Title: Duizhang, Who Is HE?

Cast: EXO

Summary: seorang namja kecil datang tiba-tiba ke dorm EXO-M. Ia mengaku bahwa dirinya merupakan anak dari sang duizhang. Lalu, bagaimanakah reaksi member M lainnya? Yang terutama, bagaimanakah reaksi Tao? Yaoi. BoyxBoy. DLDR. RnR, please?

-0-

Tao kini tengah terdiam di dalam kamarnya. Isi dari kertas itu terus terulang di memori-nya. Benar, ternyata. Kalau Zi Lu adalah anak dari Kris. Anak dari namjachingu-nya sendiri…

"Kenapa..? Kenapa..?" Tao terus mengulang pertanyaan itu. Kenapa.

Hati-nya benar-benar sakit ketika mengetahui kenyataan itu. Memang selama ini ia meyakini hal itu dalam hati-nya, tapi, ketika mengetahui kalau hal itu benar adanya, ternyata rasa-nya sangat sakit.

Tao memegang dada-nya, berusaha meredam rasa sakit yang ada. Seharus-nya ia menerima kenyataan itu, tapi, kenapa rasa-nya berat sekali?

"Kenapa kenyataan itu harus ada? Kenapa..?" gumam Tao "Dan kenapa rasa-nya se-sakit ini?"

Tanpa Tao sadari, air mata mulai mengalir dari mata-nya. Tao menangis dalam diam. Menangisi kenyataan yang ada. Menangisi kenyataan kalau namjachingu-nya sudah memiliki anak dengan yeoja lain. Jauh sebelum kehadirannya.

"Kenapa harus yeoja itu yang menjadi orang pertama untuk Kris-ge? Kenapa?"

Banyak pertanyaan yang berseliweran di otak Tao. Dan hampir semua-nya diawali dengan kata 'Kenapa'. Seolah-olah Tao benar-benar tidak dapat menerima kenyataan ini.

CKLEK

Tao buru-buru menghapus air mata-nya ketika mendengar suara pintu yang terbuka. Takut kalau gege-gege nya menyadari kalau ia tengah menangis saat ini. Ia tidak ingin tangisannya membuat khawatir para gege-nya itu. Terutama Kris. Ia sangat tidak ingin Kris mengetahui kalau diri-nya menangis. Apalagi kalau sampai Kris tau alasannya menangis.

"Tao?"

Suara baritone itu terdengar di telinga Tao. Suara yang sebenarnya tidak ingin Tao dengar untuk sekarang. Suara Kris.

"Ke-Kenapa, ge?" Tao berusaha keras untuk menjaga kestabilan suara-nya "Ada perlu apa?"

"Kenapa kau masuk ke kamar, umm?" tanya Kris sambil mendudukkan diri-nya di samping Tao

"Tadi gege tidak dengar?" Tao terkaget ketika mendengar nada dingin yang keluar dari mulut-nya sendiri "Aku bilang aku-kan lelah. Mau tidur."

"Kau kenapa?" tanya Kris. Ia menyadari nada dingin yang ada di suara Tao "Ada masalah, eumm?"

"Tidak, aku hanya lelah, ge," balas Tao "Bisa-kah gege meninggalkan-ku? Aku lelah. Sungguh."

"Benar?" tanya Kris. Tao tau betul kalau Kris sama sekali tidak memercayai jawabannya "Kalau begitu, baiklah. Aku akan pergi. Tidur saja, ne? Istirahat-lah."

Tao hanya menganggukan kepalanya tanpa menatap wajah Kris. Jujur saja, Tao sama sekali tak ingin melihat wajah Kris saat ini. Takut kalau rasa sakit di hati-nya akan bertambah ketika melihat wajah tampan sang namjachingu. Ia tidak ingin hal itu terjadi. Apalagi kalau ia sampai menjatuhkan air mata di depan Kris.

Tao dapat mendengar suara pintu yang ditutup ketika Kris keluar dari kamarnya. Saat itu, tangis Tao langsung pecah begitu saja. Tao menggigit bibir-nya agar isakannya tidak keluar.

Tao membaringkan tubuhnya di kasurnya sambil tetap menangis. Beberapa kali isakkan sempat lolos dari bibir-nya, tapi, untungnya, tak ada yang mendengarnya.

Tapi itu salah. Ada seseorang yang mendengar hal itu. Dan seseorang itu adalah… Kris.

-0-

"Kris dan Tao sedang apa?" tanya Luhan pelan "Kris tidak keluar-keluar dari tadi. Padahal aku mendengar suara pintu yang tertutup."

"Entahlah, mungkin Kris sedang mengobrol dengan Tao atau bermesraan," jawab Chen "Kamar Zi Lu sudah dipisahkan dari mereka berdua, kan?"

Luhan menganggukan kepalanya. Lalu, ia melihat kearah Lay yang seperti mau mengatakan sesuatu.

"Lay, kau mau mengatakan apa?"

"A-Ah, itu…," kata Lay "Apakah manajer dan Soo Man serta Youngmin sajangnim sudah tau akan kehadiran Zi Lu?"

"Manajer sih sudah tau…," jawab Luhan "Tapi, manajer mewanti-wanti agar Soo Man serta Youngmin sajangnim jangan sampai tau. Katanya, bisa gawat kalau mereka tau."

"Ah…," Lay menganggukan kepala-nya "Hhh… kenapa masalah-nya jadi sulit begini, ya?"

"Entahlah. Bocah itu memang membawa masalah saja," kata Xiumin sambil mempoutkan bibir-nya "Rasanya dulu hidup-ku di EXO tenang-tenang saja sampai kehadiran bocah itu. Aish!"

Chen, Luhan, dan Lay menganggukan kepala mendengar perkataan Xiumin. Kehadiran Zi Lu memang membawa cukup banyak masalah untuk mereka. Terutama untuk Kris dan Tao.

"Oh ya, Lay, kau sudah menyelidiki lebih lanjut tentang Park Jin Ah itu?" tanya Xiumin "Aku masih penasaran dengannya. Sebenarnya yeoja itu sudah meninggal beneran atau belum, sih?"

"Eumm… informasi terakhir dari-nya sih, ia menghilang begitu saja. Tidak pernah hadir di fashion show lagi, job-job nya banyak yang terbengkalai, benar-benar menghilang," jelas Lay "Dan… memang tidak ada berita tentang kematiannya. Padahal Park Jin Ah ini model yang cukup terkenal di Korea. Dan, oh! Dia juga pernah menjadi partner Siwon sunbae di salah satu fashion show."

"Mungkin Siwon sunbae bisa membantu kita…," gumam Luhan "Kenapa kita tidak bertanya padanya saja?"

"Jangan. Siwon sunbae sedang sibuk," larang Xiumin "Lagipula jangan sampai SM Artist yang lain tau tentang masalah yang ada di EXO ini. Nanti jangan-jangan akan sampai ke telinga Soo Man atau Youngmin sajangnim. Malah mungkin akan jauh lebih parah. Terdengar ke telinga fans!"

Luhan, Lay, dan Chen hanya dapat menganggukan kepala karena setuju dengan pendapat hyung tertua di EXO itu. Walaupun wajah-nya tampak lebih muda dari Sehun, tetap saja pemikirannya jauh lebih dewasa.

"Lalu bagaimana? Jujur saja, kehadiran bocah itu mengganggu. Bukan hanya karena sikapnya, tapi juga karena ia masih anak-anak! Kalau kita ada job dan harus ke Korea, kita harus bagaimana? Ia tidak mungkin ditinggalkan sendiri, kan?" tanya Lay

"Nah, iya. Benar!" kata Chen "Haish. Anak itu memang merepotkan."

"Urusan itu kita fikirkan nanti saja," kata Luhan "Kita diskusi-kan saja dulu dengan manajer hyung."

Usul Luhan-pun diterima oleh seluruh member. Yah, memang tidak ada juga yang memiliki usul lain.

"Aku penasaran bagaimana perasaan Tao menghadapi ini semua," kata Xiumin "Walaupun wajah-nya garang begitu, tetap saja ia adalah yang paling muda di sini. Bahkan ia lebih polos dibandingkan dengan maknae pervert itu."

"Yak! Sehunnie tidak pervert, ge," kata Luhan membela namjachingu-nya "Ia hanya tertular virus pervert Kris."

"Sama saja," balas Xiumin cuek "Yang pasti, Tao lebih polos dibandingkan Sehun, kan?"

"E-Eumm… iya juga, sih."

Xiumin menunjukkan senyuman kemenangannya. Luhan hanya dapat mendumel dalam hati. Kenapa namjachingu-nya harus menjadi maknae pervert, sih? Begitu kira-nya dumelan Luhan.

"Sepertinya Tao tidak menunjukkan reaksi yang berarti," kata Lay "Ia bahkan terlihat senang-senang saja ketika bersama Zi Lu. Sangat berbalik dengan reaksi kita."

"Ya, aku sendiri bingung dengan panda itu, kenapa ia bisa terlihat se-senang itu ketika bersama Zi Lu?" Chen berkomentar "Kalau aku sih, tidak akan pernah bisa se-senang itu."

"Kurasa sebenarnya Tao tak senang, ya. Atau mungkin ia senang karena ia terlalu polos. Entahlah. Ia sangat pandai menyembunyikan perasaannya," kata Xiumin

-0-

Hari sudah gelap ketika akhirnya Tao terbangun dari tidur-nya. Ia merasakan sesak ketika bangun. Bukan, bukan sesak yang biasa terjadi pada diri-nya akhir-akhir ini, tapi rasa sesak karena dipeluk terlalu erat.

Tao berusaha untuk melihat siapa orang yang memeluknya itu. Ia berusaha untuk berbalik, dan ketika ia berhasil berbalik, wajahnya langsung memerah.

Ternyata orang yang memeluknya adalah Kris. Dan wajahnya dengan Kris saat ini hanya kira-kira 5cm. Dan hal itu sukses membuat pipi Tao memerah dengan sukses-nya.

"G-Gege…," bisik Tao. Walaupun ia tau kalau bisikkan sepelan itu tidak akan membangunkan Kris yang terkenal tukang tidur itu "Wake up…"

Dan, benar, kan? Kris tidak bangun. Malah tampaknya Kris makin erat memeluk tubuh Tao. Membuat semburat merah di pipi Tao makin jelas karena jarak mereka yang semakin pendek.

"Gege!" Tao mengeraskan suara-nya "Bangunn!"

Tao terkejut ketika tiba-tiba saja mata Kris terbuka. Tao langsung saja memundurkan wajahnya. Kris terlihat memandang Tao dengan intens. Membuat Tao bingung sendiri.

"G-Gege?"

"Kenapa kau menangis?"

Pertanyaan Kris membuat Tao bungkam. Dalam hati Tao bertanya-tanya, kenapa Kris bisa tau kalau diri-nya menangis? Bukan-kah Tao sudah berusaha untuk menjaga agar isakannya tidak keluar? Bahkan isakkan yang keluar sebisa mungkin ia buat sangat pelan. Tapi, kenapa Kris bisa mengetahui-nya?

"A-Aku tidak…,"

"Jangan mengelak. Aku mendengar setiap isakanmu dengan jelas, Huang Zi Tao," potong Kris "Jangan mengelak."

"Aku… itu… tidak, uhh…,"

"Kenapa? Aku mohon katakan," Kedua tangan Kris kini menangkup pipi Tao "Kenapa kau menangis? Apakah masalah Zi Lu?"

Mendengar Kris menyebut nama Zi Lu membuat Tao ingin menangis lagi, tapi, tidak. Sudah Tao bilang, kan? Ia tak ingin menangis di depan Kris. Setidaknya, jangan. Jangan sampai.

"Aku…," gumam Tao "Aku hanya lelah."

"Jangan gunakan alasan itu, Huang Zi Tao," kata Kris "Aku tau kau berbohong."

"Ke-Kenapa?" Tao bergumam "Kenapa gege selalu tau saat-saat dimana aku berbohong dan saat-saat dimana aku tengah bersedih?"

"Kenapa gege tak pernah bisa termakan tipuan-ku seperti gege-gege ku yang lain? Walaupun kadang-kadang gege tertipu juga, tapi tetap saja," lanjut Tao

"Karena aku selalu memperhatikan-mu," jawab Kris "Tao, ayolah. Bisakah kau katakan pada-ku kenapa kau menangis? Aku merasa bersalah."

Entah kenapa Tao merasa sangat kesal ketika melihat wajah Kris yang seolah tenang-tenang saja. Membuat Tao ingin sekali marah, entah kenapa.

"Karena ini semua memang salah gege!" Tao terdengar kesal "Gege memang bersalah! Uhh!"

"Sudah bersalah, kenapa wajah gege terlihat tenang-tenang saja? Menyebalkan!"

Kini Tao memukul-mukul dada Kris. Sebenarnya pukulan Tao sama sekali tidak sakit bagi Kris, tapi Kris sama sekali tak berusaha untuk menghentikan pukulan dari Tao.

"Kau ini menyebalkan! Menyebalkan!" Tao tak berhenti memukul dada Kris "Kenapa aku harus memiliki namjachingu seperti-mu? Leader yang sok cool! Leader pervert!"

Kris ingin sekali tertawa karena perkataan Tao. Ingin sekali. Leader sok cool? Leader pervert?

"Hiks, gege menyebalkan, hiks," Tao terisak. Pertahanannya runtuh. Ia tidak dapat menahan tangisannya "Padahal aku sangat mencintai gege. Tapi gege hanya membalasnya dengan kenyataan kalau gege sudah mempunyai anak dengan yeoja lain. Bahkan anak-nya sekarang ada di sini. Hiks, gege betul-betul jahat!"

Pukulan Tao terhenti. Tangisan Tao terus saja mengalir. Kris yang mendengar kata-kata Tao barusan terpaku.

"Tao?" Kris berusaha untuk mendapat perhatian Tao "Hey, dengarkan…,"

Tangan Kris kini beralih memeluk tubuh Tao. Ia mendekatkan tubuh namja bermata panda itu sehingga kini Tao dapat menangis di dada Kris. Sungguh, hati Kris benar-benar teriris ketika mendengar isak tangis dari namjachingu-nya itu. Apalagi ketika ia tau kalau ia adalah penyebab dari isak tangis itu.

"Aku mencintai-mu. Sangat mencintai-mu," kata Kris "Zi Lu, yah. Dia memang anakku. Tapi, lalu kenapa? Apakah hal itu menghalangi aku untuk mencintai-mu? Tidak, kan? Sekarang yang ada di hati-ku hanyalah Huang Zi Tao seorang. Dengan orangtua-ku juga, tentu-nya."

"Jin Ah hanyalah masa lalu-ku. Dia memang telah melahirkan anakku, dan aku akan bertanggung jawab untuk itu," kata Kris "Tapi, kau tau, kan? Kalau aku hanya mencintai-mu. Hanya diri-mu seorang. Hanya Huang Zi Tao."

"Ba-Bagaimana kalau Zi Lu memohon pada-mu untuk keluar dari EXO? Bagaimana kalau Zi Lu memohon pada-mu untuk memutuskan hubungan-mu dengan-ku? Hiks, bagaimana, ge?"

"Aku tidak akan menuruti-nya," jawab Kris "Aku akan berusaha sebisa-ku agar aku tidak perlu meninggalkan-mu."

"Benarkah?" Tao mengangkat kepalanya dan menatap Kris dengan polos. Membuat Kris gemas pada Tao.

"Ya," kata Kris "Aku tidak akan meninggalkan-mu."

Kris mengecup pipi Tao. Cukup lama. Seakan-akan mewakilkan cinta Kris yang akan bertahan sangat lama untuk Tao.

-END-

Ahaha bercanda. Masih TBC kok .-.v Ga mungkin end-nya seperti inii~

Otte? Makin gaje? Yah sepertinya begitu .-. Disini ga ada kemunculan Zi Lu, yeah~ Disini berfokus sama perasaan Tao dkk. Ahaha.

Gomawo yang udah review kemarin. Riszaaa, ajib4ff, Ryu, YuniNJ, Riyoung Kim, Huang Chao Lin'BolaPingpong, Arvita kim, IyaSiBum, Time to argha, vickykezia23, , BaekRen, Deer Panda, wkjytaoris ALL, Hisayuchi, PrinceTae, imroooatus, BoPeepBoPeep137, Baby Panda Zi TaoRis EXOtics, chikakyumin, meyy-chaan, Shin Min Hwa. Mian ga bales review kalian *deep bow* Takutnya malah makin lama update-nya u.u

Last, mind to review?