Disclaimer : MasasHi Kishimoto

Pairing : SasuHina, NaruSaku, NejiTen, ShikaTema

Enjoy It


"Hinata..." Panggil Neji sambil mengetuk pelan pintu adik perempuannya tersebut. Hinata yang saat itu masih mengutak-atik kompi hybirdnya pun terkejut mendengar ketukan Neji yang cukup keras itu dan langsung menyisir rambutnya yang terlihat cukup berantakan dan membersihkan sedikit serpihan debu yang melekat pada wajah putihnya. Dia pun membuka pintu kamarnya dan melihat Neji sedang mengantongi kedua tangannya.

"Ada apa , Onii-chan ?" Tanya Hinata dengan suara takut-takut. Maklum, Hinata dan Neji meskipun mereka berdua saudara kandung, mereka jarang bertemu satu sama lain kecuali saat makan malam.

"Mau masuk aja, gak boleh ?" Tanya Neji dengan sebuah cengiran menggoda. Wajah Hinata langsung memerah mendengar nada bicara kakaknya yang terkesan genit tersebut. Dia pun bergeser sedikit lebih kedalam untuk mempersilahkan kakaknya masuk kedalam kamarnya yang sangat rapi, dibagian ranjangnya dan berantakan di bagian kompinya.

Hinata pun kembali mengutak-atik komputernya yang bertengger di samping pintu masuk.

"Apa yang kau lakukan sih, Hinata ?" Kata Neji yang tampaknya penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Hinata. Dia pun langsung merunduk untuk menyaksikan apa yang akan dilakukan oleh Hinata.

"Aku mencoba untuk menggunakan prosesor ARM agar dayanya lebih sedikit" Kata Hinata. Neji udah muter matanya duluan sebelum Hinata sempat menjelaskan apa itu ARM dan kenapa harus ARM ?

Komputer Hinata memang antik, dia tidak minta untuk dibelikan oleh orang tuanya. Layar LCD dari laptop yang sudah rusak. Hardisknya dia perbaiki dari hardisk temannya yang gak berguna. Rignya dia ambil dari sebuah etalase yang gak lagi berguna di rumahnya. Prosesornya dia beli sendiri pake uang tabungannya. Pokoknya siip...! lah. RAMnya 8 GB (wuihhh) hasil dari pencariannya selama tiga minggu di pasar bebas.

"Apa kata lu dach" Neji akhirnya menyerah setelah melihat Hinata yang mengutak-atik tanpa beban sedikitpun. Hinata hanya tersenyum tipis melihat kakaknya itu. Dia pun melanjutkan pekerjaannya sambil sesekali bergumam pelan mengucapkan kata-kata yang tidak di ketahui sama Neji.

"Hinata, ku suka sama Sasuke ya ?" Tanya Neji yang langsung buat Hinata terkejut dan itu sukses mambuatnya sala memasangkan kabel dan terjadilah kelebihan muatan sehingga listrik rumah Hinata langsung padam seketika.

"Anjrit...! Lo apain sih tu kompi butut" Neji misuh-misuh sendiri ngeliat nasibnya yang harus meraba-raba kamarnya sendiri karena kondisi yang gelap.

"Gomenasai, Onii-chan" Kata Hinata yang saat ini juga meraba-raba. Tapi dia tidak berusaha untuk melepaskan diri. Melainkan untuk melepaskan beberapa ikatan kabel agar arus listrik gak nyambung lagi.

Blarrr...!

Terpampang sudah wajah Hinata yang saat itu sudah kusut ditambah semburat merah muda yang udah nongol di pipi putihnya. Neji yang tadinya ingin membuka pintu mengurungkan niatnya setelah mengetahui kalau pintu itu adalah pintu lemari pakaian Hinata. Dia pun kembali duduk di ranjang Hinata dengan pose cool seperti biasanya.

"Kau suka Sasuke, kan ?" Kata Neji mencoba mengulangi skenarionya dari awal karena sempat tertunda oleh kesalahan teknis yang pernah dilakukan oleh Hinata.

"Apa maksudnya ?" Kata Hinata lirih dengan muka menunduk. Bila diperhatikan lebih jelas, wajah Hinata udah kayak kepiting rebus aja, merah banget.

"Hehe...! Ketahuan tuh dari mukamu" Ledek Neji pada Hinata sambil melihat ekspresi memalukan dari Hinata saat malu-malu kucing kayak gitu. Wajah Hinata semakin memerah mendengar ucapan dari Neji yang sengaja meledeknya.

"E-emang kenapa ? Boleh-boleh aja donk" Kata Hinata sambil menundukkan kepalanya.

"Boleh-boleh aja kok. Tapi gimana dengan Naruto ?" Tanya Neji yang sepertinya peduli juga pada cowok berambut duren tersebut. Hinata memandang Neji dengan pandangan heran.

"Darimana Onii-chan tahu hal itu ?" Tanya Hinata.

"Hehe, dia udah bilang aku duluan" Kata Neji sambil nyengir innocent kearah Hinata.

"Dia nembak aku tadi sore. Sebenernya sih aku mau nolak tapi aku malu" Kata Hinata malah curhat ke Neji. Neji terdiam mendengar ucapan Hinata.

-0-

"Kok gue ngalamin hal aneh ya hari ini. Gue ngerasa deg-degan bila berdekatan sama Tenten. Hinata bisa ketawa lepas. Sasuke mbonceng Hinata malam-malam. Naruto nembak Hinata. Hari ini semuanya jadi gila, apalagi yang bisa terjadi hari ini" Teriak Neji frustasi begitu menyadari semua hal-hal gila yang terjadi hari ini. Dia pun membuka hapenya untuk update status tentang kegilaan ini.

Begitu melihat news feed facebook dilihatnya Temari sedang update status pake huruf gede-gede lagi.

SUMPAH...!

TERNYATA DIA BAEK JUGA

Neji langsung speechless dan gak jadi update status begitu melihat Temari yang super gila tersebut.

-0-

"Hei...!" Sapa Neji pada Sasuke yang saat itu sepertinya baru sajaakan memasuki gerbang sekolah. Sasuke yang merasa namanya (tidak) dipanggil pun menoleh dan menatap Neji dengan tatapan heran.

"Makasih ya kemaren udah nganterin Hinata" Kata Neji sambil mendorong-dorong 'sesuatu' dibelakangnya. Sasuke yang curig dengan gerak-gerik Neji pun menengok kearah belakang Neji. Ternyata 'sesuatu' tersebut adalah Hinata yang sedang bersembunyi di belakang Neji.

"Booo" Sasuke langsung mengagetkan Hinata sampai-sampai cewek berambut indigo tersebut sampai-sampai Hinata yang terkejut pun langsung terlompat ke belakang. Sasuke pun tertawa renyah melihat Hinata bersikap begitu.

"Apaan sih" Sungut Hinata sambil manyun-manyun gak terima dirinya dikagetin dengan cara tidak elit begitu.

"Ohayou Gozaimasu, Hinata" Sapa Sasuke sambil tersenyum tipis kearah Hinata sebelum akhirnya dia kembali ke wajah stoicnya seperti semula.

"Aku kekelas dulu ya, Onii-chan, Sasuke-senpai" Teriak Hinata sambil berlari meninggalkan Neji sama Sasuke yang melohok heran melihat kecepatan Hinata berlari yang bisa dikategorikan dengan cheetah ketakutan.

"Yo, Teme, Neji" Sapa seseorang sambil menepuk bahu mereka berdua dari belakang. Sasuke dan Neji pun menoleh dan mendapati sosok duren yang lagi cengar-cengir innocent di belakang mereka.

"Ada apa dengan Hinata tadi ?" Tanya Naruto sambil memasang sebelah tangannya diatas matanya, mencoba untuk melihat Hinata yang sudah hilang wujudnya saking cepetnya dia lari tadi.

"Oh iya Nar. Gue lupa soal pesen Hinata pada lo" Kata Neji dengan tiba-tiba dan langsung membuat wajah Naruto berbunga-bunga. Kayaknya dia yakin banget nih pasti diterima ama Hinata. Neji malah tambah miris aja ngeliat wajah Naruto yang semakin berbunga-bunga itu.

"Dia sih sebenernya mu nolak elo. Tapi dianya kasihan" Bagai ketiban durian runtuh, tapi sayang yang ini gak ada isinya, wajah Naruto langsung pucet seketika begitu mendengar kabar penolakannya yang secara tidak elit dikirimkan melalui seorang kurir ketua OSIS. Sedetik kemudian sebuah cengiran muncul di bibir Naruto.

"Untung aja gue ditolak, gue masih belum siap punya cewek. Tadinya sih gue pengin sms Hinata kalau gue gak serius" Kata Naruto sambil tertawa ngakak sejadi-jadinya yang langsung bikin kedua temannya itu geleng-geleng kepala.

'Nih anak kapan warasnya coba' Batin keduanya mulai nista.

"Oh ya. Gue ada perlu sama Sakura-chan nih, kalau telat bisa mati gue" Kata Naruto sambil menepuk jidatnya sendiri dan langsung ngibrit keluar sekolah dengan kecepatan yang setara dengan kucing ketakutan. Neji pun melirik Sasuke yang asyik tenang-tenang aja seolah tidak melihat kejadian ajaib barusan.

"Ngapain lo lirak-lirik ?" Sahut Sasuke yang mulai risih dilirikin terus sama makhluk bernama Neji ini.

"Bukan gitu. Lo gak cemburu tuh liat Sakura ama Naruto ?" Akhirnya Neji pun membuka suaranya yang intinya adalah menanyakan tentang kecemburuan Sasuke.

"Gue udah putus tuh" Jawab Sasuke cuek sambil berjalan menuju ke ruang OSIS. Ceritanya dia sedang mals berada dirumah, jadi dia niat mau bagi-bagiin tanda tangan karena kata Neji entar dia juga akan nyuruh para siswa baru mencari tanda tangan senpainya yang bukan OSIS. Yah...! Itu sih gara-gara banyak banget siswa bandel macam Naruto yang demen banget godain murid baru. Bener-bener senpai teladan dah.

"Lagian gue juga gak serius ama si doi" Jawab Sasuke asal yang langsung buat Neji geleng-geleng kepala.

'Bener-bener kompkan buat gak waras nih' Batin Neji melihat kedua sahabat tersebut kompakan untuk tidak waras secara bersama-sama. Mereka berdua pun berjalan berdua sambil sesekali melempar senyuman yang bikin siswi lain melting seketika.

"Liat Temari tuh, ngapain dia senyum-senyum sendiri" Kata Sasuke sambil menunjuk kearah Temari yang lagi senyam-senyum sendiri di depan ruang sekretariat OSIS sambil memandangi langit yang hari itu tampak sangat cerah sekali.

"Mungkin sinar matahari membuatnya gila" Jawab Neji asal jeblak aja sampai-sampai image dia sabagai orang waras pun turun satu derajat sejajar dengan Sasuke dan Naruto yang kurang waras.

"Eh" Sasuke memandang tak mengerti sambil melihat Neji yang memberikan jawabn yang tidak masuk akal sama sekali.

"Dia lagi jatuh cintrong kali" Jawab Neji yang kali ini dengan jawaban yang waras dikitlah.

"Gitu ya"

-0-

"Temari" Panggil sosok berambut merah bata yang kemarin menemani Temari di taman bersama dengan Shikamaru dan Chouji. Gadis berambut pirang itu pun menoleh dan tersenyum ramah kearah pria berambut merah bata tersebut.

"Ada apa, Sasori-kun ?" Tanya Temari dengan sebuah senyuman manis tak pernah terlepas dari bibir merahnya.

"Bisa duduk disini gak ?" Tanya Sasori sambil tersenyum cool. Temari pun mempersilahkan cowok berambut merah bata tersebut untuk duduk disebelahnya.

"Ummm...! Temari" Panggil Sasori. Temari pun menoleh kearah pria berwajah imut tersebut.

"Aku mau bicara sesuatu, tapi jangan disini" Kata Sasori.

"Mau bicara apa sih ? Keliatannya penting banget" Kata Temari yang agak ragu dengan pilihannya.

"Ini ciyus beh" Kata Sasori pake logat gaul anak abg zaman sekarang yang langsung membuat Temari tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya.

"Aduh...! Sasori-kun, kamu gak pantes dech pake logat kayak gitu" Kata Temari ketika sudah berhenti dari tertawa nistanya.

"Gak mau nih ceritanya ?" Kata Sasori yang sepertinya merajuk sambil memanyun-manyunkan bibirnya. Temari pun melanjutkan tertawanya lagi melihat muka Sasori yang mirip dengan anak kecil yang mau minta permen tapi tidak dikasih. Makin manyun dah si Sasori akibat terus-terusan di ketawain ama Temari.

"Gomenasai, Sasori-kun. Ayo, kita keatap aja" Kata Temari sambil berjalan dengan riang menuju ke atap sekolah. Sasori tersenyum tipis sambil mengantongi kedua tangannya di saku celananya dan berjalan berdua dengan Temari.

"Masih lama kan belnya ?" Kata Temari sambil melihat arlojinya yang menunjukkan pukul setengah tujuh.

"Cukup lama"

-0-

"Ohayou Gozaimasu, Hinata-chan" Sapa Shikamaru melihat Hinata yang baru saja masuk dengan wajah sumringah. Kayaknya nih anak punya cerita seru sama Shikamaru.

"Ohayou, Shikamaru-kun" Kata Hinata sambil meletakkan tas punggungnya di bangku samping Shikamaru. Ceritanya Shikamaru dan Hinata ini duduk sebangku.

"Kayaknya lagi seneng nih ?" Kata Shikamaru yang heran juga melihat Hinata masuk dengan wajah sumringah tersebut. Biasanya dia masuk dengan wajah suntuk.

"Iya sih" Kata Hinata sambil terkekeh pelan.

"Kasih tau dong" Kata Shikamaru sambil mempersiapkan diri mendengar cerita Hinata. Hinata hanya tertawa kecil saja melihat tingkah Shikamaru tersebut.

"Bukan apa-apa sih. Hanya saja, aku seneng banget karena aku dibonceng Sasuke-kun tadi malam" Kata Hinata sambil mengingat kejadian tadi malam saat dia berboncengan dengan Sasuke.

"Hehe...! Tapi, gimna dengan si duren busuk itu ?" Tanya Shikamaru yang sepertinya masih peduli dengan nasib si duren aka Naruto yang naksir ama Hinata.

"Kemarin dia nembak aku. Terus aku katain aja kalo aku nolak pada Neji-niichan. Entah pesan itu udah nyampe apa belum. Biasanya sih Naruto-senpai udah kesini beberapa menit yang lalu, mungkin Naruto-senpai udah tahu" Kata Hinata sambil tersenyum kearah Shikamaru. Shikamaru hanya menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal. Shikamaru dan Hinata udah berteman semenjak kelas dua SMP.

"Kau juga, kayaknya ada yang lain nih ?" Tanya Hinata yang melihat perubahan lain dari Shikamaru. Biasanya juga ntu anak udah ngorok hebat pagi-pagi banget. Tapi sekarang, malah udah seger buger gini. Pasti da yang konslet nih.

"Hehe...! Tadi malem aku ketemu sama Temari-senpai" Kata Shikamaru.

"Hoho...! Cuma karena itu toh" Balas Hinata sambil menatap menggoda kearah Shikamaru. Entah apa yang bikin ShikaHina ini akrab banget sampai-sampai mereka baru masuk aja dikira udah pacaran.

"Masuknya masih lama kan ? Kutraktir yuk" Ajak Shikamaru yang tumben-tumbenan bisa jadi baik, pake traktir segala lagi.

"Nggak ah, aku ada urusan bentar" Kata Hinata sambil mengeluarkan sebuah smartphone android dari sakunya. Shikamaru hanya mengangkat alisnya heran dan berlari meninggalkan Hinata yang masih berkutat dengan smartphonenya.

-0-

"Eh, Temari-senpai tuh. Mau ngapain dia sama botol saos tuh ?" Gumam Shikamaru yang dengan sangat tidak elitnya menghina Sasori dengan sebutan botol saos.

"Gue ikutin aja ah" Kata Shikamaru sambil ngikuti Sasori dan Temari yang ceritanya mau ngomong secara rahasia ama Sasori.

"Umm...! Temari" Panggil Sasori pada Temari. Bocah berambut merah itu tampak gugup begitu melihat wajah Temari. Terlihat banget dari wajahnya yang nyaingin rambutnya sendiri.

"Ada apa, Sasori-kun ?" Tanya Temari dengan jantung berdebar keras. Dia memang udah biasa sama adegan kayak gini, tapi dia merasakan aura yang berbeda dari Sasori.

"Aku tahu kita belum lama saling kenal tapi aku merasakan ada sedikit perasaan cinta dihatiku. Would be you be my girl ?" Sasori nyerocos tanpa titik koma dan itu langsung membuat Temari melongo dengan intonasi bicara Sasori yang agak aneh tersebut.

"What the..." Shikamaru mengumpat pelan mendengar ucapan Sasori.

"A-aku..."

Apakah jawaban dari Temari ?

TBC


Gomenasai...! Gua gak bisa buat acara penembakan yang romantis. Soalnya gak berpengalaman sih.

Dan buat yang segera ingin lihat aksi hacking, mungkin chapter depan atau dua chapter lagi. Karena ini masih ada unsur romancenya jadi gak saya tampilkan banyak-banyak dan itu pun hanya teknik ringan aja.

Buat yang pengen banget, saya akan buat sekuelnya yang akan menunjukkan kekuatan 'dia' yang sebenernya. Tunggu aja ya...!

Happy Read