Declaimer: Masashi Kishimoto

.

.

Warning: AU, OOC, gaje, judul gak sama dengan isi, alur cepet, high school fic.
.

.
Summary: Hyuga Hinata, seorang siswi di Konoha High school. Dia berpikir bahwa kehidupan SMA akan biasa-biasa saja tapi, apakah dia masih berpikir begitu jika dia bertemu dengan Uzumaki Naruto?

Chapter 2: love?

"Kriinggggg~"

Bell pun berbunyi, tanda bagi murid-murid Konoha High School untuk mulai pelajaran. Terlihat semua siswa berbondong-bondong menuju ke kelas mereka masing-masing.

Begitu pula dengan kelas 11 A, Bahkan sudah ada yang mengeluarkan bukunya masing-masing entah belajar atau menyalian PR temanya.

"Selamat pagi anak-anak." Terlihat seorang guru perempuan cantik memasuki kelas, berambut hitam panjang, dan mempunyai iris mata semerah batu ruby. Kurenai Yuhi.

"Selamat pagi sensei~" Ucap seluruh murid 11 A serentak.

"Kumpulkan PR kalian, dan buka paket hal 168 tentang anatomi tubuh manusia!"

[][][][][][][]

'Ahhhkkkk aku sungguh tidak mengerti kenapa kehidupan SMA ku akan sesulit ini!' batin Hinata miris saat jam pelajaran biologi, jam pelajaran Kurenai-sense. 'kenapa aku harus berurusan dengan naruto-senpai! Dan juga kenapa tadi pagi Sasuke-senpai menatapku seperti itu, jangan-jangan dia juga marah padaku!' Hinata semakin frustasi dengan masalah yang menimpanya.

"Aku pusing~" Ucap Hinata tanpa sadar.

"Ada yang mau ditanyakan, Hyuga-san?"

"Eh... Eh tidak sensei."

"Kalau begitu tenanglah."

"Iya."

Hinata merutuki dirinya sendiri, bisa-bisanya dia melakukan tindakan memalukan seperti tadi. Sungguh masalah Hinata ini membuatnya depresi. Sampai membuatnya lupa akan pelajaran. Padahal Hinata tergolong murid rajin.

"Kriiiing~"

Dan bell tanda istirahat berbunyi, dengan lesu Hinata menaruh kepalanya di atas kedua tanganya yang di jadikan bantal. Bahkan dia sampai tidak menyadari duo cerewet yang sudah berada disampingnya.

"Kenapa kamu lesu sekali Hinata-chan?" Ino menbuka suara terlebih dahulu.

"Tidak kok, aku baik-baik saja." jawab Hinata dengan senyum lemah.

"Apa kau sakit? Wajahmu terlihat pucat!" Dan sekarang giliran si Pink yang angkat suara.

"Tidak aku baik-baik saja Saku-chan, mungkin hanya kelelahan saja kok." Dan senyum palsu Hinata keluar, hanya untuk menghibur kedua temanya agar tidak terlalu khawatir.

"Apa masalah dengan Naruto-senpai ini menyulitkanmu?" Dan tebakan Sakura barusan berhasil membuat senyum palsu Hinata menghilang dengan seketika.

"Ternyata benar, hal itu yang membuatmu menjadi murung." Ino mengutarakan pendapatnya.

"Maap ya Hina-chan, bukanya kami tidak mau membantu. Tapi, kami takut kalau berurusan dengan Naruto senpai." Ucap Sakura dengan muka sedih yang diikuti dengan anggukan dari Ino.

"Tidak apa-apa kok, Saku-chan, Ino-chan. Kalian menghawatirkanku saja itu sudah cukup. Karena bagiku kalian adalah teman terbaik buatku." Suara Hinata semakin lemah seiring dia berbicara.

"Benarkah?" tanya Ino dan Sakura dengan muka berbinar.

"Iya."

"Heheheh terima kasih Hina-chan!" Ucap mereka berdua secara bersamaan.

[][][][][][][]

Jam istirahat pun usai. Dan semua murid masuk kembali ke kelasnya masing-masing. Tapi berlainan dengan yang lain Hinata malah keluar dari kelasnya. Dia mau ke UKS karena merasa kepalanya pusing. Tadi Ino dan Sakura menawarkan diri untuk mengantar. Tapi, Hinata menolak secara halus tawaran mereka.

"Kenapa kepalaku semakin pusing! Seharusnya aku tidak memikirkan hal ini terlalu mendalam. Haaaaa~" Hinata menghela nafas. Dia merasa bingung harus berbuat apa dengan masalahnya saat ini.

Jarak UKS dari kelas Hinata memang sedikit jauh. Jika kelas 11 ada dilantai 2, UKS dan ruang kelas anak 12 ada di lantai 3, yang berarti Hinata harus naik satu lantai untuk menuju UKS.

"Uhh..." Hinata reflek memegang kepalanya karena sakit yang luar biasa.

"Tinggal naik ketangga dan aku akan Sampai ke UKS." Ucap Hinata berusaha menyemangati dirinya sendiri.

"Bruukkhh!"

Tapi, saat Hinata baru menginjak di lantai 3, tubuhnya limbung, pandanganya menjadi kabur, akhirnya hanya kegelapan yang bisa dia lihat.

[][][][][][][]

Sasuke berjalan dengan santainya, dengan tangan yang di masukan kedalam saku celana serta pandangan tajam kedepan. Pasti siapapun gadis yang melihatnya saat ini pasti akan terpesona, dan hal ini juga berlaku bagi para uke. Dia baru saja dari kantor guru yang ada di lantai satu, untuk mengantarkan angket kelas maklum dia ketua kelas.

Tapi, alangkah terkejutnya saat dia melihat sesosok tubuh tergeletak tak berdaya dilantai dan yang membuat dia lebih terkejut karena itu adalah Hinata!

"Hei! Hinata apa kau baik-baik saja?!" Sasuke berseru dengan panik. Dan Hinata tidak membalas perkataan Sasuke.

Karena tidak ada jalan lain, Sasuke langsung mengangkat tubuh Hinata menuju UKS.

Jam sudah menunjukkan pukul 12:05. Hinata masih belum juga Siuman.

"Hinata!" Terdengar suara teriakan dari luar UKS, tak beberapa lama munculah duo cerewet yang masuk dengan cara membanting pintu.

"Apa kalian bisa diam?" Tanya Sasuke kepada Ino dan Sakura.

"Eh... Eh! Sasuke-kun!" Sakura yang mendapati Sasuke berada didalam UKS langsung tersenyum tidak jelas kearah Sasuke. Sementara Ino? Dia lagi sibuk menata rambut, agar terlihat cantik di hadapan Sasuke.

"Apa kau tuli? Aku bilang jangan ribut." Sasuke berkata sambil menatap tajam ke arah Sakura.

"I-iya!" Jawab Sakura dengan muka blushing miliknya.

"Iya!" Diikuti Ino yang ikut-ikutan memerah.

"Dari pada kalian ribut. Ambilkan tas Hinata kesini."

"Baik!" Kata Ino dan Sakura semangat.

Setelah itu, mereka berdua pergi kekelas Hinata dengan muka memerah.

[][][][][][][]

"Eengghh..." Hinata sedikit menggeliat dari ranjang,

"Apa kau sudah sadar?!" Sasuke bertanya dengan suanya dingin andalanya.

"Sudah, dan aku dimana Sasu...kee?" Hinata tercekat dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya. 'kenapa Sasuke-senpai ada disini?' Pikir Hinata dalam hati.

"Kau di UKS. Tadi, aku menemukanmu pingsan ditangga. Lalu aku mebawamu kesini."

"Ter-terima kas-kasih senpa-i" Ucap Hinata gugup. Bagaimana tidak gugup, ini adalah pertama kalinya dia berbicara dengan sang 'pangeran' sekolah ini.

Dan untuk beberapa saat kedepan hanya kesunyian yang mengisi diantara mereka berdua.

"Hinata?" Sasuke memecah kesunyian di antara mereka berdua.

"I-iya?"

"Aku suka kamu." Dan kata-kata yang sangat jauh dari pemikiran Hinata itu pun keluar.

"Ma-maaf?" Ucap Hinata menuntut penjelasan.

"Iya, aku suka kamu. Maukah kau menjadi kekasihku?" Ucap Sasuke to the point.

"Aku-" belum selesai Hinata berbicara terdengar suara tepukan tangan dari luar UKS.

Dan beberapa detik kemudian seorang Naruto keluar dari balik pintu, dengan memakai celana jeans dan juga kaos tanpa lengan berwarna hitam, serta tongkat pel ditanganya.

"Tak kusangaka seorang Uchiha rela membuang topeng harga dirinya hanya untuk seorang gadis." Naruto berkata tajam kearah Sasuke.

"Untuk apa kau kesini?" Desis Sasuke menahan amarah.

"Sebenarnya aku tadi sedang mengepel tapi, karena mendengar Suara jadi aku kesini." Balas Naruto santai. Dan jika kalian bertanya kenapa Naruto dan Sasuke terlihat tidak akrab. Itu memang dikarenakan mereka adalah Rival sekaligus saingan dari kelas 10. Dan mereka berdua saling membenci satu sama lain.

Dan Hinata yang tidak tahu apa-apa hanya diam mendengar perdebatan mereka.

"Cepat pergi, kau tidak punya urusan disini 'kan?"

"Aku kesini karena ada kepentingan dengan gadismu ini." Naruto berkata santai sambil berjalan kearah Hinata.

Sasuke hanya diam melihat apa yang akan di perbuat Naruto.

"Apa kau sudah bisa bangun atau berjalan Hinata?" Naruto bertanya kepada Hinata yang masih terbaring,

"Iya se-senpai!" Hinata berkata tanpa melihat ke arah mata Naruto.

"Bagus, ini kunci apartemenku., meskipun kau sakit bukan berarti kau bebas dari hukumanmu." Dengan memberikan Kunci Naruto menatap tajam Hinata. Setelah itu Naruto membantu Hinata Bangun dari ranjang.

"Aku pulang dulu Na-naruto-senpai."

"Hn."

"Jaa... Sa-sasuke-sen-senpai." Hinata membungkuk kearah 2 senpainya itu.

"Apa mau ku antar Hinata?" Sasuke berkata kepada Hinata.

"Ti-tidak senpai. Te-terima k-kasih." Balas Hinata sambil membungkuk.

"Blamm!" Dan pintu pun tertutup meninggalkan keheningan bagi Naruto dan Sasuke.

"Sepertinya urusanku sudah selesai, aku pergi dari tempat menjijikan ini." Naruto berkata dengan senyum mengejek kearah Sasuke, dan berjalan keluar UKS.

Tapi, sebelum Naruto pergi Sasuke memegang pundak Naruto.

"Ada hubungan apa kau dengan Hinata?" Sasuke berkata dingin.

"Memang apa urusanmu?!" Dan Naruto membalas dengan tatapan yang sangat tajam.

"Tentu saja ada hubunganya denganku."

"Aku tidak peduli. Dan jika kau tidak segera menarik tanganmu, aku pastika tongkat pel ini akan menancap di kepalamu." Naruto masih menatap tajam Sasuke.

Dengan segera Sasuke melepaskan tanganya dari pundak Naruto dan membiarkan Naruto pergi ke luar UKS.

[][][][][][][]

Hinata membuka pintu apartemen Naruto dengan lemah. dia merasa kepalanya sangat tidak mau di ajak kompromi. Setelah Itu Hinata mengambil sapu dan mulai membersihkan apartemen Naruto. Saat dia sedang menata kasur Naruto, tapa sengaja dia melihat sebuah foto. yang di dalamnya terdapat deorang laki-laki muda mirip Naruto, seorang permpuan cantik berambut merah panjang, dan seorang anak kecil yang sedang berada dipelukan wanita berambut merah.

"Apa ini Naruto-senpai?"

"Ternyata dia tidak semenyeramkan sekarang, terlihat manis malah." guman Hinata sambil merebahkan diri di kasur Naruto. Dan tanpa sengaja dia mulai terbang ke alam mimpi.

Dan sekitar jam 17:00 Naruto tiba di apartemenya.

"Hinata?" tidak ada jawaban.

"Hinata?!" dan tidak kunjung ada jawaban.

Dengan perasaan cemas Naruto berlari kekamarnya. Meskipun Naruto terlihat kejam dan keras. Dia sesungguhnya sangat baik dan paling tidak suka membuat orang repot. Apa lagi membuat wanita menangis, atau melukainya. Itu sungguh bukan sikap Uzumaki. Hanya saja sifatnya yang kekanakan membuat dia tidak bisa memperlihatkanya begitu jelas.

"Ternyata kau disini," Naruto berjalan kearah Hinata yang sedang tertidur.

Dipandanginya wajah tertidur Hinata, 'pantas Teme suka kepada gadis ini, ternyata dia sangat manis dan lucu.' Batin Naruto sambil menatap wajah Hinata.

"Engghhh..." lenguh Hinata dalam tidurnya. Dan itu membuat Naruto tersentak. Dan setelah Naruto perhatikan ternyata Hinata berkeringat banya sekali. Reflek Naruto langsung memegang kening Hinata, 'panas'.

Naruto berlari kearah Dapur dan membawa baskom berisi air untuk mengompres Hinata.

Dengan telaten Naruto membasuh muka Hinata.

"Engghhh..." Perlahan-lahan mata Hinata terbuka.

"Apa kau tidak apa-apa?"

"Sen-senpai?"

"Apa kau sudah baikan?" Ucap Naruto yang kembali memasang topeng dinginya.

"Iya terima kasih senpai."

"Pangil saja Naruto,"

"i-iya sen- Naruto- k-k-kun." Di panggil seperti itu entah membuat hati Naruto seperti di sengat listrik.

"Kau pulanglah." Naruto berkata lirih.

"Apa Na-naruto-kun?" Tanya Hinata memastikan.

"Kau pulanglah dan kembali menjalankan hukumanmu jika kau sudah sembuh."

"Terima ka-kasih." Ucap Hinata bangun dari ranjang dan bersiap pulang. Tapi baru dua langkah dia berjalan, tubuhnya limbung dan hampir jatuh. Beruntung dia masih bisa menjaga keseimbangan.

"Apa kau yakin tidak apa-apa?"

"I-iya." Dan Hinata mulai berjalan lagi dan hasilnya sama, tubuhnya limbung dan hampir jatuh.

Karena jengkel dengan kelakuan Hinata, tanpa aba-aba Naruto langsung mengangkat tubuh Hinata seperti seorang suami yang mengangkat istrinya diacara pernikahan.

"Naru-Naruto-"

"Sudah diam, dan jangan banyak protes" Naruto berjalan menuju pintu keluar dan menutup pintu dengan kakinya.

'wah ternyata sudah malam, semoga Neji-nii tidak memarahiku nanti.' Batin Hinata saat sadar kalau sudah malam.

"Arah rumahmu sebelah mana?"

"Kekanan." Dipandanginya muka Naruto oleh Hinata. Dan tanpa terasa jantung Hinata berdetak kencang dan mukanya langsung memerah. Dengan cepat Hinata memalingkan muka saat Naruto melihat kearahnya.

"Kau kenapa?"

"Tidak ke-kenapa-napa kok." jawab Hinata gugup

"Kau aneh!" Naruto berkata lirih.

'Ya, aku memang aneh Naruto-kun, karena hanya karna melihatmu aku sudah berdebar seperti ini.'

T.B.C

[][][][][][][]

Akhirnya update juga maap kalo telat! #dihajar seRT

Masih ada yang mau baca 'kan?

Heheh ini balesan repiuu yang gak log-in!

Vidie: iya ini udah update. Mau review lagi?

Fathiyah: iya ini udah update kok! #tutup kuping pake bantal heheheheh repiu lagi ya!

Megu-megu-chan: iya ini NaruHinaSasu. Dan ini udah update repiew lagi ok!

Briesies: iya ini udah update. Dan tentang sisi bad boy naruto, ntar di ceritain kok!

Fishy ELF: iya ini udah update, repiu lagu 'kah?

Raiton kuropansa: ini udah update! Repiuu lagi k?! #di tendang

Seperti biasanya, mau review. Konkrit, flame?

Semua diterima disini!

Jashin-sama with us!