Previous Chapter …

.

.

"Arraseo, arraseo… Aku mengaku salah padamu" Donghae memegang kedua bahu Eunhyuk dan membalikkan badan Eunhyuk agar menghadap dirinya. "Jadi, apa yang harus aku lakukan agar kekasihku yang manis ini tidak marah padaku, eum?" ucap Donghae manja pada Eunhyuk.

"Peluk aku" ucap Eunhyuk singkat.

Tak butuh waktu lama karena Donghae segera memeluk tubuh itu erat-erat sehingga membuat empunya—Eunhyuk memejamkan matanya karena merasakan nyaman dan hangat itu lagi setelah sekian lama tidak mendapatkannya dari kekasihnya ini.

.

.

.

.

.

~ New Year Eve ~

[Sekuel Jealous?]

.

By Mei Hyun15

.

Genre : Romance

Main Pair : HaeHyuk

Disclaimer :

Saya hanya meminjam nama mereka. Tapi fict ini milik saya dan murni hasil imajinasi saja.

Rate : T

Warn : BL, gaje, typo(s), abal, aneh dsb

.

.

Enjoy reading all ~ ^^

.

.

~ Chapter 2 ~

.

.

Kini mereka berdua duduk di salah satu bangku panjang yang ada disekitar taman tersebut. Masih dengan posisi berpelukan. Donghae yang duduk di bangku taman tersebut dengan Eunhyuk yang duduk di pangkuannya dan menyandarkan tubuhnya sepenuhnya pada Donghae.

Donghae mendekap tubuh Eunhyuk dari belakang dan Eunhyuk memeluk kedua lengan Donghae yang melingkar di perutnya dari depan. Saling berbagi kehangatan di tengah hawa dingin yang menerpa tubuh mereka berdua.

"Nyaman dan hangat sekali" gumam Eunhyuk dengan mata yang masih terpejam sejak tadi.

Donghae yang juga memejamkan matanya tersenyum kecil mendengar gumaman Eunhyuk tersebut. "Jeongmal saranghae nae Hyukkie…" gumam Donghae pelan sambil mengecup puncak kepala Eunhyuk.

"Nado saranghae Hae-ya…" sahut Eunhyuk sambil tersenyum.

"Sudah lama ya kita tidak seperti ini?" gumam Donghae lagi setelah melepaskan kecupannya di puncak kepala Eunhyuk.

"Nde. Terakhir kali seperti ini sekitar satu setengah bulan yang lalu… Waktu kita berdua berbaikan setelah kita berdua bertengkar tragis"

Donghae terkekeh mendengar jawaban Eunhyuk. "Apa maksudmu dengan kata tragis eoh?" Donghae mencubit kecil hidung Eunhyuk.

"Tentu saja tragis" Eunhyuk menolehkan kepalanya ke belakang untuk melihat wajah Donghae. "Saat kau memutuskanku waktu itu aku dalam keadaan demam. Dan kau sampai harus masuk rumah sakit gara-gara dengan keras kepalanya kau terus menungguku di depan rumah Leeteuk hyung di tengah hujan deras dengan keadaan tubuh lemah. Apa kau tak ingat?" ucap Eunhyuk dengan wajah serius.

Lagi-lagi Donghae terkekeh mendengarnya. "Tentu saja aku ingat baby… Aku tidak akan pernah melupakan kejadian itu karena aku tidak ingin merasakannya untuk yang kedua kalinya. Kau tahu? Rasanya sangat sakit saat aku harus berada jauh darimu dalam keadaan hubungan yang tidak baik. Saat itu aku benar-benar mengkhawatirkanmu yang sedang sakit. Apalagi aku tidak tahu keberadaanmu saat itu" kenang Donghae sambil tersenyum getir.

Eunhyuk yang melihat perubahan raut wajah Donghae segera membalikkan badannya dan memeluk erat tubuh namjachingunya itu. Membawanya ke dalam dekapan hangatnya. Membawa kepala Donghae bersandar pada dadanya dan mengecupnya lembut.

"Mianhae… Aku tidak bermaksud untuk—"

"Sssttt… Itu bukan salahmu baby… Itu semua salahku yang terlalu cemburu padamu" Donghae mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Eunhyuk. "Akulah yang seharusnya minta maaf padamu. Bahkan sekarang kita jadi semakin jarang bertemu gara-gara jadwalku yang semakin padat. Jangankan bertemu, meneleponmu saja jarang bisa kulakukan. Belum lagi saat ini ada projek SM yang terbaru—SM The Performance—yang harus aku ikuti. Jadwalku jadi semakin bertambah padat" Donghae membelai lembut kedua pipi Eunhyuk. "Jeongmal mianhae Hyukkie… Aku—"

"Sssttt… Jangan bilang begitu" Eunhyuk segera menempelkan jari telunjuknya pada bibir namjachingunya itu sebelum namjachingunya itu melanjutkan ucapannya.

Ia benar-benar sedih mendengar Donghae berkata seperti itu. Ia juga terharu, karena dari kata-katanya, dimana pun Donghae berada dan bagaimana pun keadaannya, Donghae pasti memikirkan dirinya. Ia sudah tidak sanggup mendengar kalimat yang akan Donghae ucapkan lagi setelah semua kalimat yang diucapkan barusan. Ia benar-benar tidak tega dengan kekasihnya yang merasa bersalah sampai sedalam itu.

"Dengar Hae" Eunhyuk memegang kedua tangan Donghae yang masih setia membelai lembut kedua pipinya. "Jangan merasa bersalah seperti itu. Itu bukan salahmu. Dan ini semua bukan salah siapa pun karena memang seperti itulah pekerjaanmu sebagai artis, apalagi sekarang Super Junior sudah terkenal hingga mancanegara" Eunhyuk menatap dalam kedua manik mata Donghae sambil tersenyum lembut.

"Aku sangat mengerti dengan profesimu, Hae. Jangan khawatir… Aku tidak apa-apa. Asalkan hubungan kita tetap baik seperti ini dan kita tetap bisa saling berhubungan walau lewat telepon atau email sekalipun, aku tidak keberatan. Aku akan terus mendukungmu. Percayalah" Eunhyuk menangkup kedua pipi Donghae dengan kedua tangannya dan membelainya dengan lembut hingga Donghae memejamkan matanya karena perasaan nyaman dan hangat yang melingkupi hati dan perasaannya.

"Hyukkie… Aku benar-benar berterima kasih pada Tuhan karena sudah mempertemukanku dengan malaikat baik hati dan manis sepertimu. Jeongmal saranghae" Donghae mencium kening Eunhyuk cukup lama dengan kedua mata yang terpejam erat.

Begitu pun dengan Eunhyuk. Ia memejamkan matanya begitu erat. Merasakan kasih sayang yang Donghae salurkan lewat kecupan lembut di keningnya tersebut. "Nado Hae… Nado saranghae" gumamnya.

Setelah kecupan itu, mereka berdua kembali berpelukan dengan posisi yang sama dengan posisi pelukan mereka tadi.

"Hae…" panggil Eunhyuk pelan.

"Hm…" gumam Donghae menyahuti.

"Tahun baru nanti… emm…kita—"

"Ah… Hyukkie… itu…" potong Donghae.

"Nde?"

"Maafkan aku" Donghae mengecup puncak kepala Eunhyuk berkali-kali.

"Hng? Minta maaf untuk apa?" tanya Eunhyuk tak mengerti sambil menolehkan kepalanya untuk menatap wajah Donghae.

"Tahun baru ini kita tidak bisa melewatinya berdua… Sama seperti natal kemarin. Maafkan aku" ucap Donghae lirih.

"Kau punya jadwal saat tahun baru nanti?" tanya Eunhyuk hati-hati.

Donghae menganggukkan kepalanya pelan. "Tahun baru nanti kami akan ke China untuk mempromosikan album China kami. Karena itu aku—"

"Sssttt… Sudahlah… Berhentilah meminta maaf seperti itu. Aku bisa memakluminya. Jangan khawatir" Eunhyuk mengelus lembut pipi kiri Donghae dengan tangan kanannya sambil tersenyum lembut pada Donghae.

"Tapi Hyukkie—"

"Gwenchana… Kalau begitu aku akan merayakannya bersama Leeteuk hyung, Heechul hyung, Yesung hyung, Kangin hyung, Sungmin hyung dan Kibummie. Apalagi itu bertepatan dengan ulang tahun Sungmin hyung. Yah… memang sayang sekali kalau kalian tidak bersama kami. Suasananya jadi kurang ramai kalau kalian tidak ada" ucap Eunhyuk seceria mungkin agar namjachingunya itu berhenti menyalahkan dirinya sendiri dan berhenti meminta maaf padanya.

Donghae hanya bisa tersenyum getir mendengarnya. Ia tahu kalau namjachingu manisnya ini sedang menutupi perasaan kecewanya dengan nada bicara yang dibuat-buat seceria mungkin.

"Maaf…" ucap Donghae lagi sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Eunhyuk. "Aku—"

"Hei! Kemana perginya namjachinguku yang ceria, penuh semangat dan sangat narsis itu? Kenapa yang ada dihadapanku sekarang ini adalah seorang namja yang tak bersemangat dan selalu menyalahkan dirinya sendiri bahkan berkali-kali meminta maaf padaku?" ujar Eunhyuk agak keras. "Padahal itu semua bukan salahnya" Eunhyuk membelai lembut kepala Donghae dan tersenyum padanya.

"Ayo semangat Hae! Bukankah sebentar lagi kau akan perform bersama sub grup barumu? Kenapa malah menjadi lemas seperti ini? Hm?" Eunhyuk menangkup kedua pipi Donghae dengan kedua tangannya dan mencium lembut pipi kiri Donghae.

"Hehehe… Itu ciuman penyemangat untukmu dariku" Eunhyuk terkekeh, memperlihatkan gummy smile-nya yang menurut Donghae sangat manis itu. "Jangan seperti ini… Kau jadi tidak seperti Donghae-ku yang biasanya. Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri dan berhentilah meminta maaf padaku, karena itu semua bukan salahmu. Arraseo?" Eunhyuk menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya sambil mengerucutkan bibirnya yang membuatnya makin terlihat imut dan menggemaskan.

Donghae yang melihatnya perlahan mengembangkan senyuman manis nan mempesonanya dan mencubit pelan kedua pipi Eunhyuk yang lumayan berisi itu. "Hei… Jangan bertingkah seperti itu. Sadarlah dengan umurmu baby"

"Yaa~ Appo~ Kau ini selalu saja menyiksaku dengan mencubit kedua pipiku seperti ini" lagi-lagi Eunhyuk mempoutkan bibirnya.

Dan kesempatan itu tidak disia-siakan oleh seorang Lee Donghae. Ia segera menyambar bibir kekasihnya itu.

Chu~

"Berhentilah bertingkah seperti itu atau aku akan—"

"Yaaa~~! Dasar mesuuumm~~!" teriak Eunhyuk yang hanya dibalas tertawaan oleh Donghae.

Eunhyuk pun ikut tertawa saat menyadari namjachingunya itu sudah kembali ceria seperti biasanya.

Namun tiba-tiba…

Drrttt, drrrttt, ddrrrttt

"Ah! Sebentar chagi. Ada panggilan masuk di ponselku" ucap Donghae sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.

Pip!

"Yeoboseyo"

"…"

"Nde? Aku sedang berada di taman di dekat gedung. Wae?"

"…"

"Ah… Nde… Baiklah"

Pip!

"Siapa Hae?" tanya Eunhyuk yang kini sudah duduk manis disamping Donghae.

"Yunho… Dia bilang aku harus segera ke backstage karena 15 menit lagi kami akan tampil" jawab Donghae dengan raut wajah lemas. "Maaf…" ucapnya lagi sambil menangkup kedua pipi putih Eunhyuk dan menatapnya dalam.

"Kenapa meminta maaf? Hei! Ayo semangat!" Eunhyuk mengguncang-guncangkan pelan bahu Donghae.

"Maaf… kita harus berpisah lagi… Padahal aku masih sangat merindukanmu Hyukkie…" Donghae kembali merengkuh tubuh Eunhyuk ke dalam pelukannya sambil menciumi puncak kepala Eunhyuk berkali-kali.

"Arraseo… Aku juga… Tapi kau harus tampil" Eunhyuk berusaha memberi pengertian sambil terkekeh pelan.

"Hmm… Tapi aku belum tahu kapan kita bisa seperti ini lagi" Donghae makin mengeratkan pelukannya pada tubuh Eunhyuk.

"Kau benar… Tapi kau harus melakukan ini" Eunhyuk mengelus lembut punggung namjachingunya itu.

"Hmm… Arraseo" Donghae melepaskan pelukannya. "Aku pasti akan sangat merindukanmu Eunhyukkie, apalagi setelah ini aku ada jadwal ke China, aku—"

"Arraseo… Aku juga" lagi-lagi Eunhyuk hanya bisa tersenyum maklum. "Fighting! Semoga berhasil!" ucap Eunhyuk sambil merapikan jas yang Donghae kenakan.

"Hmm… Fighting!" sahut Donghae sambil tersenyum. "Emm… Hyukkie… tapi… sebelum aku tampil… aku ingin…" Donghae melirik Eunhyuk sekilas, penuh keraguan.

"Arraseo" Eunhyuk mengangguk mengerti. "Lakukan saja" ucapnya sambil tersenyum.

Dan tanpa membuang banyak waktu lagi, kedua bibir itu kembali bertautan lembut. Saling menyesap, tanpa nafsu sedikitpun. Hanya menyalurkan perasaan cinta dan rindu yang menyesakkan dalam diri masing-masing. Hingga tepukan lembut dari Eunhyuk pada dada bidang Donghae menghentikan aktifitas manis nan romantis tersebut.

"Hae… Sudah waktunya. Kau ini selalu saja mesum seperti biasa" Eunhyuk mempoutkan bibirnya sambil mengusap pelan dada bidang Donghae.

Donghae yang mendengarnya hanya terkekeh pelan. "Kita kan sudah terlalu lama tidak melakukannya chagi" Donghae mengusap rambut Eunhyuk penuh sayang sambil tersenyum tanpa dosa.

"Ya sudah… Cepat sana pergi! Yunho dan yang lainnya pasti sudah cukup lama menunggumu disana" Eunhyuk mendorong pelan dada Donghae.

"Ya~ Kau mengusirku eoh?" ucap Donghae dengan nada yang dibuat-buat marah.

"Hae~~" rajuk Eunhyuk.

"Aish… Ne… Arraseo, arraseo" Donghae mengangkat kedua tangannya ke atas. "Baiklah… aku pergi dulu ne? Doakan aku"

"Hmm… Aku akan mendukungmu dari kursi penonton. Kau harus tampil maksimal untuk perform-mu ini" Eunhyuk merapikan rambut dan pakaian yang Donghae kenakan. "Fighting!"

"Nde… Fighting!"

Setelah mengecup singkat bibir kissable Eunhyuk untuk yang kesekian kalinya, Donghae pun meninggalkan Eunhyuk sendirian di taman tersebut.

'Semoga kau berhasil chagi. Aku selalu mendoakanmu dan mendukungmu' batin Eunhyuk dalam hati sambil menatap punggung tegap Donghae yang perlahan menjauhinya dan menghilang di balik tikungan jalan di taman tersebut.

.

.

Sementara itu, kepanikan terjadi di tempat lain…

"Aigoo~ kemana perginya anak itu?" desah Heechul.

"Hhh… Padahal tadi aku melihatnya duduk disini" Siwon menunjuk kursi yang dimaksudnya.

"Kau sudah menghubunginya chagi?" tanya Yesung pada Ryeowook.

Ryeowook menggeleng pelan. "Ponselnya tidak aktif"

Ya… Seluruh anggota Super Junior—minus Donghae tentunya—beserta namjachingu masing-masing tengah kebingungan mencari sosok Eunhyuk yang tiba-tiba menghilang dari ruangan yang mereka tempati sekarang.

Namun tanpa mereka sadari, sosok yang sedang mereka cari itu sudah berada di dekat mereka dan mematung bingung di depan pintu ruangan yang terbuka lebar.

"Kalian sedang apa?" tanyanya polos dengan wajah imut yang menggemaskan.

"Kyaaa~~ Hyukkie~~ Kau dari mana saja?" Sungmin yang pertama kali menyadari, langsung berlari ke arah Eunhyuk dan memeluknya. "Kau tahu? Kami begitu mengkhawatirkanmu" ucapnya sambil melepas pelukannya.

Setelah menyadarinya, semua yang berada di ruangan tersebut mengerubung mengelilingi Eunhyuk dengan wajah lega.

"Haahh… Akhirnya…" desah Kibum lega.

"Huh?" Eunhyuk menatap semuanya dengan pandangan bingung. "Aku hanya pergi keluar sebentar" ucap Eunhyuk sambil melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. "Kenapa kalian mengkhawatirkanku?" tanyanya polos.

"Aigoo~ Kau ini~" Heechul mencubit pipi kiri Eunhyuk gemas. "Kau keluar tidak memberitahu seorang pun dari kami. Ponselmu juga tidak aktif. Bagaimana bisa kami tidak khawatir padamu eoh?"

Eunhyuk mengusap tengkuknya sambil memperlihatkan cengirannya. "Emm… Mianhae… Ponselku mati, aku lupa men-charge-nya"

"Aish… Kau ini… Selalu saja seperti itu" desah Yesung.

"Lalu, kau pergi ke mana tadi?" tanya Sungmin dengan pandangan menyelidik.

"Aku pergi ke taman di dekat sini hyung" ucap Eunhyuk sambil tersenyum.

"Mwo? Untuk apa hyung kesana? Bukankah cuaca hari ini sangat dingin? Kalau kau sakit bagaimana hyung?" ucap Henry khawatir.

"Tenang saja Henry-ah… Aku tidak akan sakit… Karena aku…" Eunhyuk menghentikan ucapannya sambil melirik teman-temannya satu persatu.

"Karena?" tanya Kyuhyun tak sabar.

"Ayo cepat katakan pada kami! Kau pergi dengan siapa hyung? Kau tak mungkin kesana seorang diri kan? Aku sangat mengerti sifatmu?" kini giliran Kibum yang mendesaknya.

"Emm… Itu… Aku…" Eunhyuk menundukkan wajahnya dalam-dalam. Berusaha untuk menyembunyikan semburat merah yang mulai menghiasi pipinya karena mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.

"Ah! Aku tahu!" Kyuhyun tiba-tiba menjentikkan jarinya. "Pasti—"

"Aigoo~~" serempak mereka semua setelah mengerti apa yang Kyuhyun maksud.

"Ayo ceritakan padaku! Apa saja yang kalian berdua lakukan disana?" tanya Heechul sambil tersenyum jahil.

"Aniya… Kami hanya bertemu dan… emm… berpelukan saja" jawab Eunhyuk malu-malu dengan wajah yang telah memerah sempurna karena malu.

"Hyung… Bilang saja kau melakukan yang lebih dari itu. Aku sangat tahu Hae hyung itu seperti apa" ucap Kyuhyun frontal dengan evil smirk-nya.

"Iya, iya. Lihat! Bibirmu merah sekali!" celetuk Heechul. "Kalian berdua pasti melakukan—"

"Ya! Ya! Apa yang kalian bicarakan? Kami berdua tidak seperti itu" jerit Eunhyuk kesal sambil meremas-remas bagian bawah jaket tebal yang dikenakannya.

"Tapi itu—"

"Sudah kubilang tidak!" potong Eunhyuk kesal. "Hentikan! Jangan menggodaku!" Eunhyuk berjalan ke dalam ruangan tersebut dan mengambil tasnya yang tergeletak di pojok ruangan tersebut.

"Kau mau kemana Hyukkie?" tanya Hankyung heran.

"Aku mau mendukung namjachinguku. Sebentar lagi dia akan perform. Kalau kalian tidak mau ikut, ya sudah" jawab Eunhyuk cuek dengan wajah yang masih memerah.

"Aigoo~ kami lupa!" Heechul menepuk dahinya. "Ayo semua! Kita bersiap-siap—YA~! Lee Eunhyuk! Tunggu kami!" jerit Heechul pada sosok Eunhyuk yang sudah berjalan keluar dari ruangan tersebut.

.

.

"Jadi kau sudah mengatakannya pada Hyukkie?" tanya Hankyung pada Donghae.

Kini mereka sudah berada di dorm mereka. Mereka pulang setelah acara tersebut resmi ditutup.

Dan untuk kali ini tidak ada seorang pun dari namjachingu mereka yang menginap di dorm, karena besok pagi-pagi sekali mereka akan berangkat ke China untuk jadwal akhir tahun mereka disana.

"Hmm" angguk Donghae sambil memejamkan matanya. Tampak sekali dari wajahnya bahwa namja tersebut benar-benar merasa lelah hari ini.

"Kenapa?" tanya Hankyung.

"Tentu saja aku mengatakannya hyung. Kenapa aku tidak boleh mengatakannya? Bukankah itu memang kenyataannya?" tanya Donghae balik.

"Hufth…" desah Hankyung sejenak. "Begini Hae, kita memang ada jadwal di China saat malam pergantian tahun nanti. Tapi setelah perform, kita akan langsung kembali ke Korea. Aku yang memintanya pada manager hyung, agar kita bisa berkumpul bersama namjachingu kita masing-masing saat tahun baru nanti" jelas Hankyung.

"Mwo? Kenapa baru mengatakannya sekarang?" Donghae terperanjat kaget. "Kalau aku mengetahui hal ini sejak awal, aku pasti akan menyusun rencana tahun baruku dengan Hyukkie" desahnya menyesal.

"Haahh… Kau ini… Tadi sebelum kita tampil, aku sempat memberitahukan hal ini pada kalian semua. Kau saja yang tidak mendengar ucapanku karena asyik melamun" sindir Hankyung sambil tersenyum aneh. 'Aku tahu kau memikirkan Hyukkie tadi. Hahaha' tawa Hankyung dalam hati.

Donghae hanya menundukkan wajahnya dalam-dalam sambil memainkan jemarinya. "Hmm… hyung… Bagaimana itu bisa terjadi?" tanya Donghae penasaran. "Bukankah biasanya tidak seperti itu?"

"Hmm… Aku sengaja memintanya dari manager hyung karena Kyuhyun berulangkali memohon padaku dan manager hyung agar bisa pulang ke Korea secepatnya karena ingin merayakan ulang tahun Sungmin" jelas Hankyung lagi.

"Hmm… Tapi bagaimana ini? Hyukkie pasti sudah terlanjur membuat rencana akhir tahun dengan namjachingumu dan juga namjachingu member lainnya" gumam Donghae. "Emm… Tunggu! Apa mereka juga tahu tentang hal ini?" tanya Donghae tiba-tiba.

"Ne. Tentu saja" sahut Hankyung.

"Lalu kenapa sepertinya Hyukkie-ku tidak tahu?" tanya Donghae dengan raut wajah bingung.

"Dia melamun waktu aku membahasnya. Sama sepertimu. Hahaha…" ledek Hankyung sambil tertawa lepas. "Kalian benar-benar serasi" lanjutnya.

"Hyung… Aku anggap itu sebagai pujian untuk kami" sahut Donghae dengan wajah yang merengut lucu menurut Hankyung.

"Hmm… Bagaimana kalau kau membuat kejutan untuknya? Aku dan member lain akan membohonginya dengan mengatakan kalau kau ada jadwal untuk SM The Performance. Bagaimana?" tawar Hankyung pada Donghae.

Setelah menimbang-nimbang untuk beberapa saat, akhirnya Donghae mengangguk setuju. "Baiklah hyung… Untuk masalah yang itu, kuserahkan padamu. Rencana lainnya akan menyusul dan akan segera kuberitahukan secepatnya padamu. Aku memohon bantuanmu untuk kali ini hyung" pinta Donghae dengan mata berbinar senang.

"Ne… Aku akan berusaha sebaik mungkin" Hankyung tersenyum sambil mengacak pelan rambut dongsaengnya itu.

"Jeongmal gomawo hyung" ucap Donghae sambil tersenyum senang.

"Nde… Cheonma Hae-ah" balas Hankyung dengan senyuman yang terukir di wajah tampannya.

.

.

.

.

.

.

.

Hollaww~~

Saya balik lagi~~

Mianhae baru bisa update lagi,

Maklum…

Saya siswa kelas 3 yang sebentar lagi akan menempuh UN

Mohon doanya supaya saya bisa lulus dengan nilai yang memuaskan ya readers ;)

.

Emm… Niatnya sih saya mau buat HaeHyuk moment yang manis…

Ini udah manis belum ya? *mikir*

Mianhae kalo jelek, aneh dan sweetnya gagal

Saya emang ga pinter bikin yang beginian TT *pundung dipojokan*

.

Oke! Ini balasan untuk yang sudah mereview di chap sebelumnya ^^

nurul . p . putri : Iya… Ini udah lanjut. Semoga suka ^^

MingMin : Ah… Jinja? Terima kasih *bow* Ini sudah lanjut. semoga suka ^^

anchofishy : Ini udah lanjut. Semoga suka ^^ Ini momentnya udah banyak belum ya? Hehehe :p

kim kinan : Mianhae lama updatenya *bow* Semoga suka ^^

lyndaariezz : Ini udah lanjut. Semoga suka ^^ Ini kira-kira udah lebih banyak dari yang sebelumnya ga ya? Hehehe :p

biancaaa : Terima kasih *bow* Ini udah lanjut. Semoga suka ^^

shizu indah : Ini udah lanjut. Semoga suka ^^

.

Terima kasih banyak untuk yang sudah meninggalkan review, mem-follow dan mem-favorite fict ini ^^

Terima kasih juga untuk SiDers yang sudah membaca fict ini ^^

.

Bagaimana dengan chap ini?

Yang mau lanjut,

Review pleaseee~~

GamshaHAE

.

-Mei Hyun-