Disclaimer: MasasHi Kishimoto
Pairing: SasuHina, NaruSaku, NejiTen, ShikaTema
Warning: Bahasa IT, banyak miss typho dll
Enjoy It
Ulang tahun SMA Konohagakure sudah dekat. Para OSIS semakin sibuk menyiapkan lomba-lomba yang akan diadakan guna memeriahkan acara ultah SMA Konohagakure.
Terlihat sebuah sosok berambut ayam yang sedang berjalan menyusuri lorong-lorong sekolah. Wajahnya tampak kusut dan cara berjalannya pun tampak tergesa-gesa sekali. Beberapa detik kemudian dia langsung berlari dengan nafas tersenggal-senggal sambil sesekali melihat arlojinya. Ada apa dengannya ?
Dia pun berbelok menuju suatu ruangan yang bertuliskan ruang OSIS dan masuk kedalamnya.
"Kau terlambat, Sasuke" Kata Neji yang sepertinya sudah menunggu Sasuke disana bersama dengan Tenten dan empat anggota OSIS inti.
"Gomen, kau terlalu mendadak pemberitahuannya. Selain itu..." Sasuke memutus ucapannya sejenak sambil mengobok-obok tasnya.
"Aku harus menyiapkan sebuah rencana" Kata Sasuke sambil menyeringai.
"Kuharap kau berpikir serius saat ini. Sudah tidak ada waktu lagi, acaranya akan di mulai tiga hari lagi selama empat hari" Jelas Neji. Sasuke manggut-manggut mengerti dan segera duduk di kursi yang kosong.
"Baiklah, rapat OSIS akan kita mulai" Kata Neji sambil getok-getok palu.
"Disini kita akan membahas tentang acara saat ultah, bila kalian semua punya saran bisa kalian sampaikan di rapat ini dan akan kami pertimbangkan" Sahut Tenten.
"Tunggu dulu, sebelum itu, bisa kalian jelaskan alokasi waktunya ?" Kata Sasuke yang berpikir bahwa alokasi waktu adalah hal yang sangat penting.
"Jadi, ultah ini akan di selenggarakan selama tiga hari dan puncaknya adalah pada hari sabtu dimana acara ini akan diselenggarakan hingga tengah malam sambil menunggu letusan kembang api" Kata Neji sambil menyeringai sinis kearah Sasuke. Sasuke tampak manggut-manggut sebentar sambil mengelus-elus dagunya.
"Aku ada ide, gimana bila dua hari sebelumnya itu kita isi dengan acara lomba-lomba ?" Kata Shino sambil membaca sebuah novel yang entah judulnya apa.
"Yah...! Aku setuju sih sama idemu. Tapi yang jadi permasalahan disini adalah apa lombanya, Shino ?" Kata Kiba yang ternyata oh ternyata ikut juga dalam rapat OSIS tersebut.
"Sebenernya sih, aku pengin ada lomba menyanyi dan beberapa cabang olahraga" Kata Neji sambil terus memikirkan sesuatu yang cukup menarik dan tentunya cukup kreatif.
"Untuk sementara ini, kita adakan lomba tulis artikel aja" Kata Sasuke yang dari tadi rupanya diem aja. Neji terkejut dengan ide Sasuke yang cukup mendadak tersebut.
"Tidak bisa, Sasuke. Kau tahu kan kalau ini sangat mendadak sekali" Kata Neji yang rupanya juga tidak setuju dengan apa yang bakal di adakan oleh Sasuke.
"Justru yang sangat mendadaknya itu, kita jadi tahu siapa yang terbaik. Kalau kulihat sih, disini banyak banget yang pandai hanya saja tidak dapat menunjukkannya. Jadi, ajang lomba artikel ini mungkin bisa dengan otomatis mencari para cendekiawan. Kau tahu, para guru cukup kerepotan untuk memilih duta saat OSN" Kata Sasuke. Neji terdiam sejenak sambil memikirkan ucapan Sasuke. Sedetik kemudian dia mengangguk dan tersenyum.
"Ultah bukan semata-mata bersenang-senang kan ? Jadi apa salahnya kita sedikit menjadikannya ajang pencarian bakat" Kata Sasuke sedikit menyindir Neji.
"Yap...! Tapi kita kembali menuju permasalahan utama. Apa yang akan kita lombakan di dua hari sebelum ulang tahun ?" Kata Neji mengingatkan Sasuke untuk kembali ke jalan yang benar.
"Baiklah, kau mau acara olahraga, kita bisa adakan lomba footsal" Kata Sasuke yang langsung disetujui oleh Neji dan yang lainnya.
"Footsal akan diikuti oleh anak cowok jadi yang cewek biar ikutan lomba pencarian bakat lalu pengumumannya biar saat festival aja" Kata Sasuke yang langsung disambut dengan anggukan oleh keenam anggota OSIS lainnya.
"Baiklah, sekarang saat festivalnya" Neji langsung meminta pendapat apa yang akan diadakan saat festival.
"Kita akan adakan stan-stan gitu kan ?" Tanya Sasuke mencoba untuk memastikan rencana Neji. Neji mengangguk pelan.
"Baiklah, sekarang kau acak pasukanmu pada seluruh kelas dan mencoba untuk mencari ide. Tapi untuk pertama kalinya kita harus meminta usul pada anggota OSIS" Kata Sasuke sambil melihat kearah anggota OSIS yang lain.
"Aku usulkan stan buku" Kata Neji. Tenten langsung mencatatnya dengan cekatan.
"Aku mengusulkan stan kue" Kata Kiba sambil menjilat bibirnya sendiri.
"Maaf, setiap stan punya ketua dan setiap pengusul harus berkewajiban menjadi ketua dan koordinator stannya" Kata Sasuke mengumumkan. Kiba langsung nyengir innocent sambil mengangkat kedua tangannya.
"Aku mengusulkan stan komputer" Kata Sasuke sambil mencoba untuk mencari ide lagi.
"Aku mengusulkan stan musik" Kata Tenten sambil menulis pesanan para pengusul stan.
"Baiklah, kayaknya gak ada yang mau usul lagi" Kata Sasuke sambil menunjuk anggota OSIS satu persatu. Dengan serentak anggota OSIS itu pun menggelengkan kepala.
"Baiklah, kau jelajahi setiap anak di kelas ini dan minta pendapat pada mereka sekalian cari anggota stan, menyebar" Kata Sasuke pake gaya komandan.
-0-
"Ne, Sasuke-kun. Ada apa kau memanggilku kemari ?" Tanya Hinata yang sepertinya cukup keberatan memenuhi panggilan Sasuke dan selalu di temani oleh Shikamaru. Sebenernya sih tidak, Shikamaru juga dipanggil oleh si pantat ayam.
"Aku baru saja membentuk stan komputer dan aku ingin agar kalian bergabung dengan stanku" Kata Sasuke tanpa basa-basi langsung meminta ShikaHina untuk bergabung dengan stannya.
"Ummmm...! Terserah Sasuke-kun dech" Kata Hinata yang sepertinya pasrah aja menurut pada sang kekasih.
"Huh...! Merepotkan" Kata Shikamaru yang udah ketahuan banget gak mau repot.
"Oiy...! Shikamaru, aku punya sebuah kejutan untukmu" Kata Sasuke begitu melihat Shikamaru yang sepertinya udah mau pergi aja ninggalin Sasuke.
Shikamaru memandang senpainya tersebut dengan sebuah tatapan heran yang disambut dengan seringaian senang oleh Sasuke. Pintu atap dibuka dengan kasar oleh Temari yang baru saja masuk dengan tampang tergesa-gesa.
"Temari akan ikut stanku" Kata Sasuke sambil menepuk Temari yang langsung menatap tak mengerti dengan ucapan Sasuke. Shikamaru speechless melihat adegan tersebut.
"Apa yang kau bicarakan ayam" Temari yang baru saja datang pun langsung menggenggam erat tangan Sasuke atau lebih tepatnya, meremasnya sehingga Sasuke pun langsung menjerit keras.
"Bukan apa-apa sih, Shikamaru aku ajak sama stan komputernya tapi kayaknya dia gak mau" Kata Sasuke sedikit mengerling heran kearah Shikamaru. Temari pun menatap Sasuke dengan tatapan heran.
"Hei...! Apa kepalamu telah terbentur sesuatu ? Biasanya kau gak terlalu mikirin hal itu" Kata Temari sambil mengetuk-ngetukkan tangannya ke dahi Sasuke. Sasuke menepis tangan Temari dan langsung mengibaskannya.
"Kau hanya tidak mengerti" Kata Sasuke sambil berlalu dan berhenti ketika telah sampai di pintu tangga. Dia berhenti dan sedikit menoleh dengan sebuah seringai seram di wajahnya.
"Aku ingin kalian berdua ikut serta dalam sebuah permainan yang menyenangkan" Kata Sasuke lalu pergi dari sana dengan gayanya yang cool.
"Heh...! Hinata, kau gak keberatan jadian sama ayam gila kayak dia ?" Tanya Temari dengan sangat kurang ajarnya menyebut Sasuke dengan sebutan ayam gila. Hinata hanya tersenyum kecil mendengar hal tersebut.
"Senpai sendiri pssst pssst pssst" Hinata membisiki Temari dengan sesuatu yang langsung membuat muka Temari memerah gak karuan. Hinata hanya cekikikan kecil melihat senpai berwajah manisnya tersebut sedang malu-malu kucing sambil sedikit menjawil-jawil bahu Temari dan melirik kearah Shikamaru.
"Apaan sih lu" Temari yang udah malu-malu malah pergi gak jelas meninggalkan Hinata yang sedang menyeringai puas dan Shikamaru yang lagi bingung.
"Apaan sih" Tanya Shikamaru yang baru saja buka suara.
"Bukan apa-apa, Shikamaru-kun" Kata Hinata sambil mendorong Shikamaru untuk menuruni tangga.
"Huh...! Merepotkan"
-0-
Acara ultah yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua siswa SMA Konohagakure pun akhirnya tiba. Mengapa hal ini sangat ditunggu-tunggu ? Karena dengan adanya acara tersebut berarti para siswa bakalan terbebas dari hal yang dinamakan dengan pelajaran dan itu sukses membuat mereka jingkrak-jingkrak kesenangan setelah mendengar hal tersebut dari ketua kelas mereka.
Pagi itu, Sasuke udah ngetem di ruang OSIS sambil sesekali berpikir untuk menjalankan rencananya dan merancang sebuah program khusus buat stan komputernya atau tepatnya buat Temari dan Shikamaru yang sepertinya sudah lama banget saling gengsi untuk mengungkapkan hati masing-masing.
"Sasuke, ini adalah hasil dari lomba artikel, loe baca dan nilai dech" Kata Neji yang baru saja masuk bersama dengan sang pacar aka Tenten yang juga sudah berdiri di sebelah Neji sambil cengar-cengir. Dia seneng banget kalau ternyata di SMA Konohagakure ada orang seribu ide macam Sasuke.
"Baiklah, atur semua urutan penampilan para wakil kelas dan juga urutan pertandingan basket agar kau tidak pontang-panting nanti" Kata Sasuke sambil membenarkan letak kacamatanya yang sepertinya agak melorot sedikit dan melanjutkan acara khususnya, yaitu membuat rencana penembakan Shikamaru.
"Loe masih mau mak comblangin Shikamaru ?" Tanya Neji yang sepertinya yakin banget kalau Sasuke udah kesambet jin ifrit.
"Yah...! Gue mau bales budi aja, secara dia mata-mata gue" Kata Sasuke sambil terus berkutat pada laptopnya.
"Masuk Akal"
-0-
"Kau tampak imut dech, hampir aja gue makan" Goda Shikamaru pada Hinata yang saat itu pake gaun berwarna hijau terang dengan make up yang tidak terlalu menor dan rambut panjangnya yang tergelung indah. Bawahannya berupa sebuah rok yang sangat lebar banget yang juga berwarna hijau terang.
"Shikamaru-kun bisa aja" Kata Hinata sambil memukul bahu Shikamaru pelan dan membuat bocah berambut nanas itu mengelus-elus bahunya sebentar.
"Kau sudah siap, Hinata ?" Tanya Shikamaru yang disambut dengan anggukan dan senyuman termanis ala Hinata.
-0-
"Kau rapi sekali, Teme" Kata Naruto. Yah saat itu Sasuke memang memakai setelan tuksedo lengkap dengan jas dan celananya yang membuat kesan cool dari Sasuke semakin meningkat.
"Iya nih, gara-gara si Neji tuh"
"Beri tepuk tangan yang meriah atas penampilan dari Lee, X-7" Teriak Neji dengan pengeras suara setelah melihat kohai yang paling menyebalkan tersebut menampilkan beberapa jurus silat yang cukup hebat.
"Peserta selanjutnya, cewek manis dari X-8. Kita sambut saja, Hinata" Kata Tenten yang hari itu kebagian buat jadi MC bersama dengan Neji.
Seringaian tipis muncul diwajah Sasuke. Pemuda berkulit putih tersebut semakin lincah mengutak-atik laptopnya dan kemudian berlari menuju ke pengeras suara.
Para siswa pun langsung menyoraki Sasuke, eh bukan ternyata, mereka menyoraki musik yang dengan tidak elitnya berubah menjadi musik berirama lembut.
"Hei...! Apa-apaan ini...! Haloo...!" Neji teriak-teriak gak jelas dan mengutuk mic yang sekarang tidak berfungsi.
Dalam keadaan genting tersebut, Sasuke langsung berjalan menuju Hinata dan langsung mengajak Hinata bercanda.
"Neji...!" Tenten memanggil Neji yang sedang protes tentang mic pada seksi peralatan.
Neji pun menoleh dan shock melihat penampakan makhluk sebangsa ayam aka Sasuke yang sekarang sedang berdansa bersama sang adik.
"Kurang ajar...!" Neji langsung berniat untuk melakukan perbuatan yang tidak senonoh pada Sasuke.
"Jangan Neji, kayaknya Hinata juga sangat enjoy tuh" Kata Tenten sambil menahan Neji untuk tidak melakukan hal yang tidak-tidak. Neji pun melihat adegan dansa antara SasuHina dan memang sih, Hinata terlihat sangat menikmati banget adegan tersebut.
"Kenapa sih, senpai tersebut ?" Keluh Shikamaru yang udah males ngeliat Sasuke dan Hinata berdansa di depan arena.
"Gak kenapa-kenapa sih dia" Sahut Temari yang langsung membuat jantung Shikamaru melompat.
"Senpai ini selalu aja bikin kaget" Keluh Shikamaru yang hanya dibalas dengan cengiran innocent oleh Temari.
"Apa maksud ucapan senpai tadi ?" Kata Shikamaru yang sepertinya masih bingung dengan ucapan senpainya tersebut.
"Yah...! Sebenernya Sasuke adalah bocah yang pendiam. Dulu waktu kami berdua sekelas, aku sering banget merhatiin dia yang sepertinya udah kecanduan komputer tingkat akut" Kata Temari. Shikamaru hanya terkekeh pelan sambil terus melihat SasuHina yang lagi berdansa mesra.
"Saat itu, teman baikku adalah Sakura. Dia itu mantan Sasuke dan dia seringkali curhat padaku tentang si ayam itu. Katanya sih, dia itu cuek banget dan lebih memilih komputer daripada ceweknya sendiri. Bener-bener dah" Kata Temari sambil mengingat masa-masa kelas sepuluh dulu.
"Tapi, setelah melihat Hinata, aku jadi mengerti kalau mereka memang saling mencintai dan kurasa mereka saling mencocoki" Kata Temari sambil tersenyum.
"Eh, Sakura-chan. Lihat dech, bukannya itu Sasuke ?" Kata Naruto yang hari itu juga menonton perlombaan tersebut.
"Bener juga, berani banget dia mau berdansa tengah lapangan gitu" Kata Sakura terperangah melihat mantan pacarnya yang sedang berdansa di tengah lapangan tersebut.
"Kau benar" Kata Naruto dengan semangat.
"Ummm...! Sasuke-kun" Hinata yang sejak tadi mukanya udah memerah pun mulai berani buka suara.
"Sssst...! Jangan sekarang" Kata Sasuke sambil mengunci mulut Hinata dengan jari telunjuknya.
Mereka berdansa selama sepuluh menit sebelum akhirnya musik dari speaker tersebut berhenti dengan sendirinya.
"Horeee...!" Sorak-sorai dan tepuk tangan dari penonton membahana dan mengisi seluruh ruang kosong yang berada di arena tersebut. Sasuke dan Hinata pun membungkuk dengan hormat sebelum akhirnya meninggalkan lapangan tersebut.
"Halo...! Yak...! Sekali lagi, tepuk tangan yang meriah buat pasangan mesra yang satu ini" Kata Neji begitu mengetahui kalau micnya udah berfungsi kembali.
"Kau ini, apa-apaan sih, Sasuke-kun ?" Kata Hinata sambil memanyunkan bibirnya ketika dia diajak Sasuke untuk menemaninya di ruang OSIS.
"Hanya mau cari sensasi lain aja. Kau suka, kan ?" Kata Sasuke sambil menyeringai puas kearah Hinata.
-0-
"Hoiy...! Neji, siapa yang bakal jadi MC nih ?" Keluh Sasuke begitu melihat Neji sang ketua OSIS berpakaian olahraga dan sudah siap dengan sepatu di tangannya. Yak...! Kedua sahabat ini bakalan ikut lomba footsal bersama tiga orang yang lain.
"Si Tenten tuh" Kata Neji sambil menunjuk sang pacar yang juga saat itu melambai-lambai memberi semangat kearah Neji.
"Lagian, gue belum ikut main kali. Sayang banget kalau di lewatkan. Sekarang finalnya kan ?" Kata Neji. Sasuke mendengus pelan dan mengajak ketiga temannya untuk segera turun ke lapangan.
-0-
"Yak disisi kiri lapangan ada kelas IPA satu yang diwakili oleh Neji, Sasuke, Shino, Sora dan juga Juugo" Kata Tenten memperkenalkan kelas IPA satu.
"Sebagai lawannya, ada kelas IPS satu yang diwakili oleh Naruto, Kiba, Inari, Haku, dan Temujin (siapa nih)" Kata Tenten.
"Baiklah, pertandingan akan dimulai dengan pimpinan dari wasit Shikamaru" Kata Tenten dengan sedikit melotot melihat sang bocah rambut nanas itu berdiri di tengah lapangan untuk melakukan adu koin.
"Baiklah, bola pertama untuk tim IPA" Kata Shikamaru dengan malas. Neji mengumpan bola pada Sasuke yang disambut dengan baik oleh Sasuke dan langsung maju untuk menyerang tapi ternyata Naruto sudah siap untuk menghentikan pergerakan dari sahabat kecilnya tersebut. Dengan sebuah gerakan tipu daya, Sasuke berhasil melewati Naruto dan langsung menendang bola dengan sangat keras tapi ternyata dapat dipatahkan oleh sang kiper aka Inari.
Inari melempar bola tersebut pada Kiba yang masih berdiri di depan gawang. Kiba menyambutnya dan berhasil melewati Juugo yang berjaga sebagai center bek. Sekarang Kiba sedang berhadap-hadapan dengan sang kiper aka Shino yang sudah menerjang maju kearah Kiba. Kiba yang terkejut dengan terjangan Shino langsung menendang bola tersebut kearah gawang. Shino mencoba menangkap bola tersebut tapi karena kecepatan larinya yang terlalu tinggi dia pun gagal dan bola melesat kearah gawang dan...
Ternyata Sasuke yang berada digaris depan mundur untuk menyongsong bola yang hampir saja memasuki gawangnya. Dengan sedikit teknik, Sasuke melambungkan bola tersebut kearah Neji yang bebas dari penjagaan dan Neji menerima bola tersebut dengan baik. Temujin yang berposisi sebagai bek langsung menghadang Neji. Dengan sedikit tipuan, Neji berhasil mengumpan bola tersebut pada Sora yang sudah berdiri bebas didepan kiper dan langsung ditendang dengan keras oleh Sora dan...
"Goooollll...!" Sorak para pendukung dari kelas IPA. Bola untuk tim IPS.
Naruto dan Kiba menghadapi bola tersebut. Kiba melirik kearah Shino dan langsung disambut dengan anggukan oleh Naruto. Kiba mengumpankan bola tersebut pelan dan langsung di tendang dengan keras oleh Naruto dan masuk.
Beberapa menit kemudian...
"Kedudukan masih 1-1 dan permainan berlangsung sangat seru" Seru Tenten dengan semangat. Tenten melihat arlojinya dan melihat bahwa pertandingan kurang satu menit lagi.
Neji mengoper bolanya kearah Sasuke. Sasuke mendengus kesal begitu melihat dirinya sudah dijaga ketat oleh empat pemain dari kelas IPS.
"Baiklah" Kata Sasuke sambil mengangkat bola tersebut dengan kakinya. Bola melambung tinggi sekali dan sepertinya para pemain IPS terlalu berkonsentrasi pada bola tersebut sehingga membiarkan Sasuke bergerak cukup bebas. Sasuke memperhatikan keempat pemain yang sekarang melompat bersamaan tersebut dan bola disundul dengan sukses oleh Naruto. Sasuke menyeringai puas melihat adegan tersebut dan menjemput bola yang mengarah padanya.
Sasuke merundukkan badannya dan dengan bertumpu pada sebelah tangannya dia menendang overhead dan...
"Gooollll" Teriak Tenten yang sepertinya mulai terhanyut dengan pertandingan pun mulai loncat-loncat gaje.
"Baiklah, pertandingan selesai" Kata Shikamaru.
"Teknik yang hebat, Teme" Puji Naruto pada Sasuke. Sasuke hanya menyeringai puas, dia tahu kalau Naruto yang pasti berhasil menyundul bola tersebut karena dia yang paling tinggi dan dengan memperkirakan arah bola dia bisa memperkirakan pergerakan bola. Bener-bener licik.
"Selamat ya, Sasuke-kun" Kata Hinata yang saat itu sudah membawakan handuk buat sang pacar, cih mesranya. Sasuke hanya tersenyum kecil.
-0-
"Kau gak keberatan kan bila aku berkunjung ke stan Neji ?" Kata Sasuke sambil menunjuk stan Neji yang lumayan rame, yah sama ramenya lah dengan stan komputer milik Sasuke.
"Ngapain ?" Tanya Hinata.
"Lihat aja dia kerepotan kayak gitu" Kata Sasuke. Hari itu ada festival, paginya memang banyak banget stan-stan berdiri berserakan di sekitar sekolah.
"Ya udah dech" Kata Hinata.
-0-
"Gimana ?" Kata Neji sambil melirik kearah stan Sasuke.
"Aku udah atur semuanya" Kata Sasuke sambil menyeringai puas kearah Neji.
-0-
"Jadi, tingkat kesulitan untuk pemrograman ini... Lho" Shikamaru yang sedang menjelaskan tentang pemrograman html pun terkejut begitu melihat layar laptop udah menampilkan layar shutdown.
"Apa-apaan ini, cepat panggil si ayam tersebut" Perintah Temari seenaknya pada Hinata. Hinata pun berdiri sambil berlari menuju stan kakaknya tersebut.
"Eh...! Kok restart ?" Shikamaru tampak terkejut begitu melihat laptop milik Temari itu restart mendadak. Dan yang lebih membuat Shikamaru terkejut adalah, bootskin yang biasanya menampilkan logo windows seven sekarang menampilkan gambar dirinya dan gambar Temari secara terpisah diiringi dengan gambar hati yang mengelilinginya.
"Bentar, Temari-senpai" Kata Shikamaru pada senpainya yang sekarang udah berawajah super merah tersebut. Sekarang wajah logon dari windows seven berubah menjadi tulisan 'go...! Shikamaru'
Shikamaru mendesah pelan sambil melirik kearah pengunjung yang cukup banyak tersebut ketika layar logon itu pun menghilang dan menunjukkan sebuah layar berisi slide foto antara dirinya dan Temari yang dipisahkan dengan sebuah lambang hati dan sebuah lagu yang lumayan menyayat hati.
"Baiklah, Temari-senpai" Panggil Shikamaru yang merasa bila hal ini harus segera di akhiri.
"I-iya Shikamaru" Kata Temari dengan wajah yang memerah.
"Gak usah banyak bicara ya. Laptop nista ini sudah membicarakan semuanya. Jadi, mau gak jadi cewekku ?" Kata Shikamaru yang hanya dibalas dengan anggukan dari Temari.
"Hehe"
-0-
"Baiklah, pemenang pertama acara pemilihan bakat adalah, Hinata wakil dari kelas X-8" Hinata yang saat itu lagi berduaan ama Sasuke pun terkejut dan dengan sangat teganya Sasuke menendang Shikamaru untuk maju mewakili kelasnya.
"Mana tuh si ayam" Kata Temari yang waktu itu menjadi juara kedua yang menampilkan sebuah drama tang memang cukup menyedihkan antara SasoTema.
"Tau tuh" Kata Shikamaru cuek yang dibalas dengan tinjuan kecil oleh Temari.
-0-
"Kau mau kemana ?" Tanya Sakura yang saat itu sudah duduk dibelakang sekolah bersama dengan Naruto.
"Aku kebelet" Kata Naruto sambil berlari pontang-panting memenuhi panggilan alam. Sakura hanya terkikik kecil melihat Naruto yang lari pontang-panting tersebut.
-0-
"Sasuke" Panggil Neji pada Sasuke yang saat itu sedang bercanda bersama Hinata di sekitar taman sambil menunggu acara kembang api.
"Ada apa ?" Tanya Sasuke dengan raut wajah sebal. Dia sebal gara-gara acara pacarannya diganggu oleh sang kakak.
"Aku butuh bantuan dengan kembang api" Kata Neji yang langsung membuat Sasuke berdiri sambil mendengus kesal.
"Bentar ya, Hinata"
-0-
"Apaan sih ?" Tanya Sasuke yang merasa gak beres begitu melihat Neji meminta bantuan tentang kembang api.
"Loe kan pinter, bantu gue dong. Gue pengin yang lebih berkesan gitu loh" Kata Neji yang langsung membuat Sasuke keki gak setengah-setengah.
-0-
Dhuaaarrrr...! Dhuaarrrr...!
"Dah mulai tuh" Kata Shikamaru sambil menunjuk kembang api tersebut yang sekarang membentuk tulisan Happy Birthday.
"Siapa tuh yang bikin kayak gitu ?" Tanya Temari yang sepertinya penasaran sama bentuk yang amat sangat berbeda dari tahun sebelumnya.
"Mana aku tahu" Kata Shikamaru dengan cuek sambil merangkul Temari.
"Haha...! Ternyata si ayam itu pinter juga" Kata Neji sambil menggandeng tangan Tenten.
"Lebih terasa ya" Kata Tenten.
"Wah...! Hebat banget" Naruto yang emang dari sananya udah norak udah jerat-jerit gaje.
"Jangan malu-maluin, Naruto" Kata Sakura sambil menjitak kepala Naruto.
"Wah...! Kau yang mengatur ini, Sasuke-kun" Kata Hinata pada Sasuke yang saat itu udah kembali dari tempat Neji.
"Kau akan terkejut setelah ini ?" Kata Sasuke sambil menyeringai pelan.
Tiba-tiba muncul tulisan yang gak kalah besarnya bertuliskan I dan tanda hati lalu Hinata.
"Selalu aja bikin ulah" Keluh Shikamaru begitu melihat tulisan tersebut.
"Heh...! Si ayam itu berani juga" Kata Temari.
"Uhhh...! Gue ralat dah omongan gue barusan" Kata Neji mendesis kesal.
"Ternyata dia romantis ya" Puji Tenten.
"Dasar si Teme, gue juga mau minta ajarin ah" Kata Naruto.
"Tidak kusangka dia bisa care juga" Kata Sakura sambil mengingat masa lalunya yaitu di cuekin ama Sasuke.
"I Love You Too, Sasuke-kun"
FIN
Haha...! Endingnya menyebalkan ya ? Gomen dech. Rencananya mau buat sekuelnya, tapi yang lebih kearah sci-fi.
Dan untuk acara penembakannya Shikamaru tuh, caranya si Sasuke buat sebuah program dan tentunya, pake vb (Ceritanya si Sasuke masih menguasai vb dan tentunya pascal sama C) dan masukin ke folder startup dan untuk mengubah bootsik dan tampilan logon windows, pake software dari stardock.
Moga-moga aja yang cowok bisa terinspirasi ama cara penembakan author.
Happy Read.
