SAKURA
Main cast :
Lee Sungmin ( 18 th )
Cho Kyuhyun ( 17 th )
Seohyun ( 16 th )
Kim Jungmo ( 18 th )
Jung Yonghwa ( 18 th)
Lee Youngwoon ( Sungmin's Father )
Lee Jungsoo ( Sungmin's Mother )
Cho Hangeng ( Kyuhyun's Father )
Cho Heechul ( Kyuhyun's Mother )
Other suju's couple
Rating : M
Warning :
TYPO DIMANA-MANA / YAOI / BOY X BOY
Summary :
Kau bagai bunga sakura untukku. Mekar saatku layu. Kau mampu menghapus lukaku./summary gagal / KYUMIN/JUNGMIN/SEOKYU
Disclaimer :
Kyuhyun punya Sungmin, Sungmin punya Kyuhyun, Kyuhyun dan Sungmin punya Super Junior, Super Junior punya SM, FF ini asli punya saya ^^
DON'T LIKE DON'T READ
.
.
.
.
Chapter 3
.
.
"MWOOO!"
Teriak kyuhyun setelah mendengan ucapan hankyung.
"ne baby kyunnie, minnie-ah adalah orang yang akan dijodohkan denganmu". Ucap heechul membenarkan ucapan suamiya.
"dan karena kalian dari awal saling mencintai jadi minggu depan kalian akan menikah". lanjut heechul membuat semua mata yang ada disana terbelalak mendengarnya.
"mwoo!eomma apa ini tidak terlalu cepat". Sanggah kyuhyun cepat.
"ne chullie-ah apa ini tidak terlalu cepat. Bahkan mereka masih sekolah". Sekarang giliran leeteuk yang menyanggah.
Bukannya leeteuk tidak setuju dengan perjodohan kyumin. Toh dia dulu yang mengusulkan akan menjodohkan anak mereka ketika mereka hamin. Hanya saja kalau menikah di usia dini leeteuk kurang setuju karena ia takut putranya akan tersakiti. Leeteuk memang wanita yang peka, hanya menatap kyuhyun saja dia sudah mengetahui bahwa pria itu tengah berbohong.
.
.
.
.
"aku tidak menerima penolakan!lagipula mereka kan saling mencintai jadi tidak ada salahnya kan. Iya kan minnie-ah?"
Sungmin yang sedari tadi diam tersentak mendengar pertanyaan yang heechul lontarkan kepadanya.
"eoh…n-ne". jawab sungmin singkatdan gugup. Tentu saja gugup sedari tadi dia memikirkan perasaannya terhadap kyuhyun yang selalu membuat jantungnya berdetak dua kali lipat dari biasanya juga perasaan kecewa saat kyuhyun berusaha menyanggah pernikahan mereka yang akan dilaksanakan satu minggu lagi.
'apa aku memang sudah jatuh terhadapmu kyu! Oh tidah lee sungmn jangan berharap lebih, kyuhyun tidak mencintaimu jadi jangan pernah berharap kyuhyun akan berbalik mencintamu. Tapi kenapa sakit sekali untuk memendam perasaan. Tuhan kuatkan hambamu!'batin sungmin pilu.
"minnie sudah setuju jadi tidak ada yang boleh membantah! Dan pernikahan kalian akan dilaksanakan satu minggu lagi. Arasseo!". Peringat heechul.
"aish…terserah eomma sajalah". Jawab kyuhyun pasrah.
.
.
.
Setelah permbicaraan persiapan pernikahan kyumin akhirnya dua keluarga itupun memutuskan untuk pulang.
"kyuhyun-ah ahjumma ingin bicara sebentar denganmu. Bisakan?". Ajak leeteuk sebelum pemuda itu masuk kedalam mobilnya.
"ne ahjumma ada apa?"
"ahjumma tau kau tidak serius dengan sungminkan?"
"apa maksud ahjumma"
"kalian…kalian berdua tidak saling mencintaikan"
"a-ahjumma~"
"matamu kyuhyun-ah…matamu tak bisa berbohong". Leeteuk menghela nafas sejenak.
"tapi kumohon jaga sungmin. Ahjumma tau kau pemuda yang baik kyuhyun-ah. Jangan kecewakan ahjumma. Ahjumma percaya padamu" ucap leeteuk sambil tersenyum kemudian berlalu meningalkan kyuhyun yang masih termenung.
'apa aku bisa. Seohyun-ah!'batin kyuhyun bimbang dengan menyebut nama yeoja yang dicintainya.
.
.
.
.
Pagi ini sangat cerah menurut semua orang tapi tidak dengan sungmin. Namja manis ini sedari tadi hanya duduk diam menyenderkan punggungnya di dinding pagar atap sekolah dengan wajah yang sembab karena erlalu banyak mengeluarkan air mata. Tak dihiraukannya seorang namja tampan yang duduk disampingnya sambil menatap sendu kearahnya. Sungim hanya Duduk termenung memikirkan prasaanya terhadap calon 'suaminya'.
.
.
SUNGMIN POV
.
.
'apa yang harus ku lakukan?apa aku harus memendam perasaanku terhadapnya. Tapi apa aku mampu sedangkan sebentar lagi kami akan menikah'batinku pilu.
Aku masih tak tau harus berbuat apa terhadap perasaanku. Ku akui aku memang sudah jatuh untuk kyuhyun. Tapi aku tak bleh egoiskan?kyuhyun namja normal dan aku seorang namja gay. Sungguh tidak pantas untukku mencintai namja yang nyaris sempurna seperti kyuhyun.
Ingin sekai aku membuang jauh-jaih perasaan ini tapi aku tak bisa. Rasanya sangat sesak seperti ada berbagai bongkahan batu besar yang menindih tubuhmu. Sulit untuk bernafas apalagi saat melihatnya bersama yeoja yang bernama seohyun tadi pagi.
.
.
Flashback on
.
Sungguh kepalaku pusing sekali hari ini karena memikirkan tentang rencana pernikahanku yang akan dilaksanakan satu minggu lagi. Aku sempat berfikir apa aku egois untuk menikah dengan orang yang kucintai namun dia terlihat tak mencintaiku.
Hari ini aku sempat memtuskan untuk tidak masuk sekolah,tapi karena hari ini akan ada tes matematika jadi mau tak mau aku harus tetap sekolah untuk memperoleh nilai. Aku berjalan sangat pelan di koridor sekolah hendak menuju taman belakang sekolah untuk menyegarkan pikiranku saja sebelum bel masuk sekolah.
.
.
Aku melangkahkan kakiku menuju tempat favoritku saat ditaman belakang sekolah yaitu duduk dibawah pohon maple. Saat hendak sampai di pohon maple tiba-tiba langkahku terhenti saat melihat ada dua pasang manusia sedang duduk dibawah pohon itu. Ku picingkang mataku untuk melihat lebih jelas siapa orang yang berani menempati tempat favoritku.
DEG
Seketika itu tatapanku berubah menjadi sendu saat aku tau siapa orang yang berani menempati tempat favoritku. Ya, dia kyuhyun dengan seoang yeoja yang tak ku ketahui namanya.
Entak dapat kekuatan dari mana aku pun mulai melangkah mendekati pasangan itu dan bersembunyi di balik pohon maple tepat dibelakang pasangan itu.
"ku dengar kau baru putus dengan yonghwa hyung?". Kudengar suara kyuhyun memulai pembicaraan.
"ne". jawab yeoja itu singkat.
"bagaimana bisa?"
"dia akan pergi keluar negeri"
"apa kau merasa kecewa". Entah kenapa aku meras ada suatu harapan dai perkataan kyuhyun.
"tidak"
"kenapa?"
"kau tau dari dulu aku sangat mencintai oppa. Bahkan ketika aku berpacaran dengan yonghwa oppa aku selalu memikirkanmu oppa. Tak bisakah kau merasakan itu?". Ucap yeoja itu lirih sarat akan kesedihan.
Aku memalingkan wajahku untuk menatap mereka. Dan seketika itu…
DEG DEG DEG
Aku merasakan dadaku sesak saat melihatnya memeluk tubuh yeoja itu. Dan semakin sesak juga perih saat mendengar perkataan kyuhyun terhadap yeoja yang baru ku ketahui namanya seohyun.
"sudahlah jangan seperti ini. Mianhae dulu aku pernah menyia-nyiakanmu. Kau tau aku sadar bahwa aku menyukaimu seohyun-ah. Nan neomu johae-yo seohyun-ah"
"jongmalyeo oppa"
"ne"
"nado oppa. Nado johae-yo"
Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya kewajah seohyun hendak mencium yeoja itu. Aku pun sudah tidak tahan merlama-lama menjadi penonton yang hanya mendapat berbagai pukulan telak yang semakin menghancurkan hatikupun berlari meninggalkan pasangan muda itu.
Serasa bagai tertimpa berpuluh-puluh benda tajam yang melukaai hati ini. Sangat sakit bahkan mungkin aku tak mampu bernafas lagi. Akupun memutuskan untuk keatap sekolah. Mungkin disana akan lebih tenang. Biarlah aku meninggalkan pelajaran pertama hari ini. Aku hanya ingin menenangkan hatiku terlebih dulu. Setelah sampai diatap sekolah aku langsung jatuh merosot dan menangis meraung-raung. Katakanlah aku cengeng!biarlah toh aku hanya ingin mencurahkan semua rasa sakitku dengan menangis.
.
.
Flashback off
SUNGMIN POV END.
.
.
.
.
AUTHOR POV
.
Saat ini hyukkie tengah gelisah didalam kelas tak dihiraukannya penjelasan seongsaengnim didepan kelas. Pasalnya saat ini teman barunya a.k.a sungmin tidak masuk kelas padahal tadi waktu berangkat sekolah dia melihat sungmin berjalan sambil menundukkan kepalanya.
Awalnya dia ingin menyapa sungmin, tapi karena melihat raut wajah sungmin hyukkie pun urung untuk menyapanya dan dia hanya mengikuti sungmin hingga taman belakang sekolah.
Saat di taman belakang hyukkie melihat sungmin tengah menguping pembicaraan seseorang. Hyukkie juga tidak mendengar jelas percakapan oarang yang berada dibelakang sungmin karena jarak antara dirinya dan sungmin cukup jauh jadi dia hanya melihat hanya dari gerak gerik sungmin yang menampilakan raut muka sarat akan luka.
Tetapi tiba-tiba sungmin berlari meninggalkan tempatnya. Hyukkie sempat mengejar sungmin namun langkahnya terhenti saat mendengar suara bel berbunyi. Jadilah hyukkie mengurungkan niatnya untuk mengejar sungmin.
'mungkin dia butuh sendiri'batin hyukkie.
.
.
.
.
"bummie-ah kau tau dimana minnie sekarang?". Tanya hyukkie kepada kibum sahabatnya dan sungmin.
"ani, kukira dia tidak masuk sekolah"
"ani,ani. Tadi aku sempat melihatnya. Tapi dia sekarang tidak masuk. Aku khawatir dengannya". Ucap hyukkie cemas.
"eoh memang kenapa dengannya. Kenapa kau terlihat sangat cemas begitu?". Kibum sangat bingung melihat raut wajah sahabatnya yang tampak sangat cemas. Pasalnya hyukkie tidak pernah secemas ini terhadap seseorang bahkan kepadanya sekalipun, kecuali saat donghae dirawat dirumah sakit selama satu minggu karena kecelakaan dulu.
"soalnya tadi aku melihat dia sangat tidak bersemangat lalu ku ikuti dia sampai taman belakang sekolah dan melihatnya tengah menguping pembicaraan seseorang entah itu siapa. Tapi tiba-tiba dia berlari meninggalkan orang itu dengan raut muka yang sangat sedih. Aku sempat mengejarnya tapi karena bel bodoh yang bebunyi jadi ku urungkan saja untuk mengejarnya". Jawab hyukkie panjang lebar.
"mungkin dia memang punya masalah. Kita coba saja mencarinya saat bel istirahat nanti". Ucap kibum.
"ne dan kurasa kita juga harus mencari tau apa masalah yang tengah dihadapinya bummie"
Kibum hanya mengangguk menyetujui penuturan hyukkie. Mereka berduapun mulai memperhatikan pelajaran kembali. Tanpa menyadari ada dua namja yang memperhatikan mereka dengan raut muka yang berbeda.
.
.
.
.
KYUHYUN POV
.
Entah kenapa hatiku mulai gelisah saat aku masuk kekelas pagi ini. Bukankah seharusnya aku bahagia karena aku sudah mendapatkan apa yang ku inginkan selama ini. Ya, aku sudah resmi berpacaran dengan seohyun beberapa menit yang lalu tepatnya sebelum bel masuk berbunyi.
'seharusnya kau bahagia cho kyuhyun!kau sudah mendapatkan orang yang kau cintai. Ya,aku mencintai seohyun'batinku. Tapi entah kenapa aku merasa ragu saat mengucapkan 'aku mencintai seohyun' walau dari hati sekalipun. Apa aku sudah tidak mencintai seohyun lagi?ah, ani,mungkin aku hanya gugup saja karena kejadian ditaman belakang tadi. Tapi ada seperti ada yang mengganjal dihatiku,akupun tak tau.
Aku mengedarkan pandanganku keseluruh penghuni kelas. Kurasa semua masuk hari ini sampai aku menyapukan pandanganku pada bangku sebelah eunhyuk yang kosong.
'dia tidak masuk. Kenapa dia tidak masuk ya?ada apa dengannya'batinku melontarkan berbagai pertanyaan. Efek dari khawatir mungkin. Tunggu…khawatir?...aku khawatir terhadap sungmin. Oh ayolah cho kyuhyun kenapa aku harus khawatir kepada kelinci gembul itu.
Aku melihat eunhyuk tampak gelisah dan tidak mendengar penjelasan songsaengnim. Padahal biasanya dia suka sekali mendengar penjelasan song songsaengnim yang notabene guru biologi apa lagi materi kali ini sistem reproduksi pasti dia akan selalu mendengarkannya. Tapi ini berbeda,dia sama sekali tidak memperhatikan apapun dan hanya duduk gelisah di kursinya.
Entah kenapa aku merasa ada yang tidak beres. Apa mungkin karena tidak masuknya sungmin. Aku harus mencaritaunya.
.
KYUHYUN POV END
.
.
.
DONGHAE POV
.
Sedari aku menginjakkan kakiku memasuki kelas tak kutemukan sama sekali sosok hyukkie chagi-ku. Apa mungkin dia belum datang ya?ah mungkin saja. Akupun dengan setia menunggunya. Tapi sampai bel berbunyi dia tak juga muncul. Apa dia terlambat?sungguh tidak mungkin sekali seorang lee hyukjae terlambat masuk sekolah. Padahal selama ini dia nyaris tidak pernah terlambat kesekolah. Dan~
Akhirnya dia datang juga. Eh kenapa mukanya gelisah begitu. Apa terjadi sesuatu dengannya ya?. Aku terus memperhatikannya dan dia terus saja duduk dengan gelisah seperti itu. Bahkan dia tidak memperhatikan mata pelajaran kesayangannya.
Mungkin memang ada sesuatu dengannya. Aku harus terus mengawasinya. Nae chagi anchovy aku tidak akan membiarkanmu tersakiti. Aku janji!.
.
DONGHAE POV END
.
.
.
.
AUTHOR POV
.
Saat ini jungmo sedang berjalan-jalan dikoridor sekolah. Kenapa dia bisa berjalan-jalan saat pelajaran tengah berlangsung?ya kelas jungmo saat ini kosong karena seongsaengnim yang seharusnya mengajar dikelasnya tidak masuk. Apa aku harus menjelaskan mengapa seongsaengnim itu tidak masuk?kurasa tidak perlu dansungguh tidak penting#plak.
Jungmo melangkahkan kakinya menyusuri korido sekolah menuju atap sekolah. Ya atap sekolah,itu tempat favorit jungmo selama bersekolah disini.
.
.
Saat hendak membuka pintu atap sekolah jungmo menghentikan gerakan tangannya saat mendengar ada suara orang yang menangis meraung-raung.
'apa ada hantu disiang hari?kurasa tidak'batin jungmo.
Jungmopun melanjutkan gerakan tangannya membuka pintu itu dan seketika itu jungmo membelalakkan matanya menatap obyek didepannya.
"OMO!SUNGMIN-AH". Teriak jungmo melihat keadaan sungmin didepannya.
Saat ini sungmin terlihat sangat mengenaskan dengan seragam sekolah yang kusut,rambut acak-acakan serta air mata yang terus mengalir dari mata foxynya.
Segera jungmo menghampiri sungmin dan merengkuh tubuh mungil namja manis itu. Sungmin yang mendapat serangan mendadak dari jungmopun mulai berontak dan melepaskan diri dari rengkuhan lengan kekar jungmo.
"a-apa hiks yang k-kau la-kukan hiks hiks?". Tanya sungmin lirrih dengan masih sesegukan karena menangis keras.
Jungmo hanya diam dan merengkuh kembali tubuh mengenaskan didepannya.
"diamlah tumpahkan seluruh kesedihanmu didadaku". Ucap jungmo saat merasakan sungmin akan berontak kembali.
Sungmin yang mendengar ucapan jungmopun mengurungkan niatnya untuk berontak dan menangis semakin keras didada jungmo. Sedangkan jungmo sedang berpikir keras apa yang menyebabkan namja manis dalam dekapannya ini sampai menangis keras sambil tangannya ia gerakkan untuk menguap punggung sungmin bermaksud menenangkan namja manis itu.
"apa yang hiks ha-harus kulakukan hiks?". Ucap sungmin disela-sela tangisnya.
Jungmo hanya diam dan berusaha menjadi pendengar yang baik bagi sungmin karena dia tidak tau apa-apa tentang masalah sungmin.
"a-apa hiks yang harus k-kulakukan hiks?d-dia tidak hiks m-mencin-taiku hiks hiks. Padahal hiks a-aku s-sud-ah hiks hiks mulai men-mencin-hiks tainya hiks hiks". Lanjut sungmin.
DEG
Hati jungmo mencelos saat menengar penuturan sungmin. Jungmo sontak menghentikan kegiatannya mengelus punggung sungmin. Dia tertawa miris dalam hatinya. Sungmin mencintai orang lain. Sungmin menangis karena orang lain. Sungmin hanya menganggapnya teman. Begitulah isi hati jungmo saat mendengar penuturan namja manis itu.
'apa aku harus berjuang untuk mendapatkanmu sungmin-ah?'batin jungmo.
Jungmo semakin mengeratkan pelukannya dan mengelus punggung sungmin kembali.
"tenangkan dirimu dulu sungmin-ah". Ucap jungmo sambil terus mengusap punggung sungmin.
.
.
.
.
Setelah cukup lama menangis dalam dekapan jungmo sungminpun melepaskan diri dari rengkuhan jungmo dan menyenderkan punggungnya pada dinding pagar pembatas yang ada di belakangnya.
"gomawo". Ucap sungmin.
"ne gwaenchana". Jungmo menjawab dengan senyum manis yang terpatri dibibir tebalnya.
Sungmin yang melihat senyum itupun merasa jauh lebih tenang.
Seketika itu suasana menjadi hening. Sungmin masih memikirkan tentang perasaannya. Sedangkan jungmo hanya mampu memandang sungmin dengan tatapan yang sulit diartikan. Banyak pertanyaan yang bersemayam(?) di otaknya namun jungmo tidak mau mengganggu sungmin dan membuat namja manis itu menangis lagi.
Lama mereka saling terdiam diatap sekolah dengan berbagai macam pikiran dan berbagai macam pertanyaan yang berkeliaran(?) di otak masing-masing. Sungmin memutuskan untuk melewati tes matematika hari ini untuk menenangkan perasaannya. Tidak mungkin jugakan dia memasuki kelas pada jam pelajaran kedua dengan mata yang memerah dan sembab. Justru akan mendatangkan banyak pertanyaan-pertanyaan beruntun dari seongsaengnim dan teman-temannya. Apalagi dia satu kelas dengan kyuhyun. Sungmin hanya tidak ingin terlihat habis menangis idepan kyuhyun.
.
.
TRIIING….TRIIING…TRIIING
.
Bel berbunyi yang menandakan jam pelajaran kedua telah usai digantikan dengan jam istirahat.
Jungmo yang tersadar dari dunianya sendiri dan mendengar bel berbunyi pun berinisiatif mengajak sungmin untuk ke kantin. 'sedikit memberi hiburan dengan mengajak makan ice cream di kantinkan boleh'batin jungmo.
"sungmin-ah kajja bel istirahat telah berbunyi". Ajak jungmo.
Sungmin yang masih berada di dunianya sendiri sontak kaget dan menoleh menatap jungmo.
"eoh?...mianhae jungmo-ya" ucap sungmin sambil menundukkan kepalanya.
"ne gwaenchana sungmin-ah. Kajja kita ke kantin. Bel istirahat sudah berbunyi". Ajak jungmo kembali.
"mianhae jungmo-ya kau sendirian saja aku tidak ikut. Aku masih ingin berada disini". Tolak sungmin lirik.
"jangan menolak min!lihatlah dirimu sangat mengenaskan. Kajja!". Ajak jungmo sambil menarik tangan sungmin untuk segera berdiri.
"keundae jungmo-ya~"
"ku bilang jangan menolak!ini perintah!"potong jungmo telak yang membuatsungmin mau tak mau mengikuti jungmo untuk segera berdiri dari duduknya meskipun kepalanya terasa sangat pening.
"ne". jawb sungmin lirih.
"ne!kalau begitu kajja!". Jungmopun mulai melangkah mendahului sungmin. Namun tiba-tiba…
BRUKK
Jungmo membalikkan tubuhnya saat mendengar suara benda yang terjatuh. Dan seketika itu mata jungmo membelalak melihat sungmin yang terkapar tak sadarkan diri di depannya.
"SUNGMIN!"
.
.
.
.
TBC
.
Hehehe anyeong author gila kembali lagi! *tebar foto NC kyumin#di jeburin ke sumur ama kyu n min
Anyeong chingudeul. Mian baru update soalnya lagi ngademin otak habis UN. Dan mian kalo kyumin momentnya sedikit. Disini saya mungkin akan menyiksa umin dikit. Ingat cuman DIKIT gug banyak kok. Nanti aja kyu yang akan aku siksa lahir batin ampek nangis-nangis#plakk*ditampar kyu pakek ikan yang diambil dari kolam donghae
Oke mungkin segini saja cuap-cuap saya*lebek. Dan sekali lagi mian aku tidak bisa membalas review para readerdeul karena aku jarang on. Tapi tenang aku selalu baca review kalian koq.
Gomawoyo yang udah review dan gomawo juga buat sider. Buat sider sempetin review ya kalo bisa :D.
Akhir kata dari saya MOHON REVIEW JIKA BERKENAN*lebek lagi dah :D
