"Ah...dimana aku?" Accelerator perlahan-lahan membuka kedua matanya. Saat terbangun dia hanya melihat kegelapan tak berujung.

Accelerator menggerakan tubuhnya untuk mencoba masih bekerja atau tidak. Ia menyadari bahwa dia pingsan dengan posisi melayang, dia mencoba posisi berdiri. Satu hal yang pasti bagi accelerator bahwa tempat dia berada bukanlah tempat yang bisa ditempati oleh manusia. Saat dia menggunakan kekuatannya untuk memeriksa tempat kegelapan itu, ia menyadari kalau dia tidak sendirian.

"hehe..sedang apa tuanku, kau ingin meninggalkan gadis ini sendirian di kegelapan~" Suara itu memiliki nada yang menggoda namun dilain sisi suara itu seperti penyihir yang jahat.

Accelerator sudah tau siapa suara gadis yang memanggilnya tuan, pemilik suara itu ialah Qliphah puzzle 545. Qliphah adalah iblis succubus yang mempunyai tubuh gadis biasa, tapi bentuknya tidak seperti manusia karna ia memiliki ekor gurita dibelakangnya, dua sayap seperti iblis, dan warna tubuhnya seperti pelangi. Accelerator memutar tubuhnya kebelakang untuk melihat Iblis succubus itu.

"Kenapa kau masih mengikutiku, bukankah aku sudah menugaskanmu untuk mengawasi level 0 lainnya ?" dia bertanya pada Iblis yang berkontrak dengan dia, Qliphah memalingkan wajahnya kesamping seperti dia tidak mau membahas soal itu. Accelerator yang melihat itu hanya kesal dan menarik nafas untuk tidak marah, jika dia adalah accelerator yang dulu mungkin dia akan langsung membunuh makhluk yang ada didepannya tak peduli itu Iblis, malaikat atau Dewa sekalipun. Tapi dia adalah accelerator yang sekarang, ia ingin menebus dosa masa lalunya. Lalu accelerator berbicara pelan kepada Qliphah "Kenapa.., apa kau takut pada manusia hingga kau pergi begitu saja"

Qliphah yang mendengar itu hanya terkejut.

"Bukan itu yang aku takutkan ...yang aku takutkan adalah 3 makhluk berbentuk aneh sedang menuju inggris..."Qliphah berhenti ditengah kata-katanya. Accelerator melihat iblisnya dalam ketakutan, Kenapa dia takut ?, accelerator berkata dalam hati.

"hah.. Qliphah dengar ini, kau adalah makhluk yang dibuat oleh Demon Coronzon dan Coronzon ini adalah musuh terkuat yang pernah dihadapi oleh Aleister, Touma, dan aku..."Qliphah yang mendengar itu kepalanya langsung berhadapan dengan accelerator. "Kau termasuk lawan yang kuat untuk melawanku, jadi apa yang kau takutkan"

"Tuan, aku hanya mengkhawatirkanmu jika 3 makhluk itu datang ke inggris. Aku tak tahu jika mereka musuh apa bukan, kalau musuh aku harus kembali kesini yaitu Inggris, jika mereka teman aku juga akan tetap kembali untuk berjaga-jaga. Aku telah membuat kontrak dengan tuan jadi aku akan melindungimu. Tuan termasuk makhluk terlemah walaupun kamu Esper terkuat dari Academy City, Touma dan Aleister memilik kekuatan tersembunyi di tubuh mereka. Touma atau Imagine Breaker yang sedang membantu tuan, ia mempunyai kekuatan 7 naga yang bisa mengulang dunia. Dan Aleister, ia termasuk penyihir terkuat dengan terhubungnya bersama Aiwass (Guardian Angel). Sedangkan tuan hanya Esper, esper lemah terhadap sihir namun tuan telah membuat kontrak denganku. Kemungkinan tuan bisa menggunakan sihir dan esper, tapi yang jadi permasalahannya bukan itu. Apakah tuan bisa menghentikan ketujuh makhluk itu jika mereka bertarung. Aleister mungkin bisa mengendalikan kekuatannya, tapi bagaimana dengan 7 naga dan Demon Coronzon itu bertarung secara kehancuran belum lagi dengan 3 makhluk itu yang bisa menghancurkan kota dalam sekejap. Apakah tuan mempunyai kekuatan memghentikan pertempuran ini ?" Qliphah berbicara panjang lebar, tak biasanya Qliphah berbicara panjang lebar.

Accelerator yang mendengar itu hanya diam saja, ia tau bahwa dia lemah. Kekuatan dia terbatas alat yang ada lehernya belum lagi dia hanya mempunyai durasi 30 menit untuk menggunakan kekuatannya. Ia tau kalau Qliphah iblisnya khawatir dengan dia. Tak biasa bagi accelerator menerima kekhawatiran seseorang terhadapnya, walaupun ada mereka hanya sedikit hingga bisa dihitung dengan kesepuluh jari tangannya. Accelerator menunduk kebawah hingga poni rambutnya yang panjang menutupi kedua matanya, saat ia melihat kebawah dia hanya melihat kegelapan, tak ada cahaya sedikitpun untuk menerangi mereka berdua.

"Qliphah aku tak bisa menghentikan mereka, aku hanya manusia yang lemah. Aku tahu kalau aku tak bisa melindungi mereka semua. Aku juga tak ingin menjadi pahlawan yang dilakukan oleh Kamijou touma sang level 0, dan juga aku tak ingin menjadi penjahat dan pembunuh seperti dulu"Accelerator mengangkat kepalanya dengan muka yang tegas dan serius untuk melihat muka Qliphah. "Tapi aku telah berjanji dengan bocah nakal itu, kalau aku tak akan kalah. Aku pasti akan kembali"

Qliphah melayang mendekat untuk melihat tuannya, dia mendekati muka tuannya dan melihatnya secara serius. Qliphah merasa aneh dengan tuannya, ekor dibelakangnya bergoyang kekanan dan kekiri seperti kucing melihat majikan aslinya. apakah ini bener tuanku?,pikir Qliphah

"Tch, jangan berpikir aneh-aneh saat aku sedang membicarakan bocah nakal itu"accelerator meletakan tangan kirinya dikepala qliphah untuk mengisyaratkan untuk menjauh darinya.

Qliphah tahu siapa bocah nakal itu, Gadis kecil yang bernama last order mempumyai umur 10 tahun, last order mempunyai masa lalu dengan tuannya, masa lalu itu sangat mengerikan hingga kondisi tuannya seperti sekarang karna demi menyelamatkan bocah nakal itu.Qliphah menampilkan senyum yang biasanya, ia menggerakan tubuhnya secara sexual. Ia memajukan kepala dan dadanya kepada tuannya, mengibaskan ekornya ke kepala tuannya. Accelerator yang melihat gerak gerik itu sudah terbiasa dengan penampilan iblisnya yang suka menggoda. Tapi yang paling tak suka bagi accelerator adalah perkataan selanjutnya dari iblisnya yang sedang menggodanya

"Hehe...apakah tuan adalah lolicon~"Qliphah berbicara dengan nada menggoda seperti biasanya.

"Tch, ayo kita harus pergi dari sini" accelerator kesal dan meninggalkan Qliphah sendirian.

"hmm tuan tak menyenangkan, aku hanya menggoda sedikit saja"Qliphah cemberut dan ia mengikuti tuannya diatas kepala tuannya.

Accelerator melihat ke iblisnya yaitu Qliphah, tubuh Qliphah ternyata seperti gadis kecil. Qliphah tetap terbang diatas kepala accelerator. Accelerator terus melihat rincian tubuh iblisnya, jika diukur dia mempunyai tinggi hingga sedadanya. Accelerator menggelengkan kepalanya tetap sadar, tidak mungkin dia adalah lolicon. Setelah sadar dia melanjutkan untuk melihat kegelapan yang ada didepan.

Accelerator dan Qliphah terus melayang dikegelapan tanpa tujuan. Waktu terus berjalan tanpa diketahui oleh accelerator dan qliphah. Accelerator berhenti melayang, dan Qliphah juga berhenti.

"Kenapa tuan berhenti?" tanya Qliphah

"Aku melupakan sesuatu, Tempat ini sepertinya aneh"

"Memang aneh tuan, memang ada apa?"

"Kenapa alat dileherku tetap bekerja, jika kita terjebak di dimensi kegelapan yang tak diketahui seharusnya aku tak bisa bergerak karna aku tak mempunyai koneksi alat ini di dunia kita. Namun aku tetap bisa bergerak yang berarti alat ini masih mempunyai koneksi oleh dimensi dunia kita... Tunggu sebentar Qliphah" Accelerator mengingat apa yang terjadi padanya hingga terlempar ke dimensi kegelapan ini. Ia ingat, dia dan Qliphah terhisap oleh lingkaran hitam. Lingkaran hitam itu berarti Black Hole, seharusnya black hole memiliki daya tarik yang sangat kuat hingga bangunan juga tertarik walaupun ukurannya kecil. Tapi Black hole ini sengaja seperti memilih dia. "Ada yang merencanakan ini untuk menjebakku !"Saat accelerator menyatakan itu.

Dimensi kegelapan itu seketika dalam sekejap menjadi cahaya putih yang terang, accelerator menutup matanya dengan kedua tangannya untuk menghalangi cahaya putih. Setelah cahaya putih menghilang dia merasakan dirinya terkena panas dan kakinya telah menapak sebuah daratan. Alat dilehernya telah dinonaktifkan ke mode biasa, jadi dia merasakan panas itu. Perlahan-lahan dia membuka matanya dan kedua tangannya, kedua matanya melebar karna apa yang dilihatnya seharusnya tidak mungkin.

"Tuan..."Suara Qliphah sangat cemas dan kaget melihat apa yang terjadi didepannya.

Accelerator membeku, dia gemetar apa yang dilihatnya. Ia merasakan panas, tanah yang ia pijak sudah tak terbentuk.

TIDAK MUNGKIN

TIDAK MUNGKIN

TIDAK MUNGKIN

TIDAAKKK MUNGKKIIINNN

Bumi telah hancur, Inggris yang seharusnya dia sedang dalam pertempuran sekarang telah hancur. Bangunan telah tiada, tanah telah retak dan terangkat ke atas langit, Dia memanggil Qliphah

"Qliphah periksa Bumi dari luar angkasa, CEPAT !" accelerator marah dan sedih. Qliphah yang melihat tuannya marah, ia tak berani menggoda lagi dan melakukan yang membuat tuannya marah lagi.

"Baik Tuan"Qliphah mengepakan kedua sayapnya dan terbang tanpa gravitasi yang memengaruhi dari bumi ke dia. Ia tahu tuannya sedang sedih, ia juga sangat cemas jika dia melihat bumi diatas. Ia tak ingin melihat bumi apa yang ada dipikirannya, jika dipikirannya memang benar. Tuannya mungkin akan mengamuk. Qliphah sudah sampai diluar angkasa, ia berbalik pelan untuk melihat keadaan bumi.

"Tidak mungkin ini terjadi"Qliphah juga terkejut apa yang dilihatnya. Saat itu dia baru menyadari bahwa 6 planet yang seharusnya ada di letak tata surya telah tiada, yang tersisa hanya Bumi, Matahari, dan Bulan. Qliphah menunduk sedih."Kenapa..., Apakah ini akhir dunia ?. Jika memang, kenapa tuan dan aku diselamatkan dari akhir dunia" Qliphah melihat keatas langit alam semesta, mengangkat tangan kanannya keatas seperti menggapai sesuatu tapi itu tak akan pernah tergapai.

"Baiklah..., aku harus kembali ke tuan"Qliphah tersenyum sedih, ia takut apa yang akan terjadi pada tuannya. Ia terbang kembali ke bumi untuk melihat keadaan tuannya. Qliphah melihat accelerator sedang duduk disuatu jalanan yang terangkat. Kepala accelerator menunduk kebawah, wajahnya tak bisa dilihat apakah ada kemarahan atau kesedihan di wajah tuannya.

"Tuan..."Qliphah berhenti dan menarik nafas untuk memberanikan diri untuk berbicara apa yang dia lihat dan mencoba tersenyum menggoda seperti biasanya"...Tuan dengar ini bumi tidak apa-apa, ternyata para manusia telah dik-" Qliphah berhenti senyumannya menghilang menjadi kesedihan, karna tangan kanan accelerator menghentikannya.

"Hentikan Qliphah, aku sudah tahu apa yang terjadi dengan dunia -tidak bukan dunia melainkan alam semesta ini telah hancur"Accelerator menurunkan tangannya."Tak apa, aku sudah terbiasa melihat kehancuran" lanjutnya.

Qliphah maju ke tempat tuannya duduk dan dia memeluk tuannya didadanya, kepala dia diletakan diatas kepala tuannya. Pelukan itu berangsur lama.

"Tuan kamu tidak sendirian, aku ada disini selalu" Qliphah tidak menggunakan nada menggodanya atau suaranya yang jahat."Aku akan terus bersamamu Tuan, walaupun dunia sudah tidak bisa kembali" Suaranya sangat nyaman dan lembut, dunia sangat tenang dan sepi.

-Break-

Maaf banyak typo dan kata-kata kurang pas. Alurnya kayanya agak acak. Maaf ini fanfic pertama dan pertama kali saya publish suatu cerita hehehe.

Yah kalau ada dukungan , saya semangat dah buat lanjutin klo ada sih :-(. Cerita ini akan ada Crossover nanti.

Salam dari saya terima kasih