Title: Duizhang, Who Is HE?

Cast: EXO

Summary: seorang namja kecil datang tiba-tiba ke dorm EXO-M. Ia mengaku bahwa dirinya merupakan anak dari sang duizhang. Lalu, bagaimanakah reaksi member M lainnya? Yang terutama, bagaimanakah reaksi Tao? Yaoi. BoyxBoy. DLDR. RnR, please?

-0-

Satu minggu telah berlalu. Hari ini adalah saatnya para member EXO-M –Tao untuk datang ke rumah sakit dan mengambil hasil test DNA dari dokter Lim. Dan kebetulan sekali, Tao mengajak Zi Lu untuk pergi berbelanja, hari ini EXO-M juga free job.

"Sudah ya, ge. Aku dan Zi Lu pergi dulu, pay pay," kata Tao sambil menggendong tubuh Zi Lu "Zi Lu, ucapkan selamat tinggal."

"Dadah, appa," kata Zi Lu "Tao-ge, ayo cepat. Aku sudah tidak sabar."

Tao pun tersenyum hangat. Ia lalu pamit dan akhirnya hilang dari pandangan para member M.

"Aish. Aku malas sekali pergi ke rumah sakit," keluh Luhan "Aku tidak senang dengan dokter Lim, kalau aku boleh jujur. Entahlah. Aku merasa tidak senang saja."

"Dokter Lim itu orang baik, aku berani bertaruh," kata Xiumin "Ia sudah menjadi dokter-ku enam tahun lamanya."

"Itu kan bukan waktu yang cukup untuk mengenalnya, Xiu-ge," kata Lay "Sudahlah. Sebelum pergi, aku mau menelfon Suho hyung dulu. Kalau kalian semua sudah siap, tolong panggil aku."

Lay-pun melangkahkan kakinya menuju kamarnya dengan Luhan. Saat pintu tertutup, Luhan menghela nafas.

"Kurasa aku harus menelfon Sehun. Kalau mau siap-siap, panggil aku, ne?"

Dan Luhan pun melakukan hal seperti Lay. Melangkahkan kakinya pergi dan kemudian menghilang di balik pintu.

"Kenapa sih, Luhan kelihatannya benar-benar tidak suka dengan dokter Lim," kata Xiumin sambil mempoutkan bibirnya "Padahal bertemu saja baru sekali. Itu juga tidak lama. Dasar. Kan ada pepatah, don't judge a book by its cover! Sedangkan ini? Huh."

"Dokter Lim kan bukan buku, Xiu-ge," suara berat Kris terdengar "Jadi tentu saja Luhan bisa menilai dokter Lim dari luar. Karena dokter Lim bukan buku. Dan pepatah itu hanya menyebutkan buku."

Kris berlalu dari hadapan Xiumin dan Chen. Ia masuk ke kamarnya. Xiumin dan Chen hanya menatap heran kearah Kris.

"Hyaah! Apa sih maksudnya?" Xiumin terlihat tidak mengerti. Ia pun menghentakkan kakinya dan berjalan menjauhi Chen

"Eh! Xiu-ge! Tunggu aku!" kata Chen "Haish, sebenarnya yang bodoh ini siapa sih? Xiu-ge atau yang membuat pepatah itu?"

-0-

Kini terlihat Tao dan Zi Lu tengah berjalan berdua di pusat perbelanjaan Beijing. Tao terlihat mengenakan hoodie yang dapat menutupi wajahnya. Tangannya menggandeng tangan mungil milik Zi Lu.

"Zi Lu, kau lelah ya?" tanya Tao. Ia khawatir, karena daritadi Zi Lu hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata-pun. Padahal biasanya anak kecil itu sangat ribut berceloteh

"Ah, tidak. Aku hanya sedikit haus, Tao-ge," jawab Zi Lu "Apakah di sini tidak ada tempat yang menjual minuman?"

"Kurasa ada. Tapi, aku lupa letaknya," kata Tao kecewa "Sudahlah, sebentar lagi kita selesai, kok. Tinggal membeli syal untuk Luhan-ge, setelah itu kita bisa mampir di restoran di depan itu."

"Eh? Benarkah?" mata Zi Lu terlihat bersemangat "Kalau begitu, ayo cepat-cepat, Tao-ge!"

Zi Lu menarik tangan Tao dan membawanya menuju toko yang mereka tuju. Tao hanya tertawa kecil melihat tingkah Zi Lu.

Tunggu, kenapa Tao begitu senang ketika berada di dekat Zi Lu? Padahal anak itu adalah perebut Kris. Anak dari hasil hubungan Kris dan yeoja itu. Tapi kenapa Tao bisa tertawa dan tersenyum hangat pada anak ini? Benar-benar mengherankan.

Tao tersadar ketika mendengar teriakkan Zi Lu. Tiba-tiba saja Zi Lu sudah terlepas dari genggaman Tao.

"UMMA!"

"A-Apa?"

Tao terlihat sangat kaget ketika melihat Zi Lu berlari menuju seorang yeoja. Seorang yeoja berambut pirang yang sama sekali tidak Tao kenal. Tapi, tunggu dulu. Zi Lu menyebut yeoja itu apa? Umma?

"Umma..?" Tao mematung di tempat "Umma? Umma itu artinya ibu-kan?"

Aduh. Sepertinya otak Tao sedang tidak dapat berfikir jernih.

"Umma? Aduh. Aku kok tidak mengerti," Tao bergumam. Lalu, tiba-tiba saja matanya membulat.

"Umma katanya?! Tapi kan- Wu Zi Lu!"

Tao langsung berlari mengejar Zi Lu. Beberapa orang di sana tersadar ketika mendengar teriakan Tao. 'Itu suara Tao EXO-M, kan?' begitu fikir mereka. Tapi, Tao tak mempedulikan hal itu.

"Wu Zi Lu! Berhenti! Berhenti kataku!"

Zi Lu baru berhenti ketika berada di depan yeoja berambut pirang itu. Zi Lu langsung memeluk kaki dari sang yeoja, karena tubuhnya terlalu pendek bila dibandingkan dengan yeoja rambut pirang itu.

"Umma.. aku benar-benar merindukanmu…," gumam Zi Lu "Jangan pergi lagi, umma,"

Yeoja yang dipeluk oleh Zi Lu itu memandang Zi Lu dengan ekspresi kaget. Matanya langsung melihat ke sekeliling. Ia langsung panik begitu melihat Tao yang ngos-ngosan berada di depannya juga. Di belakang Zi Lu.

"Maaf, nona," kata Tao "Anak itu di bawah pengawasanku. Tapi ia malah kabur, hh."

"Ahh, tidak apa," yeoja itu berusaha tersenyum "Umm, nak, lepaskan kaki-ku. Aku bukan umma-mu."

"Tidak! Kenapa umma berkata seperti itu?" Zi Lu mendongakkan wajahnya "Aku ini anakmu, umma! Dan kau ibu-ku!"

"Tidak, kau salah paham. Astaga, aku bukan ibu-mu," kata yeoja itu. Terdengar panik.

"Aku tidak salah paham! Kau benar-benar ibu-ku!" kata Zi Lu "Kenapa umma tidak mau mengakui-ku? Aku sudah tidak pernah berlaku nakal lagi!"

"Astaga! Aku sudah bilang aku bukan ibu-mu!" Yeoja itu membentak Zi Lu dan menghempaskan Zi Lu begitu saja "Tuan, jaga anak ini baik-baik! Kelakuannya benar-benar memalukan!"

Yeoja itu langsung berjalan pergi meninggalkan Zi Lu dan Tao. Pengunjung di pusat perbelanjaan yang sedaritadi asyik memperhatikan, langsung pura-pura sibuk saat yeoja itu berjalan melewati mereka.

Tao buru-buru menghampiri Zi Lu yang tengah terduduk sambil menangis itu. Ketika yeoja itu menghempaskan Zi Lu dengan keras, Tao ingin sekali membentak yeoja itu. Namun ia ingat, sebagian pengunjung sudah mengetahui siapa dirinya. Ia tidak mau membuat keributan.

"Zi Lu-ie?" Tao berkata dengan lembut "Jangan menangis. Sshh, ayo, jangan menangis."

"Hiks, hiks," Zi Lu terisak "Tao-ge, aku mau pulang. Mau pulang."

"Eh?" Tao kebingungan. Tadi semua member bilang mau pergi dan akan membawa kunci dorm. Sedangkan Tao tak membawanya karena mengira ia akan pergi cukup lama dengan Zi Lu "Kita, kita tidak bisa pulang sekarang, Zi Lu-ie."

"Hiks, Zi Lu ga mau tau. Zi Lu mau pulang!" isak Zi Lu "Hiks, Zi Lu mohon, Tao-ge."

"Uhh, bagaimana, ya? Tapi dorm pasti sedang dikunci. Sedangkan aku tidak membawa kunci-nya, Zi Lu-ie," kata Tao sambil mengusap tengkuknya "Kita tidak bisa pulang."

Zi Lu tidak mengatakan apapun. Ia malah menangis makin deras. Tao jadi bingung sendiri karenanya.

"Begini saja. Kita istirahat dulu di restoran depan sana, ya? Setelah itu aku akan menghubungi Xiumin-ge agar ia cepat pulang. Bagaimana?"

Zi Lu menganggukan kepalanya. Tao pun tersenyum cerah. Ia pun mengangkat tubuh Zi Lu ke gendongannya.

"Nah, sekarang, ayo kita istirahat!"

-0-

Kris menatap tidak percaya pada hasil yang tertera di selembar kertas yang kini ada di genggamannya itu. Luhan dan Xiumin bahkan kini menatap kesal kearah Kris. Lay dan Chen hanya menatap malas kearah Kris.

"See? Ia benar-benar anakmu, duizhang," kata Lay "Bagaimana reaksi-mu? Senang? Terharu? Atau…"

"Tentu saja aku kaget!" bentak Kris "Jangan anggap aku senang dengan hasil ini, Zhang Yi Xing!"

Lay terlonjak kaget ketika Kris membentaknya. Ia kan hanya bercanda. Tapi ternyata Kris menanggapi-nya dengan sangat serius.

"Ssh! Jangan membentak-bentak di sini, Wu Yi Fan!" desis Xiumin "Sudahlah, ayo kita pulang. Aku tadi mendapat SMS dari Tao agar pulang secepatnya."

"Eh? Memang kenapa?" tanya Chen "Kukira Tao akan pulang lebih lama."

"Tidak. Kata-nya, Zi Lu merengek padanya untuk pulang cepat," jelas Xiumin "Sudahlah, nanti saja aku jelaskan. Atau kau bisa meminta Tao langsung untuk menjelaskannya."

Luhan, Lay, Chen, dan Kris berjalan mengikuti Xiumin yang sudah berjalan terlebih dahulu. Kris berulangkali menatap tidak percaya pada kertas yang ada di genggamannya itu. 'Katakan kalau ini bohong! Tidak mungkin Zi Lu itu anakku, kan?'

Lay memperhatikan Luhan yang sedaritadi berwajah kesal. 'Tidak biasanya,' batin Lay. Ada apa dengan Luhan?

"Luhan-ge," panggil Lay "Kau kenapa?"

"Ani. Aku hanya kesal saja. Kau tau? Ternyata dokter Lim Sehun biased juga!" Luhan menggembungkan pipinya kesal "Kenapa ia tidak sekalian bilang bahwa ia membenci Luhan? Atau membenci HunHan? Aish jinjja!"

Lay tertawa kecil karenanya. Jadi, Luhan kesal karena dokter Lim adalah Sehun biased? Benar-benar hal yang sepele.

"Kau benar-benar kekanakan, Luhan-ge," kata Lay sambil mengusak rambut Luhan

"Yak! Zhang Yi Xing!"

-0-

"Jadi, Tao. Sekarang ceritakan pada kami, kenapa kau pulang cepat dan kenapa mata Zi Lu sembab," kata Xiumin "Kami perlu tau."

"Ya! Dan jelaskan juga kenapa kau tidak membelikan syal untukku!" kata Luhan. Aigoo, sepertinya member tertua kedua di EXO ini sedang 'PMS'.

"Maaf, Luhan-ge," kata Tao "Tapi tadi itu benar-benar tak terduga kejadiannya. Aku kaget."

"Memang ada apa?"

"Ukh. Sulit dijelaskan," jawab Tao "Tapi, baiklah. Jadi begini…"

Tao pun menjelaskan segalanya. Mulai dari Zi Lu yang terlepas dari genggamannya sampai Tao yang mengajak Zi Lu istirahat di restoran. Tao menceritakannya dengan lengkap dan detail.

"Eh? Jadi maksudmu Zi Lu berbohong tentang umma-nya?" tanya Chen kaget "Jadi umma Zi Lu belum meninggal?"

"Aku juga tidak tau," balas Tao "Tadi yeoja itu juga mengatakan bahwa ia bukan umma Zi Lu. Tapi, entahlah. Aku tidak mengerti."

Melalui ekor matanya, Tao dapat melihat bahwa Kris terlihat sangat panik saat itu. Mata Kris berulangkali menatap kertas yang ada di tangannya, berulangkali. Sampai Tao penasaran, apa yang ada di kertas itu sebetulnya.

"Gege, tadi kalian semua habis darimana? Kok pulangnya ramai-ramai?" tanya Tao "Kalau pergi berbarengan, kenapa aku tidak diajak? Huh. Kalian semua jahattt."

"Bukan begitu, Tao," kata Xiumin "Tadi kami hanya bertemu di lobby, dan akhirnya kami memutuskan untuk keatas bersama, tentu saja."

"Ishh. Benar-benar, deh," Tao terlihat kesal "Ya sudahlah, aku lelah. Mau tidur dulu."

Tao pun bangkit dari duduknya. Ia berjalan melewati Kris. Dan matanya menangkap sedikit apa yang tertera di kertas itu.

Wu Yi Fan

Wu Zi Lu

Positif

DNA cocok

Oh. Sekarang Tao tau apa yang ada di kertas itu.

Hasil DNA dari Zi Lu dan Kris.

Dan hasilnya cocok.

Zi Lu adalah anak kandung Kris.

-0-

Terlihat se sosok yeoja kini tengah berdiri di jembatan Beijing. Yeoja itu berulangkali menghela nafas berat. Seperti ada suatu beban yang sangat berat dipikul olehnya.

"Kenapa dia ada di sini?" gumam yeoja itu "Dan kenapa namja bermata panda itu juga ada? Kalau tidak salah, dia adalah kekasih dari Kris-ge, kan?"

Yeoja itu menghela nafasnya lagi. Tiba-tiba saja memori masa lalu terulang di benak yeoja itu. Memori masa lalu yang sangat menyakitkan.

"Aigoo… apakah dia mendatangi Kris-ge?" yeoja itu terlihat khawatir "Kalau iya… gawat. Sangat gawat."

-TBC-

Yeyy akhirnya part ini selesai jugaa xD Otte? Pendek? Memang. Otakku udah buntu lagi soalnya.

Thanks To: taoris shippah, Hisayuchi, ajib4ff, Ryu, CrayonThat XX, Choujiro21, Huang Chao Lin BolaPingpong, HoneyChan, Kan Rin Rin. Chen Min, PrinceTae, Shin Min Hwa, BoPeepBoPeep137, IyaSiBum, chikakyumin, meyy-chaan, shinminkyuu, Riszaaa. Mianhae ga bisa bales review kalian. *deep bow*

Last, mind to review?