Previous Chapter …

.

.

Donghae mengecup sekilas bibir Eunhyuk dan menyamankan posisi tidurnya.

"Kuharap kita bisa terus bersama sampai maut memisahkan kita. Aku sangat mencintaimu my princess… Jaljayo" ucap Donghae lagi sebelum menyusul Eunhyuk ke alam mimpi.

.

.

.

.

.

~ New Year Eve ~

[Sekuel Jealous?]

.

By Mei Hyun15

.

Genre : Romance

Main Pair : HaeHyuk

Disclaimer :

Saya hanya meminjam nama mereka. Tapi fict ini milik saya dan murni hasil imajinasi saja.

Rate : T

Warn : BL, gaje, typo(s), abal, aneh dsb

.

.

Enjoy reading all ~ ^^

.

.

~ Chapter 8 ~

.

.

Seorang namja tampan tampak asyik memandangi wajah seorang namja manis yang masih asyik bergelut dengan alam mimpinya. Sesekali bibir tipis namja tampan tersebut menyunggingkan senyum saat namja manis tersebut menggumamkan sesuatu yang tak jelas sambil sesekali mengerucutkan bibirnya.

'Polos' batin namja tampan tersebut sambil merapikan poni yang sedikit menutupi mata namja manis yang merupakan kekasihnya itu.

Namja tampan tersebut kemudian mengalihkan pandangannya dari wajah namja manis tersebut. Beralih menatap dinding yang ada di hadapannya dan melirik jam dinding yang tergantung manis disana.

"Ah… Sudah hampir waktunya" gumamnya sambil tersenyum manis dan melirik namja manis yang terbaring di sebelahnya, yang masih saja memejamkan matanya—masih sibuk dengan dunia mimpinya. "Dua jam tiga puluh menit" gumamnya lagi sambil beringsut mendekatkan dirinya pada tubuh kekasih manisnya itu.

"Chagi… Ireona" ucapnya lembut sambil mengelus salah satu pipi kekasihnya itu.

"Eungh… Hae… Biarkan aku tidur… Aku masih sangat mengantuk" balas sang namja manis sambil menggeliatkan tubuhnya tak nyaman lalu merapatkan selimut yang membalut tubuhnya dan menaikkannya hingga sebatas leher.

Donghae tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak bisa Hyukkie chagi. Kau harus bangun sekarang. Ayolah..." pinta Donghae sambil mengguncang pelan tubuh kekasihnya itu.

Eunhyuk diam, tidak menyahut. Sungguh… Ia benar-benar masih sangat mengantuk dan lelah saat ini setelah seharian kemarin ia beraktifitas tanpa henti ditambah dengan perlakuan kekasih tampannya pada tubuhnya yang baru saja berakhir 2 jam yang lalu.

Donghae mendengus kecewa karena Eunhyuk tidak meresponnya. "Hyukkie… Kau benar-benar tidak mau bangun eoh?" ucapnya lagi sambil menunggu reaksi dari kekasih manisnya tersebut.

Diam. Lagi-lagi Eunhyuk tidak merespon apa yang Donghae ucapkan.

"Ahh… Sayang sekali… Padahal aku masih mempunyai satu hadiah lagi untukmu" ucap Donghae dengan nada suara yang dibuat se-kecewa mungkin.

"Hae…" Eunhyuk membuka matanya sedikit dan menyibak selimutnya. Ia menjulurkan tangannya ke atas untuk menangkup kedua pipi Donghae dengan kedua tangannya dan mengelus lembut kedua pipi itu dengan kedua ibu jarinya. "Terima kasih sebelumnya untuk hadiahmu itu. Tapi, tak bisakah kau memberikannya padaku nanti? Aku benar-benar mengantuk Hae"

Donghae meringis kecewa. Sebenarnya ia juga tidak mau mengganggu tidur pulas kekasihnya itu. Tapi apa boleh buat? Kado yang akan diberikannya ini hanya ada dan hanya bisa diperoleh setahun sekali, itu pun jika ia sedang free dari jadwal kerjanya yang semakin padat dari hari ke hari.

"Hae… Wae?" Eunhyuk menepuk pelan pipi Donghae saat ia menyadari kekasih tampannya itu malah terdiam melamun.

"Eng… Ani" ucap Donghae saat kesadarannya kembali karena tepukan pelan Eunhyuk pada pipinya. "Lanjutkan saja tidurmu" Donghae menatap Eunhyuk dan tersenyum lembut padanya. "Maafkan aku karena tadi aku sudah mengganggu tidur nyenyakmu" Donghae merapikan selimut Eunhyuk yang tadi disingkap sendiri oleh Eunhyuk dengan benar. "Tidurlah" ucap Donghae sebelum ia mencium sebentar kening Eunhyuk dan turun dari tempat tidur itu.

Namun sebelum Donghae melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja Eunhyuk menjulurkan tangan kirinya dan memegang pergelangan tangan kiri Donghae, menahan Donghae agar ia tidak melangkahkan kakinya menjauhi dirinya. "Tunggu" ucapnya pada Donghae. "Wae? Apa ada yang kau sembunyikan dariku?"

Donghae menghembuskan nafasnya kasar sebelum ia melepas tangan Eunhyuk yang menggenggam erat pergelangan tangan kirinya dan membalikkan tubuhnya menghadap kekasih tercintanya itu. "Gwenchana" Donghae membungkukkan tubuhnya dan mengelus lembut surai Eunhyuk sambil menyunggingkan senyumnya. "Kau masih mengantuk kan? Tidurlah" ucapnya sebelum menegakkan tubuhnya kembali.

"Hae" Eunhyuk kembali memegang pergelangan tangan Donghae (kini tangan kanan Donghae) sebelum namja tampan itu membalikkan tubuhnya kembali. "Kau marah padaku?" tanya Eunhyuk tiba-tiba yang membuat Donghae mengerutkan keningnya.

"Hahh…" Donghae menghela nafasnya sebelum ia menatap wajah manis dihadapannya ini. "Jangan berpikiran macam-macam seperti itu Hyukkie. Memangnya untuk apa aku marah padamu? Hm?" Donghae kembali membungkukkan badannya dan mengelus surai Eunhyuk sebentar. "Tidurlah" ucapnya sambil mencium kening Eunhyuk sekilas sebelum ia menegakkan tubuhnya lagi.

"Tapi kenapa kau bersikap seperti ini?" tanya Eunhyuk lagi sambil menatap Donghae dengan pandangan meminta penjelasan. "Sikapmu tiba-tiba saja berubah… Kenapa?" ucap Eunhyuk lirih sambil mengalihkan pandangannya dari Donghae, beralih menatap keramik putih yang menjadi dasar lantai di kamar hotel yang mereka tempati tersebut.

"Hei" Donghae mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang yang kosong dan menangkup kedua pipi putih Eunhyuk agar wajah manis itu kembali menatapnya. "Dengarkan aku" Donghae mengelus kedua pipi Eunhyuk tersebut dengan ibu jarinya. "Aku tidak marah padamu. Sama sekali tidak" ucap Donghae dengan wajah serius.

"Lalu sikapmu barusan itu—"

"Aku hanya ingin membersihkan diriku di kamar mandi" potong Donghae sambil menyunggingkan senyum lembut yang Eunhyuk sukai. "Badanku terasa sangat lengket dan bau karena aktifitas kita dua jam yang lalu. Apa kau tidak merasakannya?" jelas Donghae sedikit menggoda Eunhyuk yang membuat kedua pipi Eunhyuk merona merah karena malu mengingat 'aktifitas panas'nya tadi bersama Donghae.

"Hae~" rengek Eunhyuk sambil memukul pelan dada bidang Donghae yang membuat Donghae terkekeh pelan melihat tingkah menggemaskan namjachingunya itu. "Lalu yang tadi itu bagaimana?" tanya Eunhyuk tiba-tiba yang membuat Donghae menghentikan kekehannya.

"Maksudmu?" tanya Donghae tak mengerti.

"Hadiah yang kau maksud itu… Bagaimana?" tanya Eunhyuk sambil menatap Donghae ragu.

"Sudahlah… Jangan dipikirkan" Donghae mengulas senyumnya sambil mengacak pelan surai Eunhyuk. "Tidurlah lagi"

"Tapi Hae…"

"Hmm… Ada apa lagi?" Donghae menjulurkan tangan kanannya dan membelai lembut pipi kiri Eunhyuk. "Kau mau kutemani hingga kau tertidur eoh?" tawar Donghae.

"Eunhyuk menggelengkan kepalanya pelan. "Ani"

"Lalu?" tanya Donghae sambil menaikkan satu alisnya.

"Aku sudah tidak mengantuk lagi… Jadi… Eum… Bisakah aku meminta hadiah yang sudah kau siapkan untukku itu?" Eunhyuk menadahkan tangannya pada Donghae sambil mengerjapkan matanya polos. Memasang wajah yang begitu innocent yang membuat Donghae tidak tahan untuk tidak menggigit gemas hidung mancung Eunhyuk.

"Aww!" pekik Eunhyuk pelan sambil mendengus dan mengerucutkan bibirnya karena tingkah namjachingu-nya itu.

Donghae terkekeh pelan dan semakin mendekatkan tubuhnya pada tubuh Eunhyuk. "Kau akan mendapatkannya chagi"

Sret!

"Kyaa~" pekik Eunhyuk lagi saat dengan tiba-tibanya namja tampannya ini menggendongnya bridal style tanpa aba-aba. "Ya~ Hae~ Turunkan aku~" protesnya setengah merengek sambil menepuk pelan dada bidang Donghae.

"Shireo yo nae princess" tolak Donghae sambil tersenyum. "Biarkan pangeran tampanmu ini menggendongmu" godanya pada Eunhyuk.

Blush…

Lagi… Wajah yang beberapa saat lalu telah normal dengan warna aslinya kini kembali merona merah karena mendengar kalimat godaan tersebut… Malu…

"Ya! Dasar perayu!" Eunhyuk memukul gemas bahu Donghae yang membuat Donghae sedikit meringis karenanya. "Aku bukan yeoja Hae. Aku namja!" protesnya lagi.

"Tapi kau adalah princess-ku chagi~ Kau manis" goda Donghae sambil terkekeh pelan melihat wajah merona Eunhyuk yang semakin memerah karena malu.

"Ish! Kau selalu saja menjawab seperti itu" ucap Eunhyuk sambil mempoutkan bibirnya karena kesal bercampur malu.

Cup!

"Itu kenyataan chagi" ucap Donghae setelah ia mengecup sekilas bibir yang terpout itu. "Cha… Sekarang kita mandi lalu kita ambil hadiahmu setelahnya" ucap Donghae sebelum ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

Eunhyuk tersenyum sekilas sebelum ia mengeratkan kalungan kedua tangannya pada leher Donghae dan semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang kekasihnya itu.

'Terima kasih Tuhan. Kau telah memberiku hadiah yang begitu indah… Kekasih yang begitu sempurna bagiku… Terima kasih banyak… Aku begitu mencintainya' ucap Eunhyuk dalam hati sambil memejamkan matanya dan menyunggingkan senyum bahagianya.

.

.

"Hae" panggil Eunhyuk pelan. Saat ini ia sedang memandangi refleksi dirinya di cermin. Menyibak mantel yang digunakannya dan sedikit berputar ke kanan dan ke kiri untuk melihat penampilannya kini.

Yeah… Donghae dan Eunhyuk baru saja selesai membersihkan diri mereka dan kini mereka sudah berpakaian lengkap, bersiap untuk meninggalkan kamar hotel tersebut.

"Ne, wae chagi?" sahut Donghae yang masih sibuk mengenakan sepatunya.

"Sejak kapan kau menyiapkan semua ini?" tanya Eunhyuk sambil memandangi kemeja, mantel tebal dan celana panjang yang dikenakannya.

"Wae? Kau tak suka?" Donghae yang sudah selesai mengenakan sepatunya segera berjalan mendekati Eunhyuk dan memeluk tubuh ramping Eunhyuk itu dari belakang.

"Bukan begitu" sahut Eunhyuk sambil melepaskan tangan Donghae dari tubuhnya dan membalikkan tubuhnya menghadap Donghae.

"Lalu?" tanya Donghae penasaran.

"Aku hanya terlalu terkejut dengan semua ini" aku Eunhyuk jujur sambil memeluk tubuh Donghae dan menyandarkan tubuhnya sepenuhnya pada tubuh Donghae. "Jeongmal gomawo Hae… Aku tidak tahu harus mengucapkan apa lagi selain kata-kata itu"

Donghae tersenyum sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Eunhyuk. "Cheonma nae Hyukkie… Asal kau senang, apapun akan kulakukan untukmu" ucapnya sambil mengecup puncak kepala Eunhyuk cukup lama. "Cha… Kita pergi" ucap Donghae setelah ia melepaskan pelukan dan ciumannya pada tubuh Eunhyuk.

"Mwo? Sepagi ini?" Eunhyuk mengerutkan keningnya sambil menatap Donghae.

"Tentu" sahut Donghae sambil merapikan rambut serta mantel yang Eunhyuk kenakan. "Kita akan mengambil hadiahmu" tambahnya lagi sambil menatap puas hasil kerjanya pada tubuh Eunhyuk.

"Ini masih gelap Hae… Matahari bahkan belum memunculkan berkas sinarnya sedikit pun. Bagaimana bisa kau—"

"Sudahlah… Kau akan tahu nanti" potong Donghae sambil menepuk pelan kepala Eunhyuk. "Kajja" Donghae menggandeng tangan Eunhyuk dan menariknya keluar dari dalam kamar hotel tersebut.

.

.

"Hae… Sebenarnya kita mau kemana sepagi ini?" tanya Eunhyuk heran sambil memandangi jalanan yang masih tampak lengang disekitarnya.

"Kau akan tahu nanti chagi" Donghae menatap Eunhyuk sekilas dan tersenyum, lalu mengacak surai Eunhyuk lembut sambil memfokuskan kembali pandangannya pada jalanan yang ada di hadapannya.

"Tapi aku penasaran" jujur Eunhyuk sambil mempoutkan bibirnya.

"Jangan mempoutkan bibirmu jika kau tidak ingin aku menyerangmu lagi baby" ucap Donghae dengan nada menggoda sambil tersenyum jahil.

"Yaa~ Dasar mesum!" Eunhyuk memukul bahu Donghae dengan pukulan-pukulan ringan bertubi-tubi.

"Ya! Ya! Hentikan! Aku sedang menyetir" Donghae menghalau kedua tangan Eunhyuk dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya masih memegang stir mobil.

"Habisnya~ Kau ini menyebalkan sekali~" Eunhyuk menghentikan aksinya dan mempoutkan bibirnya kembali. "Tapi… Bagaimana bisa seperti ini?" gumam Eunhyuk tiba-tiba yang membuat Donghae mengernyitkan dahinya.

"Apa maksudmu chagi?" tanya Donghae tak mengerti.

"Kemana perginya pakaian yang semalam kita pakai? Lalu pakaian yang kita pakai sekarang ini… eum… bagaimana bisa?" Eunhyuk kembali memandang heran pakaian yang melekat di tubuhnya.

Donghae terkekeh pelan mendengarnya. "Sudah kubilang… Aku sudah menyiapkan semua yang kita butuhkan" Donghae mengusap kepala Eunhyuk dengan tangan kanannya. "Mengenai pakaian yang semalam, petugas laundry hotel akan mengantarnya ke dorm. Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu"

Eunhyuk menganggukkan kepalanya mengerti. Namun beberapa menit kemudian, Eunhyuk mengernyitkan dahinya saat mobil yang ditumpanginya bersama kekasih tampannya itu berbelok ke daerah yang sangat dikenalnya. "Sungai Han?" gumamnya setengah bertanya.

"Ne" angguk Donghae. "Wae?"

"Untuk apa?" Eunhyuk balik bertanya pada Donghae.

"Mengambil hadiahmu" ucap Donghae sambil tersenyum.

"Hadiah? Di tempat ini?" tanya Eunhyuk tak mengerti.

"Tentu saja" angguk Donghae. "Kajja!" Donghae melepas seatbeltnya dan seatbelt Eunhyuk setelah mobilnya terparkir sempurna.

"Aku masih tidak mengerti" ucap Eunhyuk saat Donghae membukakan pintu untuknya dan menyambutnya turun dengan mengulurkan tangannya pada Eunhyuk.

"Kau akan mengerti nanti. Tunggu saja" ucap Donghae sambil menyunggingkan senyum manisnya yang membuat Eunhyuk semakin penasaran dibuatnya.

"Kau tidak sedang menipuku kan Hae? Kau tidak sedang menjalankan rencana seperti kemarin lagi kan?" tanya Eunhyuk was-was.

"Tidak nae baby Hyukkie. Aku serius" ucap Donghae masih dengan senyuman manisnya.

"Cih! Menyebalkan!" Eunhyuk berjalan menjauhi Donghae sambil menghentak-hentakkan kakinya.

"Yak! Hyukkie! Tunggu aku!" Donghae segera melesat mengejar Eunhyuk setelah sesaat ia mengambil 2 syal dan 2 pasang sarung tangan di jok belakang mobilnya untuk dirinya dan Eunhyuk.

.

.

"Hufth… Dingin…" Eunhyuk berjongkok di tepian jalan sambil meniup-niup kedua tangannya, sementara Donghae yang baru saja memasuki areal itu tersenyum melihat namja manisnya meringkuk lucu seperti itu.

"Makanya… Jangan melarikan diri seperti tadi lagi" ucap Donghae dari belakang sambil mengalungkan syal di leher Eunhyuk dan melilitkannya se-rapi mungkin di leher putih berhias bercak-bercak kemerahan hasil kerjanya semalam.

"Itu karena kau menyebalkan" Eunhyuk melipat kedua tangannya di depan dada sambil mengerucutkan bibirnya.

Cup!

"Ya!" jerit kesal Eunhyuk saat namjachingu-nya itu hanya terkekeh pelan setelah berhasil mencuri satu kecupan di bibirnya.

"Aish… Kau ini semakin bertambah umur malah menjadi semakin manja. Ckckck… Kasihan sekali Sora noona" ucap Donghae dengan nada prihatin dibuat-buat.

"Biar saja… Aku hanya manja pada orang-orang terdekatku. Di luar aku—"

"Aku tahu… Dan aku suka itu" potong Donghae sambil mengecup sekilas bibir Eunhyuk lagi. "Jadi… Bermanjalah padaku… Aku akan memanjakanmu" ucap Donghae sambil menyunggingkaan senyum tulusnya yang membuat kedua pipi Eunhyuk memerah.

"Kau membuatku malu" lirih Eunhyuk sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

"Hahaha… Kau ini…" Donghae mengacak gemas surai Eunhyuk sekilas dan menarik kedua tangan Eunhyuk dari wajah Eunhyuk. "Kau harus memakai ini jika tidak mau telapak tanganmu kram"

Donghae mengecup kedua tangan Eunhyuk secara bergantian lalu memakaikan kedua telapak tangan itu sarung tangan, yang membuat Eunhyuk semakin tersipu karenanya.

"Selesai" gurau Donghae saat kedua sarung tangan itu telah terpasang sempurna di kedua tangan Eunhyuk. "Kajja kita jalan-jalan" Donghae menarik kedua tangan Eunhyuk agar kekasihnya itu bangun dari posisi jongkoknya. Lalu mereka berdua berjalan bersama dengan tangan saling bertaut.

"Hae…" panggil Eunhyuk lirih.

"Ne?"

"Terima kasih untuk semuanya… Kau—"

"Sudah berapa kali kau mengucapkan terima kasih padaku hari ini, eum?" potong Donghae sambil membalikkan badannya menatap Eunhyuk. "Sudah kubilang… Nikmati saja semua yang kita jalani. Jangan berterima kasih lagi karena kau memang pantas mendapatkannya" Donghae mengecup kening Eunhyuk sekilas. "Aku benar-benar meminta maaf padamu karena jadwal kerjaku yang semakin padat. Aku tidak tahu kapan aku bisa mengajakmu melakukan hal-hal seperti ini lagi, karena itu aku—"

"Sssttt…" Eunhyuk menempelkan telunjuk tangan kanannya di bibir Donghae agar bibir itu tidak melanjutkan ucapannya lagi. "Arraseo Hae… Bukankah aku sudah mengatakannya padamu? Aku tidak masalah dengan semua itu asalkan kita baik-baik saja. Jangan meminta maaf lagi" ucap Eunhyuk sambil mengulas senyum manisnya.

Donghae yang melihatnya pun ikut tersenyum. Ia kemudian menangkup kedua pipi Eunhyuk dan mengelusnya dengan lembut. "Jeongmal saranghae nae Hyukkie… Yeongwonhi"

"Nado saranghae nae Donghae… Yeongwonhi" balas Eunhyuk sambil mengulas senyumnya.

Perlahan tapi pasti, jarak kedua wajah itu semakin menipis hingga kedua bibir itu bertemu dan bertaut dengan lembut. Saling mengecup, menjilat dan melumat dengan lembut, tanpa nafsu. Berusaha menyampaikan rasa cinta dan sayang mereka melalui gerakan non verbal tersebut hingga seberkas cahaya menyadarkan mereka dari ciuman memabukkan itu.

"Hae…" panggil Eunhyuk lirih. Eunhyuk lalu membalikkan badannya untuk menatap berkas sinar yang perlahan muncul semakin jelas dan semakin terang tersebut.

"Happy new year my beloved Hyukkie… Hope you like your gift" ucap Donghae sambil memeluk tubuh Eunhyuk dari belakang.

"Maksudmu?" tanya Eunhyuk tak mengerti sambil menolehkan wajahnya ke belakang untuk menatap wajah kekasih tampannya tersebut.

"Matahari pertama di tahun ini… Hadiah dariku untukmu" ucap Donghae sambil mengecup sayang puncak kepala Eunhyuk.

"Terima kasih banyak Hae… Indahnya…"

Eunhyuk memandang takjub bulatan seperti telur yang memancarkan sinar tersebut. Bulatan itu perlahan muncul dari kaki langit. Semakin naik, naik dan naik hingga membentuk bulatan sempurna yang membuat siapa saja takjub melihat momen seperti ini.

"Mau berdoa untuk matahari pertama dan hari pertama di tahun ini?" tawar Donghae yang membuat Eunhyuk mengangguk sekilas sebelum memejamkan matanya.

"Kuharap di tahun ini semuanya menjadi lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Kuharap Sora noona naik jabatan. Perusahaan eomma dan appa tidak bermasalah lagi. Aku dan semua orang diberi kesehatan dan umur yang panjang. Super Junior bertambah sukses. Karir kekasihku semakin baik. Café Heechul hyung bertambah ramai. Karirku, hyungdeul-ku dan saengdeul-ku juga semoga bertambah lancar"

"Dan kuharap hubungan kita akan tetap seperti ini hingga Tuhan memanggil kita nanti" tambah Donghae yang membuat Eunhyuk membuka matanya dan menoleh menghadapnya.

"Hae… Kita…"

"Wae? Kau tidak mau menikah dan hidup denganku eoh?" tanya Donghae sambil menautkan kedua alisnya.

"Bu-bukan begitu… Tapi—"

"Arraseo…" Donghae mengeratkan pelukannya pada tubuh Eunhyuk. "Suatu hari nanti… Entah kapan… Aku akan melamarmu dan kita akan mengucapkan janji suci yang akan mengikat kita berdua dalam kehidupan rumah tangga di depan pendeta, Tuhan, orangtua dan kerabat kita suatu hari nanti. Kau mau kan?" ucap Donghae sambil mengecup lembut puncak kepala Eunhyuk berulangkali.

"Hiks… Aku mau Hae… Aku mau…" jawab Eunhyuk sambil terisak lirih. Ia begitu terharu dengan lamaran tak langsung yang Donghae lontarkan padanya tadi

"Ssshhh… jangan menangis…" Donghae segera membalik tubuh Eunhyuk menjadi berhadapan dengannya dan menghapus aliran bening yang sudah membasahi kedua pipi namja manisnya itu dengan kedua ibu jarinya.

"I love you Hyukkie"

"Love you too Hae"

Dan kedua bibir itu pun bersatu lagi. Saling mengecup, menjilat dan melumat. Menumpahkan segala rasa lewat ciuman memabukkan itu.

Biarlah semuanya mengalir apa adanya sampai lamaran manis tadi menjadi nyata suatu hari nanti. Cinta punya jalannya masing-masing. Asalkan bisa menjaganya dengan baik dan menjalaninya dengan ikhlas, semuanya pasti akan baik-baik saja.

.

.

"Yak! Kalian berdua! Kalian darimana saja eoh?" omel Sungmin yang sudah berkacak pinggang di depan pintu dorm pada dua namja yang baru saja datang.

"Mi-mianhae Minnie hyung… Kemarin aku… eum… kami—"

"Kau juga!" Sungmin menunjuk wajah seorang namja tampan yang tampak kikuk dalam suasana seperti ini. "Kenapa kau tega membohongi kami eoh? Kau pikir kami tidak khawatir dengan lelucon yang kau buat? Apa kau mau kau benar-benar mengalami kecelakaan dan koma? Kau pikir itu lucu?" omel Sungmin lagi.

"Sudahlah chagi… Jangan marah-marah terus" Kyuhyun mengelus punggung kekasihnya itu dengan sabar. Berusaha untuk meredakan emosi kekasihnya yang sedang meledak-ledak saat ini.

"Bukankah Hankyung hyung sudah menceritakannya padamu hyung? Kupikir itu—"

"Dasar tidak berperasaan!" potong Sungmin. "Kau bahkan sampai membuat Eunhyukkie merasakan kekhawatiran yang luar biasa dan menangis. Dia juga sampai ketakutan karena rencana culik menculik bodoh yang kau—"

"Mwo?" sentak Donghae kaget. "Darimana kau mengetahui hal itu?" tanya Donghae dengan wajah shock-nya.

"Tentu saja dari agen amatir jadi-jadian suruhanmu" dengus Sungmin kesal sambil melirik kedua namja yang menyembulkan kepalanya dari balik pintu dorm.

"Hehehe… Annyeong Hae" ucap keduanya sambil mengulas cengiran tak berdosa mereka dan melambaikan tangan mereka pada Donghae yang melotot kaget melihatnya.

"Ya! Untuk apa kalian berdua datang kemari?" tanya Donghae sengit sambil memandang kedua orang itu dengan tatapan tajamnya.

"Kami menyusul kekasih kami, makanya kami berada disini" jelas salah seorang dari mereka tanpa mengurangi kadar cengiran sok polos mereka.

"Aish… Jinjja…" Donghae mengusap wajahnya pelan dan menundukkan kepalanya.

"Apa maksudnya Hae?" tanya Eunhyuk sambil menatap Donghae dengan wajah innocentnya dan berkedip polos.

"Rencana menculik itu sebenarnya bukan rencanaku chagi… Tapi rencana Jae hyung yang didukung Junsu" ucap Donghae pelan. "Mian…" tambahnya.

"Mwo?" kaget Sungmin dan Eunhyuk bersamaan.

"Jadi?" gumam Sungmin dengan wajah bingungnya.

"Makanya jangan main menghakimi orang seperti itu lagi chagi. Kau jadi malu sendiri kan?" ucap Kyuhyun penuh kesabaran sambil mencium pelipis kiri Sungmin.

Yeah… Tentu saja. Karena kekasih imutnya ini akan sangat susah dihentikan jika sudah marah-marah seperti ini.

"Shireo! Aku pantas marah pada mereka, terutama pada Hae" tolak Sungmin sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

"Kenapa? Memangnya aku melakukan kesalahan apa padamu hingga kau sangat marah padaku hyung?" tanya Donghae tak mengerti.

"Kau membuat Hyukkie pergi dari dorm disaat kami merayakan tahun baru sekaligus hari ulang tahunku. Kau jahat! Apa kau melupakan hari ulang tahunku? Aku saja selalu mengingat hari ulang tahunmu dengan baik" ucap Sungmin sambil mempoutkan bibirnya.

Donghae menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil memandang Sungmin bingung. 'Ada apa dengannya? Kenapa hari ini dia aneh sekali? Marah-marah sejak tadi hanya karena ini? Benar-benar kekanakan' batin Donghae sambil menatap tubuh Sungmin dari atas hingga bawah.

"Ya! Kenapa melihatku seperti itu?" bentak Sungmin pada Donghae.

"Kau ini aneh sekali hyung… Apa kau salah makan? Kenapa tiba-tiba kau—"

"Ya! Apa maksudmu? Aku baik-baik saja. Kau—"

"Sshh… Tenanglah hyung" lerai Eunhyuk yang mulai tidak suka dengan suasana seperti ini.

"Apa?" Sungmin menatap Eunhyuk sinis. "Kau juga Hyukkie. Kau jahat padaku. Kenapa kau tidak segera kembali kesini setelah tahu itu hanya akal-akalan Donghae? Kau—"

"Hyung… Aku punya hadiah untuk hyung" potong Eunhyuk yang berhasil membuat seorang Lee Sungmin menghentikan cerocosannya.

Eunhyuk berjalan ke tembok yang ada disebelahnya dan menggeser sebuah benda besar berwarna pink ke arah pintu dorm yang membuat Sungmin terbelalak kaget.

"Bunny!" pekik Sungmin dengan mata berbinar senang dan segera menghambur mendekati Eunhyuk dan boneka bunny pink besar tersebut. "Gomawo saengie~ Gomawo~" ucap Sungmin sambil memeluk tubuh Eunhyuk erat-erat yang membuat Kyuhyun dan Donghae menggeleng-gelengkan kepalanya maklum melihatnya.

"Hyung… Sesak hyung…" protes Eunhyuk saat tubuhnya dipeluk begitu erat hingga ia kesusahan bernafas. "Ne… Ne… Cheonma"

Sungmin melepaskan pelukannya pada tubuh Eunhyuk dan mengulas senyuman manisnya. "Aku menyukainya. Sangaaatt… menyukainya" ucapnya senang. "Jeongmal gomawo" ucapnya lagi sambil memeluk tubuh Eunhyuk sekali lagi.

Eunhyuk tersenyum senang melihatnya. "Aku tahu kau sudah memimpikan memiliki boneka bunny sebesar ini sejak lama hyung"

Sungmin melepaskan pelukannya. "Kau memang dongsaeng-ku yang paling baik Hyukkie. Saranghae" ucap Sungmin sambil mengecup kedua pipi Eunhyuk yang membuat Donghae dan Kyuhyun merengut tak suka.

"Ya! Ming! Kau ini milikku!" "Ya! Minnie hyung! Hyukkie itu milikku!" jerit Donghae dan Kyuhyun berbarengan.

Sungmin memutar bola matanya malas sambil menolehkan kepalanya ke arah Donghae dan Kyuhyun. "Terserah kalian… Dasar kekanakan!" Sungmin menjulurkan lidahnya pada Kyuhyun dan Donghae lalu merangkul tubuh Eunhyuk dan menggiringnya masuk ke dalam dorm, tidak lupa dengan boneka bunny besar yang Eunhyuk hadiahkan untuknya.

.

.

"Ahh… Kau sudah datang Hyukkie?" tanya Heechul yang melihat dongsaeng yang sangat disayanginya itu datang bersama Sungmin dari arah pintu dorm.

"Ne hyung" angguk Eunhyuk sambil mendudukkan dirinya di sofa, disamping Heechul. "Mengapa masih seperti ini?" tanya Eunhyuk sambil mengamati ruangan tempatnya berada saat ini.

Ruangan itu masih penuh dengan hiasan perayaan tahun baru semalam dan masih lengkap dengan snack yang berjejer di atas meja juga beberapa botol soft drink dan air mineral biasa.

"Kita rayakan kembali pesta tahun baru dan ulang tahun Sungminnie" jelas Heechul sambil mengusap surai Eunhyuk sekilas. "Kau tahu? Kemarin dia sangat mengkhawatirkanmu hingga pesta kemarin kita hentikan. Wookie juga—"

"Hyuung~"

Brukk!

"Wo-Wookie?" kaget Eunhyuk saat Ryeowook tiba-tiba datang dan memeluknya erat.

"Kau tidak apa-apa kan hyung? Kau baik-baik saja kan?" tanya Ryeowook dengan nada cemas.

Eunhyuk tersenyum sambil mengusap kepala Ryeowook dengan lembut. "Hyung tidak apa-apa Wookie… Gwenchana…"

"Benarkah?" tanya Ryeowook tak percaya.

"Dia baik-baik saja karena aku menjaganya dengan baik" sahut Donghae yang entah sejak kapan sudah berada di ruangan tersebut.

"Hyuung~" Kini Ryeowook beralih pada Donghae dan memeluknya erat. "Kau baik-baik saja? Kudengar kau—"

"Itu hanya rencana bodoh mereka" Donghae terkekeh pelan sambil mengusap punggung Ryeowook. "Gwenchana… Aku baik-baik saja… Maaf sudah membuatmu khawatir nae dongsaeng" ucap Donghae lembut.

"Syukurlah kalau begitu" ucap Ryeowook sambil melepaskan pelukannya pada tubuh Donghae. "Kalau begitu tunggulah disini hyung. Sebentar lagi persiapannya selesai. Aku kembali ke dapur dulu" pamit Ryeowook yang membuat kening Donghae mengerut tak mengerti.

"Pesta ulang untuk tahun baru dan ulang tahun Sungmin, Hae" ucap Heechul yang mengerti dengan kebingungan dongsaengnya itu.

Donghae mengangguk mengerti dan mendudukkan dirinya di sofa single yang ada di dekat Eunhyuk. "Lalu, dimana 4 orang itu?" tanya Donghae sambil membuka tutup sebuah botol air mineral dan meneguk isinya hingga tersisa dua pertiga dari isi yang seharusnya.

"Maksudmu?" tanya Heechul tak mengerti.

"Kim Jaaejoong, Jung Yunho, Kim Junsu dan Park Yoochun" jawab Donghae sambil memasang wajah kesalnya. "Gara-gara mereka, Sungmin hyung jadi marah padaku"

Heechul tertawa mendengarnya. "Jangan begitu… Mereka hanya ingin membantumu… Mereka labelmate kalian dan berteman dengan kalian sejak lama kan? Nanti Changmin juga akan datang kemari"

"Mwo?" sentak Donghae kaget yang membuat Eunhyuk mengernyitkan dahinya. "Memangnya kenapa Hae?" tanya Eunhyuk tak mengerti.

Yeah… Meskipun Eunhyuk bekerja di SM, tapi ia tidak terlalu mengenal para anggota grup TVXQ tersebut dengan baik. Ia hanya sekedar tahu mereka, tidak mengenal dekat mereka.

"Asal kau tahu saja chagi, jika Changmin sudah berkumpul menjadi satu dengan Kyuhyun, mungkin Heechul hyung pun akan kalah dengan mereka" ucap Donghae yang membuat Eunhyuk semakin mengernyitkan dahinya bingung.

"Aku tidak mengerti… Maksudmu?" ulang Eunhyuk lagi.

"Duo evil itu bisa mengalahkan raja evil alias Heechul hyung"

"Mwo? Kau bilang apa?" tanya Heechul yang mendengar ucapan polos sang dongsaeng yang membawa-bawa namanya. "Katakan sekali lagi dengan jelas padaku!" titahnya sambil menatap Donghae tajam.

"Ti-tidak hyung… Tidak…" elak Donghae sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum canggung pada Heechul.

"Tapi kau tadi mengatakan—"

"Hei… Ada apa ini?" Hankyung yang datang dari arah dapur bersama semua penghuni lain dorm tersebut—termasuk Jaejoong, Yunho, Junsu dan Yoochun—segera menghampiri Donghae, Eunhyuk dan Heechul. "Kenapa ribut sekali tadi?" tanya Hankyung setelah ia mengecup sekilas puncak kepala Heechul.

"A-Ani… Gwenchana" ucap Heechul agak terbata.

Yeah… Hankyung baru saja mandi dan mengganti pakaiannya yang entah kenapa membuat kadar ketampanannya semakin bertambah, yang membuat seorang Kim Heechul bisa tersipu hanya karena melihatnya.

"Benarkah?" tanya Hankyung memastikan.

"Ne… Tentu saja" ucap Heechul sambil mengangguk canggung yang membuat dongsaengdeul-nya mulai menggoda mereka.

"Ah… Kenapa mantel dan syal kalian tidak dilepas hyung? Bukankah disini hangat? Pemanas ruangannya bekerja dengan baik" ucap Henry sambil menunjuk pasangan Donghae dan Eunhyuk yang masih memakai mantel tebal dan syal mereka.

"Ah… Benar juga" ucap Donghae sambil membuka syal dan mantelnya. "Em, Hyukkie… Wae? Kenapa kau tidak membuka syal dan mantelmu? Apa kau sakit?" tanyanya sedikit khawatir pada Eunhyuk yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan membuka mantel dan syal yang masih melekat di tubuhnya.

"Ti-tidak Hae… Biarkan begini saja… Aku juga tidak merasa kepanasan" tolak Eunhyuk sambil memainkan jemari tangannya.

"Eoh? Kau aneh sekali" ucap Heechul yang duduk disampingnya. "Sini! Biar kulepas—"

"Jangan hyung" tolak Eunhyuk cepat sambil menggenggam kedua tangan Heechul yang hendak melepas syalnya.

"Wae Hyukkie? Lihaatlah! Kau bahkan sudah mulai sedikit berkeringat. Itu artinya kau kepanas—"

"Tidak hyung" tolak Eunhyuk lagi sambil menurunkan tangan Heechul dan kembali merapikan syal yang digunakannya.

"Ah… Aku tahu…" celetuk Jaejoong tiba-tiba yang membuat semua orang yang ada disana menoleh ke arahnya. "Hae… Kemarin kau pasti—"

"Ya! Jangan bicara sembarangan hyung!" potong Donghae sambil menatap tajam Jaejoong.

"Maksudmu Boo?" tanya Yunho meminta kekasihnya itu untuk menjelaskan apa maksud ucapannya tadi.

"Kis-seu-mark" Jaejoong mengeja tiap suku kata sambil mengedip jahil pada pasangan Donghae-Eunhyuk yang wajahnya sudah memerah menahan malu.

"Aigoo Hae… Kau ini mesum sekali" celetuk Yesung.

"Ah… Buka, buka, buka!" jerit Heechul heboh, menggoda pasangan itu tentu saja.

"Astaga Eunhyuk hyung… Aku tak menyangka kalau kau—"

"Ya~! CUKUP!" jerit Donghae sambil memeluk tubuh Eunhyuk yang hanya terdiam mematung karena malu. "Kalian juga sama!" ucap Donghae sambil menunjuk satu persatu orang-orang yang berstatus uke di sekitarnya. "Aku yakin, malam tahun baru kemarin kalian juga melakukannya bersama pasangan kalian masing-masing. Aku benar kan?" ucapnya penuh percaya diri.

"Mana buktinya?" tantang Heechul tak terima.

"Coba sibak baju kalian di bagian leher… Atau… Kalau tidak ada… Di dada mungkin?... Atau… Perut? Paha? Lengan? Ka—"

"Cukup!" jerit histeris beberapa di antara mereka.

"Hahaha…" gelak Donghae yang tertawa senang karenanya. "Aku benar kan?" ucapnya penuh kemenangan.

"Hae…" Eunhyuk yang masih berada dalam pelukan hangat Donghae memukul bahu Donghae pelan. "Jangan terlalu frontal" ingatnya pada Donghae.

"Biar saja chagi… Biar mereka tidak mengganggumu lagi" ucap Donghae sambil mengecup puncak kepala Eunhyuk dengan penuh kasih sayang.

Begitulah suasana pesta tahun baru sekaligus pesta ulang tahun untuk Sungmin juga Junsu yang lahir bertepatan dengan tahun baru.

Suasana hangat penuh canda, godaan dan tawa itu pun semakin terasa hangat saat tamu undangan mereka yang lain datang. Pasangan Kangin-Leeteuk, Changmin, juga Shindong yang merupakan staf SM yang akhirnya berteman dekat dengan mereka pun turut hadir bersama tunangannya, Nari.

"Selamat ulang tahun Lee Sungmin~"

"Selamat ulang tahun Kim Junsu~"

"Selamat tahun baru semuanya~"

"HAPPY NEW YEAR~~~"

.

.

.

.

.

.

.

Annyeong~~ ^^

Finally END saudara-saudara~~

Yeaaahh~~~ *tebar ikan* *eh?*

(Padahal tahun barunya udah lama banget, baru selesai publish-nya *plakk*)

.

Huaahh… Maaf ya kalo ending-nya jadi ngaco gini

Soalnya waktu nyelesaiin ini mood saya setengah baik setengah buruk (?)

Jeongmal mianhae~ *bow*

.

Maaf juga kalo ada chara yang super duper out of character atau ada kesalahan dalam penulisan keseluruhan fict ini, maklum… saya ini amatir… dan fict ini juga fict-fict saya yang lain abal, gaje n anehnya luar biasa *sadar diri* *pundung* T.T

Untuk chara anggota TVXQnya juga saya minta maaf kalau ada yang salah

Saya tidak terlalu mengenal tentang mereka karena saya hanya sebatas suka dengan beberapa lagu mereka, jadi kalo ada yang salah, ngaco, aneh, dll, saya mohon maaf *bow*

.

Btw, terima kasih banyak untuk yang sudah mendukung dan mendoakan saya ^^

Saya lulus SBMPTN ^^

*tebar kiss+hug*

Jeongmal kamshahamnidaaa~~ *bow 90 degree*

.

Untuk prekuel Jealous?, kemungkinan baru bisa saya publish 2 bulan lagi

Harap kemaklumannya dan ditunggu saja nee~

Saya mahasiswa baru dengan setumpuk tugas pra ospek, jadi waktu saya untuk mengetik fict sangat berkurang. Apalagi ntar saya dapet gojlokan ospek hampir 3 mingguan (mungkin) Hiks… T.T

*tersiksa mental lahir batin ini u.u*

Doakan saja dua bulan lagi saya bisa mempublish fict-nya dan bisa mengupdate-nya secara teratur dan tepat waktu.

Harap pengertiannya *bow*

.

Ini balesan untuk yang sudah mereview di chap sebelumnya ^^

haehyukyumin : Benarkah? Hehe… Maaf yah kalo NCnya aneh, ga hot, dll. Saya juga panas dingin itu buatnya. Ga kuaatt… u.u Terima kasih atas dukungannya *hug u*

Yujacha : Hehe… Iya ga papa… Maaf yah kalo ngecewain kamu. Saya bener-bener ga bisa bikin yang full waktu itu :p Terima kasih ^^

SazkiaSiwonestELF : Hehe… Ini udah END… Mian yah kalo kurang memuaskan. Semoga suka dengan KyuMinnya meski cuma nyempil dikit :p Kalo mau moment KyuMin yang lebih, baca fict saya yang Fall in Love karena disana KyuMin jadi main pair utama *promosi dikit :p*

dekdes : Hahaha… Nde… Saya keterima… Terima kasih ^^

ELF : Mimisan? Whoah… Itu udah pasti… Saya panes dingin waku buat bagian NCnya T.T Susaahh… *padahal biasa baca* *plakk* Wah… Maaf yah ga isi adegan NC lagi. waktunya nggak cukup, keburu mereka balik ke dorm *nunjuk cerita di aatas* :p Hehehe… Ne… Saya udah keterima. Terima kasih atas doa n dukungannya *hug u* ^^

Yudha Namja ELFishy : Ne… Saya lulus! Terima kasih banyak atas doa n dukungannya ^^ Ahaha… Bukan yadongan kok rencananya Hae. Dia kasiah sama Hyukkie yang udah bener-bener capek *tunjuk cerita di atas*

fitri flames : Hehehe… Terima kasih ^^

Liu Rin : Hehe… Ne… Gwenchana ^^ Benarkah? Ahh… Terima kasih ^^ (bales kecup :*)

.

.

.

BIG THANKS and HUG untuk readers yang sudah sempat meninggalkan review juga mem-fave dan mem-follow fict ini. Berkat kalian, fict ini bisa terselesaikan dengan baik ^^
Mei sayang kalian semua ^^ Terima kasih banyak ^^
*tebar kiss+hug*

nurul p putri, MingMin, anchofishy, kim kinan, lyndaariezz, biancaaa, shizu indah, Key heart, Jiaehaehyuk, pumpkinsparkyumin, fitri flames, Yujacha, Izmajukir, adindapranatha, myfishychovy, lee minji elf, Haehyuk's children, thika seukkie, Rianti-HaeHyuk, haelvoe, dekdes, nvyptr, Kim Min Ah, Yudha Namja ELFishy, Haiiro-Sora, ELF, Devie, Jewels1295, HaeHyuk Love, niknukss, anggitas1, SazkiaSiwonestELF, haehyukyumin, park sangki, elza orizhuka, Kinan, AnchoFishyMochi, kikyojewelfishy, Yurako Koizumi, Kim yehyuk, Liu Rin, 86H0404H1015, Jewels97, Panda Gege, ShiNe9519, Yumiko Yoshioka, chohanna90, demikyu, sweetink, zoldyk, Bloody Angel From Hell, FishyMonkey, Haehyuk addict, monkeydmocil, tweety airy and Guests

.

.

.

GAMSHAHAMNIDA~~~ ^^

*bow 90 degree*

.

.

-Mei Hyun-

.