Fanfic ini dibuat untuk memenuhi Infantrum Black and White Challenge; Set White//Fluff

Disclaimer: ARIA © Amano Kozue

Fiction Rated: K, gak akan berubah, tapi bahasa rada kacau deh...

Genre: Friendship/ Drama

Warning: OOC-ness, drabble


xoxoxox

Transformasi hijau cerah yang menguning memulai pengawalan bergantinya musim. Terik sang surya penuh energi akan segera berakhir. Sindrom kemalasan biasanya di mulai pada musim ini. Mempersiapkan diri untuk hibernasi di waktu yang akan tiba. Nafsu melahap segala bertambah berkat lubang perut—mungkin membesar.

Suhu panas secara bertahap turun tiap gilirannya. Selembar kain tebal ditarik kembali untuk melilit awak sebagai penjaga udara normal. Kegiatan keseharian berjalan lancar belum terganggu oleh proses waktu. Banyak hal yang mampu dilakukan dalam musim peralihan ini. Liburan, jalan-jalan, menikmati adaptasi lingkungan dan tentu, matsuri.

-

-

-

Azayaka

fourth season - awa

Theme : Bubbles

-

-

-

"Nah, ini kembaliannya, Nona,"ujar pedagang sambil menyerahkan sisa pembayaran.

"Datanglah lagi, Nona!"

Gadis yang baru saja melakukan transaksi ekonomi menganggukkan kepalanya, membalikkan badan dan meninggalkan daerah pasar tradisional. Hari ini ia memperoleh tugas belanja untuk persediaan konsumsi beberapa hari ke depan. Latihan bersama dua sahabatnya—Aika dan Arisu telah lama berakhir. Lalu di sampingnya sekarang Aria-shachou yang menemani petualangannya.

Tapak gadis itu membimbing maju melewati jalan sedikit rusak di makan waktu. Pula bangunan beton tampak rapuh memberi keindahan tersendiri. Nuansa klasik menjadi tanda pengenal kota Neo-Venezia. Aliran air yang terdorong oleh kayuh sang undine sekiranya membantu pelapukan alami tembok yang terendam air.

Anak perempuan 16 tahun itu melangkah di antara perkampungan warga. Menelusuri gang-gang sempit di mana dia belum pernah menjejakkan kakinya. Aria-shachou berlari bergembira mengikuti pegawainya—Akari dari belakang.

Akari menganggukkan kepalanya tiap kali berjumpa dengan penduduk Aqua yang dikenalnya. Yubin'ya-san, Tuan pemilik Café Bayangan, penumpang gondola ketika latihan dengan seniornya, salam ramah terus tersampaikan dalam anggukan kecil dan senyum simpul.

"Nyuu~!!" Aria-shachou berteriak panik mendapati belanjaan mereka terjatuh. Sedetik sebelumnya ujung kaki Akari terkantuk jalan tidak rata—meski tidak terjatuh, separo barang penting melayang keluar dari kantong. Sebagian menggelinding jauh dari lokasi keduanya. Raut agak biru pucat terlukis segera pada wajah Akari. Berusaha merapikan belanjaannya agar tidak menghalangi langkah orang lain.

"Ini, Nona," ujar seseorang mengacungkan salah satu barang dari daftar belanja. Akari tersentak kaget, cepat-cepat ia menarik ujung bibirnya,"Arigatou."

Senyum ramah diutarakan kembali dan turut membantu Akari mengumpulkan belanjaannya. Ketika kecerobohannya berakhir, Akari membungkuk dalam dan melontarkan ucapan terima kasih. Ia melanjutkan perjalanan menuju tempat bekerja.

Langkah gadis itu terhenti saat memergoki hal menakjubkan—baginya muncul dari gang sempit—yang hanya mampu dimasuki oleh satu manusia. Selaput tipis gelembung sabun terbang keluar—bergerombolan teratur dan meletus di kesempatan berikutnya berkat tegangan permukaan berkurang karena terbakar mentari. Akari menilik celah lorong itu, Aria-shachou memimpin petualangan dengan mengejar sumber gelembung-gelembung yang merefleksikan semesta. Kini giliran Akari mengikuti jejak Aria-shachou—sesekali mendongakkan tengkorak kepala guna menatap gelembung melintas di atasnya.

Pandangannya kembali ke ujung dari lorong tersebut.

"Wow..."

Di hadapannya hanyalah kelompok bocah tak lebih tua dari usianya tengah meniup bulatan kawat dan berakhir membentuk gelembung. Berbagai ukuran lapisan cairan berbusa itu berhamburan di udara seakan titik air dari mega. Berlari mengejar--menangkap gelembung—yang akhirnya meletus pula, mengumpulkan senyum tawa damai dalamnya. Kegembiraan berputar di antara anak-anak dan cairan pembentuk gelembung sebagai pusatnya.

Seorang perempuan cilik mendekati Akari. Tangannya mengacungkan kawat melengkung lingkaran di ujung—tampak tengah menawarkan gadis itu untuk bermain bersama. Akari mengulum senyum—bersamaan saat menatap Aria-shachou.

Dalam penjara balon sabun yang tak henti diproduksi sebelum produsennya lenyap, tarian sederhana tengah dilakukan bersama. Tawa pula nyanyian riang melebur dalam kebahagiaan.

-

-

-

.fourth season - end.

.tsuzuku.

xoxoxox

~Zerou