Title: Duizhang, Who Is HE?
Cast: EXO
Summary: seorang namja kecil datang tiba-tiba ke dorm EXO-M. Ia mengaku bahwa dirinya merupakan anak dari sang duizhang. Lalu, bagaimanakah reaksi member M lainnya? Yang terutama, bagaimanakah reaksi Tao? Yaoi. BoyxBoy. DLDR. RnR, please?
-0-
-Paginya-
"Duizhang, ayo bangun," kata Tao "Du-,"
"Ge, biar aku yang membangunkan appa," sela Zi Lu "Gege di luar saja, bersama gege-gege yang lain
"Ahh, umm. Baiklah,"
Dengan berat hati Tao berjalan meninggalkan Zi Lu dan Kris di kamarnya. Ia menghela nafas berat ketika mendudukkan dirinya di kursi meja makan.
"Setan kecil itu berulah, eh?" tanya Luhan
"Eh? Setan kecil?" tanya Tao tidak mengerti
"Ya, Wu Zi Lu. Dia setan kecil bagi Luhan-ge, haha," kata Lay "Tau tidak? Tadi pagi ia merengek pada Luhan-ge untuk memakai telfon. Padahal Luhan-ge sedang asyik bertelfonan dengan Sehun. Dan setelah diberikan, bocah itu malah pergi!"
"Ya! Menyebalkan sekali," rutuk Luhan kesal "Dan kau tau? Tadi pagi ia merengek pada Lay untuk di buatkan bubur ala China atau apalah itu, tapi setelah dibuatkan, ia malah pergi begitu saja, tanpa menyentuh bubur itu sama sekali!"
"Ya, dan saat Xiumin-ge sedang di kamar mandi, ia terus saja mengetuk-ngetuk pintu itu, katanya sudah tidak tahan, tapi setelah Xiumin-ge berbaik hati untuk memberikan kamar mandinya, bocah itu malah mencipratkan air yang ada di tangannya pada Xiumin-ge! Coba kau bayangkan?" kata Lay
"Betul! Saat Chen sedang belajar bahasa China juga! Setan kecil itu mengambil kamus bahasa China Chen dengan kasar, lalu membuangnya ke lantai begitu saja. Bagaimana Chen tidak marah?"
"Jinjja?" Tao membulatkan matanya "Kenapa ia melakukannya?"
"Mollayo! Haish. Aku harap Kris segera membawa setan kecil itu pergi! Atau aku sendiri yang akan membawanya pergi!" kata Luhan
"Sabar, Lulu-ge," kata Lay sambil mengelus punggung Luhan "Pasti ada waktunya dia pergi,"
"Ya, ya. Tapi aku harap itu secepatnya. Baru sehari saja aku sudah tidak betah dengannya,"
Tao hanya diam. Ia tidak tau harus mengatakan apa.
Tao menopang dagunya dengan tangan. Ia memikirkan apa yang di katakan Zi Lu kemarin malam.
"Mianhae, appa. Tapi Zi Lu tidak dapat merelakan appa pergi dengan namja atau yeoja lain. Zi Lu hanya mau appa bersama dengan Zi Lu dan umma,"
"Appa, mau tidak, setelah beberapa bulan di sini, kita pergi?"
Tao memegang dadanya. Sakit. Itulah yang ia rasakan. Ia tidak tau apa jawaban Kris kemarin, karena ia langsung menyalakan air sederas mungkin. Agar tidak mendengar jawaban yang mungkin menyakitkan baginya.
"Tao?" panggil Lay "Kenapa kau melamun?"
"Ahh, aniyo," balas Tao "Aku.. hanya sedang memikirkan sesuatu,"
"Memikirkan sesuatu? Memikirkan apa?" tanya Luhan "Kalau ada sesuatu yang memberatkan pikiranmu, kau bisa menceritakannya pada kami. Kami siap menampung segala ceritamu, ya kan Lay?"
"Ne. Luhan-ge benar," kata Lay "Kau bisa menceritakan masalahmu pada kami, Tao. Kami tidak akan membocorkan masalah itu pada siapapun, terutama pada Kris,"
"Apanya yang terutama pada Kris?"
Suara berat itu tiba-tiba terdengar. LayLuhanTao langsung menoleh keasal suara.
Kris. Dan yang ada di gendongannya adalah Zi Lu.
"Hhh. Kurasa aku harus kembali ke kamarku. Aku mau menelfon Sehun dengan handphone-ku sendiri. Supaya tidak ada yang merengek untuk meminjamnya dan mengganggu waktuku bersama Sehun. Dadah, Tao, Lay," kata Luhan sambil melirik tajam Zi Lu sebelum benar-benar melangkah pergi
"Kurasa aku harus masuk ke kamar dan melakukan video call dengan Suho hyung. Kalau lapar, ada bubur di meja makan. Kuharap kau memakannya dan tidak meninggalkannya begitu saja, Kris," kata Lay tanpa ekspresi. Lalu, ia pergi meninggalkan KrisTaoZiLu.
"Ada apa dengan mereka, Tao? Kenapa saat aku datang mereka seperti itu?"
"Entahlah,"
Tao mengedikkan bahunya. Ia melangkahkan kakinya menuju kulkas dan mengambil sebotol jus jeruk.
"Mungkin mereka terganggu,"
Tao melangkahkan kakinya menjauhi Kris dan Zi Lu. Ia hanya melewati mereka berdua, tanpa melihat ataupun melirik sama sekali.
"Terganggu? Terganggu akan apa?"
Kris mengerutkan dahinya. Ia benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi pada tiga uke EXO-M itu.
"Appa, Zi Lu lapar," rengekkan Zi Lu menyadarkan Kris untuk kembali pada dunia nyata
"A-Ahh, ne. Kata Lay ada bubur, ayo kita makan itu,"
"Ne, appa!" Zi Lu mengangguk dengan semangat
Tanpa mereka sadari, sepasang mata tengah memperhatikan mereka saat itu. Tao. Ia memperhatikan Kris dan Zi Lu sambil tersenyum. Senyuman yang menyiratkan kesakitan yang mendalam. Tao berusaha untuk tidak meneteskan air matanya. Ia akan berusaha tegar.
'Semoga kalian bahagia,' batin Tao
-0-
"Kris,"
Kris menoleh kearah Xiumin. Xiumin menatap Kris tajam.
"Waeyo, Xiumin-ge?" tanya Kris heran "Ada masalah?"
"Mana se- maksudku, mana Zi Lu?" tanya Xiumin. Ia hampir keceplosan menyebutkan 'setan kecil'.
"Zi Lu? Ia sedang pergi ke taman bermain bersama Tao, waeyo?"
"Bersama Tao?" Xiumin menaikkan alisnya "Hanya berdua? Bersama Tao?"
"Ne. Memang kenapa? Zi Lu cukup akrab kok dengan Tao,"
"Cukup akrab? Hhh,"
"Memang kenapa, ge? Sepertinya ada masalah,"
"Aniyo, bukan urusanmu," balas Xiumin sambil membalikkan tubuhnya
"Bukan urusanku bagaimana?" Kris menahan tangan Xiumin "Tao adalah kekasihku, dan Zi Lu adalah anak…,"
"Anakmu? Iya? Ya ampun. Kris! Sepertinya kau harus menjelaskan siapa itu Zi Lu pada kami!" kata Xiumin "Kami tidak mengerti apa-apa, kau tau?"
Kris menunduk. Ia tau, harusnya ia memberitahu semuanya pada teman-temannya, terutama Tao.
"Mianhae, ge,"
"Permintaan maafmu itu tidak penting!" bentak Xiumin "Aku hanya peduli pada penjelasanmu tentang siapa Zi Lu itu!"
Kris menghela nafas, "Baiklah, akan aku jelaskan,"
-Di ruang tamu-
Para member EXO-M -Tao sedang mengerubungi Kris di ruang tengah. Mereka menuntut penjelasan Kris tentang siapa Zi Lu itu.
"Begini, Zi Lu itu.. kurasa memang anakku," kata Kris berat
"Kurasa? Kurasa?!" Luhan terlihat kaget sekaligus marah "Kurasa, Kris? Astaga,"
"Aku tidak tau ia benar anakku atau bukan!" balas Kris sambil menatap tajam Luhan "Aku bahkan tidak tau bahwa ia ada sampai kemarin!"
"Tapi ia sudah lima tahun Kris, lima tahun!"
"Aku tau! Tapi ia lahir tahun 2007, kau ingat?" Kris mengangkat alisnya "Itu adalah saat aku masuk menjadi SM Trainee!"
"Jadi maksudmu kau melakukan 'itu' dengan yeoja lain dan setelah itu kau masuk SM dan meninggalkan yeoja itu begitu, saja? Begitu?!"
"Ti-Tidak juga! Aku tidak tau bahwa Jin Ah hamil! Bahkan aku sudah putus hubungan dengannya sejak bulan Agustus tahun 2006!" kata Kris
"Memangnya kenapa kau memutuskan hubungan dengannya, eum?"
"Karena…,"
"Karena..?"
"Karena, umm..,"
"Astaga Kris! Kau tinggal bilang kau melakukan 'itu' dengannya! Sesusah apa sih?!" Xiumin langsung membentak Kris "Tidak usah malu-malu begitu! Aigo. Rasanya darahku naik karenamu,"
"Ta-Tapi itu bukan salahku, kan?"
"Tentu saja salahmu! Pasti karenamu kalian melakukan 'itu'!"
"Bukan karena aku!" Kris membela dirinya "Karena dia! Dia datang malam-malam sekali kerumahku. Menangis, ya, aku yakin dia menangis. Menangis karena diputuskan oleh kekasihnya atau apalah itu. Lalu, yah, apa yang harus kulakukan? Aku mempersilakannya masuk, dan membuatkannya –untuk aku juga- teh. Lalu aku tinggalkan sebentar dan saat kembali, ia tersenyum-senyum entah kenapa. Lalu, aku meminum tehku dan setelah itu, kurasa ada yang aneh pada tubuhku. Dan, kalian tebak sendiri kelanjutannya,"
"Oh duizhang. Jangan bilang dia membubuhkan obat perangsang pada minumanmu!"
"Hah? Obat apa? Obat.. perangsang?" Kris mengerutkan dahinya "Tidak! Kurasa tidak mungkin!"
"Apanya yang tidak mungkin?" Lay berbicara "Kau meninggalkan dia sendirian sebentar. Lalu saat kau kembali ia sudah senyam-senyum tak jelas. Lalu saat meminum tehmu kau merasakan sesuatu yang aneh pada dirimu. Kutebak kau merasa panas! Apa lagi yang bisa menjelaskan hal itu kecuali ia membubuhkan obat perangsang pada minumanmu?!"
Kris terdiam. Di dalam hatinya, ia membenarkan ucapan Lay. Ia merasa bodoh karena tidak menyadarinya selama kurang lebih lima tahun belakangan ini.
"Jadi… sebenarnya kita tidak bisa menyalahkanmu," kata Chen "Itu bukan salahmu, kan? Tapi kurasa.. yah. Entahlah. Sebenarnya Park Jin Ah itu siapamu?"
"Jin Ah itu hoobae-ku di sekolah. Ia berasal dari Cina dan pindah ke Kanada, sama sepertiku. Karena itu aku membantunya untuk belajar bahasa Inggris. Dan, yah. Kurasa kami menjadi dekat karenanya,"
"Kau.. mencintainya?"
"Tentu saja tidak! Yah, dulu mungkin iya. Tapi sekarang? Setelah ada Tao? Tentu saja aku tidak mencintainya! Cintaku hanya untuk Tao!"
Semuanya terdiam. Kris menggaruk tengkuknya, hal yang biasa ia lakukan ketika bingung atau gugup. Ia memandang teman segrup-nya itu bergantian.
"Jadi.. apa yang harus kulakukan?"
"Tes DNA," kata Luhan cepat "Itu satu-satunya cara agar kita bisa memastikan ia benar-benar anakmu atau bukan,"
"Tidak! Aku tidak mau! Itu akan menyakiti Tao kalau seandainya hasilnya benar! Benar bahwa dia anakku!"
"Kalau begitu…," gumam Lay "Kenapa kita harus memberitahu Tao?"
-0-
"Rencana ini benar-benar gila. Sungguh," Kris menatap Chen "Chen, kenapa kita harus menuruti rencana gila mereka?"
"Yah, karena ada Xiumin hyung," jawab Chen "Kurasa itu menjelaskan semuanya, kan?"
"Jadi kau tunduk begitu saja pada Xiumin hyung? Hhh,"
"Seperti kau tidak saja," balas Chen cuek "Kau kan sangat tunduk pada Tao,"
"Ya, itu beda lagi," balas Kris "Itu namanya…,"
"Hey! Sudah jangan mengobrol terus!" bentak Xiumin "Lu, kau sudah memegang rambut Kris dan Zi Lu, kan?"
"Eum! Semuanya sudah rapi! Tinggal kita serahkan ke dokter,"
"Baiklah. Itu ruangannya,"
Kini Kris, Xiumin, Lay, Luhan, dan Chen sedang berada di rumah sakit. Mereka benar-benar ingin melakukan tes DNA ternyata. Dan Kris? Ia hanya dapat menuruti keingan teman-temannya. Sungguh kasihan. Ckck.
Xiumin mengetuk pintu ruangan yang mereka tuju. Seorang yeoja cantik yang mengenakan seragam perawat membukakan pintu.
"Ah, tuan Kim Minseok, benar?" tanya yeoja itu
"Ne. Dokter Limnya ada kan?"
"Tentu. Ia sudah menunggu kalian daritadi. Ayo masuk,"
Xiumin, Luhan, Lay, Chen dan Kris berjalan memasuki ruangan itu. Kris berjalan paling akhir. Tampaknya ia merupakan yang paling ogah-ogahan untuk datang kesini.
"Ah, halo, dokter Lim," sapa Xiumin "Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk kami,"
"Hmm, tidak apa. Lagipula sebenarnya sekarang waktu makan siangku. Jadi aku kosong," balas seorang yeoja yang tampak lebih berwibawa dari yeoja perawat tadi "Yue, sekarang kau bisa pergi,"
Yeoja perawat itu langsung menganggukan kepalanya. Ia tersenyum sesaat lalu langsung beranjak pergi dari ruangan itu. Saat ia sudah benar-benar pergi, dokter Lim membuka mulutnya.
"Jadi, ada masalah apa? Sampai grup terkenal seperti kalian datang kesini? Dan.. kurasa ada yang kurang. Mana bocah manis bermata panda itu?"
"Ah, maksud dokter Tao?" tanya Luhan "Ia sedang berjalan-jalan dengan seseorang,"
"Umm, kekasihnya?"
"Tentu saja tidak," balas Luhan sambil tertawa kecil "Kekasihnya ada disini, dokter,"
Dokter Lim langsung menelusuri wajah Xiumin, Luhan, Chen, Lay, dan Kris satu persatu. Ia langsung tersenyum begitu melihat Kris.
"Ah, seleramu tak salah, Wu Fan," kata dokter Lim "Benarkan, itu namamu?"
"Ya. Tapi lebih baik anda memanggil saya Kris saja," balas Kris "Dan, darimana anda tau nama saya?"
"Tentu saja aku tau namamu. Xiumin selalu bercerita tentangmu dan teman-temannya. Dan memang kau fikir aku tak menonton TV?"
"Ah ya. Maaf,"
"Hmm, lupakan," balas dokter Lim "Dan ya, apa masalahnya?"
"Jadi begini, kami mau melakukan tes DNA," jelas Xiumin "Kuharap kau mau membantu,"
"Tentu, tentu. Baiklah, mana barang yang bisa membantuku melakukannya?"
"Ini," Luhan mengeluarkan dua plastik berisi rambut Kris dan Zi Lu "Kapan kami bisa mengambil hasilnya?"
"Hmm, mungkin minggu depan. Aku sangat sibuk akhir-akhir ini,"
"Baiklah. Kalau sudah siap tolong hubungi kami,"
"Ya, tentu saja," balas dokter Lim "Nomormu masih yang dulu kan, Minseok?"
"Ne," balas Xiumin "Baiklah, kami permisi dulu, dokter Lim,"
"Ya. Aku akan menelfon kalian,"
"Ya, terimakasih,"
Xiumin, Luhan, Lay, Chen, dan Kris langsung melangkahkan kaki keluar dari ruangan dokter Lim. Kris terlihat lega bisa keluar dari sana.
"Aish. Entah kenapa aku merasa kalau dokter Lim itu mempunyai obsesi tersendiri terhadap Tao," rutuk Kris kesal
"Tentu saja," kata Xiumin
"Eh? Apa katamu, ge?"
"Tentu saja dokter Lim memiliki obsesi tertentu bagi Tao. Dokter Lim itu EXO Fans juga. Dan dia Tao biased,"
Kata-kata terakhir dari Xiumin membuat Kris mematung. Ia sangat kaget. Sungguh.
-0-
"Kami pulang," kata Xiumin. Ia lelah
"Gege darimana saja?" Xiumin terlihat kaget ketika melihat Tao dan Zi Lu yang sedang duduk di sofa sambil menonton TV "Aku khawatir sekali ketika menemukan kalian tidak ada di dorm,"
"Maaf, Tao," balas Luhan "Kami tadi pergi sebentar,"
"Humm, baiklah. Apa kalian membawa oleh-oleh?" mata Tao berbinar lucu
"Ti-Tidak. Mianhae,"
"Ah, tidak apa," balas Tao sambil tersenyum riang "Oh ya, tadi Sehun menelfon, hyung. Ia mau tau tentang perkembangan anak Kris-ge,"
"MWO?!" Kris terkaget sendiri "Kenapa Sehun bisa tau?"
"Tentu saja aku yang memberitahu," balas Luhan acuh "Kau fikir aku tidak akan memberitahu hal ini pada member K, hah?"
"Tapi kan…,"
"Tidak baik merahasiakan sesuatu dari teman sendiri," kata Chen "Sudahlah ge, terima saja,"
Kris hanya menghela nafasnya kesal. Ia langsung berjalan memasuki kamarnya dan kemudian tidak terdengar suara lagi di sana.
"A-Appa!" Zi Lu berteriak, namun sepertinya Kris tidak mendengar atau tidak memperdulikannya
Zi Lu langsung bangkit dari duduknya. Ia ingin mengejar appa-nya. Karena jujur saja, ia tidak begitu nyaman dengan teman se-grup Kris yang lain, ya, kecuali Tao.
GREP
"Jangan, Zi Lu," kata Tao sambil menggenggam tangan Zi Lu "Kris-ge sedang ingin sendirian, jangan mengganggunya dulu,"
"Tapi kan dia appa-ku!"
"Tapi Zi Lu, mau kau anaknya atau tidak, dia sedang ingin sendirian," kini Lay memutuskan untuk bersuara "Kau tidak boleh mengganggunya,"
"Kenapa memangnya?! Dia tidak akan merasa terganggu! Pokoknya aku mau ke appa!"
Zi Lu menghempaskan tangan Tao begitu saja. Ia langsung berlari menuju kamar tempat Kris berada.
"Tao.. apa itu tidak apa?" tanya Luhan begitu Zi Lu sudah benar-benar menghilang dari pandangan mereka
"Tidak apa apanya?" balas Tao
"Zi Lu.. berlaku seperti itu. Kurasa dengan kehadirannya kau menjadi sangat jarang mengobrol dengan Kris," jelas Luhan
"Kurasa.. tak apa. Ia kan… anak Kris-ge," suara Tao sedikit memelan ketika mengucapkan kata-kata terakhir. Berat rasanya, mengatakan hal itu.
-TBC-
Mian kalau ceritanya makin gaje. Gomawo buat yang udah review di chap kemarin~
petanirumputliar: Emang Tao kasian banget u,u Umm, bener ga ya? Haha *plakk Ne ini udah lanjut~ Gomawo udah review~
ttuijangKrisJY: Hai juga '-')/ Iya tau kok tau-_- gue kenal sama lo ahaha. Iya bener park jin ah~ Haha ne ini udah apdet. Makasih udah review~
kingeyelinerXXDD: Iya ini udah lanjut '-')b Gomawo ne udah review~
devinatan98: Tao buat aku kok buat aku :') Haha ne gomawo ya udah review~
vickykezia23: Iya tau tuh si Kris hiks. Ayo kita gebukkin Kris (?) *plakk. Ne ini udah ada next chap-nya~ Gomawo ya udah review~
PrinceTae: Baca FF straight? Haha. Mungkin mereka udah terlalu capek karena keseringan protes sama Kris haha. Ne ini udah lanjut. Gomawo udah review.
Nezta: Tau tuh naga emang kejam banget hiks (?). Ne ini udah lanjut, gomawo ne udah review~
JennyChan: Emang T_T Paketin? Haha emang barang bisa dipaketin? Wkwk. Gomawo ya udah review~
Angga said: Flashback? Aku paling ga jago bikin flashback entah kenapa -_-v okesip. Sikap Tao ke Kris? Pasti nanti berubah. Tenang aja. Tapi itu nanti *evilaugh* Ne, gomawo udah review yaa~
pyolipops: Aku juga ngerasa gimana sedihnya Tao hiks T_T Bukan selingkuh di belakang Tao juga sih sebenernya. Yah, 'sebenernya'. '-' Gomawo yaa udah review~
dreanie: Film? Aku ga pernah nonton deh serius '-'v Ide cerita ini aku dapetin pas ngeliat anak kecil yang imutnyaa~ Imut bangettt xD Ne ini udah lanjut~ Gomawo ne udah review~
HoneyChan: Haii '-')/ Ini udah dilanjut kokk xD Maaf kalau chap ini ga terlalu panjang hiks *nangis di pundak Tao* *plak* Beneran bapak anak atau ga ya? *mikir* Ne nanti pasti aku kasihtau kok ahaha~ Ne gomawo udah review~
tania: Zi Lu '-' itu? Itu… ya si itu(?). Emang tuh dia tuh ngeganggu banget -_- huaa uri innocent ummaaa *pelukTao* entah kenapa aku lebih pengen jadiin Drama daripada Angst. Atau Drama dan Angst aja ya? Hahaha. Gomawo ne udah review~
Choujiro21: Itu anak… *Kris berhenti ngomong* Kris memang rada-rada. Aku setuju AHAHAHA. Yah, gitu lah (?). Iya nanti pasti Zi Lu suka sama Tao kok. Siapa sih yang ga suka sama uri innocent umma? Yah, kecuali antifans nya terutama T-T *sensi gara-gara Tao dibash lagi* Ne ini udah lanjut, gomawo udah review~
ZiLu: Kurasa sama, ahaha '-')b mungkin karena dia terlalu baik -_- Ne nanti pasti aku cerita. Tapi 'nanti' *plaked* Ne gomawo ya udah review~
BaekRen: Kris memang kejam hikseu T_T ne ini udah update. Gomawo ne udah review~
BoPeepBoPeep137: Ne ini udah lanjut. Gomawo yaa udah review :D
Hisayuchi: Bukan yah? Ya maybe itu benar *plak* Hiks iya, dia tabah kok. Kan ada aku *ditendangKris* Ahaha ne pasti Kris tetep nikah sama Tao xD gomawo yaa udah review~
Kan Rin Rin. Chen Min: Anak Tao juga ya? Maybe sih yaa '-' ne ini udah lanjut~ Gomawo yaa udah review~
meyy-chaan: Annyeong~ Zi Lu itu? Park Jin Ah itu? Bakal kejawab di chap-chap depan *dance* *plak* Iya aku juga kasian ngeliat Tao kayak gitu hiks. Ne ini udah lanjut~ Gomawo yaa udah review~
Last, mind to review? ;)
