Silla Kingdom

Rate: T-M (jaga-jaga, soalny chap dpn mau dibuat hints-hints rape :p)

Pair: Wonkyu, Haehyuk, Se7Min #LOL, Yunjae

Genre: Drama, Romance

Chapter: 2

Warning: yaoi! (BoyXBoy), Fic Drama kolosal, TYPO(es), M-PREG, pedophil.

Disclaimer: Gue! (Nico Febryan Lim). Yang plagiat, gw tndangin butt lu satu" #smirk


Jaejoong menggertakan giginya. Ia tak habis pikir, bagaimana bisa Siwon yang kelihatannya seperti anak baik-baik begitu membaca buku dewasa? Setahunya, Siwon tak pernah menyukai hal-hal semacam 'itu'.

Jaejoong merasa kepalanya seperti ingin pecah detik ini juga. Sepertinya, jalan yang paling tepat adalah segera memasangkan Siwon dengan beberapa anak koleganya.

Keputusan Jaejoong mutlak jatuh pada Yoona, Puteri mahkota kerajaan Baekjae yang merupakan salah satu kerajaan yang sudah menjalin persahabatan sejak berpuluh-puluh tahun lamanya dengan kerajaan Silla. Secara otomatis, perjodohan ini akan membuat ikatan diantara kedua kerajaan itu semakin erat. Tak ada waktu lagi bagi Siwon untuk memilih. Keputusan Jaejoong telah bulat dan dengan jelas ia tak mau dibantah.

Mengingat umur Siwon yang masih belia, tak dipungkiri kalau Jaejoong memikirkan dengan adanya penolakan dari anak sulungnya. Tapi Jaejoong tak mempermasalahkan itu, mungkin mereka bisa memulai dengan pertemanan. Dan mungkin pula, lama kelamaan Siwon akan luluh. 'Anak Muda,' batin Jaejoong. Siapa tahu?

Jaejoong melihat lagi lukisan bergambar seorang wanita muda yang memiliki paras yang begitu cantik. Hidung mancung, mata besar dengan lipatan mata, dan bibir yang tipis. Tentu saja dengan perawakan sebegitu indahnya, Yoona dapat memikat hati semua pria, bahkan mungkin Siwon.

Jaejoong yang sedari tadi bergulat dengan pikirannya, menjadi tak sabar dengan reaksi yang akan Siwon berikan padanya. Jaejoong harap Siwon memberikan reaksi positif, sesuai dengan kemauannya.

"Sekretaris Han!" Ujarnya memanggil sang sekretaris yang berada di luar. Seketika itu pula, seseorang dengan perawakan tampan dan diperkirakan berumur tiga puluh tahunan memasuki ruangan.

"Ada apa, yang Mulia?" Tanyanya sambil membungkuk hormat.

"Aku ingin kau menyuruh pengawal untuk memanggil Putera Mahkota ke sini. Ada beberapa urusan yang ingin kubicarakan padanya."

Sekretaris Han -untuk yang kedua kalinya- membungkuk hormat, sebelum berkata, "baiklah." Dan, disambut senyuman dari sang Ratu

.

.

.

Hari yang cerah, dengan matahari yang bersinar terang dan memancarkan cahayanya bagi para umat. Di taman belakang istana yang ditanami dengan berbagai macam jenis tanam-tanaman, terlihat sepasang kakak-beradik yang tengah membaringkan tubuh mereka di bawah sinar matahari yang cukup terik dan beralaskan rumput hijau. Mereka memakai pakaian berkelas khas kerajaan. 'Perempuan' kecil yang tengah berada di pelukan sang kakak memakai setelan Hanbeok berwarna merah muda dengan benang perak yang terukir indah. Sedangkan sang kakak memakai setelan berwarna merah dengan ukiran yang terukir hasil rajutan benang emas.

Mengingat tahta yang disandang kedua kakak-beradik itu sangatlah dijunjung tinggi, terlihatlah beberapa pengawal dan beberapa dayang yang mengikuti mereka dan berjarak sedikit jauh-atas perintah dari putera Mahkota yang tak ingin terusik.

Sang adik yang menyandarkan kepalanya di dada bidang kakak tertuanya hanya memandang ke arah langit dengan mata bulatnya yang sedikit menyipit akibat cahaya matahari yang cukup terik. Sedangkan sang kakak, sedari tadi memandang wajah polos adiknya. Walau pun waktu keduanya dihabiskan dengan penuh kesunyian, tak ada satu pun pihak yang merasa bosan. Karena sebenarnya, saat-saat hening seperti itulah mereka dapat lebih mengerti apa yang tengah dirasakan pihak lainnya.

Siwon yang sedari tadi memperhatikan adiknya hanya dapat menahan hasrat janggal. Ia merasa asing dengan rasa yang setiap kali muncul secara tiba-tiba saat ia membagi waktu dengan Kyuhyun. Sebagian dari dirinya terasa seperti dimasuki secara tiba-tiba oleh 'stranger' saat bertatap muka dengan adiknya itu, bahkan perasaan itu sudah muncul saat pertama kali ia melihat bayi Kyuhyun lahir.

Tak peduli dengan apa yang sedang Kyuhyun kenakan. Persetan dengan Hanbeok berwarna keperempuanan itu yang dipakainya, ia tahu apa pun setelan yang Kyuhyun pakai, warna apa pun itu, terbuat dari benang apa pun itu, Kyuhyunnya akan selalu terlihat manis dan cantik. Walaupun sedikit banyak, Siwon tahu sangat tak nyaman untuk memakai setelan Hanbeok mengingat Kyuhyun adalah lelaki, meski sejak kecil Kyuhyun sudah dibiasakan untuk memakai setelan perempuan. Tapi, itu sama sekali tak menutup kenyataan kalau Kyuhyun adalah lelaki tulen.

Siwon tahu semua pikirannya mengenai Kyuhyun adalah hal yang sangat tak wajar di dalam hubungan persaudaraan. Kyuhyun adiknya dan ia adalah kakak lelaki Kyuhyun. Seharusnya ia bisa memberikan Kyuhyun pengarahan yang baik sebagai kakak, mau pun sebagai Putera Mahkota, bukannya malah ia yang meragukan perasaannya. Terlebih lagi saat ia mengingat jabatannya yang sangat berperan penting dalam masa depan kerajaan. Menjadi Putera Mahkota, membuatnya harus bisa menomor satukan urusan negara diatas segala-galanya. Ia dituntut untuk memiliki tanggung jawab tinggi terhadap negara dan kerajaan yang akan ia perintah kelak.

Maka dari itu, ia tahu waktu-waktu seperti ini akan jarang ia rasakan atau bahkan hilang dalam jangka waktu pendek. Sebentar lagi. Ia yakin, sebentar lagi rakyat, keluarga kerajaan, serta jiwanya menuntut dirinya untuk menunjukan keunggulannya dan kepawaiannya dalam urusan pemerintahan kelak. Entah itu tentang pasangan hidup, tahta, atau apa pun itu yang akan membuat waktu-waktu seperti ini akan amat sangat ia rindukan. Saat-saat dirinya bebas, saat-saat dirinya masih dapat bermanja-manja dengan eommanya tanpa sepengetahuan appanya, dan... Saat-saat dirinya berdua dengan Kyuhyun.

Siwon tahu, pada saatnya nanti, semua orang hanya ingin melihatnya penuh sebagai pemimpin yang berwibawa, tangguh, agung, bijak, bertanggung jawab, dan sempurna. Dan, itu semua adalah pandangan orang-orang tentang dirinya pada saat dirinya berdiri di atas tahta. Bukan dirinya yang sekarang.

Menatap adiknya lagi. Ia berusaha menyerap perasaan ini dan menyimpannya dalam-dalam di dalam peti yang bergembok urat nadinya sendiri, agar tak ada seorang pun yang tahu. Dan, ia akan menyimpan rasa yang salah itu seperti ia menjaga jiwanya. Karena, sekali satu orang saja tahu tentang isinya, maka habislah dia. Habislah semua prestasi yang selama ini ia bangun, dan ia hanya akan membuat orang tuanya kecewa pada anaknya yang memiliki 'kelainan'.

Kadang ia berfantasi. Bagaimana seandainya jika dirinya bukanlah putera mahkota, bukanlah seseorang yang dibebani tanggung jawab tinggi. Bukanlah seseorang yang harus memakai topeng di depan kolega ayahnya, dan Kyuhyun bukanlah adiknya atau dirinya bukanlah kakak Kyuhyun. Siwon yakin seratus persen itu akan lebih mudah untuknya.

"Oppa?" Panggil Kyuhyun pada kakaknya yang masih termenung memandang ganjil pada wajahnya itu.

"Eh? Ya, Kyu. Ada apa?" Tanya nya setelah sadar dari lamunannya tadi.

Kyuhyun mendudukkan dirinya tepat di samping kakaknya itu, ada sedikit rona merah yang menghias pipinya, "Emmm...Sebenarnya Kyunnie ingin menanyakan hal ini pada oppa dari kemarin. Apa Oppa mau menemani Kyuhyun pada saat festival kembang api nanti?"

Siwon tertawa kecil melihat kelakuan adiknya yang menurutnya sangat lucu. In fact, sebenarnya Siwon ingin mengajak adiknya ke sana duluan, "baiklah. Sepertinya satu sampai tiga jam tidak apa-apa."

"Benarkah?" Tanya Kyuhyun dengan mata yang melebar. Ia hanya ingin memastikan. Sebab, ia tahu benar kalau kakaknya itu sangat sibuk untuk hanya sekedar menemaninya ke pesta rakyat semacam itu. Dan ternyata, dugaannya salah. Maka dari itu, Kyuhyun sangat senang sekarang.

Siwon ikut mendudukan badannya. Ia rengkuh adiknya yang terasa sangat mungil itu, "ne, tentu saja," jawab Siwon dengan pasti.

"Yey! Terima kasih oppa," katanya yang dibalas Siwon dengan anggukan.

Tanpa mereka ketahui, pengawal dan dayang yang melihat adegan romantis itu saling membuat suasana canggung.

Seteah beberapa menit kemudian, terlihat beberapa pengawal-yang Siwon yakini adalah pengawal Ratu- datang dari arah utara. Siwon yang melihat itu hanya mengerutkan alis dan berdiri.

Setelah pengawal Ratu itu sampai di hadapannya, mereka menunduk hormat. Salah satu pengawal itu pun berseru, "Maaf mengganggu yang Mulia. Kami disuruh oleh ratu untuk menjemput anda ke pavilliun Ratu."

"Baiklah. Kalian boleh pergi. Nanti aku akan menyusul." Perintah Siwon.

Setelah beberapa pengawal itu pergi, Siwon menatap adiknya yang tengah menatapnya tajam seperti menyiratkan kalau ia tak ingin sang kakak pergi.

"Hanya sebentar, Kyunnie." Izinnya pada sang adik.

"Janji?"

"Iya." Jawab Siwon memastikan.

Setelah mendapat persetujuan dari adiknya, Siwon pun dikawal beberapa pengawal untuk menuju ke pavilliun ratu.

.

.

Changmin, pemuda yang memiliki perawakan tampan. Mata yang tajam, hidung mancung, dan memiliki badan yang tinggi ini adalah seorang anak dari Perdana Mentri Shim.

Di mata teman-temannya, ia adalah seorang yang memiliki ego tinggi, ambisi yang kuat untuk mendapatkan apa yang ia mau membuat Changmin tumbuh menjadi anak yang keras kepala. Ia selalu memaksakan kehendaknya terhadap orang-orang di sekitarnya. Setiap orang yang tidak menuruti perintahnya tak segan-segan dibunuh dengan tragis. Tapi, tentu saja yang membunuh itu adalah anak buahnya. Changmin tidak akan mau dan tidak akan pernah sudi untuk mengotori tangannya dari darah orang-orang rendahan.

Meski pun begitu, ia sangat dipuja-puja oleh semua gadis di desa itu. Tak khayal, ia selalu terlihat bersama wanita yang berbeda setiap harinya. Dari perempuan pelacur sampai anak bangsawan, sudah pernah ia tiduri. Perdana Mentri pun tak bisa berbuat apa-apa untuk melarang kebiasaan buruk anak tunggalnya itu.

Tapi, siapa tahu, kalau sebenarnya Changmin adalah seorang pria yang menyukai anak kecil. Setiap ada waktu luang, ia selalu mengunjungi panti asuhan untuk menjenguk anak-anak terlantar di panti itu. Namun, tentu saja ia memakai penyamaran, jadi tak akan ada yang tahu kalau dia adalah Shim Changmin, anak perdana mentri Shim yang terkenal angkuh dan sombong.

Seperti sekarang, Changmin berjalan berbaur dengan orang-orang biasa tanpa dikawali pengawal atau pun dayang seperti biasanya. Ia memakai setelan biasa berwarna biru yang tak terlalu mencolok. Siapa sangka kalau itu adalah Changmin yang biasanya memakai pakaian mewah dengan hiasan benang emas?

Walaupun, tak bisa Changmin pungkiri, kalau ia sedikit aneh pada saat ia pertama kali menyamar seperti ini. Biasanya akan ada banyak wanita yang menempel padanya untuk sekedar mengajaknya kencan. Dan, detik itu pula ia tau kalau wanita-wanita jalang itu hanya menginginkan isi dompetnya saja.

Changmin yang sedari tadi berjalan, tak sengaja melihat beberapa kue yang di jual di toko-toko, ia pun berinisiatif untuk memberikan kue itu untuk anak-anak panti asuhan yang akan ia datangi. Maka, ia langkahkan kakinya menuju ke toko-toko yang menjual kue itu.

Setelah membeli makanan yang berjumlah sangat banyak, Changmin pun segera melangkahkan kakinya menuju panti asuhan yang selalu ia kunjungi dua minggu sekali itu.

Beberapa menit berlalu, akhirnya Changmin sampai di panti asuhan 'Heuimangeuil Deungbeul'. Panti ini adalah satu-satunya panti asuhan di wilayah Silla. Melihat dari bentuknya yang besar dan megah, sebenarnya dulu panti ini berbentuk bangunan kecil yang didirikan dari kayu. Namun, beberapa tahun silam, seorang pemuda bernama ChoiKang menyumbangkan banyak uang untuk membangun ulang tempat ini. Tidak ada yang tahu, kalau sebenarnya ChoiKang itu adalah nama samaran yang Changmin pakai pada saat ia menyamar. Secara otomatis, yang menyumbangkan uang yang banyak untuk panti ini adalah Changmin sendiri.

Tepat saat dua langkah kaki Changmin memasuki panti itu, pemuda itu langsung dikerumuni oleh anak-anak panti yang sedang bermain.

Changmin tertawa, "Hei, sudah-sudah. Aku tak bisa bernapas kalau seperti ini."

Serentak, anak-anak itu memberi jarak dengan Changmin. Anak-anak panti ini memang sangat dekat dan penurut dengan Changmin atau yang mereka ketahui bernama ChoiKang.

Tak lama kemudian, ada seorang anak lelaki berbadan tambun yang melangkah mendekati Changmin. "Hyung, apa Hyung membawa sesuatu untuk kami? Apakah itu makanan?" Ucap anak itu dengan mata yang membesar penuh harap seakan tak mendengarkan decihan mengejek dari teman-temannya karena kebiasaan makannya itu.

Changmin tersenyum, "Tentu saja, Shindong-ah. Hyung membawakan banyak kue, permen, serta manisan untuk kalian semua." Kata Changmin yang di sambut teriakan bahagia dari anak-anak panti.

Setelah menyerahkan makanan itu pada pengurus anak di panti itu agar dibagikan ke anak-anak, Changmin pun melangkahkan kakinya menuju orang yang sedari tadi menatapnya.

"Oi! DongWook-ah! Apa kabar?" Sapa Changmin pada lelaki yang ia panggi Dongwook itu.

Lelaki itu tersenyum. "Tentu saja aku baik ChoiKang! Kalau kau? Aku jarang melihatmu di sini."

Changmin tersenyum. "Aku sedang ada banyak urusan akhir-akhir ini. Apakah panti baik-baik saja selama aku jarang berkunjung?"

"Panti baik-baik saja. Tapi, anak-anak banyak yang merindukanmu. Khususnya Shindong, ia selalu menunggumu untuk membawa permen atau kue karena dia tahu kalau aku tak mengijinkan mereka terlalu banyak makan makanan yang bisa membuat panas dalam seperti itu."

"Hei, biarkan sesekali mereka bebas memiliki apa yang mereka mau. Namanya juga anak-anak."

"Tapi tak boleh dibiasakan seperti itu juga. Mereka sudah terlalu sering mengkonsumsi makanan manis seperti itu." Jawab Dongwook tak mau kalah.

"Tapi Dongwook-ah, lihat, mereka hanya anak-anak biarkan mereka memilih apa yang mereka mau dan apa yang mereka tidak mau."

"Aissh. Kau ini."

Tampak Dongwook yang memutar matanya malas. Mereka sudah berkali-kali berdebat tentang masalah yang sama. Tapi, tetap saja dia yang kalah.

Tampak Shindong yang sedari tadi memerhatikan kedua pria yang umurnya lebih tua darinya itu. "Hyung, apa kuenya masih ada?"

Changmin tersenyum. "Tentu saja masih ada. Ayo! Kita ambil." Ia pun pergi dengan Shindong untuk mengambil kue.

Dan Dongwook hanya bisa menghela napas pasrah.

.

.

.

Kyuhyun menggembungkan wajahnya imut. Anak laki-laki berkedok perempuan itu benar-benar merasa bosan. Lihat, bahkan sedari tadi ia hanya duduk di kursi taman dengan dayang-dayang dan pengawal.

Ia tak habis pikir mengapa ia mau saja percaya kata-kata kakaknya tentang 'sebentar'. Bahkan ini sudah setengah jam lebih!

Kyuhyun kecil yang masih bergelut dalam pikirannya tak menyadari ada dua orang pria yang berjalan mendekatinya.

"Kyuhyun-ah!" Teriak salah satu lelaki yang memiliki badan lebih pendek dari lelaki yang satunya.

Kyuhyun pun menolehkan kepalanya menghadap orang yang memanggilnya tadi. Dan sedetik kemudian, raut wajah anak itu berubah senang seperti biasa.

"Oppa!" Ujarnya senang. Yah, walaupun bukan Siwon, setidaknya Kyuhyun tak akan sendirian menghabisi waktunya seperti orang bodoh.

Donghae dan Eunhyuk, dua lelaki yang datang kepada Kyuhyun itu menempatkan diri mereka untuk duduk di sebelah kanan dan kiri Kyuhyun.

"Sedang apa eoh, Kyunnie-ya?" Tanya Eunhyuk yang duduk di sebelah kiri Kyuhyun.

Sang 'Puteri' Mahkota hanya menggembungkan pipinya pertanda kesal. "Tidak sedang apa-apa. Tadinya sih, Kyunnie bermain dengan Siwon oppa di taman. Tapi, tiba-tiba saja Siwon oppa meninggalkan Kyunnie di sini sendirian dengan ahjumma-ahjumma dayang dan ahjussi-ahjussi pengawal." Ujarnya dengan tampang kesal. Dayang-dayang dan pengawal-pengawal yang dipanggil Ahjussi-Ahjumma hanya bisa merutuk dalam hati atas kenakalan dan sifat Sang 'Puteri' Mahkota yang sedikit 'unik' dan asal ceplas ceplos.

Donghae tersenyum mendengar perkataan penuh sarkastisme dari pemilik badan mungil itu. Ya, tak bisa dipungkiri lagi kalau 'Puteri' Kerajaan Silla yang satu ini memiliki omongan yang sangat pedas. Tak perduli berapa umur orang tersebut, sekali tidak suka, maka Kyuhyun akan berkata dan menunjukkan pada orang itu kalau ia benar-benar tak suka pada mereka.

Namun, di balik sifat Kyuhyun yang manja, sarkastis, dan nakal itu, Kyuhyun juga termasuk anak yang cerdas. Contohnya saja, ia dengan mudahnya belajar sastra di usianya yang lazim. Kyuhyun pun, tak mau berteman dengan sembarang orang. Di umurnya yang masih sangat muda itu, Kyuhyun sangat pintar menyeleksi siapa saja orang yang pantas dan tidak pantas menjadi temannya. Contohnya saja pada saat Shin Min Ah yang merupakan Puteri kerajaan Goguryeo yang selalu saja memamerkan barang yang ia punya, berakhir tragis dengan rambutnya yang acak-acakan dan barang-barang yang ia banggakan itu rusak tak berbentuk akibat Kyuhyun. Bukannya Kyuhyun iri, namun ia sudah sangat sebal dan kupingnya panas mendengar perkataan Puteri kerajaan Goguryeo yang sombong dan memalukan itu -menurut Kyuhyun-.

Pada saat itu, pesta antara kerajaan-kerajaan besar di Korea yang dilaksanakan setahun sekali itu di selenggarakan di aula kerajaan Goguryeo. 'Puteri' Mahkota Kyuhyun yang bosan karena ditinggal kakakknya karena ada suatu urusan pun, melangkah mencari tempat duduk yang sepi, setelah sebelumnya ia menyuruh pengawal dan dayang untuk tidak mengikutinya dengan alasan ia ingin bebas di pesta ini. Padahal, kenyataannya ia hanya sudah terlalu muak melihat wajah-wajah dayang dan pengawalnya itu.

Kyuhyun mendudukan dirinya di kursi taman yang sedikit terpisah dari keramaian pesta yang membuat kepalanya pusing itu. Ia benar-benar tak habis pikir mengapa orang dewasa -khususnya keluarga kerajaan- suka sekali dengan pesta yang hanya menguras tenaga dan memusingkan kepala, padahal dengan bersantai di pavilliun masing-masing akan jauh lebih menyenangkan. Setidaknya, mereka bebas melakukan apa pun di dalam ruangan pribadi mereka, tidak seperti di pesta yang mengharuskan semua keluarga kerajaan memasang senyum palsu yang benar-benar membuat bosan dan menjijikan.

'Orang dewasa memang tidak bisa dimengerti.' Batin Kyuhyun.

Setelah beberapa menit Kyuhyun yang dibalut Hanbeok indah berwarna emas itu menyendiri, tiba-tiba suara anak perempuan yang terdengar sangat cempreng dan memekakkan telinga terdengar di kuping Kyuhyun.

"Hei! Kau! Kau Puteri kerajaan Silla yang dibilang sangat cantik itu ya? Cih! Setelah dilihat-lihat kau bahkan tak ada cantik-cantiknya!" Ujar perempuan kecil dengan dandanan heboh yang mendekat padanya itu.

Kyuhyun memutar kepalanya untuk menatap gadis kecil itu, dalam hati ia merutuk, 'siapa juga yang ingin dibilang cantik! Gadis kecil ini belum tahu saja kalau aku ini sangat tampan. Sayangnya setelan perempuan ini yang menutupi ketampananku. Payah!' Rutuknya dalam hati.

"Hn?" Gumam Kyuhyun dari bibir kecilnya.

Gadis kecil di hadapan Kyuhyun memasang tampang sebalnya sebagai reaksi dari jawaban yang Kyuhyun berikan itu. Tangan mungil yang kukunya diberi inai itu dilipat di depan dada. "Hei! Apa kau tak bisa bicara, eoh? Dan, kulihat kau sama sekali tak memiliki selera bagus dalam berpakaian. Mana ada orang ke pesta hanya memakai hanbeok pesta seperti itu. Seharusnya kau memakai aksesoris. Dasar kampungan!" Ujar gadis muda itu tidak sadar kalau penampilannya lah yang terlalu over accessories.

Kyuhyun menatap datar gadis muda itu dari ujung kaki hingga ujung kepala yang berhias sanggul yang besar. Kyuhyun sedikit mengernyit, ia sangat yakin kalau gadis itu akan dianggap orang gila yang semasa warasnya dihabiskan untuk berdandan kalau ditinggalkan di tempat umum.

Kyuhyun berjalan mendekati gadis 'menor' itu dengan pandangan yang sedikit membuat kuduk merinding. Ia berjalan melingkari gadis kecil itu.

"Yahhh~ Namamu Shin Min Ah, ne? Puteri mahkota dari kerajaan Goguryeo, kan? Ne, Min Ah-ssi..." Kyuhyun yang masih berjalan memutari MinAh menghentikan perkataannya, sebagai ganti, tangannya terjulur untuk mencabut satu pita besar yang tertancap di rambut MinAh dan dibalas teriakan 'Hei!' dari pemilik pita itu. Tanpa mendengarkan nada tak suka dari MinAh, Kyuhyun melanjutkan perkataannya,"... Apa kau tahu kalau dengan ini kepalamu bisa disamakan dengan semak belukar, eh?" Tak ada balasan dari MinAh, ia hanya menggeram dengan tangan yang mengepal.

Melihat tak ada perlawanan, Kyuhyun tersenyum meremehkan. Ia membuang pita-pita besar yang diambilnya tadi. Lalu, tanganya menjulur untuk menyentuh kalung yang berteger di leher MinAh. Tidak seperti sebelumnya, Kyuhyun kali ini hanya memegang saja bukan merampas seperti nasib pita tadi. "Dan, liahat ini! Ya ampun! Ck ck ck~ ini bahkan lebih mirip dengan sekumpulan rantai besi. Tak ada seninya sama sekali, kau tahu?"

Tanganya berpindah untuk menyentuh pakaian MinAh. Ia memegang kain di bagian lengan baju Puteri Mahkota kerajaan Goguryeo itu. "Ck, apa lagi ini? Apa kau mengambilnya dari rongsokan, eh? Lihat! Aku curiga kalau baju ini baju yang terbuat dari kain perca. Kau mau menyaingi pengemis, eoh? Sepertinya kau salah tempat Nona Shin." Sinis Kyuhyun.

Aksi Kyuhyun untuk memberi balasan pada Min Ah yang wajahnya sudah memerah pertanda marah tak berhenti sampai di situ saja. Tangan Kyuhyun menjalar menuju rambut MinAh yang disanggul tinggi. Dalam aba-aba sepersekian detik, ia menjambak rambut perempuan kecil itu sampai siempunya menangis.

"Hentikan! Ini sakitt,! Kentikan!"

Kyuhyun tersenyum sinis dan meninggalkan MinAh dengan tampilan acak-acakan.

Donghae sedikit menggelengkan kepalanya mengingat cerita dari Siwon tentang adiknya itu. Ia juga tak dapat melupakan bagaimana reaksi Ratu dan Raja kerajaan Goguryeo sehabis itu. Ah, membayangkan ini membuat perut Donghae mulas seketika.

"Donghae-ah? Kau kenapa, eoh!?" Teriak Eunhyuk untuk menyadarkan sahabatnya itu.

"Eh? Ne tak apa. Hahaha." Elak Donghae dengan wajah polosnya.

Sedangkan Kyuhyun? Anak itu hanya melihat Donghae dengan mata besarnya yang membuat Donghae dan Eunhyuk bingung.

"Ada apa, eoh Kyuhyun-ah?" Tanya eunhyuk.

Kyuhyun mengalihkan tatapannya untuk menatap Eunhyuk sekilas, namun sedetik kemudian ia melihat ke arah Donghae lagi. "Aniya, oppa. Hanya saja, melihat muka Donghae oppa membuatku ingin makan ikan sekarang juga. -Ah! Ahjumma Dayang! Ambilkan aku ikan bakar yang banyak sekarang juga, ne!" Perintahnya riang tak mengubris muka Donghae yang masam dan Eunhyuk yang tertawa.

.

.

.

Siwon menatap wajah ibunya tak percaya. Beberapa menit lalu, ia masih bersama Kyuhyun di taman untuk bermain, dan sekarang seperti membalikan telapak tangan, ibunya menyuruh Siwon untuk memilih Yoona sebagai pendampingnya kelak. Apa-apaan ini! Maksudnya, ia masih belum cukup matang untuk itu. Bahkan, untuk menuangkan waktu untuk perempuan saja ia tak sempat. Sehari-hari waktunya hanya diisi oleh belajar, berlatih, Kyuhyun, makan, dan tidur. Sekarang, ibunya meminta dirinya untuk membagi waktu untuk hal seperti ini? Sampai kapan pun ia tak akan bisa membaca isi kepala ibunya.

"Siwon-ah, terimalah Yoona. Ia anak yang baik dan memiliki paras yang cantik. Tak banyak orang yang bisa mendekatinya dengan mudah. Padahal, banyak pria yang mengantri untuk mempersuntingnya. Eomma harap kau mengerti Siwon-ah. Kau tahu eomma tak suka penolakkan."

Siwon menatap ibunya. Ia tahu saat-saat seperti ini akan datang. Tapi tak secepat ini! Bahkan ia masih tiga belas tahun hidup di dunia ini. Dan, tiga belas tahun bukanlah usia optimal untuk mengurusi hal-hal seperti itu. Apa ibunya tak mengeti, eoh?

Siwon berdiri dan membungkukkan badannya. "Kalau aku harus selalu mengerti apa yang eomma inginkan, mengapa eomma tak mencoba mengerti perasaan ku juga untuk kali ini? Permisi, yang Mulia." Ujar siwon lalu berlalu tanpa mendengar jawaban dari ibunya.

Jaejoong hanya menatap tak percaya punggung anaknya. Ini adalah kali pertama Siwon berkata seperti itu padanya. Jaejoong merenungkan sekali lagi perkataan Siwon. Ia benar-benar merasa gagal menjadi ibu dari anaknya sekarang.

TBC


A/N:Maaf karena telat update m-.-m. Ini semua berawal dari temen gw yang ngebuat flashdisk gw isinya ilang semua! -_- mana di flashdisk itu isinya tugas kuliah dari dosen semua YANG BELUM DIKUMPUL lagi. Jadilah, gw semedi di kamar selama sebulan penuh buat ngebuat ulang tuh tugas -_- Z!

Gw hrap kalian masih mau buat nunggu ni chap. Gw janji setelah semua tugas gue selesai FF ini akan di pub seminggu sekali seperti biasa! :D


Baca juga FF baru gw yang judulnya:

In The Closet


Jangan pada takut dengan awal" FF ITC itu, gw cuma pengen nambah bumbu biar ffnya keren #tabokked

#SesiTanyaJawab=

*pertanyaan: Author univ apa?
*jawab: ada deh... Itu privasi :b wkkwwk

*pertanyaan: chap pertama membosankan!
*Jawab:maap-maap -_- kalo chap ini gmn? Masih ngebosenin?

*pertanyaan: WonKyu kakak beradek, brrti gak bsa this and that dong?
*jawab: ck ck ck -_- ketahuan mesumm yaaaaa. Gw kira cuma cowok yang mesum#ngaku. Well, gak juga sih, buktinya chap depan mau dibuat hints rape -_- makanya ratednya dibuat M buat jaga".

*pertanyaan: Cuma masalah jadi anehnya itu loh, ini jaman Silla apa jaman modern? Kok ada foto?
*jawab: gue kemaren lagi kena wabah virus di otak (?) Jadi konslet deh -_- maap ye.

*pertanyaan: authornya cowok? Dikirain cewek...
*jawab: ngok ngok... -_- #TidurNgorok

Wokeehhh... Makasih buat yang ud REVIEW! Saya masih mengharapkan review dan masukan dari kalian semua! :D jadi, isi lagi y kotak reviewnya sampe full! #slapped maap gak bisa jawab pertanyaan satu-satu.

BROFIST!