Title: Duizhang, Who Is HE?
Cast: EXO
Summary: seorang namja kecil datang tiba-tiba ke dorm EXO-M. Ia mengaku bahwa dirinya merupakan anak dari sang duizhang. Lalu, bagaimanakah reaksi member M lainnya? Yang terutama, bagaimanakah reaksi Tao? Yaoi. BoyxBoy. DLDR. RnR, please?
-0-
Sesosok namja bermata panda dan berwajah manis terlihat tengah duduk sendirian di sofa yang berada di ruang tengah. Ia terlihat melamun, sibuk dengan fikirannya sendiri. Padahal, di hadapannya, ada TV yang sedang menyala.
Tidak ada yang dapat membaca apa yang sedang difikirkan oleh namja manis itu. Tatapan matanya kosong, tidak menampakkan tanda-tanda kesedihan atau lainnya. Kosong, tidak dapat dibaca.
Namja manis itu adalah Tao, Huang Zi Tao. Maknae panda dari EXO-M itu. Kini ia tengah duduk sendirian di ruang tengah, tanpa siapapun menemani. Teman-teman se-grupnya telah masuk ke kamar masing-masing, siap untuk tidur di tempat tidur mereka yang empuk itu.
Sejujurnya, Tao tidak dapat memungkiri bahwa sebenarnya ia juga sangat mengantuk. Tapi, entah kenapa, timbul rasa segan dalam hatinya untuk masuk ke dalam kamar yang ia tempati bersama Kris itu. Entahlah, ia takut mengganggu momen kebersamaan Kris dengan Zi Lu, anaknya itu.
Sampai sekarang, bagi Tao, masih sangat berat untuk mengakui bahwa Zi Lu adalah anak dari Kris. Sebenarnya, tidak ada bukti. Sama sekali tidak ada bukti. Hanya saja, Tao merasa kalau Zi Lu itu anak Kris. Lagipula, sekarang pun keadaannya begitu, kan? Zi Lu adalah anak Kris. Suka maupun tidak suka. Ada bukti ataupun tidak ada bukti.
Lagipula, kelihatannya Kris pun nyaman-nyaman saja dengan kehadiran Zi Lu. Hanya… Luhan, Xiumin, Chen, dan Lay tidak merasa nyaman dengan kehadiran bocah satu itu. Mereka merasa keberatan dengan kehadiran Zi Lu.
Tao sendiri bingung dengan perasaannya. Ia tidak tau apakah ia menerima Zi Lu atau membenci Zi Lu. Di satu sisi, ia merasa tidak keberatan dengan kehadiran Zi Lu, entah kenapa, Zi Lu hampir selalu bersikap baik dan manis di hadapannya. Namun, di sisi lain, ia membenci kehadiran Zi Lu. Zi Lu membuat waktu yang ia habiskan dengan Kris makin sedikit. Bahkan sekedar bertegur sapa saja sulit. Zi Lu seperti memonopoli Kris.
"Hft… apa yang harus aku lakukan?"
GREP
Tiba-tiba sepasang tangan yang kokoh melingkari pinggang Tao. Tao yang tadinya sedang berfikir langsung kaget karenanya. Tao langsung melihat kearah tersangka dari kejadian yang membuat Tao kaget itu. Dan begitu melihat siapa pelakunya, pipi Tao langsung bersemu merah.
"K-Kris ge? Kenapa gege ada di sini? Bukannya gege tidur?" tanya Tao berusaha menyembunyikan kegugupannya
"Aku merindukanmu, Tao-ie," bisik Kris tepat di telinga Tao "Aku betul-betul merindukanmu. Zi Lu membuat waktu-ku denganmu benar-benar berkurang. Menyebalkan."
Jadi, Kris juga merasakan hal yang sama dengan Tao? Apakah begitu?
"Na-Nado, ge. Nado. Aku juga sangat merindukanmu," kata Tao pelan
"Eh? Apa? Aku tidak dengar," kata Kris. Dan, dia hanya pura-pura tidak dengar. Lihat saja, sekarang Kris sudah memasang smirk-nya itu.
"Yakk! Gege jangan pura-pura tidak dengar, deh," kata Tao kesal sambil mempoutkan bibirnya
"Aigoo, jangan mempoutkan bibirmu seperti itu, Tao-ie. Kau benar-benar menggemaskan. Kau mau aku 'memakanmu' sekarang, eoh?"
"Ge-Gege!" Pipi Tao bersemu merah ketika mendengar ucapan gege-nya itu "Jangan mengatakan hal itu!"
"Kenapa, eum? Bukankah dulu kita sering melakukannya?" tanya Kris sambil mengistirahatkan kepalanya di pundak Tao. Kris terlihat tersenyum evil sekarang.
"Yakk! Gege mesum!" kata Tao malu "Itu kan dulu, ge! Sekarang ada Zi Lu!"
"Ukh. Benar-benar. Menyebalkan. Sudah membuat waktu-ku denganmu semakin sedikit. Ia juga membuatku tidak bisa memakan my panda. Aigoo."
Tao hanya terdiam mendengar kata-kata Kris. Pipinya sudah sangat memerah sekarang. Ia sangat malu dengan semua ucapan yang dilontarkan oleh Kris.
"Ta-Tapi gege tidak boleh seperti itu," kata Tao "Bagaimanapun juga, Zi Lu kan darah daging gege,"
Sungguh. Bagi Tao, sangat berat untuk mengucapkan hal-hal yang ia ucapkan tadi. 'Darah daging gege'. Itu sangat menyakitkan.
Kris tiba-tiba melepaskan pelukannya di pinggang Tao. Ia menarik Tao agar duuk menghadap dirinya.
"Hey, Tao. Katakan yang sejujurnya padaku," kata Kris "Kau keberatan atau tidak, dengan kehadiran Zi Lu di sini?"
Tao menundukkan kepalanya. Ia tidak tau harus menjawab pertanyaan Kris dengan kata-kata apa. Pikirannya benar-benar buntu. Dan juga… ia belum tau dengan pasti bagaimana perasaannya.
"A-Aku… Tidak tau, ge." jawab Tao "Aku tidak tau. Di satu sisi, aku menerima kehadirannya, di sisi yang lain, aku tidak menerimanya."
Kris menghela nafasnya sejenak, "Aku benar-benar minta maaf, Tao-ie. Aku, benar-benar tidak tau dengan keberadaan Zi Lu sampai kemarin. Aku tidak tau kalau Zi Lu itu ada. Dan… aku tidak dapat menolaknya. Aku… aku tidak tau apakah ia benar anakku atau bukan, tapi… Lihat mata elangnya, benar-benar mirip mataku, kan? Dan itulah yang aku takutkan…,"
"Aku… Aku mengerti, ge. Kalau benar Zi Lu anakmu, aku bisa menerimanya," kata Tao pelan "Aku, aku bisa menerimanya. Sungguh,"
Kris dapat melihat bahwa punggung namja di hadapannya ini bergetar. Dan ia sangat tau, kalau Tao sedang menangis. Dengan refleks, Kris langsung memeluk tubuh namja di hadapannya itu.
"Ssh, jangan menangis. Uljima," bisik Kris "Semuanya akan menjadi lebih baik, aku janji. Aku akan membuat jelas semua ini. Percayalah padaku,"
Tao hanya mengangguk dalam pelukan Kris. Ia mulai terisak.
Tanpa Kris dan Tao sadari, sepasang mata yang dimiliki oleh anak kecil berpipi chubby telah mengintip mereka sedaritadi. Namja kecil itu terlihat menatap Kris dan Tao dengan mata elangnya.
"Aku harus memisahkan appa dan Tao ge. Harus," gumam anak kecil itu
-0-
Pagi sudah tiba. Terlihat satu persatu member EXO-M telah bangun. Yang pertama kali bangun adalah Lay. Tentu saja, karena ia merupakan umma EXO-M, ia bertugas untuk membuat masakan untuk para 'aegya'nya.
Namun, langkah Lay terhenti ketika ia sampai di ruang tengah. Ia membulatkan matanya ketika melihat pemandangan yang segar(?) di pagi hari ini.
"Omona! Kamera mana kamera? Ini harus di foto! Lumayan kalau di jual di internet!" kata Lay heboh
"Lay, ada apa, sih?" Xiumin yang baru saja keluar dari kamarnya itu berjalan menuju Lay yang sedang berdiri di depan sofa ruang tengah. Saat sampai, Xiumin yang awalnya menguap langsung membulatkan matanya ketika melihat pemandangan di hadapannya.
"Lay! Kamera! Kamera! Lumayan buat di jual di internet!" kata Xiumin tidak kalah heboh
"Eung~"
"Ah. Kita telat, Lay, Tao keburu bangun. Lihat, sebentar lagi ia akan membuka matanya itu,"
Benar saja apa yang dikatakan oleh Xiumin. Tidak lama, Tao sudah membuka matanya. Ia mengerjap-erjapkan matanya untuk membiasakan diri dengan cahaya yang masuk ke matanya itu.
"Loh? Xiumin-ge? Lay-ge? Kenapa ada di sini?" tanya Tao heran
"A-Ah, itu, tadi aku mau ke dapur," jelas Lay kikuk "Umm, Xiu-ge, aku ke dapur dulu, ne? Pay pay, Tao, Xiu-ge,"
Lay cepat-cepat berjalan meninggalkan ketiga orang yang ada di ruang tengah itu. Tunggu, tiga orang? Ya. Tentu saja. Jangan lupakan dengan sesosok namja berambut blonde yang kini tengah memeluk pinggang Tao erat itu.
"Ta-Tao, apa kau tidak merasa sesak?"
"Eh? Sesak? Sesak kenapa?"
"Umm, itu, pinggangmu kan…,"
Sebelum Xiumin sempat menuntaskan kalimatnya, Tao sudah menoleh kearah pinggangnya. Dan…
"YAAK! KRIS-GE! LEPASKAN PELUKANMU!"
-0-
Semua member EXO-M + Zi Lu tengah makan di ruang makan. Mereka sarapan dengan tenang. Sesekali mengobrol atau tertawa karena candaan yang dilontarkan oleh salah satu member grup mereka.
Lay dan Xiumin sesekali tertawa kecil ketika mengingat kejadian tadi pagi. Terutama Xiumin, yang menjadi saksi dari kejadian teriakkan Tao itu. Saat mendengar teriakkan Tao dan pipi Tao yang memerah, Xiumin tidak dapat berhenti tertawa. Menurutnya, itu lucu. Sangat lucu.
"Ini semua karena Kris-ge," gumam Tao kesal, cukup pelan sehingga hanya Kris, yang berada di sampingnya, yang bisa mendengar gumaman Tao itu
"Jangan begitu, Tao-ie," bisik Kris "Lagipula, kau menikmati pelukanku, kan?"
"Gege!" Tao melayangkan pukulan pelan ke lengan Kris yang kokoh itu. Kris hanya tertawa kecil
Zi Lu yang sedaritadi memperhatikan Kris dan Tao hanya dapat mengaduk-aduk makanannya kesal. Namun, Lay melihat hal itu sebagai bentuk ketidak-sukaan.
"Zi Lu, apakah kau tidak suka makanannya?" tanya Lay hati-hati
"Tidak. Bukan begitu. Aku suka, yah, cukup suka," balas Zi Lu
"Lalu kenapa kau hanya mengaduk-aduk makananmu? Makanlah," kata Lay "Dan, oh ya, hari ini kita ada jadwal,"
"Jadwal apa?"
"Pemotretan untuk majalah CeCi, setelah itu kita akan mengisi acara ulangtahun seorang putri salah satu pengusaha terkenal," jelas Lay "Kalian harus cepat-cepat menghabiskan makanan kalian,"
"Umm, lalu… bagaimana dengan Zi Lu?" Chen menyuarakan pemikirannya "Masa ia kita tinggal di dorm?"
"Tidak! Tidak bisa! Ia tidak bisa kita tinggal di dorm!" Luhan langsung menolaknya mentah-mentah "Zi Lu, bagaimana kalau kau kami titipkan di salah satu rumah temanmu? Otte?"
"Aku tidak punya teman," balas Zi Lu, terdengar nada sedih di dalamnya "Tidak apa, aku akan pergi selama kalian pergi. Kalau sudah pulang, aku akan berada di taman di dekat dorm ini,"
Zi Lu melangkahkan kakinya menjauhi ruang makan. Ia mengambil mantelnya dan mengenakan sepatunya. Lalu, ia berjalan keluar dari pintu dorm.
"Hei, ia benar-benar pergi sendiri?" tanya Lay pelan
"Ya. Kurasa begitu…," gumam Xiumin
"Lalu, kita harus bagaimana..?"
"Aku…,"
Sebelum Kris sempat menyelesaikan kalimatnya, manager EXO-M telah membuka pintu dorm. Mereka yang sedang berada di ruang makan langsung melihat kearah pintu dorm.
"Ada apa, manager?" tanya Luhan
"Aku hanya ingin menjemput kalian. Kukira kalian sudah siap. Ternyata masih makan, ckck. Ayo cepat! Pemotretan akan mulai jam sepuluh,"
"Ne, hyung!"
-SKIP-
Semua member EXO-M kini telah sampai di tempat pemotretan. Terlihat nuansa soft yang kentara.
"Hari ini pemotretannya seperti apa?" tanya Luhan, menatap kearah manager
"Hari ini, nuansa pemotretannya itu soft. Jadi, seperti tema-tema kencan pertama atau valentine, begitulah,"
Para member EXO-M mengangguk-anggukan kepalanya mengerti. Mereka terlihat bersemangat dalam pemotretan kali ini.
"Ahh, kalian semua sudah sampai, eh?" Fotografer CeCi Magazine menyapa mereka "Bagaimana? Sudah tau konsep apa yang akan kita pakai kali ini?"
"Ne!"
"Bagus," sang fotografer tersenyum "Baiklah, sebaiknya kalian bersiap-siap. Di ruangan yang biasanya, sudah tersedia baju, kalian tinggal mengenakan baju yang bertuliskan nama kalian, mengerti?"
"Ya! Kami mengerti!"
Para member M langsung menuju ruangan yang biasa mereka pakai untuk mengganti baju dan semacamnya. Tao menghampiri baju yang bertuliskan namanya. Hoodie berwarna hitam putih, dan kaus berwarna soft red, serta jeans yang berwarna dark blue.
"Uaa, lumayan~" kata Tao senang ketika melihat hoodie-nya "Warnanya seperti…,"
"Panda!" tiba-tiba Luhan berseru "Aigoo! Kau akan mirip dengan panda kalau mengenakan hoodie itu, Tao-nie!"
"Ya! Apa yang dikatan Lulu-ge itu benar! Benar sekali!" kata Lay "Aigoo, kau pasti akan terlihat seperti anak panda ketika memakai hoodie itu!"
Tao hanya mempoutkan bibirnya mendengar kata-kata kedua hyungnya itu. Kris menatap lucu kepada kekasihnya yang sedang digoda oleh Luhan dan Lay.
"Sudahlah, jangan mengganggu Tao terus," kata Kris "Lebih baik kalian segera ganti baju,"
"Memang kau sudah?"
"Tentu saja. Kau tak lihat?"
Kris terlihat memakai jaket berwarna hitam, dengan kaus putih dan jeansnya itu. Terlihat sangat simple, tapi tetap menunjukkan sisi sempurna dari sosok namja bertubuh tinggi itu.
Tao merasakan pipinya memerah ketika melihat kekasihnya itu. 'Tampan,' batin Tao
"Hey, sana cepat! Ganti baju!"
Tao menuruti perintah itu. Ia masuk ke ruang ganti baju dan segera mengganti bajunya dengan baju yang sudah disiapkan. Setelah selesai, Tao mematut dirinya di cermin. 'Cocok juga…,' batin Tao
Tao pun keluar dari ruang ganti baju. Ia melihat Kris yang menatap dirinya seperti serigala yang kini tengah menatap lapar mangsanya.
"K-Kris-ge?" panggil Tao
"A-Ah, ya?"
"Umm, bagaimana penampilanku?" tanya Tao sambil menatap Kris polos
Kris melihat Tao dari atas sampai bawah. Lalu, ia tersenyum.
"Manis, manis sekali," jawab Kris sambil menunjukkan smirk-nya
"Kris-ge? Kenapa tersenyum seperti itu?" tanya Chen yang tiba-tiba saja lewat
"E-Eh? Haha. Aku hanya sedang senang karena apa yang akan kita perbuat di pemotretan nanti, Chen-ah."
"Memang… Ah! Ya! Aku juga sangat senang! Kekeke~"
Tao menatap kedua seme yang berada di hadapannya dengan tatapan bingung. Apa maksud mereka? Tao benar-benar tidak mengerti.
"Ya! Kalian semua sudah siap?" tanya sang manager "Kalau sudah siap… ah, Lay, Luhan. Kalian bisa mulai pemotretan duluan."
Lay dan Luhan pun menganggukan kepala mereka dan berjalan mengikuti sang manager. Para member M yang lain juga tidak mau ketinggalan. Mereka mau tau bagaimana sesi pemotretan LayHan berlangsung.
"Humm, baiklah! Karena ini temanya adalah kencan pertama atau valentine, kalian bertingkah lah seperti sepasang kekasih, ne?"
"MWOYA?!" Luhan dan Lay terlihat sangat terkejut. Sedangkan Kris dan Chen hanya terkekeh pelan. Tao dan Xiumin? Mereka sepertinya sudah tau apa yang membuat seme mereka itu terlihat sangat senang
'Omona! Bagaimana pendapat Sehunnie kalau begini? Bisa-bisa aku dianggap selingkuh! Huaaa!' tangis Luhan dalam hati
'Bagaimana ini?! Aku uke dan Luhan-ge juga uke! Lalu, bagaimana dengan Suho hyung? Hueee. Nanti aku dianggap tidak setia, lagi!' batin Lay panik
"Kalian, silakan berpose se natural mungkin. Menampakkan pasangan yang sedang marahan juga boleh!" kata sang fotografer "Kalian akan difoto masing-masing tiga kali!"
"Nah! Itu dia!" Luhan dan Lay terlihat senang
Sesi pemotretan pun dimulai. Lay dan Luhan mulai berpose seolah mereka adalah pasangan yang sedang bertengkar. Luhan duduk di sofa sambil menopang kepalanya dengan tangannya. Bertingkah seolah ia bosan dan sangat kesal. Sedangkan Lay, ia berdiri memunggungi Luhan sambil terlihat menatap jam, seolah menunggu sesuatu.
KLIK!
Setelah itu, Luhan berdiri. Ia dan Lay saling menatap. Lay bersedekap dan menatap Luhan dengan pandangan malas. Sedangkan Luhan menggembungkan pipinya kesal.
KLIK!
"Ya! Satu foto lagi!"
Kali ini, Luhan dan Lay sama-sama tersenyum. Luhan mendekat kearah Lay dan ia menggenggam tangan Lay erat. Sedangkan Lay menatap Luhan sambil tersenyum cerah. Dan…
KLIK!
"Ya! Terimakasih! Kalian benar-benar bagus! Silakan istirahat!" kata fotografer "Sekarang, giliran Chen dan Xiumin!"
Chen langsung menggandeng tangan Xiumin. Mereka pun mulai berpose.
Xiumin dan Chen duduk di sofa yang disediakan. Xiumin menatap kamera dengan wajah polos sambil menggembungkan pipinya. Sedangkan Chen terlihat tersenyum cerah sambil melirik kearah Xiumin melalui ekor matanya.
KLIK!
Chen meraih tangan Xiumin. Xiumin menatap polos kearah Chen. Lalu, Chen tersenyum lembut.
KLIK!
Pose terakhir. Xiumin mendekatkan dirinya pada Chen. Ia merebahkan kepalanya di bahu Chen. Sedangkan Chen hanya menatap kamera sambil tersenyum cool.
KLIK!
"Dan, ya! Selesai! Terimakasih, ne? Kalian hebat!" kata sang fotografer "Terakhir, Tao dan Kris!"
Kris dan Tao berdiri dari duduknya. Kris menggenggam tangan Tao erat. Saat berdiri di posisi Xiumin dan Chen sebelumnya, mereka pun mulai berpose.
Tao terlihat mempoutkan bibirnya, terlihat kesal, dan Kris tiba-tiba saja memeluk pinggang Tao erat. Kris menampakkan senyum cool-nya.
KLIK!
Kris duduk di sofa yang tersedia. Ia terlihat bersikap santai dan tenang, sedangkan Tao yang ada di sebelahnya hanya menatap Kris polos, sambil menopang kepalanya dengan tangan.
KLIK!
Pose terakhir. Tao menatap polos kamera dan Kris mendekatkan kepalanya kearah pipi Tao, jarak bibir Kris dan pipi Tao hanya berjarak sekitar lima cm. Pipi Tao terlihat memerah.
KLIK!
"Huaa! Daebak! Keren! Hebat! Kalian hebat!" kata sang fotografer senang "Ahh, baiklah. Sekarang kalian akan mengganti baju dengan baju kedua, ne?"
"Ya,"
Semuanya masuk ke dalam ruangan yang tadi. Tao melihat kearah baju apa yang ia akan pakai selanjutnya. Kemeja berwarna putih dengan sedikit warna soft pink, dan juga jeans berwarna hitam. Sedangkan Kris memakai kemeja berwarna biru. Sepertinya, sekarang semua memakai kemeja. Hanya berbeda warnanya saja.
"Sudah siap?"
"Ya!"
"Baiklah, sekarang, Luhan dan Tao, ayo cepat,"
"MWO?!"
Kris terlihat tidak terima. Ia tidak mau melihat Tao dan Luhan yang akan bertingkah seperti sepasang kekasih disana.
"Kenapa, Kris?" tanya Luhan. Sepertinya ia senang karena pasangannya adalah Tao.
"A-Ani," balas Kris
"Ya sudah, ayo Tao-ie!"
Luhan menggandeng tangan Tao. Mereka pun mulai bersiap-siap di posisi.
"Oke! Ayo mulai!"
Luhan mendekatkan tangannya pada pipi tao. Luhan mencubit pipi Tao pelan. Tao hanya menampakkan wajah kesalnya. Sedangkan Luhan tersenyum jahil.
KLIK!
Tao mendekati Luhan dan memeluk pinggang Luhan dari samping. Sedangkan Luhan merangkul bahu Tao.
KLIK!
Pose terakhir, dan Kris sangat senang karenanya. Tao dan Luhan terlihat menyatukan tangan mereka berdua dan membuat love sign. Mereka berdua tersenyum cerah.
KLIK!
Dan, selesailah sesi pemotretan LuhanTao. Kris sangat bersyukur karenanya.
-SKIP-
Kini para member EXO-M sedang dalam perjalanan menuju tempat seorang putri pengusaha terkenal yang akan merayakan ulangtahunnya. Mereka akan menampilkan tiga lagu disana, MAMA, History, dan Two Moons.
Kris sangat senang. Mereka akan menampilkan Two Moons. Itu berarti, Kris akan duet dengan Tao, kan? Diiringi oleh tarian Lay dan Luhan.
"Tao-ie," panggil Kris
"Ne, ge?"
"Ani, haha," balas Kris
"Aigoo, kukira kenapa," balas Tao
"Haha, mianhae. Aku hanya ingin mengganggumu," balas Kris sambil menatap Tao jahil
"Ishh! Gege inii~" Tao memukul pelan lengan Kris
Luhan dan Xiumin yang sedang asyik mengobrol tiba-tiba berhenti ketika melihat Kris dan Tao yang bertingkah selayaknya sepasang kekasih. Mata mereka berbinar senang.
"Syukurlah. Mereka dapat bermesraan lagi. Rasanya aneh, melihat pasangan naga-panda itu tidak bermesraan akhir-akhir ini," bisik Xiumin
"Ne. Benar, aku juga merasa seperti itu. Rasanya sepi," kata Luhan "Hahh. Itu semua karena kehadiran setan kecil itu,"
"Lulu ge! Xiu-ge!" panggil Lay "Sini!"
Luhan dan Xiumin langsung mendekati Lay penasaran. Lay terlihat sedang menekuni iPhone miliknya.
"Tadi aku iseng mencari tentang Park Jin Ah," bisik Lay "Dan ternyata dia adalah model yang terkenal. Dan kata Zi Lu, dia sudah meninggal, kan? Tapi ini? Tidak ada sama sekali berita yang memuat tentang meninggalnya Park Jin Ah,"
"Jadi, maksudmu..?"
"Bisa saja berita Park Jin Ah meninggal disembunyikan, atau… Zi Lu berbohong."
-0-
Terlihat se sosok namja kecil sedang duduk sendirian di bangku yang ada di taman. Matanya menerawang jauh.
"Umma, aku betul-betul merindukanmu," gumam anak itu "Kenapa umma sejahat itu padaku?"
Sosok namja kecil itu, yang diketahui sebagai Zi Lu, mengeluarkan ponsel dari sakunya. Ya, ponsel. Namja sekecil itu sudah punya ponsel. Hebat, kan?
Zi Lu terlihat akan menelfon seseorang. Ia menempelkan telinganya pada layar ponsel-nya. Dan, akhirnya terdengar sahutan dari sana.
"Zi Lu? Ada apa?"
"Aniyo, bibi. Aku… hanya ingin berbicara saja,"
"Membicarakan apa, eum? Kau kesepian? Menyesal karena sudah pergi?"
"Tidak! Aku sama sekali tidak menyesal! Hanya saja… huh… benar kata bibi. Aku kesepian," Zi Lu terlihat sedih ketika mengucapkan kalimat terakhir
"Aigo. Apakah bibi perlu kesana untuk menemanimu?"
"Tidak. Tidak perlu, bibi. Bibi hanya akan menghancurkan segalanya,"
Suara di seberang sana terlihat menghela nafasnya, "Zi Lu, sudah bibi bilang, kan? Appa-mu itu tidak akan pernah kembali pada umma-mu. Dan, memang kau sudah yakin kalau ia benar-benar appa-mu? Umma-mu itu… sering tidur dengan namja-namja lain, kau tau itu, kan?"
"Aku tau itu, bibi. Tapi… aku yakin bahwa Wu Yi Fan memang appa-ku," jelas Zi Lu "Sudahlah. Aku tau bibi hanya mau melarangku melakukan rencanaku. Sudah dulu, bi,"
Tanpa menunggu balasan dari seberang sana, Zi Lu sudah memutuskan sambungan telfon. Ia menghela nafas.
"Memang rencana-ku ini salah, ya? Aku hanya ingin mendapatkan appa kembali. Memang itu salah?"
-0-
Para member M kini telah sampai di tempat pekerjaan mereka yang terakhir untuk hari itu. Terlihat sangat ramai di sana. Dan, saat para member M keluar dari mobil, bertambah ramai lah keadaan disana.
"Kyaaa! Kris-gege!"
"Astaga! Luhan-ge! Imut sekalii!"
"Kyaaa! Tao-gege! Ya Tuhan! Lihat pipinyaaa!"
"Xiumin-ge! Kyaa! Baozii!"
"Chen-gee!"
"Lay-gee! Kyaa!"
Para member hanya bisa tersenyum melihat reaksi anak-anak di sana. Sepertinya anak dari pengusaha ini merupakan remaja, karena, dilihat dari banyaknya anak yang diundang kebanyakan adalah remaja perempuan. Tapi, ternyata dugaan mereka salah.
Saat sampai di dalam rumah, yang sangat besar itu, mereka disambut oleh seorang anak kecil, kira-kira seumur dengan Zi Lu. Ia menatap sumringah pada keenam orang di hadapannya.
"Hai," lambai yeoja cilik itu "Eum, namaku Ki Zu, aku yang mengundang kalian kesini,"
Tao dan Luhan serta Xiumin yang gemas sekali pada anak kecil langsung berjongkok dan mengelilingi yeoja kecil itu. Sedangkan Kris, Chen, dan Lay hanya tersenyum kecil melihat kelakuan TaoXiuminLuhan itu.
"Ahh~ Kau imut sekali," kata Xiumin
"Hehe, terimakasih pujiannya, Xiu-ge," kata Ki Zu sambil tersenyum cerah
"Uaaa, pipi-mu sangat tembam!" kata Luhan bersemangat
"Hehe," Ki Zu hanya tertawa
"Ki Zu, kau ulangtahun yang keberapa, eum?"
"Hari ini? Aku ulangtahun yang ke-enam, Tao-ge," jawab Ki Zu sambil tersenyum senang "Ah ya, aku Tao biased, loh ge!"
"Benarkah?" tanya Tao "Kalau gitu, ayo kita toss!"
Kris tertawa kecil melihat kelakuan uke-nya. Ia merasa kelakuan Tao tak beda jauh dengan kelakuan Ki Zu yang baru berumur enam tahun itu. Padahal, tahun ini, Tao akan berumur 20 tahun. Benar-benar.
"Huah. Sikap yeoja ini manis sekali. Berbeda sekali dengan Zi Lu itu!" gumam Xiumin kesal
"Eh? Apa tadi Xiu-ge menyebut seseorang dengan nama Zi Lu?" Ki Zu yang awalnya sedang mengobrol dengan Tao langsung menatap Xiumin "Wu Zi Lu? Apakah gege kenal dengan Wu Zi Lu?"
"Umm, yah, begitulah. Kami, mengenalnya," jawab Xiumin "Memang kenapa?"
"Zi Lu itu… sahabatku, ge."
-0-
Para member M kini tengah berada di kolam renang yang berada di rumah Ki Zu. Mereka telah selesai mengisi acara. Pesta Ki Zu juga sudah selesai.
"Ki Zu mengenal Zi Lu saat itu, saat rumah kami berdekatan. Setiap sore, Ki Zu dan Zi Lu selalu bermain sepeda bersama. Zi Lu merupakan anak yang ramah dan baik. Baik sekali. Ia selalu menemaniku ketika aku kesepian," Ki Zu bercerita "Tapi… lama-lama sikapnya berubah. Ia perlahan menjauhi Ki Zu, dan selalu dingin terhadapku. Jujur saja, Ki Zu bingung. Bingung sekali. Lalu, tiba-tiba ia menghilang begitu saja. Saat appa dan aku melewati rumahnya, tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya. Lalu Ki Zu berasumsi kalau Zi Lu sudah pindah, tanpa mengatakan apapun kepadaku," ternyata yeoja kecil ini suka mengganti kata 'aku' dengan namanya sendiri.
"Zi Lu pernah bilang, kalau ia sangat ingin bertemu dengan appa-nya. Ia selalu bilang kalau appanya sangat baik hati dan tampan. Ki Zu selalu mendengarkan perkataannya dengan baik," jelas Ki Zu
"Apakah ada sesuatu yang aneh sebelum kepergian Zi Lu itu?"
"Tidak ada. Yah, selain ia menjauh dan bersikap dingin terhadap Ki Zu. Tapi, selain itu, tidak ada."
"Apa Ki Zu kenal dengan umma Zi Lu?" tanya Tao
"Tidak. Zi Lu tidak pernah membicarakan perihal itu dengan Ki Zu," kata Ki Zu sedih "Ia sangat tertutup kalau soal ummanya. Seperti ada yang disembunyikan saja,"
"Hhh. Kenapa anak itu seperti penuh dengan rahasia?" gumam Luhan kesal "Baiklah, sepertinya kita harus pulang sekarang,"
"Benarkah? Gege semua harus pergi? Tao-ge juga?"
Tao menatap Ki Zu lembut, "Maaf, Ki Zu-ie. Aku harus pergi. Jangan lupakan aku, ne?"
"Harusnya aku yang bilang seperti itu pada Tao-ge!" protes Ki Zu sambil menggembungkan pipinya kesal "Tao-ge jangan melupakanku, ya?"
"Haha, ya. Tidak akan," balas Tao sambil mengusak rambut Ki Zu "Sudah ya, kami pulang dulu,"
Satu persatu member EXO-M pamit kepada Ki Zu. Mereka masuk kedalam van, untuk pulang ke dorm.
-TBC-
Otte? TBC disaat yang tidak tepat ya? Atau tepat? (?) Gimana chap ini? Udah cukup panjang, atau belum? Yah, kurasa belum yah. Hehe.
Gomawo buat yang udah review kemarin, maaf ya ga bisa bales review kalian *deep bow*
THANKS TO: Hami, CrayonThat XX, Ryu, Choujiro21, pyolipops, BaekRen, Kan Rin Min, Shin Min Hwa, kim kyusung, meyy-chaan, BoPeepBoPeep137, vickykezia123, PrinceTae, wkjytaoris ALL, Hisayuchi, chikakyumin, Uchiha Aira. Gomawo yaa udah reiew :D Mian ga bisa bales review kalian *deep bow*
Last, mind to review?
