Ahh…XD..Fanfic pertama sy d situs ini…hahaha..Sy dah bikin banyak Fanfic, cuman gak pede untuk upload atau mempublikasikan FF sy ini..==..Kalau ada salah-salah kata, mohon di maafkan…T,T..dan d FF sy ini lumayan banyak Original Character, maaf kalau ada yang gak suka dengan OC2 ini, ataupun jalan cerita yang semakin aneh..DX

FF by : Suza/xpxkyu

Disclaimer : Matahari terbit(Sunrise), CLAMP


Lelouch memasuki kamarnya sambil membanting pintu. Laki-laki itu segera merebahkan tubuhnya ke kasur tanpa berganti baju terlebih dahulu. Dia yang biasanya marah-marah setiap pulang sekolah karena C.C. yang selalu membuat kamarnya menjadi seperti kapal pecah itu kini diam 1000 bahasa.

"Hei," C.C. ikut-ikutan tidur di kasur."Ada apa?"

Lelouch diam saja, dia tidak menghiraukan gadis berambut hijau yang ada di sebelahnya itu.

"Oh, aku tau masalahmu," C.C. mulai menebak."Pasti karena Study Tour kan?"

Lelouch yang tadinya sedang malas berbicara ataupun berdebat dengan C.C., kini memandang gadis itu, dan mulai berbicara, "Tau dari mana, kau?"

C.C. tersenyum misterius. Gadis itu sangat senang jika membuat Lelouch penasaran seperti itu.

"Lalu apa yang kau khawatirkan? Kau bisa 'kan menyuruh Sayoko untuk menyamar sebagai 'Lelouch Lamperouge'?"

"Bukan itu masalahnya," Lelouch menghela nafas.

"Lalu?"

"Aku tidak tau apakah aku sedang berpikiran egois atau tidak, tapi…Aku sempat berpikir untuk berlibur dan absen sebagai Zero untuk beberapa hari," Lelouch melihat reaksi C.C.,dan mulai melanjutkan kalimatnya,"Bodoh, bukan?"

C.C. melihat pemuda di depannya itu. Wajahnya kusut, dan selalu kurang tidur selama berhari-hari akibat tugasnya sebagai Zero ini. Walau C.C. sempat memperingati Lelouch agar dia tidak mengecewakannya, tapi gadis itu pun akhirnya berpikir. Sehebat-hebatnya seorang Zero , dia tetaplah seorang manusia. Bukan 'Majo' seperti dirinya.

"Ya, kau pantas mendapatkan hari libur," jawab C.C. sambil tersenyum. "Lagi pula hanya dua hari kan? Tidak akan berpengaruh terlalu besar bagi Kuro No Kishidan."

Lelouch mulai tersenyum. Dia tau, jalan keluar terbaik bagi setiap masalahnya adalah C.C.

"Terima kasih, C.C."

C.C. tidak menjawab, gadis itu malah menuju ke sudut ruangan untuk melahap kembali pizza-nya..XD

"Tapi, siapa yang akan menjadi pengganti-ku sebagai Zero?"

"Pakai saja anak itu," C.C. tidak suka di ganggu jika dia sedang makan.

"Anak itu?"

"Ya, pemuda China itu. Yang sedikit mirip denganmu…,"C.C. mulai mengingat-ingat nama orang yang dia maksud.

"Pemuda China?" Lelouch langsung berpikir 'Pemuda China' satu-satunya yang ada di pihaknya saat itu."Li Xingke maksudmu?"

"Ya,"

"T…tapi..Apanya yang mirip? Aku dengan dia?"

"Entahlah. Kalian mirip. Jika kau sedikit menyukai olahraga, kau mungkin akan terlihat seperti Xingke," C.C. melihat tampang Lelouch yang sebal karena di bandingkan dengan Xingke..C.C. malah semakin senang melihat Lelouch kesal..XD.."Lebih tepatnya Xingke itu gabungan dari kau dan Suzaku, benar kan?"

"Suzaku?" Lelouch semakin gelisah, Suzaku adalah rival terbesarnya. Dia takut Suzaku menghancurkan rencananya lagi di saat dia sedang berlibur.

Seakan-akan membaca pikiran Lelouch, C.C. menenangkan Lelouch lagi,"Tak usah khawatir. Knights Of Round pada hari itu di liburkan. Dengan kata lain pihak Britannia dan Jepang akan gencatan senjata."*walah, tau dari mana ni cewek..XD..wkwk*

Sekali lagi, Lelouch di jinakkan oleh C.C.*halah*. Lelouch sudah benar-benar tenang sekarang. Dia bisa tidur dengan tenang, tanpa di hantui oleh mimpi-mimpi buruk selama C.C. ada di sampingnya..


Tidak seperti biasanya, Lelouch terlambat pagi itu, Dia buru-buru menuju ruang osis untuk mengambil selembaran Study Tour yang harus di bagikannya. Mungkin karena dia sudah lama tidak merasakan tidur dengan tenang seperti itu, makanya Lelouch hari ini benar-benar terlambat.

"Maaf terlambat, Kaichou!"

Milly malah tertawa melihat tampang Lelouch yang hari ini benar-benar kacau. Di sana para osis malah sibuk sendiri, Shirley sibuk melihat-lihat buku panduan untuk membuat coklat Valentine dengan benar, Rivalz dan Suzaku asyik main monopoli, sedangkan Kallen dia sibuk mengasah pisau-nya*hah?*..XD

"Tak usah buru-buru, Lelouch," Rivalz mengalihkan pandangannya dari papan monopoli."Lebih baik kau main monopoli bersama kami!"

Lelouch hanya bisa geleng-geleng kepala. Pantas saja Milly selalu memberi tugas sulit hanya pada Lelouch. Perempuan itu tau betul para anggota osis yang tidak bisa di andalkan ini(termasuk sang ketua osis)..XDD

"Tidak, terima kasih, Rivalz. Lebih baik aku bermain catur dari pada monopoli," tolak Lelouch sedikit dingin.

"Nah! Ini dia selembarannya!" Milly tumpukan kertas yang panjangnya mungkin dua kali lipat tinggi gadis itu.

"Ya ampun, Kaichou! Hebat bisa mengangkat banyak selembaran!" ujar Shirley takjub melihat ketua osisnya itu, dia malah mangap bukannya bantuin..XD..*haha

Suzaku berhenti bermain monopoli, dan berniat membantu Milly,"Biar aku dan Lelouch saja yang membawanya, Kaichou."

"Ya, ya, terima kasih! Suzaku, bantuin Lelouch sekalian ya!"

"Ya, tentu saja, saya akan membantunya dengan senang hati," Suzaku melirik Lelouch dengan pandangan menyindir.

Lelouch tau hubungannya dengan Suzaku mungkin tidak sebaik dulu lagi. Sejak kejadian Euphemia itu, Suzaku benar-benar marah padanya. Berulang kali Lelouch mencari kesempatan yang tepat untuk meminta maaf, tapi selalu saja gagal. Kini dia harus mengumpulkan keberanian lagi untuk meminta maaf.

Kedua laki-laki itu menyusuri kelas-kelas. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Lelouch, sama juga dengan Suzaku. Tapi Suzaku tidak menyukai suasana itu, akhirnya dia yang duluan memulai percakapan.

"Lelouch.."

Lelouch menoleh ke Suzaku. Dia sangat senang Suzaku masih mau berbicara dengannya.

"Ya?"Lelouch berdebar-debar(halah, koq sy malah bikin FF yaoi?XD)menebak apa yang akan di katakana Suzaku selanjutnya.

"Kau akan ikut Study Tour juga, kan?"

Lelouch menghela nafas. Dia bersyukur Suzaku tidak membahas Euphemia lagi.

"Ah, ya, tentu saja. Kau sendiri?"

"Sama denganmu, aku sudah mendapatkan izin, lagipula Knights Of Round cuti pada hari itu."

Ternyata benar apa yang dikatakan C.C., pikir Lelouch.

"Andai Euphemia masih ada di sini."

Lelouch yang mengira Suzaku tidak akan membahas Euphemia lagi, ternyata dugaannya salah. Oh, sial. Jangan Euphemia lagi.

Lelouch yang bingung ingin menjawab apa, di selamatkan oleh seorang gadis yang menyapa Suzaku saat hamper memasuki kelasnya.

"Eh? Ini ya, selembarannya, Suzaku-kun?"

"Ah iya, tolong bagikan ke teman-teman sekelasmu juga, Sayo."

Anya juga ada di kelas itu, Suzaku baru tau Anya sekelas dengan Sayo juga.

Setelah semua selembaran sudah di bagikan, Lelouch dan Suzaku menuju ruang osis lagi. Hari itu pulang cepat, karena Milly mengizinkan untuk mempersiapkan barang-barang yang akan di bawa saat Study Tour. Study Tour ini sangat mendadak, dan akan di laksanakan besok.

"Oh, ya! Lelouch dan Suzaku tolong jangan pulang dulu. Kalian bantu aku menyusun kelompok Study Tour, ok?"Milly tersenyum jahil. Dia tau ada yang aneh di antara Lelouch dan Suzaku.

Suzaku mulai mengelompokkan nama-nama murid sekolah Ashford, sedangkan Lelouch menyusun kegiatannya.

"Kalian," raut wajah Milly kini berubah serius."Apa yang sebenarnya terjadi? Aku merasa banyak yang berubah di antara kalian."

Lelouch dan Suzaku hanya mulai yakin, bahwa sedang ada masalah di antara kedua orang temannya itu.

"Ah, baiklah kalau kalian tidak ingin memberi tau,"ucap Milly menyerah."Tapi aku tidak ingin Study Tour yang seharusnya semua orang senang, kalian malah murung terus seperti itu."

Suzaku menyadari, tindakannya memang salah. ZERO memang musuhnya, tapi Lelouch tetap sahabat terbaiknya. Walau dia tetap tidak bisa memaafkan 'pembunuh' Euphemia itu, butuh waktu lama untuk bisa sembuh dari sakit hatinya terhadap Lelouch.

Lelouch pun berpikiran sama. Dia marah pada Suzaku, karena teman pertama sekaligus teman terbaiknya itu berani menjual sahabatnya sendiri pada Raja Britannia. Tapi itu semua terjadi karena perbuatan Lelouch sendiri. Keduanya berpikir cara untuk kembali ke masa-masa itu. Masa-masa tanpa adanya permusuhan.

"Nah, bagaimana?"tampang serius Milly mulai hilang sekarang..XD.."Apa tidak terlintas di pikiran kalian untuk berdamai?"

"Ya, kau benar, Kaichou," jawab Suzaku mantap."Aku akan mencobanya, untuk berdamai. Walau hal itu sangat sulit untuk dilakukan."

Lelouch tidak menyangka, Suzaku akan berbicara seperti itu. Suzaku yang selama ini dia kenal sebagai orang yang keras kepala itu mau berdamai dengan orang yang paling dibenci-nya.

"Nah! Gitu dong," Milly nyengir."Ayo, kalian berdua harus senyum!"

Milly mencubit pipi Suzaku dan Lelouch, memaksa mereka berdua untuk tersenyum..XD*Sadis mode:ON*.

"Kalian pulanglah! Biar aku yang menyelesaikan susunan untuk study tour-nya..^^"

Lelouch kini tau tujuan utama Milly. Dia tidak membiarkan Lelouch dan Suzaku pulang karena ingin berusaha mendamaikan temannya itu. Benar-benar ketua osis yang pengertian,

"Onii-sama? Kenapa lama sekali?" Tanya Nunnally yang sudah cukup lama menunggu di gerbang sekolah Ashford bersama dengan Sayoko tentunya.

"Maaf, Nunnally. Tadi Milly membutuhkan sedikit bantuan untuk Study Tour besok."

"Oh, aku mengerti,"Nunnally menoleh pada pemuda yang ada di sebelah kakaknya itu,"Ah.. Ada Suzaku-san juga…Bagaimana kalau Suzaku-san main sebentar ke rumah kami, iya kan, Onii-sama?"

Lelouch salting di begitukan oleh Nunnally,"Ah….Iya,mainlah sudah lama tidak bermain ke rumah."

Nunnally tersenyum, dia berniat untuk membuat kakaknya dekat lagi dengan Suzaku.

"Oh, terima kasih, Nunnally..Tapi aku harus menyiapkan segera perlengkapan untuk besok. Lelouch pun sibuk kan?"Suzaku mencari-cari alasan.

"Onii-sama sama sekali tidak sibuk. Suzaku-san bisa menitipkan semua perlengkapan yang di butuhkan besok pada Sayoko-san. Ya? Mainlah ke rumah kami…,"Nunnally membujuk Suzaku, tidak ada yang bisa menolak bujukan gadis berambut coklat muda itu.

"Baiklah, kau menang, Nunnally," pasrah Suzaku.

Senyum kemenangan pun tersirat di wajah Nunnally. Nunnally membiarkan Sayoko yang tetap mendorong kursi rodanya agar Kakaknya dan Suzaku dapat berbincang-bincang.

Suzaku dan Lelouch sama-sama tidak tau harus memulai pembicaraan dari mana. Suzaku sekilas memandang Nunnally, dia berharap Nunnally-lah yang memulai pembicaraan.

"Oh ya..Suzaku-san juga ikut study-tour kan?"

Suzaku lega Nunnally yang berbicara duluan,"Ah, ya tentu. Kau sendiri bagaimana, Nunnally?"

"Aku pun ikut. Onii-sama pasti akan kesepian kan, jika aku tidak ikut?"Nunnally sangat tau perilaku kakaknya. Jika 1 hari saja Lelouch tidak mendengar suara Nunnally, Lelouch pasti akan gelisah bukan main.

"Tunggu, Nunnally! Jangan buka aib kakakmu!" wajah Lelouch berubah menjadi merah, dan otomatis Suzaku dan Nunnally pun tertawa melihatnya.

"Ah, apakah kau masih ingat Nunnally? Waktu itu ketika aku mengajak Lelouch dan kau memancing di danau depan rumahku.. Kau terpeleset ke danau, dan Lelouch menyelamatkanmu padahal dia pun tidak bisa bernang kan? Hahaha..," Suzaku tertawa mengingat kenangan masa kecil mereka bertiga.

"Tentu saja aku ingat, Suzaku-san. Setelah itu Onii-sama benar-benar trauma, dan tidak mengizinkanku bermain di sekitar kolam lagi…,"Nunnally tertawa geli, kakanya memang sangat over protective padanya.

"Ya, kalian berdua tertawalah sepuas mungkin," ucap Lelouch yang mulai kesal karena dia selalu di jadikan objek pembicaraan.

Suzaku, Nunnally, bahkan Sayoko pun tertawa melihat Lelouch ngambek. Sejak dulu Suzaku dan Nunnally memang selalu berkomplot untuk menggoda Lelouch. Sama dengan C.C., tampang Lelouch yang sedang kesal menurut Nunnally sangatlah lucu..XD..

"Nee, Lelouch. Kami hanya bercanda. Hahaha," Suzaku berusaha membuat Lelouch tidak kesal lagi, tapi dia malah tertawa semakin kencang alhasil Lelouch malah semakin marah.

Nunnally melihat kemajuan antara hubungan kakaknya dengan Suzaku. Paling tidak hubungan mereka berdua tidak sedingin sebelumnya. Misi Nunnally berhasil : Mengakrabkan kembali Suzaku dan Lelouch.

Lelouch menyadari juga, Suzaku yang sedang berbicara dengannya ini adalah Suzaku yang dulu. Suzaku yang selalu menggoda dan tersenyum padanya. Aku rindu padamu, Suzaku. Itulah yang ingin di katakannya sekarang.

Mereka hanya perlu berjalan sedikit untuk menuju rumah Lelouch, yang tak lain adalah bagian dari Ashford jg. Seperti biasa, yang pertama mereka bertiga lakukan adalah minum teh sambil berbincang-bincang. Sayoko membelikan perlengkapan study-tour untuk Lelouch, Suzaku, dan Nunnally.

"Semoga saja besok harinya cerah," ucap Nunnally ceria.

Lelouch melihat Nunnally sangat senang dengan study tour ini. Mungkin Nunnally memang jarang bahkan belum pernah bepergian jauh seperti itu.

Belum lama di tinggal, Sayoko-pun sudah pulang membawa perlengkapan Lelouch, Nunnally, dan Suzaku yang sangat banyak(yah, emang dasar Ninja-maid..XD). Teh yang di buat Sayoko belum di habiskan oleh Suzaku. Dia malah buru-buru meminta izin untuk pulang.

"Maaf, Nunnally. Aku harus segera pulang. Banyak yang harus di persiapkan untuk besok."

"Ah, ya, tidak apa-apa, Suzaku-san. Maaf sudah memaksamu ke sini tadi."

Suzaku tersenyum lalu berpamitan pada Nunnally dan Sayoko. Sebelum Nunnally dan Lelouch lenyap dari pandangannya, dia melirik sebentar pada Lelouch. Sepertinya Lelouch sedikit kecewa karena Suzaku tidak berpamitan padanya. Entah kenapa, Suzaku saat ini merasa sedikit 'tidak enak' pada Lelouch. Mulai besok, laki-laki itu bertekad untuk menjadi Suzaku yang dulu.


Britannian Imperial Palace, Pendragon

Saat itu seluruh keluarga keturunan Britannia berkumpul di istana itu. Mereka menunggu kedatangan sang Emperor Of Britannia yang ke-98, Charles Di Britannia. Schneizel seperti biasa tidak lelah tersenyum pada setiap saudaranya, sedangkan Cornelia serius memperhatikan gerbang masuk istana menunggu kedatangan Charles.

Akhirnya, Charles mulai memasuki istana, diiringi dengan suara terompet yang meriah, dan dia dengan bangganya berjalan di atas karpet merah*halah, norak..XD*. Schneizel yang masih senyum-senyum di pelototin Charles, pandangan matanya mengatakan untuk menyuruh Schneizel serius pada saat ini. Cornelia ingin tertawa melihat tampang Schneizel yang malu di pelototin Charles..XDD

"Chichi-ue, ada apa memanggil kami semua ke istana tiba-tiba?" Odysseus sang pangeran pertama memulai pembicaraan.

"Ya, aku ingin membicarakan suatu hal yang penting untuk kalian semua."

Seluruh orang di istana itu mulai bertanya-tanya.

"Kita akan memanfaatkan tiga hari genjatan senjata dengan pihak Zero untuk menyerang Jepang. Mereka mungkin mengira pihak Britannia akan benar-benar gencatan senjata, tapi tiga hari itu hanyalah persiapan, untuk memulai peperangan yang baru," Charles tersenyum licik.

"Ayah memang pandai," Schneizel cari perhatian kepada Charles(siapa tau dia yang di jadikan penerus tahta yang selanjutnya..XD )

Charles memberi aba-aba pada seluruh keluarganya untuk meninggalkan dia dengan Schneizel dan Cornelia, bertiga saja. Charles pun melanjutkan pembicaraannya.

"Aku pun akan memanfaatkan para Knights Of Round yang ikut Study Tour untuk memata-matai Lelouch. Bagus sekali, kau membiarkan Knights Of Round libur pada hari itu, Schneizel."

"Terima kasih, chichi-ue," jawab Schneizel.

"Kurasa Lelouch sudah tidak dapat ku manfaatkan lagi, dia hanyalah menjadi penghalang. Mungkin aku akan menugaskan Knights Of Round untuk membunuhnya sekalian," Charles langsung memperlihatkan tampang sadisnya.

Cornelia sebenarnya tidak setuju dengan ide Ayah dan Kakak tirinya itu. Sangat tidak pantas membunuh diam-diam seperti itu, tapi mengingatkan pada Euphemia, dia langsung menyetujui rencana ini.

"Tapi, Knights Of Round tidak bisa di percaya untuk melakukan misi ini. Mereka pun akan tau kan tentang keberadaan geass?"

"Ya, aku sedang memikirkan itu, Cornelia."

"Bukankah kita bisa memakai Suzaku Kururugi? Dia sudah mengetahui semuanya," usul Schneizel.

"Aku tidak yakin Suzaku bisa membunuh Lelouch begitu saja, kau tau sendiri, dia teman baik Lelouch."

Schneizel ngangguk-ngangguk mengerti, idenya kurang bagus.

Ketiga orang itu masih berpikir tentang bagaimana rencana mereka bisa di lakukan. Tapi tiba-tiba seorang perempuan berambut kuning-keemasan masuk ke ruangan itu, tanpa minta izin.

"Membunuh Lelouch, ya? Aku bisa melakukannya," sela gadis itu.

"Claire, sungguh tidak sopan masuk tiba-tiba dan menyela pembicaraan orang," nada bicara Charles meninggi.

Gadis itu adalah Claire Nu Britannia. Putri ke-empat Britannia. Umurnya sama dengan Euphemia, rambutnya berwarna emas panjang, matanya seungu mata Lelouch, badannya langsing, kulitnya pun seindah salju. Sangat cantik, dan penampilannya benar-benar menipu. Tidak ada yang mengira dia bagaikan 'Bunga mawar yang durinya beracun'

"Apa maksudmu, Claire?" Cornelia terkejut dengan kedatangan adik tirinya itu.

"Aku sudah mengetahui semuanya. Tentang Zero adalah Lelouch, Geass, semua rahasia ayah," jawab Claire. "Biarkan aku ikut di misi ini."

Charles tau, Claire pun ikut aktif dalam menangkap para penjahat-penjahat dan terrorist yang membahayakan pihak Britannia, dan selama ini dia belum pernah gagal dalam tugasnya. Tidak ada salahnya, memberi Claire kesempatan untuk misi ini.

"Ya, kau boleh ikut. Kau hanya menjadi mata-mata saja, tidak perlu sampai membunuh…Itu terlalu berbahaya untuk putri sepertimu," Charles memandang lagi Claire."Kau harus berhati-hati. Lelouch memiliki geass yang hebat."

Claire tersenyum. Dia tau segala hal tentang Lelouch, walau dia tidak bertindak selama ini, dia terus menunggu saat yang tepat untuk bertemu dengan Lelouch.

"Tentu, chichi-ue."

"Aku akan mengurus hal ini dengan pihak Ashford Academy, dan merahasiakan identitasmu juga," Charles menerangkan pada Claire persiapan study tournya besok.

"Ya, serahkan semuanya padaku," jawab Claire, dengan senyuan evil di wajahnya.


Lelouch sibuk menyiapkan baju-bajunya, dan memasukkan ke kopernya. C.C. hanya memperhatikan Lelouch. C.C. mempunyai firasat yang buruk untuk Study Tour besok. Dia ingin melarang Lelouch untuk ikut study tour, tapi kelihatannya Lelouch sudah terlalu senang untuk membatalkan Study Tour ini.

"Nah, sikat gigi udah, odol udah, lalu…," Lelouch melihat daftar barangnya, semuanya sudah di tandai rapih."Ah, sudah lengkap."

Perasaan C.C. semakin tidak enak, akhirnya C.C. berniat membicarakan tentang firasatnya ini.

"Lelouch, kau yakin akan ikut study tour?"

Lelouch melihat C.C. dengan pandangan yang aneh."Ya, tentu. Kenapa? Jangan-jangan kau akan melarangku lagi."

"Tidak… Aku hanya merasa firasatku buruk mengenai besok."

"Tenanglah C.C., tidak ada yang perlu di khawatirkan. Lagi pula Britannia dan Jepang gencatan senjata. Ini kesempatan yang bagus untuk berlibur."

"Ah, ya, Lelouch. Kau benar. Mungkin firasatku salah."

Lelouch pun kembali membereskan perlengkapannya, sementara C.C. masih gelisah. Lelouch tidak tau bahaya apa yang akan di temuinya pada saat study tour, kita lihat kenjutannya di chapter berikutnya..*wkwkwkwk


Yak, selesai juga..

Jangan lupa review..XD..

Ah iya, beberapa komentara mengenai chapter 2:

Adek sy(yang CG mania juga): kakak, tambahin adegan Schneizel-nya! Jangan lupa setiap adegan dia, harus ada adegan yang kocak..(=Iye, iye.. Nge-fans amat dek, ama Schneizel..XD)

Nyokap: ya, lumayan bakat juga jadi novelis..Namanya aneh-aneh ya? Ada C.C. juga.. C.C. itu Cing Cau?(wkwkwkwk, terserah lha..XD)

Temen*nama di sensor*: Ahh!..Akhirnya ada Claire! Ni OC kayaknya bakalan keren deh..wkwkwk(iya.. Tapi entah pendapat pembaca yang lain mengenai OC ini..fufu..Musuh baru Lelouch!)

~Sekian~