… Previous Chapter …
.
.
"Hyukkie… I want you" bisik Donghae seduktif di telinga Eunhyuk sambil mengulum cuping telinga Eunhyuk, yang membuat Eunhyuk tersentak dan mendesah kembali sambil memejamkan kedua matanya. "Bisakah kita melakukannya, hm?" ucap Donghae lagi sambil menangkup kedua pipi Eunhyuk dan mengelusnya lembut.
"Hae… hh… hh…" Eunhyuk membuka matanya perlahan dan menatap kedua manik mata Donghae dengan pandangan sayunya. "Silahkan saja" ucap Eunhyuk sambil mengangguk kecil dengan senyuman yang tersungging di wajah manisnya.
.
.
.
.
.
~ New Year Eve ~
[Sekuel Jealous?]
.
By Mei Hyun15
.
Genre : Romance
Main Pair : HaeHyuk
Disclaimer :
Saya hanya meHyukkiejam nama mereka. Tapi fict ini milik saya dan murni hasil imajinasi saja.
Rate : M
Warn : BL, gaje, typo(s), abal, aneh dsb
.
.
Enjoy reading all ~ ^^
.
.
~ Chapter 7 ~
.
.
Donghae tersenyum lembut dan merapikan rambut Eunhyuk yang terlihat sedikit berantakan. "Kajja" ucap Donghae sambil menarik kedua tangan Eunhyuk dengan lembut agar berdiri dari posisi duduknya.
"Eoh? Apa maksudmu?" Eunhyuk mengerutkan dahinya bingung.
"Aku memang menginginkanmu… Tapi kita tidak akan melakukannya disini chagi… Aku tidak mau kau sakit karena masuk angin" ucap Donghae sambil merapikan kerah mantel yang Eunhyuk kenakan.
Blush…
Ucapan Donghae sukses membuat kedua pipi putih Eunhyuk merona merah karena malu. "Haee~ Jangan se-frontal itu… Aku malu~" rengek Eunhyuk sambil menangkup kedua pipinya yang mulai memanas dengan kedua tangannya.
"Hehehe… Kau terlihat lebih manis jika sedang malu-malu begini" kekeh Donghae jahil sambil mengecup hidung Eunhyuk. "Kajja!" ajak Donghae sambil menarik tangan Eunhyuk dan melangkah meninggalkan tempat tersebut bersama kekasih manisnya itu.
.
.
"Wah~ Indah sekali~" gumam Eunhyuk sambil menatap takjub seisi sudut ruangan kamar tersebut setelah ia memasukinya.
Yeah… Kini mereka—Donghae dan Eunhyuk—baru saja masuk ke dalam sebuah kamar hotel yang sudah Donghae pesan sebelumnya.
Ingat? Donghae memang menginginkan Eunhyuk, tapi ia tidak ingin kekasih manisnya itu masuk angin karena melayani hasratnya di taman terbuka seperti tadi. Selain itu ia juga memesan kamar di hotel ini karena ia telah merencanakan sesuatu yang lain untuk kekasih manisnya itu esok pagi.
"Kau menyukainya baby?" tanya Donghae sambil memeluk tubuh Eunhyuk dari belakang.
"Eung! Aku menyukainya! Sangat!" jawab Eunhyuk penuh semangat sambil mengulas senyum cerianya yang membuat Donghae ikut tersenyum melihatnya. "Eung… Hae… Bolehkah…?" tanya Eunhyuk ragu sambil menatap pintu menuju balkon kamar tersebut lekat-lekat.
"Kenapa tidak? Cha… Silahkan kalau kau mau" ucap Donghae sambil melepaskan pelukannya pada tubuh Eunhyuk.
"Gomawo" Eunhyuk mengecup pipi kiri Donghae sekilas sebelum ia berlari menuju balkon kamar tersebut. "Wuahh~" gumamnya kagum ketika melihat pemandangan yang benar-benar membuatnya takjub untuk yang kesekian kalinya. "Haee~ Cepat kemari~" panggilnya pada Donghae yang berjalan santai di belakangnya.
"Wae?" tanya Donghae yang baru saja datang dan memeluk tubuh Eunhyuk dari belakang. "Kau suka?" tanya Donghae lagi pada Eunhyuk.
Entahlah… Kebiasaan atau bagaimana… Donghae sangat senang memeluk tubuh Eunhyuk dari belakang… Melingkarkan tangannya di pinggang ramping Eunhyuk dan melesakkan kepalanya di perpotongan leher dan bahu Eunhyuk, lalu menghirup aroma tubuh Eunhyuk yang menguar disana… Benar-benar menyenangkan menurutnya.
"Eum… Tentu saja" angguk Eunhyuk. "Ini benar-benar indah… Jeongmal gomawo karena telah mengajakku ke tempat yang begitu romantis ini" ucap Eunhyuk tulus sambil memeluk lengan Donghae yang melingkar di pinggangnya dari depan.
"Sudah kubilang jangan berterima kasih… Kau pantas mendapatkan yang lebih dari ini" ucap Donghae sambil menghirup aroma tubuh Eunhyuk di perpotongan bahu dan lehernya dalam-dalam.
"Ck… Kau ini… Bagaimana bisa aku tidak berterima kasih padamu? Kau tahu? Aku benar-benar senang hari ini… Terima kasih banyak" ucap Eunhyuk sambil mengangkat tangan kanannya ke belakang dan mengelus pipi kanan Donghae dengan lembut.
"Ne… Cheonma baby" sahut Donghae sambil mengecup tangan Eunhyuk yang membelai lembut pipi kanannya. "Jadi, bisakah kita melanjutkan kegiatan kita yang sempat tertunda?" tanya Donghae meHyukkieta ijin.
"Tapi aku masih mau—eungh… disini…" ucap Eunhyuk sambil menggigit bibir bawahnya karena kekasih tampannya itu tanpa aba-aba mulai menjilat, mengecup dan menghisap leher putihnya itu.
"Nde… Gwenchana… Kau nikmati…hmm… saja pemandangan disini… Biarkan aku… mmhh… melakukan pemanasan ini… disini" ucap Donghae disela-sela kegiatan menjilat, mengecup dan menghisap leher Eunhyuk.
"Ta-tapi Hae… aku… ahh… tidak bisa menikmati… sshh… pemandangan jika kau… mmhh… begini" ucap Eunhyuk susah payah sambil meredam desahan yang mulai mengalun keluar dari bibirnya.
"Mmhh… Tapi aku sudah tak sabar lagi… Hyukkiehh…" Donghae segera membawa tangannya mengarah ke dagu Eunhyuk dan memutarnya agar wajah kekasih manisnya itu berhadapan dengan wajahnya.
Sambil mengelus pelan pipi kiri Eunhyuk… Perlahan… Donghae memajukan wajahnya sedikit demi sedikit… MengeliHyukkieasi jarak di antara wajahnya dengan wajah Eunhyuk dan mendaratkan bibir tipisnya di atas bibir kissable Eunhyuk.
"Eunghhh…" lenguh Eunhyuk saat bibir Donghae mulai bergerak melumat bibirnya. Eunhyuk memejamkan matanya erat-erat dan semakin mencengkeram tangan kanan Donghae yang masih melingkar indah di pinggang rampingnya tatkala ia merasakan sensasi memabukkan itu lagi.
"Hmmpphh… Hyukkiehh…" desah Donghae disela-sela lumatannya sambil menaikkan tangannya menuju kerah mantel yang masih Eunhyuk kenakan dan melepas kancingnya satu persatu dari belakang.
Yeah… posisi ini memang cukup menyulitkan untuk Donghae, tapi ia begitu menikmatinya hingga ia terus saja melepaskan kancing mantel yang Eunhyuk kenakan itu satu persatu hingga kancing terakhir di bagian paling bawah mantel tersebut tanpa melepaskan pagutannya sedikitpun pada bibir Eunhyuk yang mulai membengkak merah akibat gigitan-gigitan kecilnya pada bibir itu.
"A-ahhh… uhmmphh…" lenguh Eunhyuk saat Donghae dengan nakalnya menyusupkan tangan kanannya ke dalam t-shirt yang Eunhyuk kenakan dan membelai lembut perut ber-abs samar milik Eunhyuk dengan tangan kiri menahan pergerakan kepala Eunhyuk.
"Hyukkiehh… Buka mulutmu chagihh… Biarkan aku menginvasi rongga mulutmuhh…" pinta Donghae dengan nafas yang mulai memburu akibat nafsu yang mulai menguasai tubuhnya sambil membelai lembut tengkuk Eunhyuk yang sensitive itu.
"Ahh… Haee… eumph… unghh…" lenguh Eunhyuk saat lidah Donghae mulai menerobos masuk ke dalam rongga mulutnya. Mengabsen gigi rapi Eunhyuk itu satu persatu… Membelai langit-langit rongga mulut Eunhyuk… Dan membelit lidah Eunhyuk… Mengajaknya untuk berperang lidah serta menghisap lidah itu dengan lembut… Berusaha untuk membangkitkan gairah Eunhyuk.
"Hmmpphh…" sahut Donghae sambil menggerak-gerakkan kepalanya… Berusaha untuk mendapatkan posisi senyaman mungkin untuk semakin memperdalam ciuman mereka.
"Eungh… Haehh…" Donghae yang mengerti Eunhyuk mulai merasa sesak segera melepaskan ciuman panjang mereka dan beralih mengecup dan menjilat leher putih Eunhyuk.
"Eunghh… Hmmhh… AH!" Eunhyuk tersentak saat jemari Donghae mulai mengusap di sekitar dadanya dan mulai menekan-nekan nipplenya dengan jari telunjuknya. Tidak hanya menekan, Donghae bahkan memelintir dan mencubit-cubit kedua nipple Eunhyuk secara bergantian yang membuat namja manis itu semakin mendesah nikmat.
"Emhh… Hyukkie… Kita lanjutkan di dalam saja ne? Udara semakin dingin" Donghae segera melepaskan semua sentuhannya pada tubuh Eunhyuk sebelum ia menggendong bridal style namja manis yang masih terengah-engah itu masuk ke dalam kamar hotel mereka.
.
.
Kini tubuh kedua namja itu sudah topless. Tubuh si namja tampan sudah berada di atas tubuh si namja manis yang masih terkulai lemas pasca 'permainan' singkat yang dilakukan oleh keduanya—dengan sedikit paksaan dari si namja tampan tentunya—di balkon tadi.
"Hhhh… Haee… Nghhh" Eunhyuk menggeliat tak nyaman saat Donghae mulai menjilat dan menghisap lehernya. Wajahnya memerah menahan sensasi geli dan nikmat yang dirasakannya.
"Ge-gelih… Haee…" Eunhyuk meremas pelan rambut Donghae yang kini mulai memainkan lidahnya di daerah sekitar nipple Eunhyuk.
Donghae yang tergoda dengan tonjolan bulat kecil berwarna pink kecoklatan tersebut segera memasukkan tonjolan tersebut ke dalam mulutnya dan menyedotnya kuat-kuat seperti seorang bayi kehausan yang menyusu pada ibunya.
"A-Ahh! Haeee… Ahhh" desah Eunhyuk menjadi-jadi saat tangan kanan Donghae ikut andil memanjakan nipplenya yang lain. Nipple kiri Eunhyuk diusap, dicubit, ditekan, dan dipelintirnya sambil sesekali meremas dada Eunhyuk hingga membuat Eunhyuk mau tak mau menutup mulutnya dengan telapak tangannya untuk meredam jeritannya yang makin menjadi-jadi itu.
"Ahh… Haee… Jebaallhhh" desah Eunhyuk karena tak kuat merasakan sensasi nikmat yang dideranya.
"Mmhh… Hyukkiehh…cpk..." sahut Donghae disela-sela kegiatannya mengemut nipple Eunhyuk.
Eunhyuk memejamkan matanya erat-erat sambil menggigit bibir bawahnya saat dirasanya tubuhnya mulai menggila karena rangsangan-rangsangan yang Donghae berikan pada tubuhnya yang sensitive itu.
Donghae yang menyudahi kegiatannya itu hanya tersenyum melihat ekspresi nikmat yang begitu kentara di wajah namjachingu manisnya itu. Ia kemudian mengalihkan tangannya untuk menjamah bagian lain dari tubuh namja-nya itu
"A-Ah! Hae!" pekik Eunhyuk tiba-tiba saat merasakan sesuatu yang menggesek selangkangannya yang sudah mulai menggembung itu.
"Chagi… Kau sudah mulai tegang rupanya" ucap Donghae sambil mengelus-elus tonjolan di selangkangan Eunhyuk itu dengan gemas.
"A-ahh… Haeehh… ouhh…" desah Eunhyuk menikmati sentuhan Donghae pada bagian paling pribadinya itu. "Hhaahh… B-buk-aahh… Bukhaahh Haee… Sesaakkhh…" ucap Eunhyuk susah payah disela-sela desahannya.
"As your wish chagi" Donghae menarik zipper celana yang Eunhyuk kenakan, lalu membuka kancingnya. Memelorotkan celana itu beserta underwear Eunhyuk dan melemparnya ke sembarang arah hingga sekarang Eunhyuk totally naked.
"Ahh!" jerit Eunhyuk tertahan saat Donghae dengan tiba-tiba memasukkan miliknya ke dalam mulut Donghae dan mengulumnya.
"Kau sudah benar-benar basah chagi" ujar Donghae saat lidahnya merasakan sesuatu yang mulai keluar dari lubang kecil di ujung junior Eunhyuk.
Donghae pun semakin menambahkan tempo kuluman dan hisapannya pada junior Eunhyuk yang sudah mulai berkedut itu.
"A-ahhh… Haee… Akuu… A-akuu… Ahh…" desah Eunhyuk yang sudah tak kuasa menahan kenikmatan yang ia rasakan. Ia meremas pelan rambut Donghae dan semakin menekan kepala Donghae pada selangkangannya.
"H-Haee… A-akuu… Ma-mauuhhh… Aaahhhhhhh~" desah Eunhyuk panjang sebelum ia sempat menyelesaikan ucapannya.
"Hmm… Rasamu manis Hyukkiehh… Slurp… Slurp…" Tanpa rasa jijik sedikit pun, Donghae menelan habis cairan yang Eunhyuk keluarkan beberapa saat lalu dan menjilati junior Eunhyuk hingga junior itu bersih dari cairan tersebut.
"Ahh…" desah Eunhyuk pelan setelah Donghae selesai membersihkan cairannya itu dari selangkangannya.
"Bisa kita lanjutkan Hyukkie?"
"Ne" sahut Eunhyuk pelan sambil mengangguk lemah dengan mata terpejam.
Donghae segera merangkak naik ke atas tubuh Eunhyuk setelah ia melepaskan sisa pakaian yang masih melekat di tubuhnya. Dengan penuh kasih sayang ia mengecup lembut dahi Eunhyuk dan menyeka keringat di dahi namja itu.
Eunhyuk yang menyadari sikap lembut kekasihnya segera membuka matanya dan menatap dalam mata Donghae. "Hae" panggil Eunhyuk pelan.
"Hmm"
"Saranghae" ucap Eunhyuk sambil menyunggingkan senyuman manisnya. "Terima kasih untuk hari ini. Aku benar-benar menyukainya" Eunhyuk mengecup sekilas bibir Donghae. "Ini adalah kado tahun baru terindah sepanjang hidupku. Terima kasih banyak" ucap Eunhyuk lagi sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Donghae.
"Nado saranghae chagi" balas Donghae sambil menyunggingkan senyumnya dan mengecup sekilas bibir Eunhyuk. "Terima kasih juga karena kau adalah kado terindah yang pernah kudapat seumur hidupku. Aku beruntung bisa memilikimu. Semua yang ada pada dirimu, aku menyukainya. Aku benar-benar berterima kasih pada Tuhan karena sudah mempertemukanku dengan seorang malaikat yang begitu manis seperti dirimu, yang bersedia mendampingiku hingga hari ini" lanjut Donghae.
"Terima kasih karena sudah bersedia mendampingiku hingga kini Lee Eunhyuk. Kuharap kita bisa terus bersama hingga maut memisahkan kita berdua. Jeongmal saranghae Lee Eunhyuk… Yeongwonhi…" ucap Donghae sebelum mengecup lembut bibir itu lagi.
"Ne Donghae-ya… Nado" balas Eunhyuk sambil tersenyum manis pada Donghae. "Jadi, mau melanjutkan ini atau tidak?" goda Eunhyuk pada Donghae.
"Aish… Sudah mulai nakal eoh?" Donghae menyentil pelan hidung Eunhyuk.
"Haee~ Sakiiitt~" rengek Eunhyuk sambil memukul pelan dada Donghae.
Donghae tersenyum melihat tingkah manja Eunhyuk dan mengecup sekilas bibir kissable itu lagi. "Baiklah Hyukkie chagi, karena aku sudah tak tahan lagi, aku akan melakukannya sekarang. Tapi sebelumnya aku akan melonggarkan lubangmu supaya kau tidak terlalu merasa sakit saat kita melakukannya nanti" ucap Donghae sambil memposisikan tubuhnya di bawah tubuh Eunhyuk.
Eunhyuk hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti gerakan Donghae yang mulai melebarkan kedua pahanya.
"Uhhh…" desah Eunhyuk saat satu jari Donghae perlahan membobol lubangnya yang sudah pernah terjamah satu kali itu.
"Apa ini sakit Hyukkie?" tanya Donghae memastikan.
"Tidak Hae… Hanya saja, rasanya se-sedikit anehh" sahut Eunhyuk terbata.
Donghae kemudian mulai menggerakkan jarinya keluar masuk hole Eunhyuk saat dirasanya hole Eunhyuk mulai terbiasa dengan kehadiran jarinya di dalam sana.
"Ahh… Haehh…" desah Eunhyuk yang mulai menikmatinya.
Donghae pun menambahkan satu jarinya lagi. Kini ia tak hanya mengeluar masukkan kedua jarinya itu. Terkadang ia memutarnya dan terkadang juga membuat gerakan menggunting untuk memperlebar hole Eunhyuk sebelum hole tersebut dimasuki oleh miliknya yang tentunya berukuran lebih besar dari ukuran kedua jarinya tersebut, yang membuat Eunhyuk menjerit nikmat.
"Aahhh Haeee… Lebih dalaammhh… Lhagiihh… Ouhhh… Terush Haeee… Uuhh…" desah Eunhyuk yang kini ikut menggerakkan pinggulnya agar jari-jari Donghae bisa masuk lebih dalam lagi ke dalam hole-nya dan menyentuh prostatnya.
"Sshhh… hole-mu ini begitu sempit Hyukkiehh" desah Donghae saat merasakan hole Eunhyuk memijat jari-jarinya.
"Ahhh… Haee… I-inih benar-benarhh nik—Ahh! Kenapah berhentih?" desah Eunhyuk kecewa saat merasa hole-nya kosong karena Donghae sudah mengeluarkan jari-jarinya dari dalam sana.
"Aku sudah tidak tahan lagi Hyukkie" ucap Donghae sambil mengocok cepat juniornya agar cepat menegang hingga ukuran maksimal yang membuat seorang Lee Eunhyuk memalingkan wajahnya karena malu melihat benda kebanggaan milik kekasihnya itu berada tepat di hadapannya.
"Kau malu eoh?" goda Donghae sambil membelai lembut pipi Eunhyuk yang sudah memerah sempurna.
"Haee~ Jangan menggodaku lagiii~ Cepat masukkan!" ucap Eunhyuk sambil memukul pelan bahu Donghae.
"Aigoo~ Kekasihku ini sungguh manis. Sudah tak sabar lagi eoh?" goda Donghae.
"Haeee~" rengek Eunhyuk manja.
"Ne, ne… Baiklah" ucap Donghae menyanggupi. "Ini akan sakit Hyukkie. Jadi bertahanlah" ucap Donghae lagi sebelum memulai kegiatan inti mereka.
Donghae kemudian menaikkan kedua kaki Eunhyuk dan melingkarkannya pada pinggulnya. Sementara itu kedua tangan Eunhyuk bergerak untuk meremas seprai yang melapisi ranjang itu untuk mengantisipasi rasa sakit yang sebentar lagi akan ia rasakan.
Dan…
Jleb!
"A-ahh… appo…" lirih Eunhyuk saat kepala junior Donghae mulai masuk ke dalam hole sempitnya.
"Sshh… Tahanlah sebentar Hyukkiehh" desah Donghae saat merasakan hole Eunhyuk meremas kuat juniornya. "Rilekslah Hyukkie… Aku janji, setelah ini kau tidak akan merasa sakit lagi" lanjut Donghae sambil berusaha untuk mendorong juniornya agar dapat tertanam sempurna di dalam hole Eunhyuk.
"U-ughh! T-tunggu sebentarh Hae" pinta Eunhyuk sambil memejamkan matanya saat junior Donghae sudah masuk setengahnya.
Sungguh demi apapun, Eunhyuk benar-benar merasa sakit hingga kedua mata indahnya meneteskan air mata. Walaupun ini adalah kali kedua kekasih tampannya itu memasukinya, tapi ini adalah kali kedua setelah beberapa minggu lamanya tubuhnya tak dijamah oleh namja tampan yang merupakan kekasihnya itu, sehingga tentu saja ia akan merasa sakit karena hole-nya itu sudah menyempit lagi. Tubuh bagian bawahnya benar-benar bagaikan terbelah dua. Hole-nya terasa begitu panas dan perih.
"Kita hentikan saja ya Hyukkie" ujar Donghae yang tak tega melihat keadaan kekasih manisnya itu sambil menyentuh kedua pipi Eunhyuk dan mengusap air mata Eunhyuk dengan kedua ibu jarinya.
Donghae terlihat sangat mengkhawatirkan Eunhyuk. Ia begitu menyanyangi dan mencintai kekasihnya itu. Ia tidak ingin menyakiti Eunhyuk. Ia benar-benar tidak tega melihat raut wajah Eunhyuk yang menahan rasa sakit karena dirinya.
Eunhyuk membuka matanya perlahan dan menatap wajah Donghae dalam. "Ti-tidak apa-apa Hae… Lanjutkan saja… Aku pasti bisa melewati ini" ucap Eunhyuk sambil tersenyum dan mengelus pipi kiri Donghae dengan tangan kanannya.
Donghae menganggukkan kepalanya dan mencium tangan kanan Eunhyuk. "Jika kau merasakan sakit, kau bisa mencakar punggungku atau—"
"Tidak Hae… Aku tidak ingin menyakitimu. Lebih baik aku meremas kuat kain seprai ini daripada aku melukai tubuhmu" Eunhyuk terkekeh pelan.
"Kau memang yang terbaik Hyukkie" Donghae mengecup dahi Eunhyuk cukup lama sebelum ia melanjutkan kegiatan mereka yang tertunda.
"Ssshhh…" desis Donghae yang kembali berusaha untuk mendorong juniornya masuk lebih dalam lagi ke dalam hole Eunhyuk.
Jleb!
"Aaahhhhh~!"
Dan akhirnya junior itu tertanam sempurna di hole Eunhyuk.
"Berhenti dulu Hae… Rasanya perih" ucap Eunhyuk setelah Donghae berhasil menanamkan junior besarnya itu di hole Eunhyuk.
Donghae yang tidak tega melihat raut kesakitan di wajah Eunhyuk segera mencondongkan wajahnya ke dada Eunhyuk untuk meraup salah satu nipple Eunhyuk ke dalam mulutnya dan memilin nipple yang satunya lagi dengan tangan kanannya. Sementara itu tangan kirinya mengurut pelan junior Eunhyuk. Bermaksud untuk membuat Eunhyuk melupakan rasa sakitnya.
"Ha-ahhh… Haeehh… Cukuphh…" desah Eunhyuk yang menikmati perlakuan Donghae. "Bergeraklah" pinta Eunhyuk pada Donghae.
Dengan mulut yang masih mengulum nipple Eunhyuk dan tangannya yang masih memanja nipple dan junior Eunhyuk, Donghae mulai menggerakkan tubuhnya. Membuat juniornya keluar masuk hole Eunhyuk. Ia melakukannya dengan lembut dan pelan. Tidak ingin menyakiti Eunhyuk-nya.
"Haahhh… Haehh…" desah Eunhyuk menikmati. Libidonya benar-benar naik karena Donghae benar-benar memanjakan titik-titik kenikmatannya. Kedua nipplenya, juniornya dan hole-nya yang tengah digenjot oleh namja yang sangat dicintainya itu.
"Ahhh… Terush Haehh… Fasterhh… Le-lebihh dalaaamm… Ouuhh…" jerit Eunhyuk yang tidak kuat lagi menahan seluruh nikmat yang dirasakannya.
"Hhhh… Hyukkieh… Kau benar-benarhh… Sempith chagihh… Ahh…" desah Donghae yang merasakan juniornya dipijat begitu kuat dan nikmat di dalam hole Eunhyuk.
"Mmmhhh… N-neehh… K-kau ju-jugaahh Haehh… Mi-milikmuhh be-besarhh… Ugh" Eunhyuk ikut menggerakkan pinggulnya agar junior Donghae bisa masuk lebih dalam lagi dan menyentuh prostatnya.
"Nghh… Jeo-jeongmalh saranghae Hyukkieh… Oohh" ucap Donghae disela-sela desahannya.
"Na-nadoohh Haehh… Awhh… Sshhh" sahut Eunhyuk susah payah. "Lebih cepath… Dan ahhh… Dalamh lagih…" pinta Eunhyuk.
"Ndeehh…"
Donghae mempercepat pergerakan pinggulnya. Kini nafsu benar-benar telah menguasainya. Dan hal itu membuat jeritan nikmat Eunhyuk makin menjadi-jadi. Mereka sudah tidak peduli lagi apakah desahan dan jeritan nikmat mereka terdengar oleh penghuni lain di hotel tersebut atau tidak.
"Ahhh… Haehhh… Hampir sampai"
"Ndeehh… Se-sebentarh lagih Hyukkieh" Donghae makin mempercepat genjotannya dan makin menumbuk dalam hole Eunhyuk.
"Ta-tapiihh a-akuuhh… Sudah tidakhh ahhh kuath laghiihh…"
"Hhhh… Bersamah Hyukkiehh… Aku jugahh hampirhh sampai"
"Tap-tapiihh—AAAHHHHH!" jerit Eunhyuk saat gelombang kenikmatannya datang. Kedua matanya terpejam erat saat merasakan orgasme-nya itu. Spermanya menyemprot keluar membasahi dada dan perutnya juga dada, perut dan tangan Donghae.
"OOHHH HYUKKIEHH!" jerit Donghae saat gelombang kenikmatannya ikut datang beberapa saat setelah Eunhyuk. Spermanya menyemprot keluar di dalam hole Eunhyuk hingga menetes keluar karena terlalu banyaknya.
"Hhh… hhh… hhh…" deru nafas mereka terdengar setelah mereka baru saja selesai melakukan kegiatan melelahkan namun nikmat tersebut.
Donghae yang sudah mulai bisa mengatur nafasnya segera mencabut juniornya secara perlahan dari hole Eunhyuk dan merebahkan tubuhnya disamping tubuh kekasihnya itu.
"Aahh" Eunhyuk melenguh pelan saat Donghae mengeluarkan juniornya.
"Kau tidak apa-apa Hyukkie?" Donghae mengelus pipi kiri Eunhyuk dengan tangan kanannya sementara itu tangan kirinya menyeka keringat yang membanjiri dahi Eunhyuk.
"Ndeh… Haehh… Gwenchana… Hanya sedikit lelah dan agak lemas" sahut Eunhyuk sambil membuka kedua matanya perlahan.
"Maaf telah membuatmu merasakan kesakitan seperti tadi" sesal Donghae sambil menundukkan wajahnya dalam.
Eunhyuk tersenyum melihat betapa namja yang ada dihadapannya ini begitu menyayangi dan mencintainya. "Hae, bukankah sudah kubilang aku tidak apa-apa? Mengapa kau merasa bersalah seperti itu?" Eunhyuk menangkup wajah Donghae dengan kedua tangannya agar mata itu menatap wajahnya.
"Tapi Hyukkie, tadi kau—"
"Bukankah tadi aku juga merasakan nikmat?" ucap Eunhyuk sambil tersenyum. Berusaha untuk membuat Donghae-nya mengerti bahwa ia baik-baik saja.
"Benarkah?" tanya Donghae meyakinkan.
"Nde" angguk Eunhyuk cepat. "Untuk apa aku berbohong padamu kalau aku benar-benar merasakan hal seperti itu?" tambah Eunhyuk. "Memang sakit di awal… Tapi itu tidak masalah asal itu adalah kau" ucap Eunhyuk lagi sambil mencium pipi kiri Donghae.
Donghae tersenyum mendengarnya. "Terima kasih Hyukkie. Kau memang yang terbaik" ucap Donghae sambil mencium kening Eunhyuk. "Jeongmal saranghae Lee Eunhyuk… Yeongwonhi"
"Nado saranghae Lee Donghae… Yeongwonhi" balas Eunhyuk sambil tersenyum.
Dan kedua bibir itu kembali bertaut lembut cukup lama sebelum keduanya kembali kehabisan nafas dan terpaksa melepas ciuman memabukkan itu.
"Hah… hah… hah… Hahahahaha" tawa Eunhyuk disela-sela nafasnya yang tersengal-sengal.
"Hh… hh… hh… Waeyo Hyukkie? Ada yang lucu eoh?" sahut Donghae dengan dahi mengernyit disela-sela helaan nafas beratnya yang juga tersengal-sengal.
"Dasar pabbo! Padahal kita baru saja melakukannya dan hampir kehabisan nafas setelah kegiatan itu selesai. Dan sekarang kita melakukannya lagi dengan ciuman. Hahaha" tawa Eunhyuk yang membuat Donghae tertawa mendengarnya.
"Ne… kau benar" sahut Donghae setelah ia berhasil menghentikan tawanya. "Tidurlah… Aku tahu kau lelah" ucap Donghae sambil mencium hidung mancung Eunhyuk"
"Nde… Aku juga sudah mengantuk" ucap Eunhyuk sambil menguap kecil. "Jaljayo Hae… Sweet dreams" ucap Eunhyuk sambil menyamankan tubuhnya dalam dekapan Donghae.
"Nado baby… Sweet dreams too" balas Donghae sambil mengecup puncak kepala Eunhyuk cukup lama dan terkekeh saat kekasih manisnya itu semakin melesakkan kepalanya pada dada bidangnya.
"Kau benar-benar hal terindah yang pernah kudapatkan dalam hidupku Hyukkie chagiya. Aku berjanji akan terus bersamamu. Aku tidak akan mengulangi lagi hal bodoh yang pernah kulakukan padamu. Aku berjanji tidak akan pernah menyakitimu lagi dan aku juga tidak akan pernah melepaskanmu lagi. Jeongmal saranghae my princess… Yeongwonhi"
Donghae mengecup sekilas bibir Eunhyuk dan menyamankan posisi tidurnya.
"Kuharap kita bisa terus bersama sampai maut memisahkan kita. Aku sangat mencintaimu my princess… Jaljayo" ucap Donghae lagi sebelum menyusul Eunhyuk ke alam mimpi.
.
.
.
.
.
.
.
Huaahh… chapter ini Full NC pemirsaahh… *mimisan* *tepar*
Sumpah!
Setengah mati saya ngetik chap ini
Saya bener-bener ga kuat ngetik bagian NC *padahal udah biasa baca #plakk*
Jadi maaf aja kalo ini mirip dengan NC scene di ff saya yang lain, karena saya memang nge-remake NC scene dari sana *bow*
Ga tau ini…
Padahal pas bikin NC scene di ff sebelumnya saya lumayan bisa meski harus berjuang mati-matian(?) juga… Tapi ini malah ga bisa sama sekali :'(
Apa karena stress nunggu pengumuman hasil ujian masuk universitas yah, makanya otak yadongnya jadi error bin aneh gini? #plakk *malah curcol*
Ahh… Ya sudahlah… Abaikan #doubleplakk xDD
.
Eum… Ini masih belum masuk bulan puasa kan?
Saya ga ingkar janji kan?
Hehe… Mian yah baru bisa update sekarang… Soalnya lappy saya baru balik nih setelah 3 hari lamanya dibawa pergi sama adik saya pakai lomba karya tulis *bow*
Semoga puas yah dengan chap ini ^^
Kalo ini ga hot, saya bener-bener minta maaf, soalnya saya bener-bener ga ahli bikin NC scene kayak gini
Harap dimaklumi yah *bow again*
.
Oke… Ini balesan untuk yang me-review di chap kemarin ^^
niknukss : hehehe… mian yah kalo lama… saya berusaha banget buat sweet moment-nya, jadi mesti ngecek berulang kali n berulang kali juga ganti kata-kata n scene-nya *ga pede* :p Hehehe… Nde… Semoga kita lulus sbmptn yaa~ ^^
ELF : Thanks ya dear :* Ahahaha… Suka ga sama NC-nya? Hehehe… Chap ini NC-nya remake, soalnya saya lagi ga kuat(?) ngetik NC scene #plakk Kenapa kamu yadong? Bawaan mungkin #plakk xDD Prekuel itu cerita awal sebelum cerita dari fict yang dimaksud ada *ngerti ga sama bahasanya? Enggak ya? Ya udah deh #plakk*
elza orizhuka : Ehehe… Terima kasih ^^ Eum… Kasian kalo ditaman, entar Hyukkienya masuk angin. Kan disana kalo sekitaran bulan itu turun salju :p
nvyptr : Hu'um ^^ Semoga kita lulus sbmptn ne ^^ *amin*
SazkiaSiwonestELF : Ahaha… Miaann… Otak yadong saya lagi ga connect ini #slap Hehehe… Terima kasih ^^ KyuMinnya nanti ada di part akhir bareng sama pair lainnya ^^
nurul p putri: ^^ Kebiasaan Hae mungkin :p Kalo nyium kamu ntar ada yang marah *lirik Hyukkie* xD Terima kasih atas pengertiannya ^^ Iya… Ini saya udah update supaya nanti ga update part NC di bulan puasa. Hehe… Btw untuk bulan puasa nanti, selamat puasa ya ^^ Semoga puasanya sukses, ga bolong-bolong ^^
Kinan : Ne ^^ Iya… Nanti dibuat setelah yang ini tamat ^^ Ditunggu aja ya ^^
Haiiro-Sora : Hehehe… Ne ^^
Yudha Namja ELFishy : Terima kasih ya ^^ Hahaha… tuh NC-nya *tunjuk cerita di atas* Hehehe makasih atas pujiannya… Jadi malu saya /padahal ngerasain kayak gitu aja ga pernah #plakk/ Iya… itu udah di dalem kamar kan? ^^ 10 ronde? Weh… Mian ne? saya ga kuat… Lagian Hae punya rencana lain untuk Hyukkie… Hehe ^^
haehyukyumin : Terima kasih ^^ Hu'um… Chap ini udah NC nih! Full malah… Kkk~ :p
AnchoFishyMochi : Nde… Annyeong ^^ Ga papa… Terima kasih sudah mau meninggalkan review ^^ Hahaha… Tuh NC-nya *nunjuk cerita di atas*
myfishychovy : Terima kasih atas pengertiannya ^^ Iya… Nanti saya bikini prekuelnya setelah fict ini selesai. Ditunggu aja ya ^^ Hehe… Masalah ngereviewnya bolong-bolong, ga papa kok… Saya juga sering kayak gitu karena waktu yang terbatas :-)
lee minji elf : Hehe… Iya… Nanti rencananya mau langsung saya ketik kalau fict ini sudah selesai ^^ Terima kasih atas dukungan dan doanya *hug* Maunya sih nyari kebidanan sama bahasa jepang… Ga tau deh ntar jodohnya sama yang mana :p
haehyukyumin : Iya… Terima kasih ya ^^
shizu indah : Hehehe… Nee~ ^^
kikyojewelfishy : Ndeee… Gomawooo… ^^
Yurako Koizumi : Nde… Annyeong ^^ Iya… Terima kasih ya ^^
Kim yehyuk : Nde eonnie ^^ Terima kasih banyak ya ^^ Semoga sidangnya berhasil ^^
.
Terima kasih banyak untuk readers yang sudah mau mengerti dengan keadaan saya, mendukung saya, dan mendoakan saya *hug readers satu-satu*
Saya bener-bener berterima kasih *bow 90 derajat* *nangis terharu*
Besok pengumuman SBMPTN, mohon doanya yah ^^
Semoga saya lulus *deg-degan ini. sumpah! ^"^ *
.
Untuk readers yang menanyakan dan meminta prekuel Jealous?, nanti setelah fict ini selesai, saya akan langsung mengetik ceritanya dan mempublishnya secepat yang saya bisa
Ditunggu aja ne?
Annyeong~~ ^^
.
-Mei Hyun-
.
