3. Lengah

Diantara pepohonan ia bersembunyi, jemarinya menggenggam benang tipis. Matanya menatap tajam laki-laki di bawah sana yang memasang kuda-kudanya dengan tenang.

Setetes keringat turun di dahinya, tapi ia bergeming.

Laki-laki itu tiba-tiba melemaskna bahunya, "Sekarang!" pikirnya. Saat itu ia menarik benang di tanganya, dan dari segala penjuru, senjata-senjata berterbangan hendak menikam lelaki di bawah sana.

Sebuah putaran dengan chakra biru menyapu habis senjata-senjata itu. Putaran yang mantap dan seimbang. Tapi bertahun-tahun berlatih bersama, saat ini Tenten akan mematahkan putaran itu!

Tepat sebelum putaran itu berhenti, dengan sebuah samurai di tanganya, Tenten cepat menerjang Neji. Neji goyah sedetik, tapi cepat mengimbangi. Tangan bertemu pedang, tapi baik Tenten dan Neji tak menyerah, terus mendesak.

Tiba-tiba sebuah celah terbuka. Dan ia tak membuang-buang kesempatan. Cepat meyerang.

Neji terbaring di rerumputan, Tenten tepat di atasnya, menghunus samurainya hanya beberapa millimeter di sebelah telinganya. Lutut wanita itu menahan dadanya, menghentikan gerakan Neji.

"kau lengah, Neji!"

Ia tersenyum, ini kemenangan yang sangat jarang di dapatkannya. mengingat lawanya adalah Neji Hyuuga.

"baiklah, kau menang. Aku menyerah!" kata Neji.

Tenten bangkit berdiri, tapi Neji tak juga bergerak. Hanya diam terbaring di tempatnya jatuh tadi.

Pikirannya berkecamuk. Tumpang tindih tak jelas. Masalah Hyuuga. Masalah Hyuuga. Dan lagi-lagi masalah Hyuuga. Kepalanya terasa nyeri karena berpikir, dan keletihan di tubuhnya tak membantunya sama sekali.

Gai-sensei dan Lee sedang pergi dalam misi. Tim mereka kini di non-aktifkan. Menganggur, itulah apa yang ia dan Tenten lakukan belakangan ini. Tepat saat ia membutuhkan kegiatan untuk mengalihkan pikirannya.

"BASH!" tiba-tiba semua terasa dingin, kepalanya tertutup selembar handuk basah milik Tenten. Rasanya nyaman sekali.

"kau kenapa? Kelengahan seperti tadi itu kayak bukan kamu saja," ujar Tenten sambil meneguk air dari botol minumanya. Lalu duduk di bawah pohon rindang.

Neji tak mengatakan apa-apa. Tapi ia bangkit dan duduk di sebelah Tenten.

Cahaya matahari tak seluruhnya sanggup menembus kerindangan pohon, meninggalkan bercak-bercak cahaya kehijauan di atas tubuh mereka. Tenten meletakkan botol minumnya lalu berbaring.

"kita istirahat dulu, ya? Aku lelah sekali.."

Dan dalam beberapa detik, ia tertidur meninggalkan Neji dengan pikiranya yang semerawut.

"aku lengah, ya?" gumamnya sambil membenamkan wajahnya di handuk basah. Ada bau lain selain bau air yang tawar di handuk itu. Bau yang wangi dan menenangkan. Dan Neji diam-diam tersenyum menikmati bau itu.

Ia melirik ke sebelahnya, ke Tenten yang tertidur tenang. Menyentuh pipinya yang lembut dengan jemarinya.

"tentu saja aku lengah, aku selalu lengah berhadapan denganmu, Tenten..".

Dan dengan lembut Neji mengecup bibir itu, dan saat itu mata tenten terbuka..

Saat matanya bertemu mata coklat itu, Neji bangkit lalu berlari pulang. Meninggalkan Tenten yang masih terbaring bingung. Antara mimpi dan kenyataan yang kini terasa bercampur.


haha maaf ya Neji OOC bgt disini. kini sudah terjawab kan pairingny? keep reading! next polling: haruskah ada pairing laen di sini?