"Love Meh, Pleaseeeee?"

UPDATEEEE~ XD

DISCLAIMER :

Vocaloid Yamaha Corp.

Story meee (jika ada kesamaan cerita itu murni ketidak sengajaan :3)

Cerita ini hanya fiksi, hasil dari khayalan saya yang ngelantur dan nistah ini.

WARNING :

OOC (maybe), Gajeness (Of course), Nistahness (?), Ngelanturness, Bahasa yang aneh, and Typo :3 (sok imuttt). Don't like don't read,okay? :D


-Kaito POV-

Sudah hampir satu minggu berlalu, dan hari-hariku selalu disibukan oleh latihan Band. Yapsss~ Band V2S[V] kami bakal ada konser bulan depan, dan itulah mengapa kita harus latihan mati-matian sampai konser tiba. Dan selama ini, Miku sering sekali melihat kita latihan, membuat aku makin semangat latihan (+nampang didepan Miku), lumayan kan~

Begitu pula dengan hari ini….

.

.

Setelah berjam-jam latihan akhirnya kami beristirahat juga. Sumpah, aku capek banget dan sakit kuping…kenapa sakit kuping? Karena ngedenger Mikuo teriak-teriak GaJe di lagu 'Love Is War' itu bener-bener bikin kuping mau meledak. Niatnya sih pas Mikuo lagi teriak gitu aku mau nimpuk dia pake gitar aku, tapi karena aku masih sayang sama gitar aku dan karena ada Bidadari jatuh dari surga (Langsung nyanyi lagu Eaaa-Coboy Junior #plak) yang sedang nontonin kita latihan yaaah…terpaksa aku mengurungkan niatku.

Saat ini semua lagi pada malas-malasan dan mengistirahatkan tubuh masing-masing. Kecuali Mikuo yang sekarang sedang batuk-batuk akibat makan durian beserta kulitnya (loh, bukan karena teriak-teriak ya?). Ya iyalah dia batuk-batuk, makan durian sama kulitnya, orang bego mana sih yang makan durian sama kulitnya? #ditabok Mikuo pake negi.

Oke, mari kita tinggalkan kegiatan absurd Mikuo dan teman-teman lainnya yang lagi malas-malasan. Mataku kini tertuju pada bidadari yang masih duduk di bangku dengan indahnya. Senyumnya menghiasi wajahnya yang cantik nan imut nan moe nan mulus dan nan sebagainya (?).

Aku masih menatapnya saat ia melirik kearahku, aku yang merasa kepergok lagi ngintipin orang mandi (salah woy!) maksudnya, lagi menatapnya langsung merasakan wajahku memanas, dan langsung mengalihkan pandanganku kearah Gakupo yang lagi dansa sama terong (?).

Aku mendengar derik suara kursi, dan kulihat dari ujung mataku (yang masih berusaha melihat Miku) Miku berdiri dari bangkunya, dan mulai melangkahkan kakinya, mendekati seseorang…ya..seseorang…dan seseorang itu adalah…adalah….adalaahhh…

LUKI! (Author : Lebay lu ah, Kaito! *dikasiheskrimsamaKaito(?)) Aku menggosok mataku beberapa kali dengan abu gosok karena gak percaya apa yang aku lihat. MIKU MENDEKATI LUKI! (okehhh, caps lock jebol). Demi apa…Miku ngapain deketin Luki?! Cowok absurd itu ngapain dideketinnnnn?! Batinku berteriak. (Author : Kaya lu nggak absurd aja #digampar)

Aku yang mulai dibakar api cemburu hanya bisa melihat Miku menyapa Luki dengan santai. Lama-lama aku merasakan darah didalam tubuhku bergejolak dan tubuhku mulai memanas, asap mulai menguar di seluruh ruangan Studio. "Woy! Ngapain kalian berdua bakar sampah didalam Studio?! Mana disamping gue lagiiii!" pekik ku, saat melihat api disampingku.

Len nyengir kearahku, "abisnya di luar hujan, jadi bakar sampah disini aja, apalagi… kayaknya Kaito mulai memanas nihh~~" goda Len, sambil mengarahkan dagunya ke arah Miku dan Luki yang sedang bercanda ria.

"Ehem, jadi biar makin memanas kita bakar sampah disini deh, HUAHAHAHAHA!" seru Gakupo, kejam.

Kurang ajar…batinku kesal, ingin rasanya aku buang Gakupo ke sungai terdekat. Tiba-tiba dari arah belakang, kudengar derap langkah seseorang yang sedang berlari mendekat kearahku. Semakin dekat…yaaa….semakin dekatttt….dekatt….dannn….

BYUUUUUUUURRRRRRRRR!

"GYAAAAA!" pekikku, saat merasakan air dingin mengguyur tubuhku yang indah ini(?) dengan kasarnya. Aku langsung menatap orang yang membanjurku dengan garang, "Mikuoooo! Lu apa-apaan sih pake banjur-banjur gue segalaaaaaa?!"

"Oops, gomen Kaito…tadinya sih aku cuma berniat untuk ngebanjur apinya doang, soalnya takut kebakaran…ehhh, taunya kena kamu, ya gak apa-apa kali ya, toh apinya tetep padam dan api cemburu di hatimu juga ikut padam Kaito~~" Mikuo langsung ngibrit begitu mengatakan kalimat terakhirnya.

Urghhhh, yang pertama Len sama Gakupo, dan sekarang Mikuo juga ikut-ikutan lagi, sialaaaannnn! Eh…tapi…tunggu dulu…kok mereka bisa tahu aku suka sama Miku? Dengan cepat aku langsung menarik Len dan Gakupo ke arahku, begitu juga Mikuo yang jaraknya kurang lebih 5 m dari tempatku berada (Author : tangannya panjang bener, beuddd O.O)

"Kalian! Dari mana kalian tahu aku suka sama si Miku?" tanyaku pelan, dengan suara yang di misterius-in(?).

"Ya ampun Kaiii, orang buta aja tau lu suka sama Miku! Orang dari tadi lu ngeliatin dia mulu, dan setiap dia tersenyum ke lu, pasti muka lu jadi merah gitu! Mana tadi pas latihan lu sok sok an jadi keren lagi, biasanya juga lu nge-gitar sambil makan es krim terus guling-gulingan (gimana bisa?)!" jawab Mikuo, dengan gaya sok nya.

"Mikuo, gue bingung ama lu…gimana caranya orang buta bisa tau si Kaito suka sama Miku? Kan gak bisa liattt!" ucap Len.

"Oh…he'eh ya…wkwkwk, lupa gue…" ucap Mikuo seadanya, sambil tertawa innocent (?).

"Ah, Mikuo jadi lebih bodoh daripada si BaKaito! WAHAHAHAHAHAHA!" Gakupo ketawa dengan nistanya, yang langsung dibekep pake semangka oleh Len.

"Yahh…pokoknya intinya tengahnya (?) kita semua yang ada disini udah tahu lu suka sama Miku," ucap Mikuo lagi, dengan suara yang ditegas-tegasin.

"SEMUA YANG ADA DISINIIIIIII?!" aku histeris, ya gimana ga histeris coba, Mikuo bilang 'semua yang ada disini', yaaah…yang ada disini tuh gue, Mikuo si bodoh itu, Gakupo, Lenny, Luki, sama Miku…dan Mikuo bilang 'semua'…berarti…MIKU JUGA TAUU DONGGGGGG! (caps lock jebol terussss)

"Ehhh, maksud gue, Len, Gakupo, sama gue yang tau…bukan 'semuanya'…." gumam Mikuo membenarkan, sambil melangkah menjauh dariku yang shock berat ini.

Dalam sekejap, setelah Mikuo menyelesaikan kata-katanya, aku langsung men-deathglare-nya.

.

.

-Normal POV-

"GIAAAHHHHHHHHHHHHH(?)!" pekik Mikuo keras membahana di studio itu, lebih cetar membahana daripada teriakannya waktu menyanyikan lagu 'Love is War'.

"Rrrrrrr…graaaauukkk….graaaaukkkk…"nah loh, suara apakah ituuu? O.O

Dan akhirnya setelah diteliti di laboratorium terdekat(?) ternyata itu suara Kaito, readers! Dia lagi menggigit-gigit kepala Mikuo –yang udah dilumuri eskrim(?)– dengan enaknya(?).

"Sudahlah Kaito…jangan begitu…nanti band kita gak punya vokalis lagi…" ucap Len, sambil menarik scraf Kaito.

"Benar kata Lenny, Kai…yahh walaupun suara Mikuo uhukanehuhuk (#dihajarfansMikuo) kita masih membutuhkannya Kai…" Gakupo mulai membantu Len dengan menarik es krim(?) Kaito.

"Kenapa kalian rebut-ribut gini sih? Kok aku gak diajaaaaakkk~?" tanya Luki manja, dia iri melihat temen-temennya asyik bermain(?) tanpa dirinya.

"Anooo…Kaito-san…kalau kau menggigiti Nii-san seperti itu dia benar-benar bisa mati loh?" ucap Miku, menyadarkan Kaito dari keberingasannya(?).

Kaito langsung menghentikan kegiatannya itu, dan membantu Mikuo–yang udah hamper habis nyawanya–berdiri, dan membersihkan baju Mikuo dari debu dan kotoran dengan B*yclin. "Aku gak ngapa-ngapain Mikuo kok, hahahaha…tuh buktinya dia masih sehat gitu!" Kaito sok innocent, yang langsung di glare sama Mikuo.

"Oyaa~ ngomong-ngomong Miku-chan, kau suka es krim tidak?" tanya Kaito, karena tiba-tiba dia mendapat ilham dari yang diatas (Author : alias Author~ huehehehe #plak)

"Ngg, lumayan suka kok~ tapi kalo es krimnya rasa negi, aku suka bangeeetttt, itu termasuk dalam makanan favoritku!" semua langsung ber-sweatdrop ria saat mendengar jawaban Miku, yaa kecuali Mikuo yang menyetujui perkataan Miku.

"Hmmm…kalau gitu kamu mau ikut aku sehabis pulang dari sini? Aku tahu café es krim yang paling enak disekitar sini lohh~~" ajak Kaito. Akhirnya Kaito mulai beraksi!

Gakupo, Len, dan Mikuo langsung bertepuk tangan kecil melihat keberanian Kaito, yang mengajak Miku. Mereka pun mulai bercie-cie ria kayak orang gila.

"Wah! Tentu dong mau~ Luki-kun ikut kannnn~~?" tanya Miku, langsung menatap Luki.

"Tentu saja ikut~! Semuanya juga pada ikut kaaaannn?" Luki langsung tersenyum ceria kearah teman-temannya. Teman-temannya hanya bisa sweatdrop mendengar ucapan Luki yang sangaaaaaatttttt tidak pekaitu. Gakupo, Len, dan Mikuo langsung melirik kearah Kaito. Mereka melihat sebuah asap putih keluar dari tubuh Kaito yang lagi cengo itu.

"GYAAAA! KAITOOOOOOO! JANGAN MATI DULUUUUUUUUUUU!" Mikuo, Len, dan Gakupo langsung heboh sendiri. Mereka menggoncang-goncangkan tubuh Kaito yang sudah kaku. Sedangkan Miku dan Luki hanya bisa melihat dengan heran keempat makhluk aneh didepannya yang sedang heboh gak jelas…

.

.

.

To Be Continued…


Author : Kenapa makin GaJe~~~~~ #nangisgulingguling

Kaito : Yee…lu yang nulis… =,="

Mikuo : Kenapa aku makin dinistakannnn DX

Author : Heheheh, sorry Mik…abis gue seneng ngeliat lu dinistakan! #langsungdihajarMikuo

Gakupo : Hahh…pada gak beres semua…udah deh, mewakilkan Author, maaf ya jika ceritanya makin garing dan makin gak pantes dibaca (?) tapi jangan lupa review yaaa? Buat silent reader gak apa-apa deh gak review…tapi kenapa kalian gak mau reviewww? Kumohon review lahhhh.. ;A; *mulainangisgulingguling

Len : Yee…dia juga ikut gak beres…udah deh, please REVIEW ya, Minna~~ lihat box dibawah dan ketikannlah sesuatu disitu, terserah kalian~~ hehehe, sampe ketemu di chapter selanjutnyaaaaaaa~~ *wink