Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : NaruSaku, SasuHina, NejiTen, ShikaTema
Enjoy It
"Yo, Teme" Sapa Naruto begitu sampai di depan gerbang sekolah. Sasuke yang saat itu sedang membaca buku gak jelas pun menolehkan kepalanya kearah sahabat durennya tersebut. Sedetik kemudian dia kembali membaca bukunya tanpa memedulikan Naruto yang duduk sambil tebar pesona di depan gerbang sekolah dimana banyak murid baru yang memang masih unyu-unyu masuk sambil sedikit tertawa geli melihat tingkah konyol Naruto. Tinggal Sasuke yang geleng-geleng kepala sambil menutupi wajahnya dengan buku yang dia pegang dengan sampul warna pink dan tulisan kecil yang tidak mudah dibaca.
Tak lama kemudian, gadis pujaan Naruto, Hinata pun masuk kedalam sekolah yang langsung di sambut dengan cengiran khas Naruto.
"Hai Hinata" Sapa Naruto yang mulai SKSD dengan Hinata. Hinata hanya tersenyum lembut yang langsung bikin Naruto salah tingkah, dikiranya Hinata udah mulai kesengsem ama dia.
"Ada apa, Naruto-senpai ?" Tanya Hinata. Naruto hanya menggaruk-garuk kepalanya sambil berusaha menghindari tatapan Hinata yang malah makin imut tersebut. Kalau jeli, bisa dilihat ada semburat merah muda di pipi Naruto yang berwarna tan itu. Sasuke mengintip Naruto yang tampak bingung saat berdekatan dengan Hinata dan terkikik sejenak tapi tetap menutupi wajah tampannya tersebut sehingga badannya kayak kejang-kejang menahan tawa yang akan meledak dengan nistanya. Hinata pun memiringkan kepalanya melihat penampakan Sasuke yang kejang-kejang kayak orang kesurupan.
"Sasuke-senpai, ngapain ?" Tanya Hinata dengan wajah heran melihat Sasuke. Saasuke langsung membuka buku yang menutupi wajahnya dan menghentikan tawa kesurupannya dan menatap heran kearah Hinata yang juga menatap heran kearah Sasuke.
"Kok bisa ngenalin aku ?" Tanya Sasuke dengan heran.
'Nih anak ndukun kali' Batin Sasuke mulai nista menganggap cewek seimut dan selucu Hinata melakukan perdukunan. Naruto yang saat itu masih salah tingkah langsung menghentikan salah tingkahnya sebentar dan memandang Sasuke dan Hinata yang sedang saling memandang. Tak lama kemudian Hinata mengeluarkan tawanya yang sangat renyah sekali menghadapi Sasuke.
"Hahaha...! Sasuke-senpai ini lucu banget dech. Masa name tag di dada kiri itu gak ada yang bisa baca" Kata Hinata di sela-sela ketawanya. Naruto langsung ngakak ampun-ampunan melihat kedodolan Sasuke. Tinggal Sasuke yang langsung menepuk jidatnya menyesali kedodolannya sendiri.
-0-
"Ngapain lo berdua masuk, bukannya dua hari ini kalian libur ?" Semprot Neji begitu melihat penampakan dua sahabat yang tengah ngadem di ruang OSIS ini. Ada juga Tenten disana dan juga Shino yang sepertinya disewa oleh Neji untuk membantu pekerjaan Tenten yang menumpuk. Bener-bener cowok yang perhatian.
"Gue cuman nganterin Dobe yang mau ngecengin adek loe" Jawab Sasuke sambil tiduran di tikar yang memang disediakan untuk rapat OSIS agar tidak boros kursi. Naruto hanya cengar-cengir kearah Neji yang saat itu masih berdiri sambil memikirkan sesuatu.
"Kalo gitu, ngapain lo berdua ketempat ini ?" Tanya Neji.
"Numpang ngadem" Sahut Sasuke yang memang saat itu sudah tiduran menikmati terpaan udara sejuk yang tertiup dari AC diatasnya.
"Teme, kita kecengin lagi yuk di kelasnya" Ajak Naruto yang saat itu sepertinya demen banget ngegangguin Sasuke yang lagi santai. Sasuke menatap Naruto dengan tatapan -ngapain coba ?- sedangkan Naruto menatap Sasuke dengan tatapan -please- sehingga luluh juga hati Sasuke yang kemudian berdiri menghampiri Naruto.
"Shino, kau bisa pulang" Kata Tenten sambil tersenyum lega kearah cowok berkacamata hitam tersebut.
"Arigatou" Kata Tenten yang hanya dijawab dengan anggukan pelan dari Shino yang keluar dari sana tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Naruto dan Sasuke pun sepertinya sudah berlali jauh menuju kelas Hinata.
"Hhhh...! Jadi OSIS ini merepotkan ya" Keluh Neji sambil menyandarkan punggungnya di samping Tenten. Tenten yang saat itu masih mengetik pun langsung bergemetaran secara serentak mulai dari jarinya hingga ke kelenjar keringatnya yang langsung memompa seluruh keringatnya yang sukses membanjiri wajahnya.
"Tidak begitu merepotkan kok" Jawab Tenten sambil tersenyum sedikit kearah Neji yang saat itu sedang ngadem. Neji menoleh kearah Tenten dengan tatapan intens seolah ingin membaca seluruh pikiran Tenten. Tenten yang salah tingkah hanya bisa mengetik dengan tangan yang gemetaran.
"Ummm...! Tenten" Panggil Neji sambil menatap Tenten. Tenten menoleh dan memiringkan kepalanya kearah Neji yang sepertinya sedang bingung dan sedang memandangi langit diatasnya.
"Ada apa ?" Tanya Tenten yang saat itu juga gugup setengah mati.
"Bukan apa-apa" Kata Neji sambil berlalu.
-0-
"Liat tuh" Naruto langsung semangat aja ngliatin Hinata yang saat itu tengah bercanda bersama dengan temannya.
"Shikamaru...!" Teriak Temari meneriaki Shikamaru yang saat itu tengah tertidur pulas di kelasnya sambil melempar sebuah penghapus kearah pria berambut nanas tersebut. Seluruh kelas langsung tertawa melihat adegan nista tersebut. Ditambah lagi dengan ekspresi kesakitan Shikamaru tanpa ada perasaan bersalah di wajahnya yang langsung bikin Temari keki banget.
"Itu tuh yang namanya setan tidur ?" Tanya Sasuke gak yakin jika pemuda berambut nanas itu bisa menggantikan posisinya sebagai juara kelas sepuluh.
"Kayaknya sih iya" Jawab Naruto asal karena dia masih berkonsentrasi dengan Hinata yang saat itu tengah berdiskusi dengan teman segrupnya dimana Shikamaru juga termasuk. Sasuke melihat Shikamaru sedang menggerak-gerakkan tangannya lalu sedetik kemudian senyuman Hinata menyambutnya dengan lembut.
"Wah...! Liat Teme, dia tersenyum padaku" Kata Naruto sambil dadah-dadah kearah Hinata. Sasuke hanya diam saja sambil memasang wajah serius tapi tetep cool.
'Kenapa dia melempar senyuman itu ?' Batin Sasuke. Tapi kemudian Sasuke mengacuhkannya dan duduk di bangku yang diletakkan di depan kelas Hinata.
"Kalian ? Ngapain kalian disini" Kata Temari yang sepertinya baru saja keluar dari kelas Hinata dengan muka berlipat delapan akibat ulah dari Shikamaru.
"Tau tuh" Balas Sasuke cuek. Beberapa saat kemudian, Shikamaru pun keluar dengan wajah tergopoh-gopoh menghampiri Temari.
"Temari-senpai..." Panggil Shikamaru. Gadis manis berkucir empat itu pun menoleh kearah Shikamaru dan langsung melipat mukanya menjadi enambelas bagian begitu melihat Shikamaru.
"Ummm...!" Shikamaru malah garuk-garuk kepala gak jelas dihadapan Temari yang saat itu sukses bad mood gara-gara dia.
"Gak ada apa-apa gak usah panggil-panggil" Ketus Temari yang langsung pergi tanpa memedulikan Shikamaru yang lagi berdiri di sana. Sasuke melihat adegan tersebut dan sukses membuat kesimpulan jika Shikamaru menyukai Temari.
"Teme, kedalem yuk" Ajak Naruto yang tanpa persetujuan Sasuke langsung masuk kedalam kelas Hinata.
"Hei...!" Panggil Sasuke pada Shikamaru. Cowok berambut nanas tersebut menoleh dan berjalan menghampiri senpai berambut ayamnya tersebut.
"Ada apa, Sasuke-senpai ?" Tanya Shikamaru sambil mengantongi kedua tangannya di saku celananya.
"Duduk sini saja. Ada yang mau aku bicarakan denganmu" Kata Sasuke sambil terus memandang kedepan. Shikamaru tampak mendengus kesal melihat Sasuke yang berbicara tanpa melihat padanya. Dia pun duduk di sebelah Sasuke.
"Kau suka pada Temari, kan ?" Terlihat wajah Shikamaru tampak pucat pasi begitu mendengar ucapan Sasuke meskipun Sasuke tidak begitu peduli dengan ekspresi apapun yang ditunjukkan oleh Shikamaru.
"Si-Siapa bilang ?" Tanya Shikamaru dengan sedikit tergagap. Sasuke terkekeh pelan mendengar jawaban Shikamaru yang udah jelas boongnya.
"Gak papa kok. Dia kan emang manis, lagipula dia belum punya pacar" Kata Sasuke yang malah memberi semangat pda Shikamaru. Semburat merah muda terpampang di kedua belah pipi Shikamaru.
"Sasuke-senpai sendiri ?" Shikamaru balik bertanya. Sasuke memandang Shikamaru dengan wajah heran mendengar pertanyaan Shikamaru.
"Maksudmu ?" Tanya Sasuke yang masih belum paham dengan apa yang dikatakan oleh Shikamaru.
"Sasuke-senpai sendiri suka sama siapa ?" Akhirnya Shikamaru pun memperjelas pertanyaan ambigunya agar senpai ayamnya ini cepat mengerti dengan ucapannya. Sasuke manggut-manggut mengerti.
"Hehe, aku gak punya cewek yang kusuka" Jawab Sasuke sambil nyengir innocent. Shikamaru tampak sangat terkejut dengan ucapan Sasuke.
"Bukankah senpai sudah punya pacar ?" Tanya Shikamaru.
"Ssst...! Ini antara kau dan aku aja ya. Aku sama sekali gak sayang sama pacarku" Kata Sasuke. Shikamaru hanya manggut-manggut gak peduli dengan jawaban Sasuke.
"Ternyata dugaanku bener ya" Gumam Shikamaru.
"Maksudmu ?" Tanya Sasuke yang sepertinya mendengar ucapan Shikamaru. Shikamaru tampak terkejut dengan ucapan Sasuke, sebenernya sih dia hanya ingin ngomong itu untuk dirinya sendiri.
"Bukan. Dari wajah kakak saja aku sudah bisa melihatnya, heh" Kata Shikamaru sambil nyengir innocent kearah Sasuke. Sasuke tampak mencerna kata-kata Shikamaru, tapi sedetik kemudian dia tersenyum simpul.
"Tapi, apa senpai gak mau membuka hati senpai sedikit aja ?" Tawar Shikamaru. Sasuke mengernyit heran dengan ucapan Shikamaru yng sok puitis banget.
"Kenapa memang ?" Tanya Sasuke.
"Aku merasa aja jika Hinata menyukai senpai. Aku kasihan ama dia. Tau gak senpai, sepertinya dia hanya ingin menyembunyikan kesedihannya saja di sekolah ini. Dia terlihat sangat riang sekali, tapi sepertinya dia merasa kesepian" Cerocos Shikamaru.
"Gimana kau tahu ? Kau stalkernya ?" Tanya Sasuke sambil memicingkan matanya sejenak.
"Bukan begitu, dia sahabat aku sewaktu aku dulu di SMP. Jadi aku tahu lha" Kata Shikamaru dengan logat melayu yang kental pada bagian akhir kalimatnya. Sasuke manggut-manggut sejenak.
"Hehe. Kamu ternyata pinter juga ya" Puji Sasuke.
"Hehe. Sebenernya sih aku tidak terlalu suka dipuji. Tapi untuk dipuji seorang senpai populer, aku mau lah. Arigatou" Kata Shikamaru.
Meow...! Meow...!
"Senpai bawa kucing ?" Tanya Shikamaru dengan pandangan aneh.
"Bukan. Itu ring tone hapeku" Kata Sasuke sambil mengeluarkan hanphonenya yang menunjukkan sebuah panggilan dari Sakura.
"Moshi-Moshi, ada apa, Sakura ?" Tanya Sasuke. Shikamaru yang tampaknya sudah mulai keder melihat Temari berjalan menuju kelasnya pun langsung ngibrit masuk kedalam kelas.
"Sasuke-kun...! Kemana aja kau ?" Tanya Sakura dengan nada merajuk.
"Aku di sekolah. Sebenernya sih aku gak mau, tapi aku dipaksa ama Dobe" Jawab Sasuke dengan nada datar.
"Oh begitu" Kata Sakura.
"Iya"
"Jadi si rambut duren itu lebih penting daripada aku ?" Jawab Sakura dengan nada merajuk yang dimanja-manjakan.
"Buk..." Belum sempat Sasuke menjawab hal itu tapi telinganya udah terserang budek mendadak oleh suara super ultrasonik dari Sakura.
"KITA PUTUS" Kata Sakura dengan teriakan yang cukup untuk membuat Sasuke menjauhkan telinganya untuk melindungi gendangnya.
"As you wish" Ucap Sasuke dengan nada yang datar sekali seolah tanpa beban.
"Chot..." Belum sempat Sakura melanjutkan kalimatnya tapi telepon telah ditutup oleh Sasuke dengan wajah puas. Puas telah berhasil memutuskan Sakura dengan keinginannya sendiri.
"NARUTO...!" Ternyata didalam kelas pun juga terdengar teriakan gak jelas dari Temari yang mengutuk Naruto yang masih nongkrong di depan tempat duduk Hinata sambil berkoar-koar gaje pada Hinata yang hanya senyam-senyum saja mendengarkan ocehan dari Naruto yang saat itu langsung ngibrit setelah mendengar gebrakan dari Temari yang dikiranya adalah sebuah ledakan bom.
"Suaramu persis banget dengan suara bom. Pasti para teroris kesengsem dech sama kamu yang bisa buat bom alami" Ledek Naruto sebelum bener-bener pergi dari kelasnya. Ucapan Naruto sukses membuat Temari menahan marah sekaligus malu. Dan anak kelas X-8 lah yang menjadi sasaran empuk buat Temari untuk melampiaskan kemarahannya yang sudah tidak bisa di karantina lagi.
Sasuke hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya yang sangat kekanak-kanakan tersebut. Dilihatnya Hinata yang memang sepertinya sudah mulai menampakkan wajah kesepian, tapi Shikamaru masih bersedia duduk dengannya setelah dia ditinggal pergi oleh teman sebangkunya yang berambut coklat karamel tersebut.
'Ada apa dengannya ?'
Apa yang sebenarnya terjadi pada Hinata ?
TBC
Fyuuh...! Gomenasai minna-san bila chapter yang saya rilis terlalu pendek.
Happy Read
