Tittle : Sorry! [ Seq – I Think part B]
Main Cast:
Lee Donghae
Cho Kyuhyun
Sub Cast :
Kim Heechul as Kyu's Eomma
Tan Hangeng as Kyu's Appa
Main Pair: KyuHae
Genre : Romance, yaoi, boy x boy
Rated: M (jaga-jaga boo, kalau author khilaf )
Sumarry :Lee Donghae , namja manis yang pemberani dalam menghadapi kenakalan dan kekejaman Kyuhyun ! Bagaimana akhirnya ? Sebuah jalan dan cerita yang merubah kisah hidupnya dan juga kisah cintanya .
…
Saat aku melihatmu, aku berpikir kau adalah namja paling menyebalkan yang pernah aku lihat.
Kau sangat kampungan dan tidak terawat. Apalagi dibawah gelapnya malam itu, kau semakin terlihat kumuh sayangku, haha.
Tapi sungguh, saat melihat pada malam itu. Ada terbesit rasa yang sering disebut kebanyakan orang dengan kata 'cinta'. Aku berpikir, aku sudah mulai gila saat aku meyakini aku telah jatuh cinta pada ikan kampungan seperti mu.
Kau seperti malaikat cinta yang dikelilingi oleh kepolosan dari dalam hatimu. Kau adalah pencurah segenap hatiku, saat aku berada disisimu. Tindakan dan ucapanku tak bisa ku control, semua terjadi tanpa aku yang memintanya.
Namun satu yang pasti,
Aku mencintaimu pada malam itu, dan cinta kita takkan berakhir walau maut memisahkan kita.
Ingat, aku mencintaimu Hae, jangan pernah tinggalkan aku. Aku tidak akan memaafkanmu jika itu terjadi,
Karna, hidup tanpamu bagai hidup tanpa bernafas. Dan mungkin, aku akan memilih untuk mati.
Apa yang ku tulis diatas? apa aku baru saja mengumbar kata-kata gombal yang super garing? Mianhae sayangku, aku bukanlah seorang penggombal cinta, yang aku tahu, aku hanya bisa mencintaimu terus dan terus.
Dari cintamu yang sangat tampan,
Cho Kyuhyun
Donghae menjatuhkan air matanya membaca secarik surat bewarna biru langit yang ia temukan dibawah bantalnya. Namun sedetik kemudian ia tertawa geli ketika membaca ulang pada bagian, 'Kau sangat kampungan dan tidak terawat'.
"Dasar evil jelek" ungkapnya lantas ia menaruh selembar kertas tersebut disamping tubuhnya dan beranjak turun dari ranjang miliknya. Ia pun berjalan menuju lemari pakaiannya, untuk mengambil sesuatu dari dalam sana. Ia tersenyum melihatnya, lalu ia menaruh benda itu diatas ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi.
Kelas akan mulai satu jam dari sekarang. Setidaknya dia harus bersiap, karena setelah ini dia harus membangunkan Kyuhyun dan membuatkan sarapan untuknya. Karena, entah dimulai sejak kapan Kyuhyun sudah tidak ingin lagi makan makanan dari chef-chef terkenal yang sengaja Eommanya rekrut, melainkan ia sangat gemar dan mencintai masakan dari sang terkasih tercinta Lee Donghae.
Setelah beberapa menit ia habiskan untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Kini dirinya sudah sangat manis dan wangi, dan terlihat lucu dengan potongan rambutnya yang membuat poninya menutup hampir seluruh keningnya.
Menggemaskan, dan Kyuhyun sangat menyukainya.
Dia tersenyum lalu menepuk pelan pipinya, ia menatap wajahnya yang terpampang jelas dicermin lemarinya.
"Semoga hari ini menyenangkan" ungkapnya, dia pun menatap cincin yang tersemat indah dijari manisnya. Cincin pemberian Kyuhyunya tadi malam, tepat dua tahun mereka merajut kasih.
"Saranghaeyo Kyu" ujarnya pelan dan seperti bisikan untuk dirinya sendiri. Ia berbalik, dan betapa terkejutnya dirinya saat menemukan sosok lain yang ia sendiri tidak bisa mendengar langkah kakinya. Dan kini sosok itu sudah ada dihadapannya dan mendekap dirinya dengan sangat erat.
"Nado saranghaeyo Hae"
Donghae tersenyum dan memejamkan matanya, kala sosok itu yang nyatanya Kyuhyun mencium lembut kedua kelopak matanya dan juga keningnya. Lalu beralih ke kedua pipinya dan berakhir pada bibir ranumnya.
Donghae membuka matanya, menatap mata Kyuhyun yang begitu tenang menatap dirinya. Donghae menaikan satu alisnya, "Kau sudah, siap?" terdegar ragu ia bertanya. Ia memandang diri Kyuhyun yang telah siap dengan baju seragam sekolahnya.
Terlihat sangat, tampan.
Kyuhyun mengangguk, "Tentu" ia menyentil hidung Donghae, "Ada yang special pagi ini untukmu" Donghae mengerutkan keningnya, "Lagi?" tanyanya. Wajar saja, entah untuk ke berapa kalinya kejutan yang diberikan Kyuhyun kepadanya. Mulai dari makan malam special dipinggir danau, melihat ribuan bintang diatas menara Seoul, lalu cincin tanda cinta dari Kyuhyun untuknya dan banyak lagi. Dan pagi ini, ada yang special, lagi?
Kyuhyun tersenyum, ia mengusap bibir Donghae dan menciumnya dengan sangat mesra. Tidak ada jawaban dari Kyuhyun, namun Donghae cukup bahkan sangat mengerti saat Kyuhyun menggandeng dirinya untuk berjalan keluar kamar miliknya.
…
Donghae menatap Kyuhyun dengan pandangan herannya. Kyuhyun hanya tersenyum melihat wajah lucu kekasihnya itu kala kebingungan.
Seperti orang pabbo, pikirnya kejam.
"K-kau pikir kita akan bermain bola huh?" tanya Donghae dengan nada kesalnya. Ia pun menghentakkan kakinya ke atas tanah sambil membawa arah matanya pada lapangan luas didepannya.
Donghae menatap Kyuhyun tajam, "Kau menyebalkan Kyuhyun!" ujarnya dan membalikkan tubuhnya. Ia menggenggam erat boneka ikan badut pemberian Kyuhyun yang baru saja diberikan padanya sebelum berangkat ke lapangan luas ini.
Mata Donghae memerah, dan terlihat sedikit berair dipelupuk matanya. Padahal dia sudah membayangkan sarapan pagi yang sangat romantis dengan Kyuhyunnya dirumah. Dengan Kyuhyun yang menyiapkan segala sesuatunya.
Impian hanyalah sekedar cerita fiktif belaka. Nyatanya, saat ini dirinya dengan Kyuhyun sedang berada dilapangan luas tak berpenghuni.
Kyuhyun terkekeh melihat tingkah Donghaenya. Ia membalikkan tubuh Donghae, namun ditolak oleh sang pujaan hati.
"Jangan sentuh aku!" ujar Donghae dengan nada parau. Dan Kyuhyun sangat tahu, kalau saat ini Donghaenya tengah menangis.
Bukannya terharu atau bersedih layaknya seseorang yang melakukan kesalahan. Kyuhyun malah tertawa keras yang membuat Donghae berbalik dan memukul wajah tampannya dengan boneka nemo pemberiannya.
"Auh~" Kyuhyun meringis kesakitan sambil mengusap wajahnya yang sedikit memerah. Dia membulatkan matanya saat melihat Donghae berlari menjauhi tempat itu.
Kyuhyun mengacak rambutnya, "Bisa gagal nih" ia berlari mengejar Donghaenya, "Hae cintaku, tunggu~" teriaknya.
Langkah Donghae terhenti saat ia merasakan terpaan debu mengenai dirinya. Ia menutup matanya saat ia merasakan kalau ada debu yang masuk kedalam mata indahnya. Dan dia mendongak kecil tanpa berhenti mengusap matanya saat ia merasakan kalau tubuhnya didekap dengan sangat erat, hingga menimbulkan kehangatan yang menjalar ketubuhnya.
"Jangan diusap" ujar Kyuhyun, lalu ia kecup mata Donghae sebelah kanan yang sedikit memerah. Donghae tersenyum, "Gomawo" gumamnya pelan. Kyuhyun hanya tersenyum mendengarnya.
Donghae membalikkan tubuhnya saat mendengar deru mesin yang sangat keras masuk kedalam gendang telinganya.
Mata Donghae membulat lucu kala melihat suatu benda berukuran besar berada tak jauh dari tempatnya saat ini. Benda yang sering ia lihat dibuku atau telivisi. Dan saat ini ada didepan matanya.
Donghae menatapnya dengan mulut yang terbuka, lalu ia mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun yang tersenyum tanpa melihat ke arahnya. Kalau Donghae artikan, itu bukan senyuman, melainkan sebuah seringai khas milik Cho Kyuhyun.
"Kau suka?" tanya Kyuhyun, lalu ia menoleh kea rah Donghae, "Kau suka Hae ku?" tanyanya lagi.
Donghae menutup mulutnya tak percaya, sedetik setelah itu ia mengangguk.
"Ya, aku sangat suka, sangat" jawabnya dengan manis.
Kyuhyun memperlebar seringaiannya, ia mengecup kening Donghae.
"Mari kita sarapan pagi diatas laut" Donghae diam karna masih tidak mengerti dengan ucapan Kyuhyun. Sarapan pagi diatas laut?
"M-maksudmu?" tanya Donghae heran.
Kyuhyun tertawa kecil, "Menurutmu, untuk apa aku membeli heli jika tidak untuk kita makan bersama pagi ini sayang" jelas Kyuhyun yang membuat pipi Donghae bersemu merah.
Bagaimana tidak? Helikopter hanya untuk sarapan pagi? Itu berlebihan, namun bagi Kyuhyun itu wajar, sangat wajar dan terbilang biasa saja. Untuk Donghaenya, dia bisa melakukan apapun agar Donghaenya itu bisa bahagia.
Dan ini tidak ada apa-apanya. Dia bisa melakukan lebih dari ini.
"K-kau tidak bercandakan Kyu?" tanya Donghae lagi.
Kyuhyun menggeleng, "Tidak, 20 menit lagi kelas akan dimulai, kajja" belum berucap sepatah katapun, tubuh Donghae sudah diangkat oleh Kyuhyun ala bridal style. Dan itu membuat pipi Donghae semakin bersemu merah.
Donghae mengalungkan tangannya pada leher Kyuhyun. Lalu ia kecup bibir Kyuhyun, "Gomawo" Kyuhyun hanya tersenyum membalasnya.
Jauh dari mereka, dibalik pohon yang tersembunyi dibalik rerumputan. Ada sepasang suami-istri yang tidak lain adalah Hangeng dan Heechul, kedua orangtua Kyuhyun.
"Uh, mereka romantis sekali" pekik Heechul girang.
Hangeng memajukan bibirnya, "Tapi, itu menguras dompetku" adu Hangeng yang membuat Heechul menoleh ke arahnya.
Pukk
Heechul memukul kening Hangeng, "Untuk anak kita, tidak ada perhitungan. Kau mengerti?" Hangeng mengangguk mendengarnya.
"Mengerti" jawabnya pelan.
"Oh iya, sekarang kita lanjutkan misi kedua" Heechul segera menarik tangan Hangeng untuk mengikuti langkahnya.
…
Kini Kyuhyun dan Donghae tengah duduk santai didalam helicopter. Tak henti-hentinya Donghae mengumbar senyum manisnya setelah apa yang ia alami pagi ini.
"Hae" Donghae menolehkan wajahnya kea rah Kyuhyun. Karena sebelumnya arah matanya terfokus pada laut biru yang berada dibawahnya.
Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Donghae, mengeliminasi jarak diantara mereka. Namun saat jarak diantara mereka tertinggal beberapa inchi, Kyuhyun menghentikannya. Ia tersenyum, saat melihat Donghae mengerjapkan matanya berulang kali.
Terlihat menggemaskan.
"Ada yang special untukmu"
"Lagi?"
Kyuhyun mengangguk, lalu ia mencium Donghae sekilas. Dan tertawa kecil setelahnya. Donghae memukul pelan dada Kyuhyun, "Terlihat pilot Kyu" rengek Donghae manja. Kyuhyun menggeleng, "Tenang saja, matanya terfokus pada hal yang ada didepan, bukan dibelakang" jawab Kyuhyun seadanya.
Donghae mengangguk paham setelahnya.
Kyuhyun tersenyum, "Ah~, kemari" Kyuhyun menarik tubuh Donghae untuk mendekat kearahnya. Dan, dengan begitu mereka bisa melihat sesuatu yang indah dibawah sana bersama-sama.
Sesuatu hiasan yang terbentang begitu indah diatas laut biru. Tulisan yang terbuat dari ribuan bunga mawar merah.
Terlukis disana, untaian kata,
"Hae I love u , would you marry me ?"
Donghae tak bisa berkata-kata saat melihatnya. Air matanya terjatuh begitu saja. Ia menatap Kyuhyun yang kini begitu dekat dengannya, "I do, tapi bukankah kita masih sekolah?" Kyuhyun tersenyum dan mengusap buliran air mata yang bergulir dipipi Donghaenya.
"Lalu, apa masalahnya? Kita bisa menikah diam-diam" Kyuhyun memeluk erat tubuh Donghae, "Aku ingin seutuhnya memilikimu Hae, seutuhnya" Donghae tersenyum dan membalas pelukan Kyuhyun.
"Aku juga Kyu"
Kyuhyun merenggangkan pelukannya, lalu ia dekatkan bibirnya pada bibir tipis milik Donghaenya. Bibir mereka saling bersentuhan, dan sedetik berikutnya ciuman ringan mereka tergantikan oleh ciuman basah yang menuntut.
…
"Chulliiee~ aku tenggelam"
"Dasar pabbo!"
Heechul menarik rambut Hangeng didalam air dan membawanya ke tepi.
"Kau ini merepotkan saja Hangeng!"
…
Kini Donghae sudah berada dikelas dengan hati yang benar-benar gembira. Tinggal menunggu jam saja, tepatnya malam ini. Kyuhyun akan mempersunting dirinya.
Donghae tersenyum sendiri membayangkan hal-hal indah itu. Dia lalu menjatuhkan pandangannya pada kursi disampingnya.
"Kemana dia?" dia mengeluarkan ponselnya saat ia merasakan kalau ponselnya bergetar. Dia tersenyum dan mulai membalas pesan yang dikirimkan Kyuhyun kepadanya.
To : My Prince
Ya, oh
Dia menghentikan ketikannya, saat suatu pikiran merasuk dalam benaknya.
"Benar juga ya" ia menggaruk rambut brunettenya dengan sedikit kasar. Ia mendesah pelan, "Tapi, apa yang akan ku berikan kepadanya?" ia memiringkan sedikit kepalnya, mencoba berpikir.
"Surat? Apa itu cukup? Aku rasa terlalu sederhana dan tak beharga" ia menjatuhkan kepalanya pada meja. Ia tersenyum setelahnya, "Bernyanyi, ya" dia mengangkat kepalanya, "Aku akan bernyanyi untuknya" ia pun segera mengetikkan kembali pesan singkat untuk Kyuhyunnya.
"Ya, dan aku akan menunggumu ditaman ya Kyu. Penting ^^ nado sarangkyuhae :p
Ia terkikik pelan setelah mengirimkan pesan tersebut. Lalu ia mengarahkan pandangannya kea rah sampingnya yang lain. Ternyata ada Hyukjae yang sedang menatap dirinya dengan seulas senyum gummy- khasnya.
Donghae terdiam sesaat walau akhirnya ia membalas gummy smile milik Hyukjae dengan angelic smile andalannya.
Seorang namja berparas manis tengah menyeringai saat ini, "Cih, saatnya menikmati hari indahmu" ujarnya sarkatis.
…
Donghae tengah duduk menunggu Kyuhyunya yang saat ini tengah disibukkan oleh suatu tugas yang tertinggal saat dirinya tak masuk beberapa hari yang silam.
Donghae tersenyum sambil melantunkan bagian lagu dari boyband favoritenya, Super Junior.
Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do)
Nuhl saranghaneun guhl (I do)
Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)
Nuhreul jikyuhjulge (My love)
Donghae mengusap kedua pipinya secara bersamaan, "Kenapa belum datang juga ya?" ia mengedarkan pandangannya, namun tak ada tanda-tanda kalau Kyuhyunnya akan datang.
Dia mengehela nafasnya, "Mungkin sedang dalam perjalanan kemari" ia pun kembali menyanyikan lagu berjudul ' Marry You' itu kembali sambil menunggu Kyuhyunnya datang.
…
Kyuhyun tersenyum tipis saat keluar dari ruang guru. Kini langkahnya tengah menuntun dirinya ke taman dimana calon istrinya, tengah menunggunya.
Dia tersenyum saat membayangkan wajah Donghaenya jika melihat dirinya kini tengah menggenggam setangkai bunga mawar putih yang sangat digemari oleh Donghaenya.
Namun langkahnya terhenti saat ada seorang namja yang berdiri tepat didepannya.
Senyum diwajah Kyuhyun menghilang begitu saja, hanya terlihat wajah datar yang menyeramkan walau masih terlihat amat tampan.
"Aku ingin bicara padamu sebentar"
"Aku sibuk"
"Sebentar saja, ini mengenai Donghae"
"Huh?"
…
Jam istirahat sebentar lagi akan terlewati, namun wujud Kyuhyun belum tampak dimatanya. Ia berdiri dan berniat untuk menyusul Kyuhyun ke ruang guru kalau saja tangannya tak ditahan seseorang.
Ia berbalik dan, "Ugh" matanya terpejam begitu saja dan tubuhnya jatuh pada pelukan seorang namja bertubuh besar. Mungkin, pengaruh obat bius yang terhirup Donghae dalam sapu tangan itu.
…
Hyukjae kini sedang berjalan menuju kelasnya, namun langkahnya terhenti saat melihat Donghae duduk sendiri dibangku taman. Dia pun kembali menuruni anak tangga dengan maksud untuk menghampiri Donghae, namun sayang belum sempat kakinya melangkah lebih jauh kepalanya terasa berat dan sakit.
Dan, setelahnya ia tak merasakan apapun lagi.
Mungkin jam istirahat sudah berakhir hingga tak ada satupun orang yang mengetahuinya.
…
"Jaga ucapanmu!" Kyuhyun berdiri dan berniat meninggalkan Sungmin, namun tangannya digenggam begitu erat oleh Sungmin.
"Dengarkan aku dulu Kyuhyun, ini benar dan aku tidak berdusta. Aku, aku tahu kalau Eunhyuk dan Donghae itu memang ada hubungan, aku berani bersumpah"
Kyuhyun menatap Sungmin tajam, lalu menghempaskan tangan Sungmin begitu saja.
"Aku pikir, kau siapa? Hingga aku mempercayaimu" ujar Kyuhyun lalu melenggangkan kakinya kembali. Sungmin memandang Kyuhyun kesal, namun ia tak boleh menyerah.
Ia harus bisa mendapatkan Kyuhyun kali ini, apapun yang terjadi.
Dia merogoh saku celananya saat ponselnya bergetar. Dia menyeringai saat melihat apa yang kini ada dilayar ponselnya.
Dia berpura-pura memasang wajah terkejutnya, "Kyuhyun, lihatlah, astaga~ Donghae" Kyuhyun menghentikan langkahnya dan berbalik kea rah Sungmin yang berlari ke arahnya.
"Lihatlah"
Kyuhyun merampas ponsel Sungmin dan mencoba melihat apa yang ingin Sungmin tunjukkan padanya.
Kyuhyun meremas ponsel Sungmin dengan sangat kuat. Hatinya memanas dan matanya pun seakan tak kuat untuk menahan air matanya.
Ia memejamkan matanya, "Donghae" gumamnya penuh penekanan dan amarah. Bukan hanya itu, lebih dari itu.
Kekecewaan dan kesedihan sangat kentara diwajah Kyuhyun. Hatinya seakan terluka melihatnya. Bagaimana tidak. Bisa dibayangkan, orang yang kau cintai, orang yang kau sayangi, orang yang akan menjadi pasanganmu mala mini kini tengah tertidur didalam suatu ruangan sempit yang Kyuhyun tahu itu adalah ruang ganti. Dan parahnya, sosok selain Donghae, Hyukjae tidak mengenakan pakaian atasnya.
Kyuhyun menangis dan mengusap wajahnya kasar, lalu ia melangkahkan kakinya menuju tempat tersebut.
Sungmin yang melihat itu tertawa kecil, "Akhirnya, berakhir juga penantianku" ujarnya setelah itu ia menyusul Kyuhyun.
…
Donghae mencoba membuka matanya dengan agak susah. Terasa berat, namun ia harus mencobanya. Apalagi ada beban yang berada diatas tubuhnya.
Matanya terbelalak kaget dengan apa yang ia lihat saat ini. Ada seseorang yakni Hyukjae tengah tertidur diatas tubuhnya tanpa pakaian.
Donghae mendorong tubuh Hyukjae cukup kuat, mengingat tubuh Hyukjae lebih besar dari tubuhnya.
"Apa yang terjadi sebenarnya" ia menatap Hyukjae tajam lalu pandangannya beralih pada pintu. Ia bangkit dan, "Kyuhyun, Kyuhyun" ia berteriak sambil berusaha membuka pintu tersebut, terkunci.
Kegugupan melanda hatinya, bagaimana kalau Kyuhyun melihat dirinya dalam keadaan seperti ini. Ini bisa menimbulkan pikiran Kyuhyun yang tidak baik tentangnya.
"Apa yang harus aku lakukan?"
Ia membalikkan tubuhnya, menatap Hyukjae yang masih tak sadarkan diri. Dirinya tahu, kalau sebenarnya dirinya tengah dijebak. Karena, pintu itu terkunci dari luar bukan dari dalam. Tidak mungkinkan kalau Hyukjae yang melakukan itu semua?
Ia menghampiri Hyukjae, "Hyukjae bangun, bangun" ia menepuk-nepuk pelan pipi Hyukjae, dan tak selang lama Hyukjae tersadar.
"Ya Tuhan, apa yang terjadi, dan" Hyukjae memandangi tubuhnya yang polos hingga memperlihatkan otot perutnya.
"Mana bajuku?" Donghae menggeleng, "Aku tidak tahu Hyuk, aku bangun dan, dan" air mata ketakutan itu akhirnya keluar juga.
Hyukjae terenyuh melihatnya. Sungguh, ia tak tega melihat orang yang ia cintai menangis dihadapannya.
Hyukjae mengusap air mata itu dengan ibu jarinya, "Jangan menangis, tidak apa" tenang Hyukjae yang diiringi dengan senyum khasnya.
"Hikks, aku takut kalau Kyu berpikir yang buruk tentang kita, aku takut" ungkapnya dengan isakan pilunya.
Hyukjae mengusap rambut Donghae dengan sayang, "Jangan takut, Kyu tidak akan berpikir buruk tentangmu. Sebaiknya kita pergi dari sini, sebelum ada yang melihat kita" Hyukjae baranjak namun Donghae menahannya.
"Ada apa?" tanya Hyukjae heran.
"Pintunya terkunci dari luar Hyuk, hikkss, ada yang menjebak kita, hikkss" tak tahan akhirnya Hyukjae berlutu dan memeluk tubuh Donghae. Memberi ketenangan pada namja manis itu.
Dalam pikirannya hanya satu, pasti semua ini ada sangkut pautnya dengan Sungmin.
"Sudah jangan menangis, sebaiknya kau hubungi Kyuhyun dulu" Donghae menangis didalam pelukan Hyukjae, "Ponselku didalam tas, hikks, hikkss" ia semakin memperat pelukannya pada Hyukjae.
Hingga suara pintu yang terbuka amat keras membuat dua namja itu menoleh,
"Kyu" lirih Donghae, ia segera melepaskan pelukannya dan berdiri untuk menghampiri Kyuhyun. Namun alangkah terlukanya ia saat Kyuhyun membuang wajahnya kea rah lain.
"Kyu?" terdengar meragu ia memanggil Kyuhyunnya.
Kyuhyun menjatuhkan air matanya, "Jangan pernah sentuh aku lagi" ia membalikkan tubuhnya, "Aku tak sudi mempunyai istri sepertimu, bercumbu dengan yang lain dibelakangku, murahan" ujar Kyuhyun datar dan menusuk.
Serasa dihantam oleh tombak yang panas, begitulah hati Donghae saat ini. Tak ada yang bisa ia lakukan selain terduduk lemas diatas lantai. Sepatah kata pembelaanpun tak bisa ia lontarkan. Ia sangat terpukul dengan apa yang Kyuhyun baru saja ucapakan.
Murahan?
Begitukan ia?
Ia menatap tak percaya pada Kyuhyunnya yang saat ini tengah melangkah pergi menjauhinya
"Hikks, Kyu ini tak seperti yang kau lihat" air mata kepedihan terjatuh secara bergantian. Turun bergulir membasahi pipi mulusnya.
Hyukjae yang melihat itu menunduk pedih, tak tahu harus berbuat apa. Ia mengepalkan tangannya kuat, "Dasar bajingan kau Lee Sungmin" ucapnya dengan penuh amarah.
…
Kyuhyun masuk ke dalam kediamannya dengan perasaan yang benar-benar kacau. Dia menatap rumahnya yang tengah dihiasi untuk pesta nanti malam. Ia diam sejenak, memory indah saat bersama Donghae yang baru saja ia lewati kini telah tergantikan oleh kenangan pahit yang mungkin tidak akan pernah ia lupakan didalam hidupnya.
Ia berjalan pada meja panjang bertaplak putih yang telah terhiasi oleh lilin-lilin cantik juga beberapa wine .
Praang~
Kyuhyun menarik taplak tersebut, membuat semua benda yang berada diatasnya terjatuh berhambur ke atas lantai.
"Arrgghh~"
Ia menendang Gucci, bukan hanya sebuah melainkan tiga Gucci yang dipakai sebagai hiasan untuk pernihakan tersebut.
Ia menjambak rambutnya, "Arrgghh~" berteriak untuk kesekian kalinya. Ia melangkahkan kakinya, mengambil sebuah kursi besi dan menghempaskan kursi tersebut pada beberapa kue yang tersaji diatas meja.
"Omo, apa yang kau lakukan Kyuhyun?" Heechul datang dengan wajah terkejutnya. Dia menatap ke ruangan tersebut, sangat berantakan.
"Kau merusaknya Kyuhyun, sebentar lagi kalian akan menikah!" Kyuhyun menatap dirinya dengan tatapan membunuhnya, "Siapa yang mau menikah dengan namja murahan seperti itu huh?" Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju tangga yang menghubungkan ke kemarnya.
"Hey, berhati-hatilah kau berucap Kyuhyun" teriak Heechul namun sama sekali tak digubris oleh Kyuhyun, tentu saja bukan?
"Apa yang terjadi lagi dengan mereka" Heechul menggelengkan kepalanya tak percaya, "Suhae-" panggilnya kepada salah satu pelayan andalannya.
"Iy, Ya Tuhan, ada apa ini Nyonya?" Suhae sangat terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini. Dia menatap Heechul yang kini juga menatapnya, "Tolong hubungi Tuan Hangeng, agar segera pulang, sekarang" Suhae mengangguk, "Ya Nyonya" jawabnya dan bergegas menuju ruang belakang.
"Eomma~"
"Hae~"
Heechul memeluk tubuh Donghae, "Ada sebenarnya?" tanya Heechul kepada Donghae.
Donghae merenggangkan pelukannya, dan menatap Heechul dengan mata berair, "Hikks, Kyu salah paham Eomma, aku dijebak dan " Donghae menutup wajahnya sendiri dan menangis hebat setelahnya.
Heechul menghela nafasnya, "Tenang Hae, sekarang kau ceritakan pada Eomma apa yang sebenarnya terjadi, ya? Kurang dari tiga jam kalian akan menikah" Donghae menggeleng, "Kyuhyun tidak mau menikah denganku Eomma, hhikks, tidak mau" jawab Donghae terbata.
Heechul mengusap rambut Donghae dengan sayang, lalu mengecupnya. Ia tersenyum, "Kyuhyun hanya terbawa emosi, lebih baik kau hampiri Kyuhyun sekarang dan jelaskan semuanya, ya?" Donghae mengangguk dan mengecup pipi Heechul.
"Gomawo Eomma"
…
Kyuhyun menatap ke arah kakinya, terdapat pecahan kaca disana. Dan tak jauh dari itu, ada selembar foto dirinya dengan Donghae.
Kyuhyun menginjak foto tersebut dengan rasa kecewa yang sangat dalam. Terlihat dari gurat wajahnya yang amat terluka.
"Kau menyakitiku, kau menyakitiku"
"Tidak Kyu, aku tidak menyakitimu"
Kyuhyun diam karena seseorang yang tadi mencela ucapannya kini berjalan menghampirinya. Dan sekarang sudah ada dihadapannya. Ia berjongkok untuk mengambil foto yang diinjak Kyuhyun.
"Jangan diinjak, hiikkss, ini bagus" gumamnya dengan isak tangisnya. Ia menatap wajah Kyuhyun, namun Kyuhyun sama sekali tak ingin melihat wajah Donghae saat ini.
Ia mendekap foto tersebut, "Kyu, semua yang kau lihat itu tidak benar hikkss, tidak benar" ujar Donghae sedih membuat Kyuhyun menolehkan wajahnya.
Ia menatap wajah Donghae yang basah karena air mata. Matanya bengkak dan hidungnya memerah. Hati Kyuhyun perih melihatnya, ingin sekali ia hapus air mata duka itu. Namun, kecewa hatinya lebih besar daripada rasa iba hatinya.
Kyuhyun tersenyum sinis, "Kau pikir aku buta? Asal kau tahu ya, mataku tidak pernah salah untuk menilai apa yang terjadi" ia melangkahkan kakinya menuju ranjangnya.
Kembali, ia membalikkan tubuhnya dan menatap Donghae tajam,
"Kenapa kau menutupi ini semua dariku huh?"
"A-aku tidak menutupi apapun Kyu, hhiikks, sungguh!"
"Lalu, kau bercinta dengan dia adalah hal yang wajar? Huh?"
Donghae merasakan kalau hatinya tengah terbakar. Dia marah atas tuduhan yang ditunjukkan Kyuhyun kepadanya. Itu hanyalah kesalah pahaman.
Ia menggeleng, "Tidak Kyu, aku dan dia tidak melakukan apapun, aku terbangun dan ak-"
"Cukup, aku muak mendengar omong kosongmu"
Donghae mendekati Kyuhyun, "Dengarkan penjelasanku dulu Kyu" ia bermohon dengan air mata luka yang terus mengalir dari matanya. Mata yang sudah bengkak akibat tangisnya.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan!" bentak Kyuhyun kasar, lalu ia mendorong tubuh Donghae hingga terjatuh.
"Semua sudah jelas! Jelas hingga aku benci melihat wajah sok polosmu itu" ia tertawa meremehkan setelahnya, namun terdengar sakit jika didengarkan.
"Seharusnya aku tahu dari dulu hal itu, cih" ia melepaskan cincin dari jari manisnya, lalu membuang ke sembarang arah.
Donghae menggeleng, "Tidak Kyu, aku mencintaimu, itu tidak benar, hhikkss, percaya padaku" ia ingin berdiri namun tubuhnya terasa lemas.
Kyuhyun menatap tajam Donghae, "Sekarang, kita sudah tidak ada hubungan lagi. Pergilah dan jangan pernah temui aku lagi" ujarnya dingin dan menusuk dada Donghae, hingga Donghae merasa sakit disana.
"Kyu" lirirhnya.
"Pergilah!"
"Ku mohon, percaya padaku"
"Pergi!"
"Kyu, kau mencintaiku bukan? Kau percaya padakukan?"
"PERGI KATAKU! AKU BENCI DENGANMU, AKU MUAK DENGANMU !"
Donghae menutup matanya saat mendengar teriakan Kyuhyun yang menyakitkan telinganya. Hatinya hancur berkeping-keping. Dengan hatinya yang rapuh ia berusaha bangkit.
Donghae menghapus air matanya, walau percuma karena air mata itu terus saja mengalir.
"Baik, hiikks, aku akan pergi" ia membalikkan tubuhnya. Namun langkahnya terhenti saat diambang pintu, ia memutar balik tubuhnya. Menatap tubuh Kyuhyun yang berdiri membelakangi dirinya.
"Aku hanya ingin kau tahu, hikks, aku tak seperti yang kau pikirkan saat ini, hiikkss, mianhae" tubuh Donghae menghilang dibalik pintu. Menyisakkan Kyuhyun yang akhirnya terduduk lemas disamping ranjangnya dengan air mata yang berlinang.
Dia bingung dengan hatinya saat ini, dilain sisi ia mempercayai apa yang ia lihat kala itu. Namun disisi yang lain, hati kecilnya menjerit seolah berkata, apa yang ia lihat tak ada yang benar. Hanya kesalah pahaman.
Tapi, tetap saja itu sangat melukai hatinya. Tidak bisa, tidak bisa. Bukankah dia sudah berkata, jika Donghae menyakitinya ia takkan pernah memaafkannya. Namun jika sebenarnya Donghae tidak menyakitinya? Tidak melakukan apa yang ia lihat atau yang ia pikirkan?
"Hae"
…
Dengan sisa tenaga yang terkuras akibat menangis, Donghae membenahi beberapa lembar pakaian yang akan dibawa bersamanya. Dia menghapus air mata disudut matanya, "Jangan menangis Donghae, hhikks, jangan menangis" ia pun mengambil foto yang tadi sempat diinjak Kyuhyun, lalu ia usap bagian wajah Kyuhyun dalam foto itu.
"Kau bodoh, hikks, aku mencintaimu, hikkss"
Donghae berdiri lalu menyentuh banyak boneka yang tersusun rapi diatas ranjangnya. Tak lupa ia mencium satu persatu mulut boneka ikan tersebut, dan "Aku pasti merindukan kalian" bisiknya jelas dengan gurat kesedihan tergambar. Seakan-akan ia mengucapkannya, ia takkan pernah kembali lagi. Mungkin itu benar, dan selamanya.
Percuma bukan? Kyuhyun sudah menyuruh ia pergi dan Kyuhyun sudah memutuskan dirinya sepihak.
Donghae harus terima ini semua, dan "Aku kuat" lirihnya dan mulai melangkahkan kakinya gontai menuju pintu kamarnya.
Setetes air matanya jatuh kembali,
…
Dibawah langit malam yang suram, sebuah mobil terparkir didekat Sungai Han. Pemilik mobil itu keluar, menampakkan wajah tampannya yang tertekuk.
Dia bersadar pada pintu mobilnya, kembali ia menegak minuman keras itu. Minuman keras yang tidak pernah ia sentuh selama ia dekat dengan seseorang yang sangat ia cintai.
Tatapannya kosong, pikirannya melayang entah kemana. Namun satu yang masih diingat oleh hatinya, lukanya,
"Inikah hadiah darimu?"
Dia menegak kembali minuman, lalu mengacak rambutnya kasar.
"Arrrgghh~" ia berteriak sambil melempar jauh botol minuman tersebut kea rah Sungai, kemudian ia terduduk lemas, hingga air setetes air matanya terjatuh, "Kau menyakitiku Hae, hikks, kau menyakitiku hiikksss" ia menarik lututnya, menenggelamkan wajahnya pada kedua lututnya. Dan, menangis sekeras-kerasnya didalam sana.
Tak ada yang mendengar tangisan pilu itu. Hanya angin malam yang menjadi saksi dan beberapa benda yang ada disana. Saksi tentang kelukaan dan kekecewaannya malam ini,
…
Hal tersebut tak jauh berbeda dengan Donghae. Terluka, kesedihan, kekecewaan kini sedang melingkupi hatinya yang sedang menangis pilu.
Ia mencoba tersenyum, "Aku akan baik-baik saja Eomma, Appa" ujarnya dengan sedikit bergetar karna ia tengah menahan tangisnya.
Heechul menggeleng, ia menarik tubuh Donghae ke dalam pelukannya, "Kau tidak akan baik-baik tanpa kami sayang, jangan pergi, Eomma mohon" ia menangis sambil mengeratkan pelukan terhadap Donghae yang sudah ia anggap sebagai anak kandungnya.
"Aku akan baik-baik saja Eomma, bukankah aku memang sendiri?"
Heechul merenggangkan pelukannya. Menatap dalam mata Donghae yang memancarkan kepedihan saat mengucapkan kata-kata itu.
Heechul mengelus pipi Donghae, "Jika kau tidak bisa tinggal demi Kyuhyun, tinggalah demi Eomma dan Appa" pinta Heechul sekali lagi. Donghae menggeleng dan berusaha tersenyum, walau akhirnya bukan senyuman yang ia tunjukkan melainkan tangis pilunya.
"Tidak Eomma, hiikks, tidak, Kyuhyun sudah membenciku dan jika aku tinggal disini itu akan membuatku semakin sakit Eomma, membuat Kyuhyun semakin membenciku"
"Tapi itu hanya kesalah pahaman Hae sayang"
"Tapi Kyu mempercayainya Eomma, dia percaya, hhikkkss"
Hangeng yang sedari tadi hanya diam memperhatikan istri dan anaknya berbicara tak kuasa menahan tangisnya. Ia mendongakkan kepalanya, saat ia merasa ada sesuatu yang mengguguri kepalanya.
"Hujan" gumamnya pelan.
Tak selang beberapa detik hujan begitu lebatnya turun, membasahi tubuh mereka bertiga dalam sekejap mata.
"Ayo masuk Hae, hujan"
Donghae melepaskan tangan Heechul yang menggenggam lembut tangannya, "Tidak Eomma, aku harus pergi, harus pergi" ia berlari dengan sangat cepat, dihantar oleh sambaran petir yang berkilat.
"Hae, Hae"
Heechul ingin mengejar Donghae kalau saja Hangeng tidak menahan tangannya.
"Kau bisa sakit Chulliie"
"Tapi Donghae?"
"Kita susul pakai mobil"
…
Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sedang. Menembus guyuran hujan ditengah malam ini. Ia menoleh kesamping duduknya, ada beberap botol minuman keras yang akan menemaninya malam ini.
"Seperti inikah rasa sakit hati?"
Ia melajukan mobilnya, namun disaat yang bersamaan dia harus menginjak rem mobilnya dengan paksa. Saat sebuah mobil Audi berwarna putih berhenti mendadak didepan mobilnya.
"Sial!"
Kyuhyun keluar dari mobilnya, terlihat sangat marah. Dengan kasar ia menutup pintu mobilnya, "Kau" ia melihat seseorang yang kini sudah berada didepan dirinya.
"Kyuhyun"
"Mau apa lagi kau? "
Sosok itu, Hyukjae menatap Kyuhyun dengan haru. Bisa ia lihat, Kyuhyun dalam kondisi yang tidak baik.
"Aku ingin menjelaskan semuanya padamu Kyuhyun"
"Tidak ada yang perlu dijelaskan, semua sudah jelas!" Kyuhyun membuka pintu mobilnya, namun saat ia ingin masuk ke dalam mobil tiba-tiba saja tubuhnya tertarik ke belakang, dan
"Uh~"
Tubuh Kyuhyun limbung saat satu pukulan mengenai wajahnya.
Hyukjae menarik kerah baju Kyuhyun, "Dengarkan aku, apa yang terjadi tidak seperti yang kau lihat!" ujar Hyukjae dengan nada seriusnya.
Hujan semakin deras turun, membasahi tubuh mereka berdua. Petirpun saling sahut-menyahut, seakan ikut meramaikan suasana.
Kyuhyun menatap Hyukjae tajam, lalu menjauhkan tangan Hyukjae yang mencengkeram kerah bajunya.
"Aku tidak mau dengar" ia berdiri, namun belum sempat itu Hyukjae kembali memukul wajahnya. Kyuhyun yang geram akhirnya memukul balik Hyukjae.
Hingga, aksi saling pukul tak terelakan…
Dibawah langit yang menangis, mereka berkelahi.
…
Ia menghela nafasnya, "Selamat tinggal Seoul, selamat tinggal Appa, Eomma,Kyu" terdengar lirih saat ia mengucapkan satu nama terakhir.
"Kyu"
Ia kembali menangis sambil mendekap tasnya. Ia menyenderkan kepalanya pada kaca bus yang akan membawa dirinya kembali ke tempat asalnya, Mokpo.
"Appa, Eomma aku merindukanmu. Lihat, nasib ankamu begitu mengenaskan" ia memejamkan matanya dan mencoba terlelap, menghilangkan sejenak pikirannya tentang hari ini. Tentang apa yang terjadi beberapa jam yang lalu.
Tentang sakit hatinya, kecewa dan kegundahan.
Bisa dirasakan betapa hancur hati Donghae saat ini? Dituduh melakukan sesuatu hal yang sama sekali tak ia lakukan bahkan ia tak tahu? Diputuskan secara sepihak sebelum hari pernikahan mereka?
Ia mencoba tegar, karena ia percaya ini adalah cobaan untuk dirinya. Cobaan terhadap cintanya,
…
Bugh~
Tubuh Kyuhyun terhimpit oleh tubuh Hyukjae yang sengaja mendorongnya kea rah mobilnya.
Hyukjae menatap wajah Kyuhyun yang sedikit lebam akibat ulahnya, tapi tak jauh berbeda dengan keadaan wajahnya saat ini, mungkin lebih parahnya dirinya.
Ia mengehla nafasnya, lalu mulai melepaskan tangannya yang mencengkeram kerah baju Kyuhyun dan melangkah mundur,
"Aku meragukan otak jeniusmu Kyuhyun. Kenapa kau mempercayai hal semacam itu? Apa kau pikir, hal itu wajar? Aku memang mencintai Donghae, aku memang sangat mencintainya. Namun, sekecil niatku untuk berbuat hal busuk terhadapnya sama sekali tidak ada"
Kyuhyun menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya, ia hanya diam sambil menatap Hyukjae dalam.
"Aku dan Donghae terjebak didalam ruangan itu. Saat aku terbangun, aku sudah melihat Donghae dalam keadaan menangis dan dia bilang, pintunya terkunci dari luar. Kau pikir saja, mana mungkin aku sengaja melakukannya?"
Hyukjae menghapus air hujan yang membasahi wajah tampannya, "Kami dijebak, dan orang itu sengaja melakukannya agar hubunganmu dengan Donghae bisa putus" ujar Hyukjae lebih tenang.
Kyuhyun menatap Hyukjae tak percaya, " Sengaja?" tanyanya pelan walau Hyukjae bisa mengartikan dari raut kebingungan Kyuhyun.
Hyukjae tak menjawab, ia melangkahkan kakinya mendekat pada Kyuhyun. Lalu ia merogoh sesuatu dari balik jaketnya, lantas ia lempar foto yang setengah basah tersebut tepat ditubuh Kyuhyun.
"Cari orang itu, dan kau tahu jawabannya" Hyukjae membalikkan tubuhnya, tiga langkah ia berhenti, "Cepatlah, sebelum kau menyesalinya, dan oh-"
Hyukjae berbalik dan tersenyum manis kea rah Kyuhyun, "Pukulan ku tadi, sebagai balasan karna kau telah menyakitinya, membuat dia menangis dan membuat dia terluka" Hyukjae berucap.
Kemudian, tubuhnya menghilang saat deru mobil itu terdengar menjauh.
Kyuhyun menatap foto tersebut, walau basah namun masih teramat sangat jelas siapa yang berada didalam foto tersebut.
Kyuhyun memejamkan matanya sambil meremas foto tersebut, "Akan ku buat kau menderita" ujarnya dengan penuh amarah tersirat didalam ucapannya itu.
…
"Ya Tuhan, dimana dia" ujar Heechul seraya memandangi jalanan luar yang masih diguguri oleh hujan. Hangeng melirik kea rah Heechul, "Tenanglah Chullie, kau semakin membuatku pusing" keluh Hangeng yang membuat Heechul menatap dirinya tajam.
Pukk
Hangeng terdiam pasrah kala tangan halus Heechul mendarat indah dikepalanya.
"Hujan sangat deras diluar sana, dan salah satu anak kita ada diluar sana Hangeng!"
Keadaan kembali hening, dan mereka kembali memfokuskan diri dalam pencarian Donghae. Hangeng memperlambat kecepatan mobilnya, mengingat jalanan sangat licin dan mempermudah Heechul untuk mengamati arah luar.
Hampir 2 jam mereka melakukan pencarian, namun nihil.
…
'Kyu percaya padaku'
'Kyu, aku mohon dengarkan aku'
'Kyu, aku mencintaimu, dengarkan aku'
Satu pukulan yang entah untuk ke berapa kali melayang ke wajah seseorang namja bertubuh besar itu, seseorang yang ada didalam foto tadi.
"Kau membiusnya, kau bajingan!"
Bugh
'Kyu, lihat apa ini cantik? Ikan ini cantik'
'Kyu, aku mau es krim'
'Kyu, turunkan aku'
"Katakan, siapa yang menyuruhmu" Kyuhyun mencekik leher namja tersebut dengan sangat kuat, membuat namja yang sudah babak belur dan tubuhnya dibubuhi banyak luka kesulitan bernafas.
"KATAKAN!"
'Kyu, cincinnya indah sekali, aku menyukainya'
Kyuhyun memukul wajah namja itu lagi, "KATAKAN CEPAT!" teriak Kyuhyun tepat didepan wajah namja itu.
"S-ssung-mminn"
Kyuhyun mengepalkan tangannya dan kembali memukul namja tersebut, bukan diwajahnya namun dibagian dadanya.
Kyuhyun menginjak perut namja itu yang tersungkur tak berdaya, "Kau tahu, tubuhnya sangat berharga dan kau berani menyentuhnya!" ia menendang tubuh namja itu dan kemudian berjalan menjauh menuju tempat seseorang yang menjadi otak dari semuanya ini.
'Kyu, saranghae'
…
Sungmin sedang duduk santai didalam kamarnya, "Kyuhyun, Kyuhyun" ucapnya berulang kali. Lalu ia menoleh kea rah pintu kamarnya saat mendengar pintunya diketuk.
Ia segera berlari menuju pintunya, membukanya dengan cepat. Dan betapa terkejutnya dia saat seseorang yang ia pikirkan kini berada dihadapannya.
"K-kyuhyun"
Sungmin menggaruk rambut belakangnya, "Silahkan masuk" ajaknya yang mendapat gelengan dari Kyuhyun.
Sungmin terkejut saat tubuhnya terdorong ke belakang, dan jatuh ke atas ranjangnya. Ia menatap Kyuhyun yang kini sudah berada diatas tubuhnya.
Kyuhyun menyeringai, "Sungmin, Lee Sungmin. Ku harap besok kau mengundurkan diri dari sekolah dan pindah dari kota ini, jika tidak" Kyuhyun mendekatkan bibirnya pada telinga Sungmin, "Jangan pernah menyesal dengan apa yang akan ku lakukan padamu, karna aku bisa saja membunuhmu demi air mata Donghae yang telah aku buat karna ulahmu " bisiknya yang membuat Sungmin bergidik ngeri. Dan dia berani bersumpah, bahwa Kyuhyun adalah makhluk yang memiliki aura sangat menyeramkan dan seakan merenggut nyawanya saat itu.
…
Donghae menggeliat dalam tidurnya. Secara perlahan, ia membuka matanya. Butuh lima detik ia bisa seutuhnya membuka mata indahnya itu. Mata yang bisa saja menampilkan senyum berarti dari sana. Mata yang memancarkan aura kepolosan dirinya. Mata yang untuk kesekian kalinya, untuk hari ini mengeluarkan air mata.
Ia menghapus air matanya dengan kasar. Tak ada kata yang terlontar dari bibir tipisnya. Hanya jeritan hati yang terus meronta, meneriakan nama kekasihnya, atau mungkin, mantan kekasihnya.
Donghae menatap jam yang melingkar dipergelangan tangannya. Hampir 4 jam ia menaiki bus, dan kurang lebih tiga jam lagi ia sudah sampai dikampungnya, Mokpo.
Ia menyandarkan kepalanya dikaca bus, menatap lampu-lampu jalan yang berwarna-warni. Tak ada lagi hujan deras, hanya tertinggal rintikan hujan yang membuat dingin tubuhnya. Pikirannya menerawang jauh, mengingat kenangan indah bersama Kyuhyunnya.
Saat pertama kali mereka bertemu. Saat Kyuhyun menggendong dirinya ditengah hujan yang begitu lebat. Saat Kyuhyun mengatakan cinta dengan cara yang sangat tidak romantis. Saat Kyuhyun membuatkannya sebuah mie degan penuh air. Saat Kyuhyun menciumnya dan mendekap dirinya dengan erat. Saat Kyuhyun mengusirnya, mengatakan bahwa ia membenci dirinya.
Air mata itu kembali jatuh lagi, "Hikks, Kyu" lirihnya pilu tanpa ada niatan untuk menghapusnya.
'Hae, ada yang ingin ku berikan padamu'
'Apa?'
'Ini?'
'Kau suka?'
'Kyu, cincinnya indah sekali, aku menyukainya'
Ia menyentuh jari manisnya, ia tersenyum perih, "Inikah jalan cerita kita Kyu, hikkss" ia menutup matanya, membiarkan air hujan itu tergantikan oleh perih suara tangisnya yang sengaja ia redam.
Ia menyentuh dadanya, "Sakit Kyu, hikks, sakit" ia membuka matanya, menatap langit luar yang begitu gelap. Tidak berbeda jauh dengan hatinya. Diliputi awan kedukaan dan kesedihan.
…
"Hae, Hae"
Kyuhyun berlari masuk kedalam rumah besarnya. Ia pun meneriakan nama Donghaenya itu dengan lantang dan keras.
Brakk
Kyuhyun membuka pintu kamar Donghae kasar, lalu mengedarkan pandangannya kesekitar ruangan itu.
"Hae, kau dimana? Hae"
Tak ada jawaban, dan tidak ada Donghaenya dimana-mana. Ia menolehkan wajahnya kea rah pintu saat ia mendengar ada langkah kaki yang juga akan memasuki ruang kamar Donghae.
Kyuhyun melihat Heechul yang berjalan menghampirinya. Ia tersenyum, "Eomma, Hae ma-"
Plakk
Begitu keras Heechul melayangkan tangannya pada pipi Kyuhyun yang lebam. Hingga Kyuhyun meringis kesakitan dibuatnya.
"Eomma?"
Heechul menatapnya tajam, "Buat apa kau mencarinya setelah kau melukainya? BUAT APA?" teriak Heechul yang kembali melayangkan tangannya pada wajah Kyuhyun, namun dengan sigap Hangeng menahan kuat tangan istrinya tersebut.
"Eomma, aku-"
Kemarahan Heechul sudah sampai batasnya. Ia berdecih, "Kau manusia macam apa Kyuhyun, kau begitu kejam, kau menyakitinya terlalu dalam. Kau" air mata Heechul kembali bergulir, "Kau membuatnya menangis, kau mengusirnya dan bahkan" menatap Kyuhyun dengan sorot kesedihan, seakan teringat wajah terluka Donghae saat meninggalkan rumahnya.
"Kau tak mempercayainya"
"Mianhae, mianhaeyo, aku telah dirasuki oleh emosiku Eomma"
"Seharusnya kau bisa menilai apa yang kau lihat kala itu Kyuhyun, anakku. Donghae kita tidak mungkin melakukan hal buruk seperti itu. Apa kau buta selama ini? Apa selama ini dia pernah melakukan kesalahan terhadap keluarga kita? Terhadapmu? Tidak bukan?"
Kyuhyun terdiam mendengarnya. Pernyataan yang Eommanya lontarkan benar adanya. Donghaenya tidak pernah melakukan kesalahan. Semua tindakan yang Donghae lakukan tidak ada yang menyimpang dari apa yang telah disepakati oleh dirinya. Bahkan tentang Hyukjae, ia menyesal.
Donghae terus saja bersamanya, mana mungkin ia menjalani kasih kepada Hyukjae? Padahal dengan mudah Hyukjae bisa saja merebutnya, namun kenyataannya apa? Hyukjae malah datang padanya, dan mengungkapkan kebenaran yang ada.
"Ia sangat mencintaimu, sangat mencintaimu. Tapi, kenapa kau tidak mempercayainya. Bahkan sampai dia pergi dari rumah ini, dengan air mata" Heechul semakin menangis saat membayangkan wajah Donghae saat berucap itu, "Dia terluka, dia sakit, kau menyakitinya Kyuhyun, kau menyakitinya. Eomma kecewa terhadapmu" Heechul membalikkan tubuhnya dan melangkah menuju pintu luar.
"Appa"
Hangeng hanya menatap Kyuhyun sekilas, "Pertanggung jawabkan apa yang kau ucapkan anakku" ia menyusul Heechul yang saat ini sudah berada di ambang pintu.
"Eomma tidak akan memaafkanmu, jika suatu yang buruk terjadi padanya. Jika hal itu terjadi, Eomma minta maaf, Eomma tidak akan pernah menganggapmu anak lagi"
Pintu tertutup dengan sangat keras. Menyisakan Kyuhyun dengan penyesalannya. Ia terduduk lemas ditepi ranjang milik Donghae. Ia tersenyum sedih sambil mengusap seprai bewarna biru laut itu. Ia pun menatap satu persatu boneka milik Donghae yang ia belikan.
Ia ambil salah satu boneka ikan tersebut. Ia dekap dengan sangat erat. Mengisyaratkan kalau boneka tersebut adalah Donghaenya.
"Hae, mianhae"
Lalu, ia sapukan pandangannya ke isi didalam ruangan tersebut. Semua foto yang terpajang disana, adalah foto dirinya dengan Donghaenya. Ia tersenyum melihatnya.
Ia berdiri, namun matanya menangkap satu benda diatas meja. Ia menaikan satu alisnya, "Hae?" ia mengambil benda tersebut.
Tak selesai ia membaca apa yang tertulis dalam foto yang sebelumnya ia injak, foto dirinya dengan Donghae. Ia secepat mungkin berlari, dan hampir saja menabrak pintu yang masih tertutup.
Tak ada yang ia pikirkan kecuali apa yang saat ini Donghaenya lakukan. Ia terus berdo'a, semoga Donghaenya baik-baik saja.
"Hae, maafkan aku Hae"
To: My Prince
Bolehkah aku masih memanggilmu seperti itu?
Aku hanya ingin menyampaikan beberapa hal kepadamu,
Aku minta maaf kalau selama ini, aku sering membuatmu marah, terluka, sedih dan menangis. Aku minta maaf,
Aku mencintaimu Kyu, sangat.
Jika kau tak mempercayaiku, tidak apa. Itu hak mu, tapi aku mohon. Ingatlah aku yang selalu mencintaimu, hingga tak ada nama orang lain dihatiku kecuali kau.
Kau membenciku? Kau benar-benar membenciku?
Aku pergi sesuai dengan keinginanku. Mungkin, waktu indah didalam hidupku sudah berakhir.
Terimakasih atas segala apa yang kau berikan kepadaku, terimakasih telah membuat hidupku lebih berarti akan hadirnya dirimu dan cintamu.
Mungkin aku tidak akan kembali padamu, pada keluargamu. Mungkin juga pada dunia ini, aku merindukan Appa dan Eommaku. Hingga aku berniat menyusul mereka disana.
Menceritakan tentang apa yang aku alami selama ini,
Maaf,
Sepenggal cerita dalam tulisan yang Donghae tulis sebelum kepergiannya. Tulisan yang diiringi oleh air mata kesedihan dan keputus asaan.
…
Tengah malam yang cukup dingin dan sendu kini tengah dirasakan oleh Donghae. Ia menatap lurus ke depan, dimana tepat disana, ada makam Eomma dan Appanya.
Ia berjalan mendekat, tak ada ketakutan atau keraguan. Hatinya telah beku untuk saat ini, hingga dia tak bisa merasakan kecuali rasa sakit.
Ia terduduk lemas, "Eomma, Appa, Donghae kalian pulang" terdengar seperti bisikan digelapnya malam ini. Penerangan yang sangat tak memadai, hanya sebatang lilin yang ia bawa.
"Aku merindukan kalian, maaf baru bisa mengunjungi kalian"
Entah kenapa, kembali satu tetes air mata itu jatuh. Ia menyekanya, lantas tersenyum. Walau hanya senyum pedih yang terlihat, " Orang yang sangat aku cintai tak mempercayaiku Eomma, Appa. Dia memutuskan hubungan cinta yang kami bangun begitu saja, sakit, hikks, sakit" ia merebahkan tubuhnya dimakam Eomma, memejamkan matanya yang masih saja mengeluarkan cairan bening dari matanya.
Lama ia dalam keadaan seperti itu, hingga tak sadar ia terlelap dalam tidurnya. Mungkin juga karena kelelahan.
…
Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang maksimal. Jalanan sangat sepi, mempermudah dirinya dalam melancarakan aksi 'ngebutnya'.
"Hae, Hae"
Nama itulah yang ia lantunkan sedari tadi, saat masih berada dirumah. Kini mobilnya tengah melaju menuju tempat dimana Kyuhyun yakini, Donghaenya berada.
"Jauh sekali" keluhnya saat ia sudah menempuh hampir tiga jam lamanya. Jam menunjukkan pukul 3 pagi. Saat Kyuhyun melihat sekilas kea rah jam tangannya.
Tubuhnya benar-benar lelah dan matanya sangat teramat mengantuk. Namun semua rasa itu seakan hilang saat kembali, ia teringat akan tulisan terakhir yang Donghaenya tulis untuknya.
"Ku mohon Hae, jangan lakukan hal yang membuatku semakin bersalah"
Ia terus melajukan mobilnya, membelah dinginnya malam ini.
…
Embun pagi menyentuh kulit wajah pucat Donghae. Ia menggerakkan tangannya, untuk mengucek matanya dengan gerakan lucu. Ia menguap, lantas, ia menatap nisan yang berada didepannya. Lalu beralih pada nisan disebelahnya.
Ia berdiri, menatap kedua makam orangtuanya sekali lagi sebelum berucap, "Aku lelah Eomma, Appa. Aku lelah dengan sakit hati, sakit"
Ia membalikkan tubuhnya, "Aku, a-aku ingin mati saja" lalu ia berjalan menuju arah bukit. Dimana disana, ada jurang yang sangat curam dengan bebatuan yang amat tajam dibawahnya.
…
"Aissh, sial"
Mobil yang ditumpangi oleh Kyuhyun mogok ditengah jalan. Ia mengedarkan pandangannya, sepertinya tak ada yang bisa membantunya.
Ia keluar dari mobil, "Kemana lagi aku harus melangkah" ia berlari meninggalkan mobilnya, namun sebelumnya ia menghubungi salah satu anak buah Appanya untuk mengamankan mobilnya tersebut. Bagaimanapun juga, itu adalah mobil kesayangannya. Mobil yang dipilihkan Donghae untuknya, hingga mobil itu sangat berharga.
Kyuhyun terus saja berlari, bertanya kepada siapapun yang ia temui dijalan. Salahkan saja dirinya yang mempunyai wajah tampan, sehingga setiap orang yang ia temui, baik itu yeoja atau namja meminta fotonya sebelum menjawab pertanyaannya.
Tidak apa, yang penting bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan Donghae, pikirnya positif.
Hingga kini, dirinya berada tepat disebuah makam yang tertera nama nama Eomma dan Appanya Donghae. Ia menatap ke sekitar, " kemana dia?" ia berlari entah kemana.
Ia percaya pada hatinya yang menuntun langkahnya.
…
Ia menatap jauh kedepan sana. Ada seberkas cahaya mentari pagi yang ingin menampakkan penghuninya. Lalu, menatap jauh ke dalam jurang. Sangat gelap. Ia memajukan sedikit langkahnya, hingga ia berada ditepi jurang tersebut.
"Kyu, aku mencintaimu, jeongmal saranghae"
Ia memajukan kembali langkahnya, hingga ia benar-benar berada ditepi jurang. Ia memejamkan matanya, menikmati angin pagi yang menerpa kulitnya.
Dingin dan sejuk.
"Kyu"
Ia merentangkan tangannya, mencoba menjatuhkan dirinya. Namun tak ia lakukan saat ia mendengar namanya diserukan dengan sangat keras. Diserukan oleh orang yang sangat ia cintai.
Ia berbalik, menatap sosok itu yang kini sedang berlari ke arahnya.
"Kyu?"
"Hae, maafkan aku, maafkan aku" ujar Kyuhyun dengan nafasnya yang tersengal-sengal. Cukup jauh hari ini dia berlari.
Donghae tersenyum dengan mata yang berair, "Kau tidak salah, aku yang salah Kyu. Aku membuatmu sedih, aku membuatmu terluka, aku-"
Kyuhyun menarik tubuh Donghae kedalam pelukannya. Mendekap Donghaenya dengan sangat erat. Hingga tidak ada jarak diantara keduanya.
"Mianhaeyo Hae, jeongmal mianhaeyo"
Kyuhyun mengecupi pucuk kepala Donghae bertubi-tubi. Sedangkan Donghae, menangis diceruk leher Kyuhyun.
Kyuhyun mengusap lembut punggung Donghae, "Maafkan aku yang menyakitimu, membuatmu terluka dan sedih, maafkan aku yang meragukan cintamu, maafkan aku yang tidak mempercayaimu Hae" ia merenggangkan pelukannya. Menatap wajah Donghae yang basah karna air mata.
Ia menghapus air mata itu lembut dengan ibu jarinya, "Maaf, jangan menangis lagi hm" Donghae mengangguk mendengarnya.
"Kyu, apa kau benar-benar membenciku?" tanya Donghae dengan wajah polos nan ketakutan.
Kyuhyun memasang wajah datarnya untuk menatap Donghae. Membuat mata Donghae memerah dan tergenang oleh air mata. Tak selang lama ia tersenyum, "Aku tak akan pernah membencimu sayangku, aku selamanya akan mencintaimu, bukankah kita akan menikah?" Kyuhyun menujukkan jarinya yang tersemat cincin polos bewarna putih, namun ada sebuah nama yang tertera didalam lingkarannya, 'Hae'. Begitupun sebaliknya dicincin milik Donghae yang tertera nama 'Kyu'.
"Saranghae" Donghae memeluk tubuh Kyuhyun dengan sangat erat, membuat Kyuhyun tertawa dibuatnya.
Kyuhyun membalas pelukan Donghae, "Nado saranghae chagi" ungkapnya tanpa melepaskan pelukan. Lama mereka dalam keadaan seperti itu, hingga Kyuhyun melepaskan pelukan itu.
Mengelus pipi Donghae, lalu mendekatkan bibirnya pada bibir tipis Donghae.
Hingga, kecupan panjang itu tercipta. Kyuhyun melumat bibir bawah Donghae, membuat si empunya mendesah dan memejamkan matanya.
Kyuhyun menyeringai melihatnya, lantas ia mulai berani meremas bagian bawah Donghae membuat Donghae membuka matanya dan menepuk keras dahinya. Lantas berucap, "MESUM!"
…
"Kyu, bagaimana kita pulang?" tanya Donghae sambil menyadarkan kepalanya pada dada bidang Kyuhyun yang duduk dibelakangnya.
Kyuhyun mengusap rambut Donghae, "Nanti, jika mobilnya sudah diperbaiki" jawabnya.
Donghae tersenyum saat melihat matahari terbit dengan begitu indahnya dari atas jurang bersama sang kekasih hatinya.
"Lihat Kyu, itu mengagumkan" pekik girang Donghae sambil menunjuk kea rah depan.
Kyuhyun mengangguk, "Lebih mengagumkan dirimu, dan aku ingin lihat kau tanpa sehelai benang diatas ranjang, pasti lebih mengagumkan" Donghae berbalik, menatap Kyuhyun tajam.
"Mesum!"
Untuk kedua kalinya, Kyuhyun harus mendapatkan pukulan tepat dikeningnya.
…
"Appa, Eomma" teriak Donghae saat melihat sebuah helicopter mengudara didepan dirinya dan juga Kyuhyun.
"Ambil tali itu, Kyuhyun" perintah sang Appa.
Kyuhyun mengangguk, "Kajja Hae" Donghae menatap Kyuhyun dengan tatapan yang susah diartikan, "Kenapa?" tanya Kyuhyun.
"Tiba-tiba, aku merasa takut. Bukankah hanya empat orang penumpang, lalu kita duduk dimana?"
Kyuhyun tersenyum, "Aku akan mendekapmu dengan erat" Kyuhyun memegang tali tersebut, dan mulai menjajakan kakinya pada pijakan yang sudah tersedia.
"Ikuti perintahku, ok?"Donghae mengangguk.
"Injak" Donghae menginjak pijakan tersebut.
"Peluk aku" Donghae memeluk Kyuhyun yang kini juga memeluknya dengan sangat erat.
Kyuhyun menyeringai, "Cium aku" tanpa basa-basi Donghae mencium Kyuhyun, membuat Heechul dan Hangeng yang menatapnya menggelengkan kepala mereka hampir bersamaan.
"Dia licik sepertimu"
Heechul tersenyum, "Itu baru anakku" ungkap senang Heechul.
Begitulah posisi mereka hingga helicopter itu bergerak menjauh. Kyuhyun tersenyum dengan terus mencium bibir Donghae dengan latar belakang matahari yang sedang terbit dengan indahnya.
Donghae mengalungkan tangannya, sedangkan Kyuhyun lebih mempererat pegangan dipinggang Donghae. Tidak lucu bukan, jika Donghaenya harus jatuh?
Dalam hati mereka, mereka sangat bahagia. Suatu pelajaran yang dapat Kyuhyun simpulkan, bahwa tak selamanya apa yang ia tebak, yang ia terka dan apa yang ia lihat ada yang sebenarnya terjadi. Bisa saja itu rekayasa? Dan yang lebih penting adalah, disaat dia menuduh orang yang sangat dicintainya, ia sangat terluka namun lebih terluka orang yang dituduhnya tersebut, kekasihnya.
Tuduhan belum sepenuhnya benar, tanyakan pada hatimu, sebelum kau menghakiminya…
…Lee Suhae…
~ Tbc ~
(^^ )~
Wuaahh~ akhirnya chap ini selesai juga ^^
Panjang dan sangat melelahkan T.T
Cukup frustasi mengerjakan ff ini, semua dikarenakan kesehatan pada diriku yang bukannya membaik, tapi makin memburuk.
Semoga kalian suka yah^^
Tunggu next chap dengan title baru dan masalah baru. Bagaimana Donghae menghadapi Kyuhyun yang mesum dimalam pertamanya? Dan mengurus buah hati mereka…
Semua ada di chap selanjutnya^^
For all readers , gomawo telah membaca dan memberi review sampai chap ini. AKu ucapkan banyak terimakasih ~~~
|LulluBee|Kim Haemi|NRL LOVE FISHY|kihae forever|Anonymouss|NemoSnower|dewi|xxx|Casanova indah|Fishiie LophehaeUKE|Sujupolepel|Anggita'setiani|aniistiyani|cutefish|lee minji elf|nnaglow|arumfishy|ermagyu|SiHaeLuv|auhaehae|FifiDH|shetea'vhateamach|thifhanie'fhaa|JSHyukHae|Yulika19343382|
Untuk kalian diatas #tunjuk-tunjuk, gomapda jongmal gomawo :D
Mind RnR please?
