Title : Found You
Genre : Romance Drama
Rate : T
Cast : Siwon Kyuhyun OC
.
.
Note : Buat semua reader yang nanya ini ff remake.. ia ini emang ff remake karya Ilana Tan – Spiring in London. Maaf, saya bukan bermaksut mempublish ff ini tanpa keterangan REMAKE. Sebelum diupdate saya sudah ketik itu diatas, tepat dibawah cast.. tapi setelah dipublish kata-katanya hilang. :(
Saya binggung bagaimana cara memperbaikinya. Mau didelete tapi belum bisa karena belum 24 jam, mau di edit juga tetap ga bisa, mungkin karena udah diupdate jadi ga bisa diedit lagi.. atau peraturan diffn emang kek gini? Saya udah edit sampai 5 kali lebih, dan hasilnya tetap aja sama..
Akhirnya, saya tetap mempublish ini ff .. tapi saat membaca PM dari dua orang reader yang mengatakan 'saya hanyalah seorang PLAGIAT yang tak memiliki kemampuan menulis' hati ini rasanaya sakit.
Hey.. ini semua unsur ketidak sengajaan! Saya bukanlah orang yang seperti itu. Bahkan seperti ff WonKyu Story dan My lovely maid 100 days saya memberikan note kalau itu remake dari sebuah Drama Korea.
Maaf bila saya terlalu banyak bacot. Sebenarnya ini langsung mau dipublish gini aja, tapi ga enak juga sama reader lain yang nunggu kelanjutan ff remake ini, dan malah hanya membaca beberapa tumpahan dari kekesalan saya terhadap beberapa orang ..
Sankyu buat semua yang udah review, *bow ..
kalau ada yang ga setuju ini dilanjut, PM aja.. biar didelate ff-nya :)
.
.
Found You
.
.
Hari pertama syuting sangat melelahkan karena seharian itu Sutradara Shin memutuskan untuk mengambil adegan di luar ruangan. Lokasi syuting hari itu berkisar di Hyde Park dan West End. Tentu saja syuting di tempat umum bukan hal yang gampang karena sisa-sisa musim dingin masih terasa dan banyak orang berlalu-lalang.
Namun Sutradara shin adalah sutradara yang perfeksionis. Ia sangat memperhatikan gerak-gerik kyuhyun di depan kamera, dari ekspresi wajah, posisi tubuh, langkah kaki, gerakan tangan, bahkan sampai tatapan mata.
"Cut!" seru Sutradara Shin untuk yang kesekian kalinya.
Kyuhyun menegakkan tubuh dan menoleh ke arah sang sutradara. Langit sudah berubah gelap sejak berjam-jam yang lalu. Mereka pun sudah mengulangi adegan di depan cafe bercat biru cerah ini sedikitnya enam kali dan tidak ada satu adegan pun yang memuaskan bagi Sutradara Shin.
"Kali ini coba kau menyeberang jalan dari sana ke sini," kata Sutradara Shin ketika ia sudah berada di samping kyuhyun, "lalu berhenti sebentar di depan cafe ini, memperhatikan keadaan café didalam, seolah-olah kau ragu, lalu kau masuk. Oke? Kita coba yang ini."
Kyuhyun tersenyum dan mengangguk walaupun rasa lelah mulai menjalari badannyanya dan tubuhnya menggigil. Ditambah lagi kakinya terasa sakit dalam sepatu bot yang dipakainya sejak dua jam lalu
Sutradara Shin mengangguk. "Kita akan mulai lima menit lagi," katanya, lalu berjalan ke salah seorang kamerawan di sana.
Yoon bergegas membawakan jaket untuk Kyuhyun. "Thank you," gumam kyuhyun sambil mengenakan jaketnya dan menjejalkan tangannya ke saku.
Tidak mau menyia-nyiakan waktu istirahatnya, kyuhyun memilih untuk duduk di salah satu kursi taman dekat mereka mengadakan syuting. Kyuhyun memejamkan matanya, menghirup udara disore hari, berusaha untuk merilekskan badannya yang sudah terasa kaku.
tiba-tiba kyuhyun mencium aroma yang enak. Matanya terbuka dan langsung dihadapkan pada secangkir coffe yang mengepul.
"lelah?"
Mendengar suara rendah yang selalu berputar-putar dikepalanya sejak dua tahun lalu, kyuhyun mengangkat wajahnya dan langsung bertatapan dengan mata gelap siwon yang ramah.
Sejak pertemuan pertama mereka pagi tadi, sepanjang hari itu mereka sama sekali belum sempat saling bicara. Mereka sama sekali belum melakukan adegan bersama.
Karena kyuhyun tetap diam tak bergeming, siwon meraih tangan kyuhyun, ingin membuat kyuhyun menerima secangkir coffe yang disodorkannya.
Kyuhyun langsung tersentak dan secepat kilat menarik kembali tangannya. Siwon mengerjap dan menatap kyuhyun dengan alis terangkat heran. Walaupun udara terasa dingin, kyuhyun merasa pipinya memanas.
"Ini. Minumlah. Kau akan merasa lebih baik," kata siwon ringan.
Kyuhyun menggenggam cangkir kertas yang disodorkan itu dengan kedua tangannya. kyuhyun mendesah pelan ketika merasakan kehangatan menjalari ujung jari dan tangannya. Sedikit ketegangan pun menguap dari pundaknya.
"Bertahanlah sebentar lagi, jangan terlalu memaksa untuk bekerja" kata siwon sambil tersenyum menghibur sebelum berbalik dan meninggalkan kyuhyun.
Kyuhyun menatap punggung siwon yang menjauh, lalu menunduk menatap cangkir coffe yang masih penuh dan bergetar dalam genggamannya. Ia menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya, dan meletakkan cangkir itu ke tanah.
.
.
Akhirnya syuting hari itu selesai juga.
Kyuhyun mengusap-usap bagian belakang lehernya sambil mengumpulkan barang-barangnya. Ia menatap jam yang tertera di layar ponsel.
"Kyuhyun-shi."
Kyuhyun berbalik ketika mendengar Sutradara Shin memanggilnya. "Ya?"
"Kau akan pulang sendirian?" tanya Sutradara Shin.
"Ya," sahut kyuhyun dan tersenyum tipis.
Sutradara Shin mengerutkan kening sejenak. "Sekarang sudah terlalu larut. Tidak baik membiarkan seorang namja manis seperti mu berjalan sendirian," katanya. Kemudian ia memandang berkeliling, ke arah para staf produksi yang sedang sibuk mengumpulkan dan merapikan perlengkapan.
Matanya berhenti pada siwon yang sedang membantu mengangkat perlengkapan ke mobil van.
"Oi, Andrew," seru Sutradara Shin.
Siwon menoleh. "Ya?"
"Kau bisa mengantar kyuhyun pulang?" tanya Sutradara Shin dalam "Aku tidak mau dia pulang sendirian malam-malam begini."
Mata kyuhyun melebar. "Tidak," katanya cepat. Terlalu cepat dan terlalu keras sampai kedua pria itu menoleh memandangnya. kyuhyun menggoyang-goyangkan tangan dan tersenyum gugup.
"Tidak perlu repot-repot," katanya dengan suara yang diusahakan tidak terdengar panik. "Aku bisa sendiri. Sungguh."
Siwon berjalan menghampiri mereka. "Aku tidak keberatan," katanya. "Lagi pula, aku setuju dengan shin Hyung. Sekarang sudah malam dan sebaiknya ada yang mengantarmu pulang. Kau tinggal di mana?"
Kyuhyun menggoyangkan tangannya lagi. Kali ini lebih cepat. "Sungguh, aku tidak perlu diantar. Aku bisa pulang sendiri. Aku sudah terbiasa pulang sendiri," kata kyuhyun cepat sambil meraih tas dan topinya.
Ketika ia melihat siwon membuka mulut seolah-olah ingin mengatakan sesuatu, kyuhyun cepat-cepat membungkuk. "Goodbye," katanya cepat, lalu berbalik tanpa menunggu jawaban dan berlari pergi.
"Arghhhtttt…" erang siwon pelan sambil memengangi kepalanya.
Setelah mendengar kyuhyun mengatakan goodbye, entah kenapa bayang-bayang yang sedari dulu menghantui siwon kini muncul lagi. Siwon memejamkan matanya, lalu menghirup udara disekitarnya secara perlahan-lahan, berusaha untuk menetralkan detak jantungnya.
Siwon mulai melangkah mengikuti kyuhyun yang sudah jauh berjalan.
Rasanya…
Ya rasanya, kejadian seperti ini pernah terjadi dulu..
.
.
Sementara itu kyuhyun meragukan keputusannya sendiri. Jalanan sudah sepi. Stasiun kereta bawah tanah juga tiba-tiba terlihat remang-remang dan menakutkan. Hanya ada segelintir orang yang berdiri menunggu kereta.
Kyuhyun memang menyukai tempat sepi, tapi tidak dengan tempat sekarang ini. Menyeramkan—kyuhyun benci itu!
Kepanikan mulai meresapi otaknya dan membuat tubuhnya menggigil.
Apakah tadi sebaiknya ia menerima tawaran siwon untuk mengantarnya pulang? Tapi ditemani namja yang selalu membuatnya merasa bersalah dan menguarkan perasaan rindu dihatinya bukanlah pilihan yang pantas untuk dipertimbangkan.
Kyuhyun berusaha memantapkan hatinya untuk tidak memikirkan keadaan disekitarnya, dan lebih memilih untuk menenangkan hatinya sambil membatin "tenang kyu, sebentar lagi.. sebentar lagi kau bakal sampai" instruksi kyuhyun pada dirinya sendiri.
Baru saja kyuhyun merasa lega, tiba-tiba bunyi keras di belakangnya membuatnya terperanjat seketika, disusul dengan suara yang mengumpat. Kyuhyun terkesipa, berputar cepat, dan membelalak.
"Oh, Shit," gerutu sesosok bayangan gelap di bawah salah satu pohon yang berjejer di tepi jalan.
Kyuhyun seakan terpaku di tempat. Tidak bisa bergerak, tidak bisa bersuara, tidak bisa bernapas.
"Jangan panik. Ini aku. Aku menabrak tong sampah."
Kyuhyun mengerjap mengenali suara itu. Sementara bayangan gelap tadi melangkah ke bawah sinar lampu jalan sambil mengangkat kedua tangan. Mata kyuhyun melebar setelah wajah laki-laki itu terlihat jelas.
"Choi Siwon!... Sedang apa kau di sini?" tanya kyuhyun heran. Ia memandang berkeliling, lalu kembali menatap siwon tajam. Matanya disipitkan. "Kau mengikutiku?"
"Karena kau tidak mau diantar pulang, aku memutuskan untuk mengikutimu."
Kening kyuhyun berkerut tidak mengerti. "Kenapa?"
"Hanya untuk memastikan kau baik-baik saja. Memastikan kau tiba di flatmu dengan selamat," sahut siwon ringan.
kyuhyun mengerjap bingung. Dadanya berdesir saat mendengarkan pengakuan siwon, kyuhyun memberikan segaris senyuman indahnya kepada siwon. "oh"
"Jadi," kata siwon sambil mendongak memandang gedung di depannya, "kau tinggal di sini?"
Kyuhyun menoleh, mengikuti arah pandang siwon, lalu kembali menatap siwon. "Ya."
Mendengar nada suara kyuhyun, mata siwon beralih kembali kepada kyuhyun dan ia tertawa pendek. "Tidak perlu curiga begitu. Aku tidak minta diajak masuk," katanya.
Ia menatap kyuhyun dari kepala sampai ke kaki, lalu kembali ke wajahnya dan berkata, "Lagi pula kau bukan tipeku. Aku bukan seorang gay" ucap siwon diiringi tawa ringan darinya.
Kyuhyun mengerjap kaget, membuka mulut, lalu membekap mulutnya. Rasanya dada kyuhyun seperti sehabis disilet oleh belati yang sangat tajam, otaknya mendadak kosong. Ia hanya bisa menatap siwon yang tengah tersenyum lebar itu dengan pandangan getir.
"Baiklah. Karena kau sudah sampai di rumah dengan selamat, aku pergi dulu," kata siwon sambil mengangkat sebelah tangannya. "Sampai jumpa besok."
"Kau memang bodoh Choi Siwon! Tapi kenapa aku menyukai mu, seseorang yang sangat-sangat bodoh? Atau aku yang terlalu idiot hingga selalu menatap mu choi pabbo?"
-TBC-
Mungkin jalan ceritanya semakin lama akan semakin berbeda dengan novel spring in london.. maaf kalau sudah membuat reader semua salah sangka..
sankyu udah mau baca ff remake dari saya,
Kalau ada yang keberatan ff remake ini dilanjut, bisa PM saya :)
