Disclaimer : MasasHi Kishimoto

Pairing : SasuHina, NaruSaku, NejiTen, ShikaTema

Enjoy It


Shikamaru pun berlari menjauhi dua orang yang sekarang lagi dimabuk cinta tersebut. Hatinya hancur berkeping-keping. Tapi apa daya, dia sudah terlambat menyatakan cintanya dan itu dan dia harus merelakan gadis berkucir empat itu bahagia bersanding dengan bocah botol saos.

"Aku bener-bener bodoh" Umpat Shikamaru ketika sudah sampai di kantin dan langsung membeli semangkok bakso yang tumben-tumbenan udah mateng. Biasanya juga molor duluan ampe istirahat pertama aja belum mateng. Ibu kantinnya ngerti kali ya ama perasaannya Shikamaru.

Daripada kantin diobrak-abrik oleh Shikamaru yang lagi kelaparan plus patah ati mendingan baksonya dimasak dulu aja, gitu kali pikir ibu kantinnya.

Shikamaru pun langsung meneguk habis bakso beserta kuah-kuahnya kedalam mulutnya dengan nafsu yang sangat kelaparan sekaligus nafsu untuk segera masuk kelas untuk segera tidur didalam kelas.

-0-

"Kaau terlambat Shikamaru. Berdiri di depan" Kata Temari yang saat itu melihat Shikamaru masuk kedalam kelas. Tapi tampaknya Shikamaru udah terlanjur kesal sama senpainya ini sehingga dia langsung ngeloyor pergi dan langsung duduk di tempat duduknya.

"Aku tidak mau" Kata Shikamaru seenak jidatnya sendiri sambil memasang wajah malas pada Temari yang langsung buat perempatan nongol di dahi kanan Temari.

-0-

"Senpai aku minta tanda tangannya dong" Kata seorang cewek berambut ikal warna hijau pada Temari yang langsung dibalas dengan senyuman lembut dan langsung menandatangani buku catatan cewek yang sudah hampir terisi sehalaman penuh tersebut.

"Yes...! Tinggal dua orang senpai lagi. Arigatou Gozaimasu" Temari pun hanya tersenyum sambil mencari seseorang di tengah kerumunan. Temari merasakan sebuah tangan lembut menyentuh bahunya dan refleks dia langsung menoleh dan melihat Hinata udah cengar-cengir di belakangnya.

"Eh, Hinata. Bukannya tadi kau udah dapet tanda tangan ?" Kata Temari dengan wajah heran sambil menandatangani buku yang dibawa Hinata.

"Umm...! Ini untuk Shikamaru-kun" Kata Hinata sambil tersenyum. Temari tampak mengangkat sebelah alisnya heran mendengar ucapan Hinata tersebut.

"Emangnya kamu itu siapanya Shikamaru sih ?" Tanya Temari yang ternyata penasaran juga dengan hubungan antara si setan tidur ama gadis manis nan imut seperti Hinata.

"Bukan siapa-siapanya sih. Cuman sahabatnya, katanya dia males ketemu sama senpai. Aku juga gak tahu kenapa" Jelas Hinata. Temari tampak mengerutkan dahinya mendengar ucapan Hinata sambil menyerahkan buku tulis tersebut kepada Hinata.

"Arigatou Gozaimasu senpai" Kata Hinata sambil tersenyum melihat lembar buku tersebut.

"Kurang tiga senpai lagi" Gumam Hinata sambil berlalu mencari mangsa lagi.

-0-

"Senpai, minta tanda tangannya dong" Pinta seorang gadis berambut ungu cerah pada Neji yang waktu itu masih duduk anteng di ruang OSIS gara-gara takut diserbu untuk minta tanda tangan. Maklumlah, OSIS inti harus bisa didapatkan tanda tangannya dan itu membuat Neji menjadi seleb dadakan yang selalu diserbu sama anak baru yang ingin segera menuntaskan tugasnya dan memulai hidup tenangnya di sekolah.

"Suruh kawan-kawanmu untuk antri saja di luar sana" Kata Neji yang makin frustasi gara-gara ngumpet dimana pun selalu aja ada yang nemuin.

"Tanda tanganin dulu dong" Kata gadis tersebut sambil menyerahkan sebuah buku beserta penanya. Neji mendengus kesal dan menandatangani buku tersebut dan menyerahkannya pada gadis tersebut.

"Arigatou senpai" Kata gadis tersebut. Neji pun langsung duduk saja disana menunggu cewek tersebut menyebarkan perintahnya untuk antri di depan ruang OSIS.

Lain Neji, lain pula dengan Tenten. Nih anak malah bergaya bak artis terkenal yang lagi bagi-bagi tanda tangan sambil sesekali tersenyum kecil.

"Senpai, boleh minta nomer juga gak ?" Tanya seorang cowok dengan gaya yang norak abis. Rambutnya di potong model mangkok denan alis tebal dan bulu mata lentik kebawah. Tenten langsung speechless begitu melihat penampilan nyentrik dari ntu anak.

"Bentar ya" Kata Tenten sambil menghampiri Sgino yang entah kenapa hari itu masuk meskipun gak disuruh Neji buat bantu Tenten. Nih anak kayaknya pengin tenar juga.

"Eh, anak itu siapa sih" Bisik Tenten sambil melirik kearah anak berambut bob tadi yang sekarang sedang berdiri disana menunggu jawaban dari Tenten.

"Tau tuh, kayaknya dia seriusan ama lo. Kaih aja lah" Kata Shino menghasut Tenten untuk menyerahkan nomer hapenya.

"Baiklah"

-0-

"Senpai, minta tanda tangannya dong" Kata seorang cewek berambut biru laut sambil mendesah manja pada Sasuke. Sasuke hanya stay cool sambil menandatangani buku tersebut. Sasuke memang cukup tenar. Selain karna dia pintar, dia juga rupawan.

Gadis tersebut pergi dengan sebuah niatan nista untuk membingkai tanda tangan Sasuke yang baru saja di depatkannya. Sasuke pun kembali duduk berharap agar kali ini dia bisa istirahat dengan tenang.

Tapi rupanya harapannya gak pernah terkabul. Terbukti ketika beberapa detik kemudian Hinata pun datang dan menyodorkan bukunya.

"Minta tanda tangannya donk senpai" Kata Hinata sambil menyodorkan dua buah buku. Sasuke tampak mangangkat alisnya heran melihat Hinata membawa dua buah buku.

"Punya siapa tuh ?" Tanya Sasuke sambil menunjuk sebuah buku yang berada dibawah buku lain. Ketahuan banget kalau buku yang atas itu miliknya Hinata. Tulisannya rapi banget. Hinata mengangkat buku yang ada dibawah dan tertera tulisan yang sama sekali gak rapi. Sasuke mengangkat buku tersebut dan melihat bahwa buku tersebut hanya tertulis lembar depan saja. Ketahuan banget kalau sang empunya orang yang super males.

"Ini punya Shikamaru-kun, entah tadi kemana dia. Katanya dia mau istirahat bentar" Kata Hinata sambil mencari-cari sosok berambut nanas tersebut.

"Eh, kamu itu pacarnya Shikamaru ?" Tanya Sasuke dengan tatapan tajam. Yah...! Siapa coba yang gak curiga ama Hinata. Dia rela mintain tanda tangan demi Shikamaru, siapa coba yang gak curiga.

"Dia sahabatku" Kata Hinata. Sasuke hanya memandang Hinata sebentar lalu menandatangani buku milik Hinata dan Shikamaru. Hinata pun memeluk bukunya dan buku Shikamaru sambil tersenyum senang, Maklum saja dia udah selesai melaksanakan tugas nistanya.

"Arigatou Gozaimasu, Sasuke-kun" Kata Hinata. Sasuke terkejut mendengar panggilan dengan sufiks -kun yang di ucapkan oleh Hinata. Hinata langsung menutupi mulutnya dengan sebelah tangannya begitu menyadari dia salah ucap.

"Maksudku..." Belum sempat Hinata mengucapkan kalimat pembelaan (?) Sasuke udah menyela duluan.

"Gak papa kok. Lagian aku juga gak peduli mau dipanggil apa" Kata Sasuke sambil berlalu. Hinata tampak sedih begitu mendengar Sasuke tidak begitu peduli sama panggilan 'mesra'nya. Sasuke tiba-tiba berhenti kayak bis kota lagi ngerem otomatis. Dia menoleh kearah Hinata yang masih berdiri sambil memeluk bukunya.

"Tapi aku suka saat kau memanggilku dengan sufiks -kun. Bukan apa-apa sih, hanya ada sensasi berbeda" Kata Sasuke dengan ucapan yang super cool sambil sedikit tersenyum tipis. Hinata yang mendengarnya langsung membumbung tinggi, sayangnya saat itu dia berada dikantin sehingga kepalanya kejedot asbes. Sasuke pun pergi meninggalkan Hinata yang saat itu sedang menunduk malu sambil memeluk bukunya.

-0-

"Ne, Sakura-chan. Kupikir gak ada salahnya pacaran sama kamu" Kata Naruto yang saat itu juga bertemu kembali dengan Sakura di cafe ichiraku dimana mereka bertemu saat senja kemarin.

"Baiklah, tapi cuman sementara aja ya" Kata Sakura dengan senang begitu mendengar Naruto mau saja menjadi pacar sementaranya untuk mengibuli Sasuke.

"Tenang aja, Sakura-chan. Tapi demi kenyamanan dan keamanan, aku hanya akan bersamamu jika ada Sasuke" Kata Naruto mengucapkan janji yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Sakura.

"Baiklah, Sakura-chan. Sekarang aku akan traktir ramen" Kata Naruto sambil memesan ramen pada Ayame.

"Ummm...! Naruto, kau gak papa bila harus membantuku" Kata Sakura sambil memainkan sendok untuk mengaduk es teh yang baru saja di belinya.

"Hehe...! Gak usah di pikirkan. Aku ikhlas kok" Kata Neruto sambil nyengir innocent kearah Sakura. Sakura hanya tersenyum pahit mengingat saking cintanya dia ama Sasuke ampe ngorbanin sang sahabat buat jadi pacar sementara.

"Kau tahu gak Sasuke sukanya ama apa ?" Tanya Sakura mencoba memecahkan keheningan yang menyerang mereka selama beberapa detik.

"Sama tomatlah" Jawab Naruto. Sakura hanya terkekeh pelan sambil meneguk pelan es tehnya.

"Gimana sama gebetanmu ?" Tanya Sakura.

"Hah...! Gua ditolak, tapi gak papalah. Kayaknya tu anak suka ama Teme" Ucapan Naruto sukses membuat Sakura menahan marah.

"Terus, Sasuke ?" Tanya Sakura.

"Tau tuh si Teme"

-0-

"Huahhh...! Capek banget nih" Keluh Neji yang saat itu lagi ngeluh di kursi parkiran menunggu motornya yang terparkir manis di pojokan. Yah...! Neji kan sang ketua OSIS. Gak elit kan kalau dia berangkatnya kesiangan, jadinya dia harus parkir dipojokkan dan terpaksa banget harus menunggu para kohainya yang sedang berlalu lalang sambil pasang wajah ceria gara-gara sudah menunaiikan tugasnya dengan sangat baik sekali. Dilihatnya Tenten sedang berjalan bersama dengan cowok yang dikenalnya sebagai Lee, anak kelas X-3. Tenten tampak sangat manis ketika tersenyum dan kadang-kadang tertawa lepas seperti baru saja mendengar guyonan yang sangat lucu.

"Neji...!" Panggil Tenten sambil berjalan menghampiri ketu OSIS berambut coklat tersebut. Lee hanya berjalan tenang sambil sedikit menyembunyikan wajah kesalnya di depan Neji.

"Hai...!" Sapa Neji dengan wajah tidak bersemangat. Dia heran aja, giliran dengan dia, Tenten gak pernah tertawa selepas itu. Kalau ama anak baru yang norak itu aja Tenten bisa ngakak hebat ampe kayak raksasa gitu.

"Nungguin sepeda yak ?" Tebak Tenten. Neji hanya mengangguk pelan sambil tersenyum tipis.

"Kenalin nih temen aku. Namanya Lee, dia sekitar tiga blok dari rumahku. Kalian berdua belum saling kenal kan ?" Kata Tenten mengenalkan Lee pada Neji. Ooooh...! Ternyata si Lee ini adalah tetangga dari Tenten. Pantes aja bisa akrab dalam waktu singkat kayak gitu.

"Lee"

"Neji" Kata Neji sambil sedikit menyunggingkan deathglare manisnya pada kohai noraknya ini dan juga dibalas dengan deathglare manis dari Lee pada senpainya ini. Merasakan atmosfer yang kurang enak Tenten segera memisahkan keduanya.

"Tenten-senpai, ntar pulang bareng aku ya, rumah kita kan deketan" Kata Lee. Tenten mengangguk senang dan langsung melenggang pergi bersama dengan Lee yang sudah siap memboncengnya meninggalkan Neji yang udah ngepul kepalanya.

"Sialan tuh anak, masak ketua OSIS nya digituin" Sungut Neji yang langsung mengutuk si anak norak tersebut yang udah berlaku durhaka padanya. Sasuke yang melihat Neji ngamuk-ngamuk gaje itu langsung menghampiri ketua OSISnya sambil melipat kedua tangannya.

"Ngapain loe mencak-mencak gak jelas kayak gitu ?" Tanya Sasuke dengan sebuah pikiran nista bila si Neji udah kehilangan kewarasannya.

"Gak papa. Cuman gue kesel ama Kohai gue yang rambutnya kayak mangkok kebalik itu lho" Jawab Neji sambil bawa-bawa Neji yang rambutnya kayak mangko itu. Sasuke hanya tertawa kecil melihat kawan seperjuangannya itu ngamuk-ngamuk gak jelas karena seorang bocah norak.

"Oh, yang sama Tenten itu ? Jadi loe udah mulai sadar kalo loe suka sama Tenten. Telat bro" Kata Sasuke sambil menepuk bahunya pelan. Neji terdiam ama perkataannya Sasuke.

'Masak gue suka makhluk bercepol itu sih' Batin Neji yang merasa gak percaya bila dia suka sama makhluk seperti Tenten.

"Gak papa. Loe ngamuk ngamuk aja. Tapi entar jangan obrak-abrik server orang lho. Loe bisa ditangkep polisi tau gak" Kata Sasuke menyindir Neji yang sukanya menobrak-abrik server orang.

Sasuke dan Neji adalah seorang hacker senior. Mereka udah lama banget pengin jadi hacker yang profesional.

Neji ahli dalam networking. Sering banget dia ngebantuin Sasuke ngacak-acak wifi router di sekolah agar bisa lebih kenceng internetannya. Sebenernya sih dia pengin masuk TKJ tapi karena ayahnya memaksa dia untuk sekolah SMA, maka dia pun masuk ke SMA Konohagakure.

Sasuke ahli dalam software. Dia bahkan sering banget ngacak-acak komputer lab sehingga dia diharuskan untuk memperbaikinya. Sebenernya sih dia mau masuk jurusan RPL. Tapi karena dia dapet beasiswa, maka jadilah dia terdampar di SMA Konohagakure.

TBC


Terungkap sudah jati diri Sasuke beserta Neji yang ternyata adalah seorang hacker senior.

Happy Read