… Previous Chapter …
.
.
"Heechul hyung tiba-tiba pingsan dan demamnya sangat tinggi. Tadi Leeteuk hyung meneleponku dan memintaku untuk datang kesana sekarang juga. Ia tidak bisa membawa Heechul hyung ke rumah sakit karena Kangin hyung meminjam mobilnya"
"Mwo?" Sungmin terlonjak kaget mendengarnya. "Kajja kita kesana" Sungmin segera menarik tangan Eunhyuk dan berlari menuju mobilnya sedangkan Kibum dan Yesung hanya saling memandang dan memandang 2 orang namja yang masih berada disana.
"Biarkan saja" ucap Kibum sebelum ia keluar dari dalam ruangan cafe yang segera disusul oleh Yesung setelah Yesung menatap kedua orang namja tersebut cukup lama.
.
.
.
.
.
~ New Year Eve ~
[Sekuel Jealous?]
.
By Mei Hyun15
.
Genre : Romance
Main Pair : HaeHyuk
Disclaimer :
Saya hanya meminjam nama mereka. Tapi fict ini milik saya dan murni hasil imajinasi saja.
Rate : T
Warn : BL, gaje, typo(s), abal, aneh dsb
.
.
Enjoy reading all ~ ^^
.
.
~ Chapter 4 ~
.
.
Eunhyuk dan Sungmin telah sampai di basement suatu apartemen dimana salah satunya merupakan dormitory Super Junior. Mereka memarkirkan mobil terlebih dahulu lalu segera berlari masuk ke dalam apartemen tersebut.
"Kuharap Heechul hyung baik-baik saja" gumam Eunhyuk sambil menautkan kedua tangannya di depan dada setelah sebelumnya mereka berdua masuk ke dalam lift dan menekan angka 11 pada tombol di samping pintu lift tersebut.
"Nde" angguk Sungmin. "Kuharap kondisinya tak se-gawat yang kita pikirkan" lanjut Sungmin sambil memejamkan matanya sebentar.
Ting!
Ketika pintu lift tersebut terbuka, keduanya langsung berlari menuju pintu dorm Super Junior.
"Hyung… Leeteuk hyung… Cepat buka pintunya!" teriak Eunhyuk sambil menekan-nekan bel di samping pintu.
"Leeteuk hyung… Ini kami" tambah Sungmin tak kalah panik.
Cklek
Pintu tersebut terbuka, menampilkan Leeteuk dengan wajah yang terlihat agak pucat yang sarat akan kekhawatiran. "Syukurlah kalian sudah datang. Kajja!" ajak Leeteuk, mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam.
"Dimana Heechul hyung?" tanya Eunhyuk sambil melepas sepatunya.
"Dia ada di kamar paling depan—Ah… Aku lupa siapa yang tidur disana" sahut Leeteuk sambil menyunggingkan senyum lelahnya.
"Itu kamar Hankyung hyung, wajar kalau Heechul hyung berada disana" sahut Sungmin sambil mengelus lembut bahu kanan Leeteuk setelah ia selesai melepas sepatunya. "Bagaimana keadaannya hyung?" tanya Sungmin.
"Entahlah… Tadi demamnya tinggi sekali. Aku sampai panik menelepon Eunhyuk. Tapi sekarang kondisinya sudah membaik. Demamnya sudah turun walaupun sedikit. Ayo kita kesana" ajak Leeteuk pada Sungmin, mengikuti langkah Eunhyuk yang sudah berjalan lebih dulu di depan mereka.
"Heechul hyung…" panggil Eunhyuk pelan saat melihat tubuh hyung-nya terbaring lemah di atas ranjang di kamar tersebut.
Eunhyuk berjalan perlahan menghampiri Heechul lalu duduk di pinggir ranjang. Diambilnya salah satu tangan hyung yang sangat disayanginya itu, lalu dibelainya secara lembut dan perlahan.
"Hyung… Kenapa kau bisa sakit seperti ini? Padahal kemarin kau baik-baik saja" gumam Eunhyuk sambil menyeka peluh di dahi Heechul yang terasa panas. "Kalau kau memang tidak enak badan, kenapa tidak mengatakannya pada kami? Kenapa kau memaksakan diri?" tanyanya lagi yang tentu saja tidak dijawab oleh Heechul karena namja cantik itu masih memejamkan matanya.
"Hyukkie… Kau tidak perlu khawatir. Demamnya sudah turun walaupun baru sedikit" ucap Leeteuk sambil membelai lembut kedua bahu Eunhyuk. "Bukankah kalian bersama namjachingu kalian berencana akan pergi berlibur setelah mereka pulang dari China nanti? Hyung yakin, Heechullie pasti akan cepat sembuh supaya rencana kalian bisa terlaksana dengan baik" ucap Leeteuk sambil tersenyum pada Eunhyuk.
Sungmin yang berada di belakang Eunhyuk dan Leeteuk tersenyum kecil mendengarnya. Yeah… setidaknya dengan rencana liburan itu, perayaan ulang tahunnya yang terlupakan hari ini terbayar. Ia tak sabar menanti kepulangan namjachingu beserta hyungdeul dan saengdeulnya yang amat sangat ia sayangi dan cintai itu.
"Oh iya! Kibummie dan Yesung hyung kenapa belum datang ya?" celetuk Eunhyuk tiba-tiba sambil menoleh ke arah Sungmin yang berdiri di belakangnya. "Kukira mereka tadi mengikuti kita dari belakang"
"Dasar pabbo!" Sungmin menjitak pelan kepala Eunhyuk. "Apa kau lupa dengan dua pelanggan terakhir di café tadi?"
Eunhyuk mengerutkan keningnya tanpa menjawab pertanyaan Sungmin.
Sungmin menggelengkan kepalanya pelan melihat wajah polos dongsaengnya ini. "Tentu saja mereka harus membereskan café terlebih dahulu. Kalau mereka sama seperti kita, Heechul hyung akan menutup café itu untuk selamanya mulai besok" lanjut Sungmin.
"Eh? Wae?" Eunhyuk memiringkan kepalanya dan mengerjapkan matanya polos yang membuat Sungmin gemas karenanya.
"Kalau café dibiarkan begitu saja, maling bisa bebas mengambil apapun yang diinginkannya Hyukkie sayang" Sungmin mencubit gemas kedua pipi Eunhyuk hingga menimbulkan bekas kemerahan di kedua pipi putih tersebut.
"Yaa~ Hyuung~ Aku kan hanya ingin memastikan. Aku juga tahu kalau café tidak di tutup maling bisa masuk dan mengambil apapun. Tapi kau tak perlu sampai mencubit pipiku seperti ini" Eunhyuk mengusap kedua pipinya sambil mengerucutkan bibirnya.
"Makanya, berhenti menjadi orang yang terlalu polos—Ehem! Sebenarnya kau ini terlalu polos atau kau ini memang orang yang terlalu pabbo, atau bagaimana?" ucap Sungmin mulai menggoda Eunhyuk.
"Yaa~ Hyuung~ Aku ini tidak pabbo!" sahut Eunhyuk sambil memasang wajah kesalnya. "Aku ini… mungkin saja… terlalu polos…" ucap Eunhyuk pelan dengan wajah bersemu merah.
"Tapi polos dan pabbo itu beda tipis loh Hyukkie-ah" goda Sungmin lagi.
"Ya! hyung! Berhenti menggodaku!"
Sungmin terkikik geli melihat wajah Eunhyuk yang semakin memerah sedangkan Leeteuk hanya tersenyum sambil menggeleng pelan melihat tingkah kekanakan keduanya.
"Hei, hei, jangan terlalu ribut. Ada orang sakit disini" ucap Leeteuk mengingatkan.
Eunhyuk dan Sungmin tersentak kaget. Lalu mereka terdiam secara bersamaan. "Mian…" ucap mereka kompak sambil menundukkan wajah mereka sekilas.
Leeteuk tersenyum melihat kepolosan keduanya. "Ya sudah… Daripada ribut disini, lebih baik kalian membantu hyung saja"
"Membantu apa hyung?" tanya Eunhyuk.
"Kalian pergilah ke dapur. Sungminnie, tolong ambilkan bubur yang sudah hyung buatkan untuk Chullie di atas meja. Eunhyukkie, kau tolong ganti air ini dengan yang baru" Leeteuk menyodorkan baskom kecil berisi air pada Eunhyuk.
"Ne hyung" Keduanya mengangguk paham, lalu segera beranjak dari posisi mereka untuk keluar dari kamar tersebut menuju dapur.
Namun baru saja mereka akan melewati ruang tengah, tiba-tiba saja seluruh lampu yang menyala di dorm tersebut padam, membuat dorm idol group terkenal itu gelap gulita tanpa penerangan sedikit pun.
"Hyung… Aku takut" Eunhyuk menggenggam erat tangan Sungmin.
"Tenanglah Hyukkie… Hyung disini" Sungmin yang notabene lebih tua dari Eunhyuk berusaha untuk menguatkan dirinya demi Eunhyuk, walaupun sebenarnya ia cukup takut juga dalam situasi seperti ini.
"Hyung…" ucap Eunhyuk lirih.
"Gwenchana" Sungmin mengelus pelan bahu Eunhyuk yang sedikit bergetar karena takut. "Kajja kita cari sumber listriknya. Siapa tahu ini hanya konsleting biasa" ajak Sungmin sambil membalikkan badan mereka dan melangkah menuju pintu depan dorm.
Namun belum sampai mereka di depan pintu depan dorm, pintu depan dorm tersebut terbuka dengan sendirinya, menampilkan sekumpulan cahaya berwarna jingga yang melayang di udara.
"H-hyung…" Eunhyuk makin menguatkan cengkramannya di lengan Sungmin. "A-apa itu hyung?... Aku takut…" gumam Eunhyuk lirih sambil memejamkan matanya.
"Te-tenang Eunhyukkie… Tenang…" Sungmin berusaha menstabilkan suaranya yang mulai terdengar sedikit bergetar. "Ayo kita kesana untuk memastikan apa itu sebena—"
"Shireo hyung! Shireo!" jerit Eunhyuk ketakutan. "Andwe! Jangan kesana hyung! Aku benar-benar takut" Eunhyuk menyembunyikan wajahnya di bahu kiri Sungmin ketika ia merasa kumpulan cahaya berwarna jingga itu semakin mendekat ke arah mereka.
Sungmin meneguk ludahnya susah saat melihat sendiri kumpulan cahaya berwarna jingga itu semakin mendekat dan semakin mendekat saja ke arahnya dan Eunhyuk. "Ku-kurasa kita ha-harus ke kamar He-Heechul hyung, Hyukkie" bisik Sungmin tergagap.
Eunhyuk hanya mengangguk patuh dengan wajah yang masih ia sembunyikan di bahu kiri hyung manisnya itu.
Namun ketika mereka baru saja membalikkan badan mereka dan bermaksud untuk berlari ke kamar hyung cantik mereka, tiba-tiba saja langkah dan nafas mereka tercekat seketika saat melihat sekumpulan cahaya berwarna jingga juga berada di belakang mereka.
"H-hyung… Bagaimana ini?" ucap Eunhyuk pelan dengan suara bergetar menahan tangis. Ia benar-benar ketakutan sekarang.
"Me-mereka menghadang ki-kita Hyukkie" sahut Sungmin tak kalah pelan dengan suara yang bergetar pula. "Eo-Eotthokke? Ti-tidak ada… jalan lain… Ki-kita terjebak" ucap Sungmin lagi sambil memejamkan matanya.
"H-hyung! Mereka semakin mendekat hyung! Semakin mendekat!" jerit Eunhyuk tertahan sambil memeluk erat tubuh Sungmin dari samping.
Sungmin membuka kedua matanya. Menolehkan kepalanya ke arah depan dan ke arah di belakangnya secara bergantian. Memastikan ucapan dongsaengnya yang kini tengah memeluk erat-erat tubuhnya.
"Kau benar Hyukkie… Me-mereka semakin… mendekat" bisik Sungmin lirih sambil membalas pelukan Eunhyuk dan mengeratkan pelukannya pada tubuh kurus itu.
"Hiks… Hyung… Aku benar-benar takut hyung… Hiks" Dan runtuh sudah pertahanan namja ber-gummy smile itu. Air mata benar-benar telah menganak sungai di kedua pipinya dan membasahi bahu Sungmin.
Sungmin membelai lembut punggung Eunhyuk. Berusaha untuk menenangkan dongsaengnya walaupun sebenarnya ia juga ketakutan setengah mati. "Uljima Hyukkie… Tenanglah…"
"Tidak bisa hyung… aku takut…" ucap Eunhyuk disela-sela isakannya. "Di-dia mendekat hyung" ucap Eunhyuk saat melihat kumpulan cahaya berwarna jingga yang berasal dari dalam dorm semakin mendekat ke arah mereka.
"D-di-dia juga Hyukkie" sahut Sungmin ketika melihat kumpulan cahaya jingga yang berasal dari luar dorm juga mendekat ke arah mereka.
"Hyung…" Eunhyuk semakin mengeratkan pelukannya.
"Jika kau takut, pejamkan matamu Hyukkie. Semua akan baik-baik saja" ucap Sungmin meyakinkan dongsaengnya dan meyakinkan dirinya sendiri.
Mereka berdua—Sungmin dan Eunhyuk—semakin mengeratkan pelukan mereka satu sama lain sambil memejamkan mata mereka walaupun beberapa kali mereka membuka mata mereka untuk memastikan posisi kumpulan cahaya jingga yang berada di depan dan dibelakang mereka tersebut.
Nafas mereka semakin tercekat, mata mereka semakin terpejam, pelukan mereka semakin mengerat dan tubuh mereka semakin bergetar hebat saat kumpulan cahaya di dua sisi yang berbeda itu semakin mendekati tubuh mereka berdua. Semakin mendekat, semakin mendekat, semakin mendekat dan…
"HUWAAA~~"
Tepat ketika Sungmin dan Eunhyuk berteriak kencang, lampu yang mendadak padam tadi menyala terang benderang, menampilkan sekumpulan orang di dua sisi yang berbeda dengan wajah gembira mereka.
"Saengil chukka hamnida, saengil chukka hamnida, saranghaneun uri Sungmin, saengil chukka hamnida"
"Happy New Year!" teriak mereka di akhir setelah mereka selesai menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Sungmin.
Sungmin dan Eunhyuk yang kaget, refleks menjatuhkan diri mereka. Mereka berdua menangis sesenggukan dengan posisi masih saling berpelukan erat.
"Hiks… Hiks… Hhhh… Hiks hiks…"
Salah satu diantara sekumpulan orang yang datang dari arah luar dorm tersebut tersenyum lembut melihat Sungmin dan Eunhyuk yang masih saling berpelukan dan menangis sesenggukan cukup keras. Ia segera beranjak dari tempatnya berdiri dan menarik Sungmin dari pelukan Eunhyuk.
"Saengil chukka hamnida chagi" ucapnya sambil memeluk tubuh Sungmin. "Uljima… Jangan menangis" ucapnya lagi sambil mengecup kepala Sungmin dan mengelus lembut punggung Sungmin.
"Kyuu… Hiks… hiks… Jahat!... Hiks… Kenapa mengerjai kami seperti ini? Hiks… Hiks… Dasar pabbo!... Kami ketakutan tahu?" Sungmin memukul-mukul dada Kyuhyun.
"Sshhh… Mianhae… Aku hanya ingin memberi kejutan untukmu chagi" ucap Kyuhyun sambil menenggelamkan wajah Sungmin di dada bidangnya dan tetap mengelus lembut punggung namjachingu-nya itu agar Sungmin merasa lebih tenang.
"Tapi tidak dengan cara begini… Pabbo!" Sungmin memukul dada Kyuhyun cukup keras hingga membuat Kyuhyun mengerang tertahan karena menahan sakit, yang membuat orang-orang yang berada di dorm tersebut tertawa melihatnya.
"Baiklah… Baiklah… Sekarang tiup lilinmu dulu chagi. Make a wish sebelum meniupnya" ucap Kyuhyun sambil mengambil alih kue ulang tahun yang dibawa Ryeowook sedari tadi dan menyodorkannya pada Sungmin agar Sungmin bisa meniup sekumpulan api kecil berwarna jingga itu.
Sungmin memejamkan matanya sejenak sebelum meniup lilin-lilin tersebut.
Fiuuhh…
Prok, prok, prok
Suara tepukan tangan seketika menggema di ruangan itu ketika lilin-lilin itu mati saat Sungmin meniupnya. Namun…
"Hiks… hiks… hiks…"
Suara isakan lain yang terdengar membuat mereka menghentikan tepukan tangan mereka dan beralih menatap sesosok namja yang tengah duduk bersimpuh di tengah-tengah mereka dengan kedua tangan yang menutupi wajahnya yang basah oleh air mata.
Seorang namja cantik tersenyum melihatnya dan beranjak dari posisinya untuk mendekati namja itu.
"Uljima Hyukkie chagi… Jangan menangis" namja cantik tersebut tersenyum sambil memeluk tubuh Eunhyuk dengan sebelah tangannya dan menyeka air mata di kedua pipi Eunhyuk dengan tangannya yang satu lagi.
"Hiks… hiks… Heechul hyung…" Eunhyuk segera memeluk tubuh namja cantik itu kuat-kuat dan menenggelamkan wajah basahnya di dada Heechul.
"Aigoo~ Kau ini…" Heechul tersenyum maklum sambil membalas pelukan Eunhyuk, yang membuat orang-orang lainnya yang berada di dalam dorm tersebut ikut tersenyum melihatnya.
"Hyukkie hyung… Mianhae telah membuatmu kaget dan ketakutan. Uljima…" Ryeowook yang tak tega melihat keadaan hyungnya itu berjongkok disebelah Heechul dan membelai lembut punggung Eunhyuk.
"Wookie… hiks… hiks" Eunhyuk beralih memeluk tubuh Ryeowook yang membuat Ryeowook meringis sakit karena pantatnya mencium lantai akibat gerakan Eunhyuk yang tiba-tiba tersebut.
"Eunhyuk-ah… Ayo berhenti menangis. Bukankah ini adalah malam tahun baru dan malam ulang tahun Sungmin? Kita harus bergembira bersama, bukan menangis seperti ini" bujuk Hankyung dengan lembut sambil mengusap lembut kepala Eunhyuk.
Yeah… Eunhyuk memang susah untuk berhenti menangis jika ia sudah menangis seperti ini. Itulah kenapa hyung dan dongsaengnya bergantian membujuknya seperti ini.
"Iya hyung… Ayo berhenti menangis! Sungmin-ku saja sudah berhenti menangis sejak tadi—Aww!" Kyuhyun mengerang tertahan untuk yang kedua kalinya setelah Sungmin mencubit kecil pinggangnya.
"Pabbo! Ini semua karena kejutan yang keterlaluan ini. Dasar!" omel Sungmin sebelum melepaskan dirinya dari pelukan Kyuhyun dan beranjak mendekati Eunhyuk yang masih menangis sesenggukan itu.
"Hyukkie… Jangan menangis ne? Semuanya baik-baik saja. Ayo kita rayakan malam pergantian tahun sekaligus malam ulang tahunku ini dengan gembira" ajak Sungmin dengan nada se-riang mungkin sambil memeluk tubuh Eunhyuk dan mengelus lembut punggung Eunhyuk berulangkali agar dongsaengnya itu lebih tenang.
"Hiks… Ne hyung…" Eunhyuk mendongakkan kepalanya menatap wajah Sungmin dan berusaha mengulas senyumnya. "Mian… Tadi aku hanya kaget saja. Aku tidak apa-apa" ucapnya sambil mengusap air mata yang masih saja keluar membasahi pipinya.
"Ini hyung… minum dulu supaya lebih tenang" Henry menyodorkan segelas air pada Eunhyuk.
Eunhyuk mengangguk pelan sambil menerima gelas itu dan meminum air yang ada di dalamnya hingga tandas tak bersisa. "Gomawo Henry-ah" ucapnya sambil mengulas senyumnya.
"Ne hyung. Cheonma" sahut Henry sambil tersenyum sebelum ia beranjak untuk menaruh gelas itu di atas meja.
"Nah… Karena sekarang situasinya sudah memungkinkan, jadi, ayo kita rayakan malam pergantian tahun sekaligus malam ulang tahun Sungmin ini dengan gembira!" ajak Kangin dengan penuh semangat.
"Ne~~" sahut mereka semua kompak sambil mengepalkan tangan mereka di udara.
"Sekarang ayo kita tiup lilin kue tahun baru kita bersama-sama!" ajak Leeteuk yang sedari tadi membawa kue lainnya yang juga berhiaskan lilin-lilin yang menyala.
"Ne" sahut mereka berbarengan.
"Hana, dul, set… Fiuhhh…"
Dan matinya lilin-lilin kecil dengan api jingga di atasnya itu menambah keriuhan malam pergantian tahun di dorm idol group terkenal itu.
.
.
Suasana di dalam dorm tersebut sangat ramai dan meriah. Mereka semua bercanda dan tertawa bersama. Bahkan beberapa diantara mereka menari dengan gaya-gaya yang lucu hingga membuat mereka yang hanya duduk diam sambil menonton tertawa keras dibuatnya.
"Kkk~ Mereka ada-ada saja. Dasar!" Eunhyuk terkikik geli melihatnya, kemudian ia beralih menatap Heechul yang duduk disampingnya.
"Hyung… Apa kau yakin kau baik-baik saja? Badanmu panas hyung. Kau sedang sakit. Lebih baik kau istirahat sa—"
"Hahahaha" ucapan Eunhyuk terputus saat ia melihat hyung cantiknya ini malah tertawa melihatnya.
"Kenapa kau malah tertawa hyung?" tanya Eunhyuk sambil mengerutkan keningnya.
"Sakit itu hanya bohongan saja Hyukkie chagi. Aku baik-baik saja. Aku sehat" ucap Heechul disela-sela tawanya.
"Apa maksudmu hyung? Kau ini benar-benar sakit. Tadi saja saat aku memegang tanganmu dan mengusap peluh dikeningmu, badanmu terasa panas" ucap Eunhyuk dengan wajah polosnya yang membuat tawa Heechul makin mengeras.
"Hahaha… Kau ini benar-benar anak polos yang baik Hyukkie" Heechul menepuk-nepuk bahu kiri Eunhyuk. "Dengar! Tadi itu sebelum kau sampai di dorm ini bersama Sungmin, hyung sengaja berendam di air hangat terlebih dahulu agar suhu tubuh hyung benar-benar terasa panas saat kau menyentuh tubuh hyung. Dan itu benar terjadi"
"Benarkah?" tanya Eunhyuk dengan mata yang mengerjap polos, yang membuat Heechul gemas sendiri melihatnya.
"Kau masih tidak percaya?" tanya Heechul.
Eunhyuk mengangguk pelan.
"Hufth… Baiklah" Heechul menghembuskan nafasnya sesaat ssebelum ia menggenggam tangan kanan Eunhyuk. "Apa kau merasakan tangan hyung ini panas?"
Eunhyuk menggelengkan kepalanya.
"Apa kau merasakan dahi hyung ini panas?" tanya Heechul saat menyentuhkan tangan Eunhyuk di dahinya.
Eunhyuk menggelengkan kepalanya lagi.
"Jadi sudah percaya kan?" tanya Heechul.
Eunhyuk menganggukkan kepalanya lalu mengerucutkan bibirnya. "Kau keterlaluan hyung. Padahal aku benar-benar mencemaskan keadaanmu tadi" ucap Eunhyuk sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
"Hahaha" Heechul tergelak lagi untuk yang kesekian kalinya. "Mianhae ne? Hyung janji tidak akan seperti itu lagi" ucap Heechul serius. "Tapi kalau situasinya memungkinkan, mungkin hyung akan melakukannya lagi. Hahaha" tawa Heechul lagi sambil mencubit kedua pipi Eunhyuk dengan gemas.
"Yaa~ Hyuung~ Sakiitt~" protes Eunhyuk sambil menurunkan kedua tangan Heechul dari kedua pipinya yang kini memerah akibat cubitan Heechul. "Kau benar-benar nakal hyung" ucap Eunhyuk lagi.
"Nakal, nakal begini kau juga menyayangi hyung kan?" goda Heechul.
"Aish… Hyung!" jerit Eunhyuk lagi.
"Hahaha… Arraseo arraseo… Mianhae…" ucap Heechul sebelum meneguk minuman yang dibawanya.
"Eng… Hankyung hyung… Boleh aku bertanya sesuatu padamu?" tanya Eunhyuk pada Hankyung yang duduk disebelah Heechul.
"Hmm… Bertanya apa?" tanya Hankyung sambil beranjak dari tempatnya duduk dan mendudukkan dirinya disamping Eunhyuk.
"Hae… Ng… Dia… Dimana? Kenapa dia tidak bersama kalian… Mm… Maksudku… Dia pulang bersama kalian kan?" tanya Eunhyuk ragu.
Hankyung tersenyum mendengarnya. "Kau tahu project baru SM yang diikutinya kan?" Eunhyuk mengangguk mendengarnya. "Dia masih sibuk dengan sub group barunya itu" lanjut Hankyung sambil mengelus pelan kepala Eunhyuk.
Eunhyuk menundukkan wajahnya sambil memainkan jari-jarinya di pangkuannya. "Kapan dia pulang hyung?" tanyanya pelan.
"Entahlah… Hyung sendiri tidak tahu… Dia masih sangat sibuk… Mian…" jawab Hankyung dengan wajah sedikit bersalah.
"Hmm… Tidak apa-apa hyung" Eunhyuk mendongakkan kepalanya sambil tersenyum pada Hankyung. "Kajja kita lanjutkan pesta ini" Eunhyuk berteriak semangat sambil berdiri dari posisi duduknya dan bergabung bersama pasangan KyuMin dan SiBum yang tengah asyik bermain kartu di sudut yang bersebrangan dengan tempatnya duduk bersama pasangan HanChul tadi.
Hankyung hanya tersenyum tipis melihatnya sambil menggeser posisi duduknya, mendekati tubuh Heechul yang duduk disampingnya.
"Apa kau yakin dengan rencanamu Han? Anak itu selalu begitu… Dia selalu berusaha terlihat ceria, padahal di dalam hatinya ia begitu terluka" ucap Heechul sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Hankyung.
"Hmm… Aku yakin chagi… Ia pasti akan segera bertemu dengan pangerannya. Kau tenang saja" ucap Hankyung sambil mengecup lembut kening Heechul.
"Tapi… Hae—"
"Kau tidak percaya padaku?" tanya Hankyung sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Bukan begitu Han… Tapi Hae benar-benar—Bukan! Bukan sepenuhnya salah Hae. Tapi ini salah agensi kalian yang menyebalkan itu!" dengus Heechul kesal sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Kupikir itu benar-benar hanya rencana kalian saja, tapi ternyata Hae benar-benar—Argh! Dan Hyukkie-ku yang polos menjadi korbannya"
"Sstt… Semua akan baik-baik saja chagi" Hankyung mengelus bahu Heechul dengan lembut, penuh kasih sayang. "Percayalah padaku" ucap Hankyung sambil mengecup kening Heechul cukup lama.
Heechul yang mulai melunak dengan perlakuan Hankyung hanya mengangguk mengiyakan sambil memejamkan matanya. Mencoba untuk meyakini ucapan Hankyung sambil menikmati ciuman Hankyung di keningnya.
.
.
.
.
.
.
.
Annyeong~~ ^^
Wkwkwkwk ini bener-bener melenceng dari perkiraan saya XD
Saya kira saya bisa menyelesaikan fict ini dalam 3 chapter, ternyata saya bikinnya malah lebih panjang dari itu #plakk
Yah… Waktu itu ga kepikiran mau nyelipin ultahnya bunny Ming juga sih, makanya saya ngira-nya cuma sampai 3 chapter aja :p
Harap maklum yah readers *bow*
.
Maaf kalo ini pendek, idenya ngadat sampai disini T.T
Saya lagi galau, makanya ide-nya pun mendadak hilang :'(
Mianhae *bow*
Tapi saya janji, chap depan pasti akan lebih panjang dari chap ini ^^
.
Yang nunggu HaeHyuk moment, sabar ne?
Ntar kalo HaeHyuknya udah ketemu, pasti saya bikinin moment yang manis buat mereka
Tapi ga janji bisa manis-manis banget ya~
*sadar sama kemampuan diri sendiri #plakk*
.
Oke, ini balesan untuk yang sudah mereview di chap sebelumnya ^^
lee minji elf : HaeHyuk moment-nya mungkin di chap depan ya? ^^
Rianti-HaeHyuk : Hahaha… Terima kasih ^^ NC? Ada gak ya? #plakk Mungkin saya akan buat NC di chap akhir XD
Jiaehaehyuk : Hehehe… Iya… Saya orangnya teledor. Suka sembarangan naruh barang, abis itu lupa deh dimana naruhnya :p Ini udah lanjut, semoga suka ^^
haelvoe : Wkwkwk iya XD Ini udah lanjut, semoga suka ^^ Terima kasih ^^
anchofishy : Ini udah lanjut ya ^^ Semoga suka ^^ Yap! Hidup Hyuk emang saya bikin pasrah, se-pasrah wajahnya #plakk :p
Vulnie : Ini udah lanjut. Semoga suka ^^
dekdes : Hahaha… Iya ^^
nurul p putri : Iya chingu ^^ Disini slight KyuMin n HanChul dulu sebelum ke menu utama *lirik HaeHyuk yang masih merana* XD
nvyptr : Hehehe… maaf ya chingu. Soalnya ide-nya udah mentok sampai disitu :p Chap depan saya panjangin lagi deh. Ok? ;) ^^
fitri flames : Hahaha… Iya ^^ NC ya? Ada gak ya? #plakk Mungkin akan saya selipin di chap akhir :p Ditunggu aja ne? ^^
Kim Min Ah : Hehe… Iya. Karena ada yang minta n kebetulan juga ada ide yang tiba-tiba nemplok(?) di otak saya #plakk, saya buat aja sekuel untuk Jealous ini ^^ Ini udah lanjut, semoga suka ^^ Terima kasih ^^
Izmajukir : Hehehe… Sengaja itu chingu #plakk Ini udah lanjut. Semoga suka ^^ Terima kasih ^^
.
Terima kasih banyak untuk yang sudah meninggalkan review, mem-follow dan mem-favorite fict ini ^^
Bagaimana dengan chap ini?
Yang mau lanjut,
Review pleaseee~~
GamshaHAE
.
-Mei Hyun-
.
