Naruto to Sona Tomoni iru (Aku datang kembali padamu)
Crossovers:NARUTO Shipuden, High School DxD Born
Charakter:[Naruto Uzumaki,.Sona Sitri], [Obito Uchiha,.?], [Loki,.?]
Genre: Romance, Supranatural, School, Another Dimention
Episode 3: Regolus Namea vs Sage Mode
"Jurus rahasia Konoha" ucap Naruto sambil tersenyum sadis di belakang Lord Sitri, Lord Sitri itu pun dengan bergetar menatap ke belakang, Loki dan Rosseweise langsung penasaran dengan jurus yang Naruto keluarkan dan memperhatikan lekat lekat, begitu juga dengan Serafall dan lady Sitri.
"Sennen Goroshi!" dengan cepat jari yang Naruto buat seperti segel harimau itu ditusukan kebokong Sitri {Jleb} tepat sasaran dan masuk dengan dalam lalu {Wuuuuuuuuuuuusssssssssssssss!} Lord Sitri terlempar dengan harga diri yang hancur atau secara tidak elit memegang bokongnya yang sakit akibat tusukan super dalam itu {Dooooooooommmmmmmmmm!} tubuh Lord Sitri terhempas ke tanah.
"He hebat sekali!" gumam semua orang yang melihat itu sambil memasang ekspresi Swedrop.
"Maaf Lord Sitri, dari sekian banyak jurus yang aku miliki hanya itu yang Dermagenya kecil" ucap Naruto dengan santai menatap Lord Sitri yang mengelus bokongnya yang sedang kesakitan.
"Dermage pada tubuh memang tidak terlalu besar, namun ini berdermage besar pada harga diriku Naruto" ucap Lord Sitri sambil berusaha keras untuk kembali berdiri.
"Kalau begitu aku minta maaf, karena merusak harga diri anda" ucap Naruto sambil membungkok Hormat.
"Tak apa, aku tidak terlalu masalah, hanya saja, sehebat apa jurus penghancur milikmu sehingga kamu enggan untuk mengeluarkannya?" tanya Lord Sitri pada Naruto.
"Aku tidak bisa mengatakannya karena dalam kekuatan terlemahnya aku sanggup melubangi benteng beton dan versi terkuat dari jurus milikku mungkin bisa membuat satu benua menghilang dalam satu tembakan" jawab Naruto, dengan santai, mendengar Naruto bisa memusnahkan satu benua dalam satu tembakan, Lord dan Lady Sitri hanya bisa menelan ludah dengan sulit.
"Baiklah aku mengakui kekalahanku, sekarang pulanglah" ucap Lord Sitri pada Naruto.
"Maaf, Sitri-sama, saya dan teman saya tidak punya rumah di dunia kalian, saya memang berhasil berpindah kemari namun karena perpindahan itu chakraku langsung tersisa sedikit aku tidak bisa menggunakannya lagi dalam beberapa hari, jadi bisakah, aku dan ke tiga temanku menginap dirumah anda untuk sementara, aku tidak masalah dimana pun anda menempatkan kami, bahkan jika kami berempat harus tidur digudang kami juga tidak masalah" jawab Naruto dengan sedikit bumbu kebohongan.
"Baiklah, aku akan menyiapkan 4 kamar untuk kalian" ucap Lady Sitri.
"Maaf, bukannya sombong atau apa, saya tidak ingin terlalu merepotkan anda dengan menyiapkan banyak kamar untuk tamu yang biasa biasa saja seperti kami, cukup, Satu kamar untuk laki laki dan satu kamar untuk perempuan" jawab Naruto, "Aku, Obito dan Loki-san bisa berbagi kamar karena kami sama sama lelaki nah untuk kamar nomor dua itu untuk Rosseweise-san" tambah Naruto.
"Baiklah kami mengerti" ucap Lord Sitri, malah ia senang dengan sikap Naruto yang merupakan orang sederhana yang menganggap satu kamar pun cukup untuk bertiga.
"Hoy Naruto kau yakin ingin tidur bertiga dengan kami?" tanya Loki pada Naruto.
"Loki, aku telah menganggap kau dan Obito sebagai teman dan saudaraku, jadi tidur satu kamar itu bukanlah hal yang aneh, lagi pula jika kita berada dikamar yang sama, kita bisa bercerita banyak hal dan juga bisa jadi lebih akrab bukan" jawab Naruto.
Obito tersenyum mendengar jawaban Naruto, ternyata alasan Naruto untuk selalu menyewa satu kamar di penginapan manapun bukan karena pelit akan uang namun karena ingin lebih akrab dengannya, sedangkan Loki hanya bisa tersenyum canggung, karena di Asgard kalau tidur di kamar ia tidak pernah ditemani oleh keluarganya, yang menemaninya paling cuman pembantu atau pelayan dewa saja, Baik Odin ataupun Thor tidak pernah sekalipun mencoba mengakrabkan diri dengannya dikamar.
Lord Sitri mengantar Naruto, Obito dan Loki di kamar, saat mereka masuk kedalam kamar, ekspresi Loki biasa biasa aja karena ia sudah biasa melihat kamar megah seperti itu, bahkan kamar tidurnya di Asgard juga sangat mewah, namun, lain Loki lain pula Obito dan Naruto, mereka tercengang dan menganga lebar, melihat kamar yang sangat besar dan luas, bahkan kasurnya sangatlah empuk.
"Obito, sepertinya ini kamar sangat mewah, mungkin setara hotel bintang lima" ucap Naruto.
"Tidak aku rasa ini levelnya adalah bintang enam" ucap kagum Obito.
"Hn, aku bisa mengerti kekaguman kalian, namun bukankah tujuan kita kemari untuk beristirahat, jadi cepat naik ke kasur dan tidur" ucap Loki pada Naruto dan Obito.
Naruto dan Obito tersadar dari pemikiran mereka lalu akhirnya mereka menatap ke arah Loki yang sudah membaringkan tubuhnya di kasur empuk itu, Naruto dan Obito hanya bisa menghela nafas, mereka sebenarnya lebih nyaman di tatami sederhana di bandingkan kasur super empuk namun karena rumah ini bergaya Eropa bukan jepang jelas peralatannya bukanlah peralatan yang mereka berdu kenal, Naruto dan Obito pun mencoba membiasakan diri di kasur empuk itu, mereka bertiga membaringkan tubuh mereka di kasur dengan Naruto berada ditengah.
"Obito, Loki, menurut kalian apakah perdamaian bisa dicapai?" tanya Naruto pada mereka.
"Entahlah Naruto, kau bisa membuat perdamaian di dunia Shinobi itu karena mahluk hidup disana hanya ada manusia dan hewan, tapi kalau disini, akan lain ceritanya, butuh perjuangan keras jika ingin membuat seluruh mahluk mitologi berdamai dengan manusia dan saling kerja sama" jawab Obito.
"Maka karena itu aku menghalangi Odin membuat Aliansi, karena menurutku dibandingkan bekerja sama dengan Mitologi lain lebih baik membangkitkan kejayaan Mitologi sendiri" tambah Loki.
"Jadi intinya akan banyak atau akan ada beberapa dewa yang berasal dari Mitologi berbeda menolak kerja sama dan perdamaian dengan Mitologi lain?" tanya Naruto pada Loki.
"Aku jamin, setidaknya ada segelintir dewa yang tidak akan menyetujui hal itu" tambah Loki.
"Mah aku bisa mengerti sikap mereka dari jawabanmu yang tadi, aku juga tidak bisa menyalahkan tindakanmu waktu itu, karena semua orang pasti memegang kebenarannya masing masing" ucap Obito pada saat itu yah Obiro adalah orang yang pemikirannya kadang Realistis dan tidak mau ambil pusing.
"Ah selama ada hasrat maka tidak akan ada kebenaran sejati, karena benar bagi kita belum tentu benar bagi orang lain" ucap Naruto menambah kata kata Obito, ia tau betul kalau perdamaian tidak akan bisa dengan mudah digapai di dunia barunya ini.
Di ruang tamu keluarga Sitri.
Terlihat Lord Sitri masih meringis menahan sakit di bokongnya.
"Anata, apa anda masih kesal dengan Uzumaki-san pacar anak kita?" tanya Lady Sitri.
"Jujur itu benar sekali, aku masih sangat kesal saat ini, aku sendiri tidak menyangka ada manusia yang berani melakukan hal ini padaku, jurus yang ia gunakan benar benar menghancurkan perasaan dan harga diriku, untung yang nonton hanya sedikit" ucap Lord Sitri pada Istrinya.
"Otousama" panggil Serafall.
"Ada apa Serafall?" tanya sang ayah, Lady Sitri selaku ibu dari Serafall juga menatap anak pertama nya itu.
"Anu, apa boleh aku juga mencintai seorang manusia seperti Sou-tan?" tanya Serafall.
"Hmmmm, jika kau bisa berhati hati, aku setuju setuju saja, jika kau bahagia aku juga bahagia, tapi ingat statusmu sebagai ratu iblis Leviatan, jika para tetua tau kau bisa dalam bahaya" ucap sang ayah.
"Em aku mengerti" ucap Serafall dengan nada lemas.
"Serafall, mau kemana?" tanya sang ibu.
"Aku hanya ingin kekamar untuk merenung" jawab Serafall, ayah dan ibu dari keluarga Sitri itu hanya bisa saling menatap, tanda mereka bingung akan apa yang sebenarnya terjadi.
Ke esokan harinya.
Naruto, Obito, Loki dan Rosseweise langsung mandi di pemandian keluarga Sitri, tentu saja Naruto, Obito dan Loki berada di kamar mandi laki laki, meski terpisah sebenarnya tidak terlalu jauh, pasalnya di atas adalah pemandian perempuan yang dibawah adalah laki laki, kalau berani dan ada kemauan untuk mengintip, kamu hanya perlu terbang maka kau bisa melihat pemandian air panas perempuan, yang di isi oleh Lady Sitri, Sona, Serafall, Rosseweise dan juga Tsubaki.
Kalau pemandian cowoknya sih isinya adalah, Lord Sitri, Naruto, Obito, Loki dan juga Saji, pertanyaan kenapa Saji dan Tsubaki ada dirumah Sona? Jawabannya sudah jelas karena mereka berdua bidaknya Sona, dan urusan di meikai belum selesai.
"Nee, Naruto-san apa kau benar benar mencintai kaichou, atau hanya sebatas memanfaatkannya?" tanya Saji, ia masih belum terlalu mempercayai Naruto, sedangkan Lord Sitri ia hanya memilih diam ia tidak ingin Naruto mengungkit ngungkit kekalahannya kalau ia ikut ikutan memojokan Naruto.
"Sebaiknya kau nilai dari semua tindakanku untuk terus berada di dekat Sona, karena menurutku, jika hanya mendengar jawaban dariku kau tidak akan bisa mempercayaiku" jawab Naruto dengan santai, ia bahkan tidak menatap lawan bicaranya yaitu Saji.
"Saji, sebenarnya Naruto itu dari dulu tidak tau kalau Sona adalah Heires Sitri, yang ia tau Sona adalah gadis baik hati yang mau merawatnya ketika ia kehilangan ingatannya, jadi bagaimana ia bisa memanfaatkan Sona, bahkan ia tidak tau apa yang harus dimanfaatkan dari Sona" jawab Obito.
"Ya bisa saja dia memanfaatkan kekayaan Kaichou atau semacamnya" ucap Saji.
"Maka dari itu ia menyuruhmu menilai semua tindakannya sendiri" ucap Loki, Loki juga tau kalau pemegang Vitria ini tidak terlalu mempercayai Naruto, jadi untuk apa memberitahukan jawabannya jika dia sendiri tdak percaya pada orang yang menjawab.
"Setidaknya katakan satu hal yang bisa membuatku percaya kalau kau mencintai Kaichou secara tulus" ucap Saji pada Naruto, ia tidak rela Kaichounya jatuh ketangan seorang bajingan jadi ia harus memastikan kalau Naruto ini adalah orang baik.
"Aku tidak akan membiarkan satu mahluk pun menyakiti Sona, baik fisik atau pun mental, terserah, baik itu iblis, manusia, malaikat ataupun malaikat jatuh, bahkan jika dia seorang dewa, maka akan berhadapan denganku, dan jika penyebabnya adalah diriku sendiri maka aku akan melakukan harakiri" jawab Naruto dengan spontan dan tentu hal itu membuat Saji menganga mendengarnya, karena Naruto memasukan dirinya sendiri dalam taruhan ia menyatakan kalau ia yang melakukannya maka ia siap bunuh diri dengan Harakiri, astaga, pemotongan perut men.
"Se sekarang aku tidak bisa membantah penyampaianmu, mah aku percayakan Kaichou padamu" ucap Saji.
"Saji, jaga Sona saat aku tidak bisa menjaganya" pinta Naruto pada Saji.
"Eh maksudnya?"
"Kau itu iblis masa tidak tau akan kontes yang akan di adakan, aku ini bukan bidak dari Sona, jadi aku tidak bisa membantunya, maka dari itu aku meminta kau melindungi Sona dalam ajang bakat itu" ucap Naruto, yah Naruto sudah diberitahu Sona kalau sebentar lagi ia akan bertanding dengan kalangan iblis muda dalam pertarungan resmi yang disebut Ratting game.
"Kalau hal itu serahkan saja padaku, Naruto! Aku akan melindungi mimpi dari Kaichou" ucap Saji sambil bersendekap dada tanda ia merasa terhormat diberikan kepercayaan dari Naruto.
Loki dan Lord Sitri hanya tersenyum melihat Naruto dan Saji yang sangat bersemangat, sedangkan Obito ia hanya menyandarkan tubuhnya, ia hanya melamun dan dalam pikirannya tengiang wajah Rin Nohara teman masa kecilnya yang sangat ia cintai namun ia tidak tau harus bagaimana ia menghadapi ujian hidup yang begitu sulit, ia berharap bisa menemukan pengganti Rin di dunia baru, namun semakin ia mencoba melupakan Rin semakin ia ingat bagaimana Rin mati dan kegagalannya dalam melindungi temannya.
"Naruto, itu kelihatannya dia sangat berbeda dari orang kebanyakan" gumam Lord Sitri.
"Hn aku setuju akan hal itu, karena hanya dia yang sanggup merubah jalan pikiranku, mah dia orang yang menarik" ujar Loki pada saat itu.
Ke pemandian air panas perempuan.
Sekarang kita ketempat para perempuan, disana terlihat ada 5 orang wanita, Sona, Serafall, Ibu nya Sona, Tsubaki dan Rosseweise.
"Ne ne, Rosseweise, apa kau tau tentang temannya Naruto itu?" tanya Serafall.
"Em hanya sedikit, emangnya ada apa Leviatan-sama?" Rosseweise dengan hormat.
"Anu aku hanya ingin tau saja, jujur aku sedikit tertarik dengannya" jawab Serafall.
"Tertarik yang bagaimana?" tanya sang ibu tiba tiba, wajah serafall pun memerah jantungnya berdetak kencang ia bingung mau menjawab, apa Sona yang melihat hal itu langsung menyeringai.
"Sini telinga ibu aku akan memberitahukan hal yang sebenarnya" ucap Sona, Serafall yang mendengar itu jadi kaget dan menatap Sona, ia kaget melihat Sona memasang seringai, wajah Serafall pun berkeringat dingin melihat hal itu.
"Sebenarnya sewaktu aku dan Naruto-kun mempergoki mereka, Obito bilang kalau ia dan Onesama sedang kencan saat itu" bisik Sona, namun dengan nada cukup kecil, tapi itu dalam pendengaran manusia, beda kalau iblis sekelas Serafall maka akan mendengar apa yang Sona katakan, Serafall pun pundung dipojokan terlihat ia memasang ekspresi suram karena harus di ingatkan akan kejadian memalukan malam itu.
"Heeeeh, jadi itu alasannya kau menannyakan hal itu malam tadi pada kami" ucap sang ibu.
"I iya" gumam Serafall.
"Ahahahahahahaha, maaf Leviatan-dono, yang saya tau tentang dia hanyalah dia pengguna elemen api yang hebat" jawab Rosseweise karena ia tidak terlalu mengenal Obito, yang ia sempat lihat dari Obito adalah kemampuan lelaki berambut putih jabrik itu dalam menggunakan jurus elemen api.
"Haaah, sungguh mengecewakan" gumam Leviatan.
"Jangan lupa rencana haremnya yang ia katakan ingin punya satu Terliyun Istri" tambah Tsubaki dengan nada santainya, banyak pasang mata menatap Tsubaki.
"Apa"
"Tidak ada, hanya saja aku tidak menyangka kau masih mengingat deklarasinya bersama Issei saat itu" ucap Sona.
"Hn beberapa hal penting itu harus di ingat" jawab Tsubaki.
Serafall yang mendengar perkataan Tsubaki langsung semakin pundung, karena si Obito kedengaran Playboy, lalu menatap ke bawah dimana ada pemandian air panas lelaki, disana ia kaget melihat Obito mandi disana dengan keadaan sedang melamun.
"Apa yang ia lakukan kenapa dia hanya berendam disana?" tanya Serafall pada kelakuan Obito yang terlihat pendiam tidak seperti biasanya yang aktif dan ceria.
Kembali ke pemandian air panas lelaki.
Naruto melihat wajah murung Obito langsung tau apa yang sedang Obito pikirkan, ia langsung mendatangi Obito.
"Hey kau masih memikirkan tentangnya ya?" tanya Naruto, tanpa Naruto atau siapapun sadari ada sebuah lingkaran sihir di dekat mereka yang terhubung ke telinga Serafall, yah Serafall penasaran apa yang mereka bicarakan jadi ia menggunakan cara itu untuk mendengar pembicaraan Naruto dan Obito..
"Yah, tentu saja, aku masih belum bisa melupakannya, entah sampai kapan, aku harap aku bisa segera menemukan penggantinya, karena aku tidak mau terus dihantui rasa bersalah seperti ini" jawab Obito.
"Apa kau ingin aku menjemput dia dari dunia kematian?" tanya Naruto pada Obito, menawarkan diri untu membawa roh Rin ke dunia nyata untuk dihidupkan kembali dalam edo tensei.
"Sebaiknya jangan, karena hal itu akan mengacaukan siklus kehidupan dengan kematian" jawab Obito.
"Mah kau benar, oh iya, apa kau serius dengan perkataanmu untuk membuat Harem di dunia ini?" tanya Naruto.
"Tentu saja tidak, untuk apa punya banyak wanita tapi aku sama sekali tidak bahagia, aku hanya ingin mencari seseorang yang bisa menggantikan dirinya untuk mengisi kekosongan hati ini" jawab Obito dengan cukup keras, entah kenapa saat mendengar itu Serafall langsung tersenyum, mungkin ia berpikir masih ada kesempatan untuk menjadi satu satunya dihati Obito.
"Apa kau selama ini terus berusaha untuk melupakannya Obito?" tanya Naruto, Obito hanya mengangguk membenarkan kata kata Naruto.
"Dengar Obito, jika kau terus berusaha melupakannya maka ingatan itu akan semakin kuat, maka jangan dilawan, namun ingatlah alasan Rin mengorbankan dirinya maka kau akan dengan mudah merelakan kepergiannya" ucap Naruto dengan santai.
"Apa itu benar Naruto?" tanya Obito.
"Em aku yakin, dan dengan wajah tampanmu itu aku jamin pasti ada beberapa wanita yang mencintaimu, secara kau adalah seorang Uchiha dan Uchiha itu adalah Shinobi tertampan dan tercerdas di desa Konoha" ucap Naruto menghibur Obito.
"Terimakasih Naruto, aku akan mencoba saran darimu" ucap Obito lalu tersenyum.
"Nah gitu dong, ayo kita naik, aku rasa kulitku sudah mulai berkerut karena terlalu lama berendam" ucap Naruto, Obito hanya tersenyum dan akhirnya mereka berdua keluar dari kamar mandi.
"Sitri-dono saya juga harus keluar" ucap Loki lalu pergi meninggalkan Saji dan Lord Sitri di pemandian air panas.
Diluar pemandian air panas kemudian.
Terlihat sekarang Naruto mengenakan pakaian tradisional jepang khas samurai, yaitu kimono hitam dengan celana lebar berwarna hitam pula, yeah, hidup Cosplay jaman peodal jepang, ta lama setelah itu Loki keluar dengan mengenakan pakaian yang biasa ia pakai yaitu jubah putih kedewaannya.
"Wah ternyata kau juga memutuskan untuk menyelesaikan mandimu yah Loki"
"Hn begitulah"
"Jadi kau mau kemana Naruto?" tanya Loki.
"Heh sudah jelas bukan aku akan ke ruang makan, karena biar bagaimanapun seorang manusia jika tidak makan maka tidak akan bisa beraktifitas iyakan Obito?" jawab dan tanya Naruto pada kedua rekannya itu.
"Tentu saja makan memang penting tapi tak usah terlalu banyak, lagi pula kita ini numpang dirumah tuan Sitri, rasanya agak gimana kalau kita akan makan secara rakus dihadapan mereka" jawab Obito dengan nada lelah, ia ingat betul kejadian dimana mereka makan di warung makan, Naruto berhasil menghabiskan 30 mangkok ramen jumbo, sungguh porsi makan yang tidak manusiawi.
"Mah kalau begitu aku ikut saja" tambah Loki. "Tapi Naruto, yang aku tanyakan itu setelah kau selesai makan apa yang akan kau lakukan?" tanya Loki lagi.
Naruto pun berjalan menuju ruang makan bersama Obito dan Loki dibelakangnya, wajah kelewat santai Naruto itu kadang membuat kesal musuhnya karena biasanya musuh yang merasa dirinya sangat kuat akan sangat merasa diremehkan jika lawannya hanya memasang wajah santai dalam menghadapinya, Naruto adalah seorang Shinobi yang sudah sangat propesional, dalam pertarungan ia adalah seorang pembunuh berdarah dingin dan juga Psycho, namun kalau dalam kehidupan sehari hari ia akan menjadi orang yang sangat berbeda, Naruto tak mudah terintimidasi, bahkan jika lawannya jauh lebih kuat dari pada dirinya.
Mendengar pertanyaan dari Loki Naruto hanya diam dan menjawab.
"Mungkin aku akan menyelesaikan ujianku disini" jawab Naruto dengan santainya.
Beberapa menit kemudian.
Terlihat Naruto, Obito dan Loki mereka bertiga, membantu para pelayan menyiapkan makanan, tak lama setelah Sona dan yang lain datang ke ruang makan terlihat ketiga laki laki tampan, yang merupakan 2 manusia dan satu dewa sedang membantu para pelayan menyiapkan bahan makanan dan meletakannya di meja makan.
"Na, Naruto-kun apa yang kau lakukan?" tanya Sona.
"Hm rasanya tidak enak jika kami bertiga yang hanya numpang ini tidak membantu kegiatan dirumah ini, makannya kami bertiga memutuskan untuk membantu menyiapkan bahan makanan" jawab Naruto dengan santai.
"Masakan kali ini agak kelihatan beda, apa yang ini buatan kalian" tanya Serafall sambil menunjuk, beberapa mangkok mie dengan aroma kuah kaldu yang sangat menggugah selera.
"Tidak, kami hanya membantu menyiapkan, kalau yang membantu memasak itu adalah Naruto-san" jawab Loki sambil tersenyum.
"Jadi kau bisa masak Uzumaki-san?" tanya Lady Sitri yang sedikit tertarik dengan pilihan Sona.
"Yah begitulah Sitri-sama, tapi ilmu saya sebagai koki masih sangat sedikit, saya hanya bisa memasak makanan tradisional saja" jawab Naruto sambil menunduk hormat..
"Ne ne Naru-tan, Obito-san itu hebat dalam hal apa saja" tanya Serafall.
"Strategi, memanipulasi, teleportasi, lalu memberikan Ilusi pada musuh musuhnya, pokoknya dia hebat dalam segala pertempuran dan peperangan" jawab Naruto, Obito langsung bersendekap bangga karena dipuji "Tapi kalau dari bidang lain aku kurang yakin, karena Obito lebih Idiot dariku" tambah Naruto dengan nada malas, dan kali ini Obito kembali menyentuh dadanya yang terasa nyeri akibat penghianatan dari seorang teman.
"Ugh, Naruto kau kejam sekali padaku" ucap Obito ia tidak terima disebut idiot karena ke idiotannya hanya muncul saat dalam mode Tobi.
"Iya iya aku tau, kau adalah orang yang hebat dalam mencari alasan dan berbohong serta jago terlambat" tambah Naruto.
"Naruto itu bukanlah hal postif yang aku miliki" ucap Obito sambil menangis dipojokan, sedangkan Loki dan Rosseweise hanya bisa swedrop melihat pemandangan itu.
"Satu satunya hal postif yang aku tau darimu, adalah tekatmu yang kuat, kesetiaanmu pada pasanganmu, hingga saat melihat kematiannya ditangan sahabatmu membuatmu masuk kedalam kegelapan dan mengacungkan peperangan, lalu kau juga terkenal di kalangan nenek nenek karena sering membantu mereka" ucap Naruto sambil mengingat ingat hal hal yang pernah dilakukan Obito.
"Naruto, bagiku kau itu hampir tidak ada bedanya denganku" ucap Obito pada Naruto.
"Hah apa maksudmu jelas kita berebeda, dari luar dan dalam tentunya" ucap Naruto sambil tersenyum manis.
"Oh ya, kalau gitu apa yang kau lakukan jika Sona terbunuh oleh salah satu temanmu atau orang lain?" tanya Obito, Obito tidak peduli lagi sekitarnya, padahal seluruh keluarga Sitri tengah berkumpul, yang artinya jika Naruto memberikan jawaban yang tidak memuaskan maka, bisa bisa ia tidak direstui.
Naruto yang mendapat pertanyaan itu hanya diam lalu menatap ke arah lain.
"Akan ku hidupkan lagi dengan Rinnetensei no jutsu" jawab Naruto dengan santai {Dooooonnng!} semua orang dibuat tercengang dengan jawaban santai Naruto soal menghidupkan kembali orang mati, oh ayolah mereka itu iblis, iblis kalau mati akan langsung dikirim ke kehampaan dan mereka tidak akan bisa dihidupkan lagi bahkan oleh Evil Pieces.
"Kau gila Naruto! Jurus itu adalah jurus pertukaran nyawa, artinya jika kau menggunakan jurus itu kau akan mati sebagai ganti dari nyawa yang kau hidupkan!" teriak protes Obito pada Naruto, yang menjawab pertanyaan nya dengan santai, apa ia tidak tau kalau ia akan kehilangan nyawa jika menghidupkan orang menggunakan teknik itu, sekali lagi, Loki, Rosseweise, Serafall, Sona berserta ayah dan ibunya kaget akan jurus itu, menghidupkan orang mati dengan bayaran nyawa sendiri
Naruto langsung mengenang kematian Nagato yang menggunakan teknik itu untuk menghidupkan seluruh warga konoha.
"Naruto-kun" gumam Sona.
"Tenang saja Obito, aku tidak akan mati, kenapa karena aku adalah manusia dengan sejuta keberuntungan" ucap Naruto.
"Hati hati dengan mulutmu, kesombongan bisa membuatmu jatuh" kali ini Loki yang bicara.
"Hoy sebenarnya aku tidak ingin mendengar hal itu dari seorang dewa licik dan sombong dari Asgard sepertimu tapi terimakasih karena telah mengingatkanku" jawab Naruto.
"Pif ahahahahahahahahaha! Ternyata memang aneh kalau aku mengingatkan seseorang untuk tidak berbuat jahat" tawa Loki pada saat itu, lalu semua orang pun ikut tertawa
"Ayo tunggu apa lagi cepat dimakan mumpung masih hangat" ucap Obito, akhirnya seluruh keluarga Sitri, dan Naruto team langsung memakan makanan mereka yang tersedia di meja makan, tak ada yang bicara saat itu mereka semua terlihat tersenyum ketika menikmati makanan masakan Naruto, yah memang keluarga Sitri adalah orang yang tidak terlalu banyak bicara kecuali Serafall.
"Neee, Sona apa kau akan mengajak Naruto dan teman temannya ke dunia manusia, karena setauku, waktu libur kalian sebentar lagi berakhir" ucap Serafall pada Sona.
Sona pun langsung menatap Naruto, Naruto yang dilihat oleh Sona hanya diam dan menatap ke arah lain lalu berkata.
"Kalau Obito-san dan Loki-san ingin ke dunia manusia silahkan, aku masih ada urusan disini, jadi aku akan ada disini sampai urusanku selesai" jawab Naruto, yah urusan untuk bertarung dengan Iblis kuat dari klan Bael, yang merupakan ujian keduanya.
"Emangnya ada urusan apa kau di dunia kami ini Naruto-kun?" tanya Sona dengan nada selidik sambil mengangkat sedikit kacamatanya.
"Soal itu kau bisa tanya pada ayahmu" jawab Naruto, dengan wajah santai dan melanjutkan kegiatannyaa yaitu makan ramen, Sona pun menatap ayahnya yang jua sedang makan, Ayah dari Sona itu terkejut soalnya ia tidak menyangka kalau Naruto mengungkit soal ujiannya itu sebagai urusannya di Meikai.
"Naruto, kau tidak perlu menyelesaikannya sekarang, kau bisa melakukannya kapanpun" ucap Lord Sitri.
"Tidak aku merasa lebih cepat maka akan lebih baik, lagi pula, sebelum kau memberikanku tes, ia sudah menantangku bertarung sebelumnya" jawab Naruto.
"Ayah, sebenarnya urusan macam apa, dan apa apaan itu Naruto, menantang bertarung, jangan bilang kau ada masalah di Meikai?" tanya beruntun Sona Khawatir.
"Ini hanyalah ujian kelayakanku saja" jawab Naruto.
"Kelayakan, kelayakan untuk apa?" tanya Sona pada Naruto ia benar benar penasaran. Lord Sitri hanya bisa menghela nafas, karena tidak biasanya Sona menjadi orang yang banyak tanya akhirnya ia yang menjawab pertanyaan dari Sona.
"Haaah, Sona, Naruto mendapatkan 3 ujian dari ayah, untuk membuktikan apakah ia layak menjadi calon suamimu nanti, ingat kau itu seorang heires dari keluarga Sitri di dunia iblis, kalau sampai para tetua tau kau menikah dan jatuh cinta pada manusia, mereka pasti akan memaksa kakakmu dan para maou lain untuk mengirim para iblis untuk membunuh kalian karena dianggap aib, maka dari itu, jika ras kalian berbeda, ayah akan mengetesnya, jika ia sanggup melewati tiga ujian itu, maka ayah bisa tenang dan merestui hubungan kalian, karena jika Naruto berhasil, bisa dipastikan Naruto akan sanggup melindungimu dari berbagai mara bahaya" jawab Lord Sitri.
Sona hanya membelalakan mata lalu menatap Naruto yang masih makan dengan santai, seolah tidak terbebani apapun.
"Aku sudah memenangkan ujian pertama, tinggal yang kedua dan ke tiga" jawab Naruto dengan santainya.
"Ujiannya apa saja ayah?" tanya Sona.
"Aku harus mengalahkan ayahmu, Sairaoge Bael, yang terakhir mengalahkan Yondai Maou" jawab Naruto dengan santainya, sementara orang orang disana langsung kaget kecuali ayah dan ibunya Sona, karena Naruto di bagian terakhir harus melawan Yondai Maou, ayolah, mereka adalah rajanya para iblis, apa juga harus hitungan mahluk yang harus dikalahkan.
"Na naruto, ka ka kau tidak bercandakan?" tanya Saji dengan tangan bergetar membayangkan Naruto bertarung dengan ke empat raja iblis seorang diri.
"Em Uzumaki-san, apa itu tidak terlalu berlebihan, ka kau memang hebat, tapi jika berhadapan dengan empat raja iblis sekaligus aku kurang yakin kau bisa menang" ucap Tsubaki meragukan kehebatan Naruto.
"Aku tidak perlu menang dengan kekuatan besar, kau harus tau, kalau aku bisa mengalahkan ayahnya Sona bukan dengan teknik penghancur atau apapun, tap" ucapan Naruto terhenti karena tiba tiba ayah dari Sona menutup mulut Naruto, ia tidak mau harga dirinya hancur oleh calon menantunya sendiri.
"Tolong jangan dilanjutkan Naruto, atau kau tidak akan mendapat restu dariku" ancam sang Lord Sitri, Naruto hanya diam dan mengangguk, sementara yang lain memasang wajah swedrop dan bingung, kecuali, Loki, Obito, Serafall, Rosseweise dan Ibunya Naruto yang melihat bagaimana suaminya Naruto kalahkan dengan cara yang sangat memalukan.
"Se sebenarnya apa yang terjadi saat pertarungan kalian itu?" tanya Tsubaki.
"Maaf aku tidak bisa menjawabnya karena sudah janji untuk tidak mengungkitnya" jawab Naruto.
"Tapi, Naruto, Serafall kakak dari Sona itu adalah raja iblis, kau yakin ingin melawannya, aku tau kau akan semakin kuat jika lawanmu kuat tapi dia itu kakak dari Sona, apa kau sanggup melukainya?" tanya Obito pada Naruto.
"Obito, aku ini adalah orang dengan lebih dari sembilan puluh milyar jurus dan teknik, dari sekian banyak jurusku pasti ada satu yang tepat untuk digunakan" jawab Naruto.
"Tapi kebanyakan jurusmu itu bersifat Destructif, bahkan salah satu jurusmu ada yang bisa menghancurkan bulan, bahkan mungkin planet planet, jika kau menggunakan teknik itu, sudah dipastikan siapapun tak akan ada yang bisa hidup, bahkan jika ia tidak hancur, kalau ia berada di ruang hampa tanpa Oksigen akan mati karena kehabisan nafas baka yaro!" sanggah Obito mengingatkan Naruto, karena setaunya Naruto tidak punya teknik yang tidak bersifat destructif kelihatannya dia lupa akan jurus yang Naruto gunakan untuk melawan ayahnya Sona.
Semua orang kembali terkejut akan hal itu, kemampuan luar biasa seorang Uzumaki, yang mampu menghancurkan bulan dengan satu teknik, memang belum terbukti, namun Obito tau kalau Naruto memiliki teknik penghancur itu, dan itu benar, hanya saja Naruto tidak mau mengeluarkannya, lagian untuk apa menghancurkan bulan itu hanya akan merusak keseimbangan dunia.
"Naruto bisa menghancurkan bulan!" tanya ngeri Loki pada Obito ia menatap, ke arah Naruto dengan keringat dingin, ia juga melihat salah satu tekniknya, memang tidak melukai tubuh Fennir namun, ia tau Fennir saat itu sedang menahan sakit yang luar biasa dari gilasan berbagai mancam elemen yang disatukan oleh jurus dewa yang Naruto miliki.
"Obito apa perlu ku ingatkan lagi jurus yang aku gunakan waktu itu dan mempraktekannya langsung padamu?" tanya Naruto dengan mata memercing sambil menyatukan kedua tangannya membentuk segel tangan berupa dua jari telunjuk dan jari tengah terangkat ke atas.
"Na, naruto, kurasa kau tak perlu mempraktekkan jurus itu padaku" jawab Obito dengan wajah pundung sambil menyentuh bokongnya, "Tapi aku juga tidak bisa membiarkan kau menggunakan jurus anehmu itu pada Serafall, karena dia perempuan kau bisa menghancurkan harga dirinya!" teriak protes Obito pada Naruto, Serafall tau jurus apa yang Obito maksud karena ia juga melihat secara langsung bagaimana ayahnya dikalahkan malam itu, wajah Serafall bersemu merah namun terlalu tipis sehingga tidak terlalu terlihat, ia tidak menyangka Obito perhatian padanya.
"Em aku mengerti, tenang saja, aku tidak akan menggunakan teknik itu pada perempuan, aku punya satu jurus lagi yang lebih ampuh jika digunakan pada perempuan, tak peduli sekuat apapun dia selama ia masih wanita normal maka dia akan terkena epeknya, Obito dan kau terlalu perhatian pada Serafall, apa mungkin kau mencintainya" jawab dan tebak Naruto, dan strike, Obito langsung gelagapan wajahnya memerah dan langsung bingung mau apa.
"A aaaaaa nu Naruto, a aku rasa hal i itu ti tidak perlu ki kita bahas" ucap Obito sambil menundukan wajahnya, ia juga tidak menyangka tiba tiba ia bisa begitu perhatian pada Serafall.
Loki dan Rosseweise hanya bisa diam melihat hal itu lalu kembali makan, sedangkan Serafall hanya tersenyum, karena kemungkinan bisa mendapatkan hati Obito menjadi sangat tinggi, sedangkan Sona, ia hanya bingung sendiri dan memilih diam.
"Oh iya Naruto-kun, apa kau punya kartu identitas di dunia ini, secara waktu itu kau menghilang, ingatan orang orang tentangmu juga hilang?" tanya Sona pada Naruto, Naruto terdiam dan menatap ke arah Sona dengan pandangan yang datar lalu ia tersenyum hangat ke arah Sona.
"Aku masih bisa membuatnya kembali, jadi sebaiknya kau bantu, Obito dan Loki membuat kartu identitas mereka di dunia manusia, karena kami akan tinggal bersama, lalu Obito juga perlu beberapa pelajaran tentang dunia ini di sertai ijasah palsu agar ia bisa melamar kerja di dunia manusia dengan sangat baik" jawab dan pinta Naruto pada Sona.
"Lalu kamu sendiri akan melakukan apa Naruto?" tanya Sona.
"Saat kembali ke dunia manusia, aku akan membuat sebuah bisnis kecil kecilan, berupa kedai ramen yah mungkin buka setelah pulang sekolah" jawab Naruto dengan santai.
"Baiklah aku mengerti"
"Paman, saat selesai makan, aku ingin paman mengantarku ke tempat Sairaoge-san aku ingin bisa segera berduel dengannya" pinta Naruto sambil tersenyum manis dan mengacungkan jempolnya.
Sikipe Time, Dirumah Sairaoge Bael.
"Yo Bael-san" sapa Naruto.
"Ah Uzumaki-san ada apa?" tanya Sairaoge.
"Kau masih ingat tentang kau menantangku untuk berduel?" tanya Naruto.
"Tentu, kau bilang tunggulah seminggu, tapi kenapa, ini kan belum seminggu?" jawab dan tanya Sairaoge.
"Maaf aku hanya merasa tidak sabar untuk bertarung melawanmu" jawab Naruto sambil bersendekap dada, "Mari kita tentukan tempatnya dan menari bersama Bael-san!" seru Naruto dengan seringainya.
"Heh baiklah, aku mengerti, lagi pula menunggu seminggu itu juga sangatlah membosankan, akhirnya aku bisa merasakan secara langsung melawan orang yang mengalahkan Loki" ucap Sairaoge.
"Tenang saja, Bael-san, kau tidak akan menyesal bertarung denganku karena aku tidak akan menahan diri" tambah Naruto dengan sedikit kebohongan, karena kalau Naruto tidak menahan kekuatannya, sudah dipastikan Bael berserta dunia Meikai akan hancur bersamaan, karena ia adalah Dewa.
"Bagus, kalau begitu aku juga tidak akan menahan diri, ayo ikuti aku" ucap Sairaoge membawa Naruto dan Lord Sitri berserta istrinya menuju ke tempat pertarungan, kenapa Obito, Loki, Rosseweise dan Serafall tidak ikut, karena sekarang mereka berada di dunia manusia, dimana Serafall, mengajari Obito tentang semua hal yang ada di dunia manusia, lalu membuatkan kartu identitas, sedangkan Sona dan Pearagenya membantu Rosseweise mengamati pergerakan Loki sekaligus membuatkan kartu identitas untuk Loki.
Di tempat pertarungan.
"Uzumaki-san, Aku sangat senang kau menantangku di hari hari bosanku, aku harap kau mau bertarung dengan serius" ucap Sairaoge.
"Tentu saja, karena mengalahkanmu adalah tujuanku" jawab Naruto sambil mempersiapkan senyuman penuh seringai.
"Baiklah, pertandingan dimulai" ucap Lord Sitri selaku wasit dalam pertarungan itu.
Dengan cepat Naruto melesat dan memasang segel tangan andalannya. "Taju kage bunshin no jutsu!" setelah itu tiba tiba ratusan asap muncul di sekitar Naruto lalu memunculkan ratusan duplikat Naruto dengan wujud dan aura yang sempurna benar benar 99% mirip dengan yang asli, jujur hal itu membuat Sairaoge kaget sekaligus tertarik, begitu juga dengan Lord dan Lady Sitri mereka berdua benar benar kaget akan hal itu, karena sewaktu pertarungan dengannya Naruto sama sekali tidak mengeluarkan teknik itu.
"Menarik sekali Uzumaki-san!" seru Sairaoge yang langsung melesat ke arah ratusan Naruto yang ada disana.
"Semuanya serang!" teriak Naruto, lalu akhirnya ia dan seluruh bunshinnya bergerak menyerang Sairaoge, Naruto dan Sairaoge sama sama ahli dalam Hand Combat, karena Naruto pernah berlatih bersama Maito Guy seorang master taijutsu, yah meski hanya sebentar, namun ia sudah menguasai Dynamit enty dan Konoha Daisenpou meskipun tidak mencapai level Lee atau tidak setara dengan Lee ataupun Guy pada saat itu.
{bug bak dududududududag, pofpopfopopfpopfopofpofpopfopfof} banyak bunshin Naruto yang meledak gara gara tinju kuat Sairaoge, namun kadang Bael juga harus memutahkan air liur akibat tinju keras yang mengenai telak di perutnya, namun itu tidak membuat Sairaoge lemah ia membalas Naruto dengan tinju berlapiskan kekuatan iblis Toki, dan tinju itu sangat kuat membuat beberapa puluh bunshin Naruto menghilang.
Sekarang Naruto tertinggal berlima.
"Sairaoge, kau sungguh kuat, aku akan menyerangmu dengan kekuatan penuh" ucap salah satu bunshin Naruto, di iringi dengan seringai di wajah para bunshin yang lain, lalu berikutnya, Naruto langsung mengalirkan chakra ke kaki dan tangannya, dengan gerakan cepat dan opensif dari para bunshin dan Naruto itu sendiri, membuat tanah yang mereka pijak meledak lalu Naruto melesat dengan kecepatan di atas kecepatan {Blaaaaaaaarrrrr}
"Apa?!" ucap kaget kedua orang tua Sona dan juga Sairaoge pastinya karena melihat kecepatan luar biasa itu {Dooooomm!} sebuah dentuman hebat ketika tinju kuat Naruto menghantam wajah dari Sairaoge, Sairaoge pun terlempar kebelakang dan terguling guling karena sakin kuatnya tinju Naruto bahkan ribuan kali lebih kuat dari iblis klas benteng "Uaaagggggggg!"
"Kuat, kuat sekali, tapi itu membuatku semakin bersemangat!" seru Sairaoge lalu aura Iblisnya menguar hebat dari tubuh Bael, Naruto yang melihat hal itu hanya tersenyum datar, lalu salah satu bunshin Naruto muncul dalam jarak 5 meter dari Sairaoge, lalu memasang segel tangan.
"Tak akan aku biarkan" ucap Sairaoge yang melesat mencoba membatalkan jutsu yang akan di keluarkan bunshin Naruto, namun {Busss} tubuh sang bunshin menjadi asap lalu ketika asap menipis terlihat seorang perempuan berambut pirang sedang telanjang bulat dengan Oppai yang lumaian gede, Sairaoge yang melihat itu langsung Swedrop karena ia melihat Naruto berubah menjadi perempuan, sedangkan Lord Sitri langsung mimisan melihat hal itu, namun pikiran mesumnya harus ia hentikan gara gara Istrinya memasang wajah menyeramkan dan aura mengerikan.
"Sairaoge-kun" ucap gadis itu sambil bergelayut manja di tubuh Sairaoge, membuat salah satu dari Heires Bael itu merasa agak terganggu, wajahnya memanas dan memerah, hidungnya mulai mengeluarkan setitik darah segar.
"No no nooooononononooonononononono, Nona! Apa yang kau lakukan disini?" tanya Sairaoge bael ia merasa gugup, entah kenapa bisa demikian, namun yang jelas itulah yang terjadi, mungkin karena karisma Naruto sebagai perempuan itu sangat besar, hingga membuat seorang penggila pertarungan seperti Sairaoge yang sejak dulu tidak pernah gugup dengan perempuan menjadi gugup {pof} mata Sairaoge , melebar ketika gadis itu menghilang disaat ia sudah menurunkan kekuatan tempurnnya, ia lupa akan musuhnya.
"Kau lengah Bael-san!" teriak Naruto dan ke empat bunshinnya. "Uzu"
"Ma"
"Ki" tiga bunshin Naruto menggunakan gerakan sliding tekle dalam permainan bola , lalu berhasil menendang pinggang, bokong dan bagian kejantanan Sairaoge dengan sangat keras {Buaaag}
"Oaarrrg!" teriak sang Sairaoge karena merasakan bagian penting dalam kehidupannya diserang dengan tenaga yang tidak masuk akal membuat ia terlempar ke udara, tidak hanya sampai disitu, disana ia harus dibuat terkejut dengan Naruto yang lain melayang di udara saat Naruto yang menyerangnya menghilang, dilihatnya Naruto yang melayang di udara itu mengangkat tinggi tinggi kakinya.
"Naruto Rendan!" Seru Naruto lalu mengarahkan tendangan kebawah mengarahkan tumitnya ke wajah Sairaoge dengan sangat keras.
"Simata" gumam Sairaoge ia tidak sempat menangkis serangan Naruto dan akhirnya {Boooooooooooooooooooommmmmmmm!} dentuman keras tubuh Sairaoge dengan tanah begitu keras membuat Bael meringis kesakitan sementara Naruto mengambil langkah mundur menjauh dari Sairaoge.
Para pearage Sairaoge terkejut akan hal itu, mereka tidak menyangka kalau ada orang yang sanggup memojokan raja mereka dalam pertarungan tanpa sihir.
"He hebat, dia bisa membuat Sairaoge-sama terpojok" puji mereka, yah kalau musuh Sairaoge adalah seorang iblis dengan kekuatan sihir tinggi mereka bisa mewajarkan, karena king mereka sama sekali tidak mewarisi kekuatan dari keluarga Bael, namun yang melawan raja mereka adalah seorang manusia, dan lagi pertarungan mereka juga pertarungan Hand Kombat, yah meskipun Naruto menggunakan teknik memperbanyak diri, namun jika itu manusia, mau sebanyak apapun jumblahnya harusnya bukan tandingan king mereka.
"Hehehehehehehehe, fuhahahahahahahahahahahahahahahaha!" tawa Sairaoge kegirangan, ia tidak menyangka kalau ada yang bisa membuatnya terluka hanya dalam beberapa serangan, Naruto tersenyum karena sepertinya pertarungan ini tidak akan berakhir dengan mudah jika ia masih menahan diri, yah ia berpikir untuk menahan diri, bahkan kekuatan Naruto, masih dibawah 1%, mungkin kekuatan yang Naruto gunakan untuk menghadapi Bael hanya sekitar 0,00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000001% karena dengan satu persen kekuatannya ia mampu menghancurkan sebuah galaksi dengan biju dama yang ukurannya hanya sebesar kelereng.
"Naruto, aku akan melawanmu dengan seratus persen kekuatanku, Balance Breaker, Regulus namea!" seru Sairaoge yang tiba tiba tubuhnya dilindungi sebuah armor dengan bahu yang membentuk kepala singa Namea.
Naruto tersenyum merasakan lonjakan kekuatan Sairaoge bael, seluruh tempat bergetar ketika menerima kekuatan besar Bael.
"Naruto, berterimakasihlah, kau adalah manusia pertama yang melihatku dalam bentuk ini" ucap sang Sairaoge memuji Naruto karena mampu memaksanya menggunakan Secread Gear Regolus Namea miliknya.
"Kalau begitu aku juga akan menggunakan kekuatanku" ucap Naruto memasang segel tangan dengan satu tangan.
"Kekuatan yang luar biasa, Sairaoge sudah serius dengan Naruto" ucap Lady Sitri merasakan kekuatan Sairaoge yang luar biasa kuat, Naruto yang memasang hand seal itu tiba tiba, sebuah batu mengeluarkan asap dan menghelang, yang ternyata itu adalah salah satu bunshin Naruto yang menyamar menjadi batu sambil mengumpulkan energy alam, otomatis ketika bunshin itu dihilangkan, Naruto langsung memasuki mode Sage, atau pertapa katak, dimana mata Naruto berubah dari hitam menjadi kuning ke emasan dengan pupil hitam berbentuk Horizontal tebal.
"Narutooooooooooo!" teriak Bael dengan semangat sambil berlari ke arah Naruto.
Sedangkan Naruto ikut melesat dengan kecepatan tinggi sambil meneriakan nama Sairaoge.
"Sairaoge!" teriak Naruto yang berlari dengan tinju teraliri chakra.
{Blaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!} ledakan besar dari benturan kekuatan tinju Naruto dan Sairaoge menghasilkan ledakan pada daratan tempat mereka berpijak yang membuat tanah berhamburan kemana mana dan menghasilkan debu yang sangat tebal membuat jarak pandang penonton berkurang.
Bersambung.
Bagi yang penasaran dengan siapa yang mengembalikan Naruto ke dunia Shinobi dan menyembuhkan Sona lalu menghilangkan ingatan orang orang tentang Naruto di seri pertama Fic ini yang hanya ada dua Chapter adalah Tuhan Anime yang berikperimen tentang bagaimana pandangan, seorang Iblis pada manusia yang kehilangan ingatannya tiba tiba muncul di rumah gadis itu, hasilnya luar biasa, yaitu Sona, mencintai Naruto secara tulus, lalu meminta Kamisama menghidupkan kembali Naruto kembali sebagai manusia.
Maka dari itu sang Tuhan di anime itu yang di anggap mati oleh sebagian karakternya mengembalikan Naruto ke dunianya, karena eksperimennya sudah selesai.
