Title: Duizhang, Who Is HE?

Cast: EXO

Summary: seorang namja kecil datang tiba-tiba ke dorm EXO-M. Ia mengaku bahwa dirinya merupakan anak dari sang duizhang. Lalu, bagaimanakah reaksi member M lainnya? Yang terutama, bagaimanakah reaksi Tao? Yaoi. BoyxBoy. DLDR. RnR, please?

-0-

"Pagii~"

"Duizhang? Tumben bangun pagi."

Kris hanya tersenyum simpul dan mendudukkan dirinya di samping Chen. Terlihat semua member EXO-M sudah berkumpul di ruang makan. Eh? Semua? Sepertinya tidak. Kemana maknae EXO-M yang menggemaskan itu?

"Duizhang, Tao mana? Kau kan kemarin sekamar dengannya."

"Umm, itu, hmm, dia, dia kelelahan, jadi…"

"Kelelahan, katamu?" Xiumin menatap Kris dengan tatapan tajamnya. "Astaga, duizhang! Jangan bilang kalau kau melakukan 'itu' saat ada Zi Lu di sini!"

Kris menundukkan kepalanya. Ia tak berani menatap wajah hyung tertua di EXO itu. Xiumin kalau sudah marah kan menyeramkan sekali. Hii.

"Jawab, duizhang! Atau aku tidak akan mau lagi bertukar kamar denganmu!" ancam Xiumin.

"Eh? Jangan!" Kris langsung menggelengkan kepalanya cepat. "Aku memang melakukannya, puas? Kalau kalian menanyakan alasan aku melakukannya, kalian pasti mengerti. Aku sudah lama sekali tidak merasakan tubuh indahnya itu. Jadi, aku tidak dapat menahan diriku."

Sebelum Xiumin sempat menyemburkan kemarahannya pada Kris, Luhan sudah mendahului dengan memberi pertanyaan. "Kau melakukannya berapa ronde?" tanya Luhan antusias. "Kalau Sehunnie, biasanya ia melakukan lebih dari 2 ronde kalau sudah sangat merindukanku."

Kris mengusap tengkuknya. "Umm, aku tidak menghitungnya kemarin. Sekitar… tujuh ronde?"

BRAAK

"APA?!" Xiumin bangkit dari duduknya sambil menggebrak meja. "Kau! Pervert! Apa yang kau lakukan pada uri panda? Kau! Astaga! Aku tidak akan mengizinkanmu sekamar lagi dengan Tao! TIDAK AKAN!"

Kris menatap Xiumin kaget. Begitu juga dengan member M yang lain. Chen langsung berusaha menenangkan Xiumin dan membujuknya agar merubah keputusannya. Ia tidak mau kalau kekasihnya itu sampai tidak mau lagi bertukar kamar dengan Tao. Bisa-bisa ia tidak dapat berlovey-dovey ria lagi dengan baozi-nya itu. Hih, Chen tidak mau.

"Heung, pagi~ Kenapa ribut-ribut?"

Tiba-tiba muncul sosok Tao dengan Zi Lu di gendongannya. Tao terlihat baru saja bangun tidur, dan nampaknya ia belum sempat mandi. Itu terlihat dengan rambutnya yang berantakan dan juga bajunya yang juga berantakan.

Tao mengerjapkan matanya lucu, sedikit bingung dengan pemandangan di hadapannya. Dimana Xiumin yang kini tengah berdiri dan juga Chen yang terlihat tengah menenangkan sang kekasih.

"Tao!" Dengan tiba-tiba Xiumin berlari menuju Tao. "Kau tidak apa-apa? Atau masih sakit? Kalau masih sakit, lebih baik kau beristirahat di kamar saja. Aku akan membawakan sarapan kekamarmu kalau kau mau!"

"Eh?" Tao memandang Xiumin heran. "Memang aku kenapa? Aku kan tidak sakit."

"Kau kan kemarin habis melakukan tujuh ronde bersama Kris."

BLUSH.

Muncul semburat merah samar di pipi Tao yang agak chubby itu. Tao langsung menatap Kris, tepat pada matanya. Kris yang ditatap seperti itu langsung menundukkan kepalanya dan mengusap tengkuknya. Entah mengapa ia merasakan aura mengerikan dari tatapan kekasihnya itu.

"Gege, kenapa bilang pada mereka, eum?"

"Eh, anu, itu, aku, aku tidak, eum…"

"Tao-ge, memang tujuh ronde itu apa?" tanya Zi Lu sambil menatap Tao polos. Membuat semburat merah di pipi Tao makin jelas terlihat.

"Aku, aduh, aku tidak bisa menjelaskannya. Yang penting, Zi Lu tidur nyenyak kan, semalam?"

"Eum, nyenyak, sih. Tapi aku kadang terbangun karena mendengar suara aneh dari luar," kata Zi Lu sambil mengerjapkan mata polos.

Tao langsung menatap Kris tajam, seolah mengatakan kau-akan-mati-setelah-ini-duizhang. Akhirnya setelah menghela nafas kasar, Tao menurunkan Zi Lu dari gendongannya dan duduk di samping Luhan. Tempat favoritnya selain tempat di samping Kris.

Suasana sarapan pagi itu di dorm EXO-M diliputi dengan ketenangan. Xiumin sudah cukup reda amarahnya, berkat bujukan dari Chen. Sedangkan Tao? Ia lebih memilih diam. Kris? Ia juga ikut diam. Sedangkan Lay dan Luhan, oh. Mungkin mereka terlalu merindukan kekasih mereka sehingga memutuskan untuk diam.

Tok Tok

Tiba-tiba pintu dorm menjeblak terbuka. Munculah sesosok manager EXO, dan yang paling mengejutkan, sang manager diikuti oleh keenam member EXO-K, yang membuat Luhan dan Lay langsung berpandangan kaget sekaligus tidak percaya.

"Luhan hyung!"

"Yixingie!"

Guardian angel dan maknae evil EXO-K langsung berjalan –setengah berlari- menuju pasangan masing-masing. Suho dan Sehun langsung memeluk Luhan dan Lay penuh rindu begitu dekat. Mereka seperti sudah berabad-abad tidak bertemu, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Ckck.

"Hyung, kau tidak tau betapa aku merindukanmu. Kau harus dihukum,"

"Yixing, aku sangat merindukan masakanmu. Sungguh,"

Member K yang lain langsung memutar bola matanya malas melihat adegan antara pasangan HunHan dan SuLay yang tersaji di hadapannya ini. Begitu juga dengan Chen, Xiumin, dan Kris. Sedangkan Tao? Kini ia tengah sibuk menyuapi Zi Lu.

"Eh? Ini bocah yang bernama Zi Lu itu, ya?" D.O menatap Zi Lu dengan pandangan yang tak dapat diartikan. "Huwaa, salam kenal, Zi Lu-ie! Do Kyungsoo imnida! Bangapta!"

"Hei, dia kan orang Chi-,"

"Wu Zi Lu imnida, ne, nado bangapta Kyungsoo hyung," kata Zi Lu sambil tersenyum manis. "Walaupun aku orang China, aku bisa berbahasa Korea. Karena umma-ku adalah orang Korea."

D.O langsung mengusir Kris dari tempatnya dan mendudukkan diri di samping Zi Lu. Kris yang diusir hanya dapat menghela nafas dan memilih untuk menyapa Chanyeol. Sedangkan Tao, ia kini masih menyuapi Zi Lu, walaupun Zi Lu tengah menghadap kearah D.O.

"Kau ini seperti ummanya saja, Tao," kata D.O sambil terkekeh pelan. "Kalau dilihat-lihat, Zi Lu mirip denganmu, ya? Mata elangnya dari Kris. Sedangkan pipi chubbynya menurun darimu. Kalian seperti keluarga bahagia. Kkk~"

Pipi Tao langsung memerah karenanya. "Aish, D.O hyung ada-ada saja."

"Haha, aku tidak bohong, ya. Aku mengatakan kenyataan," kata D.O "Sudah sini, aku saja yang menyuapi Zi Lu. Sekalian aku mau mengobrol dengan bocah imut ini. Sana, sepertinya Baekhyun hyung merindukanmu."

Tao menganggukan kepalanya patuh dan menyerahkan piring berisi makanan Zi Lu kepada D.O. Setelahnya, ia langsung menghampiri Baekhyun yang terlihat tengah memperhatikan Chanyeol dan Kris yang berbicara berdua.

"Baekkie hyung kenapa tidak ikut mengobrol dengan Channie hyung dan duizhang?" tanya Tao sambil mendudukkan diri di samping Baekhyun. "Jarang sekali Baek hyung terlihat pendiam seperti saat ini."

Baekhyun menghela nafasnya berat. "Aku dan Chanyeol, sedang bertengkar, Tao-ie."

Satu kalimat dari Baekhyun itu mampu membuat Tao melebarkan matanya kaget. Couple ini memang sering bertengkar, tapi, jarang sekali Baekhyun terlihat sangat sendu seperti hari ini.

"Tadi saat di pesawat, ia bahkan tidak ingin duduk bersamaku. Ia lebih memilih duduk bersama Suho hyung," kata Baekhyun pelan. "Ia menjauhiku karena… aigo."

"Karena apa?" tanya Tao sambil menatap Baekhyun penasaran. "Hyung bisa menceritakannya padaku."

"Ia cemburu. Ia cemburu karena aku akhir-akhir ini sangat sering bersama Kai maupun Kyungsoo. Astaga. Padahal aku juga sering cemburu kalau ia bersama Kris hyung ataupun Luhan hyung. Tapi kali ini, aish. Aku heran sekali dengannya."

Tao terdiam sesaat, seperti memikirkan kalimat apa yang akan ia lontarkan untuk membalas perkataan hyungnya itu. "Umm, mungkin Chanyeol hyung sedang sensitive, hyung. Channie hyung kan memang tidak pernah bisa melihat Baekkie hyung berdekatan dengan orang lain selain dirinya. Ia pasti akan langsung cemburu dan mendiamkan hyung. Iya kan?"

Baekhyun menganggukan kepalanya semangat. Seolah-olah ucapan Tao sangat benar baginya. "Ya, ia memang seperti itu. Ia bahkan pernah menghukumku habis-habisan hanya karena aku bilang aku merindukanmu."

Tao terkekeh pelan. Chanyeol memang sedikit banyak mirip dengan Kris. Kris juga akan menghukumnya –tidak memperdulikan kalau ia sedang sangat lelah- habis-habisan kalau Tao membuat moment mesra bersama orang lain. Seperti saat itu, saat ia membuat moment dengan Sehun di suatu acara. Padahal, itu hanya karena Sehun ingin membuat Luhan cemburu. Dan akibatnya, bukannya ia berhasil membantu Sehun dan mendapat hadiah yang dijanjikan, ia malah mendapat 'hadiah' lain dari Kris.

Tanpa disadari dua uke manis itu, Chanyeol dan Kris juga tengah membicarakan mereka. Lebih tepatnya Chanyeol lah yang menceritakan Baekhyun. Kris hanya sedikit-dikit menimpali, atau bahkan hanya menganggukan kepala.

"Baekhyun itu, aish! Apa tidak cukup ya, hukumanku waktu itu? Ia masih saja nekat membuat moment dengan Kai atau D.O! Huh!"

Kris menghela nafasnya malas. Sungguh, kadang-kadang menurutnya Chanyeol bisa jadi sangat kekanakan. Terutama terhadap Baekhyun. "Kau kan tau, ia tidak mungkin hanya berdekatan denganmu saja. Dan kau kan juga tau, kalau Baekhyun hanya mencintaimu. Lalu apa lagi yang kurang, eum?"

Chanyeol terdiam. "Tetap saja… aku tidak suka ia terlihat begitu mesra dengan Kai. Aku, tidak mau melihatnya seperti itu."

"Aish. Kau ini. Padahal kau kan sering sekali membuat moment seperti itu juga bersama member EXO yang lain. Dan, Baekhyun tidak pernah cemburu sampai mendiamkanmu berhari-hari begini, kan?"

"Iya juga, sih…" Chanyeol menghela nafasnya "Hhh. Baiklah, aku akan meminta maaf pada Baekhyun."

Kris menganggukan kepalanya, menyetujui usulan Chanyeol. Ia pun beranjak dari duduknya, mengikuti Chanyeol. Ia bermaksud untuk menghampiri Tao, yang saat itu sedang bersama Baekhyun.

"Baekhyun, aku mau berbicara denganmu," kata Chanyeol "Ini sangat penting. Sungguh."

"Aku lebih tua darimu loh."

"Aish, iya! Baekhyun hyung, aku mau berbicara denganmu!"

"Humm, baiklah. Tao, aku tinggal dulu, ne?"

Tao menganggukan kepalanya. Setelah Baekhyun pergi mengikuti Chanyeol, Kris langsung mendudukan diri di samping Tao.

"Baby, masih marah padaku, eum?"

Tao lebih memilih untuk menundukan kepalanya sambil memainkan ujung bajunya. Seolah-olah baju yang ia kenakan lebih menarik dari wajah tampan sang kekasih. Membuat Kris menghela nafas berat karenanya.

"Tao, aku minta maaf, ya? Tadi, aku terpaksa mengatakan itu, soalnya Luhan-ge bertanya, jadi kan mau tidak mau aku harus mengatakannya."

"Aku tidak marah," akhirnya Tao mengeluarkan suaranya. "Aku cuma… ukh. Gege melakukan itu dan Zi Lu mendengarnya. Aku kan malu."

Muncul semburat merah di pipi Tao setelah ia mengatakan hal itu. Membuat Kris gemas karenanya.

"Kenapa malu? Lagipula Zi Lu tidak tau suara apa itu, ya, kan?" tanya Kris "Lagipula kemarin malam kau juga menikmatinya."

"Yak! Bukan begitu!" Tao mempoutkan bibirnya. "Gege tidak mengerti."

"Kalau begitu apa? Tentu saja aku tidak mengerti. Kau kan tidak menceritakannya padaku."

"Aish, sudahlah. Lupakan saja," balas Tao. "Oh ya, gege sudah bertanya pada manager hyung, kenapa member K kesini?"

"Um, belum. Kurasa setelah mengantarkan member K kesini, manager hyung langsung pergi," jawab Kris. "Aku tidak tau. Ia tampaknya sedang sangat senang tadi."

Setelah Kris berkata seperti itu, pintu dorm EXO M kembali terbuka. Dan, ya, memang manager EXO lah yang membukanya. Namun, seorang wanita mengikuti dibelakang.

"Manager hyung, itu sia…"

"Umma?"

-TBC-

Mianhae updatenya sangat lama *deepbow* Keypad laptop Nana error dan jadilah begitu *sigh* Mungkin Nana juga mau hiatus, tapi entahlah. Masih difikir dulu(?).

Mungkin chap depan atau dua chap lagi akan jadi ending.

Thanks To: neby, ichi han, Wu Lindy, , Riyoung Kim, springyeol, vickykezia23, Nurul Fajrianti, KwonLee 1812, ajib4ff, Ryu, YuniNJ, IyaSiBum, GaemGyu92, lylyda, Natasha EXOtic, fantaosticpanda, PrinceTae, Shin Min Hwa, BoPeepBoPeep137, Rin Rin Kim ChenMin EXOtic, MyJonggie, URuRuBaek. Makasih ya udah review :D

Makasih juga buat siders yang udah meluangkan waktu buat baca FF aku :)

Last, mind to review?