… Previous Chapter …
.
.
"Ne… Aku akan berusaha sebaik mungkin" Hankyung tersenyum sambil mengacak pelan rambut dongsaengnya itu.
"Jeongmal gomawo hyung" ucap Donghae sambil tersenyum senang.
"Nde… Cheonma Hae-ah" balas Hankyung dengan senyuman yang terukir di wajah tampannya.
.
.
.
.
.
~ New Year Eve ~
[Sekuel Jealous?]
.
By Mei Hyun15
.
Genre : Romance
Main Pair : HaeHyuk
Disclaimer :
Saya hanya meminjam nama mereka. Tapi fict ini milik saya dan murni hasil imajinasi saja.
Rate : T
Warn : BL, gaje, typo(s), abal, aneh dsb
.
.
Enjoy reading all ~ ^^
.
.
~ Chapter 3 ~
.
.
"Hyukkie"
Seorang namja manis tersentak kaget begitu namanya dipanggil oleh seseorang.
"Kenapa terkejut? Kau sedang melamun ya?" Seorang namja yang tak kalah manisnya dari Eunhyuk menatap Eunhyuk dengan pandangan menyelidik.
"Ah… Ani Sungmin hyung. Aku hanya sedang melihat awan yang berarak di langit. Indah kan? Langitnya sangat cerah… Biru…" gumam Eunhyuk sambil mendongakkan wajahnya menatap langit.
"Nde… Kau benar" Sungmin menganggukkan kepalanya lalu ikut mendongakkan wajahnya—menatap langit. "Tapi sepertinya kau punya sedikit masalah. Kau tahu? Aku memperhatikan arah pandanganmu tadi. Tapi sepertinya kau tak fokus dengan apa yang tengah kau pandangi" gumam Sungmin sambil menumpu dagunya dengan kedua tangannya.
"Nde… Kau benar hyung. Kau selalu saja bisa mengetahuiku dengan baik" Eunhyuk tersenyum memamerkan gummy smile miliknya yang menambah kadar kemanisan wajah itu.
"Mau menceritakannya padaku? Siapa tahu saja aku bisa membantumu" tawar Sungmin sambil menatap wajah Eunhyuk yang masih sibuk memandangi langit.
"Aku… Sangat merindukannya hyung"
Dan satu kalimat itu cukup membuat Sungmin mengerti tentang apa yang tengah dirasakan oleh Eunhyuk yang telah dianggapnya seperti adik kandungnya sendiri ini.
"Hmm… Dia sangat sibuk" sahut Sungmin. "Tapi dia sangat mencintaimu" ucap Sungmin sambil tersenyum.
"Ne hyung… Aku tahu itu… Aku juga sangat mencintainya" Eunhyuk pun ikut tersenyum sambil menolehkan kepalanya dan menatap Sungmin yang masih tersenyum lembut padanya.
"Tahun baru nanti kan kita bisa—"
"Tidak bisa hyung" potong Eunhyuk lirih.
"Eh? Wae?" Sungmin mengernyitkan dahinya—tak mengerti.
"Bukankah namjachingu kita punya jadwal di China akhir tahun nanti?"
"Nde Hyukkie… Kau benar… Tapi—"
"Ah… Tak apa hyung. Kita masih bisa merayakannya bersama Heechul hyung, Yesung hyung dan Kibummie. Iya kan hyung?" ucap Eunhyuk dengan nada se-riang mungkin.
"Tapi Hyukkie… Mereka—"
Drrrtt,, drrtt, drrttt
"Ah! Mianhae. Aku ada telepon" ucap Sungmin saat merogoh saku jaket yang dikenakannya.
Eunhyuk hanya mengangguk paham dan menyuruh Sungmin untuk menelepon di tempat yang agak jauh agar tidak terganggu oleh keberadaannya.
"Yeoboseyo Kyuhyunnie" sapa Sungmin kepada si penelepon yang tidak lain adalah namjachingunya sendiri.
"Yeoboseyo chagi. Kau dimana?" tanya Kyuhyun dari seberang.
"Eng… aku sedang bersama Hyukkie. Wae?"
"Aku hanya ingin memberitahumu suatu hal"
"Mwo?"
"Mm… Begini chagi. Tolong jangan beritahu Hyukkie hyung kalau kami akan pulang dalam waktu dekat" pinta Kyuhyun.
"Eh? Wae?" kaget Sungmin. "Mana bisa begitu? Kau tahu? Dia sangat merindukan pangeran ikannya. Kau ini tega sekali padanya!" marah Sungmin pada Kyuhyun.
"Haahh…" terdengar suara desahan nafas Kyuhyun. "Chagi… Justru aku sedang membantu mereka"
"Membantu? Membantu apa?" tanya Sungmin sambil mengernyitkan dahinya.
"Begini chagi, Hae hyung ingin membuat kejutan untuk Hyukkie hyung. Makanya, tolong penuhi permintaanku ini" mohon Kyuhyun.
"Hmm… Arraseo" angguk Sungmin. "Emm… Tapi… Memangnya apa yang Hae siapkan untuk Hyukkie? Aku jadi penasaran"
"Molla… Hankyung hyung hanya berpesan seperti itu, dan aku sudah menghubungi Heechul hyung, Yesung hyung dan Kibum hyung untuk menjalankan rencana ini"
Sungmin menggembungkan kedua pipinya karena tidak mendapatkan jawaban yang diinginkannya. "Kau payah Kyu… Seharusnya kau tanyakan hal itu pada Hae supaya aku bisa berimprovisasi dengan rencananya ini"
"Sudahlah chagi… Berhenti mengurusi urusan orang lain. Biarkan mereka berkembang dengan sendirinya" nasehat Kyuhyun.
"Ne… Arraseo, arraseo… Jadi, kapan kalian akan kembali? Biar nanti kami menjemput kalian"
"Gwenchana chagi… Jangan pikirkan kami. Kalau kami sudah selesai, kami akan segera pulang ke Korea. Nikmati saja tahun barumu disana bersama hyungdeul disana. Arra?"
"Hmm…" sahut Sungmin malas.
"Kau marah padaku?" tanya Kyuhyun.
"Tentu saja… Kau itu menyebalkan! Natal pergi, tahun baru juga—Haahh…" desah Sungmin sambil menundukkan wajahnya.
"Mianhae chagi… Karena pekerjaan ini aku jadi—"
"Arraseo Kyu… Aku hanya bercanda" kikik Sungmin sambil menahan tawanya.
"Kau ini… awas saja kalau aku kembali. Aku akan mengurungmu di—"
"YAH! Dasar evil mesum!" jerit Sungmin sambil mempoutkan bibirnya.
"Hahaha…" tawa Kyuhyun di sebrang sana. "Baiklah chagi, kita lanjutkan jika kami sudah tiba di Seoul. Aku harus rehearsal untuk penampilan nanti malam. Saranghae Cho Sungmin"
"Ne… Nado Kyu. Selamat berlatih. Semoga sukses untuk penampilan kalian nanti malam"
"Ne. Gomawo chagi" ucap Kyuhyun sebelum memutuskan sambungan telepon mereka berdua.
"Haahh…" Sungmin menghela nafasnya sejenak sebelum ia melangkahkan kakinya menuju tempat Eunhyuk berada.
"Ada apa hyung? Sepertinya tadi aku mendengarmu berteriak" tanya Eunhyuk dengan wajah penasaran.
"Haahh… Seperti biasa Hyukkie. Evil pabbo itu benar-benar menyebalkan!" gerutu Sungmin sambil menggembungkan pipinya.
Eunhyuk mengerutkan keningnya tak mengerti.
Sungmin yang mengerti kepolosan Eunhyuk hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. "Seperti biasa Hyukkie… Di-a me-sum!" jelas Sungmin sambil mempoutkan bibirnya.
"Hahaha… Dasar! Kalian ini…" tawa Eunhyuk sambil menggelengkan kepalanya pelan. "Kajja hyung! ucap Eunhyuk sambil bangkit dari posisi duduknya.
"Mwo? Kemana?" tanya Sungmin tak mengerti.
"Sudahlah… Ikut saja" Eunhyuk segera menarik tangan Sungmin dan bergegas pergi dari tempat tersebut.
.
.
"Mwo? Kenapa kau mengajakku kemari?" tanya Sungmin heran sambil melihat keadaan yang ada di sekitarnya. "Untuk apa kita ke cafe milik Heechul hyung?" tanya Sungmin pada Eunhyuk yang telah berdiri disampingnya.
"Sekarang giliran kita hyung" sahut Eunhyuk sambil menarik tangan Sungmin agar Sungmin mengikuti langkahnya menuju pintu ruangan cafe tersebut.
"Ya! Ya! Apa-apaan ini? Apa maksudmu dengan giliran kita? Kenapa harus kita? Memangnya Heechul hyung dan pegawai-pegawainya dimana?" tanya Sungmin sambil melepaskan tangannya yang ditarik paksa oleh Eunhyuk.
"Sekarang giliran kita yang menjaga cafe ini karena Yesung hyung dan Kibummie sudah berada disini sejak pagi tadi" jawab Eunhyuk sambil meneruskan langkahnya ke arah pintu cafe tersebut.
"Lalu kenapa harus kita? Heechul hyung—"
"Heechul hyung sedang ada urusan penting, sedangkan pegawai-pegawai Heechul hyung semuanya sedang ijin tidak masuk kerja. Yang 2 sakit, satu tidak bekerja karena mengurusi ayahnya yang sedang sakit, dan 2 orang lagi ijin karena ingin fokus belajar sebelum mengikuti ujian di universitas masing-masing" jelas Eunhyuk sambil membuka pintu ruangan cafe tersebut.
"Annyeong~" sapa seseorang dari balik meja kasir.
"Ah... Yesung hyung... Annyeong" balas Eunhyuk sambil menyunggingkan gummy smile manis miliknya.
"Ah... Ternyata kau bersama Sungminnie"
"Nde" angguk Eunhyuk pelan. "Dimana Kibummie?" tanya Eunhyuk sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan cafe.
"Dia sedang mengganti pakaiannya di ruang ganti. Sebentar lagi dia akan keluar" sahut Yesung sambil merapikan meja kasir yang terlihat sedikit berantakan karena daftar-daftar menu yang tidak tertata rapi di atas meja kasir tersebut.
"Hei hyung, memangnya Heechul hyung itu ada urusan apa? Kenapa dia malah mempekerjakan kita seperti ini? Bukankah kalau dia tidak ada lebih baik cafe ini ditutup saja untuk sementara waktu?" protes Sungmin sambil mempoutkan bibirnya.
"Yah! Sungmin hyung! Kau ini pabbo atau bagaimana? Justru saat ini adalah saat yang sangat tepat untuk membuka cafe. Kau tentu ingat kan hari ini hari apa? Keuntungan akan berlimpah sepanjang hari ini" sahut Kibum yang baru saja keluar dari ruang ganti.
"Iya... Aku tahu kalau hari ini adalah hari terakhir di tahun ini dan kita bisa mendapat untung jika membuka cafe di hari ini sepanjang hari. Tapi apa kita harus terus menjaga cafe ini sepanjang hari sampai malam pergantian tahun nanti? Hey! Bahkan besok adalah hari kelahiran—"
"Ck! Kau ini cerewet sekali hyung! Sudahlah... Pokoknya kau dan Eunhyuk hyung harus menjaga cafe ini sebelum Heechul hyung kembali" Kibum mengibaskan tangannya di depan Sungmin. "Kajja Yesung hyung! Kita pergi sekarang" ajak Kibum pada Yesung yang baru saja selesai merapikan meja kasir.
"Memangnya kalian mau pergi kemana?" tanya Eunhyuk.
"Aku mau mengirim kado tahun baru untuk keluargaku yang tinggal di Amerika" jawab Kibum. "Dan Yesung hyung katanya harus pulang sebentar karena sejak tadi ummanya menelepon" lanjut Kibum lagi dengan wajah datar khas-nya.
"Tapi Bummie, bagaimana dengan perayaan tahun baru kita?" tanya Sungmin yang membuat Kibum dan Yesung tiba-tiba terdiam kaku.
"Eum... Molla" Kibum dan Yesung menggendikkan bahunya setelah mata mereka bertemu pandang sesaat. "Mungkin kita akan melewatkannya disini sambil bekerja" lanjut Kibum kemudian.
"Ya! Tapi kan malam nanti adalah malam pergantian tahun sekaligus malam u—"
"Sudah ya hyung... Kami sedang terburu-buru. Annyeong" potong Kibum sebelum Sungmin menyelesaikan ucapannya.
Kibum dan Yesung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan cafe milik Heechul tersebut, menyisakan Eunhyuk dengan wajah polosnya dan Sungmin yang kini tengah mengumpat-umpat kesal sambil menghentak-hentakkan kakinya.
.
.
"Pffttt~ Hahahaha~" gelak Kibum dan Yesung bersamaan.
Mereka berdua kini sedang berada di dalam mobil Yesung dan mereka sedang dalam perjalanan menuju dorm Super Junior.
"Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Yesung pada Kibum.
"Hmm... Mungkin nanti kita membantu Heechul hyung menghias ruang tengah dan menata piring dan sendok di dapur. Kurasa Heechul hyung sudah membuat cake perayaan tahun baru sekaligus cake perayaan ulang tahun Sungmin hyung" sahut Kibum sambil memainkan ponselnya.
"Lalu masakan untuk perayaan tahun barunya bagaimana? Sayang sekali Wookkie chagi-ku sedang pergi. Padahal aku merindukan masakan lezatnya itu" ucap Yesung tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari jalanan yang ada di hadapannya.
"Entahlah... Mungkin nanti kita bisa membantunya untuk memasak walau hanya sekedar mencuci, mengupas dan memotong saja. Lagipula disana juga ada Leeteuk hyung dan Kangin hyung"
"Eoh? Mereka datang?"
"Ne" angguk Kibum. "Makanya Heechul hyung berani membuat kejutan untuk Sungmin hyung dan Eunhyuk hyung. Kalau kita kekurangan orang, mana mungkin Heechul hyung mau" sahut Kibum.
"Eoh? Kenapa bisa begitu?" tanya Yesung sampai mengernyitkan dahinya.
"Yak! Hyung! Kau ini bodoh atau bagaimana? Kalau kita kekurangan orang, tentu saja tingkat keberhasilan kita membuat kejutan akan sangat rendah. Kau pikir apa yang bisa dilakukan oleh 3 orang dalam membuat kejutan untuk 2 orang sekaligus?" Kibum menolehkan kepalanya untuk menatap Yesung.
"Tentu saja akan melakukan apa yang biasa orang lakukan untuk membuat kejutan. Membohongi orang yang ingin diberi kejutan, mendekor ruangan, membeli kue dan makanan lainnya, lalu—"
"Dasar hyung pabbo! Kalau hanya ada 3 orang, mungkin akan memungkinkan jika yang membohongi mereka hanya satu orang. Tapi untuk menyiapkan ruangan dan makanan tempat kejutan itu akan berlangsung? Memangnya dua orang cukup? Ck..." decak Kibum sambil memfokuskan dirinya lagi pada ponsel yang ada di genggaman tangannya. "Apalagi yang merayakannya nanti lebih dari 10 orang, memangnya kau sanggup menyiapkan makanan itu hanya berdua saja hyung?" lanjut Kibum lagi.
"Ah... Iya... Kau benar" sahut Yesung sambil tersenyum kecil menyadari kebodohannya.
Kibum hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan mendengar gumaman Yesung, lalu sibuk dengan game di ponselnya lagi.
.
.
"Bagaimana? Kalian berhasil eoh?" tanya Heechul saat Yesung dan Kibum baru saja memasuki dorm idol group terkenal itu.
"Ne... Bahkan aku memotong ucapan Sungmin hyung 2 kali" sahut Kibum.
"Maksudmu?" tanya Leeteuk tak mengerti.
"Saat Sungmin hyung protes dan akan mengucapkan bahwa besok adalah hari ulang tahunnya, aku langsung memotong ucapannya" Kibum terkekeh pelan mengingat caranya tadi memotong ucapan Sungmin.
"Baguslah kalau begitu. Aku yakin sekali kalau dia saat ini pasti sedang mengumpat-umpat dalam hatinya sambil bekerja" Heechul menampilkan evil smirknya ketika membayangkan bagaimana keadaan Sungmin saat ini. "Lalu bagaimana dengan Eunhyukkie?" tanya Heechul.
"Molla... Dia hanya diam saja... Polos seperti biasa" sahut Yesung sambil mengambil beberapa hiasan di atas meja dan membantu Kangin memasangnya di ruangan tersebut.
"Aish... Dia itu benar-benar anak polos yang manis" desah Heechul sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Lalu bagaimana dengan persiapan disini hyung? Sudah beres?" tanya Kibum sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan yang hampir selesai dihias itu.
"Seperti yang kau lihat... Ruangan ini sudah hampir selesai dihias. Ini juga berkat bantuan Shindong tadi" sahut Heechul sambil ikut memperhatikan keadaan ruangan tersebut.
"Hmm? Shindong? Maksudmu staf SM yang waktu itu? Yang berperawakan tambun itu?" tanya Yesung.
"Nde" angguk Heechul.
"Lalu bagaimana dengan cake, kue-kue dan masakan untuk makan malam nanti?" tanya Kibum lagi.
"Tenanglah... Kami sudah hampir selesai dengan makanannya. Cake-nya bahkan sudah selesai sejak pagi tadi" sahut Leteuk sambil menyunggingkan senyum manisnya.
"Eoh? Cepat sekali" sahut Kangin yang masih fokus menghias ruangan tersebut.
"Tentu saja... Tadi aku meminta bantuan Nari—tunangan Shindongie, Inyoung noona dan Sora noona" sahut Leeteuk.
"Lalu, apa rencana selanjutnya?" tanya Kibum.
Heechul tersenyum penuh makna lalu mengatakan rencananya pada Leeteuk dan ketiga dongsaengnya itu.
.
.
"Huaahh... Apa-apaan ini? Kenapa di malam ulang tahunku yang ke 27 tahun ini aku harus bekerja seperti ini?" keluh Sungmin sambil membersihkan meja yang baru saja ditinggalkan oleh salah seorang pelanggan yang datang ke cafe kecil itu.
"Sudahlah hyung... Jangan mengeluh terus... Apa tenggorokanmu tidak sakit mengumpat-umpat terus sedari tadi?" sahut Eunyuk yang baru saja menerima bayaran dari pelanggan yang sudah menyelesaikan acara makannya di cafe itu.
"Kau ini menyebalkan Hyukkie! Bagaimana kalau seandainya kau berada di posisiku?" Sungmin berjalan menuju meja kasir tempat Eunhyuk berada sambil menghentak-hentakkan kakinya dan mempoutkan bibirnya.
"Aku? Tentu saja aku akan pasrah hyung" Eunhyuk menghela nafasnya. "Kau tahu sendiri kan bagaimana mengerikannya Heechul hyung itu kalau kau menolaknya? Lebih baik aku diam dan menuruti keinginannya daripada harus berakhir mengenaskan" Eunhyuk bergidik ngeri membayangkan keadaannya bersama Donghae dulu.
Sungmin mengerutkan dahinya mendengar ucapan Eunhyuk.
"Aku tidak akan mengulanginya lagi" ucap Eunhyuk pelan yang tentu saja masih bisa di dengar oleh Sungmin.
"Maksudmu kejadian beberapa bulan yang lalu itu? Kau dan Donghae?"
"Hmm..." angguk Eunhyuk pelan.
"Ne... Kau benar ju—"
"Annyeong~"
Sungmin dan Eunhyuk menolehkan kepalanya secara bersamaan ke arah pintu cafe ketika mendengar suara yang begitu familiar di telinga mereka.
"Kalian? Kenapa kalian datang lagi?" tanya Sungmin dengan nada ketus.
Yeah... rupanya namja manis ini masih marah dengan insiden pemotongan ucapannya oleh Kibum siang tadi.
"Hyung... Kami sengaja datang kemari karena kami tahu kalau kalian pasti akan kekurangan tenaga saat ini berhubung hari ini malam pergantian tahun" sahut Kibum cuek sambil berjalan melewati Sungmin dan Eunhyuk menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian khas pelayan di cafe tersebut.
"Ck... Kalian ini benar-benar menyebalkan! Apa kalian lupa kalau besok itu adalah hari ulang tahunku? Kenapa aku harus bekerja seperti ini di malam ulang tahunku?" decak Sungmin sebal sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Mwo? Jadi besok itu kau berulang tahun?" ucap Yesung berpura-pura tidak tahu.
"Mwo? Apa kau melupakan hari ulang tahunku hyung? Biasanya kau selalu mengingatnya karena bertepatan dengan pergantian tahun" Sungmin melirik kecewa Yesung.
Yesung hanya menggendikkan bahunya dan beralih ke belakang meja kasir. "Hyukkie, biarkan aku menjaga disini. Aku tidak begitu bisa melayani pelanggan"
Eunhyuk menganggukkan kepalanya mempersilahkan Yesung duduk di belakang meja kasir. "Kalau begitu aku ke ruang ganti dulu" ucap Eunhyuk sebelum melangkahkan kakinya ke ruang ganti menyusul Kibum untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian khas pelayan di cafe tersebut.
.
.
Mereka bekerja dengan penuh semangat meski sesekali Sungmin menggerutu kesal karena tidak terima harus bekerja di malam ulang tahunnya.
"Ish! Kenapa harus seperti ini?" gerutu Sungmin lagi untuk yang kesekian kalinya.
"Ya~ Hyung! Tak ada gunanya kau menggerutu sejak tadi. Tidak akan merubah apa pun" balas Kibum dengan wajah datarnya seperti biasa.
"Tapi kau tidak mengerti bagaimana rasanya menjadi diriku saat ini. Apa kau pernah berada pada posisi seperti ini saat malam ulang tahunmu?" tanya Sungmin ketus.
Yesung hanya terkekeh pelan dibalik meja kasir sementara Eunhyuk yang baru saja mengantarkan pesanan seorang pelanggan tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya melihat pertengkaran konyol antara Sungmin dan Kibum yang entah untuk yang ke berapa kalinya dalam satu hari ini.
"Hyung... Kalau kau tidak ikhlas melakukannya, kenapa kau tidak pulang saja ke rumahmu sejak tadi?" sindir Kibum sadis.
"Ya~ Kim Kibum! Kenapa kau menjadi semakin menyebalkan eoh? Bahkan kau lebih keterlaluan dari namjachinguku"
"Kkk~ Kau baru tahu ya hyung? Bahkan aku sendiri yang mengajarinya bermain starcraft" Kibum menepuk pelan bahu Sungmin dan menjulurkan lidahnya sebelum ia berlari ke dapur untuk mengambilkan pesanan pelanggan mereka yang baru saja datang.
Sungmin membulatkan matanya dan menoleh tepat saat tubuh Kibum memasuki ruang dapur. "Yaa~ Kim Kibum~" jerit Sungmin tertahan sambil berlari mengejar Kibum.
Eunhyuk dan Yesung menggeleng pelan melihatnya.
"Hyung, ini sudah hampir jam dua belas malam dan Hechul hyung belum kembali. Sebenarnya dia kemana hyung? Apa hyung benar-benar tidak mengetahuinya?" tanya Eunhyuk dengan wajah sedikit khawatir.
"Nde... Aku tidak tahu" jawab Yesung sambil menganggukkan kepalanya. "Memangnya kenapa?" tanya Yesung penasaran, karena sejak tadi dongsaengnya ini terlihat gelisah dan beberapa kali menanyakan tentang Heechul padanya.
"Hmm... Tidak... Hanya saja aku merasa ada yang aneh... Tumben sekali Heechul hyung tidak menghubungiku. Biasanya kalau dia ingin pergi kemana pun, dia pasti akan mengatakannya pada salah satu diantara kita. Iya kan?"
"Nde... Kau benar" ucap Yesung sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Hyung, apa kita benar-benar tidak akan merayakan apa pun malam ini?" tanya Sungmin yang baru saja selesai mengantarkan pesanan untuk 2 orang namja yang merupakan pelanggan terakhir di cafe tersebut.
Yeah... Pelanggan di cafe itu hanya tinggal 2 orang namja itu. Pelanggan-pelanggan lainnya sudah meninggalkan cafe tersebut sejak 10 menit yang lalu mengingat jam hampir menunjukkan pukul 12 malam, dimana jam 12 tepat nanti kembang api akan diledakkan.
Tentu saja pelanggan-pelanggan tersebut yang rata-rata adalah remaja itu lebih memilih keluar dari dalam cafe dan segera menuju ke tempat-tempat dimana pesta kembang api akan berlangsung jam 12 malam nanti.
"Kurasa tidak Sungmin-ah" jawab Yesung pelan sambil tersenyum getir saat menyadari wajah kecewa dongsaeng imutnya itu.
Namun tiba-tiba...
Drrtt... Drrrtt... Drrtt...
Tiba-tiba saja ponsel milik Eunhyuk bergetar
"Ah... Aku permisi sebentar untuk mengangkat teleponku" ijin Eunhyuk sebelum berjalan menjauhi Sungmin, Kibum dan Yesung yang berkumpul di meja kasir.
Pip
"Yeoboseyo" salam Eunhyuk pada orang yang menghubunginya.
"Yeoboseyo Eunhyuk-ah"
"Leeteuk hyung?" gumam Eunhyuk saat mengenali suara orang yang meneleponnya tersebut.
"Nde Eunhyuk-ah... Cepatlah kemari!" suara Leeteuk terdengar sangat panik di seberang sana.
"Wa-wae hyung? Apa yang terjadi?" raut wajah Eunhyuk seketika memucat karena khawatir setelah mendengar suara panik Leeteuk.
"Heechullie... Heechullie tiba-tiba pingsan dan demamnya sangat tinggi. Aku tidak bisa membawanya ke rumah sakit karena Kanginnie meminjam mobilku"
"La-lalu? Bagaimana sekarang?" tanya Eunhyuk dengan gurat khawatir yang semakin kentara di wajahnya.
"Cepatlah kau kemari! Kita harus membawa Heechullie ke rumah sakit sekarang sebelum keadaannya semakin memburuk"
"Nde hyung... Tunggulah disana—Eum... hyung dimana sekarang?" tanya Eunhyuk ikut panik.
"Di dorm namjachingu kalian. Cepatlah kemari"
"Nde"
Pip
Eunhyuk segera berjalan mendekati 3 orang yang mengelilingi meja kasir itu.
"Hyungdeul, Kibummie, kajja kita ke dorm namjachingu kita sekarang" ucap Eunhyuk sedikit panik.
"Apa yang terjadi? Siapa yang meneleponmu tadi?" tanya Sungmin yang heran dengan raut panik di wajah dongsaeng manisnya itu.
"Heechul hyung tiba-tiba pingsan dan demamnya sangat tinggi. Tadi Leeteuk hyung meneleponku dan memintaku untuk datang kesana sekarang juga. Ia tidak bisa membawa Heechul hyung ke rumah sakit karena Kangin hyung meminjam mobilnya"
"Mwo?" Sungmin terlonjak kaget mendengarnya. "Kajja kita kesana" Sungmin segera menarik tangan Eunhyuk dan berlari menuju mobilnya sedangkan Kibum dan Yesung hanya saling memandang dan memandang 2 orang namja yang masih berada disana.
"Biarkan saja" ucap Kibum sebelum ia keluar dari dalam ruangan cafe yang segera disusul oleh Yesung setelah Yesung menatap kedua orang namja tersebut cukup lama.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong~~
Adakah yang menantikan fict ini?
.
Mian saya baru bisa update sekarang *bow*
Entah kenapa cerita kasar untuk cerita ini tiba-tiba menghilang :(
Saya jadi harus memikirkan ulang ceritanya dan baru bisa menyelesaikannya sekarang
Sekali lagi maaf ya?
Jeongmal mianhae *bow*
.
Ini balesan untuk readers yang sudah mereview di chap sebelumnya ^^
Key heart : Ini udah lanjut, semoga suka ne ^^
Jiahaehyuk : Tak apa ^^ Saya yang harusnya minta maaf karena baru bisa melanjutkan fict ini sekarang *bow* Hehehe... HaeHyuk momentnya di chap depan ne? Kan Donghae-nya masih di China #plakk Terima kasih atas dukungan dan doanya ^^ Ini udah lanjut, semoga suka ^^
Kim kinan : Terima kasih banyak ne ^^
pumpkinsparkyumin : Hehehe... ^^ Ne, ini udah lanjut. Semoga suka ^^
fitri flames : Mian ga bisa lanjut kilat *bow* Semoga suka dengan chap ini ya ^^
HARABEOJI : Hehehe... Terima kasih ^^ Ini udah lanjut, semoga suka ^^
nurul p putri : Iya... u.u
Guest : Ini udah lanjut, semoga suka ^^
anchofishy : Hehehe... Ntar yah... Chapter depan XD
Izmajukir : Maaf baru bisa update sekarang. Semoga suka dengan chap ini ^^
adindapranatha : Ini udah lanjut. Semoga suka ^^ Terima kasih atas dukungannya ^^
lyndaariezz : Hehe... Mian baru bisa update sekarang *bow* Wah... Ternyata kita satu angkatan *tos* Ne! Semoga kita bisa lulus UN dengan nilai memuaskan dan bisa lulus SNMPTN universitas dan jurusan yang kita harapkan ya ^^
myfishychovy : Ini udah lanjut, semoga suka ^^ HaeHyuk momentnya tunggu di chapter depan ya ^^ Terima kasih atas doa dan dukungannya :)
lee minji elf : Terima kasih ^^ HaeHyuk momentnya tunggu chap depan ne ^^
HaeHyuk's children : Terima kasih ^^ Ini udah lanjut, semoga suka yah ^^
thika seukkie : Ini udah lanjut, semoga suka ^^
.
Terima kasih banyak untuk yang sudah meninggalkan review, mem-follow dan mem-favorite fict ini ^^
Terima kasih juga untuk SiDers yang sudah membaca fict ini ^^
.
Bagaimana dengan chap ini?
Yang mau lanjut,
Review pleaseee~~
GamshaHAE
.
-Mei Hyun-
.
