Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuHina, NaruSaku, NejiTen, ShikaTema
Hope you'll enjoy it
Sakura berjalan dengan langkah gontai. Ia berjalan entah kemana.
Sore itu, langit senja tampak sangat indah sekali. Sayang sekali Sakura harus menyesali hari ini dengan kata-kata tak pantas yang diucapkannya pada Sasuke saat dia menelepon.
Sakura berbelok menuju sebuah kedai yang kebetulan sedang buka.
"Pesan segelas es teh" Kata Sakura dengan lemas pada pelayan berambut coklat tersebut. Pelayan tersebut tersenyum ramah sambil menulis pesanan Sakura di sebuah catatan menu. Lalu dia pun melenggang pergi menuju tempat yang disebut sebagai dapur tersebut.
"Aku bener-bener bodoh" Sungut Sakura begitu mengingat kejadian saat dia meminta putus dengan Sasuke beberapa jam yang lalu. Entah kenapa dia merasa kehilangan sekali setelah putus dengan Sasuke. Padahal hal itu terjadi hanya beberapa jam yang lalu. Sakura mendesah pelan merutuki mulutnya yang tidak bisa menjaga omongan.
-0-
Di tempat lain, disuatu cafe, Naruto mengajak Hinata untuk makan sekaligus nge-date. Hinata sih mau-mau aja sama Naruto dengan niatan yang berbeda. Dia ingin Naruto cerita lebih banyak tentang Sasuke.
"Umm...! Hinata" Panggil Naruto. Hinata pun menoleh kearah Naruto. Saat itu mereka sedang menunggu pesanan mereka yang baru mereka pesan beberapa menit yang lalu.
"Ada apa ?" Tanya Hinata. Naruto langsung tergagap-gagap. Niat hati mau melakukan penembakan yang sangat berkesan di hati Hinata sirna sudah. Naruto malah mengetuk-ngetukkan jarinya untuk menghilangkan kegugupannya. Hinata memandangnya dengan tatapan aneh.
"Ada apa, senpai ?" Hinata mempertegas ucapannya kembali.
'Ayo, Naruto' Batin Naruto memberi semangat. Meskipun keringat dingin udah mengucur deras dan jantung berdebar gak karuan, Naruto masih tetap memberi semangat pada dirinya untuk segera mengungkapkan perasaannya.
"Aku menyukaimu Hinata. Maukah kau jadi pacarku ?" Tanya Naruto dengan intonasi yang sangat cepat. Hinata langsung shock mendengar ucapan penembakan yang sangat tidak elit tersebut. Maklumlah, Naruto berpengalaman dengan apa yang disebut cewek sehingga dia langsung panas dingin bila dihadapkan dengan makhluk yang satu ini.
"Ummm...! Naruto-senpai" Panggil Hinata. Naruto langsung mendongakkan kepalanya yang dari tadi menunduk terus demi melihat raut wajah Hinata yang saat itu sangat sulit di jelaskan.
"Bisa beri aku waktu gak ?" Tanya Hinata sambil memegang tangan Naruto. Otomatis wajah Naruto langsung memerah semerah kepiting.
"Boleh, tapi jangan di PHP-in ya ?" Goda Naruto sambil tertawa renyah. Hinata pun tertawa melihat tingkah senpai konyolnya tersebut. Dan suasana menegangkan tersebut langsung cair berkat tingkah konyol dari Naruto yang sanggup membuat Hinata tertawa lepas.
-0-
Mari kita tengok Sakura yang berkali-kali menelepon Sasuke tapi di reject terus oleh Sasuke. Sakura mendesah kesal, dia pikir Sasuke bener-bener marah. Padahal yang mutusin dia kan ?
"Hei...! Sakura-chan" Sapa Naruto dengan wajah ceria. Beda banget ama Sakura yang sedang duduk dengan wajah lesu sambil mengaduk-aduk es tehnya dengan sendok dan berwajah lesu. Sakura mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang memanggilnya. Begitu Sakura melihat penampakan cowok berambut duren itu, Sakura langsung bete lagi. Maklumlah, gara-gara dia Sakura malah mengucapkan kalimat sakral yang langsung menjadi senjata makan tuan baginya.
Naruto pun duduk di depan Sakura yang masih mengaduk-aduk es tehnya dengan lesu. Seorang pelayan berambut coklat datang menghampiri Naruto.
"Hei...! Naruto, mau pesan ramen ?" Tanya gadis tersebut sambil tersenyum ceria kearah Naruto. Rupanya dua orang ini sudah saling kenal dan saling akrab.
"Iya, Aku pesen ramen yang spesial ya. Ayame-neechan" Kata Naruto sambill nyengir yang langsung disambut dengan senyuman dari pelayan yang bernama Ayame tersebut yang langsung melenggang pergi. Naruto langsung mengalihkan pandangannya menuju Sakura yang masih terduduk lesu.
"Kau tidak apa-apa, Sakura-chan ?" Tanya Naruto yang sepertinya masih risih dengan Sakura yang dari tadi hanya diam aja. Sakura menghela nafas pelan yang langsung membuat Naruto bingung seketika.
"Ada masalah ?" Naruto bertanya sekali lagi. Sakura mendongakkan kepalanya sebentar untuk melihat raut wajah Naruto. Melihat keseriusan di wajah Naruto membuat Sakura menghela nafas panjang dan mulai bercerita.
"Aku bingung dengan Sasuke-kun. Sebenernya dia niat gak sih pacaran sama aku" Sakura pun langsung memulai curhatnya pada Naruto. Naruto pun mendengarkan dengan seksama.
"Kok tiap hari aku dicuekin sih. Dijemput enggak, dianterin enggak, ngajakin date juga gak pernah" Kata Sakura dengan nada frustasi nyerocos gak jelas tentang mantan pacarnya tersebut. Naruto manggut-manggut mengerti mendengar ucapan Sakura.
"Ummm...! Naruto" Panggil Sakura. Naruto pun mendongakkan kepalanya setelah mendengar panggilan Sakura.
"Ada apa ?" Tanya Naruto dengan wajah yang super bingung. Didalam benaknya dia mikirin dia bakal di jadiin simpanan sama Sakura.
"Kau pernah liat Sasuke deket ama cewek ?" Tanya Sakura dengan mata terpicing. Kecurigaan Sakura mulai kambuh lagi dech.
"Gak pernah tuh. Entah kenapa bila dia kukunjungi ke rumahnya dia selalu keluar dari kamar. Aku juga belum pernah melihat daleman kamarnya" Kata Naruto sambil menghempaskan punggungnya di samping Sakura. Sakura tersenyum kecil melihat wajah Naruto yang tampak sangat imut sekali ketika tengah frustasi tersebut. Melihat Sakura tersenyum begitu Naruto langsung terkekeh pelan.
"Gitu dong, jangan sepet mulu mukanya" Kata Naruto sambil menepuk puncak kepala Sakura dengan lembut. Tapi itu cukup untuk membuat Sakura mengirimkan sebuah deathglare sambil menggembungkan pipinya. Naruto hanya nyengir innocent sambil menyantap ramen spesial yang baru saja di antarkan oleh Ayame dengan brutal.
"Umm...! Kau udah punya pacar ?" Tanya Sakura pada Naruto yang saat ini sudah menghabiskan ramen spesialnya dengan sekali tegukan.
"Belum sih. Tapi aku habis menembak seorang junior kelas X-8. Dia belum menjawab" Kata Naruto dengan perasaan lega. Sakura tampak tersenyum pahit melihat Naruto yang dengan cerianya menceritakan tentang pacar belum jadinya.
"Ummm...! Dia belum memberikan jawaban kan ?" Tanya Sakura dengan was-was. Naruto mengangguk pelan.
"Ummm...! Jika ternyata dia menolak, mau gak kau jadi pacarku untuk sementara ?" Kata Sakura. Naruto hanya nyengir innocent sambil mengangguk senang.
"Tentu"
-0-
"Gua jenuh di kamar mulu" Keluh Sasuke yang malam itu tumben-tumbenan dia keluar dengan membawa sepeda motornya. Dia menjalankan motornya dengan kecepatan sedang dan mencoba menikmati pemandangan malam dari kota Konohagakure. Dia melihat sebuah cafe internet yang buka lalu memasuki cafe tersebut dan menghampiri operatornya.
"Ada yang kosong bang ?" Tanya Sasuke. Operator berambut biru cerah tersebut menggeleng pelan sambil tersenyum ramah yang hanya dibalas dengan senyuman kecil oleh Sasuke yang langsung pergi melarikan diri dari cafe tersebut. Tak lama kemudian si operator berteriak memanggil Sasuke.
"Baru aja ada yang selesai" Teriak operator yang sepertinya gak rela dengan kepergian Sasuke. Sasuke pun tersenyum dan berjalan memasuki cafe tersebut. Sasuke pun terkejut begitu melihat sosok berambut indigo yang baru saja membayar bill yang dikenakan oleh sang operator warnet. Gadis tersebut yang ternyata adalah Hinata juga terkejut dengan kehadiran Sasuke.
"Hinata...! Ngapain kau disini ?" Sapa Sasuke dengan ramah.
"Cuman main internet" Jawab Hinata dengan seulas senyuman ramah di bibir merahnya.
"Sendirian aja nih ?" Kata Sasuke. Hinata mengangguk sambil tersenyum senang. Sedetik kemudian senyumannya hilang entah kemana. Yang ada hanya wajah sendu darinya.
"Ada apa, Hinata ?" Tanya Sasuke. Hinata mendongakkan kepalanya kearah Sasuke yang lebih tinggi darinya lalu tersenyum lembut sambil menggelengkan kepalanya.
"Gak papa kok" Jawab Hinata.
"Ada yang kosong bang ?" Tanya seseorang berambut coklat karamel yang baru saja masuk kedalam cafe tersebut.
"Ada sih tapi kayaknya mau dipake" Kata operator tersebut.
"Gak jadi dech bang" Kata Sasuke sambil nyengir innocent kearah operatornya. Cowok berambut coklat itu pun tersenyum senang dan langsung berjalan menuju komputer yang kosong.
"Sasuke-senpai mau ngapain ?" Tanya Hinata sambil memiringkan kepalanya.
"Mau nganterin kamu lah. Ayo" Ajak Sasuke yang langsung saja meraik tangan Hinata tanpa persetujuan dari gadis berambut indigo tersebut. Hinata pun manut-manut aja, orang dia juga gak ada yang nganterin.
"Baiklah"
-0-
"Hoahhmmm...! Kita ngapain coba disini ?" Shikamaru yang saat itu sedang nongkrong di sebuah tempat bersama dengan ayahnya yang sedang mengirimkan deathglare akibat ucapan tidak sopannya barusan.
"Sudah lama ya, Shukaku" Sapa seseorang bertubuh besar yang baru saja datang dan langsung duduk di depan ayah dari Shikamaru yang sedang duduk tersebut.
"Hai Shikamaru" Sapa seseorang berambut coklat dan bertubuh besar yang datang bersama dengan pria yang menyapa Shikaku tersebut.
"Hai Chouji" Balas Shikamaru.
"Tou-chan, boleh gak aku jalan-jalan sebentar dengan Chouji" Shikamaru meminta izin pada ayahnya yang hanya dibalas dengan anggukan pelan oleh Shikaku. Shikamaru pun langsung berjalan meninggalkan bersama Chouji meninggalkan kedua ayah mereka yang sedang bernegosiasi tentang entah apa namanya itu.
Shikamaru berjalan keluar dari cafe dengan mengantongi kedua tangannya sambil sesekali menguap lebar saking ngantuknya. Jelaslah, emang udah malam.
Krauk...! Krauk...!
Si Chouji malah asyik aja memakan kripik kentang yang memang udah dia bawa sejak dari rumah tersebut.
"Kau sekolah di SMA Konohagakure ya, Shikamaru ?" Tanya Chouji mencoba untuk mencairkan suasana. Shikamaru hanya mengangguk pelan sambil tersenyum innocent kearah Chouji.
"Ada yang lo taksir gak ?" Goda Chouji. Shikamaru yang saat itu asyik-asyik menendang batu langsung terkejut dan menendang batu tersebut sampai melayang kearah atap sebuah restoran sehingga Shikamaru dan Chouji harus menelan deathglare mentah dari pemilik restoran.
"Gomenasai, Oji-chan" Kata Shikamaru sambil nyengir innocent kearah paman berambut abu-abu tersebut. Paman itu pun berbalik sambil mengibas-ngibaskan tangan seolah meremehkan Shikamaru.
"Apa maksudmu ?" Shikamaru akhirnya kembali menuju jalan yang benar setelah beberapa saat di simpangkan oleh ucapan Chouji serta deathglare dari paman gaje berambut abu-abu keputihan.
"Yah...! Cewek cantik dan semacamnya lah" Kata Chouji sambil membuang sampah plastik di sembarang tempat. Shikamaru langsung memandang bulan yang bersinar terang malam itu.
"Yah, ada sih. Tapi, rahasia" Kata Shikamaru sambil mengirimkan sebuah tatapan meledek. Chouji hanya mendengus kesal melihat tampang Shikamaru yang sangat lucu tersebut.
"Eh, kita duduk di sana aja yuk. Capek nih" Kata Shikamaru sambil berjalan menuju sebuah bangku yang terletak di sebuah sudut taman dan duduk disana.
Shikamaru pun langsung merebahkan tubuhnya dan langsung tiduran di bangku tersebut sambil menutup matanya dengan sebelah tangannya untuk menutupi cahaya yang masuk dari sebuah lampu jalan dan kemudian bersiap untuk masuk kedalam mimpi indahnya.
Chouji hanya tersenyum melihat tingkah kawan barunya tersebut. Dia pun juga duduk di sebelah kaki Shikamaru. Tak lama kemudian datanglah seorang gadis pirang yang sepertinya juga ingin duduk di bangku tersebut.
"Ummm...! Shikamaru" Panggil Chouji.
"Hmmm" Shikamaru hanya merespon dengan sebuah kata yang gak jelas artinya.
"Ada cewek mau duduk tuh" Kata Chouji. Shikamaru pun membuka sebuah matanya dan menatap Chouji dengan sebuah tatapan -apa loe bilang ?- Chouji menjawabnya dengan menunjuk gadis pirang yang sekarang sedang cengar-cengir di sebelah Shikamaru tersebut. Shikamaru langsung membuka kedua matanya dan langsung terkejut begitu melihat gadis tersebut ternyata adalah...
"Temari-senpai" Kata Shikamaru dan refleks langsung duduk dengan manis menghadap pada senpainya yang sekarang sedang pasang wajah asem itu.
"Gak disini gak dikelas, tidur aja" Keluh Temari sambil duduk disamping Shikamaru.
"Hehe, maaf senpai. Senpai sendiri nih ?" Kata Shikamaru berusaha mencairkan suasana.
"Nggak kok, aku diajak sama dia tuh" Kata Temari sambil menunjuk seseorang dengan rambut merah acak-acakan yang sekarang sedang berjalan kearahnya dengan pose cool.
"Eh, temanmu ya ?" Tanya cowok berambut merah tersebut sambil menyerahkan seonggok eskrim yang langsung di terima dengan wajah manis oleh Temari.
"Shikamaru" Kata Shikamaru memperkenalkan diri.
"Sasori" Kata cowok tersebut yang ternyata adalah Sasori. Dia menatap Shikamaru dengan tatapan cemburu.
"Aku kenal kau, kau Shikamaru Nara di kelas X-8 itu kan ?" Kata Sasori. Shikamaru pun mengangguk.
"Kalian ngapain di sini ?" Tanya Chouji yang merasa dikacangin.
"Temanmu ?" Tanya Temari pada Shikamaru. Shikamaru mengangguk pelan sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Habis kerja kelompok. Tapi dua orang kawan kami udah ngacir duluan" Kata Temari sambil terkekeh pelan. Mereka berempat terlibat obrolan yang seru diiringi dengan deathglare Sasori dan tatapan innocent dari Shikamaru.
-0-
"Jadi, Shikamaru-kun suka curhat ama kakak ?" Tanya Hinata yang waktu itu masih di bonceng sama Sasuke sambil terkekeh pelan.
"Iya, dia itu suka ama Temari kan ?" Kata Sasuke yang langsung disambut dengan kekehan Hinata.
'Apa Shikamaru-kun juga bercerita tentang aku ya ?' Batin Hinata.
'Apa Hinata bener suka padaku ya ?' Batin Sasuke.
Dan perjalanan itu pun berjalan dengan sempurna dan ramai banget akibat dari Hinata yang tertawa lepas ketika mendengar apapun yang dikatakan Sasuke.
"Arigatou, Sasuke-kun" Kata Hinata sambil memeluk tubuhnya sendiri yang kedinginan. Maklumlah, Sasuke kalau naik motor suka gila-gilaan.
"Kamu gak papa kan, Hinata ?" Tanya Sasuke begitu melihat bibir Hinata membiru. Hinata menyunggingkan senyuman termanisnya kearah senpai rambut ayamnya tersebut.
"Gak papa kok, Sasuke-senpai" Ucap Hinata. Tak lama kemudian Neji membukakan pintu gerbang Hinata.
"Eh, Sudah pulang, Hinata ?" Tanya Neji. Hinata mengangguk senang sambil masuk kedalam rumahnya yang lumayan besar.
"Adek lo suka banget ketawa ya" Kata Sasuke sambil melipat kedua tangannya. Neji yang sepertinya sudah mau menutup gerbang tampak terkejut dengan ucapan Sasuke. Dia pun memandang Sasuke dengan tatapan heran.
"Beneran dia tertawa ? Orang kalau dirumah aja dia kagak pernah ketawa kok" Kata Neji yang merasa tertarik dengan apa yang dikatakan oleh Sasuke.
"Trus dia dirumah ngapain aja ?" Tanya Sasuke yang mulai penasaran dengan cewek imut tersebut.
"Kagak tau lah dia ngapain. Orang saban ari kalo dia gak ke cafe ya utak-atik kompinya sendiri. Entah dibuat model gimana tuh kompi" Kata Neji dengan wajah frustasi.
"Sama kayak gue dong. Gue juga sukanya oprek lepi sendiri" Kata Sasuke. Neji hanya tersenyum sekilas sambil menutup gerbang. Pikirannya tetap tertuju pada ucapan Sasuke yang mengatakan bila adik manisnya tersebut bisa tertawa juga.
TBC
Hehe...! Aslinya sih cuman mau bikin satu pairing, tapi tanggung banget ah. Moga-moga aja berkesan di hati reader ya...!
Kayaknya author harus perbaikin beberapa hal tentang ejaan ama penulisannya. Bila ada yang bisa beritahu author tentang ejaan yang baik dan bener harap review or PM.
Happy Read...!
