Disclaimer: MasasHi Kishimoto
Pairing: SasuHina, NaruSaku, NejiTen, ShikaTema
Warning: Bahasa IT, banyak miss typho dll
Enjoy It
Dua Minggu telah berlalu, mari kita lihat kemajuan beberapa pairing kita ini.
SasuHina : Udah resmi jadian tapi sepertinya Sasuke masih punya rencana tersendiri yang menyebabkan hanya beberapa orang aja yang tahu yaitu Neji dan Shikamaru.
ShikaTema : Semenjak Shikamaru tau kalau senpai manisnya ini menolak Sasori, mereka jadi tambah deket aja. Tapi kayaknya si nanas ini kurang gentle jadi gak bisa nyatain secara langsung. Belum tahu sih dia jika Temari udah nungguin dia.
NaruSaku : Pairing yang satu ini masih status pacar sementara. Tapi sepertinya Sakura mulai terbiasa ama sikap Naruto yang cukup konyol dan agak gegabah juga Naruto yang sudah terbiasa ama omelan Sakura.
NejiTen : Pairing yang satu ini masih dalam keadaan berjauhan. Udah tahu kan kalau mereka saling suka, tapi mereka masih saling gengsi aja. ck ck ck.
Ulang tahun sekolah tinggal seminggu lagi dan itu adalah alamat tugas buat para OSIS. Neji, sang ketua OSIS sih seneng-seneng aja karena itu berarti kesempatan dia buat ketemu Tenten jadi lebih besar. Begitu juga dengan Tenten, wah kayaknya ini bakal jadi momen-momen mereka dech.
Terlihat Sasuke yang sedang berjalan melewati kelas-kelas yang masih sepi. Rupanya dia datang terlalu pagi. Sasuke mendesah pelan sambil terus berjalan menuju kelasnya. Dilihatnya sosok berambut indigo yang sangat dikenalnya. Senyumnya mengembang begitu melihat cewek tersebut memang orang yang di kenalnya.
Sasuke pun berlari menuju cewek yang sedang duduk membelakanginya dan lalu menutupi matanya dengan kedua tangannya.
"Ah...! Niichan, jangan menggoda gitu donk" Keluh Hinata sambil memanyunkan bibir merahnya. Sasuke terkikik geli mendengar jawaban Hinata yang menyangka bila dirinya adalah Neji.
'Jadi, Neji udah datang nih. Tumben' Batin Sasuke yang merasa ajaib aja bila Neji saat jam segini udah berangkat sekolah. Biasanya juga dia bangun kesiangan dan berangkat juga siang banget. Untung saja pacarnya aka adiknya Neji tidak ikut tertular virus telat Neji.
Diam-diam Sasuke heran juga sama Hinata, temannya ama kakaknya sama-sama terlambat. Dia malah rajin banget hari gini udah datang.
"Udahlah, Niichan, lepasin dong. Pegel nih" Keluh Hinata sambil terus memanyunkan bibirnya. Sasuke kembali tersenyum mendengarkan ucapan Hinata.
Dia pun melingkarkan tangannya di pinggang ramping Hinata dan menempelkan dagunya di pundak Hinata. Hinata yang merasa terkejut dengan perlakuan 'Neji' pun langsung membuka matanya.
"Jadi au bener-bener berpikir kalau aku adalah Neji ?" Bisik Sasuke dengan nada yang sangat cool. Wajah Hinata langsung memerah mendengar suara berat yang sudah dikenalnya sebagai suara milik Sasuke dan Sasuke membisikkan kata-kata tersebut tepat didepan telinga Hinata.
"Ah...! Sasuke-kun curang" Kata Hinata. Sasuke tergelak sejenak sambil tetap memeluk pinggang Hinata. Hinata juga rupanya mulai menikmati pelukan hangat dari Sasuke. Dia mulai menggenggam erat tangan Sasuke yang berada di perutnya.
"Kau mulai berani ya ?" Ledek Sasuke merasakan tangan Hinata menggenggamnya erat.
"Kau yang mulai duluan Sasuke-kun" Kata Hinata tampak ngambek. Sasuke tetap tergelak kecil.
"Woy...! Ngapain kalian ?" Teriak seseorang yang dengan suksesnya mengganggu suasana romantis diantara mereka berdua. Sasuke pun menoleh dan berniat untuk memarahi orang tersebut. Tapi niatnya terurungkan begitu melihat sang cowok tersebut adalah Shikamaru dan berganti menjadi tatapan heran melihat Shikamaru yang juga datang pagi-pagi banget.
'Nih setan tidur bisa juga dateng pagi' Batin Sasuke yang juga merasakan keanehan hari ini.
"Senpai ngapain meluk-meluk Hinata ?" Kata Shikamaru yang sekarang sudah berdiri tegap di depan Sasuke dan Hinata yang masih PeWe dengan posisi mereka yang memang sih sangat mengenakan.
"Ummmm...! Gak apa-apa" Kata Sasuke dengan wajah innocent. Sementara Hinata, jangan ditanya dia udah menundukkan wajahnya dengan wajah yang udah super merah.
"Denger ya, Sasuke-senpai. Meski kau pacarnya, itu bukan berarti kau bisa melakukan apa saja. Bila kau menyakiti Hinata, kau tahu kan aku akan ngapain ?" Kata Shikamaru dengan nada mengancam.
"Baiklah, tapi masak gini aja gak boleh sih" Kata Sasuke. Shikamaru mendesah pelan lalu mengangguk pelan.
"Hmmmm...! Hinata, kakakmu udah datang ?" Tanya Sasuke yang sepertinya sudah mulai lelah dan sekarang telah duduk disebelah Hinata sambil merangkul cewek tersebut.
"Iya. Dia lagi di ruang OSIS" Kata Hinata. Sasuke yang mendengarnya langsung manggut-manggut gak jelas. Tak lama kemudian, datang sebuah seringai di mata Sasuke.
"Ummm...! Aku punya rencana untuk Neji" Kata Sasuke sambil menyeringai senang kearah Hinata.
Sasuke pun membisikkan sesuatu di telinga Hinata. Hinata pun ikut manggut-manggut sambil sesekali cekikikan gak jelas. Shikamaru yang dicuekin jelas aja sebel dan langsung melipat mukanya menjadi empat bagian.
"Aku di cuekin nih" Sindir Shikamaru pada duo SasuHina yang sekarang lagi emsra-mesraan gitu.
"Cari pacar donk" Kata Sasuke yang menghentikan aktivitas bisik-bisiknya untuk sebentar demi meledek sang setan tidur tersebut yang sukses membuat Shikamaru keki gak setengah-setengah.
Sasuke pun mengakhiri acara bisik-bisiknya dengan sebuah kecupan mesra di pipi putih Hinata. Yah...! Memang sih, Sasuke udah sering banget mencium pipi Hinata, tapi kayaknya Hinata masih terlalu malu untuk melakukan ciuman bibir dengan Sasuke. Maklum, dia kan masih kecil.
"Hebat kan ?" Kata Sasuke yang hanya dia jawab dengan anggukan oleh Hinata.
"Baiklah, targetnya besok si Neji harus jadian ya" Kata Sasuke sambil mengacungkan kelingkingnya yang langsung dibales dengan kelingking oleh Hinata.
"Jadi rencananya, kalian mau membantu Neji-senpai jadian nih" Kata Shikamaru.
"Yup...! Dan kami juga akan membantumu"
-0-
"Nii-chan" Kata Hinata ketika melihat Neji sedang sibuk melakukan sesuatu dengan laptopnya. Yah...! Neji memang sudah mempunyai laptop. Lain halnya dengan Hinata yang mengusahakan komputernya sendiri.
"Ada apa, Hinata. Kamu tahu kan, Nii-chan lagi sibuk" Kata Neji dengan mata yang tetap tertuju pada layar laptopnya.
"A-aku pinjam flashdisknya ya ?" Tanya Hinata dengan nada yang gugup sambil sedikit membungkuk untuk melihat apa yang dikerjakan oleh Neji. Ternyata dia sedang membuat proporsal untuk meminta sponsor untuk acara yang akan diadakan di SMA Konohagakure.
"Ya udah, ambil aja" Kata Neji sambil menunjuk flashdisk yang sedang tergeletak tak berdaya di meja sebelah.
"Arigatou niichan" Kata Hinata sambil tersenyum manis. Neji hanya mengangguk pelan sambil terus mengerjakan proporsal tersebut.
-0-
"Hei...! Ngapain loe ?" Sapa Sasuke yang dengan sangat tidak elitnya masuk kedalam kamar pemuda berambut coklat tersebut yang sekarang sedang terkejut gara-gara dipanggil oleh sang pantat ayam.
"Ngapain lo kesini" Tanya Neji yang masih merasa terkejut setengah idup ngeliat penampakan makhluk berrambut ayam itu. Sasuke hanya menyeringai sebentar setelah itu duduk di sebelah Neji untuk melihat Neji mengerjakan tugasnya.
"Mau kubantu ?" Tanya Sasuke sambil menawarkan bantuan. Neji pun mengangguk sambil melemaskan jari-jarinya serta menyerahkan tempat duduknya pada Sasuke.
"Jadi, kau gak mungkin kan jauh-jauh datang kesini hanya untuk membantuku. Itu gak karaktermu banget dech" Kata Neji sambil tiduran di ranjangnya dan melihat jam dinding yang telah menunjukkan pukul tiga sore.
"Yah...! Dikit-dikit apel lah ama Hinata" Kata Sasuke sambil menyeringai kearah Neji.
"Huh...! Kalo sampe ada apa-apa sama Hinata gue bunuh loe" Ancam Neji dengan suara yang sangat mengancam jiwa raga Sasuke. Sasuke hanya membentuk huruf V dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.
'Kakak sama teman bukannya sama-sama males aja, tapi sama-sama gila' Batin Sasuke mengutuk siscom dari kedua orang dekat Hinata.
"Udah selesai nih. Simpen dimana nih" Kata Sasuke sambil menunjukkan sebuah jendela penyimpanan yang berada pada Microsoft Word.
"Pake flashdisk loe aja dah. Flashdisk gue dipinjem Hinata" Kata Neji seadanya. Maklum, dia kan udah lelah banget ngetik dari sepulang sekolah tadi.
Sasuke pun langsung menancapkan flashdisknya dan menyimpan sang data kedalam flashdisknya.
"Baiklah, aku akan kekamar Hinata" Belum sempat Sasuke melangkahkan kakinya, Neji udah menarik kerah bajunya dan langsung membuat Sasuke berhenti otomatis kayak bis kota yang lagi direm.
"Mau ngapain kau di kamar Hinata ?" Tanya Neji, ya elah. Siscomnya kambuh nih anak.
"Peace"
-0-
"Gimana, Hinata ?" Tanya Sasuke yang saat ini sukses masuk kedalam kamar Hinata. Gimana caranya dia bisa masuk kedalam kamar Hinata ? Oh ternyata dia memohon dengan sangat disertai dengan ancaman tidak akan menyerahkan flashdisknya atau bahkan memberitahu Tenten dengan sangat tidak elit hingga Neji akhirnya dengan sangat terpaksa mengizinkan Sasuke memasuki kamar Hinata.
"Udah dapet nih" Kata Hinata sambil memamerkan sebuah flashdisk berkapasitas delapan giga. Sasuke tampak menyeringai dan membayangkan Neji yang super kaku itu bakalan pacaran sama Tenten yang super ceria. Kayak gimana jadinya ya ?
"Baiklah, komputermu bisa kan ?" Tanya Sasuke. Hinata mengangguk sambil tersenyum senang.
"Baiklah, aku cuman akan membuat sebuah file html lalu memasangnya di vb dan menambah sebuah virus yang cukup hebat ke programku" Kata Sasuke sambil mengutak-atik komputer 'aneh' milik Hinata dan merancang sebuah kalimat penembakan yang cukup elit untuk seorang Neji.
-0-
"Sasuke itu mana sih" Keluh Neji yang hari itu sudah janjian ama Tenten mau ngeprint proporsal tersebut. Rencananya sih, si Neji mau ngedit bentaran ama mengambil kesepakatan sama Tenten. Ternyata eh Ternyata si Sasuke gak nongol-nongol juga.
"Maaf gue telat" Kata Sasuke yang baru saja masuk kedalem ruang OSIS dengan tampang watados abis.
"Cepetan mana flashdisk loe ?" Kata Neji ang udah gak sabaran melihat tampang watados ala Sasuke. Sasuke pun langsung mengeluarkan flashdisk berkapasitas tiga puluh dua giga dan menyerahkannya pada Neji. Neji menerimanya dan langsung menancapkannya tanpa basa-basi. Sasuke yang udah mengetahui niat bejatnya pun langsung lari pontang-panting kayak lagi di kejar hantu.
"Kenapa tuh pantat ayam" Kata Neji yang penasaran dengan tingkah sohib hackernya tersebut. Gak sadar dia kalau ternyata layar laptop berubah menjadi gambar hati.
"Ummm...! Neji" Panggi Tenten kearah Neji. Neji menoleh kearah Tenten dan sukses membulatkan matanya lalu kedap-kedip gak percaya.
'Sialan tuh anak' Batin Neji yang langsung nyambung begitu melihat foto Tenten yang jatuh perlahan-lahan seperti sebuah bulu yang sedang melayang-layang tertiup angin.
"Apaan nih Neji ?" Kata Tenten yang kayaknya masih belum mengerti sama tuh gambar. Neji melirik kearah Sasuke yang sedang mengintip di luar jendela sambil menggumamkan kata 'good luck' dan langsung pergi entah kemana. Neji hanya menghela nafas sebentar sambil mengutuk ketidak warasan Sasuke.
"Baiklah, gue ketangkep basah. Gue sebenernya suka ama loe dan gue..." Sebuah alunan musik terdengar saat Neji melanjutkan kalimatnya.
"Gue itu terlalu kaku buat nembak loe jadi Sasuke bantu gue buat nembak loe. Loe tau kan kalo dia satu-satunya sahabat gue. Jadi, mau gak jadi cewek gue ?" Cerocos Neji dengan sangat lancar sekali. Tenten yang biasanya lihat Neji anak yang kaku pun sekarang cengo gak percaya Neji bisa nyerocos kayak gitu dengan bahasa yang baik dan bener.
"Ummmm...! Boleh dech" Dua patah kata dari Tenten sukses membuat Neji menarik sebelah bibirnya membentuk sebuah seringai kecil.
Layar laptop yang tadinya menampakan foto Tenten sekarang berubah menjadi layar hitam dengan sebuah tulisan besar di tengahnya bertuliskan.
Gimana bro, ketrima kagak ?
Dan dua buah tombol yaitu yes dan no. Neji dengan semangat memencet tombel bertuliskan yes.
Lalu muncul tulisan yang bertuliskan.
Selamat ya, bro yang baru jadian...!
Moga langgeng aja dech
Dan kalo boleh beri saran, laptop ini bakalan brick mendadak setelah tiga puluh detik.
Bila kalian masih menginginkan laptop ini, datanglah padaku diatap sepulang sekolah.
Tertanda
bYt3_aSblY
"Apa ini ?" Tenten yang masih belum mengerti apa arti pesan tersebut. Sedangkan Neji udah bersiap-siap buat ngelumat Sasuke saat nanti berada di atap.
-0-
"Sakura, aku mau bicara" Kata Sasuke yang tumben-tumbenan berjalan menghampiri Sakura di kelasnya. Sakura yang saat itu masih asyik memarahi Naruto langsung menoleh kearah Sasuke.
"Ada apa, Sasuke ?" Kata Sakura dengan sikap sok judes.
"Kalau kau mau, kau bisa temui aku di atap. Kalau gak terserah" Kata Sasuke dengan gaya yang cool abis dan langsung berjalan menuju ke atap. Sakura langsung pasang muka asem begitu melihat Sasuke yang cuek abis gitu.
"Gimana nih, Naruto ?" Tanya Sakura pada Naruto.
"Kau kesana saja dech, Sakura-chan. Siapa tahu dia mau ngajak balikan ?" Kata Naruto dengan semangat seperti biasanya.
Sakura pun menarik sebuah senyuman dan berjalan menuju ke atap. Naruto langsung memasang raut wajah sedih melihat kepergian gadis yang dicintainya tersebut.
Yap...! Naruto ternyata mencintai Sakura sodara-sodara. Yah...! Sejak sebulan lalu ketika mereka jadian sama ketika Naruto sama Sakura nonton ftv bareng.
"Lagi patah hati nih, Naruto ?" Ledek Kiba yang baru saja keluar sambil menyangkot tas punggungnya di belakangnya.
"Enak aja loe" Kata Naruto mencoba memungkiri bila dirinya memang sedang patah hati.
-0-
"Ada apa, Sasuke ?" Tanya Sakura begitu melihat Sasuke. Sasuke yang saat itu tengah berdiri menghadap langit. Baju seragamnya yang berwana putih itu sudah keluar dari sarangnya dan rambutnya yang saat itu cukup berkeringat tertiup angin sehingga membuat kesan cool yang sangat mendalam.
"Kesinilah, aku ingin bicara denganmu" Kata Sasuke sambil menatap Sakura tajam.
Sakura pun menghampiri Sasuke dengan perasaan yang riang dan juga deg-degan. Sakura pun berada didepan Sasuke.
"Ada apa ?" Sakura tidak pernah mengatakan apapun selain ada apa ?.
"Dengar ya, kau sudah tersesat bila kau terus mengejarku" Kata Sasuke dengan tiba-tiba yang langsung membuat Sakura yang saat itu sedang berdiri di depan Sasuke langsung speechless seketika.
"Kau tahu, kau itu mencintai si Dobe dan kau ingin menyangkal kenyataan tersebut ? Yang bener saja, kau merasa nyaman di sebelah Dobe. Jangan sampai kau membuat dirimu menyesal dengan memutuskan Dobe" Kata Sasuke dengan nada serius. Sakura tampak mempertimbangkan semuanya sambil mengelus-elus dagunya.
"Woy...! Sasuke...! Cepat benerin laptop cewek gue" Neji yang baru saja masuk langsung dengan nistanya mendobrak pintu atap. Neji pun terkejut melihat si Sasuke berduaan dengan Sakura.
"Kau ngapain disini Sasuke ? Selingkuh ? Gue hajar loe" Neji udah pasang kuda-kuda mau menghajar Sasuke. Sasuke udah menutupi kepalanya dari amukan Neji. Tenten udah tutup mata menghindari adegan terlarang buatnya.
"Stop...!" Sakura langsung menghentikan Neji yang udah mulai ngamuk tak terkendali. Neji yang melihat ada cewek pun langsung menghentikan lajunya dan berhenti tepat ketika tangannya akan menyentuh pipi mulus Sakura.
"Maaf, Neji. Tapi Sasuke disini cuman buat ngebantu aku agar aku gak mutusin Naruto. Aku sadar kalau sebetulnya aku mencintainya dan sepertinya aku gak bisa melanjutkan hidupku tanpanya. Arigatou, Sasuke-kun, kau telah mengingatkanku hal yang paling penting dalam hidupku" Kata Sakura yang sekaligus merupakan pengakuan bila dia sebenarnya mencintai Naruto.
"Hah...! Naruto ? Oh...! Si rambut duren itu, kulihat tadi dia ngetem di depan pintu sebelum pintu itu di dobrak dengan brutal oleh Neji" Kata Tenten yang saat itu baru bisa kebagian bicara.
"Eh...! Naruto-senpai, ngapain ngumpet disitu ?" Tanya Hinata yang sepertinya memergoki Naruto yang sedang ngumpet disitu. Shikamaru yang datang bersama dengan Hinata hanya menepuk jidatnya pasrah sambil bergumam 'merepotkan'
Naruto pun keluar dari sarangnya dengan wajah innocent sambil nyengir watados.
"Hehe...! Aku denger semuanya Sakura-chan" Kata Naruto dengan sebuah cengiran menggoda dan sukses membuat Sakura melipat mulanya menjadi 1000 bagian.
"Sudahlah Sakura. Kau maafkan sajalah" Kata Sasuke sambil mengerling kearah Hinata dan sumpah banget dia melihat kilas-kilas kuning di belakang Hinata. Sasuke mengerutkan dahinya melihat kilat kuning tersebut.
"Keluarlah, Temari. Gak usah sembunyi gitu kali" Kata Sasuke yang udah yakin banget ngeliat si gadis berkucir empat tersebut sedang ngumpet.
"Ah...! Ketahuan dech" Keluh Temari yang saat itu baru saja keluar.
'Ya elah, mau ngawasin Shikamaru aja pake ngumpet gitu' Batin Sasuke melihat Temari yang malu-malu kodok di depan Shikamaru.
"Hei...! Gimana dengan laptopku nih ?" Keluh Tenten yang merasa kesal laptopnya tidak di perhatikan.
"Baiklah, Hinata, kau bawa flash disknya kan ?" Tanya Sasuke. Hinata tersenyum senang sambil melemparkan flashdisk milik kakaknya tersebut dan ditangkap dengan cekatan oleh Sasuke.
"Eh. Itu flashdisk gue" Kata Neji yang sepertinya mau protes mengapa flashdisknya di pake.
"Hehe...! Rencana gue ama Hinata nih" Sasuke pun langsung mengutak-atik laptop tersebut dan lalu merestart sehingga komputer tersebut bisa dijalankan.
"Wah...! Hebat, aku juga mau donk belajar, Teme" Kata Naruto yang sepertinya juga tertarik untuk belajar tentang hacking.
"Boleh aja, sebulan sejuta" Naruto langsung manyun gak terima melihat tarif yang di kenakan oleh Sasuke.
"Neji, kau gak lupa PJ-nya kan ?" Kata Sasuke sambil menyeringai.
"Eh...! Kau juga belum ngasih PJ ke kita" Balas Neji gak mau kalah.
"Si Dobe tuh juga" Kata Sasuke yang juga ikutan nagih Naruto.
"Loe dulu ah, Teme" Naruto yang gak mau di tagih langsung menagih balik Sasuke.
"Eh...! Gimana kalo mereka berdua aja ?" Kata Sasuke sambil menyeringai kearah ShikaTema yang langsung pucat pasi.
"Dasar merepotkan"
TBC
Fyuuh...! Akhirnya fic ini hampir selesai. Untuk yang mau buat software kayak punya Neji, pake vb 6.0 lalu di kasih timer dan di bind sama file mp3. Lalu sebuah script yang bisa merusak komputer, gak bakal author kasih tau dech.
Pairingnya kurang ShikaTema aja nih. Kalo begitu, next chapter adalah last chapter.
Happy Read
