Chapter 1 : destiny

I hope, you can feel my heart

CAST : KIM RYEOWOOK

CHO KYUHYUN

LEE DONGHAE

AND OTHER CAST

AUTHOR : LEE HAEUN

PAIRING : RYEOWOOKxKYUHYUN

GENRE : SAD ROMANCE,

RATED : T

WARNING : Banyak kesalahan yang tidak disengaja, dilarang keras untuk copypast tanpa credit dan izin saya. Karena sejelek apapun tulisan saya, ini juga merupakan hasil jerih payah imajinasi saya.

Note:

Oppa = panggilan perempuan untuk lelaki yang lebih tua

Umma = Ibu

Ahjumma = Bibi

Sebagian orang berkata, hidup itu layaknya sebuah roda. Selalu berputar, kadang diatas, kadang pula dibawah. Namun bagiku, hidup tak ada bedanya dengan sebuah drama. Tuhan sebagai sutradara, dan manusia sebagai lakon. Tuhan mengatur jalannya takdir hidup ini layaknya sutradara yang memegang kekuasaan saat sebuah drama di lakukan. Dan manusia yang berperan sebagai lakon hanya bisa mmengikuti takdir telah digarisi oleh tuhan, sang sutradara keidupan. ~Lee Kyuhyun~

SEMENYEDIHKAN INIKAH AKU? MENUNGGU MENUNGGU DAN HANYA BISA MENUNGGU. KAPAN HATIMU BISA SETIDAKNYA TAHU BAHWA DISINIKU TANPA LELAH MENUNGGUMU.

HARI DEMI HARI KUJALANI DENGAN SEBUAH PERASAAN MENDESAK YANG SELALU INGIN KELUAR DARI TEMPATNYA. Melihatmu dari jauh merupakan sesuatu yang kini harus lebih ku syukuri. Melihatmu tersenyum dari jauh untuk saat ini setidaknya dapat membuat semangat hidupku lebih besar. Melihat tawamu dari jauh untuk saat ini bisa membuat segala sakit yang kurasakan menghilang secara sempurna. Dan melihatmu bahagia kini bisa membuatku secara tak langsung ikut bahagia, walaupun ku tahu, kau tersenyum tertawa dan bahagia karena perempuan lain, bukan karena ku. Menjadikanmu pria yang selalu mendapat tempat lebih dihatiku memang adalah keputusanku, walaupun kutahu akan sakit yang ku rasakan nantinya. Tak apa, selama aku masih bisa melihatmu tersenyum, sudah merupakan sebuah anugrah terindah yang tuhan berikan sekalipun kau tak pernah melirikku...

Taukah engkau? Setiap kali aku mendengar namamu disebutkan oleh mulut orang lain, telingaku selalu berusaha mendengar apa yang mereka bicarakan tentangmu. Taukah engkau setiap kali aku selalu berada disampingmu? Disaat engkau merasa sedih dan terpuruk, aku ada didekatmu untuk berusaha menghiburmuu dari jarak jauh. Ketika kau merasa bahagia, aku secara tak langsung ikut bahagia dan tetap mengawasimu dari jauh. Mengapa begitu? Mengapa aku selalu mengawasimu dari jauh layaknya malaiat penjaga? Ya, karena aku adalah guardian angel mu. Walaupun kau tak pernah menyadari kehadiranku, setidaknya kau bisa merasakan semua yang kulakukan untukmu.

Sesakit apapun akan kucoba bertahan untukmu...

Sesulit apapun rintangan akan kulalui untukmu...

Karena seluruh hidupku untukmu...

Walaupun nanti...

Aku mati tanpamu...

Selangkah demi selangkah dilalui seorang gadis dengan langkah perlahan, persis seperti hendak mencuri. Matanya tak seolah pernah lepas dari objek yang diikutinya saat itu. Seragam sekolah ternama di kota itu pun masih rapi melekat ditubuhnya, rambut panjang terurai sepunggung miliknya sedikit berantakan tak ia pedulikan. Yang menjadi fokusnya saat ini adalah berjalan di belakang objek yang selama 3 tahun ini diikutinya. Setelah perjalanan jauh, akhirnya pria yang menjadi objek mata mata yeoja cantik bernama Kyuhyun pun memberhentikan langkahnya dan duduk di bangku taman yang telah disediakan disana, sontak Kyuhyun ikut memberhentikan langkahnya dan mencoba duduk sambil menutupi sebagian wajah dengan buku. Hal seperti ini sudah menjadi kebiasaan seorang Kyuhyunselama 3 tahun belakangan ini, 'mengawasi seorang Kim Ryeowook'

Kyuhyun yang saat ini mencuri curi pandang kearah Ryeowook bisa melihat pria itu menghela nafas berkali kali, seakan memiliki masalah yang berat nan rumit. Kyuhyunmenatap bingung Ryeowook, yeoja itu kini seakan ikut merasakan apa yang pangeran hatinya itu rasakan. Setelah lama mereka hanya bisa duduk diam disana,kemudian Ryeowook memilih berdiri dan meninggalkan tempat itu dengan langkah lunglai yang tak bersemangat. Kyuhyunyang juga sudah siap pergi mengikuti Ryeowook kembali harus berhenti sejenak karena...

Grep

Ada yang menahan lengannya untuk pergi, ditolehkan kepalanya untuk melihat siapa yang berani menahan lengannya dan membuatnya kehilangan jejak Ryeowook. Namun saat iris black pearlnya melihat wajah orang itu, Kyuhyun harus menahan emosinya saat ini karena sekarang yang menahannya adalah...

" oppa..."

" apa kau masih mengawasinya Kyuhyunnie? Apa kau tidak bisa melihat juga hatiku ini, Kyu-ah" ucap orang yang tadi sempat menahan tangan Kyuhyun erat. Seakan tak rela gadis itu pergi dari sentuhannya.

Kyuhyun hanya bisa tersenyum, miris.

" Kau bisa merasakan apa yang kurasakan saat ini bukan? Kau mengejarnya, dan aku mengejarmu. Tidak bisakah kau hentikan ini dan membuka hatimu untukku? Untuk orang yang benar benar mencintaimu?"

Kyuhyun hanya menjawabnya dengan gelengan kepala lemah.

"Kyuhyun-ah..."

" oppa, maaf. Aku sungguh minta maaf, tapi sungguh aku tak bisa oppa. Hatiku benar benar sudah terkunci untuk dimiliki oleh namja lain selain dia. Aku tak bisa bersamamu oppa, aku tak mau membohongi hati kecilku jika aku memilih bersamamu sedangkan hatiku sepenuhnya milik dia selamanya. Aku sungguh tak ingin menyakitimu, oppa..." Seperti menghadapi seorang pembunuh, air matanya tak henti keluar. Kyuhyun memilih menundukkan wajahnya.

" apa kau tak lelah Kyuhyunnie-ah? Apa kau tak lelah mengawasinya dari jauh tanpa dia tau kalau kau selalu menjaganya? Apa hatimu tak lelah saat melihatnya bersama gadis lain. Kenapa kau tak mau menyerah dan membahagiakan hatimu sendiri yang ku yakini sangat rapuh itu..." Donghae meraih wajah Kyuhyun, dilihatnya wajah gadis yang penjaga hatinya memerah karena menangis. Diusapnya air mata Kyuhyun secara perlahan dengan ibu jarinya sembari tersenyum miris melihat keadaan Kyuhyun.

" oppa... inilah akhirnya harus kau akhiri untuk menungguku. Sebelum cintamu, semakin dalam. Maafkan diriku memilih untuk tetap menunggunya, walaupun ku tau cintamu padaku jauh lebih besar darinya. A...a.. ku tak ingin, tak ingin menyakiti hatimu lebih dari ini oppa..." di genggamnya tangan Donghae di wajahnya, dan berusaha menurunkan tangan Donghae.

" seharusnya kata kata itu untukmu sendiri. Kau harus berhenti menyakiti hatimu lebih dalam hanya untuk menunggunya yang bahkan kita tak tau sama sekali apa dia mengenalmu atau tidak, aku tau kau selama ini menanggung sakit, bukan..."

"oppa..."

"sudah, kau harus ikut aku ke suatu tempat"

Sementara itu di suatu danau yang tenang, seorang pria berbaring menghadap langit yang saat itu sedikit mendung. Matanya terpejam meresapi suasana damai yang ada disana, bibir nya bergerak seakan sedang mengucapkan sesuatu perlahan. Sedikit demi sedikit kelopak mata itu terbuka memperlihatkan mata caramel indahnya pada langit yang sedikit muram itu. Surai lembut madu miliknya sedikit bergerak oleh angin yang sangat sejuk. Seandainya ini adalah kamar tidur, sudah pasti pria itu sekarang sudah berkelana di alam mimpi.

"kenapa... kenapa ini bisa terjadi?" gumam pria itu pelan, dirogohnya saku celana sekolah yang sama seperti seragam Kyuhyun lalu mengeluarkan secarik kertas putih. Di perhatikannya dengan seksama huruf huruf yang ada di kertas itu. Tak lama dia terbangun dengan mengusap wajahnya kasar.

' jantung yang anda miliki mengalami kerusakan, kami memeriksa anda mengidap penyakit jantung koroner.'

' lalu berapa lama waktu yang saya miliki?'

'sesuai perkiraan saya, waktu yang anda miliki hanya 2 bulan. Tapi anda masih bisa bertahan jika kita bisa menemukan donor jantung untuk anda. Saya akan membantu anda mencari penonor sebisa mungkin, Kim Ryeowook'

Perbincangannya dengan dokter kembali terputar di memori otaknya seperti sebuah kaset film yang sedang dijalankan. Ia tak pernah menyangka hal ini bisa terjadi padanya. Sebuah kenyataan pahit dimana ia mengetahui bahwa umurnya tidak akan lama lagi.

" Jantungku rusak? sisa Hidupku hanya 2 bulan? Donor jantung? Ck jangan konyol, aku mungkin ingin hidup lebih lama. Tapi jika aku harus mengambil jantung orang yang masih hidup untukku, apa bedanya aku dengan seorang pembunuh? Ck lebih baik aku mati, toh, no one who care about me" ucapnya geram sembari melempar batu batu kecil yang ada disampingnya dan membuangnya ke tengah danau dengan sekuat tenaga.

" sudah kuduga, tuhan tak pernah adil dalam mengatur takdir hidupku. Semua orang yang aku sayangi perlahan pergi jauh dari hidupku. Dan untuk saat ini tuhan memilih mengakhiri waktuku di dunia ini, cih" Ryeowook mencoba berdiri merobek kertas hasil pemeriksaannya dan menghamburkanya ke sekitar sungai.

" memuakkan! Hidupku tak ubahnya skenario drama. Sayangnya mungkin tuhan lebih menginginkan jalan kehidupanku berakhir dengan takdir 'sad ending' bukan 'happy ending' yang selalu menjadi ending di setiap drama"

"AAAARRRRRGGGHHHHHHH KAU MEMANG TAK PERNAH ADIL TUHAN! TAK BISAKAH KAU SEDIKIT SAJA MEMBUAT HIDUPKU INI LEBIH BERHARGA, AKU MEMBENCIMU TUHAN! AKU MEMBENCIMU!" Teriakan keras Ryeowook menggema disana, lalu ia mengambil dengan kasar tasnya dan memilih pergi dari danau itu dengan perasaan kesal, kecewa, dan putus asa.

Jangan pernah sekalipun kalian mengatakan bahwa kalian membenci tuhan. Karena sesungguhnya, tuhan itu adil. Mungkin untuk saat ini kalian merasa tuhan mempersulit takdir hidupmu,, tapi sebenarnya tuhan sudah merencanakan hal yang terbaik untukmu, tanpa kau ketahui barang sedikitpun ~LEE Haeun~

Kyuhyun hanya bisa mengikuti kemana dirinya dibawa Donghae, sedangkan Donghae terus melangkahkan kakinya sembari menggenggam erat tangan Kyuhyun. Setelah lama berjalan, keduanya berhenti tepat di pinggir sebuah danau yang tenang namun memiliki suasana menyejukkan. Donghae tersenyum saat mellihat ekspresi wajah Kyuhyun seperti menggambarkan kekaguman pada tempat itu. Donghae tau, jika Kyuhyun sangat menyukai tempat tempat sepi seperti ini jika dirinya sedang dirundung masalah. Donghae tau semuanya tentang Kyuhyun, karena Donghae sangat sangat mencintai gadis disampingnya ini yang sedang memejamkan mata meresapi kenyamanan suasana di tempat itu.

" apa kau suka?" tanya Donghae

Kyuhyun hanya mengangguk, enggan untuk membuka mata.

" jadi, apa kau masih ingin untuk mengejarnya?" tanya Donghae ragu karna ia takut Kyuhyun marah padanya. Ia tau Kyuhyunsangat tak suka dengan topik pembicaraan ini.

Kyuhyun membuka matanya dan menoleh cepat ke arah Donghae, melayangkan tatapan tak suka. "harus berapa kali aku mengatakannya padamu oppa, kalau aku tak akan berhenti untuk bersamanya..."

" ralat, mengawasinya dari jauh"

''ya ya, aku tak akan berhenti untuk mengawasinya dari jauh, karena kau sudah tau sendiri oppa, aku sangat mencintainya. Haruskah kau menanyakan hal ini berkali kali padaku?" ucap Kyuhyun dan mendudukkan dirinya diatas rerumputan di pinggir sungai itu, sedangkan Donghae memilih untuk tetap berdiri di samping gadis itu.

" Hah~ oppa hanya ingin kau yakin dengan keputusanmu. Oppa tak ingin kau sakit nantinya. Dan pada akhirnya kau menyesal..."

" tidak akan! Aku tidak akan pernah menyesal dengan pilihanku ini."

" baiklah oppa tak pernah bisa memaksamu, tapi kau harus berjanji pada oppa..."

"berjanji apa oppa?"

" jika kau memerlukan teman untuk berbagi sakit dan sedihmu, temui oppa. Ceritakan semua masalahmu pada oppa. Oppa tak ingin kau menyembunyikan kesedihanmu sendiri tanpa bisa kau curahkan, mengerti?" tanya Donghae sembari mengarahkan kelingkingnya pada wajah Kyuhyun, Kyuhyun yang melihatnya hanya tersenyum dan mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking Donghae.

" ne, aku berjanji oppa..."

" errrr dan satu lagi"

" apa lagi oppa?"

" Kau juga harus berjanji, jika saatnya nanti, saat dimana kau merasa lelah untuk terus mengawasinya. Saat dimana kau memutuskan untuk berhenti mencintainya, dan saat kau terluka karena mengharapkannya. kau harus memberikan oppa kesempatan untuk membahagiakanmu, menjagamu, dan menemani hari harimu nanti. Kau harus berjanji untuk membiarkan oppa berusaha memiliki hatimu dan membuatmu mencintai oppa. Karena oppa akan menunggumu sampai kapanpun" ucap Donghae yang tetap mengeratkan kelingking mereka berdua.

Kyuhyun hanya bisa terdiam mendengar hal itu. Dia sangat ragu untuk mengiyakan permintaan Donghae, ia takut akan menyakiti Donghae karena hanya memberikan harapan kosong pada namja ini, tapi ia juga tak tega untuk sekarang jika melihat wajah kecewa Donghae.

" baiklah oppa, aku berjanji. Tapi kau juga harus berjanji satu hal..."

" apa?" tanya Donghae antusias saat ia mengetahui dirinya masih memiliki kesempatan untuk memiliki cinta Kyuhyun

" kau juga harus berjanji, disaat kau menungguku kau tidak perlu menutup rapat hatimu untuk gadis lain. Kau harus membuka hatimu untuk mereka, mungkin suatu hari nanti kau, takdir tuhan akan berubah, mungkin kau bisa mencintai gadis lain yang sama mencintai dirimu juga. Bagaimana? Kau mau berjanji untukku?" ucap Kyuhyun sambil menatap serius Donghae yang tampaknya sama ragunya dengan dirinya, tapi tak lama Kyuhyun tersenyum saat melihat Donghae menganggukkan kepalanya tanda ia mau menyetujui perjanjian ini.

"oke? Deal!" ucap Kyuhyun semangat dan kembali menikmati kenyamanan suasana disana. Tapi saat dia hendak memejamkan mata, ia melihat potongan kertas sobekan berserakan di pinggir sungai. Hatinya seperti mengarahkan padanya untuk mengambil kertas tersebut. Kyuhyun berlarian menghampiri potongan kertas itu, jongkok, dan memunguti satu persatu potongan kertas itu. Sebenarnya ia tak mengerti kenapa ia harus memunguti sampah itu, tapi sepertinya hatinya tak sejalan dengan logikanya untuk saat ini, tangannya masih terus mengumpuli potongan potongan kertas itu.

Donghae yang melihat apa yang dilakukan Kyuhyun menatap Kyuhyun penuh tanda tanya, dihampiri Kyuhyun guna mengetahui apa yang gadis itu lakukan disana. Kyuhyun yang menyadari Donghae menghampirinya bergegas mengumpulkan potongan kertas itu dan memasukkan ke tas jinjingnya. Lalu dengan cepat berdiri menghadap Donghae sebelum Donghae melihat apa yang ia lakukan tadi.

" apa yang kau lakukan tadi,Kyu?" tanya Donghae menatap Kyuhyun bingung, sementara Kyuhyun hanya tersenyum manis ke arah Donghae.

" bukan hal yang penting oppa, kajja kita pulang. Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan" ajak Kyuhyun berusaha mengalihkan pembicaraan. Kyuhyun berjalan cepat pergi meninggalkan Donghae menuju mobil Donghae. Donghae yang masih bingung hanya ikut menyusul Kyuhyun ke mobil, lalu mereka berdua pergi dari tempat itu.

Kita semua tak tau apa yang terjadi nantinya. Sebab hanya tuhan yang tahu jalannya skenario hidupmu. Mungkin saja saat ini kau berjanji menutup rapat hatimu dan tetap memilih menunggunya, sementara suatu saat nanti bisa saja kau mengingkari hatimu disaat kau menemukan seseorang yang bisa membuka hatimu yang tertutup rapat. Jalani saja hidup ini dengan santai tanpa harus berusaha mencegah hal hal yang tak ingin terjadi tanpa kau ketahui itu sebelumnya... LEE HAEUN~

Ryeowook memasuki rumah mewahnya dengan keadaan basah kuyub karena hujan dan langkah lunglai, para pelayapun dibuat bingung dengan tingkah tuan muda mereka yang biasanya selalu ceria dalam keadaan apapun. Tanpa memperdulikan tatapan para pelayannya, ia memasuki kamarnya yang masih dalam keadaan basah dan kotor hingga mengotori lantai ubin mahal dirumahnya. Ia tak peduli, toh hanya dia seorang yang tinggal disini selain para pelayannya. Orangtua Ryeowook? Biar kujelaskan ibu Ryeowook 2 tahun yang lalu meninggal karena penyakit yang sama dengan yang dideritanya sekarang. Sedangkan ayah Ryeowook memilih menikah lagi dengan seorang wanita jalang dan mata duitan –bagi Ryeowook- dan pergi ke prancis meninggalkan Ryeowook sendiri di korea yang memang tak suka dengan ibu tirinya dengan harta yang berlimpah. Jadilah Ryeowook sendiri tinggal dirumah mewah ini. Tapi Ryeowook bukan tipe orang yang menghadapi masalahnya dengan hanya menangis menangis dan menangis. Ia berusaha menutupi semua masalah dan sakitnya dengan senyuman dan sifat cerianya. Ia tak suka menyusahkan orang lain demi membantunya, itu sangat bukan dirinya. Itulah dasar utama dia menolak operasi donor jantung.

" tuan muda, apakah anda ingin mandi air hangat? Sepertinya anda sudah kedinginan dengan keadaan basah kuyub begitu" tawar seorang wanita paruh baya yang merupakan salah satu pelayan setia Ryeowook, bahkan dialah yang membantu ibu Ryeowook untuk mengurusnya saat kecil disaat kedua orang tuanya sibuk. Pelayan ini sangat menyayangi Ryeowook, begitu juga sebaliknya.

" haha kau tau saja song ahjumma, iya tolong siapkan air hangat untukku, kurasa tubuhku serasa hampir membeku. Oh iya ahjumma sudah berapa kali kukatakan jangan memanggilku dengan sebutan tuan muda, anggap aku anakmu ahjumma~ panggil aku wookie ne?" pinta Ryeowook dengan nada manja yang dibuat buat, membuat wanita itu terkekeh, mengingatkannya saat Ryeowook kecil dahulu.

" ne wookie-ah~ kalau begitu ahjumma siapkan air hangat dulu ne? Sebaiknya sekarang kau istirahat ne" ucap wanita paruh baya itu sembaru mengacak surai madu Ryeowook dengan sayang, Ryeowook hanya menikmati perlakuan pelayan yang sudah dianggapnya ibu itu seperti anak kucing yang dielus majikannya, ia sangat merindukan belaian kasih ibu untuk saat ini.

" ne ahjumma~" setelah Ryeowook mengatakan hal itu, song ahjumma melenggang pergi dari kamarnya, Ryeowook menatapi punggung wanita itu dengan tatapan rindu. Setelah pintu itu tertutup, Ryeowook merebahkan tubuhnya dan memilih berbaring ketimbang ia mengganti pakaian. Di ambilnya sebuah bingkai pigura yang berada di nakas kecil di samping ranjangnya. Dilihatnya gambar yang ada di pigura itu, mengelusnya secara perlahan pada gambar seorang wanita cantik, lalu mencium gambar itu dengan perasaan sarat akan kerinduan. Ia rindu dengan wanita yang telah melahirkannya, ia rindu dengan wanita yang membesarkannya dengan kasih sayang, ia rindu ibunya.

" umma~ aku merindukanmu~" setetes bulir bening mengalir dari kelopak matanya, semakin lama semakin deras. Tak bisa dicegahnya, ia memang sangat sangat merindukan ibunya.

"tok tok tok... wookie~ah air hangatnya sudah siap di kamar mandi kesayanganmu. Cepatlah mandi setelah itu makan dan istirahat, nanti kau sakit" ucap seseorang diluar sana yang ia yakini adalah song ahjumma.

"ne ahjumma, aku akan segera turun" teriak Ryeowook dari dalam sembari mengusap air matanya dan meletakkan kembali bingkai foto itu. Berjalan meninggalkan kamarnya dan pergi ke suatu kamar tempatnya saat merindukan sang ibu, dikamar pribadi ibunya.

'tap tap tap' kakinya melangkah perlahan menuju kamar ibunya yang berada di depan kamarnya.

'kriet' pintu terbuka perlahan, tubuhnya secara pelan memasuki kamar yang selama 2 tahun ini selalu rapi. Didekatinya ranjang sang ibu yang diatasnya terdapat sebuah foto besar yang didalamnya foto keluarganya termasuk sang ayah. Sakit rasanya mengingat kembali ternyata dirinya kini sendiri di rumah ini mengingat dia anak tunggal. Perlahan ia memasuki kamar mandi sang ibu, kamar mandi yang selalu beraroma terapi yang menenangkan. Membuka pakaian atasnya dan memilih berendam di air hangat dan sedikit merilekskan tubuh dan otaknya.

Ibu adalah sosok yang sangat berharga dalam hidup kita. Dia adalah wanita terkuat yang dapat menanggung berbagai rasa sakit agar anaknya selalu dapat tersenyum. Ibu juga merupakan sosok sahabat, teman, saudara yang tak mungkin mengkhianati kita apalagi menyakiti kita. Kenapa? Karena dia mencintai kita tanpa menginginkan balasan, dan mencintai kita lebih dari dia mencintai dirinya sendiri. Maka dari itu jangan menyakiti perasaan ibumu, karena dia pasti akan merasa sedih. Bahagiakanlah ibumu sebelum nanti kau menyesal dikemudian hari ~ LEE HAEUN~

Mobil yang dikendarai oleh Donghae terparkir mulus di halaman sebuah rumah yang tergolong cukup mewah. Kyuhyun yang berada di kursi kemudi memilih keluar lebih dahulu dari mobil. Setelah keluar, ditutupnnya pintu perlahan dan menundukkan sedikit tubuhnya agar dapat melihat wajah Donghae.

" kau yakin hanya diantar sampai sini, kyu?" tanya Donghae, Kyuhyun hanya tersenyum mengangguk.

" ne oppa, tak apa. Aku cukup diantar sampai sini. Hati hati dijalan oppa" ucap Kyuhyun dan memilih mundur beberapa langkah saat mulai mendengar deru mesin Donghae.

" ne, good night kyunnie~ sweet dream" itulah ucapan terahir Donghae sebelum menancap gas dan pergi dari sana. Kyuhyun hanya menatap kepergian Donghae sembari melambaikan tangannnya.

" maaf oppa jika nantinya aku menyakiti hatimu, terima kasih untuk semuanya... kau sangat baik, Donghae oppa" gumamnya pelan lalu mulai memasuki rumahnya dengan langkah lunglai, terlalu letih.

" Kyunnie, kau dari mana" tanya seorang pria tampan yang sedang fokus pada laptopnya mengiterupsi langkah Kyuhyun. Gadis itu menoleh dan dapat melihat oppa kandungnya yang menatapnya intens.

"eh oppa? Aku? Aku baru pulang dari jalan jalan bersama hae oppa..." jawab Kyuhyun masih berdiri di tempatnya.

" Donghae? Hah~ baiklah. Sekarang kau masuk kamarmu dan istirahat" perintah mutlak sang kakak yang hanya bisa dijawab anggukan oleh Kyuhyun

"ne, Sungmin oppa~" dengan langkah cepat ia masuk ke dalam kamarnya.

Setelah sampai dikamarnya, Kyuhyun tak langsung tidur. Ia memillih mengambil potongan kertas tadi dan berlari ke atas meja untuk berusaha menyatukan kembali kertas itu. Ia sangat penasaran tentang isi kertas itu. Terlebih lagi ia bisa mengenali dari mana kertas itu berasal, dari rumah sakit tempat Sungmin bekerja.

Setelah membutuhkan waktu lama untuk kembali menyatukan kertas itu agar bisa terbaca. setelah yakin kertas itu menyatu kembali dan bisa dibaca. Tak lama kemudian raut wajahnya menggambarkan seolah sedang mendapat kabar buruk. Kyuhyun menangis...

"tak mungkin..."

" tak bisa dipercaya!"

"ini pasti kebohongan besar!"

"katakan padaku bahwa ini hanya sebuah omong kosong belaka..."

" Ryeowook oppa..."

Mungkin sebagian orang selalu mengatakan 'ini omong kosong!' 'ini kebohongan besar' dan kata kata lain yang mengungkapkan ketidakpercayaan saat menerima sebuah kenyataan yang jauh dari apa yang diharapkan. Atau ada sebagian orang yang pasrah menerima kenyataan tersebut. Tapi sekalipun kita memaki kenyataan yang tidak sesuai dengan impian, tetap saja kita tak bisa menghindari kenyataan tersebut.

Karena kenyataan itu adalah...

TAKDIR...

To Be Continued... ^^

Haha ini hanyalah sebuah karya absurd saya yang iri oleh mereka pembuat fanfiction yang bisa dibukukan, maaf jika saya mengubah Kyuhyun menjadi perempuan, Habisnya saya masih belum bisa menulis cerita jika seorang 'Kim Ryeowook' menjadi seorang perempuan...

Akhir kata, thanks buat yang udah baca. Mau itu riders yang ngasih komentar, ataupun silent riders...

RnR ? ^_^