Fanfic ini dibuat untuk memenuhi Infantrum Black and White Challenge; Set White//Fluff

Disclamer: ARIA © Amano Kozue

Fiction Rated: K untuk ceritanya, hanya sebuah scene sangat sederhana

Genre: Friendship/ Drama

Warning: OOC-ness, drabble, PoV mungkin ada, gak tau…


xoxoxox

Deru angin menggoyangkan pelan tangkai rapuh kuncup-kuncup yang akan mekar sebentar lagi. Kerabatnya beberapa telah memulai hidup baru dengan membiarkan dirinya terbasuh sinar mentari awal musim. Warna terang diperlihatkan makhluk semesta sebagai partisipan penyambut musim semi. Udara terhembus hangat memerintahkan manusia meninggalkan lapisan tebal yang melilit tubuh.

Jalanan mulanya tertutup kristal putih—kini meleleh oleh waktu. Lokasi cekung menampung lelehan salju menggenang di sana. Kini bulatan merah di angkasa akan membakar Aqua lebih lama dari sebelumnya. Aktivitas rutin telah dimulai sejak tadi pagi.

-

-

-

Azayaka

second season - sakura no hana

Theme: Blossom

-

-

-

Warna keemasan di ufuk barat sebentar lagi dipoleskan. Hawa kantuk yang dibawa sang surya terus menekan agar terlelap secepatnya. Iringan lagu penghantar tidur telah dinyanyikan filum kelas aves. Tarian lembut dedaunan turut menyemarakkan pesta sebelum tidur bola api raksasa itu terlaksana.

Harum aroma ocha hangat menguar dari termos tengah dituangkan pada gelas melayang masuk menelusuri lubang pembauan. Gelas itu disodorkan ke arah makhluk berbulu di sampingnya.

"Nyuu~!" jawab makhluk itu yang mungkin mengandung makan 'terima kasih'. Undine tersebut tersenyum, kemudian menuangkan ocha di gelasnya sendiri dan menaruh termos di bawah tempat ia duduk. Goncangan pelan yang ditimbulkan arus air tidak membuat mereka memutuskan beralih ke daratan. Tampaknya gondola yang mereka tumpangi telah memberi banyak kenyamanan pada pemiliknya, gadis remaja berambut merah muda—Mizunashi Akari juga kucing Mars yang dikata cerdas—Aria-shachou. Kucing itu menyeruput ocha mengikuti pegawainya. Lalu mengeong kecil sembari menjulurkan lidah.

"Aria-shachou tidak apa-apa?" tanya Akari sedikit panik. Ia menduga memberi cairan daun teh panas bukan hal tepat untuk seekor kucing. Namun pemandangan berikutnya justru kucing tadi meniup pelan permukaan ocha-nya. Sesaat kemudian ia baru membalas,"Nyuu~."

Akari menghela nafas ketika mendapati atasannya baik-baik saja. Ia menegak sedikit minuman miliknya dan mengedarkan tatapannya ke penjuru arah. Di depannya ditampakkan refleksi langit senja di atas kejernihan permukaan air sungai. Sedang di sisinya tumbuh rindang pepohonan—memekarkan kembang merah muda khas musim semi.

Sentuhan lembut dari sang angin terkadang meruntuhkan kegigihan bertahan hidup si bunga. Terlihat di pupil gadis itu seakan hujan kelopak bunga sakura. Terhembus lagi dan jatuh memukul air sungai. Bagai perahu kecil yang mengikuti aliran menuju suatu tujuan. Dansa rumput liar turut menghantar kepergian bunga itu.

Remaja tersebut memperlihatkan senyum kekaguman ata karunia Yang Kuasa. Ia pun merasakan sentuhan dari runtuhan bunga sakura. Akari memfokuskan tatapannya ke arah ambang air. Mengamati pantulan semesta di atasnya pun tanah dan bebatuan di dasar sungai.

"Musim semi itu hebat, ya Aria-shachou?"

"Nyuu~."

Goncangan kembali terasa. Gelombang pelan timbul menekan gondola Akari yang menepi.

"Ara, ara… Ternyata kalian di sini ya? Akari, Aria-shachou?"

Ucapan barusan memerintahkan leher gadis dan kucing yang menikmati hanami—memutar ke sumber suara. Denging bergema di telinga mereka sangat dikenal, familiar.

"Alicia-senpai," sahut Akari,"Bukankah sedang mengikuti rapat Organisasi Undine Neo Venezia?"

Alicia mengayuh gondolanya untuk merapat ke daratan di samping gondola Akari. Lengkung khasnya masih terpaku pada paras,"Baru selesai, kok. Menikmati hanami?"

Akari mengembangkan senyum,"Ocha, Senpai?"

Tugas makhluk kerdil bersayap—menebarkan serbuk bunga akan berakhir awal musim berikutnya. Namun kebahagiaan penghuni semesta tetap kukuh sepanjang hayat.

-

-

-

.second season - end.

.tsuzuku.

xoxoxox

Gak nyangka ternyata ada yang baca juga, arigatou Dilia-chan!! Makasih buat yang udah baca meski gak repiu, makasih juga dah mau mampir ^^

Nantikan chapter berikutnya di deadline besok!

~Zerou