… Previous Chapter…
.
.
"Hiks… Hiks—emmpphhtthh" Dan namja tersebut berhasil menggapai bibir Eunhyuk dengan bibirnya karena tenaga memberontak Eunhyuk melemah lantaran namja manis tersebut menangis hebat karena rasa takut dan rasa sakit yang begitu mendominasi hatinya saat ini.
Bagaimana tidak? Bibir yang selama ini ia jaga hanya untuk namjachingu yang amat sangat dicintainya kini dikecup dan dilumat oleh namja asing gila yang menculiknya. Rasa takut akan namja yang sedang menciumnya saat ini dan rasa sakit karena merasa telah menghianati namja yang amat sangat ia cintai benar-benar mendominasi hatinya hingga membuatnya makin terisak hebat, yang membuat kedua pipi putihnya semakin basah oleh air mata yang keluar semakin deras.
'Hiks… Hae… Mianhae… Saranghae…'
.
.
.
.
.
~ New Year Eve ~
[Sekuel Jealous?]
.
By Mei Hyun15
.
Genre : Romance
Main Pair : HaeHyuk
Disclaimer :
Saya hanya meminjam nama mereka. Tapi fict ini milik saya dan murni hasil imajinasi saja.
Rate :T
Warn : BL, gaje, typo(s), abal, aneh dsb
.
.
Enjoy reading all ~ ^^
.
.
~ Chapter 6 ~
.
.
Namja itu terus saja menginvasi bibir kissable Eunhyuk. Mengecup, menjilat dan melumat lembut bibir itu… Begitu menikmatinya hingga ia merasakan sesuatu yang terasa asin mengecap di lidahnya.
'Apa ia sedang menangis?' batin namja itu sambil menggerakkan tangannya untuk menyusuri kedua pipi putih namja yang sedang diciumnya itu. 'Astaga…' batinnya lagi ketika merasakan basah di kedua pipi putih tersebut.
"Hmmphh… Lhe-emph phaskan… hah… Akhu…" gumam Eunhyuk sambil mencoba lagi untuk melepaskan dirinya dari ciuman namja tersebut.
Namun bukannya melepaskan, namja tersebut malah makin melesakkan lidahnya dalam rongga mulut Eunhyuk.
"Hiks… emphh… Hiks… Ahku…Mem-hah-bencimu!" jerit Eunhyuk tertahan dalam ciuman namja tersebut sambil mencengkram kuat kerah mantel yang namja itu kenakan. "Hae… tolong… hiks… aku… hiks…" gumam Eunhyuk lirih saat namja tersebut melepaskan ciumannya.
"Kenapa kau menangis heum?" tanya namja tersebut sambil mendekatkan wajahnya lagi pada wajah Eunhyuk… Bukan… Bukan untuk menciumnya kembali… Hanya untuk menempelkan dahinya saja dengan dahi Eunhyuk.
"Hiks… Sudah jelas kau tahu jawabannya brengsek!" maki Eunhyuk ditengah-tengah isakannya. "Aku sudah mengatakannya padamu… hiks… Aku sangat mencintai namjachinguku… hiks… dan menjaga semuanya untuknya… hiks… Tapi kenapa kau tega berbuat seperti ini padaku?... hiks…hiks… Jika kau memang benar-benar mencintaiku,… hiks… seharusnya kau—Eumpphhhh"
Lagi… Namja itu membungkam bibir Eunhyuk lagi dengan bibirnya. Namun ciuman kali ini benar-benar dilakukannya dengan lembut… Penuh perasaan… Hanya menempel dan sesekali melumat saja… Tidak lebih…
"Eummpphhh" Eunhyuk lagi-lagi memberontak. Namun usapan lembut nan menenangkan di kedua pipi putih miliknya dan ucapan yang mengalun lembut dari bibir namja yang tengah menciumnya ini di tengah-tengah ciuman mereka telah sukses membuat tubuhnya menegang seketika.
"Mianhae baby… I love you" ucap namja tersebut sambil melepaskan ciuman mereka.
Eunhyuk mengerutkan keningnya sesaat. Ia berpikir sejenak untuk mengingat-ingat sesuatu ganjil apa yang baru saja dirasakannya. "K-kau…" Eunhyuk menghentikan ucapannya karena perasaan ragu yang mulai menyelimuti hatinya.
"Geurae" Namja tersebut menganggukkan kepalanya sambil menyunggingkan senyumnya pada Eunhyuk.
Dengan perasaan ragu… Perlahan… Eunhyuk mendekati tubuh namja tersebut. Tangannya sedikit bergetar ketika ia mengulurkan tangannya untuk melepaskan kacamata yang namja itu kenakan.
"Hiks…" Dan isakan tersebut kembali lolos dari bibir kissablenya setelah ia berhasil melepaskan kacamata yang dikenakan namja itu. "Hae… hiks… Hae…"
Namja tersebut tersenyum lembut pada Eunhyuk sebelum ia merengkuh tubuh Eunhyuk ke dalam dekapan hangatnya. "Uljima baby… Mianhae telah membuatmu ketakutan… Saranghae" ucap namja tersebut sambil mengecupi puncak kepala Eunhyuk dengan ciuman-ciuman lembutnya.
"Hiks… Kau jahat Hae… hiks hiks… Kau jahat!" Eunhyuk memukul-mukul dada Donghae cukup kuat hingga membuat Donghae memejamkan matanya erat untuk menahan erangan sakitnya.
"Baby… Aku—"
"Hiks hiks… Kau tega sekali padaku Hae… hiks… Kau tahu? Aku begitu ketakutan… hiks… Dan kau malah—Eummpphh" Dan untuk yang kesekian kalinya, Donghae membungkam bibir Eunhyuk dengan bibirnya.
"Eummpphh… Ha-haehhh… mmpphh" desah Eunhyuk disela-sela ciuman mereka.
"Mianhae baby… Aku hanya ingin membuat kejutan untukmu. Happy New Year" ucap Donghae setelah melepaskan tautan bibirnya dengan bibir Eunhyuk, sambil mengecup dahi Eunhyuk dengan lembut.
"Hiks… Tapi kenapa harus dengan cara seperti ini pabbo!... hiks… Kenapa harus dengan acara menculikku dan kenapa harus… hiks… Harus dengan kabar bahwa kau kecelakaan dan… hiks… kritis… hiks… hiks… Pabbo! Aku begitu mengkhawatirkanmu… Aku takut terjadi apa-apa denganmu… hiks… hiks… Aku takut Hae" Eunhyuk menggenggam mantel yang Donghae kenakan kuat-kuat dan semakin menenggelamkan wajah basahnya di dada bidang namja tampan itu.
"Mianhae baby… Jeongmal…" ucap Donghae lagi sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh kurus itu.
Lama mereka berdua terdiam dalam posisi itu. Donghae senantiasa membelai lembut rambut Eunhyuk sambil sesekali mencium lembut puncak kepala Eunhyuk, sedangkan Eunhyuk sejak tadi berusaha untuk meredam buncahan emosi dan isak tangisnya.
"Baby… Uljima… Kumohon berhentilah menangis…" pinta Donghae lagi tanpa menghentikan kegiatannya membelai kepala Eunhyuk.
"Tapi kau menyebalkan…" sahut Eunhyuk lirih dengan suara parau khas orang yang baru saja berhenti menangis.
"Maaf…" ucap Donghae lagi.
"Tidak mau! Kau menyebalkan!" Eunhyuk mendorong dada Donghae, memaksa namja tampan itu untuk melepaskan pelukannya pada tubuhnya.
"Baby…" rajuk Donghae.
"Tidak mau!" ucap Eunhyuk sambil bangkit dari posisi duduknya dan berjalan menjauhi Donghae.
"Ya! Kau mau kemana? Kau tidak merindukanku eoh?" Donghae berlari mengejar Eunhyuk yang sudah berjalan cepat di depannya.
"Tidak! Karena kau sangat menyebalkan!" jawab Eunhyuk tanpa menghentikan langkahnya. Namun…
Grep!
"Tapi aku merindukanmu" Donghae memeluk tubuh Eunhyuk dari belakang dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Eunhyuk untuk menghirup aroma tubuh sang namjachingu yang sudah lama tidak dihirupnya.
"Ish! Lepas!" berontak Eunhyuk sambil berusaha melepaskan tangan Donghae yang melingkar erat di perutnya.
"Tidak mau!" ucap Donghae, mengikuti ucapan Eunhyuk beberapa saat yang lalu yang membuat Eunhyuk mendelikkan mata indahnya.
"Lepas! Aku mau pulang!" ucap Eunhyuk sambil bersikeras melepaskan tangan Donghae dari perutnya.
"Apa kau mau memaafkanku jika aku memberimu suatu hadiah?" tawar Donghae sambil mengecup pelan leher Eunhyuk untuk menenangkan namjachingunya yang kini sedang ngambek padanya itu.
"Shireo!" jawab Eunhyuk cepat.
"Benarkah kau tidak mau? Kau tidak menyesal, hm?" Kini Donghae mengecupi leher Eunhyuk dengan ciuman-ciuman kecil bertubi-tubi.
"Eumh… Tidak!" jawab Eunhyuk sambil menggerakkan tubuhnya sedikit untuk mengurangi rasa geli yang dirasakannya akibat aktifitas Donghae di lehernya tersebut.
"Aku akan tetap memaksamu walaupun kau tidak menginginkannya" ucap Donghae final sambil membalikkan tubuh Eunhyuk berhadapan dengannya dan menarik tangan Eunhyuk untuk mengikuti langkahnya.
"Kita mau kemana Hae?"' ucap Eunhyuk sedikit takut saat mereka berdua masuk lebih jauh ke dalam taman tersebut. "Aku takut…" ucap Eunhyuk lirih sambil menggigit bibir bawahnya saat ia merasa bahwa lingkungan disekelilingnya semakin gelap saja.
Yeah… semakin masuk jauh… semakin gelap… Ingat? Eunhyuk memiliki phobia takut akan gelap, jadi ia benar-benar tidak suka dan akan merasa takut jika ia berada dalam situasi semacam ini.
"Ssstt… Tenang saja Hyukkie… Ada aku disini… Kau pasti akan menyukainya… Aku berani jamin" ucap Donghae tanpa ragu sedikitpun.
"Maksudmu?" ucap Eunhyuk tak mengerti.
"Itu" ucap Donghae sambil menunjuk ke suatu titik yang membuat Eunhyuk memicingkan matanya untuk dapat melihat secara jelas apa yang ditunjuk oleh namjachingunya itu.
"Eoh? Itu kan… Air mancur?" ucap Eunhyuk tak yakin.
"Nde" Donghae menganggukkan kepalanya. "Kajja kita kesana!" ajak Donghae sambil menarik tangan Eunhyuk dan berlari menuju tempat yang tadi ditunjuknya.
"Whoah… Kolam ini besar sekali…" ucap Eunhyuk takjub saat mereka berdua sampai di tempat yang Donghae tunjuk tadi.
"Kau menyukainya?" tanya Donghae.
"Suka… Tapi… Kenapa kau mengajakku kemari?" tanya Eunhyuk sambil mengerutkan keningnya.
"Bukankah dulu kau ingin aku mengajakmu berkencan di taman yang ada air mancurnya seperti ini?" tanya Donghae balik. "Ini… Aku sudah mengabulkannya untukmu. Happy New Year!" ucap Donghae dengan suara yang dibuat se-riang mungkin.
Eunhyuk hanya diam terpaku melihat tingkah Donghae.
"Wae? Kenapa kau menatapku seperti itu? Ada yang salah? Kau tidak suka dengan hadiah kencanku ini?" tanya Donghae sambil menatap Eunhyuk dengan pandangan bingung.
"Aish… Jinjja… Dasar namja pabbo!" Eunhyuk memukul kepala Donghae dengan sekuat tenaga.
"Aww~ Yah! Kenapa kau memukul kepalaku baby?" Donghae mengusap-usap kepalanya yang dijitak dengan sayangnya oleh kekasihnya itu.
"Dasar pabbo! Kalau kau mau mengajakku berkencan, seharusnya kau melakukannya di siang hari, bukan di pagi buta gelap begini. Aish… jinjja…" desah Eunhyuk sambil mengepalkan kedua tangannya untuk menahan luapan emosinya.
"Tapi Hyukkie… Aku—"
"Shireo! Aku mau pulang saja!" ucap Eunhyuk sambil membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya.
Tanpa Eunhyuk ketahui, namja tampan bernama Lee Donghae itu tersenyum kecil sebelum ia berlari untuk mencegah tubuh Eunhyuk berada lebih jauh lagi dari tempat itu.
"Komohon jangan pergi" ucap Donghae sambil mencekal sebelah tangan Eunhyuk untuk menghentikan langkah namja manis itu.
"Ish! Lepaskan aku! Aku mau—"
"Kumohon berbaliklah sebentar… Tatap aku" ucap Donghae dengan nada serius yang membuat Eunhyuk terpaksa menuruti keinginan kekasih tampannya itu.
"Ha-hae… Aku…" Eunhyuk berucap tertahan sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Mata indahnya pun terbelalak tak percaya saat pandangan matanya menangkap suatu obyek yang membuat hatinya tersentuh.
Bukan… Bukan Donghae kekasihnya… Tapi sesuatu yang ada di belakang namjachingunya itu… Sesuatu yang indah… yang terkesan manis dan romantis…
"Kau suka baby?" Donghae tersenyum lembut sambil menuntun tubuh Eunhyuk mendekati sesuatu yang sudah direncanakannya sejak jauh-jauh hari sebelum hari ini datang.
Eunhyuk hanya diam… Mata indahnya bergerak kesana kemari… Menikmati tiap jengkal keindahan yang namjachingunya itu berikan padanya di hari pergantian tahun ini.
Kolam besar dengan air mancur itu kini telah terang benderang oleh lampu-lampu kecil yang menghiasi pepohonan yang tumbuh melingkar di sekelilingnya. Aliran air mancur yang terlihat berkilau karena sinar lampu itu pun menambah kesan indah pemandangan menakjubkan tersebut.
Tetapi bukan itu saja yang membuat hati Eunhyuk mendadak tersentuh seperti ini. Sebuah meja dengan beberapa hidangan yang tersaji di atasnya beserta lilin-lilin kecil yang menyala dan dua buah kursi yang diletakkan berhadapan itu pun tak luput dari pandangannya. Lampu-lampu kecil yang menggantung di atasnya benar-benar mendukung suasana romantis dua insan yang akan duduk dan menyantap hidangan itu bersama.
Namun sebelum ia benar-benar puas menikmati dan mengagumi semua pemandangan indah, manis dan romantis disaat yang bersamaan itu, ada sesuatu yang tiba-tiba mengganggu kegiatannya tersebut.
Bukan… Bukan sesuatu yang buruk… Namun sesuatu yang semakin membuatnya ingin meneteskan air mata harunya disaat itu juga… Sesuatu yang benar-benar semakin menyentuh hatinya dan sama sekali tidak pernah ia duga sebelumnya…
Baby every day and night nae gyeote isseojul
Sesang geu mueotboda sojunghan seonmul
Geudaemanui sarangingeol yaksokhaeyo
Say i do, i can't stop loving you
Donghae tersenyum lembut menatap Eunhyuk saat ia selesai melantunkan bait terakhir dari lagu tersebut. Entah sejak kapan namja tampan itu telah berdiri di depan sebuah piano yang entah sejak kapan juga berada disana.
"Ha-Hae…" gumam Eunhyuk pelan sambil memandang namjachingunya itu dengan pandangan takjub… tak percaya.
Donghae tersenyum sekilas pada Eunhyuk sebelum ia mengalihkan pandangannya pada piano yang ada dihadapannya.
Geudael mannareo ganeun giren
Jangmi hansongil nae sone deulgo
Donghae mulai memainkan tuts demi tuts piano tersebut sambil bernyanyi dan menatap Eunhyuk dengan pandangan teduh menenangkan miliknya.
Nal bomyeo useojugetjiman
Modeunge geudaen iksukhagetjyo
Neomu neujeoseo deo mianhaeyo
Ije nan malhalkkeyo
Donghae tersenyum lembut pada Eunhyuk dan menganggukkan wajahnya… Menyampaikan pesan non verbal pada Eunhyuk agar Eunhyuk bergerak mendekati dirinya.
Baby every day and night nae gyeote isseojul
Sesang geu mueotboda sojunghan seonmul
Geudaemanui sarangingeol yaksokhaeyo
Say i do, i can't stop loving you
Eunhyuk yang terdiam sejenak setelah mendapatkan kode dari Donghae tadi segera melangkahkan kakinya mendekat ke arah Donghae sambil membalas senyum tulus Donghae dengan senyuman terbaiknya.
Byeonhaetdago malhagetjiman
Geu jarieseo neul seoitjyo (geugose hangsang itjyo)
Seotun nae moseubeul gamssajuneun ttatteutan haessalman gomawoyo
Neomu neujeoseo deo mianhaeyo
Ije nan malhallaeyo
Eunhyuk terus berjalan mendekati Donghae sambil terus menahan air mata yang mulai terkumpul lagi di pelupuk matanya.
Baby every day and night nae gyeote isseojul
Sesang geu mueotboda sojunghan seonmul
Geudaemanui sarangingeol yaksokhaeyo
Say i do, I can't stop—
Baby every day and night ni gyeote isseojul
Sesang geu mueotboda naegen neorangeol
Ireoke neowa danduri igoseseo
Say i do, I can't stop loving you
Donghae mengakhiri lagunya dengan jemari tangan yang masih menekan-nekan tuts piano sebagai penutup sambil menatap Eunhyuk yang kini sudah berdiri di depannya dengan pandangan lembut penuh kasih sayang dan cinta.
"For me, it's only you more than anything else in the world… I'm here with you alone… Yes I do… I can' t stop loving you" tutup Donghae sebelum ia benar-benar mengakhiri lagu sekaligus permainan pianonya.
"Bagaimana baby? Kau suka eum?" tanya Donghae sambil berjalan mengitari pianonya dan menghampiri Eunhyuk.
"Hae… hiks…" Dan runtuhlah pertahanan yang sedari tadi Eunhyuk bangun. Air mata yang sudah sejak tadi ditahannya kini menetes lagi karena rasa haru yang begitu mendominasi hatinya saat ini.
"Ssstt… Uljima baby" Donghae segera merengkuh tubuh kurus itu ke dalam pelukan hangatnya. "Kenapa kau menangis lagi eoh? Apa ada yang salah dengan semua ini? Kau tidak suka eoh?" tanya Donghae khawatir sambil mencium lembut puncak kepala Eunhyuk.
"Aniya… hiks… hiks… Ini bagus… Bahkan terlalu bagus untukku… hiks…" isak Eunhyuk sambil menenggelamkan kepalanya lebih dalam di dada bidang Donghae.
"Aigoo~ Siapa bilang?" Donghae melonggarkan pelukannya pada tubuh Eunhyuk dan menangkup kedua pipi putih yang telah basah oleh air mata itu dengan kedua tangannya. "Dengarkan aku" ucap Donghae sambil menempelkan dahinya dengan dahi Eunhyuk. "Namjachinguku yang manis ini pantas mendapatkan hal ini… Bahkan sebenarnya kau pantas mendapatkan yang lebih baik lagi dari ini" Donghae mengakhiri ucapannya dengan mengecup lembut ujung hidung Eunhyuk dan memeluk tubuh Eunhyuk lagi.
"Hiks… Terima kasih Hae… Terima kasih banyak… Aku benar-benar tidak percaya kau akan memberikanku kejutan se-manis ini di hari pergantian tahun ini" ucap Eunhyuk disela-sela isakannya sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Donghae. "Aku benar-benar bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan karena ia telah memberikanku namjachingu seperti dirimu Hae" ucap Eunhyuk lagi.
Donghae tersenyum mendengarnya. "Aku pun begitu chagi… Aku sangat bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan karena ia telah mempertemukanku dengan namja manis berhati malaikat sepertimu Eunhyukkie-ku" balas Donghae sambil mengecup puncak kepala Eunhyuk.
"Ne… hiks… Saranghae Hae… Jeongmal saranghae…"
"Nado Eunhyukkie… I love you…"
.
.
"Hyukkie… Berhentilah menangis chagi" bujuk Donghae sambil terus membelai kepala Eunhyuk dan mengecup lembut kepala Eunhyuk beberapa kali.
"Hiks… Kau lah yang membuatku seperti ini… hiks… hiks… Bukankah kau tahu sendiri penyakitku ini? hiks… hiks… Bagaimana caranya aku bisa menghentikan tangisanku ini? Aku—Eummpphh…"
Donghae dengan cepat segera menyumpal bibir Eunhyuk dengan bibirnya sebelum Eunhyuk sempat menyelesaikan ucapannya di sela-sela isakan tangisnya tadi.
"Ha-ahhh… Ha-eummphh… Haehh…" desah Eunhyuk disela-sela ciuman mereka.
Donghae mencium bibir Eunhyuk dengan begitu lembut. Berusaha untuk membuat kekasih tercintanya itu tenang dan berhenti menangis.
"Heumpphh… chu-chukuph… euuhh… Haehh…" desah Eunhyuk sambil memukul-mukul pelan dada Donghae.
"Hmm… Mianhae chagi" ucap Donghae setelah memutus tautan bibirnya dengan bibir Eunhyuk. "Nah… Sudah tidak menangis lagi kan?" ucap Donghae sambil menyeka jejak air mata di kedua pipi Eunhyuk dan mengusap bibir Eunhyuk yang berkilat karena salivanya yang menempel di bibir kissable itu.
Eunhyuk menundukkan kepalanya dalam-dalam sambil memukul pelan dada Donghae karena malu. "Haee~~" rengeknya dengan wajah yang telah memerah sempurna.
"Hehehe… Kau terlihat sangat manis jika sedang malu-malu begini" goda Donghae sambil mencolek dagu Eunhyuk sekilas.
"Haee~~ Berhenti merayu seperti ituu~ Menyebalkan!"
"Tapi kau suka kan?" goda Donghae lagi sambil terkekeh pelan.
"Ya! Kau ini—"
"Sudahlah… Bagaimana kalau kita makan sekarang? Aku tahu, kau pasti belum makan karena jebakan mereka di dorm tadi" Donghae memotong ucapan Eunhyuk sambil menuntun tubuh namja manisnya itu menghampiri meja yang telah tertata sedemikian rupa dengan beberapa macam hidangan di atasnya.
"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Eunhyuk setelah ia mendudukkan dirinya di salah satu dari dua buah kursi yang tersedia disana.
"Tentu saja Hyukkie-ku sayang… Mereka menyuruhmu dan Sungmin hyung berjaga di café Heechul hyung lalu mengerjaimu di dorm, aku tahu pasti kau ini orang yang seperti apa" Donghae mengacak pelan rambut Eunhyuk dan mencium sekilas puncak kepala Eunhyuk sebelum ia mendudukkan dirinya di kursi yang letaknya berhadapan dengan kursi yang Eunhyuk duduki.
"Tahu seperti apa?" tanya Eunhyuk tak mengerti.
"Kau pasti akan lupa makan jika kau sudah asyik mengerjakan sesuatu atau saat kau sedang panik dalam suatu situasi. Benar kan?"
Eunhyuk tersenyum malu mendengar penuturan namjachingunya itu. "Nde… Kau benar-benar mengerti diriku… Terima kasih" ucap Eunhyuk sambil mengulas senyuman manisnya.
"Hmm" angguk Donghae. "Cha! Sekarang ayo kita makan" ajak Donghae.
"Ne!" angguk Eunhyuk sambil mengambil makanan yang tersaji dan memindahkannya ke atas piring makannya.
.
.
"Kenyang~~ Eung~~ Gomawo Hae!" ucap Eunhyuk senang sambil mengecup sekilas pipi Donghae.
Yeah… Dua insan ini baru saja menyelesaikan acara makan subuh mereka dan kini mereka berdua sedang duduk santai di salah satu bangku yang ada di sekeliling kolam besar dengan air mancur yang indah dan mempesona itu.
"Hmm… Cheonma" angguk Donghae sambil mengulas senyumnya. "Apa kau suka?" tanya Donghae sambil mengelus pipi kiri Eunhyuk dengan tangan kanannya.
"Nde! Mashita!" angguk Eunhyuk sambil mengulas gummy smile-nya. "Terima kasih Hae… Aku benar-benar tidak menyangka kau akan melakukan ini semua untukku. Aku benar-benar berterima kasih padamu… Terima kasih" ucap Eunhyuk tulus sambil memeluk lengan kiri Donghae dan menyandarkan kepalanya di bahu kiri Donghae.
"Sssttt… Tidak perlu berterima kasih. Kau pantas mendapatkannya baby" Donghae mengecup sekilas puncak kepala Eunhyuk lalu menyandarkan kepalanya di atas kepala Eunhyuk.
"Aku mencintaimu Hae… Saranghae" Eunhyuk mengeratkan pelukannya pada lengan kekar Donghae sambil memejamkan matanya, menikmati moment indah yang kini mereka berdua lewati di taman ini.
"Nde chagi… Aku lebih mencintaimu… Nado saranghae… yeongwonhi…" balas Donghae sambil ikut memejamkan matanya.
Cukup lama mereka terdiam dengan posisi seperti itu hingga akhirnya Donghae angkat bicara. "Apa kau bosan baby?" tanya Donghae tiba-tiba.
"Eum? Apa maksudmu?" Eunhyuk menegakkan kepalanya menghadap Donghae dan mengernyitkan dahinya. "Bosan kenapa? Aku tidak pernah merasa bosan jika sedang bersamamu" jawab Eunhyuk jujur yang membuat Donghae tersenyum kecil padanya.
"Bukan itu maksudku baby…" ucap Donghae sambil tersenyum penuh arti. Donghae kemudian menyandarkan lagi kepala Eunhyuk di bahunya dan merengkuh tubuh Eunhyuk ke dalam dekapannya. "Cha… Sekarang coba pejamkan matamu"
"Eoh? Untuk apa?" Eunhyuk ingin menegakkan kepalanya untuk menatap Donghae, namun tangan Donghae menahan kepala Eunhyuk agar wajah manis itu tidak berhadapan dengan wajahnya.
"Sudahlah… Ikuti saja… Kau pasti akan menyukainya" ucap Donghae meyakinkan.
Eunhyuk mengerutkan keningnya tak mengerti, namun ia tetap melakukan apa yang namjachingu tampannya ini ucapkan.
Donghae terkekeh pelan melihatnya sebelum ia mengeluarkan ponselnya. 'Ah… Sudah hampir jam 3' batin Donghae saat melihat jam di layar ponselnya. "Hitungan ketiga buka matamu ne?" ucap Donghae pada Eunhyuk.
Eunhyuk menganggukkan kepalanya sekilas. "Kau benar-benar menyebalkan!" sungutnya sambil mengerucutkan bibirnya.
"Tapi kau mencintaiku" ucap Donghae penuh percaya diri sambil mengecup singkat bibir yang terpout itu. "Bersiaplah chagi… Aku akan memulainya" ucap Donghae memberi peringatan. "Hana… Dul… Buka matamu!"
Dan…
DUARR! DUARR!
Bunga-bunga api itu pun mengudara satu per satu di angkasa gelap yang hanya berhiaskan bulan dan beberapa bintang itu.
"Ha-Hae…" panggil Eunhyuk lirih. Matanya terpaku menatap bunga-bunga api yang membuatnya takjub itu. Mata indah itu bahkan tak berkedip demi menyaksikan satu demi satu bunga api yang ditembakkan ke angkasa itu.
"Kau menyukainya, hm?" tanya Donghae sambil memeluk tubuh Eunhyuk dari belakang.
"Ha-Hae? Sejak kapan kau ada di belakangku?" tanya Eunhyuk kaget sambil menolehkan kepalanya ke belakang untuk melihat namjachingu tampannya itu.
"Sejak kau terpaku melihat kembang api yang indah itu" ucap Donghae sambil mengecup bibir Eunhyuk sekilas, lalu mengeratkan pelukannya pada tubuh Eunhyuk. "Apa kau menyukainya?" ulang Donghae lagi, bertanya pada Eunhyuk.
"Eung!" Eunhyuk mengangguk senang. "Sangat… Aku sangat menyukainya" jawab Eunhyuk antusias. "Kau tahu sendiri kan, kalau aku sangat menyukai kembang api?" tanya Eunhyuk sambil memeluk lengan Donghae yang memeluknya dari belakang dengan mata yang kembali terfokus melihat kembang api yang masih terus meledak dan menyala di atas sana.
"Eum" angguk Donghae pelan. "Syukurlah kalau kau menyukainya…" Donghae mengecup lembut puncak kepala Eunhyuk lalu menyusupkan kepalanya di perpotongan leher dan bahu kanan Eunhyuk. "Maafkan aku karena waktu itu kau melihat kembang api yang menyala ini sendirian" bisik Donghae pelan di telinga Eunhyuk.
"Apa maksudmu?" Eunhyuk memutar kepalanya ke arah kanannya dan mengelus pipi kanan Donghae dengan tangan kanannya.
"Kejadian beberapa minggu yang lalu… Saat kita hampir… berpisah…" ucap Donghae pelan sambil menggenggam tangan kanan Eunhyuk yang mengelus pipinya dan mencium tangan itu lembut. "Jeongmal mianhae…" ucapnya lagi sebelum mengecup lama tangan itu lagi.
Eunhyuk tersenyum kecil mendengarnya dan memutar tubuhnya menghadap Donghae. "Sudah berapa kali kukatakan… Berhentilah meminta maaf seperti ini" Eunhyuk menangkup kedua pipi Donghae dengan kedua tangannya dan mengusapnya pelan.
"Tapi Hyukkie… Aku—"
"Sssttt…" Eunhyuk mengusap bibir Donghae dengan ibu jari tangan kanannya untuk menghentikan ucapan namjachingunya itu. "Lupakan semua yang sudah terjadi… Bukankah kita sudah berjanji untuk memulai lagi semuanya dari awal?" ucap Eunhyuk sambil tersenyum lembut pada Donghae.
"Kau yang terbaik Hyukkie… Jeongmal saranghae" ucap Donghae sambil menempelkan dahi mereka satu sama lain.
"Nado Hae… Eummpphh…"
Dan kedua bibir itu kembali bertaut dengan lembut untuk yang kesekian kalinya di hari pergantian tahun ini.
Begitu lembut… Penuh perasaan… Penuh kehati-hatian… Berusaha untuk saling menyampaikan rasa cinta, sayang dan rindu satu sama lain, hingga akhirnya kecupan, sesapan dan lumatan lembut nan memabukkan itu berubah menjadi kecupan, sesapan dan lumatan yang lebih kasar, namun tidak mengurangi kadar sensasi memabukkan yang selalu saja mereka rasakan disaat bibir mereka saling bertaut seperti saat ini.
"Eummpphh… Haehhh…" lenguh Eunhyuk ketika Donghae semakin menekan tengkuknya untuk memperdalam ciuman mereka.
"Haaahhh…" Lidah Donghae berhasil merangsek masuk ke dalam rongga mulut kekasih manisnya ini. Mengabsen gigi yang tersusun rapi itu satu persatu dan mengajak namja manisnya itu berperang lidah. Saling membelit… Saling menjilat… Hingga menimbulkan suara decakan-decakan khas french kiss.
"Mmmpphh… Haee…hhh…" Desahan Eunhyuk semakin menjadi ketika Donghae memijat halus tengkuknya.
Yeah… Kini ciuman mereka itu bukan lagi untuk menyalurkan rasa cinta, sayang dan rindu yang membuncah di benak mereka masing-masing… Nafsu kini mulai menguasai ciuman panas mereka.
"Akkhh…" lenguh Eunhyuk saat Donghae menggigit pelan bibir bawahnya dan mengelus lembut leher Eunhyuk berulangkali. "Engghh… Haee…" Eunhyuk memejamkan matanya erat-erat. Menikmati setiap sentuhan yang kekasihnya itu berikan. Bahkan kembang api yang masih terdengar sayup-sayup meledak itu pun tidak dipedulikannya lagi.
"Ssshh… Ouhh…" lenguh Eunhyuk saat Donghae menjilat leher putihnya dan menghisapnya kuat hingga menimbulkan bekas merah keunguan yang sangat kentara. "Haahh… hah… hah…" Nafas Eunhyuk memburu… Tersengal-sengal saat Donghae melepaskan semua sentuhannya di tubuhnya.
"Hyukkie… I want you" bisik Donghae seduktif di telinga Eunhyuk sambil mengulum cuping telinga Eunhyuk, yang membuat Eunhyuk tersentak dan mendesah kembali sambil memejamkan kedua matanya. "Bisakah kita melakukannya, hm?" ucap Donghae lagi sambil menangkup kedua pipi Eunhyuk dan mengelusnya lembut.
"Hae… hh… hh…" Eunhyuk membuka matanya perlahan dan menatap kedua manik mata Donghae dengan pandangan sayunya. "Silahkan saja" ucap Eunhyuk sambil mengangguk kecil dengan senyuman yang tersungging di wajah manisnya.
.
.
.
.
.
.
.
Weh… Jadi juga pake lagu Loving U ciptaannya abang ikan tercinta #plakk
Kkkkk~~ ^.
Hollaaaww~~
Adakah yang menantikan FF ini? *kedipin mata* #plakk
TeBeCe dulu yah sodara-sodara…
Saya mau bertapa dulu untuk membuat bagian eNCehnya #pletak
Kira-kira nih eNCeh enaknya dimana ya ? :p #plak #plok XDD
.
Untuk sweet momen HaeHyuknya, gimana?
Ini udah sweet, kurang, atau malah kelebihan?
Atau… ini malah gagal?
Huwee~ Mian yah… Saya ga bisa buat yang lebih baik lagi dari ini… Kemampuan saya terbatas… Ini aja mikirnya udah ampe jungkir balik(?)… *pundung*
.
Huwaahh~~ Ternyata ujian masuk universitas itu susahnya luar binasa!
Ide saya untuk fict ini jadi sampe ikut hilang gegara itu tes v.v
Untung ada ide penggantinya n.n *curcol*
.
Oke… Ini balesan untuk yang sudah mereview di chap sebelumnya ^^
nurul p putri : Hahaha… memang harus kayak gitu, namanya juga kejutan #plakk Terima kasih untuk pengertian dan doanya ^^
lee minji elf : Ahahaha… Yang mengerencanain penculikan Hae kok #pletak Hehehe… :p
SazkiaSiwonestELF : Yang nyulik tidak lain adalah namjachingunya sendiri… Hahaha xD Yo'i… Sungminnya lagi PMS *digeplak Sungmin* XDD Terima kasih ^^
fitri flames : Siapa lagi kalo bukan namjachingunya sendiri :p Lama yah… Mian… Kalo aja ga ada tes waktu itu pasti bisa update cepet. Mianhae *bow* Ini udah manis belum? NCnya di chap depan ne? ^^
haehyukyumin : Iya… Itu Hae ^^ Maaf yah ga bisa update kilat. Ikut tes masuk universitas soalnya *bow* Terima kasih ^^
MingMin : Ehehe… Mian baru bisa lanjut sekarang. Waktu itu break karena persiapan tes. Mian yah *bow* Ini udah lanjut, semoga suka ^^
nvyptr : Wah… Ternyata ada yang senasib toh. Semoga kita sukses dan bisa masuk di perguruan tinggi yang kita inginkan yah *amin* Maaf ini telat 5 hari dari hari janji saya *bow* Semoga suka ^^
anggitas1 : Hahaha… Emang itu Donghae… Entahlah kenapa saya jadi kepikiran Donghae ngasih kejutannya pake acara nyulik segala -_- Terima kasih atas pujiannya ^^ Semoga suka dengan chap ini ^^
niknukss : Hahahaha… menunggu sesuatu memang harus butuh pengorbanan #plakk Wah… Ikutan tes SBMPTN juga? Semoga kita bisa lolos yah *ammiinn .*
park sangki : Nde… Annyeong ^^ Ga papa kok ^^ Terima kasih sudah mau mereview ^^
Yudha Namja Elfishy : Wahahaha… Tau aja kalo sebenernya saya yang mau nyulik Hyukkie #plakk *di deathglare Hae* tapi sebenernya saya mau nyulik dua-duanya biar bisa liat mereka… ehem… #slap again :p Semoga suka dengan chap ini yah ^^
ELF : Ahh… Nde… Ga papa chingu ^^ Nde… Semoga kamu naik kelas n dapet nilai rapot yang bagus ^^ Doain saya lulus tes PTN juga ne ;) Terima kasih atas pujiannya ^^ NCnya di chap depan yah xD
.
Terima kasih banyak untuk yang sudah meninggalkan review, mem-follow dan mem-favorite fict ini ^^
Gimana dengan chap ini?
Yang mau lanjut,
Review pleaseee~~
GamshaHAE
.
-Mei Hyun-
.
