Naruto to Sona Tomoni iru (Aku datang kembali padamu)
Crossovers:NARUTO Shipuden, High School DxD Born
Charakter:[Naruto Uzumaki,.Sona Sitri], [Obito Uchiha,.?], [Loki,.?]
Genre: Romance, Supranatural, School, Another Dimention
Episode 6: Last Episode.
Bagian Naruto.
Di sebuah kamar mewah.
"Kurasa akan sangat berbahaya jika dia terus berada disini, karena banyak orang yang mengincar kekuatannya" ucap Lady Sitri.
"Ah aku juga sudah mengakui dia, nanti saat ia sadar aku ingin memberikannya sebuah rumah untuk dia dan kedua temannya tinggali, lalu soal kartu identitas kita akan membuatkannya untuknya lalu menyekolahkannya di sekolah yang sama dengan Sona plush satu kelas" gumam sang ayah.
"Ah aku setuju, sebaiknya hentikan saja ujiannya, lagipula dengan kemampuannya dia sudah cukup untuk melindungi Sona" ucap sang ibu sambil tersenyum manis melihaat wajah tampan Naruto yang berbaring di kasur mewah.
"Lagi pula aku juga sedikit penasaran bagaimana warna mata cucu kita nanti" gumam Ayah dari Sona.
"Ara ara, aku sih berharap mata cucu kita mengikuti ayahnya, karena kalau dilihat lihat mata hitamnya miliknya itu keren" ucap ibu dari Sona sambil tersenyum.
"Kalau rambutnya aku sangat ingin menimang cucu, dengan rambut hitam" ucap seseorang dari belakang.
"Siapa kalian" tanya Ayah dan Ibu Sona, melihat sepasang manusia sambil tersenyum ke arah mereka salah satunya terlihat cukup mirip dengan Naruto dan yang satunya sangat menyerupai keluarga Gremory.
"Namaku Minato, Namikaze Minato dan dia Istriku Kushina, Uzumaki Kushina dan kami adalah orang tua Naruto" jawab seorang lelaki berambut pirang jabrik dengan mata biru sambil tersenyum manis ke arah mereka, oh iya Minato juga mengenakan jubah Hokage ke empatnya sedangkan Kushina mengenakan pakaian yang sama dimana ia melahirkan Naruto.
"Bagaimana kalian bisa ada disini?" tanya mereka.
"Em sembelum kami disini kami berada di alam ahirat ditemui oleh seseorang yang mengaku sebagai Kami-sama, lalu ia bertanya pada kami apakah kalian ingin bertemu anak kalian dan hidup bahagia besamanya, tentu saja kami menjawab iya, karena kami tidak pernah ada saat Naruto lahir, kami tidak bisa membahagiakannya, karena insiden Kyubi yang mengamuk kami berdua terbunuh hanya untuk melindungi desa, saat itu Naruto masih bayi, jadi saat diberi kesempatan untuk bersama anak kami kami tidak akan menolak" kali ini yang menjawab adalah seorang perempuan muda usia 20 berambut merah panjang dengan mata yang berwarna hitam dan kita tau namanya Kushina Uzumaki.
"Bisa berikan bukti bahwa kalian adalah anak Naruto?" tanya mereka pada Minato dan Kushina, mereka belum bisa percaya pada kedua orang itu.
"Pada perang dunia Shinobi aku di hidupkan kembali dalam bentuk mayat hidup untuk membantu Naruto dan teman temannya bertarung melawan Uchiha Madara, dan di tengah tengah perang ia sempat menceritakan padaku kalau ia jatuh cinta pada gadis berambut hitam pendek dengan mata Violet dan berbalut kacamata, saat kalian mengatakan bahwa kalian merestui hubungan anakku dengan anak kalian saat itulah aku beramsumsi kalian adalah ayah dari gadis yang dimaksud anakku" jawab Minato.
"Oooh, apa kau bisa memperbanyak diri, kalau kau bisa melakukan apa yang bisa dilakukan Naruto barulah kami percaya kalau kau adalah ayahnya karena buah tak jatuh jauh dari pohonnya" ucap ayah dari Sona.
"Maksudmu ini" ucap Minato menyilangkan tangannya dan tiba tiba bunshin ia berhasil menciptakan sepuluh bunshin yang benar benar mirip dengan dirinya, oh iya apa anakku juga menampilkan mode ini pada kalian" tanya Minato pada Ayah dan ibunya Sona yang masih tercengang tak percaya melihat Minato benar benar bisa melakukan Kagebunshin, lalu ditambah lagi Minato mengeluarkan cahaya berwarna orange yang menyelimuti tubuhnya, yah inilah Biju chakra mode.
"Kalau denganku mungkin Naruto hanya mirip sifatnya saja dattebane" gumam Kushina ia merasa tidak pernah mewariskan apapun pada anaknya, kecuali dalam berbicara yang selalu ada kata kata aneh.
"Mah, kalau begitu, kita bisa urus perjodohan anak kita nanti" ucap Lord Sitri sambil tersenyum.
"Tentu saja" gumam Minato.
"Ahahahahahahahahahaha"
Ke esokan harinya.
"Engh, sudah pagi" gumam Naruto.
"Ohayo Naruto" sapa lelaki berambut pirang jabrik sama seperti dirinya.
"Ayah, apa kau benar benar ayah, atau ini hanyalah mimpi datebayo" gumam Naruto.
{Duag}
"Dasar anak tak tau di untung, tentu saja ini nyata Datebane!" seru sang ibu sambil menjitak kepala anaknya.
"Aduuuh, Ibu, tak aku sangka kau juga ada disini, tapi bagaimana bisa Datebayo?" tanya Naruto, pada Minato dan Kushina, mereka berdua tersenyum menengar pertanyaan anaknya.
"Ceritanya cukup panjang, tapi bukankah yang penting kita bisa berkumpul sebagai keluarga" jawab Kushina sambil memeluk erat Naruto, di ikuti oleh Minato.
"Sudah lama sekali aku tidak melihat kalian, terakhir kali aku melihat kalian berdua saat di perang dunia Shinobi.
{Sriing}
"Naruto apa kau...?, Minato-sensei!" ucap Kaget Obito menunjuk ayahnya Naruto, Minato yang ditunjuk oleh Obito hanya tersenyum.
"Kau kelihatan sehat dan baik baik saja Obito" ucap Minato.
"Minato-kun dia siapa?" tanya Kushina berbisik pada suaminya.
"Na Naruto-kun, siapa wanita yang kau peluk itu" kali ini gadis berkacamata dengan mata violet berambut hitam, ia terlihat cemburu pada ibu dari Naruto.
"Hoy Obito, siapa orang yang mirip Naruto itu?" Loki sekarang ikut bertanya pada Obito.
"Oh dia Obito, murid didik ku sewaktu di akademi" ucap Minato sambil menatap Obito dengan wajah bangga.
"Dia adalah guruku, Minato Namikaze, Si kilat kuning Konoha Ayah dari Naruto, lalu perempuan itu adalah, Akai Habanero Kushina Namikaze Ibu dari Naruto" jawab Obito.
"Yo, Sona-chan, perkenalkan dia Kushina Uzumaki dia adalah Ibuku, jadi singkirkan wajah cemburumu" jawab Naruto dengan nada santai di akhiri dengan senyuman "Karena hanya kau yang aku cintai" ucap Naruto, Minato dan Kushina hanya tersenyum mendengarnya.
Sona, yang awalnya cemburu dan marah langsung terdiam wajahnya memerah malu karena mendapat rayuan dari Naruto.
"Be benarkah, a aku mi minta maaf karena su sudah me menu duhmu selingkuh" ucap Sona terbata bata, ia tidak menyangka kalau ia bisa salah sasaran dalam cemburu.
"Hmm, Minato-kun kelihatannya" ucap Kushina yang tiba tiba sudah berada dibelakang Sona, Sona dan yang lain kaget melihat hal itu, mereka kaget kalau Kushina memiliki kecepatan di atas bidak Knight, yah itu kecuali, Naruto, Minato dan Obito yang pada dasarnya mereka adalah seorang Shinobi.
"Ada apa Kushina-chan"
"Dia cepat" gumam mereka, Bahkan Serafall dan Rosseweise yang baru muncul kaget akan kecepatan gadis berambut merah yang awalnya berada disamping Naruto yang jaraknya 5 meter dari Sona bisa langsung berada di belakang Sona dalam waktu sekejap.
"Ternyata Naruto anak kita pintar memilih wanita, apa jangan jangan kau belajar dari Jiraya?" tanya Kushina pada Naruto.
"Heh aku tidak sudi jika aku dikatai bisa mendapatkan Sona dari ajaran pertapa mesum yang kerjaannya mengintip wanita mandi" bantah Naruto sambil menatap ke arah lain.
Bagian Obito
"Oh iya Obito siapa mereka?" tanya Minato sambil menatap teman teman Obito.
"Oh mereka adalah teman temanku dan Naruto yang baru, dia adalah seorang pemimpin tempat ini Serafall Leviatan, dan ini adalah Dewa Songong dan juga temannya, Loki dan Rosweisse" jawab Obito memperkenalkan teman temannya, sedangkan Serafall, Rosweisse langsung Swedrop mendengar Obito memperkenalkan nama mereka.
"Obito, berani sekali kau memanggilku dengan sebutan dewa songong!" ucap Protes dengan urat urat wajahnya bermunculan.
"Sudah sudah, Obito, ada yang ingin sensei tanyakan denganmu" ucap Minato.
"Em menanyakan apa?"
"Sebaiknya kita keluar dulu, tidak enak membicarakannya disini" ucap Minato.
"Ne ne, kapan kalian berdua saling kenal" tanya Kushina pada Sona.
"Mmma kira kira beberapa bulan lalu" jawab Sona dengan nada gugup sambil membenarkan kacamatanya.
"Heeeh, Naruto, kenapa kau tidak membicarakan ini saat pertemuan kita disaat pelatihan pengendalian biju hm?" tanya Kushina dengan selidik ia tidak suka Naruto menyembunyikan hal ini pada dirinya.
"Eto gimana menjelaskannya yah, em"
"Kushina! Sebaiknya kita berikan waktu untuk anak kita bersama kekasihnya, kita harus keluar, aku ingin membicarakan sesuatu dengan Obito" ucap Minato.
"Baiklah Anata, ne Naruto, nanti kalau kalian sudah menikah nanti kau dan istrimu bisa memberikan kami banyak cucu" ucap Kushina lalu pergi meninggalkan Naruto dan Sona yang membulatkan mata mereka, karena ucapan atau lebih tepatnya permintaan dari ibunya Naruto.
Ketika Obito, Minato dan Kushina sudah keluar.
"Mah, aku rasa aku harus kembali melakukan tugasku sebagai Maou" gumam Serafall lalu pergi dalam lingkaran sihir miliknya, lalu Loki dan Roseweisse mendekat ke arah Naruto.
"Yo bro" sapa Loki.
"Ada apa Loki-san?" tanya Naruto.
"Bagaimana pertarungannya?" tanya Loki pada Naruto.
"Sukses, aku menang" jawab Naruto.
"Wow kau hebat bisa mengalahkan Iblis dari klan Bael itu" puji Rosweisse pada Naruto, Naruto hanya tersenyum mendengarnya.
"Trimakasih pujiannya"
"Naruto aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu" ucap Sona.
"Apa itu?"
"Nama milikmu di absen dan juga ingatan semua orang tentangmu kembali muncul, sehari setelah kedatanganmu" ucap Sona.
"Wow kalau begitu aku tidak perlu menyewa Apertement" ucap Naruto.
"Masalahnya disana, kamarmu itu sudah disewa orang lain" jawab Sona.
"Oh, hey Loki apa kau sudah mendapatkan pekerjaan di dunia manusia?" tanya Naruto.
"Heh tentu saja-"
"Tidak, ia tidak mendapatkan pekerjaan apapun, karena ia hanyalah dewa licik yang pemalas" jawab Rosweisse, ia kesal karena Loki selalu mengeluh soal semua pekerjaan yang ia lakukan dan juga ia juga sempat menyerang bosnya sendiri, benar benar deh aduh, kagak ketulungan.
"Apa itu benar Loki?" tanya Naruto dengan nada santai.
"Ya iya lah"
"Iya" potong Rosweisse sekali lagi, Loki langsung menatap perempuan itu dengan pandangan sebel. "Orang seperti dia itu sama sekali tidak bisa mengikuti aturan dunia manusia, bahkan ia sempat menghajar bosnya sendiri" ucap Rosweisse.
"I itu karena ia berani membentakku!" bela Loki, ya dia dewa kan, mana mungkin ia mau harga dirinya hancur oleh manusia.
"Loki, dia itu atasanmu, kau tidak boleh seperti itu" nasehat Naruto lalu duduk dari kasurnya menatap teman barunya.
"Baiklah aku akan berusaha" gumam Loki.
"Haaaah, lalu bagaimana dengan Obito?" tanya Naruto pada mereka.
"Obito-san bekerja sebagai guru di sekolah Kouh Naruto-kun" jawab Sona sambil tersenyum ke arah Naruto.
"Oh sokah, ne Loki bagaimana kalau kau bekerja di kedai ramen bersama denganku, oh Rosweisse-san juga harus ikut" ucap Naruto.
"Eh kenapa?"
"Bukannya kamu pengawasnya Loki, jadi aku tidak ingin kau hanya mengamati, namun aku ingin kau dan Loki bekerja dan membantu pekerjaanku" ucap Naruto.
"Heeeeeeh, dasar licik, apa yang sebenarnya kau rencanakan?!" tanya Rosweisse pada Naruto.
"Aku dengar dari dewa jenggot panjang itu kalau kau itu adalah seorang yang masih lajang, jadi aku rasa kau bisa menjalin hubungan dengan Loki" jawab santai Naruto, Sona yang mendengar alasan Naruto langsung menahan tawa, sedangkan Loki dan Rosweisse, wajah mereka langsung memerah dan secara bersamaan mereka membentak Naruto.
"Hal itu sangat mustahil untuk terjadi!"
"Waduh, Sona-chan, mereka membentakku secara serentak, sungguh serasi iyakan" ucap Naruto sambil menyenggol nyenggol Sona.
"Mmmmaaaa ku kira begitu" jawab Sona sambil membenarkan posisi kacamatanya yang sedikit geser kebawah.
Loki dan Rosweisse langsung mengedutkan mata mereka.
"Aku harus kembali ke Asgard karena ada sedikit urusan" ucap Loki lalu pergi dengan lingkaran sihir di ikuti oleh Rosweisse.
Naruto dan Sona saling menatap lalu tersenyum satu sama lain dan tertawa bersama, menurut mereka ekspresi Loki dan Rosweisse.
"Fuhahahahahahaha, tak aku sangka mereka lucu sekali saat digoda" ucap Naruto pada saat itu.
"Ne Naruto-kun, apa kita tidak terlalu berlebihan pada mereka?, karena bisa saja mereka membalas kita nanti" ucap Sona pada saat itu.
"Aku tau aku mungkin terlalu berlebihan padanya namun aku tidak yakin godaan mereka bisa membuatmu salah tingkah" ucap Naruto pada saat itu.
"Naruto-kun kau pikir aku ini orang yang seperti apa?" tanya Sona pada Naruto.
"Aku pikir kau adalah gadis yang bisa melengkapiku, kau adalah orang yang sesuai dengan karakterku, kau tau, meskipun aku ini jenius, ada kalanya aku akan menjadi bodoh dalam sebuah situasi tertentu, nah kau yang tidak mudah terpengaruh oleh situasi dan juga sangat pintar menganalisa, sangat cocok denganku yang hanya bisa mengandalkan otot dalam ke adaan tertentu, kau tau aku sangat susah untuk tenang, namun saat ada dirimu disampingku, aku bisa menjadi sedikit tenang, bahkan jika aku mulai kehilangan kendali hanya kau yang bisa menyadarkanku, aku yakin itu" jawab Naruto pada Sona, entah kenapa hati Sona langsung terasa hangat, yah ia tau meskipun Naruto itu kuat namun ternyata masih membutuhkan keberadaannya.
Di tempat Obito, Minato dan Kushina lebih tepatnya dalam dimensi Kamui.
"Jadi Sensei apa yang ingin Sensei bicarakan?" tanya Obito.
"Sebenarnya aku agak bingung dengan keluarganya Sona, karena aku tidak merasakan niat jahat dari mereka namun energy mereka atau aura mereka terasa gelap" ucap Minato.
"Em aku agak setuju dengan itu, aku merasakannya juga, namun hal ini sedikit berbeda dengan Sona, kelihatannya gadis itu memiliki aura yang cukup terang namu sebagian gelap" jawab Kushina.
"Mungkin karena mereka bukan manusia melainkan Iblis" jawab Obito.
"I Iblis!" ucap kaget Minato dan Kushina.
"Em, tapi meski begitu, mereka cukup berbeda dari penggambaran iblis dari beberapa kitab suci, yah mungkin penyebab utamanya adalah kejadian Great War yang memakan banyak korban sehingga membuat mereka, berpikir kalau mereka lebih baik melakukan genjatan senjata dan akhirnya mereka membuat perdamaian, namun keberadaan mereka masih di rahasiakan dari manusia karena, mereka tidak ingin berperang dengan manusia, jadi mereka merahasiakan keberadaan mereka" jawab Obito.
"Lalu apa kau tau bagaimana Naruto dan Sona bisa bertemu" tanya Minato.
"Hanya beberapa, apa kau ingin mengetahuinya Minato-sensei, Kushina-Baachan?" tanya Obito.
"Em, soalnya aku ingin tau kenapa Naruto sampai sebegitu ngebetnya sama Sona" jawab Kushina dan diberi anggukan oleh Minato.
"Kalau begitu kau bisa menatap mataku sekarang Sensei" ucap Obito sambil tersenyum, Minato dan Kushina pun secara serentak menatap mata Naruto, lalu setelah itu seluruh ingatan Naruto tentang pertemuannya dengan Sona yang dilihat Obito ketika menatap mata Naruto menggunakan Sharinggannya disaat tidur pun dilihat jelas Minato dan Kushina, bukan hanya itu, ternyata Obito juga sempat menggunakan matanya untuk melihat kenangan Sona bersama Naruto disaat Sona sedang tidur, lalu ia juga mentransfer ingatan Sona pada Kushina dan Minato.
Minato dan Kushina langsung tersenyum dan saling memeluk lalu menangis haru.
"Hoaaaaaaaaaaaaaaaaa, ternyata kisah cinta mereka penuh dengan lika liku huaaaaaa!" tangis Kushina di pelukan Minato dengan nada Lebaynya, yah sedangkan Minato hanya senyam senyum sendiri menikmati pelukan istrinya lalu menghibur istrinya.
"Cup cup cup, tenanglah Kushina yang penting mereka sudah bertemu" ucap Minato, sedangkan Obito hanya merenung di pojokan Kamui dimension karena tidak punya pasangan untuk di peluk.
Serafall Side.
"Obito-kun ada dimana yah, huf kenapa aku akhir akhir ini selalu memikirkannya" gumam Serafall sambil mengerjakan dokumen dokumen berharga yang ada di kantornya.
Serafall terus saja mengurusi dokumen itu dengan hati galau, ia tidak tau kapan bisa bertemu dengan Obito lagi, kalau tugas tugasnya masih banyak, ingin rasanya ia berhenti menjadi seorang Maou namun hal itu tidak bisa ia lakukan kalau ia tidak bisa menemukan iblis yang bisa menggantikan posisinya.
Disaat asik asiknya bergelut dengan kertas kertas yang menyebalkan dan juga tanggung jawabnya sebagai Maou yang tidak bisa diberikan pada siapapun kecuali kalau dia memiliki kemampuan dan kekuatan yang setara atau melebihi dirinya, secara tiba tiba muncul sebuah portek atau pusaran dimensi di depannya dan keluarlah tiga orang dari sana, yaitu Minato, Kushina dan juga Obito.
"Serafall-san kelihatannya kau masih sibuk" ucap Obito ketika ia muncul, sedangkan Kushina hanya tersenyum ke arah Serafall yang kaget akan kedatangan Obito, lalu Minato juga sama saja.
"O, Obito-kun" Serafall kaget bukan main melihat kedatangan Obito, "Ba bagaimana kau bi bisa ada disini?" tanya Serafall pada Obito pada saat itu, Obito hanya tersenyum dan mendekat ke arah Serafall.
"Aku kemari karena ingin mengajakmu jalan jalan, tapi kelihatannya kau sangat sibuk, aku jadi bingung untuk mengajakmu" jawab Obito sambil tersenyum.
"Minato-kun sebaiknya kita menemui Naruto, karena kelihatannya kita hanya akan mengganggu" ucap Kushina, Minato hanya tersenyum lalu menyentuh istrinya dan menghilang dalam kilatan kuning.
Kembali pada Obito dan Serafall Leviatan.
Terlihat Serafall tersipu malu karena ucapan Obito dan juga Kushina.
"A anu, apaa benar kau ingin mengajakku jalan-jalan?" tanya Serafall.
"Lah emangnya kenapa kalau aku ingin mengajakmu, karena kau adalah satu satunya wanita yang aku kenal di sini" ucap Obito, "Namun karena kau terlihat sibuk aku akan pergi" ucap Obito namun sebelum ia pergi tangannya langsung dipegang erat oleh Serafall.
"Tunggu beberapa menit, aku akan menyelesaikan dokumen ini secepat mungkin" ucap Serafall dengan kedua pipinya yang bersemu merah, Obito nampak kebingungan dengan ekspresi dari Serafall namun ia tidak mau ambil pusing karena hal itu, ia pun menganggukan kepala, entah kenapa jauh dalam lubuk hatinya ia senang Serafall mau menerima ajakannya untuk pergi jalan jalan, namun ia tidak mau tau penyebabnya, ia pun menunggu Serafall dengan sabar, duduk di samping Serafall mengawasi apa yang sedang Serafall, kerjakan.
Sedangkan Serafall ia bisa mengerjakan tugasnya dengan sangat cepat hanya dengan modal semangat dan juga kecerdasannya yang melebihi klan Sitri lainnya, ia mampu menyelesaikan 5000 Dokumen perdetiknya.
Obito yang melihat tugas Serafall yang menumpuk langsung dengan cepat membantu Serafall menyelesaikannya, entah kenapa baginya berdiam diri itu sama sekali tidak menghasilkan apa apa, dan malah membuatnya mati kebosanan, maka dari itu ia pun membantu Serafall menyelesaikan tugas tugas menumpuk itu agar bisa cepat jalan jalan dengan salah satu Maou dari Dunia bawah ini, entah kenapa mungkin ia ketularan Naruto yang jatuh cinta dengan Iblis dari keluarga Sitri.
Setelah beberapa jam kemudian.
Akhirnya pekerjaan mereka bedua selesai terlihat mereka saling menatap lalu tersenyum puas dengan wajah lelah penuh air peluh.
"Puaaah, tak aku sangka akan semelelahkan ini mengerjakan dokumen dokumen ini" gumam Obito.
"Yah begitulah, aku sangat merasa terbantu, aku senang sekali" ucap Serafall sambil menyeka peluh di wajahnya.
"Em, aku juga senang bisa membantumu Serafall-san karena aku bisa jalan jalan denganmu, sekarang cepat mandi dan ganti pakaianmu, aku akan menunggu di dunia manusia" ucap Obito lalu pergi menggunakan Kamui
Di dunia Manusia kemudian.
"Hoy Obito kau lama sekali" ucap Naruto sambil tersenyum.
"Hm emangnya aku ketinggalan sesuatu?" tanya Obito, terlihat di depan Obito, Naruto sedang berdiri bersama dengan Sona, Loki dengan Rosweisse dan yang terakhir Kushina dan Minato menatapnya dengan senyum.
"Yah, kau lihat bangunan besar itu, mulai sekarang kita akan tinggal disana, rumah itu adalah Hadiah dari ayahnya Sona untuk kita sekeluarga" ucap Naruto dengan semangat.
"Wah, tak aku sangka kita bisa diberikan hadiah seperti ini sebenarnya apa yang terjadi Naruto?" tanya Obito pada Naruto dengan nada penasaran.
"Hn pokoknya kau ambil dulu semua barang barangmu di penginapan dan pindahkan kemari, nanti aku akan menceritakan semuanya" jawab Naruto.
"Baiklah aku mengerti" jawab Obito lalu pergi dengan Kamui yang ia miliki.
Di meikai kediaman keluarga Sitri.
Terlihat Serafall Leviatan atau yang sebenarnya adalah Serafall Sitri yang mendapat gelar Leviatan karena iblis kalangan Leviatan murni telah di usir karena suatu sebab, maka ia yang menggantikannya.
"Serafall kau kenapa? Kelihatannya kau sangat bersemangat?" tanya sang ibu pada anak tertuanya terlihat Serafall asik memilih milih pakaian dikamarnya.
"Tidak ada bu, hanya saja Obito ingin jalan jalan denganku!" seru Serafall dengan nada gembira.
"Benarkah?" tanya sang ayah.
"Em"
"Heeeh! Lalu kenapa kau nampak bersemangat apa jangan jangan"
"Entahlah aku sendiri tidak tau, tapi bu bisa ibu pilihkan pakaian yang sesuai, karena kami akan bertemu di dunia manusia" ucap Serafall keluar dari kamarnya dan menampakan kepalanya sedangkan tubuhnya masih berada dalam kamar.
"Tentu saja kenapa tidak" ucap sang ibu lalu masuk kedalam kamar sang anak, setelah beberapa menit akhirnya diputuskanlah sebuah pakaian gadis peminim berupa baju kaos putih berlengan pendek, lalu rok mini berwarna hitam lalu kakinya dibalut dengan kaus kaki panjang berwarna hitam, Serafall terlihat imut dan manis ketika menggunakan gaya rambut berwarna hitam.
"Oh iya Serafall apa kau sudah tau dimana Obito-san?" tanya sang ibu.
"Entahlah dia hanya bilang kalau ia menungguku di dunia manusia" jawab Serafall, kalau begitu coba kau cari di alamat ini, karena ada kemungkinan Naruto-san mengajak Obito untuk tinggal dengannya" ucap sang ibu.
"Em Terimakasih sarannya, ibu" ucap Serafall lalu pergi ketempat yang dimaksud.
"Iya anakku, oh iya berjuanglah, ayah dan ibu akan selalu mendukungmu" ucap sang ibu dengan nada pelan sambil tersenyum, Serafall juga tersenyum karena mendengar jawaban sang ibu.
Di rumah baru Naruto yang merupakan pemberian dari Lord Sitri yang sebenarnya lebih bisa disebut Mansion mewah daripada rumah.
Terlihat Obito baru saja sampai dengan membawa beberapa pakaiannya lalu.
"Hoy Naruto dimana kamarku?" tanya Obito.
"Kamarmu?, maksudmu kamar kita" gumam Naruto.
"Hah, jangan bilang kita akan berbagi kamar lagi" ucap Obito yang tidak menyangka, yang bahkan bukan rumah rentalan atau rumah sewa pun maunya satu kamar apa apaan njir.
"Hoy Naruto apa apaan pemikiranmu itu, masa dirumah sendiripun harus saling berbagi kamar!" ucap Protes Obito sambil menunjuk nunjuk Naruto, "Lagian rumah ini pasti memiliki banyak kamar kosong, jadi tidak ada alasan bagi kita harus berbagi!" umpat Obito lagi.
"Obito-san percuma saja mau protes, aku sudah mencobanya, ia malah akan bersih keras" ucap Loki menasehati Obito, karena mau bagaimanapun mereka tau kalau Naruto adalah orang yang super keras kepala.
"Haaaaah, aku tau kamar disini ada banyak Obito, tapi bukankah kita harus-"
"Aku tau aku tau maksudmu Naruto! Kau pasti ingin bilang kalau ini demi agar kita bisa saling akrab dan mengenal satu sama lain bukan" potong Obito.
{Buag!}
"Au!"
"Bukan baka yaro!" teriak Naruto sambil menjitak Obito, terlihat Obito menatap kesal Naruto, sedangkan Rosweisse dan juga Loki terlihat swedrop bersama dengan Minato dan Kushina melihat kelakuan Naruto yang menjitak Obito, sedangkan Obito menatap Naruto dengan wajah kesal.
"Lalu apa Kono Yaro?!" teriak Obito, mengumpat dengan kata kata kasar.
"Emmm bisa dibilang, kita bertiga harus tinggal sekamar sampai salah satu dari kita ada yang menikah" jawab Naruto.
"Lah kenapa harus begitu?" tanya Loki dan diberi anggukan oleh Obito, Minato dan Rosweisse.
"Itu karena..." ucap panjang Naruto, semua orang jadi penasaran dan mendekatkan diri dengan Naruto.
"Karena apa?" tanya Loki dan Obito secara bersamaan.
"Karena aku takut tidur sendirian, sendirian itu tidak enak huaaaaaaaaaaaaaa!" teriak Naruto sambil menangis layaknya anak keci {Gubrak} semua langsung tepar karena tidak sanggup menahan alasan absurb itu, yah, Obito bisa mewajarkan sifat Naruto yang rindu keluarga itu pasti akan menjadi ke kanak kanakan, namun sekarangkan kedua orang tuanya sudah ada, lalu kenapa ia masih memiliki sifat ke kanak kanakan, lagian kalau takut tidur sendirian kan bisa tidur sama ayah dan ibunya.
"Njirr hanya karena itu?, bukankah kau punya ayah dan ibu, lagian jika memang kau takut kesepian kau bisa tidur dengan mereka bukan!" umpat Loki dan Obito.
"Tapi kan mereka pasangan kekasih, lagi pula umur mereka baru 30 tahunan yang artinya masih pasangan muda, mereka masih productif dan masih nafsuan, aku yakin dalam beberapa bulan kedepan ibu dan ayah akan membuatkan adik untukku, jika aku mengganggu maka hal itu tidak akan terjadi, jadi aku minta sama kalian yang sudah aku anggap sebagai kakak dan paman untuk menemaniku tidur tak apa yah" ucap Naruto dengan mata membesar dan terlihat imut.
"Jiiiiiiiii" Sona jadi merasa aneh sendiri melihat kelakuan baru Naruto, yang bisa dikatakan sifat aslinya sih.
"Ah sudahlah aku mengerti, sekarang dimana kamar kita?" tanya ulang Obito, Naruto tersenyum dan memberitahu kamar mereka bertiga ada di lantai dua kamar no 1.
Obito pun pergi kemarnya dan langsung mengambil pakaian ganti dan membawanya ke kamar mandi, yah dia nanya lagi sih, tapi kali ini sama Minato, setelah dikasih tau Obito langsung pergi mandi dan mengganti pakaiannya, ketika ia ingin pergi dari rumah berniat untuk menemui Serafall, secara tiba tiba ia melihat Serafall didepan pintu rumahnya tersenyum ke arahnya, dengan model pakaian dan gaya rambut yang berbeda, Obito jadi terpesona pada Serafall
Padangan wajah Obito tak lepas dari Serafall, wajah Serafall bersemu merah sedikit ketika melihat penampilan Obito dengan rambut basah dan baju yang serba hitam, namun secara tak terduga wajah Obito ikut bersemu.
"Anu, O Obito-san" ucap Serafall gugup dengan suasana dihadapannya.
"Ada apa Obito? Kenapa kau tidak keluar, bukannya kau ada janji?!" tanya Naruto sambil menatap Obito yang mematung di pintu masuk.
"Ehm apa kau adalah Serafall Leviatan?" tanya Obito.
"Em ini aku, emangnya kenapa, apa aku kelihatan aneh?" tanya Serafall.
"Em tidak sama sekali, hari ini tidak lebih tepatnya sore ini kau kelihatan cantik, masuklah, karena malam nanti kita akan jalan jalan keliling kota" ucap Obito dengan lembut, lalu membawa Serafall masuk kedalam rumah, baru mereka, Serafall tersenyum dan mengikuti Obito dari belakang.
"Eh ada apa Obito kok kembali?" tanya Kushina.
"Onee-sama kenapa kau ada disini?" tanya Sona pada kakaknya Serafall.
"Anu eto, em gimana menjelaskannya em anu" gumam Serafall bingung bagaimana ia menjawab pertanyaan sang adik.
"Aku dan kakakmu sedang ada rencana jalan jalan malam ini, itu sebabnya ia aku suruh ganti pakaian dan datang kemari, aku yang belum memberitahu Serafall tempat ini berpikir Serafall-san akan menunggu di apertemen lamaku jadi itu sebabnya aku bergegas pergi untuk menemui kakakmu" jawab Obito.
"Tapi ia sudah ada disini itu sebabnya kau mematung didepan pintu masuk iyakan Obito" kali ini Naruto menyimpulkan.
"Kurang lebih begitu" jawab Obito sambil menatap ke arah lain.
"Heeeh, kelihatannya Uchiha sang pahlawan nenek nenek menyebrang jalan bisa malu dihadapan seorang perempuan" ledek Loki.
"Loki-sama aku rasa dia lebih baik dari pada anda yang selama ini selalu menjadi pengangguran" tegur Rosweisse pada Loki.
{Dooooooooooong!} ketika mendengar ucapan dari pengawasnya yang dikirim langsung Odin sang raja dewa Asgard, Loki langsung duduk pundung di pojokan rumah sambil mengucapkan sumpah serapah dengan aura suram.
"Heeeeeeeeeeeeeeeh" Obito dan yang lain langsung Swedrop melihat kelakuan Loki yang tadi sombong berubah menjadi seorang yang prustasi.
"Fuhaahahahahahahahahahahahahaha, Loki wajah Prustasimu itu lucu sekali, aku benar benar tidak bisa menahan tawa" ucap Naruto sambil tertawa memegangi perutnya dan tertawa berguling guling dilantai.
"Nandato teneh!" teriak Loki, Naruto pun tersenyum dan menghilang dalam kilatan emas lalu muncul di belakang Loki.
"Bukannya kau sudah menikah, harusnya kau itu sudah menang banyak dari kami" ucap Naruto menghibur Loki.
"Tapi Istriku sudah tidak ada lagi Naruto, ia sudah tidak ada lagi" ulang Loki, Naruto sedikit terkejut melihat wajah sedih Loki lalu {Plak}
"Meskipun kau tidak memiliki istri dan anak lagi, bukankah kau masih memiliki keluarga yang peduli padamu, contohnya, aku, ayah dan ibuku, lalu Rosweisse-san juga sangat peduli padamu, bahkan Obito juga, jadi jangan murung, semangatlah, Loki, kita semua berkeluarga, susah senang akan kita hadapi bersama, kau sudah seperti pamanku sendiri" ucap Naruto mencoba menghibur Loki.
Loki tersenyum dengan wajah tampannya lalu menatap semua orang yang ada dan tinggal di rumah besar pemberian Lord Sitri, ia mengelus kepala Naruto lalu berkata.
"Aku sangat senang kau mencoba untuk menghiburku, namun, kau tidak sadar, ada satu kesalahan dalam ucapanmu yang membuatku bisa saja kehilangan semangat. Apa kau tau apa itu?" ucap tanya Loki sambil tersenyum dipaksakan dan menatap tajam seseorang yang ada dirumah itu.
Jujur karena Naruto tidak tau ia menggeleng, Obito dan yang lain juga ikut penasaran dengan apa yang ingin di ucapkan Loki jadi mereka mencoba diam mendengarkan apa yang ingin dikatakan oleh Loki setelahnya.
"Aku benci dan ingin muntah ketika kau mengatakan Rosweisse itu peduli padaku, asal kau tau Naruto dia itu lebih sering menghinaku, kepedulian macam apa yang kau maksud?!" jawab Loki sambil berteriak teriak menunjuk Rosweisse.
{Doooooong!}
"Loki, aku seperti itu karena sikap ke kanak kanakanmu itu selalu saja muncul disaat tidak tepat!" ucap Rosweisse membalas perkataan Loki.
"Apa katamu?! Dasar Valkyrie jomblo menahun!" hujat Loki pada saat itu.
"Dasar Dewa Songong!" balas Rosweisse tak terima.
Akhirnya adu umpatan pun tak terelakan dengan ekspresi swedrop dan bodoh para karakter DxD dan Naruto membuat suasana Humor keluarga menjadi lengkap, namun masih dalam tahapan garing.
Naruto yang mulai sebel akan hal itu tiba tiba menciptakan sebuah jalan penyelesaian yang sedikit menyesatkan.
"Moooo, sudah aku jadi pusing mendengar umpatan kalian berdua, dari pada saling menghina, sebaiknya kalian adu kemampuan dalam hal yang positif pemenangnya aku yang menentukan, lalu yang menang dapat meminta apapun pada yang kalah bagaimana?" usul Naruto dengan perempatan muncul di dahinya.
"Setuju, lalu permainan apa yang akan kita lakukan?" tanya Loki.
"Kita akan balapan" jawab Naruto.
"Balapan?" tanya mereka.
"Yah, apa kau berani menerima tantangan ini, kita akan lari 50 km di kota ini, yang lebih dulu mencapai garis finis dialah pemenangnya" jawab Naruto.
"Oke siapa takut!" seru mereka berdua.
"Baiklah besok jam empat sore" ucap Naruto.
Singkat cerita.
Akhirnya, mereka pun menghabiskan waktu bersama keluarga Uzumaki itu dengan makan bersama , setelah makan bersama itu, Obito dan Serafall pun pergi dari rumah untuk melakukan rencana jalan jalan mereka.
Di kota Kouh pada malam hari kemudian.
Terlihat seorang lelaki berambut putih dengan kulit tan dengan dua warna mata berbeda, yaitu hitam dan ungu dengan berpola riak air, sedang berjalan dengan seorang gadis muda berdada besar dengan rambut hitam panjang ter urai, mata yang berwarna ungu, terlihat, mereka berdua sangat menikmati perjalanan mereka, mulai dari menuju toko toko, disana yang lelaki membelikan gadis muda itu berbagai macam, pakaian dan perhiasan, mereka berdua begitu menikmati semua hal yang mereka lakukan, sampai sampai ibu ibu yang melihat mereka mengatakan kalau mereka adalah dua pasangan yang sedang dimabuk cinta.
"Ada apa Obito-kun" tanya Serafall ketika Obito menghentikan Serafall.
"Diam sebentar" ucap Obito lalu mengelilingi Serafall sambil menatap ia lekat lekat.
"E e eto Obito-san" panggil Serafall.
Obito tersenyum dan akhirnya memberikan sebuah kotak pada Serafall kotak itu berwarna merah dan bentuknya seperti wadah perhiasan yang identik dengan wadah cincin.
"Maaa, karena menurutku kau adalah orang yang baik dan sudah membantuku dengan waktu yang cukup lama, aku rasa memberikanmu sedikit hadiah itu tidak masalah" ucap Obito sambil tersenyum, ia memberikan sebuah kotak perhiasan dan setelah dibuka isinyaa adalah sebuah liontin berbentuk hati berwarna putih.
"A apa ini O Obito-kun?" tanya gugup Seravall pada Obito.
"Itu liontin, aku baru saja membelinya kemarin, aku memilih warna putih karena putih adalah warna suci, aku rasa itu cocok denganmu yang selalu baik padaku, oh iya itu juga bisa dibuka" ucap Obito lagi, Seravall yang mendengar ucapan Obito jadi sedikit tersenyum, ia pun membuka Liontinnya dan terlihatlah sebuah gambar kecil yang mirip dengannya lalu disebelahnya adalah poto Obito yang sedang tersenyum.
"Aku memberikan itu dan memasukan poto kita berdua kedalamnya, karena selama beberapa minggu terakhir ini ketika bersamamu aku mulai merasa nyaman dan maka karena itu, perasaan ini terus berkembang hingga sekarang, aku mencintaimu" ucap Obito, memberitahukan perasaannya pada Serafall, Serafall yang mendengar ucapan Obito hanya bisa tercengang wajahnya memerah mulutnya menganga ia tidak menyangka kalau orang yang membuatnya jatuh cinta juga mencintainya. "Mah aku tidak memaksamu untuk menjawabnya sekarang, aku hanya ingin menyampaikan perasaanku padamu, jika kau menolaknya pun aku tidak masalah karena setidaknya aku sudah melepaskan beban di hatiku sekarang" ucap Obito lagi.
"A aaah tidak, ma maksudku, aku aku juga mencintaimu, ja jadi aku menerimamu ehe!" ucap Serafall gelagapan.
"Be benarkah?" tanya Obito, Serafall mengangguk pelan sebagai jawaban, Obito langsung tersenyum dan dengan cepat ia memeluk Serafall, sebuah pelukan hangat ia berikan pada Serafall, Serafall sedikit kaget namun ia langsung tersenyum manis dan membalas pelukan Obito, mereka lupa kalau itu tempat umum, tapi, setelah beberapa detik setelah berpelukan, mereka melepaskan pelukan mereka dan tertawa bersama lalu mereka pun pulang bersama.
Di rumah keluarga Naruto kemudian lebih tepatnya kamarnya Naruto, Obito dan Loki.
"Hoy Naruto, apa yang kau rencanakan, kenapa kau pilih balapan?" tanya Loki mengenai hal yang baru saja Naruto ajukan untuk menyelesaikan masalah ia dan Rosweisse.
"Em dari tadi aku juga penasaran akan hal itu, kenapa Naruto?" tanya Obito ikut ikutan.
Naruto yang mendengar pertanyaan mereka berdua langsung duduk, ia menatap ke arah Loki dan Obito lalu tersenyum manis dan menjawab pertanyaan mereka berdua dengan senyuman manisnya.
"Aku hanya ingin membuktikan pada kalian berdua khususnya kau Loki, bahwa sebenarnya Rosweise-san itu sebenarnya sangat perhatian padamu Loki" jawab Naruto lalu ia kembali berbaring dan memejamkan matanya dan tidur, Obito dan Loki saling bertatapan dan mengangkat bahu masing masing lalu tidur.
Obito tersenyum karena ia dan Serafall sudah jadian jadi bisa dikatakan dalam sebuah kesempatan suatu saat nanti Obito bisa berkencan dengan Serafall, meski tak disadari, Obito secara perlahan sudah mulai bisa melupakan Rin dalam kehidupannya, sedangkan Loki ia masih memikirkan maksud dari kata kata Naruto yang membuatnya kesulitan tidur, emangnya apa bukti Rosweise peduli padanya yang ada bukti kalau gadis perawan tua itu membencinya dan selalu mengejeknya.
Ke esokan harinya.
Bagian Loki.
Sekarang Loki bangun dari tidurnya, karena ia kurang tidur gara gara memikirkan perkataan Naruto malam tadi, membuat ia kurang sehat kantong matanya terlihat, ia pun mandi untuk menyegarkan dirinya, ketika keluar dari kamar mandi ia melihat Rosweise memandang wajah Loki dengan pandangan aneh.
"Loki-sama, kau tak apa apa kan?" tanya Rosweise melihat kondisi Loki, yang memiliki kantong wajah di matanya.
"Hah?! Apa maksudmu? Sejak kapan kau perhatian padaku, sudahlah, kau tak usah mencari simpatiku lagian saat balapan nanti aku pastikan aku yang menang" ucap Loki pada saat itu lalu melanjutkan langkahnya dengan berjalan angkuh melewati Rosweise.
Rosweise hanya menghela nafasnya saja pada saat itu, lalu ia pun masuk kedalam kamar mandi dan mandi disana, lalu setelah itu semua anggota keluarga pun berkumpul di dapur untuk makan bareng, terlihat, Naruto, Obito, Loki, dan Minato duduk manis menunggu makanan datang dan di dapur bagian tempat memasak disana terlihat jelas kalau Kushina sedang menyiapkan beberapa bahan makanan untuk dimasak dan di sajikan.
Tak lama setelah itu gadis dewasa berambut silver mengenakan gaun berwarna putih polos dan berjalan ke arah meja makan lalu duduk di dekat Loki, dia adalah Rosweise yang baru saja selesai mandi.
"Ehm, Loki kau kelihatannya lagi hoki karena Rosweise-san mau duduk disampingmu" rayu Minato.
"Aku setuju" timpal Obito sambil memainkan sendok.
Sedangkan Naruto ia hanya menatap muka cemberut Loki ketika mendengar ucapan Obito dan juga ayahnya, lalu tak lama kemudian, Loki menatap ke arah Naruto, Naruto yang ditatap Loki hanya diam, lalu tak lama dalam beberapa menit kemudian, ia mengutarakan pendapatnya.
"Aku rasa Loki-kun hanya belum sadar dengan kasih sayang Rosweise" tambah Naruto.
"Heh?!"
"Heeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh! Na Naruto, kasih sayang macam apa yang kau maksud, aku sama sekali!" seru sanggah Rosweise yang tak terima di anggap perhatian pada dewa songong seperti Loki.
"Cieee salah tingkah" ucap Naruto.
"Naruto! Hentikan kata katamu atau aku hajar kau!" ancam Loki tidak senang.
"Cieee ngebela" kali ini Obito ikut ikutan.
"Oooobiiito, mana mungkin aku mau membela orang kaya dia ini hah!" bantah Loki.
"Setuju, lagian mana mungkin aku mau perhatian dengan dewa songong disampingku ini!" seru Rosweise sambil menatap tajam ke arah Loki.
"Apa katamu Valkyrie sialan, pala uban perawan tertua!" seru dan bentak Loki.
'Yah mereka mulai lagi' gumam Minato dalam hati, melihat pertengkaran dua mahluk yang bukan manusia itu.
Mereka juga mengeluarkan aura yang terasa sangat mengerikan bagi manusia biasa namun sayang Naruto, Obito, Minato dan Kushina bukanlah manusia biasa jadi hal seperti masih bisa mereka tepis.
{wuuuuuuuuuuuuuuuuusssssssssssss!} sebuah hawa panas berhembus dari arah tempat memasak, saat mereka semua menatap ke arah tersebut, termasuk Loki dan Rosweise, alangkah terkejutnya mereka melihat, seorang wanita dengan rambut berwarna merah yang melambai lambai di udara mengeluarkan aura merah mengerikan, dia adalah Akai chisio Habanero ibu dari Naruto, Kushina Uzumaki, ia menatap ke arah Loki dan Rosweise, dengan wajah dan tampang mengerikan, Minato bahkan sampai menelan ludah melihat hal itu.
Naruto yang sebenarnya adalah orang terkuat di dunia itu pun langsung berkeringat dingin saat ibunya marah, Obito langsung OTW ke Kamui dimension, Loki dan Rosweise langsung menelan ludah dengan sangat sulit ketika merasakan tekanan energy dari Kushina.
"Kalian berdua bisa kah untuk tidak ribut beberapa saat saja, aku sedang berkonsentrasi untuk memasak tau!" seru Kushina dengan penuh penekanan di kata tau nya.
"Ba baik" gumam Loki dan Rosweise mereka berdua pun langsung akur, setelah sarapan, Naruto pun pergi bersekolah, sedangkan Obito pergi kerja dan saat mereka membuka pintu keluar, Sona dan Serafall ternyata ada diluar sambil tersenyum menunggu kehadiran mereka.
"Sona-san sejak kapan kau ada disini?" tanya Naruto.
"Serafall-chan apa kau menunggu lama disini?" tanya Obito.
Naruto yang kaget akan pertanyaan Obito langsung menatap Obito dan Serafall bergantian, dalam hatinya ia berkata, sejak kapan Obito dan Serafall berpacaran.
"Aku dan Nee-sama baru saja sampai Naruto-kun" jawab Sona sambil tersenyum.
"Oh kalau begitu ayo kita berangkat bareng" ucap Obito lalu dengan cepat ia menarik tangan Serafall dan berlari menjauh dari Naruto dan Sona.
"Haaah, Sona-san aku tak menyangka kau sampai datang ke rumahku, tapi ya sudahlah, ayo kita berangkat" ucap Naruto sambil tersenyum dan menggenggam telapak tangan Sona dengan mesra lalu ia tersenyum dan berjalan pelan, Sona ikut tersenyum dan berjalan bersama Naruto.
Di dalam rumah.
Terlihat ekspresi masam Rosweisse melihat Loki yang memilih santai dan membaca manga dari pada cari kerja.
"Hoy dewa bangsat! Cepat cari kerja dasar pemalas!" marah Rosweisse sambil melempar Loki dengan bantal yang dilapisi sihir, Loki yang merasakan bahaya langsung menghindar dan [duaaaarrr!] sopa tempat Loki berbaring sambil membaca Manga meledak.
"Hoy Valkyrie lajang! Hati hati dengan tindakanmu berengsek!" marah Loki sambil menatap sebal ke arah Rosweisse.
"Berisik! Dasar pengangguran, lihat Minato-san dan Kushina-san sudah punya pekerjaan, padahal mereka baru beberapa hari saja berada di dunia manusia, bahkan Obito dan Naruto juga memiliki kesibukan mereka yang bermanfaat, lalu kau! Ayolah cepat cari kerja sana!" perintah Rosweisse pada Loki.
"Lalu kau sendiri apa hah, hari demi hari hanya mengikutiku saja! Seharusnya kau juga cari kerja jika kau ingin aku bekerja!" bentak Loki.
"Itu tidak bisa aku lakukan, karena aku telah mendapatkan perintah dari Odin-sama untuk mengawasimu dan itu mutllak, jadi kau harus bekerja sekarang, jika tidak mau dipanggil dewa pemalas!" jawab Rosweisse.
"Ck baiklah baiklah aku mengerti! Sekarang aku akan kerja!" ucap Loki yang sudah tidak tahan dengan keluhan Rosweisse mengenai dirinya yang menjadi seorang pengangguran.
Tapi sebelum pergi Loki pun menggunakan sihirnya untuk memperbaiki sofa dan bantal yang meledak gara gara Rosweisse karena ia tidak mau jadi sasaran amukan ibunya Naruto, setelah selesai, Loki dan Rosweisse pun berangkat ke seluruh kota untuk mencari pekerjaan, namun kemanapun Loki meminta pekerjaan ia selalu di tolak, sampai akhirnya ia menemukan sebuah koran yang mengatakan kalau Kouh Gakuen membutuhkan seorang guru kerajinan dan keterampilan, lalu ada satu lagi yaitu guru matematika.
Di sekolah Kouh kemudian.
Loki dan Rosweisse yang melihat penawaran kerja itu dengan gaji yang juga lumaian mereka berdua pun tersenyum dan menuju ke sekolah tersebut dimana sebenarnya Obito juga bekerja disana sebagai guru, akhirnya setelah sekian lama, Loki dan Rosweisse mencari pekerjaan, mereka pun diterima dalam pekerjaan tersebut.
Hari pertama Loki mengajar di kelas 2b kelas yang dihuni oleh Naruto dan Issei, ketika Loki datang ke kelasnya, betapa kagetnya Naruto dan Issei karena Loki akan mengajar di kelas mereka, dan mereka tidak menyangka kalau Loki adalah guru baru yang di maksud setelah guru yang lama di pindah tugaskan.
"Baiklah murid murid perkenalkan namaku Loki, aku akan mengajarkan pelajaran keterampilan, jadi persiapkan diri kalian untuk praktek membuat kerajinan terbaik minggu depan sensei akan menilai kerajinan kalian" ucap Loki lalu Loki pun menulis apa yang ada di papan tulis.
[Pelajaran pertama, buat kerjinan yang kalian inginkan tema bebas, ciptakan apapun dari bahan apapun, lalu berikan pada Sensei minggu depan dan sensei akan memberikan nilai sesuai dengan selera sensei] itulah tulisannya.
Lalu jam pelajaran kedua kemudian, Rosweisse lah yang datang dengan mata pelajaran Matimatika, sekarang para murid lelaki jadi ribut ribut karena guru yang datang sangat muda dan juga sangat cantik.
"Woooaaaaaaaaaaaaaah guru baru!"
Macam macam hal yang mereka ucapkan sebagai tanda syukur telah diberikan guru baru yang cantik, sedangkan pas kedatangan Loki para gadis lah yang berseru ria hehehe, kan Loki itu cukup tampan sebagai seorang dewa hn.
Sepulang sekolah kemudian.
Loki, Rosweisse, Obito, Serafall Naruto dan Sona pun pulang bareng dengan jalur jalan yang sama, mereka berenam terlihat begitu ceria dan akrab, meskipun pada awalnya Loki dan Rosweisse sering marah marahan, tapi disaat seperti ini mereka berdua hanya tersenyum dan tertawa bersama, Naruto pun ikut tersenyum ia bersyukur keluarganya bahagia.
"Oh iya Naruto, kau kan baru mengalahkan Sairaoge Bael, jadi kapan kau bertarung dengan Yondaimaou?" ini pertanyaan dari Loki ia menatap Naruto dengan senyumannya.
"Ah mengenai itu, aku juga lupa menanyakannya, nanti akan aku tanyakan" ucap Naruto sambil tersenyum.
"Oh iya Naruto, apa menurutmu perlombaan balap antara Loki dan Rosweisse akan dilaksanakan?" tanya Obito.
"Kurasa tidak perlu karena mereka kelihatannya sudah cukup akrab" jawab Naruto pada saat itu.
"Oh"
"Hoy Loki menurutmu bagaimana rasanya mengajari seseorang tentang ilmu keterampilan hm?" tanya Rosweisse.
"Hm entahlah, membosankan mungkin, itulah awal dari yang aku pikirkan, dan itu memang benar, tapi ketika aku mengajari anak anak kelas satu disana menurutku cukup menarik" jawab Loki, masih banyak lagi yang mereka bicarakan.
Beberapa minggu kemudian.
Hubungan Loki dan Rosweisse pun mulai membaik, meski mereka menutupinya dengan sifat tsundere mereka, tapi orang orang disekitar mereka sudah tau kalau Loki dan Rosweisse sudah mulai mencintainya satu sama lain, Obito dan Serafall juga sama mereka bahkan sudah sering berkencan, sedangkan Naruto dan Sona juga sedikit berkembang, Naruto sudah berani memanggil dengan sebutan Sona-chan, lalu Sona memanggil Naruto dengan Naru-kun, tak jarang juga Saji dan yang lain menjadi iri akan hubungan mereka.
Naruto pun datang ke Meikai dan bertanya pada kedua orang tua Sona tentang kapan ia melawan para Yondaimaou karena ia sudah tak sabar, namun jawaban mereka, adalah.
"Naruto kami rasa itu tidak perlu karena kau sudah membuktikan kau sudah bisa melindungi Sona, kami percaya padamu" jawab ayahnya Sona.
"Tapi tantangannya?"
"Sudah tak usah kau pikirkan kami merasa kau memiliki perasaan yang sangat tulus untuk anak kami, jadi kami yakin kau pasti akan melindunginya segenap kekuatanmu" ucap sang ibu nya Sona sambil tersenyum.
"Terimakasih atas kepercayaannya"
Kembali ke Loki.
Kali ini Loki dan Rosweisse berada di pusat perbelanjaan sekarang. Terlihat Rosweisse sedang memilah milah berbagai macam sayuran pada saat itu, lalu Loki berada disampingnya.
"Kenapa kau terlalu memilih milih sayur sayuran, bukankah dilihat dari manapun mereka tetap sama saja" ucap Loki sambil menatap sayur sayur yang dipegang oleh Rosweisse.
"Berisik dasar dewa rese, dari pada diam dan melihat lebih baik kau bantu aku unttuk mencari beberapa bumbu masakan yang ada di dalam daftar belanjaan ini!" seru dan perintah Rosweisse pada Loki.
"Iya iya dasar Valkyrie jomblo" balas Loki lalu mengambil daftar belanjaan dan pergi menuju daerah atau tempat yang menjual beberapa bumbu makanan.
Rosweisse yang mendengar hinaan Loki, wajahnya langsung memerah dan mengeluarkan asap, ia terlihat marah dan menatap ke arah kepergian Loki lalu mengumpat keras.
"Loki-sama no baka!"
Loki sedikit tersenyum mendengarnya lalu berjalan pergi melanjutkan tujuannya untuk membeli beberapa bumbu masakan, setelah sampai dibagian penjualan bumbu bumbu Loki langsung membeli beberapa garam, lelu micin, dan bumbu bumbu lain, lalu ia juga membeli beberapa bawang dan cabi untuk dijadikan bahan masakan, ketika sudah selesai ia berniat untuk menemui Rosweisse yang menunggunya di bagian sayuran, namun saat ia lewat di toko perhiasan, ia terdiam dan mulai melihat lihat.
'Jika kau sudah menemukan seorang wanita yang sesuai denganmu segera lamar dia dengan memberikan beberapa hadiah berupa perhiasan atau apapun yang indah' sebuah kaliamat atau kata kata yang diberikan Odin padanya sewaktu ia di asuh oleh raja dewa itu, ia ingat kata kata itu ketika melihat sebuah toko perhiasan dan perhiasan yang dijualnya, lalu setelah itu Loki tersenyum dan saat ia tersenyum secara tiba tiba wajah Rosweisse muncul dalam hayalnya dan gadis itu terlihat tersenyum padanya, kalau dinilai dari umurnya yang sudah lebih dari miyaran tahun maka ia sudah bukanlah gadis melainkan perawan tua, tapi apalah gunanya usia jika wajahnya masih muda.
Tanpa pikir panjang Loki pun membeli sebuah anting platinum atau emas putih dengan harga yang wow, tapi sebagai dewa ia bisa membayar apapun dengan kekuatannya, yah ia bisa memunculkan banyak uang hanya dengan tangan kosong, setelah membeli perhiasan itu ia pun melanjutkan perjalanannya.
Bagian Obito.
Sekarang terlihat Obito dan Serafall sedang jalan jalan di Meikai menikmati indahnya pemandangan kota yang merupakan daerah kekuasaan Sitri atau Leviathan , mereka terlihat sangat mesra bahkan hampir menyamai seorang suami istri yang sedang jalan jalan, Obito mengenakan Hakama hitam dengan lambang kipas api atau lambang klan Uchiha yang dimodif dengan penambahan api pada kipasnya.
Lalu Serafall mengenakan kimono jepang dengan warna pink rambut di ikat Twintail , banyak para iblis menatap iri ke arah Obito karena bisa berjalan bersama sang raja Iblis Leviathan.
"Hey ningen, kau apakan Leviathan-sama hingga ia mau jalan jalan denganmu" ucap salah satu iblis lelaki dengan wajah sangar mendekati Obito.
"Bukan urusanmu, lagi pula emangnya kenapa kalau aku dekat dengan Serafall-chan, kamikan sudah menjadi sepasang kekasih" jawab dan tanya Obito merasa heran dengan lelaki yang tiba tiba datang merusak pemandangan ini.
"Kurang ajar kau manusia! Kau tidak pantas menjadi pasangan Leviathan-sama kenapa karena kau hanya manusia sialan kau lebih baik pergi dan jangan kembali kemari!" seru orang itu.
"Apa maksudmu mengusir kekasihku begitu hah!" kali ini Serafall Leviathan yang marah.
"Tenang dulu Leviathan-sama aku akan membereskan si berengsek tak tau malu ini" ucap iblis itu dengan percaya dirinya.
"Hah?" Serafall bingung yang di tanya apa jawabannya malah enggak nyambung. "Obito-kun lebih baik kita pergi saja, orang aneh ini benar benar merusak pemandangan" ucap Serafall sambil menarik lengan Obito, Obito tidak keberatan dan ia pun menurut namun.
"Heh kenapa, kau lari hah! Inikah kekasih dari seorang Maou pengecut!" hina iblis berengsek itu, Obito pun berhenti ia merasa terhina dikatai begitu, harga dirinya sebagai Uchiha benar benar hancur jika ia membiarkannya saja.
"Obito-kun, ayo kita pergi biarkan saja dia" ucap Serafall menenangkan Obito, namun Obito tak menggubrisnya ia menatap ke arah Iblis sialan yang berani menghina dirinya.
"Kau apa kau belum pernah di tendang oleh ibumu dengan keras atau mungkin kau memang belum pernah dipanggang hingga menjadi iblis panggang hah!" kali ini Obito tak bisa mengontrol emosinya matanya berubah menjadi eternal Manggekyo Sharinggan dan juga Rinnegan ketika marah, ia menatap tajam ke arah iblis sialan yang tadi mengganggu kencannya dengan Serafall.
Iblis itu langsung ketakutan dan mundur beberapa langkah.
"Kenapa kau takut, ayo maju jangan mundur berengsek, biar aku bisa memanggangmu!" seru Obito dengan chakra dan aura membunuh yang menguar dari tubuhnya, membuat iblis itu terintimidasi dan kabur melarikan diri.
"Go Goumenasaaaai!" seru iblis itu sambil lari dari sana.
"Hah pengecut!" kali ini Obito yang berteriak seperti itu.
"Obito-kun" panggil Serafall sambil menarik narik pakaian Obito, Obito pun menatap ke arah Serafall sambil tersenyum manis.
"Gangguan telah hilang, bagaimana kalau kita lanjutkan saja kencan kita di rumah kami" ucap Obito sambil tersenyum manis. Serafall ikut tersenyum
"Em kau tadi sangat jantan aku suka!" seru Serafall ikut tersenyum ke arah Obito.
"Hem itu semua karenamu" ucap obito sambil mengelus wajah Serafall dengan pelan.
Bagian Loki.
Sekarang Loki dan Rosweisse sedang dalam perjalanan pulang, terlihat Loki cukup tegang dan bingung di tengah perjalanan.
'Sial aku harus bagaimana, bagaimana caranya untuk menyampaikan perasaan ini padanya soalnya, kami ini sama sekali tidak memiliki momen mesra sehari hari hanya bertengkar saja' batin Loki, ia merasa agak aneh jika tiba tiba menyampaikan cinta padahal mereka itu tidak punya alasan untuk jatuh cinta, karena tiap hari tiada hari tanpa umpatan dan hinaan dari mereka berdua, yah karena kedua orang ini punya ego dan sifat Tsundere yang tinggi membuat keduanya sulit menyampaikan cinta, yang tanpa mereka sadari, pertengkaran itu membuat hari hari mereka menjadi lebih hidup sebagai mahluk hidup, bahkaan pertengkaran kecil mereka yang selalu di hentikan oleh Kushina menjadi pengisi dari kekosongan hati masing masing.
Tak jarang Loki dan Rosweisse saling membantu satu sama lain namun itu pun hanya pada saat momen momen tertentu saja sisanya yah umpatan dan pertengkaran, dan juga hinaan tentang status masing masing.
"Ne Rosweisse" panggil Loki yang tumben banget pakai nama manggilnya. Rosweisse merasa ada yang aneh dari sikap Loki hanya diam dan menatap ke arah Loki.
"Jawab aku Koso Valkyrie!" seru Loki lagi pada saat itu, hancur sudah harapan Rosweisse untuk dipanggil dengan nama oleh Loki karena secara tiba tiba Loki memanggilnya dengan nama jenisnya lagi.
"Cih ada apa Loki si dewa kampret" sahut Rosweisse, dengan muka sebal.
"Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan, maka dari itu pasang telingamu dan dengarkan dengan baik, aku akan mengatakan semuanya" ucap Loki dewa Asgard berambut putih panjang menatap ke arah Rosweisse yang juga memiliki warna rambut putih dan juga panjang, wajah tampan Loki membuat Rosweisse sedikit terhanyut dan terdiam beberapa saat.
"Sejak awal aku tidak menyukaimu, kau terus mengikutiku dan menghinaku, namun seiring berjalannya waktu entah kenapa perasaan benci itu berubah menjadi sesuatu yang lain, seperti aku ingin selalu bersamamu, meskipun aku menolak mengakuinya, rasanya tampamu hidupku hampa, setiap pertengkaran kita selalu bisa aku ingat dan membuatku lupa akan kesedihanku selama ini, aku berusaha mencari tahu kenapa kenapa perasaan ini bisa begitu dalam padamu, ketika aku melihat kau bicara banyak dengan Odin dan Thor membuatku merasa tidak nyaman, melihatmu digoda oleh lelaki lain membuatku marah dan mengganggumu.
Rossweisse langsung teringat ketika banyak lelaki menghampirinya yang secara tiba tiba Loki datang dan menghinanya lalu membuatnya marah dan beralari ke arah Loki dan Loki lari terjadilah kejar kejaran antara ia dan Loki.
"Apa lagi ketika aku melihat kakek tua itu menyentuh pantatmu benar benar membuatku marah, andai saja dia bukan ayah angkatku dan juga bukan karena janjiku untuk tidak berbuat kekacauan mukanya pasti sudah aku tembak dengan sihirku ke mukanya" umpat Loki mengingat ingat kejadian dimana ia pergi ke Asgarth bersama Rosweisse dan ia melihat kakek tua Odin yang se enak jidatnya memukul pantat Rosweisse.
"Heeeeeeeeeeeeh" gumam Rosweisse.
"Maka dari itu karena aku tidak mau ragu dan menyesal karena kehilanganmu, aku ingin melamarmu, maukah kau menjadi istriku!" seru Loki pada saat itu sambil memberikan anting platinum yang ia beli, anting itu terlihat sangat indah, Rosweisse melihat apa yang di lakukan dan mendengar apa yang diucapkan Loki hanya bisa terdiam beberapa saat, kemudian wajah Rosweisse memerah dan ia menundukan wajahnya malu, dan beruntung di jalan tidak ada siapa siapa.
"Kau yakin dengan pilihanmu itu Loki-kun?" tanya Rosweisse matanya terlihat basah air mata menetes di matanya ia menangis karena bahagia, status jomblonya hilang.
"Aku yakin Rosweisse-chan, ayo menikahlah denganku besok!" seru Loki.
"Me menikah? Bu bukannya itu terlalu cepat, kita bahkan belum pacaran?" tanya Rosweisse.
"Pacaran bukan hal yang harus kita lakukan kita tidak harus seperti mereka, kita sudah saling mengenal sejak milyaran tahun lalu bahkan lebih, dan kita juga sudah sangat saling menenal ketika hari ini kau terus bersamaku, pacaran, hal itu hanya buang buang waktu disaat kita sudah saling mengenal" jawab Loki.
"Baiklah aku terima" ucap Rosweisse.
Dirumah kemudian.
Rosweisse dan Loki pulang dan mengabarkan keinginan mereka untuk menikah besok dan secara kebetulan juga Obito dan Serafall juga ingin menikah besok, hal itu tentu membuat Minato, Kushina dan Naruto terkejut karena, Obito dan Loki ingin menikah di hari yang sama, namun mereka tersenyum bahagia, terutama Naruto, karena tujuannya sudah tercapai, dimana Obito tidak tenggelam dalam masa lalu dan Loki menjadi dewa baik hati dengan pasangannya Rosweisse yang akan membimbingnya menjadi dewa sejati.
"Nee Naru-tan kapan kamu mau menikahi Sona hem?" tanya Serafall pada saat itu, semua langsung tercengang mendengar pertanyaan dari salah satu Yondaimaou tersebut.
"A soal itu, hem aku sudah mengatakannya pada Sona, bahwa kami akan menikah ketika kami sudah kuliah nanti" jawab Naruto sambil tersenyum.
"Heeeeeh, mah kalau begitu baguslah" ucap Serafall sambil tersenyum lalu memeluk Obito, begitu juga Rosweisse ia juga memeluk Loki.
"Mulai besok kita akan pisah kamar Naruto, kau tak apa kan?" tanya Obito.
"Tak apa, aku akan belajar untuk tidur sendiri" ucap Naruto.
'Padahal dulu dia udah pernah tidur sendiri' batin Obito swedrop mendengar jawaban Naruto.
Ke esokan harinya.
Hari ini hari yang meriah, karena ada dua pernikahan yang dilakukan secara bersamaan yaitu, Loki dan Rosweisse lalu Obito dan Serafall namun di lakukan di tempat yang berbeda, karena Serafall adalah Iblis tidak mungkin menikahnya di gereja, jadi Obito dan Serafall menikah di Meikai dihadiri oleh seluruh iblis dari Meikai dan dunia atas ketika sudah menghadiri pernikahan Loki dan Rosweisse.
Naruto dan Sona hanya menjadi penonton acara pernikahan Obito dan Serafall pada saat itu, mereka berdua tersenyum ke arah Obito dan ketika Serafall melemparkan bunga pernikahan dengan cepat Naruto menangkap bunga itu dan semua iblis yang hadir diasana bersorak gembira karena hal tersebut, mereka tidak ada yang berani dengan Naruto dan Obito karena kejadian malam itu, yah meskipun mereka manusia mereka tak bisa di remehkan karena berasal dari dimensi lain.
Bagian NaruSona.
"So-chan aku rasa ini sudah cukup, ayo kita kesana keliling kota ini" ajak Naruto pada Sona.
"Em Arigato Naruto-kun, oh iya kita kemana?" tanya Sona bingung karena Naruto hanya menunjuk seubuah arah tanpa menjelaskan kemana mereka berdua pergi.
"Em kita ke Game center mau" tawar Naruto.
"Em tentu saja!" seru Sona dan akhirnya mereka pun pergi Sona dan Naruto pun kedunia manusia lalu memainkan beberapa permainan yang ada di game center tersebut, baik itu Video game atau game yang dimainkan secara fisik seperti game dansa, dalam game menari itu nila mereka sama sama tinggi dan tingkat sincronisasinya tinggi sekali, banyak orang orang kagum akan kemampuan mereka, seolah mereka adalah pasangan yang sangat ideal dimana mereka memiliki kemampuan yang setara atau seimbang dalam berbagai hal.
Ketika sore hari kemudian.
"Ne Sona, bagaimana menurutmu hari ini?" tanya Naruto.
"Cukup menyenangkan emangnya ada apa Naru-kun" jawab Sona.
"Besok kalian akan melakukan pertarungan yang disebut Ratting Game bukan, kira kira siapa lawanmu besok?" tanya Naruto.
"Kenapa kau bertanya begitu, kau khawatir padaku?" tanya balik Sona.
"Em" jawab singkat Naruto sambil mengangguk.
"Tenang saja aku ini kuat kok, kau tak perlu khawatir, lagi pula besok bukan giliranku, besok adalah pertarungan Rias dan keluarga Astaroth" jawab Sona pada Naruto.
"Sona, entah kenapa mulai dari seminggu lalu perasaanku selalu tidak enak, aku juga sering bermimpi buruk tentangmu, aku takut kalau sesuatu yang buruk terjadi padamu" ucap Naruto
"Naruto emangnya kau mimpi apa sampai sampai kau takut kehilanganku?" tanya Sona pada Naruto.
"Aku bermimpi kalau kau ditangkap dan dirantai oleh seseorang lalu dikurung di dalam penjara rahasia yang sangat jauh, lalu aku tak bisa menggunakan kekuatanku untuk menjangkaumu, ini benar benar pirasat buruk setiap hari aku selalu memimpikan hal yang sama aku benar benar takut" ucap Naruto yang secara tiba tiba memeluk Sona di kalimat terakhirnya tubuhnya terasa bergetar, wajah Sona sedikit memerah, namun kembali reda ia langsung membalas pelukan Naruto, ia tau kalau Naruto sangat mencintainya, hal itu membuat Naruto takut kehilangan, ia juga sama ia tidak ingin kehilangan Naruto apalagi terpisah dalam keadaan yang Naruto katakan.
"Tenanglah Naruto-kun itu hanya mimpi buruk tidak akan terjadi kok" ucap Sona menenangkan Naruto, meskipun sebenarnya ia juga takut kehilangan Naruto, tanpa Sona sadari Naruto menangis, ia benar benar ketakutan kalau Sona sampai berpisah dengannya, yah Naruto tidak takut apapun kecuali kehilangan cinta atau kehilangan orang yang ia cintai, ia mengerti perasaan Obito yang berubah karena Rin meninggalkannya itu sebabnya ia menyelamatkan Obito dan menjadi teman akrab, karena ia tau betapa perihnya berpisah dengan orang yang dicintai sejak lama.
"Oh iya Naruto ada satu hal yang harus aku beritahukan padamu" ucap Sona pada Naruto lagi.
"Apa itu Sona?" tanya Naruto.
"Sebenarnya pertandingan Rias dan Astaroth hanyalah sebagai pancingan agar para Chaos Brigade datang dan kami bisa bertarung lalu mengalahkan mereka, jadi bisakah kau datang ke meikai nanti untuk membantu dalam pertarungan itu, karena ada kemungkinan nanti ada beberapa hal yang tidak di inginkan" tambah Sona meminta bantuan Naruto.
"Jika hal itu bisa membantumu, aku akan dengan senang hati datang bersama teman temanku untuk membantu" jawab Naruto.
"Terimakasih" ucap Sona sambil tersenyum.
Ke esokan harinya.
Benar saja apa yang Naruto katakan, ia benar benar datang ke Meikai bersama Loki dan istrinya Rosweise dan juga Obito berserta ayah dan ibunya Naruto yaitu Minato dan Kushina datang ke Meikai dengan tujuan membantu untuk mengalahkan penyerang yang bertujuan menghancurkan aliansi.
Awalnya berjalan lancar, Naruto banyak membunu musuh yang merupakan Iblis golongan lama dari Chaos Brigade menggunakan kekuatannya, begitu juga Obito, Minato dan Kushina, Loki juga membantu, mereka semua menyerang dan mengalahkan banyak musuh sampai pada suatu saat, terdengar kabar kalau Skiryuute mengamuk dan benar saja, ada naga merah mekanik mengamuk dimedan perang dan itu adalah Issei yang masuk dalam Jugernaut Driver, lalu mengamuk dan berhasil membunuh Raja iblis golongan lama Salba Bellzebub.
Naruto pun datang bersama dengan ibunya, Naruto menggunakan jurus Hashirama yang ia dapat dari Madara, yaitu Mokuton mokuryuu no jutsu yang merupakan naga kayu yang membelit target dan menyerap energynya untuk meningkatkan kekuatan jerat dari naga kayu itu, benar saja Issei tak bisa bergerak ketika di belit oleh sang naga kayu, namun bukan naga legendaris namanya jika bisa di ikat dengan mudah ia mengamuk dan Naga kayu itu mengalami keretakan, melihat itu, Kushina melancarkan rantai chakra untuk membantu Naga kayu Naruto, kaisar naga merah itu kembali terikat, dengan mata dewa miliknya Naruto tau kalau energy kehidupan Issei semakin lama semakin menipis.
Naruto yang tidak ingin siapapun mati dan juga ini merupakan permintaan Sona dan Rias untuk menyelamatkan Issei, Naruto dengan cepat melompat setinggi mungkin dan merapal beberapa segel tangan lalu setelah itu ditelapak tangannya muncul tulisan kanji dan setelah itu Naruto menyentuh kepala naga mekanik berwarna merah itu dan dengan cepat kesadaran Issei kembali lalu saat kesadaran Issei kembali wujud Jugernaut Driver itu hacur seketika dan Issei muncul dari sana dalam ke adaan pingsan.
Tak lama kemudian Vali dan teman temannya, Arthur dan Biku muncul membawa seorang gadis berambut pirang panjang namanya Asia Argento, Naruto tersenyum ketika Issei bangun dan memeluk Asia yang diselamatkan Vali lalu berterimakasih dengan Vali, masalah selesai dengan mudah namun, tak lama kemudian Naruto tersadar kalau ada sesuatu yang janggal, ia menatap keseluruh perkumpulan Iblis dan ia langsung kaget ketika sadar kalau sesuatu yang kurang itu ternyata Sona.
"Saji!" panggil Naruto.
"Ada apa Naruto-san?" tanya Saji pada Naruto.
"Anu aku dari tadi tidak melihat Sona, apa kalian tau dimana dia?" tanya Naruto.
"Kaichou, ah dia tadi katanya pergi sebentar kesana entah kemana, tapi aneh juga kok tidak kembali kembali" ucap Tsubaki menjawab pertanyaan Naruto.
"Apa tidak kembali kembali, sial kemana dia" gumam Naruto, lalu Naruto pun mencoba untuk mencari Sona dengan kekuatan sensornya namun gagal ia tidak menemukan energy iblis Sona, lalu mencoba berteleportasi dengan menggunakan kekuatannya yaitu Jigen no Michi, namun tidak berhasil seberapa kali pun ia membayangkan wajah Sona dan mencoba berteleportasi koneksinya langsung putus dan membuatnya tak bisa berteleport.
'Apa apaan ini aku tidak bisa menjangkau Sona lagi, apa yang terjadi, ah jurus itu' batin Naruto lalu ia menutup sebelah matanya mencari cari keberadaan Sona dari seluruh Univers dan Dimensi, namun entah kenapa ia tidak berhasil menemukan dimensi itu, Sona tak bisa ia temukan.
"Koso, Sonaaaaaaaaaaaaa!" teriak Naruto.
"Ada apa Naruto?!" tanya panik orang orang termasuk para tenshi dan da tenshi, begitu juga Serafall yang takut terjadi sesuatu pada Sona bahkan anggota Sona nampak Khawatir dari teriakan Naruto pasti terjadi sesuatu pada ketua mereka.
"Aku tidak bisa menjangkau Sona, aku tidak bisa menemukan keberadaannya sepertinya Sona diculik dan keberadaannya disembunyikan oleh sesuatu yang sangat misterius" ucap Naruto sambil menahan kesal, karena ia mulai mengerti arti mimpinya dimana ia tidak bisa menjangkau Sona, entah arti rantai dalam mimpinya itu apa.
"Apaaaaaaaa?!" teriak mereka kaget karena mereka tidak menyangka apa yang Naruto ucapkan itu.
"Naruto katakan kalau yang kau ucapkan itu bohong, katakan kalau kau becanda!" seru Serafall tak terima akan hal ini.
"Apakah wajahku terlihat sedang bercanda Leviathan-sama, aku memasang ekspresi khawatir bukan bercanda!" seru Naruto tak terima kepanikannya di anggap candaan.
"Kalau begitu, Semuanya cepat cari Sona dan siapa pelakunya" ucap Michael memerintah semua malaikatnya dan begitu juga Azazel, Serafall juga ikut memerintah para Iblis.
"Kurasa hal semacam itu tak perlu dilakukan" ucap seseorang yang muncul tiba tiba dihadapan mereka ia terlihat berkulit ungu bertelinga lancip seperti elf dan mengenakan kacamata.
"Siapa kau?!" seru tanya Naruto, Naruto memasang curiga pada orang itu karena ia tidak bisa merasakan keberadaan orang itu.
"Woow, tak perlu seperti itu, kalau kau ingin tau dimana kekasihmu aku bisa memberitahumu karena aku tau siapa pelakunya dan kemana ia membawanya" ucap orang itu.
"Kalau begitu kenapa kau tidak menghentikannya?" tanya Naruto.
"Sayang sekali dia bukan tandinganku, oh iya namaku Fu, jadi aku memilih mengatakannya pada kalian saja"
"Kalau begitu siapa pelakunya dan dibawa kemana Sona?!" tanya Naruto dengan amarahnya.
"Khehehehehehehe dia berada di planet penjara Univers bola naga disana kau akan bertemu dengan banyak orang kuat, karena yang ada disana hanyalah kumpulan penjahat penjahat yang terkenal di seluruh planet sudah dipastikan kalau kekasihmu berada dalam bahaya" ucap Fu pada Naruto.
"Planet penjara dimana itu?" mereka semua bertanya tanya mereka tak mampu berkata apa apa, karena mereka tak pernah mendengar nama planet itu bahkan dalam pelajaran astronomi.
"Maaf saja letaknya sangat jauh jadi aku tak bisa mengatakan letaknya secara pasti dari bumi" ucap orang itu sambil tersenyum licik, Obito dan Loki menaruh curiga pada orang itu.
"Kalau begitu antar aku kesana!" perintah Naruto.
"Baiklah, tapi apa ada seseorang yang ingin kau bawa bersamamu?" tanya Fu.
"Tidak perlu akurasa cukup aku saja!" jawab tegas Naruto.
"Tidak Naruto, kami ikut" ucap Obito dan Loki.
"Kami juga ingin ikut" seru Serafall dan Rosweisse.
"Ini terlalu berbahaya, dan juga ini tidak ada hub"
"Jelas ada hubungannya Naruto, dia itu adikku!" seru Serafall.
"Karena ia adik dari istriku, maka aku juga akan ikut" ucap Obito.
"Kita bersahabat Naruto susah senang harus bersama jadi ijinkan kami ikut" ucap Loki dan Rosweisse.
"Baiklah sudah diputuskan, kalian ikut dengan Naruto, sisanya maaf aku hanya bisa membawa 5 orang kesana" ucap Fu pada saat itu.
"Naruto!" panggil Saji.
Naruto menatap ke arah Saji dengan tampang datar dan bersalah, ia tidak bisa melindungi Sona hingga Sona diculik bahkan lebih parahnya ia tidak bisa menyelamatkannya.
"Selamatkan Kaichou!" pinta Saji.
"Pasti!" seru Naruto lalu Naruto, Obito, Loki, Serafall dan Rosweisse pun menghilang bersama dengan Fu menuju planet penjara.
Tamat
Tunggu Season berikutnya dalam Fandom Anime X-over
