Chapter 2 : miracle (keajaiban)
I hope, you can feel my heart
CAST : KIM RYEOWOOK
LEE HAEUN
LEE DONGHAE
LEE SUNGMIN
Kyuhyun terpaku pada kertas digenggamannya. Dunia serasa berputar membuat kepalanya berdenyut sakit. Ia berharap fakta yang baru saja diketahuinya hanyalah sebuah mimpi dan sewaktu waktu saat ia terbangun, semua ini tak terjadi.
Plak! Plak !
Berkali kali Kyuhyun berusaha menampar pipinya berharap ia tidak merasakan sakit apapun yang berarti semua ini mimpi belaka. Namun rasa perih dan sakit itu ternyata masih bisa dirasakannya.
" kenapa rasanya sakit... inikan hanya mimpi, seharusnya aku tak merasakan apa apa dan bangun dari mimpi buruk ini seolah tak terjadi apapun. Hiks..."
Perlahan isak tangis meKyucur deras dari bibirnya, air mata itu mulai membasahi pipi.
" aku masih tidak percaya dengan semua ini! Sebaiknya aku tanyakan pada Sungmin oppa, bukankah Sungmin oppa. juga dokter jantung, mungkin saja dia tau sesuatu tentang ini."
Tanpa membuang waktu, Kyuhyun lekas keluar dari kamarnya dan menuju ruang tengah dimana berada. Dilihatnya sang Oppa masih sibuk bergelut pada laptop, Kyuhyun menghampiri Sungmin lalu ikut duduk disampingnya.
" Kyuhyun, kenapa kau belum..."
" oppa, apa kau mempunyai pasien yang bernama Ryeowook?" tanya Kyuhyun to the point saat Oppa nya hendak menanyakan kenapa dirinya belum lekas tidur. Sungmin hanya menatap Kyuhyun dengan pandangan penuh tanda tanya.
" ada apa kau menanyakannya, apa kau mengenalnya? tapi maaf dia meminta padaku untuk tak memberitahu tentangnya pada siapapun" tanya Sungmin kembali pada laptopnya.
" ayolah Oppa~ kumohon padamu... beritahu aku informasi yang kau tau tentang Ryeowook. Hiks Oppa hiks aku mohon..." mohon Kyuhyun yang diselingi isakan, ia sudah tak tahan menahan tangisnya lagi. Sungmin yang mendengar isakan adiknya menoleh kaget, sesegera mungkin ia matikan laptopnya.
" ya ya ya, kenapa kau menangis? Apakah dia temanmu? Sahabatmu? Atau kekasihmu?" tanya Sungmin yang hanya dibalas suara isak Kyuhyun yang belum berhenti.
" baiklah baiklah, akan ku beritahu padamu tentangnya. Namanya Kim Ryeowook, berusia 18 tahun. Mengidap penyakit jantung koroner yang diturunkan oleh mendiang ibunya. Dia salah satu pasienku, dan setauku saat aku memeriksanya, sisa umur yang dimilikinya hanya 2 bulan lagi. ..." perkataan Sungmin membuat tubuh Kyuhyun menegang. Otaknya berusaha mencerna apa yang Oppa nya katakan.
" sisa umurnya hanya tinggal 2 bulan lagi? Apa itu artinya..."
" ya, dia hanya memiliki waktu sampai natal tahun ini"
Kyuhyun tersentak kaget dengan apa yang dikatakan Sungmin. Sungguh rasanya seperti ribuan palu besar menghantam hingga hatinya hancur lebur saat ini.
" kulihat dia anak yang ceria, walau sedikit dingin. Dan saat aku memberitaukan penyakitnya, ia seperti sudah mengetahui dari lama tentang ini. Ya walaupun dia kuat, dia juga punya hati kan? Pastinya dia merasa sakit saat mengetahui bahwa umurnya tinggal... eh Kyuhyun, kau kenapa? Apa kau sakit" perkataan Sungmin terpotong melihat Kyuhyun sedikit limbung saat ia berdiri dari sofa. Kyuhyun hanya menggeleng seolah berusaha mengatakan pada Oppanya bahwa ia baik baik saja.
" tidak, aku baik baik saja. Mungkin sedikit kelelahan, istirahat cukup akan segera pulih. Baiklah aku masuk ke kamar dulu Oppa." Ucap Kyuhyun lalu segera berlari kearah kamarnya. Menghambur pintu kamar tersebut dan menutupnya tanpa menggunakan perasaan. Membuat Sungmin yang diluar menatap bingung pintu kamar Kyuhyun.
Sementara itu di dalam kamar, Kyuhyun menangis tersedu diatas ranjangnya sembari memeluk lututnya, menenggelamkan wajahnya di antara lutut dan kepalanya. Menggigit bibir berusaha meredam isakan yang keluar dari bibirnya agar Sungmin tak mendengar dan bertanya aneh aneh padanya.
" hiks... bagaimana...hiks ini... tuhan ... hiks ... mengapa kau ... hiks... memberikan penyakit ini... hiks... padanya... aku... aku lebih rela jika kau memindahkan semua sakitnya padaku... hiks tuhan" Kyuhyun tak berhenti menangis, seolah menangis bisa membuat masalahnya musnah. malam itu dihiasi oleh tangisan Kyuhyun yang sepertinya enggan untuk berhenti.
Mungkin dengan menangis, penderitaan atau sakit yang sedang dirasakan sedikit terasa berkurang. Tapi bukan berarti kita harus terus menangis disaat tak kuat menanggung masalah. Karena menangis, tidak akan menghilangkan masalah. Mmaka dari itu, kita perlu berusaha bersabar . Hati boleh merasakan sedih yang teramat dalam, tapi tutupi itu semua dengan senyum yang tulus. Buat mereka percaya kalau kita itu tak selemah yang mereka fikirkan. Percayalah, tuhan tak pernah memberikan masalah yang tak bisa dilalui umatnya ~ Lee Haeun~
Semilir angin berhembus kencang malam itu, dan menerbangkan dedaunan yang sudah terjatuh dari pohonnya. Donghae yang kini sedang menatap langit di balkon jendela kamarnya tanpa memperdulikan angin yang berhembus ke tubuhnya. Pandangan Donghae tak lepas pada sang atap bumi yang berhiaskan bulan ditemani oleh sebuah bintang, kedua galaksi itu seolah berpasangan membuat Donghae sedikit merasa iri.
" lihat, tuhan bahkan menciptakan bulan bintang berpasangan agar terlihat indah seperti malam ini. andaikan saja aku bisa menjadi pasanganmu dan menjagamu layaknya bintang yang selalu ada untuk menemani bulan di kegelapan malam, Kyuhyun. Tapi kau tak pernah mengizinkan aku melakukannya. Apa sebegitu besar cintamu pada pria bernama Ryeowook itu sehingga hatimu seperti terkunci dan kuncinya hilang tenggelam di laut antartika." Gumam Donghae merana.
" bodoh..." maki Donghae yang sebenarnya ia tidak tau kata itu ditujukan untuk siapa.
" kau bodoh Kyuhyun, kau terlalu mencintai pria yang bahkan tak pernah melirikmu sedikitpun. Tapi kau juga bodoh Ryeowook, apa hatimu terbuat dari batu sehingga tak pernah bisa merasakan apa yang Kyuhyun rasakan untukmu. Kau hanya menganggapnya sebagai seorang teman."
"cih tapi aku jauh lebih bodoh dari mereka. Aku disini yang jelas jelas bisa pergi dan membiarkan Kyuhyun memiliki pria itu malah masih berusaha mengejar Kyuhyun padahal aku tahu, hati Kyuhyun sepenuhnya untuk Ryeowook. Aku berusaha mengalihkan perhatian Kyuhyun, padahal tak sedetikpun Kyuhyun berhenti memikirkan Ryeowook. Bukankah aku yang paling bodoh disini?" tanyanya pada diri sendiri. Meratapi ketidakberdayaannya merebut hati Kyuhyun dari seorang Ryeowook.
Donghae tak bisa bohongi dirinya sendiri. Ia tak bisa munafik dengan berusaha menjauh dari Kyuhyun yang sudah membuatnya terperosok ke jurang pesona yang dimiliki Kyuhyun. Donghae bukanlah manusia naif yang tak bisa melihat betapa besarnya harapan Kyuhyun untuk bisa bersama Ryeowook. Ia tahu dan ia sangat mengetahui. Tapi apa mau dikata? Dirinya sudah berusaha menjauh dari Kyuhyun dan membuka hatinya kembali, seribu kali ia berusaha, seribu kali jua ia gagal. Karena seluruh hatinya sudah terlanjur terpenjara pada cintanya yang tak terbalas untuk seorang gadis manis pujaan hatinya, Kyuhyun.
Mungkin dengan egois bisa membuat Donghae memiliki Kyuhyun seutuhnya. Berusaha menghalalkan segala cara agar Kyuhyun berada pada pelukannya. Membunuh Ryeowook mungkin pernah terlintas dibenaknya saat ia meras putus asa dengan takdir cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Namun sekali lagi, Donghae tak pernah bisa membuat Kyuhyun tersakiti. Karena dengan ia membunuh Ryeowook, itu sama saja ia membuat Kyuhyun sedih dan membuatnya dibenci Kyuhyun seumur hidup. Donghae sadar, cinta itu memang tak harus memilliki. Mungkin dengan menunggu terbukanya hati Kyuhyun dan membiarkan waktu menjawab penantiannya adalah keputusan yang paling bijak untuk saat ini. Bukankah ia masih bisa memiliki satu kesempatan lagi? Menunggu mungkin adalah sebuah pengorbanan yang pantas untuk mendapatkan hati dan cinta Kyuhyun seluruhnya.
Manusia diciptakan oleh tuhan berpasang pasang agar bisa saling melengkapi kehidupan satu sama lain. Ibaratkan sandal, Sandal diciptakan berpasangan, jika sandal dipasangkan oleh sandal lain yang bukan pasangannya, sandal itu tak mungkin bisa menjadi alas Oppai yang sempurna untuk Oppai kita. Begitu juga dengan manusia. Tuhan tau siapa pasangan yang cocok untuk kita agar bisa saling melengkapi. Percuma saja jika kita memaksa agar kita memiliki cintanya yang jelas dia bukan jodoh kita. Dan jika pernah terlintas di benak kita tentang 'siapa pendamping hidup kita kelak' maka biarkan waktu yang akan menjawabnya... ~Lee Haeun~
Langit senja itu seakan memamerkan keidahan yang dimilikinya. Langit yang bermandikan sinar keemasan membawa keindahan tersendiri bagi siapapun yang mellihatnya. Didukung oleh suara deburan ombak yang menghantam karang di tepi pantai dapat membuat fikiran segar disaat masalah kehidupan yang membuat penat dan memusingkan kepala. Disekitar pantai tersebut banyak juga wisatawan yang bermanja diri bermandikan sinar matahari, bermain istana pasir di pinggiran pantai, dan adapula yang memilih bermain air.
Dari pinggir pantai terlihat seorang pria yang duduk dengan tangan dibelakang menumpukan beban seluruh tubuhnya. Pria ini tak seperti wisatawan kebanyakan di pantai. ia memilih melihat suasana pantai, merasakan terpaan angin dan sinar matahari menenangkan, jauh dari keramaian para wisatawan. serta mendengar deburan ombak yang entahlah bisa membuat fikiran jenuhnya menjadi sedikit lebih tenang dari sebelumnya.
" hah... seandaikan saja waktuku masih panjang, setidaknya aku masih berkesempatan untuk melihat keindahan dunia ini lebih lama. Tapi apa mau dikata, jantung sialan ini sudah tak berfungsi lagi." Umpatnya merutuki kesialan nasibnya sembari melempar batu batu kerikil ke tengah pantai.
"AAAAAA! SUNGGUH KAU SANGAT TAK ADIL TUHAN! AKU SELALU BERIBADAH KEPADAMU! TAK PERNAH BERBUAT JAHAT! TAPI KENAPA KAU MENGHUKUMKU SEPERTI INI TUHAN? APA SALAHKU TUHAN? APA KARENA KAU MEMBENCIKU TUHAN? HAH!" teriak pria itu sepertinya tak bisa menahan amarah. Melempar semua batu digenggamannya dengan kencang tanpa perasaan.
"kau fikir, dengat terus terusan mengumpat, berteriak, masalahmu bisa selesai begitu saja?" ucap seorang wanita dibelakangnya, sontak pria itu menolehkan kepalanya olehnya gadis muda dengan t-shirt lengan pendek dan celana mini. Hanya satu di fikirannya ketika melihat sosok gadis itu.
' cantik ' batin sang pria, Ryeowook..
" hei, kenapa kau melamun? Aku tanya, apa dengan kau mengumpat masalah yang kau hadapi saat ini bisa lenyap begitu saja?" tanya gadis itu berkacak pinggang yang kini sudah berpindah tempat disamping Ryeowook.
" kau tak tau apa apa. Jangan sok ceramah ataupun ikut campur tentang kehidupanku, anak kecil" ucap Ryeowook dengan pandangan mengarah ke depan. Pandangan itu sarat akan kesedihan yang mendalam. Kyuhyun yang dapat melihat pandangan itu segera ikut duduk di samping Ryeowook. Meluruskan Oppai dan ikut menuumpukan badannya ke tangan yang sedikit kebelakang.
"kkk~ apa kau tau? Anak kecil pun dapat terlihat dewasa ketika mereka sudah membuka otaknya dan dapat menentukan yang mana yang salah. Yang mana yang benar. Dan kau tau? Kau kalah dewasa dengan anak kecil, berteriak seperti orang gila dan mencaci tuhan tak adil ketika tuhan memberimu sedikit cobaan" cibir Kyuhyun.
" jangan pernah samakan aku dengan anak kecil. Dan kau bilang apa? Sedikit katamu? Benar perkataanku tadi, kau itu tak tau apa apa tentang masalahku, lalu datang datang sok menceramahiku seolah kau tau masalahku. Cih" Ryeowook mendecih tak terima, menatap tajam ke arah Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum lembut mendapat tatapan seperti itu. Walaupun didalam sana, di dalam segumpal daging yang dilambangkan cinta oleh banyak orang, di dalam hati Kyuhyun, ia merasa sakit ditatap seperti itu oleh Ryeowook. Namun ditepisnya perasaan yang tak tepat waktu itu sekarang. Ia harus ingat tujuan awalnya memberanikan diri menemui Ryeowook dan melakukan hal ini. Padahal jauh sebelumnya ia hanya berani mengawasi Ryeowook dari jauh.
" walaupun aku tak tau masalahmu apa, tapi bukan berarti kau bisa berkata tuhan tak adil, atau tuhan membencimu. Semua manusia di muka bumi ini memiliki masalah dan cobaannya sendiri sendiri. Termasuk kau, dan... aku" ucapan Kyuhyun terpotong membuat Ryeowook semakin menatap Kyuhyun bingung.
"yaa bukankah kita pasti diberi cobaan oleh tuhan sendiri sendiri? Lihatlah mereka..." ucap Kyuhyun sembari menunjuk ke arah belakang Ryeowook. Ryeowook ikut melihat arah yang ditunjuk Kyuhyun dibelakangnya. Terlihat segerombol anak pengemis dan pengamen di jalan raya yang tak terlalu jauh dari pantai tersebut.
"tuhan memberikan mereka cobaan terberat dengan memisahkan mereka dari orangtuanya dan membuat mereka seperti ini. Dengan usia sekecil itu, mereka harus bisa hidup dan mencari makan sendiri tanpa ada orang tua mendampingi. Mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak yatim piatu yang haus akan kasih sayang orang tua yang tak mereka dapatkan. Aku yakin, mereka sama sekali tidak mengenyam bangku pendidikan. Tapi yang perlu kau ketahui, apa kau melihat mereka berteriak keras mencaci tuhan, memaki garis kehidupannya tak seberuntung anak anak yang masih memiliki orangtua? Yang kita lihat sekarang adalah, mereka tersenyum dan tertawa riang seolah mereka tak memiliki masalah yang berarti. Dan sekarang apa yang kukatakan tak salah bukan? Kau ternyata kalah dengan mereka. Dengan anak kecil yang hidup tanpa kasih sayang orangtua..." ucap Kyuhyun tulus dan membuat Ryeowook merenungkan kata kata yang dikatakan Kyuhyun untuk beberapa saat.
" aku tak tau apa masalahmu lebih berat dari mereka atau bagaimana, tapi kau harus bisa belajar dari semangat hidup yang mereka cerminkan. Kau harus belajar dari mereka bagaimana memanfaatkan kehidupan yang hanya sekali dengan selalu tersenyum tanpa terbesit kata putus asa menjalani hidup. Jalanilah hidup dengan selalu berbuat tulus pada orang lain, aku yakin kau pasti akan sedikit bisa lebuh bersyukur dengan apa yang kau miliki sekarang"
Ryeowook terdiam.
Apa yang dikatakan gadis disampingnya ini benar. Ia hanya memandang kehidupannya sebelah mata. Hanya dari sisi beban dan cobaan yang ia dapat. Ia tak menyadari jika ternyata masih banyak orang yang jauh lebih menderita darinya. Ia setidaknya beruntung tuhan pernah memberikannya kasih sayang orangtua yang utuh walau hanya sampai batas usianya 19 tahun. Ia setidaknya lebih beruntung dari anak jalanan yang disana yang hidup pas pasan dan tidak bisa bersekolah lagi sementara dirinya hidup bergelimbangan harta yang ditinggalkan oleh sang ayah. Ia jauh lebih beruntung ketimbang mereka diluar sana yang tidak bisa melihat indahnya dunia,mereka yang tak bisa mendengar melodi nyanyian, mereka yang tidak memiliki kaki atau tangan yang lengkap. Ia beruntung, jauh lebih beruntung.
'kenapa aku tak pernah berpikiran seperti ini sedari dulu?' bathin Ryeowook menyesal.
" hei... kau kenapa eoh? Aku sedari tadi bicara panjang lebar sampai tenggorokanku kering dan kau hanya melamun? Kau tak dengar apa yang aku katakan tadi? Oh astaga..." omel Kyuhyun, kepalanya menggeleng heran melihat tingkah Ryeowook yang hanya melongo menatapnya dengan tatapan yang suliit diartikan.
"tidak,, aku mendengarkan semua yang kau katakan. Apa yang kau katakan benar semua, selama ini aku selalu melihat dan mengklaim bahwa akulah manusia dengan cobaan terberat didunia ini. Aku selalu menganggap bahwa hanya aku seoranglah yang memiliki penyakit ini. Aku selalu melihat bahwa akulah orang paling menderita. Tapi ternyata, masih banyak orang yang jauh lebih menderita. Masih banyak yang hidupnya tidak seberuntung aku, dan aku tak pernah menyadarinya..." ucap Ryeowook, menundukkan kepalaya sebagai pelampiasan rasa penyesala atas sikap bodohnya selama ini. Kyuhyun tersenyum lembut, ternyata ucapannya tak dianggap angin lalu oleh Ryeowook.
"baguslah..."
Hening
Tak ada satupun dari mereka yang berniat untuk membuka suara. Mereka lebih memilih menikmati kenyamanan ini walau samar samar masih terdengar suara para wisatawan dan bisingnya kendaraan di jalan raya yang tak terlalu jauh dari mereka.
"terima kasih..." gumaman pelan Ryeowook. Sangat pelan. Namun masih bisa didengar oleh Kyuhyun.
"sama sama" ucap Kyuhyun tulus.
" Aku Ryeowook. Kau?" tanya Ryeowook mengulurkan tangan kanannya guna mengajak Kyuhyun berkenalan. Kyuhyun hanya tersenyum senang lalu menyambut uluran Ryeowook dan menggenggamnya.
" Aku, Kyuhyun"
Hangat. Itulah yang dirasakan Kyuhyun saat menggenggam tangan kekar Ryeowook. Seluruh tubuhnya seolah dilingkupi oleh kehangatan yang memabukkan. Akhirnya saat ini tiba juga. Saat dimana Ryeowook mengetahui keberadaannya, dan bisa selalu berada disamping Ryeowook. Biarlah Kyuhyun memulai semuanya dengan perlahan. Berkenalan, sering berbicara, melakukan pendekatan, dan resmi menjadi sepasang kekasih. Mungkin itulah hal yang sangat ingin Kyuhyun wujudkan. Namun sayang, ia tau. Semuanya tak akan pernah terjadi...
" senang bertemu denganmu, Kyuhyun"
" akupun merasakan hal yang sama Ryeowook"
Dan biarkanlah pantai itu menjadi saksi bisu kebahagiaan Kyuhyun yang sementara ini...
Tidak ada kata tidak mungkin, bagi orang yang tak merasa takut untuk mencoba. Dan Tidak ada yang mustahil, bagi orang yang tak pernah berhenti berusaha ~Lee Haeun~
Pagi itu, Kyuhyun duduk tenang di ruangan bernuansa putih. Ruangan dengan pintu yang menggantung sebuah papan nama bertuliskan 'dokter spesialis jantung ' LEE Sungmin' itu hening tanpa suara. Kyuhyun seakan enggan berkutik dan hanya duduk terdiam di kursi pasien.
'kriet...' pintu itu terbuka dan membuat Kyuhyun menolehkan kepalanya melihat siapa gerangan yang masuk ke ruangan Oppanya. Perlahan bibirnya melengkung keatas saat melihat rupanya yang sedari tadi ditunggunya lah yang datang.
"Sungmin oppa.." sapa Kyuhyun saat sang Oppa memasuki ruangan.
" ada apa kyu? Tumben sekali kau menemuiku di rumah sakit. Apa ada yang penting yang ingin kau sampaikan?" tanya Sungmin to the point sembari mendudukkan dirinya di kursinya. Kyuhyun menghela nafas secara berat membuat Sungmin mengerutkan dahinya bingung.
" begini Oppa,,,, aku ingin menanyakan suatu hal padamu. Apakah pasienmu yang bernama Ryeowook Winata itu kini sudah mendapatkan donor jantung?" tanya Kyuhyun dengan mimik wajah serius.
" belum, karena kau tau sendiri Kyuhyun, mencari orang yang masih hidup untuk mendonorkan jantungnya adalah hal yang sangat sulit. Walaupun diiming imingi dengan uang." Jawab Sungmin yang membuat Kyuhyun sedikit meringis.
" jika belum ada... Oppa, biarkan aku yang menjadi pendonor bagi Ryeowook. Aku ingin mendonorkan jantungku untuknya" ucap Ryeowook yang membuat Sungmin tersentak kaget.
"apa katamu? Kau jangan bercanda Kyuhyun! Apa kau tak tau dampaknya apa? Kau mengorbankan jantungmu itu sama saja kau menyerahkan nyawamu untuknya!" gertak Sungmin membuat Kyuhyun tertunduk takut. Baru kali ini Sungmin berbicara dengan suara keras padanya. Namun ia sadar, ia tak mungkin mengurungkan niatnya hanya karena takut akan gertakan Oppanya. Kyuhyun sadar, ia tak dapat melakukan apapun selain ini untuk Ryeowook. Ini adalah kesempatan emas untuk membuat Ryeowook setidaknya tau jikalau ia mencintai pria itu. Di angkatkannya kepalanya dan menatap Sungmin dengan pandangan menantang.
"aku tau itu dan aku tak peduli Oppa. Hanya ini satu satunya cara yang bisa kulakukan untuknya! Aku tak mungkin sanggup kehilangannya Oppa! Jika dia pergi, maka dia pergi dengan membawa seluruh nyawaku! Aku tak mungkin sanggup kehilangannya karena aku mencintainya Oppa... AKU SANGAT MENCINTAINYA! Teriak Kyuhyun kalap, airmata di ujung matanya mengalir tanpa henti. Sungmin yang melihat keadaan Kyuhyun hanya tergugu.
" Kyuhyun... kau... apakah kau..."
" iya Oppa! Aku sudah mencintainya sedari tadi. Kumohon Oppa kumohon... biarkan aku melakukannya, mengertilah..."
" Kyuhyun... apakah kau fikir aku membiarkan kau melakukannya? Kau adalah satu satunya orang yang sangat kusayangi. Keberadaanmu membuatku semangat untuk hidup. Kau adikku satu satunya Kyuhyun... jika kau melakukannya, aku akan sangat kehilanganmu. Kau juga harus mengerti apa yang Oppamu ini rasakan Kyuhyun. Aku tak mau kehilanganmu..."ucap Sungmin sedikit menangis. Kyuhyun yang melihat Oppanya mengeluarkan airmatanya langsung segera memeluk Oppa lelakinya erat erat. Perasaan bersalah mulai menyelimutinya saat melihat Oppa kesayangannya menangis dihadapannya dan itu karena dirinya, ini kali pertama Oppa yang selalu menguatkannya justru terlihat lemah dihadapannya. Rasanya lebih sakit ketimbang rasa sakit apapun yang pernah dirasakannya. Membuatnya kin kembali bimbang akan keputusannya.
"Oppa, kumohon jangan seperti ini, hiks jangan menangis. kau membuatku bimbang Oppa. Kumohon hiks kumohon" Kyuhyun menangis dipelukan sang Oppa. Sungmin hanya terdiam berusaha mendengarkan apa yang kiranya hendak dikatakan adik perempuannya itu. Walau bagaimana pun, ini adalah pertama kali Kyuhyun meminta dengan menangis seperti ini.
"aku sangat mencintainya Oppa, sungguh sangat mencintainya. Taukah kau Oppa? Selama ini, selama 3 tahun ini aku selalu memendam sakit karena harus terus menerus mencintainya tanpa berani mendekatinya langsung. Selama ini, Aku selalu ingin berbuat suatu hal yang mungkin akan sangat berarti baginya tapi aku tak pernah bisa. Dan sekarang di saat kesempatan itu ada, aku tak ingin hanya terdiam melihatnya kesakitan Oppa. Aku tak akan kuat... jadi kumohon, izinkan aku..." lirih Kyuhyun berusaha menahan isakan.
" lalu bagaimana dengan aku Kyuhyun? Kau juga tau Oppamu ini hanya memilikimu satu satunya, apa kau tega meninggalkan aku? Apa dia jauh lebih berharga untukmu Kyuhyun? Apa kau lebih menyayangi dia ketimbang aku?"
Deg
Perkataan Sungmin seolah menohok hatinya. Justru ia juga menyayangi Sungmin, satu satunya keluarga yang ia miliki saat ini. Satu satunya yang menghidupinya setelah kedua orang tua mereka meninggal. Bagaimana mungkin Sungmin berkata seperti itu?
Kyuhyun hanya terdiam. Tak dapat berkata apapun.
Mungkin benar kata orang, jika kita menginginkan sesuatu yang besar maka kita harus rela mengorbankan sesuatu yang besar pula. Jika kita ingin menyelamatkan seseorang, maka kita harus rela membuat orang lain merasa tersakiti. Ini tak ubahnya seperti memakan buah simalakama ~ Lee Haeun ~
Donghae berjalan pelan di sepanjang jalan taman yang kini sedang dipijaknya. Matanya menoleh kesana kemari guna mencari sosok yang katanya ingin menemuinya saat ini. Setelah lama mencari, kini kedua bola matanya berhail menemukan sosok itu. Sosok perempuan yang amat sangat dicintainya sedang duduk di bangku taman. Melangkah pelan seolah tak ingin gadis itu menyadari keberadaannya. Semakin dekat dirinya dengan sosok itu, lalu tak lama melompati kursi taman itu dan menduduki dirinya dengan cepat disamping gadis yang bernama Kyuhyun. Alih alih berharap Kyuhyun kaget atas tingkahnya, justru Donghae dibuat bingung karena tak ada respon sama sekali dari kyuhyun. Gadis itu hanya terdiam memandang kedepan.
"Kyuhyun..." panggil Donghae pelan. Tapi masih tak mendapat respon dari gadis itu.
" Kyuhyun?" Donghae kembali memanggil gadis itu namun dengan menggoyangkan tangannya ke depan wajah Kyuhyun. Membuat gadis itu sedikit terhentak kaget.
"Oppa... kau sudah datang?" tanya Kyuhyun yang baru sadar dari kekagetannya. Sedangkan Donghae hanya menghela nafas saat tau sedari tadi Kyuhyun hanya melamun dan tak menyadari keberadaannya.
"aku sudah sedari tadi sampai disini, kau saja yang sibuk melamun'' jawab Donghae santai. Membuat Kyuhyun sedikit meringis karena bersalah.
" maaf~ tadi fikiranku sangat kalut"
"tak apa... lantas, untuk apa kau ingin menemuiku?" tanya Donghae to the point.
"emmm itu aku ingin memberitahukanmu sesuatu. Apa kau mengenal Ryeowook? Ah maksudku Kim Ryeowook?" tanya Kyuhyun agak canggung. Donghae jelas tau siapa itu Ryeowook, karena bagi donghae, ryeowook adalah orang paling beruntung yang berhasil mendapatkan hati kyuhyun.
" ya aku mengenalnya. Sangat mengenalnya. Memangnya ada apa dengannya?"
"dia... dia menderita penyakit jantung koroner yang diturunkan oleh mendiang ibunya. Jantungnya sudah tidak berfungsi dan ia sangat membutuhkan donor jantung secepat mungkin..." ucapan Kyuhyun terpotong karena ia berusaha menenangkan diri. Ia seakan sudah tau respon yang akan diberikan oleh Donghae.
" lalu?" donghae sebenarnya cukup kaget mendengar hal ini. Namun ia berusaha tenang dan seolah tak perduli. Toh baginya bukankah sangat bagus jika Ryeowook mati? Itu berarti peluang dia memiliki kyuhyun seutuhnya akan semakin besar.
"oleh karena itu... aku ingin... mendonorkan jantungku untuknya"
DEGH
Donghae kaget setengah mati mendengar pernyataan kyuhyun. Sungguh ia ingin sekali rasanya menenggelamkan kepalanya di air agar segera sadar dari mimpi buruk ini.
Ia tak menyangka, bahwa kyuhyun akan bertindak sejauh ini untuk menyelamatkan ryeowook. Ia merasa ingin membunuh ryeowook sekarang juga yang masih tak menyadari seberapa besar cinta kyuhyun untuknya.
"ap apa katamu? Kau ingin mendonorkan jantungmu untuknya? Jangan gila! Itu sama saja kau menyerahkan nyawamu untuknya kyuhyun!" bentak donghae membuat kyuhyun sedikit takut. Ini sama seperti disaat ia meminta izin dari sungmin untuk mendonorkan jantungnya.
"aku tak keberatan! Aku sangat sangat mencintainya! Kau tau sendiri bukan sudah 3 tahun ini aku selalu hanya bisa mencintainya dari jauh?,aku sudah terlanjur saiko karena mencintainya!dan sekarang dia sedang berada di ambang kematian apakah aku harus diam saja? Jikalaupun aku membiarkannya pergi lama kelamaan aku juga akan mati sia sia karena tak tahan hidup tanpa dia! Jadi bukankah lebih baik aku mati dengan mengorbankan jantungku untuknya? Untuk saat ini, nyawakupun dengan senang hati kuberikannya padanya" jawab kyuhyun lantang seolah menyatakan yang dikatakannya adalah hal yang paling benar. Ia tak bohong. karena baginya, nyawa dan jiwanya sudah dimiliki oleh ryeowook semenjak ia mencintai pria manis itu.
" tap... tapi kau berjanji padaku. Untuk meberikanku kesempatan kedua memiliikimu kyuhyun kau juga tau aku sangat mencintaimu..." ujar donghae menggenggam tangan kyuhyun denga wajah memelas. Ia tak mungkin juga sanggup untuk kehilangan kyuhyun yang terlanjur membuatnya gila. Perlahan air matanya jatu membasahi kedua pipi.
"kumohon oppa... izinkan aku. Aku tak mungkin sanggup kehilangannya. Lagipula sungmin oppa sudah mengizinkanku. Kau ingin aku bahagia kan hae oppa?" tanya kyuhyun menuntut jawaban donghae. Donghae tak mungkin pernah bisa menolak permintaan kyuhyun sekonyol apapun.
Tanpa sadar ia menganggukkan kepalanya.
"baiklah.. jika itu yang kau mau, aku mengizinka kau mendonorkan jantungmu untuknya. Mugkin benar aku tak pernah bisa memilikimu selamanya, kau sudah sangat mencintai ryeowook. Dan takdir itu tak dapat kubah sekeras apapun aku mencobanya." Ujar donghae pasra. Kyuhyun hanya tersenyum dan memeluk donghae erat.
"terima kasih oppa, terima kasih"
Sedangkan donghae hanya tersenyum miris atas kekalahan telak yang dialaminya. Sungmin pun sudah mengizinkan kyuhyun, lantas ia tak berhak lagi bukan untuk melarang ataupun menghalangi luna melakukannya?"
To be contined...
