Title : King of Death
Crossover : Naruto X High School DxD X Overlord X dll
Disclaimer : Naruto, HS DxD, Overlord, dll bukan punya saya
Warning : OC, OOC, typo, bahasa tidak baku, dll
Rate : M (jaga – jaga)
Arc : Adamantine Adventurer
Chapter 12 : End of the First Part of the Play
Naruto memasuki area api bersama dengan Kurama, Kuroka, Narberal, dan Evileye. Seperti yang dikatakan oleh Lakyus, dinding api itu tidak berefek apapun kepada Naruto dan yang lainnya.
" Ayo. "
Dengan cepat Naruto melesat bersama dengan party-nya. Di tengah perjalanan, Naruto membantai beberapa iblis yang ada di sana.
" Kurama, Kuroka, kalian bantu Lakyus. "
" Ha'i. "
Kuroka segera naik ke atas Kurama dan pergi ke tempat Lakyus berada.
" Ayo kita pergi. "
.
Alun – Alun Ibukota Re-Eztizel Kingdom, Human Domain
Naruto melesat bersama dengan Narberal dan Evileye. Di tengah perjalanan, Naruto membunuh banyak monster iblis. Dan itu membuatnya naik level.
CRASH
Naruto membunuh iblis terakhir sebelum sampai di alun – alun ibukota.
[Level up! Level anda naik menjadi level 29]
" Level 29, ya... " Gumam Naruto pelan
" Anda memang sangat hebat. " Ucap seseorang dari balik bayangan. Dia adalah Jaldabaoth atau identitas aslinya adalah Demiurge.
Lalu muncullah lima orang maid, dengan 4 dari 5 orang itu menggunakan topeng yang sama dengan yang digunakan oleh Jaldabaoth. Kelima maid itu adalah Pleades. Ya, hanya Evileye saja yang tidak mengetahui identitas dari para pleoades itu.
" Sepertinya kita telah meremehkan pasukan Jaldabaoth. " Ucap Evileye
" Aku serahkan mereka berlima padamu. " Ucap Naruto lalu mengeluarkan kedua pedangnya. Sambil menggunakan buff dari Orc Shaman, Naruto mengalirkan energi sihir ke kakinya dan melesat untuk menyerang Jaldabaoth.
Naruto yang menyerang Jaldaboth membuat Jaldabaoth terhempas dan Naruto mengejarnya.
" Aku akan menghadapi tiga dari mereka dan kau sisanya, paham? " Ucap Narberal
" Aku tidak keberatan jika harus melawan tiga. " Balas Evileye.
" Kau lawan dua dan aku lawan tiga. "
" Keras kepala sekali, ya... "
" Terserah kalian, siapa lawan siapa. "
Mendengar ucapan Narberal, tiga dari lima pleiades: Lupusregina, Solution, dan Entoma.
" Namaku adalah Alpha, dan dia adalah Delta. " Ucap Yuri memperkenalkan diri.
" Begitu, ya. Sopan sekali kau. " Ucap Evileye satir. " Aku adalah Evileye. Akulah yang akan mengalahkan kalian. "
Dan pertarungan terjadi
.
.
Di tengah pertarungan antara Evileye melawan Yuri dan Shizu, serta Narberal yang ngobrol cantik dengan ketiga saudarinya; Naruto masuk ke dalam sebuah ruangan bersama dengan Demiurge. Di balik sebuah rumah yang hancur, terdapat ruangan yang sangat rapi. Di dalam ruangan itu, terdapat juga Mare, salah satu anak buah dari Ainz.
Demiurge duduk di kursinya, lalu menaruh topengnya. Di sisi lain, Mare mempersiapkan teh untuk Naruto yang duduk di kursinya.
" Jadi, aku dengar dari Andras kalau kau ingin bicara tentangku. Selain itu, apakah tempat ini aman? " Tanya Naruto
" Tenang saja, Naruto-sama. Ini adalah tempat yang aman. "
" Baiklah. Jadi, katakan apa rencanamu. "
" Ha'i. Kami memiliki beberapa keuntungan. Pertama, kami akan membantu Naruto-sama menjadi lebih kuat. Saya yakin monster di Human Domain tidak sekuat yang ada di Demon Domain. "
" Kau benar. Mereka tidak memberikan banyak EXP. Ini juga menghambat peningkatan kekuatanku. " Gumam Naruto.
" Jadi, monster iblis yang kami summon di sini bisa menjadi EXP untuk anda. "
" Lalu, keuntungan lainnya. "
" Keuntungan lain, dengan mengalahkan saya, Anda akan semakin diperhitungkan sebagai seorang petualang Adamantine. "
" Lalu? "
" Dan terakhir, kami memberikan dua senjata ini. Pedang ini adalah Gog dan Magog. Kedua pedang ini kami berikan untuk membuat anda lebih kuat. "
" Aku mengerti. Berikan dengan cara paling natural. Lalu, aku sempat dengar bahwa kau ingin mengambil sebuah item. "
" Itu benar. Saya menggunakan benda ini. " Ucap Demiurge sambil memperlihatkan sebuah patung iblis berkepala kambing berwarna emas dengan enam tangan memegang sebuah orb.
" Sepertinya Ainz-san pernah memberikan benda semacam itu. " Ucap Naruto sambil mengeluarkan patung iblis berkepala kambing berwarna hitam dengan tiga tangan yang memegang orb.
" Benda itu...!? "
" Ainz-san pernah memberikan benda ini untuk membantuku melawan teman vampirmu tempo hari, aku tidak jadi menggunakannya karena aku tidak tahu cara menggunakannya. Tapi, dia bilang benda ini adalah prototype dari sebuah item. Dan aku bisa simpulkan item ini adalah prototype dari benda itu. "
" Itu benar, Naruto-sama. "
" Kalau begitu, gunakan saja benda ini. Aku yakin benda ini masih terbilang kuat jika menggunakan skala kekuatan di dunia ini. "
" Ha'i, Naruto-sama. Tapi, apa yang harus saya berikan sebagai ganti? "
" Kali ini, aku tidak perlu kekuatan apapun, aku ingin kau membantu empat orang Pahlawan. "
" Mengapa anda ingin menolong pihak musuh? "
" Simpel. Mereka adalah orang yang berharga bagiku. Tiga dari mereka sudah ada dalam satu party, sedangkan yang satunya... Ya, meski dia membenciku, dia tetaplah adikku. Aku harus melindunginya. "
" Saya mengerti. Siapa saja mereka. "
" Namikaze Mito, Namikaze Jeanne, Gabriel Tenshin, dan Uchiha Sasuke. "
" Dimengerti. Dua dari mereka adalah adik anda, berarti mereka adalah anak dari Minato-sama dan Kushina-sama. Lalu, dua yang lainnya? "
" Perempuan yang aku cintai dan teman baikku. "
" Saya mengerti, Naruto-sama. Saya akan melaksanakan permintaan anda. Dan saya juga mempersembahkan kesetiaan saya pada anda. " Ucap Demiurge
" Baiklah, waktunya untuk mengakhiri bab pertama dari sandiwara ini. " Ucap Naruto
" Ha'i. "
.
.
Kembali ke Evileye yang masih bertarung dengan Yuri dan Shizu. Tampak Evileye sedikti kesulitan melawan Yuri dengan kemampuan marital arts miliknya dan senapan milik Shizu, bahkan sebagian topeng Evileye hancur dan membuat sedikit wajahnya terlihat. Sesaat sebelum pukulan Yuri mengenai Evileye , sesosok gorila dengan tangan besi muncul dan melindungi Evileye.
" Monster itu... Andras-dono! "
" Yo, sudah lama kita tidak berbicara seperti ini. Sepertinya 30 atau 40 tahun yang lalu. Sejak party kita bubar dan Kematian dari empat teman kita. "
Andras yang datang bersama dengan sesosok burung elang yang cukup besar. Kemudian elang dan gorila itu masuk ke dalam bayangan Andras.
" Ho... anda manusia yang sangat kuat... " Ucap Yuri
" Ya, begitulah. Tapi, dari mana teman tentaramu mendapatkan senapan. Aku tidak ingat pernah membuat tipe senjata seperti itu dan benda semacam itu tidak ada di dunia ini. " Ucap Andras.
" Itu... rahasia... " Ucap Shizu.
" Begitu, ya. Kalau begitu, aku juga tidak akan diam saja. " Ucap Andras.
Dari tangan Andras, muncul sebuah peluru pistol. Kemudian Andras mendekatkan pistol itu ke mulutnya.
" Speed. Multiple. Speed. Peneterate. "
Setelah mengucapkan itu, peluru itu tampak mengeluarkan cahaya berwarna merah, kuning, hijau, dan merah. Kemudian Andras memasukkan peluru itu ke pistolnya. Setelah itu, Andras menembakkan pistol itu ke arah Chizu.
Peluru yang ditembakkan Andras melesat dengan cepat ke arah Chizu. Kemudian, peluru itu melipat ganda menjadi sepuluh peluru. Yuri yang melihat itu menggunakan sihir perlindungan di depan Shizu, namun sepuluh peluru itu berhasil menembus sihir perlindungan milik Yuri dan melukai Shizu.
" Kau... begitu, ya... Kau adalah salah satu pahlawan dari dunia lain dari 50 tahun yang lalu. " Ucap Yuri
" Begitukah? Memangnya mengapa? Aku hanya ingin melindungi tempat ini untuk menanti datangnya 'sang pahlawan' sejati! "
" Pahlawan? Begitu, ya. "
BUM
Tiba – tiba dari posisi Naruto dan Jaldabaoth, muncul Jaldabaoth yang terpental ke arah mereka. Naruto kembali muncul dan menendang Jaldabaoth.
" Jadi kau ke sini, Andras-san? " Ucap Naruto
" Yo. "
BUM
DI sisi lain, tampak Narberal dengan badan sedikit kotor akibat debu yang mundur setelah 'bertarung' dengan tiga 'musuh'-nya.
" Bagaimana keadaan kalian? " Tanya Naruto pada Narberal dan Evileye
" Mereka kuat. " Ucap Evileye yang dibalas anggukan dari Narberal.
" Begitu, ya. Pedangku juga sudah tidak bisa bertahan lama. "
Naruto melesat ke arah Jaldabaoth. Naruto menebaskan pedangnya ke arah Jaldabaoth. Jaldabaoth secara refleks mengeluarkan dua buah pedang berwarna hitam dan putih. Namun sebelum Jaldabaoth menggunakan pedang itu, Naruto menebas kedua tangan Jaldabaoth yang membuatnya menjatuhkan pedang itu. Setelah itu, Naruto memberikan tendangan ke arah Jaldabaoth dan membuatnya terpental. Setelah memberikan serangan kepada Jaldabaoth, kedua pedang yang Naruto pakai hancur.
" Pedang yang bagus. Akan kuambil pedang itu. " Ucap Naruto sambil mengambil kedua pedang itu.
" Pedang itu! Gog dan Magog! Beraninya kau ambil pedang itu! " Ucap Jaldabaoth.
" Gog dan Magog, ya. Kalau begitu, akan kuambil. "
Jaldabaoth dengan cepat melesat ke arah Naruto. Naruto mengalirkan sihirnya ke dua pedangnya dan menyerang Jaldabaoth. Serangan Naruto berhasil menghancurkan tubuh Jaldabaoth. Namun, tubuh Jaldabaoth yang hancur kembali beregenerasi dan berdiri tegak.
" Aduh, sakit sekali. Sepertinya potensi dari pedang itu baru saja terbuka. Itu menyusahkan. Baiklah, Shadow-dono, bagaimana jika saya mundur? Jadi, kita bisa mengakhiri pertarungan ini? " Ucap Jaldabaoth
" Jangan bercanda! " Ucap Evileye
" Baiklah. " Ucap Naruto
" Mengapa... "
" Mereka bisa saja membawa lebih banyak pasukan. Kita tidak bisa membiarkan lebih banyak warga menjadi korban. Selain itu... berapa banyak orang yang sudah kalian bawa. " Ucap Naruto.
" He... jadi anda sadar kalau kami menculik beberapa orang, ya. Memangnya mengapa? Lagipula, Kerajaan inilah yang sudah membunuh Demon King Lucifer sebelumnya. Kau yang berasal dari Demon Domain harusnya sadar. "
" Lalu? Itu tidak ada hubungannya denganku. "
" Baiklah kalau begitu. Sayang sekali, kami gagal mengambil item yang seharusnya menjadi milik kami. Suatu hari nanti, kita akan bertemu. Dan saat itu terjadi, salah satu dari kita akan mati. "
Dengan itu, Jaldabaoth bersama dengan para Demon Maid miliknya pergi dari sana.
" Sudah selesai, ya. " Ucap Andras.
" Ya. Sudah selesai. " Ucap Naruto lalu mengambil sarung pedang yang sebelumnya dijatuhkan oleh Jaldabaoth.
Bersamaan dengan Naruto yang mengambil sarung pedang dari Gog dan Magog, lalu memasangkannya di pinggangnya; matahari terbit dan menyinari Kerajaan, menandakan bahwa pertarungan telah berakhir.
" Berhasil! Kau menang! Kau benar – benar hebat, Naruto-sama! " Ucap Evileye sambil memeluk Naruto dari belakang
" Maaf, bisakah kau turun? " Ucap Naruto
" Ayolah, jangan malu – malu. "
'Masalahnya, kau agak berat.' Ucap Naruto dalam hati yang tidak mungkin dia ucapkan kepada Evileye.
" Woy, apakah kalian masih hidup! " Ucap Gagaran.
Tampak Gagaran, Tina, Tia, dan Lakyus yang berada di sana bersama dengan para prajurit dan petualang.
" Semuanya... Naruto-sama, umumkan kemenanganmu! " Ucap Evileye.
" Itu memalukan. " Ucap Naruto
" Ayolah. Kali ini saja. "
" Baiklah kalau begitu. "
Naruto mengangkat pedang berwarna putih dari sarungnya dan mengangkatnya ke udara. Hal itu disambut oleh teriakan dan sorak sorai dari mereka semua.
Keesokan harinya, pesta kemenangan diadakan di Guild Adventurer. Naruto bersama dengan Narberal dan Kuroka menikmati pesta yang diadakan oleh Guild Adventurer. Bukan hanya Naruto dkk, White Hound dan Blue Roses juga ada di sana. Dan saat ini, pesta sudah berakhir dan menyisakan para petualang Adamantine.
" Begitu, ya. Pedang ini memang luar biasa. Rasanya seperti bukan dari dunia ini. " Ucap Andras yang sedang menganalisis Gog dan Magog yang Naruto ambil dari Jaldabaoth.
" Lalu, apakah ada kekuatan spesial dari pedang itu? "
" Pedang ini bisa menyerap sihir dari bilahnya. "
" Begitu, ya. Sepertinya pedang ini memang kuat. Keputusanku untuk mengambil pedang ini tidaklah salah. "
" Lalu,bagaimana dengan para warga yang diculik? " Tanya Naruto
" Mereka masih belum ditemukan. Orang – orang yang diculik sebagian besar adalah orang tua. Itu membuat banyak anak – anak menjadi terlantar. " Jawab Lakyus
" Begitu, ya. Jadi, kita tidak bisa dibilang menang. " Ucap Naruto
" Untungnya, Renner-sama, the Golden Princess telah membuat sebuah panti asuhan untuk mereka. " Ucap Andras
" He... kau kenal dekat dengan Golden Princess, ya. " Tanya Naruto
" Ya, begitulah. Aku sempat menjadi pengasuhnya selama beberapa tahun. "
" Aku tidak tahu jika kau punya sejarah dengan Renner-hime, Ossan. " Ucap Gagaran.
" Ya, begitulah. Memiliki umur panjang memiliki kesenangan dan kesedihannya masing -masing. " Ucap Andras sambil melihat ke arah langit.
" Ya, itu benar. Selain itu, hanya kau saja yang tersisa dari Hero Party sebelumnya. " Ucap Evileye
" He... jadi dia adalah anggota dari Hero Party sebelumnya? " Tanya Naruto
" Aku pernah ditolong oleh Kushina-san dulu. Dia adalah True Hero sebelumnya. Berbeda dengan pahlawan masa sekarang yang memiliki beberapa variasi Hero, dulu kami hanya memiliki satu Hero, yaitu True Hero. "
" Begitu, ya. Menarik. " Ucap Naruto sedikit tersenyum. Bagaimanapun, dia bisa senang mendengar kisah orang tuanya di masa lalu.
" Itu benar. Mister Minato, Miss Kushina, Riku-kun, dan Lilim-san. Ditambah denganku, itulah para member Hero Party. Riku-kun dan Lilim-san adalah orang dari dunia ini. Selain itu, Ojou-chan yang satu ini juga pernah menjadi bagian dari kami. Sebelum perang akhir, kami memutuskan untuk mengeluarkannya dari party. " Ucap Andras.
" Ya, saat aku aku dirawat oleh Kushina-san. Dia bilang dia teringat dengan anak perempuannya dari dunia asalnya. Ngomong – ngomong, wajahmu mirip dengan Minato-san, apa kau punya hubungan dengannya? Atau mungkin kau adalah keturunannya? Mungkin saja leluhurmu adalah anak dari Minato-san atau keturunannya. "
" Aku tidak tahu. Mungkin saja. " Ucap Naruto sambil tersenyum sedih. Sedih rasanya tidak bisa mengaku kalau dia memang anak dari kedua orang tuanya.
" Oke. Sudahlah. Kita bahas hal lain. " Ucap Andras sambil menepuk tangannya. " Ne, Ojou-chan, aku lihat kau sangat nempel dengan Naruto-kun. Apa kau... suka padanya? "
" Hah!? HEEEEEE! "
" Benarkah itu!? " Ucap Lakyus terkejut.
" Itu... Itu... " Evileye benar – benar malu sekarang. Saat dia melihat ke arah Naruto, dia bisa melihat Naruto tersenyum ramah sambil tertawa kecil.
" Tapi, aku dengar kau sendiri mencari teman masa kecilmu, kan? " Ucap Andras
" Aku tidak pernah menceritakan itu padamu. " Balas Naruto
" Anggap saja aku punya banyak telinga yang siap mendengar. "
" Ya, aku selalu mencari teman masa kecilku itu. Tapi, aku rasa belum waktunya aku menemuinya. "
" Begitu, ya... " Ucap Evileye yang sedikit sedih.
" Hey, aku pernah cerita kalau aku menjadi pengajar di Mikazuchi Academy, kan? "
" Ya, kau sudah pernah cerita. "
" Lalu, aku ingin menawarimu untuk menjadi guru di sana. DI sana ada asrama keluarga yang bisa ditempati olehmu dan party-mu. Selain itu, kau juga tidak harus menjadi guru tetap. Di sana juga ada divisi dari Guild Adventurer di sana, sehingga kau tetap bisa menjadi petualang. "
" Guru, ya... Mungkin aku mau. " Ucap Naruto sambil meminum wine yang ada di gelasnya.
" Tapi, bukankah itu sama saja dengan membantu musuhmu? " Tanya Evileye
" Aku tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. Lagipula, aku sendiri yakin kalau Demon King Lucifer yang akan bangkit bisa mengalahkan semua pahlawan itu. " Ucap Naruto.
" Kau yakin sekali, ya. " Komen Andras.
'Jika saja aku adalah si Hyodou bangsat itu, aku mungkin akan berpikir 'gila, keren banget aku'. Aku yakin itu.' Batin Naruto setelah secara tidak langsung menyombongkan dirinya.
" Kalau begitu, aku akan mengirimkan surat pada pihak kepala sekolah. Minggu depan kau bisa bergabung dengan kami. "
" Aku mengerti. Baiklah. Ini sudah cukup malam. Sudah waktunya aku pulang. Nabe, waktunya pulang. " Ucap Naruto sambil berkata pada Narberal yang menjadikan pahanya sebagai bantal untuk Kuroka yang sudah tertidur karena mabuk.
" Ha'i."
Naruto mengangkat Kuroka dan menggendongnya di belakang, lalu berjalan menuju penginapannya.
Mikazuchi Academy, Re-Eztizel Kingdom, Human Domain
Satu minggu berlalu. Naruto bersama dengan Kuroka, Narberal, dan Kurama telah sampai di Mikazuchi Academy. Akademi ini mirip dengan akademi sihir yang biasa ada anime atau manga isekai.
" Ini benar - benar mirip dengan akademi di anime isekai. " Gumam Naruto.
" Baiklah, sekarang waktunya kau pergi ke tempat tinggalmu. " Ucap Andras yang menyambut mereka.
.
Andras membawa Naruto dan party-nya ke asrama keluarga yang menjadi tempat tinggalnya. Meski diebut sebuah asrama, tempat itu adalah sebuah rumah lantai dua yang cukup mewah.
" Apa ini tidak terlalu mewah untuk ukuran asrama? " Tanya Naruto
" Ini adalah fasilitas yang diberikan kepada guru. Dengan dirimu menjadi guru, ini semua akan diberikan kepadamu. Tenang saja, biaya sewa asrama sudah dipotong dari gaji bulananmu. " Ucap Andras
" Aku mengerti. Terima kasih. "
" Baiklah. Sekarang, ayo kita temui kepala sekolah. "
" Oke. Narberal, Kuroka, kalian bereskan barang – barang kita. Kurama, kau tolong mereka. "
" Ha'i/Oke-nya~/Oke. " Ucap Narberal, Kuroka, dan Kurama bersamaan.
.
Ruang Kepala Sekolah Mikazuchi Academy.
Naruto dan Andras masuk menuju ruang kepala sekolah. Di sana tampak seorang perempuan dengan rambut pink dengan telinga kitsune.
" Youkai, ya... " Gumam Naruto.
" Baiklah. Dia adalah kepala sekolah dari Mikazuchi Academy, Yae Miko. Panggil saja dia Miko. " Ucap Andras memperkenalkan Yae Miko kepada Naruto.
" Kau tidak perlu memperkenalkan diri. Aku sudah tahu dirimu yang sebenarnya. Anak dari Minato-san dan Kushina-chan, serta Demon King Lucifer selanjutnya. Kau adalah sang Mesias yang akan menyelamatkan dunia ini. " Ucap Yae Miko.
" Jadi, kau sudah tahu tentangku, huh? "
" Tentu saja, dulu Minato-san dan Kushina-chan sering sekali bercerita tentangmu dan saudaramu. Setelah aku bertemu denganmu, kau cukup tampan. Mau 'bermain' denganku satu malam? " Ucap Yae Miko sambil tersenyum jahil
" Selama beberapa malam juga tidak masalah jika kau mau dan aku sedang senggang. " Balas Naruto kepada Yae Miko dengan senyuman jahil
" Baiklah, sebelum pembahasan kalian semakin menjurus pada adegan ranjang, aku akan pergi dulu. "
" Sudahlah. Jangan malu – malu, Ian-chan. " Ucap Yae Miko
" Jangan panggil aku dengan nama itu. Semenjak mereka mati, namaku adalah Andras. "
" Sayang sekali. Jika Lilim-chan masih hidup, kalian sudah menjadi pasangan yang serasi. "
Andras yang mendengar itu hanya terdiam dan berjalan menuju keluar ruangan.
" Aku pergi dulu. " Ucap Andras sebelum pergi dari ruangan itu.
" Mengapa kau memanggilnya Ian? " Tanya Naruto pada Yae Miko
" Itu adalah nama aslinya. Christian Da Silas atau biasa dipanggil Ian. Dia adalah satu – satunya yang masih hidup dari party pahlawan sebelumnya. Minato-san, Kushina-chan, Riku-chan, dan... Lilim-chan; mereka semua sudah mati. Semenjak Kematian mereka semua, dia mengubah namanya menjadi Andras. Aku sendiri tidak tahu makna nama Andras padanya. " Ucap Yae Miko
" ... "
" Baiklah. Ganti topik. Mulai besok, kau akan menyambut para pahlawan bersama dengan Andras-kun. "
" Aku mengerti. "
Keesokan harinya, Naruto terbangun dari tidurnya. Seperti biasa, dia bangun dengan keadaan telanjang dengan dua perempuan berambut hitam dengan tubuh yang 'berantakan'. Bedanya, kali ini ada tambahan seorang perempuan berambut pink yang sudah bangun dari tadi, namun dia masih membiarkan dirinya tanpa busana.
" Kau benar – benar hebat, ya. Kau benar – benar perkasa. " Ucap Yae Miko
" Aku tidak akan anggap itu pujian. " Balas Naruto
" Ayolah, tidak masalah. Meskipun Onee-san ini berumur 500 tahun, namun itu sama saja dengan manusia berusia 20 tahun. "
" Aku harus siap – siap. Aku harus menyambut para pahlawan itu. "
" Ayolah, jangan terlalu dingin pada teman lamamu. "
" Hanya beberapa dari mereka saja yang kusebut teman. Dan hanya ada satu saja. Sisanya adalah cinta pertamaku dan kedua adik perempuanku. "
" Baiklah. Selamat bersenang-senang. "
" Tentu saja. "
.
Hari ini adalah hari di mana Gabriel dan yang lainnya sampai di Mikazuchi Academy. Selama perjalanan, mereka berusaha untuk menaikkan level mereka masing – masing, meski Gabriel sendiri baru sampai level 15.
Berita tentang penyerangan Demon God Jaldabaoth dan Black Kitsune yang memukul mundurnya sudah diketahui oleh mereka. Namun, mereka seakan tidak peduli dengan hal itu. Kabar itu sampai bersamaan dengan Renner yang bergabung dengan mereka sehari sebelumnya.
" Akhirnya! Akademi Sihir! " Ucap Issei dengan sorak bahagia.
" Kau benar! Kita bisa menikmati pengalaman dari Akademi Sihir yang ada di eroge! " ucap Matsuda
" Ini luar biasa! " Ucap Motohama
" Apakah trio goblok itu bisa menjadi lebih normal? " Komen Sasuke
" Sudahlah, Sasuke-nii. " Ucap Jeanne yang berusaha menenangkan teman kakaknya itu
" Yah, kalian sudah datang, ya. " Ucap Andras yang muncul bersama dengan Tsuare
" Siapa dia, Andras-san? " Tanya Renner
" Dia? Dia adalah maid-ku, namanya Tsuare. " Ucap Andras
" Ha'i. Perkenalkan, nama saya Tsuareninya. " Ucap Tsuare memperkenalkan diri.
" Maaf karena harus memisahkanmu dari Sebas. Tugas ini penting bagi para pahlawan itu. "
" Tidak masalah, Andras-sama. "
" Baiklah. Sebelum itu, aku memiliki informasi baru. Petualang Adamantine baru, Black Kitsune juga akan melatih kalian di sini. "
" Black Kitsune juga!? " Ucap Issei antusias
" Ya. Itu benar. Tapi, sebelum itu biarkan aku memperkenalkan leader dari Black Kitsune. Dia sudah menunggu kalian semua di dalam arena. " Ucap Andras.
Kemudian mereka berjalan menuju arena berlatih di Mikazuchi Academy. Di tengah lapangan, tampak Naruto yang duduk di atas Kurama. Dia membelakangi Gabriel dkk.
" Itu... Kyubi no kitsune? " Gumam Sasuke kebingungan. Meskipun sudah bertemu dengan Naruto dan mendengarkan kisahnya, dirinya tetap kaget saat melihat Kyubi secara langsung.
" Yo, mereka sudah di sini. " Ucap Andras.
Mendengar suara dari Andras, Naruto berjalan mendekati Gabriel. Rambut putihnya sudah cukup untuk membuat teman – temannya kesulitan mengenalinya. Kemudian Naruto memegang dagu Gabriel dan seakan berusaha menciumnya.
" HEY, LEPASKAN DIA! " Ucap Issei yang marah melihat Naruto berusaha mencium Gabriel
" Kau tidak pernah berubah, ya. " Ucap Naruto sambil melepaskan Gabriel dan mundur beberapa langkah.
" Perkenalkan dirimu, bocah. " Ucap Andras sambil berjalan ke sebelah Naruto.
" Baiklah. Perkenalkan, namaku adalah- "
" NARUTO! "
Gabriel yang akhirnya bisa mengenali Naruto langsung berlari dan memeluk Naruto. Daya dorong dari Gabriel yang sebelumnya berlari membuat Naruto terdorong satu langkah. Naruto bisa merasakan bau wangi dari perempuan yang ia cintai. Dan dengan kebahagiaan, Naruto membalas pelukan Gabriel yang sudah sangat ia rindukan.
" Lama tidak bertemu... Gabriel... Aku merindukanmu... "
.
.
.
TBC
Nama : Naruto Namikaze (Fake Stats)
Ras : Human
Class : Shadow Summoner
Title : Kitsune Slayer, Vampire Slayer, Darkshadow Hero
Job : Adamantine Adventurer
Level : 29
HP : 2250
MP : 800
SP : 380
.
Weapon:
Gog and Magog - Dual Sword berwarna putih (Gog) dan hitam (Magog). Memiliki kekuatan cahaya (Gog) dan kegelapan (Magog)
.
Relationship
Harem : Gabriel (alpha), Kuroka, ?, ?, ?
Loved : Renner, Evileye?
Slave : -
Servant : Narberal Gamma
S*x Friend : Yae Miko
Yo
Bagaimana kabarnya.
.
Ya, di sini akhir dari Arc Adamantine Adventurer. Beberapa chapter ke depan akan masuk ke arc kecil, Hero Academy.
Di sini kita melihat pertarungan (palsu) antara Naruto melawan Demiurge. DI sini kita juga melihat kedekatan Naruto dengan Evileye
DI sini kita mendapatkan informasi tentang party pahlawan sebelumnya. Party pahlawan sebelumnya beranggotakan Andras, Minato, Kushina, Riku, dan Lilim, serta Evileye (bisa dibilang magang). Saat ini hanya Andras dan Evileye yang tersisa dari party itu. Lalu, di sini terungkap nama asli dari Andras, yaitu Christian da Silas. Setelah kematian teman - teman se-party-nya, dia mengganti namanya menjadi Andras da Silas. Berdasarkan ucapan Miko, sepertinya Andras jatuh cinta pada Lilim, namun sayangnya Lilim sudah tiada.
Di sini kita bertemu kepala sekolah Mikazuchi Academy, yaitu Yae Miko dari Genshin. Di sini Yae Miko menjadi 'teman main' Naruto. Karena itu posisinya ada di kategori yang berbeda dari harem Naruto.
Dan akhirnya, di sini Naruto bertemu kembali dengan Gabriel. Scene ini sebenarnya sudah ada di chapter 3 dulu dan ini adalah adegan lengkapnya.
.
Baiklah
sekian chapter 12
Sampai jumpa chapter depan
bye bye
