ibu, tunggu kalian salah paham" teriak Sona.

"Menjauh dari anakku pria kurang ajar" ucap seorang pria berambut hitam dengan mata Violetnya mengancam Naruto dengan lingkaran sihir, Naruto hanya diam, lalu menatap lelaki yang ada dihadapannya.

"Huf, beginikah perlakuanmu pada orang yang melindungi dan mengantar anak kalian, pulang kerumah hingga selamat" ucap Naruto dengan santai sambil mengangkat tangan ke udara.

"Eh apa maksudnya Sona?" tanya sang perempuan.

"Okasama, Naruto-kun itu pacarku, ia menyelamatkanku dan yang lain dari serangan yang mengganggu pertemuan para iblis muda" jawab Sona.

"Pa pa papapapapapa Pacar kau bilang, sejak kapan anak ibu sudah bisa pacaran?" tanya sang perempuan berambut hitam panjang mendekat ke arah Sona. Sedangkan yang lelaki menatap Naruto lalu menghilangkan lingkaran sihirnya setelah tidak merasakan ancaman dari Naruto.

"Jadi kau pacar anakku?" tanya Lord Sitri(Yah terpaksa deh, karena aku enggak tau nama ayah dan ibunya Sona jadi gitu aja tulisannya).

Naruto hanya diam dan mengangguk lalu menjawab.

"Apa kau tidak menyetujui hubungan kami karena ras kami berbeda?" tanya Naruto.

"Tidak, karena apapun rasmu asalkan Sona bahagia aku tidak mempermasalahkannya" jawab Lady Sitri, "Sona cepat ke kamar, ayah dan ibu ingin membicarakan sesuatu dengan pacarmu dulu" ucap Lady Sitri pada Sona, Sona hanya mengangguk mendengarkan dan pergi masuk ke rumahnya dan tidur ke kamarnya karena memang ia sangat lelah.

"Lalu apa yang membuat kalian seperti tidak terlalu menyukai kehadiranku?" tanya Naruto pada Lady dan Lord Sitri, Naruto bertanya dengan santai hormat dan juga tatapan tajam Naruto seolah ia tidak akan pernah mau menyerah untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.

"Kami tidak bisa mempercayai seseorang begitu saja untuk menjadi kekasih Sona anak kami, kami harus mengujimu terlebih dahulu, apakah kau pantas untuk menjadi suami dan pelindung anak kami, karena jujur saja, kekuatan anak kami sangat jauh dibandingkan iblis muda lainnya, yah karena elemen kami hanyalah air dan es, jadi kami memerlukan seorang lelaki yang bisa melindungi Sona, siap untuk terus mendukung Sona apapun yang terjadi" jawab Lord Sitri sambil menatap tajam Naruto dan mempersiapkan lingkaran sihirnya.

Naruto diam dan menatap wajah dingin ayah dari keluarga Sitri itu lalu menatap sang ibu dari pacarnya yang mengangguk.

Naruto pun mendatangi Lord Sitri dan menatap tajam lalu menanyakan apa ujian yang harus ia terima.

"Apa yang harus saya lakukan agar anda percaya pada saya?" tanya Naruto.

"Ada 3 ujian untukmu" jawab Lord Sitri.

"Apa itu?" tanya Naruto.

"Mengalahkanku, mengalahkan Heires keluarga Bael Sairaog Bael, lalu mengalahkan 4 Yondai Mou, apa kau sanggup, jika kau berhasil menjalankan dua dari yang aku katakan maka aku akan mengakuimu" ucap Lord Sitri.

"Kalau boleh tau aku harus mengalahkanmu dalam hal apa?" tanya Naruto.

"Tentu saja duel" jawab Lord Sitri sambil menyiapkan lingkaran sihirnya.

Mendengar kata duel Naruto langsung menyiapkan segel tangannya.

"Terima ini bocah!" teriak Lord Sitri melemparkan Naga air ke arah Naruto.

"Suiton Suiryuudan no jutsu" ucap Naruto dengan memasang satu Hand Seal, lalu munculah naga air versi dunia Shinobi melawan naga air dari sihir {Dooom} air berhamburan ketika kedua jurus dengan level yang sama saling bertuburukan.

"Hoooh, jadi kau juga pengguna elemen air" ucap Lord Sitri tersebut.

"Em, meskipun aku hanya belajar sedikit, jadi levelku masih jauh dibawah anda" ucap Naruto sedikit merendah.

"Tapi itu cukup bagus, mengingat hanya klan Sitri yang hebat dalam teknik elemen air" ucap ayah dari Sona lalu melempari Naruto dengan bola bola air yang bisa meledak, Naruto yang diberkati dengan insting Madara reflek langsung menghindari bola bola air itu, {Dom dom dom blaaaaaaaarrrrrrrrrrrr!} bola bola air itu meledak dan membuat tanah tanah yang ada dihalaman itu berhamburan.

"Hebat aku tidak tau kalau air bisa menjadi sangat berbahaya jika berada ditanganmu Lord Sitri" ucap Naruto, yang terus menghindari serangan dari Lord Sitri.

"Heh benarkah bocah dari tadi ku lihat kau hanya lari kenapa?" tanya Lord Sitri.

"Maaf, aku hanya bingung harus menggunakan teknik apa untuk menghadapi calon mertua yang sedang menguji calon menantunya" jawab Naruto dengan santai sambil menghindari serangan demi serangan yang dilancarkan oleh oleh Lord Sitri.

"Shinra Tensei" ucap Naruto ketika ia dikepung oleh bola bola air yang berterbangan dan siap meledak di sekitar tubuhnya, {Blaaaaaarrrrrrrr!} bola bola air itu terlempar ke segala arah.

"Benarkah, kenapa kau sampai bingung?" tanya Lord Sitri.

"Maafkan saya, saya tidak bisa mengendalikan daya hancur dari beberapa jurus yang aku miliki sehingga jika aku gunakan takutnya kau akan lenyap" jawab Naruto pada Lord Sitri pada saat itu.

"Wah perhatian sekali" ucap Lord Sitri sambil melempar bola air ke arah Naruto.

"Doton Doryuhenji" dinding tanah muncul dan melindungi Naruto {Prangk!} kali ini dinding tanah itu tiba tiba beku dan hancur.

"Otou-sama apa yang anda lakukan?" tanya Serafall pada ayahnya ia tiba tiba muncul bersama dengan Obito, Loki dan Rosseweise.

"Maou-sama diam lah disana, anda tak perlu ikut campur, karena ini adalah ujian untukku" ucap Naruto.

"Hoooh, semangatmu tinggi sekali Naruto" puji Lord Sitri sambil menyiapkan sihirnya, sedangkan Loki dan Obito hanya diam, mereka tau, kalau Naruto serius siapapun pasti akan kalah dengan mudah, artinya Naruto hanya main main dan belum mau serius.

"Heh, akhirnya aku tau, jurus apa yang akan aku gunakan untuk melawan anda Sitri-sama" ucap Naruto sambil tersenyum sadis, Serafall hanya bisa menguk ludah ketika melihat ekspresi Naruto yang menurutnya menyeramkan, sedangkan Loki hanya mengedutkan matanya, ia khawatir pada ayahnya Sona itu, karena kelihatannya Naruto sudah tidak main main lagi.

"Kalau begitu mulai" ucap Lord Sitri sambil menembakan ribuan sihir air ke arah Naruto, ketika jaraknya sudah sangat dekat dengan Naruto, elemen air itu menghilang diserap habis oleh Naruto, Lady dan Lord Sitri berserta Serafall kaget bukan main melihat seorang manusia sanggup menyerap habis tembakan sihir yang luar biasa banyak dan kuat itu dan ditengah keterkejutan mereka Naruto menghilang dan berada dibelakang Lord Sitri dengan segel tangan yang sangat sangat familiyar.

"Jurus itu, jangan jangan?" gumam Obito, ia agak Swedrop ketika mengingat jurus yang Naruto gunakan untuk menghajar seratus berandalan yang menghalangi perjalanan mereka waktu lalu Naruto dengan cepat menghilang dan muncul dibelakang mereka dan menusuk bokong mereka, Naruto memberi nama Jigen no Sennen goroshi michi.

"Jurus rahasia Konoha" ucap Naruto sambil tersenyum sadis di belakang Lord Sitri, Lord Sitri itu pun dengan bergetar menatap ke belakang, Loki dan Rosseweise langsung penasaran dengan jurus yang Naruto keluarkan dan memperhatikan lekat lekat, begitu juga dengan Serafall dan lady Sitri.

"Sennen Goroshi!" dengan cepat jari yang Naruto buat seperti segel harimau itu ditusukan kebokong Sitri {Jleb} tepat sasaran dan masuk dengan dalam lalu {Wuuuuuuuuuuuusssssssssssssss!} Lord Sitri terlempar dengan harga diri yang hancur atau secara tidak elit memegang bokongnya yang sakit akibat tusukan super dalam itu {Dooooooooommmmmmmmmm!} tubuh Lord Sitri terhempas ke tanah.

"He hebat sekali!" gumam semua orang yang melihat itu sambil memasang ekspresi Swedrop.

Bersambung.