Hallo! Aku mau ngucapin makasih banget buat yang udah baca, apalagi review karya aneh ini. Terharu banget ada yang mau baca. Masih ada banyak banget kesalahan di chapter 1. Semoga di chapter 2 ini lebih baik. Setelah mengalami pertimbangan, akhirnya aku rombak genre-nya.

Disclaimer: Naruto bukan punyaku. Naruto punya Masashi Kishimoto

WARNING: Shounen-ai, OOC, gaje

Pair: NejiSasu, NaruHina, SasoDei, ItaDei, KakaSaku, SaiIno, dll.

Keterangan:

"Talk"

'Mind'

I'll Protect You

Hyuuga Neji, kini sedang memandang rumah bergaya Eropa milik Uchiha yang akan menjadi tempat tinggal sementaranya selama menjalankan tugas pertamanya. Siapa sangka misi pertama Hyuuga muda itu akan menjadi misi yang berbahaya? Melindungi korban selamat pengeboman Hotel Undersea bukanlah hal yang mudah. Mengingat siapa yang harus ia lindungi dari teror pembunuhan masal yang ternyata belum berakhir. Uzumaki Naruto, Uchiha Sasuke, Uchiha Itachi, Hoshigaki Kisame, Sabaku no Gaara, Yamanaka Ino, Haruno Sakura, dan Akasuna no Sasori. Mereka berdelapan adalah orang yang beruntung karena berhasil selamat dari peristiwa nahas itu. Tapi mereka juga menanggung beban kesedihan akibat terenggutnya keluarga yang mereka cintai. Bahkan kini mereka tak dapat tidur nyenyak seperti dulu karena nyawa mereka diincar oleh pelaku pengeboman Hotel Undersea. Itulah sebabnya Neji diberi tugas ini.

Berita tentang runtuhnya Hotel Undersea menggemparkan seluruh penjuru Konoha sehingga membuat polisi mengumpulkan semua detektif terhebat di Konoha. Entah bagaimana bisa polisi dan detektif terkemuka menyimpulkan bahwa teror bom ini belum berakhir sampai para survival tewas. Neji pun diberi tugas menjadi bodyguard mereka. Ia sendiri masih bingung dengan perintah dari atasannya. Ia hanya bisa menerima tugas ini karena dia masih baru dalam anggota kepolisian.

"Ini kamar Anda, Hyuuga-san. Tolong beri tahu saya bila Anda butuh sesuatu," ujar Shizune, kepala pelayan di rumah itu.

"Terima kasih." Shizune pergi meninggalkan Neji yang masih terpaku di depan ruangan yang ia katakan sebagai kamar Neji.

Neji mulai melangkahkan kakinya ke dalam sebuah ruangan yang amat luas. Di ruangan berwarna putih itu, terdapat berbagai macam alat elektronik. Neji memandang takjub pada kamar barunya. Ia meneliti kamar itu sebelum akhirnya mendudukkan diri di atas tempat tidur berukuran king size.

'Apa ini tidak berlebihan?'

Neji memasukkan pakaian yang sedari tadi mendekam di kopernya ke dalam lemari hitam. Setelah itu mengeluarkan semua peralatan yang ia bawa. Malang sekali nasib koper yang ia bawa, karena harus menahan beban barang yang tidak mungkin muat dalam koper sekecil itu. Neji membawa berbagai jenis pistol, senapan, bazooka, lengkap dengan pelurunya. Jangan tanya bagaimana cara Neji memaksa agar semua barangnya masuk di dalam koper yang tidak seberapa besar itu. Setelah itu ia meletakkan kopernya di samping lemari.

Ia mengamati sebuah pintu yang berada tepat di sebelah lemari. Diletakkan jemari putih miliknya sendiri ke permukaan halus pintu putih itu. Perlahan, tangannya meraba kenop pintu, dan membukanya.

"GYAAA!!!"

DUAK!

Sebuah ponsel melayang tepat ke kepala Neji. Sukses membuat Neji meringis kesakitan. Kini posel itu hanya tinggal kenangan, berubah menjadi pecahan-pecahan kecil.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Sasuke yang tubuhnya hanya terbalut selembar handuk. Ia memandang penuh kebencian pada Neji. Semburat merah samar-samar terlihat menembus kulit putihnya, entah karena marah atau malu.

"Bisa bersikap sedikit lebih sopan pada tamumu?" tanya Neji sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sakit karena lemparan ponsel tadi.

"Jangan salahkan aku! Kau yang seenaknya masuk kamarku!" bentak Sasuke.

"Mana aku tahu kalau pintu misterius tadi adalah jalan pintas menuju kamarmu. Salahmu sendiri yang tidak memberitahukannya padaku."

"Ya sudah sana! Pergi! Kau tak ada urusan di sini," ucap Sasuke sambil berjalan cepat menuju kamar mandi, lalu membanting pintunya. Neji masih diam di kamar Sasuke karena bingung dengan sikap Sasuke.

Tiba-tiba Sasuke membuka pintu kamar mandi. Kepalanya menyembul sedikit dari celah pintu yang terbuka. Sambil berusaha menahan marah, ia berkata "Kenapa belum keluar juga? Cepat keluar dan jangan pernah masuk ke kamarku tanpa ijin!"

Akhirnya Neji kembali masuk ke kamarnya setelah mendapat hadiah dari Sasuke berupa lemparan sabun dan shampoo. Segera ia tutup pintu yang menghubungkan kamarnya dengan kamar Sasuke. Lalu buru-buru ia dorong lemari di sebelahnya hingga menutup pintu berukiran naga itu.

'Menyebalkan! Padahal bukan aku yang salah. Beginikah sikap Uchiha pada orang yang akan melindunginya?' Neji hanya bisa mengomel dalam hati. Percuma marah pada orang egois seperti Sasuke.

"Makan malam sudah siap. Anda ditunggu di ruang makan."

Suara Shizune membuat Neji yang sedang marah-marah dalam hati terkejut. Ia menengok ke arah pintu yang dari tadi tak sempat ia tutup, sekedar memastikan bahwa orang yang tadi mengagetkannya memang Shizune.

"Baiklah."

oOoOoOo

"Lee, kau yakin ini rumahnya? Besar sekali," kata seorang gadis bercepol sambil menjatuhkan kopernya akibat rasa kagum yang berlebihan pada sebuah rumah mewah bergaya Eropa yang berdiri kokoh di hadapannya. Lelaki beralis tebal di sampingnya pun sepertinya tak mampu menyembunyikan rasa takjubnya pada bangunan yang sepertinya tak bisa ia beli dengan gajinya sebagai polisi selama 3 tahun. Bahkan matanya sampai berkaca-kaca begitu melihat ukiran naga yang terpahat sempurna di permukaan pintu sebagai penambah nilai estetika.

"Ini memang kediaman Uchiha. Mereka berdelapan dikumpulkan di rumah ini agar kita mudah melindungi mereka sekaligus. Neji pasti sudah ada di dalam."

"Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo masuk!"

Tenten memencet bel yang menempel di pintu dengan semangat. Tak lama kemudian pintu terbuka. Lee dan Tenten disambut oleh Shizune yang membungkuk sopan pada mereka.

"Selamat datang. Anda berdua sudah ditunggu di ruang makan. Mari, saya antar menuju ruang makan."

Shizune mengantar Lee dan Tenten yang masih terkagum-kagum dengan berbagai perabotan di dalam kediaman Uchiha. Semua barang yang ada di rumah itu adalah barang mahal dengan kualitas terbaik. Dinding pucatnya berhiaskan berbagai macam lukisan maha karya pelukis ternama di seluruh dunia.

Setelah berjalan lumayan lama, mereka tiba di ruang makan yang tak kalah luas dengan ruangan lainnya. Di ruangan itu, Naruto, Sasuke, Itachi, Kisame, Gaara, Sasori, Sakura, Ino, dan Neji duduk melingkar di kursi mewah mengikuti bentuk meja bundar. Semua yang ada di ruangan itu mengalihkan perhatian pada Lee dan Tenten. Membuat mereka merasa tak nyaman. Ada jeda beberapa detik sampai akhirnya Lee membungkukkan badannya, dan berkata, "Perkenalkan, namaku Rock Lee. Mohon bantuannya."

Tenten yang bingung dengan sikap Lee akhirnya ikut membungkuk

"Saya Tenten. Mohon bantuannya."

Terdengar suara tawa tertahan dari bibir mungil Sakura dan Ino, disusul Naruto dan Kisame. Lee dan Tenten saling memandang. Keduanya terlihat kikuk seperti waktu melaksanakan misi pertama.

"Ada yang aneh dengan kami?" tanya Lee. Ia melihat tubuh dan bajunya sendiri. Mencoba menemukan hal aneh pada dirinya yang membuat mereka tertawa. Tenten pun melakukan hal yang sama.

"Mereka temanmu?" tanya Itachi setengah berbisik pada Neji yang duduk di sebelahnya.

"Sebenarnya mereka seniorku. Aku juga belum terlalu mengenal mereka," jawab Neji sambil memasukkan seiris daging ke mulutnya. Seolah tak peduli pada hal yang terjadi di hadapannya. Hal yang sama juga dilakukan Sasuke, Gaara, dan Sasori yang tetap makan dengan tenang.

"Harusnya kami yang bilang 'mohon bantuannya'. Kalian kan yang akan melindungi kami?" kata Naruto bersemangat.

"Iya, Naruto benar. Kami mohon bantuannya, Lee-san, Tenten-san," ujar Ino.

oOoOoOo

Usai makan malam, semua sibuk dengan aktifitas masing-masing. Neji membersihkan senjata-senjatanya, dan mengisinya dengan peluru. Tak ada salahnya berjaga-jaga bila memang ada penyerangan terhadap para survival.

Berbeda dengan Neji, kedua seniornya malah sibuk menonton film horor bersama Naruto, Sakura, Ino, dan Gaara. Sesekali mereka berteriak ketakutan, kecuali Gaara tentunya. Ia hanya menyeringai saat melihat adegan pembunuhan sadis. Mata emeraldnya berubah jadi lebih besar dari biasanya saat melihat darah yang berceceran di film. Membuat yang lainnya bergidik ngeri. Lebih mengerikan melihat Gaara yang tampak haus darah daripada melihat adegan pembunuhan di film.

Itachi mengurung diri di kamar. Sibuk dengan komputernya. Tangannya menari dengan lincah di atas keyboard komputer miliknya. Matanya fokus pada kalimat-kalimat yang ia ketik. Tak lama kemudian ia tersenyum tipis. Sepertinya ia puas dengan apa yang dilihatnya di layar komputer. Dari layar komputer terlihat tulisan "Besok aku akan datang."

Sementara itu. terdengar suara piano mengalun indah dari ruang musik. Akasuna no Sasori memainkan lagu kenangan bersama neneknya sewaktu ia berumur 5 tahun dengan sempurna. Ia menutup matanya. Merasakan untaian nada merasuk dalam jiwanya. Membawa jiwa pemberontak itu kembali dalam ketenangan.

Kisame menikmati dinginnya air di malam hari dengan cara berenang di kolam renang yang terdapat di halaman belakang. Kulit birunya seolah menyatu dengan air malam hari. Ia berenang bolak-balik dari ujung kolam ke ujung kolam lainnya. Mencoba berbagai macam gaya renang yang semuanya ia kuasai.

Sedangkan Sasuke lebih memilih berada di kamar. Tidur ditemani fotonya bersama ayah, ibu, dan kakaknya. Bila dilihat lebih teliti, akan tampak bekas air mata yang sudah mengering di kedua pipi dan matanya. Bantal pun turut menjadi wadah air matanya, menyerap kesedihan yang ditumpahkannya. Selalu, ia berharap semua ini hanya mimpi buruk dan tak lama lagi ibunya akan membangunkannya dengan lembut untuk menyambut pagi. Tapi betapa pun ia menginginkan hal itu terjadi, semua itu tak akan terjadi. Dan hanya akan menjadi mimpi manis di tengah pahitnya kenyataan.

To Be Continued

Update-nya ngaret banget gara-gara sempet down mikirin nilai UTS biologi. Jelek banget DX

Terlalu pendek kah? Lagi-lagi aku bikin chapter gaje DX

Di sini Sasuke keliatan OOC ga?

Untuk chapter depan bakal ada tokoh lain yg muncul. Ada yg bisa nebak?

Wanna review?