Fanfic ini dibuat untuk memenuhi Infantrum Black and White Challenge; Set White//Fluff

Disclaimer: ARIA © Amano Kozue

Fiction Rated: K untuk ceritanya, meski bahasanya itu T

Genre: Friendship/Drama

Warning: OOC-ness, drabble, PoV mungkin ada, gak tau...


xoxoxox

Suara denting lonceng angin timbul ketika terhembus ringan udara. Debur ombak pula menemani hawa membakar tepat pertengahan musim panas. Orang-orang telah menanggalkan seluruh pakaian musim dinginnya dan mengganti dengan bahan katun yang mudah meresap peluh. Penutup kepala dikenakan sebagai pelindung dari sengat sang mentari.

Aroma keringat menguar tanpa henti jikalau sejuk tak kunjung tiba. Berteduh di bawah gerombolan dedaunan adalah usulan terbaik untuk kali ini. Menyediakan makanan ringan juga minuman dingin. Tak lupa uchiwa di tangan siap mengatur suhu tubuhmu.

-

-

-

Azayaka

third season - neruze

Theme : Lullaby

-

-

-

Silau dipancarkan taiyou tak bersimpati sekalipun. Tak membiarkan satu pun menendangnya pergi dari singgasana angkasa. Di atas sana benteng awan telah terusir jauh—hanya tampak cirrostratus yang masih berkeliaran. Angin sepoi mengguncang lonceng angin berlalu tiap beberapa menit. Tak memberi pengaruh lebih terhadap tusukan terik mentari.

"Aria-shachou, ada paket untukmu," ujar seorang undine—pegawai junior di ARIA Company sembari menghampiri kucing gemuk berbulu putih terduduk di sudut ruangan yang nampak sejuk. Ia meletakkan kardus yang mengisolasi benda khusus untuk Aria-shachou. Kucing itu sedikit memiringkan kepalanya.

Akari terlihat serius mengamati paket itu—alisnya sudah menyerngit, memikirkan kenapa yang menerima paket justru Aria-shachou, bukan Alicia. Keduanya bukan segera merobek penambalnya namun masih mencoba menebak isi paket misterius itu—Akari tidak menemukan adanya tanda nama maupun alamat pengirim. Akari melontarkan pendapatnya,"Mungkin isinya barang kesukaan Aria-shachou..."

Kucing itu berteriak setuju--dalam bahasa kucing. Sesaat akan mengelupas selotip lebar penutup kardus, tiba-tiba Akari bergumam,"Tunggu. Bagaimana kalau isinya bom?"

"Nyuu~!"

Teriakan kaget serta takut Aria-shachou hampir saja merubuhkan awak gadis itu. Kini Aria-shachou telah menempel erat di bagian depan seifuku undine tersebut. Akari menenangkan dirinya pula Aria-shachou dan memberanikan hatinya membuka paket itu dengan pikiran positif. Makhluk berbulu putih dengan cepat berpindah ke belakang sang gadis.

Mengatur nafas, mengumpulkan keberanian dan detik terakhir menarik selotipnya. Berikutnya sisi paling atas ia buka perlahan kardus paket. Akari mengintip pelan agar jantungnya berdetak normal.

"Kotak musik?"

Diangkatnya kotak kayu mungil pencipta simfoni indah terpahat ukiran klasik penuh daya tarik seni. Akari sekali lagi memeriksa benda itu, memutar 360o dari berbagai sudut. Ia menemukan ukiran yang sedikit mengganjal.

C.S.

"Aria-shachou mengenal C.S. ini?" tanyanya pada atasannya. Kucing itu menggeleng pelan. Akari menyerahkan kotak segi empat itu ke hadapan Aria-shachou. Dibiarkan maskot perusahaan undine tersebut yang mengawali penikmatan paket misterius. Aria-shachou mengulurkan kaki depannya dan membuka kotak musik itu. Dentingan alat musik mengalir indah, begitu lembut pun menyejukkan sanubari. Akari menarik ujung bibirnya dengan alami lalu menatap Aria-shachou,"Lullaby, ne?"

"Nyuu~!"

Berdua merebahkan awaknya menindih lantai kayu tua. Kepalanya dipastikan mampu menerima rangsang audio dengan jelas. Irama nyanyian lembut penghantar tidur mencipta kenyamanan dalam selaput rawan indera pendengaran. Penenang jiwa, penyejuk sukma. Udara pembakar terlupakan dalam sekejap.

Wajah damai terlukis di setiap raut muka kedua makhluk ciptaan Tuhan itu. Tak menyadari adanya sosok manusia memaklumi tingkah junior jua atasannya. Menggelar selimut agar tak masuk angin duduk bersantai—bersandar dinding kayu sambil turut menikmati nina bobo di siang begitu menyengat.

"Ara, ara… ternyata dari C.S., ya? Tak kusangka," gumam pelan orang itu ketika menyadari ukiran pengenal pada kotak musik.

Di antara desah sang ombak, alunan manis menghias sepi angkasa bersama derik para serangga.

-

-

-

.third season - end.

.tsuzuku.

xoxoxox

~Zerou