Title: Happy Ending [Seq – I Think]

Author: Lee Suhae

Main Cast: Cho Kyuhyun ~ Lee Donghae

Main Pair: Kyuhae

Genre: Romance, yaoi, M-Preg

Rated: M ++

Sumarry: Berakhir dengan putra kecil mereka …

….

Catatan: Ff ini berisi adegan tak senonoh dari otak kotor sang author. Jadi, dimohon kalian para readers yang merasa masih tidak layak usia untuk tidak membaca ff ini. Karena, itu akan membuat kalian bertanya – Tanya nantinya. Jika kalian memaksa untuk tetap membacanya. Tanggung sendiri resiko-nya. ^^

-LSuhae-

Disebuah ruangan bercat warna biru, terlihat seorang pemuda berwajah tampan dengan balutan seragam sekolah duduk ditepi ranjang. Matanya tak lepas, memandangi buku sekolah miliknya. Hingga pandangannya teralihkan saat seseorang masuk ke dalam kamar miliknya dan menghampirinya.

Ia tersenyum saat seseorang itu mengecup pipinya manja, sambil membisikan 'Saranghae' tepat ditelinga pemuda itu. Ia menolehkan wajahnya, menatap lembut sosok itu dengan tatapan hangat miliknya. Hingga, satu kecupan ia bubuhkan dikening dan dibibir tipis sosok itu.

"Nado saranghae" balasnya sambil mendekap tubuh sosok itu. Lalu, mengusap punggung sosok itu dengan perlahan. Memberikan kasih sayang yang tersirat dalam usapannya.

"Hm, Kyu … kau kenapa?" Tanya sosok itu sedikit heran dengan tingkah laku seseorang yang memeluknya. Ya, ia Donghae dengan sosok yang memeluk tubuhnya dengan erat – Kyuhyun.

Kyuhyun merenggangkan pelukannya, sedikit meremas pundak Donghae. Membuat Donghae bertanya-tanya dalam hati, 'Ada apa dengan Kyuhyun?'

Donghae tersenyum lembut,lantas ia elus pipi Kyuhyun yang sedikit chubby itu.

"Ada apa? Apa ujiannya menyusahkan hm?" tanyanya cukup sabar. Namun, bukan jawaban yang ia dapat melainkan sebuah isakan dari Kyuhyun.

Kyuhyun mengangkat wajahnya, menatap mata indah milik Donghaenya dengan air mata. Ia sentuh kedua belah pipi Donghae dengan kedua tangan miliknya. Seulas senyum sedih terlihat begitu jelas dari mata seorang Donghae.

"Tidak apa Kyu .. aku baik – baik saja" ujar Donghae seakan tahu apa yang membuat seorang Cho Kyuhyun menangis. Karena hanya satu hal yang bisa membuat Kyuhyunnya menangis, yaitu dirinya. Tentu saja bukan?

Kyuhyun menggeleng perlahan, segera ia rengkuh tubuh rapuh Donghae ke dalam dekapan bersalahnya.

"Mianhae, jeongmal mianhae" ucapnya penuh rasa sesal dengan diiringi oleh air mata.

Donghae tersenyum mendengarnya, sambil mengusap punggung Kyuhyun ia berucap,

"Ini bukan salahmu Kyu, tidak ada yang salah dalam hal ini"

Kyuhyun melepas pelukan itu, namun sedetik setelah itu ia tarik tubuh Donghae dan memeluknya berkali lebih erat daripada pelukan sebelumnya. Tangis itu pecah, bukan dari Kyuhyun melainkan dari Donghae. Entah apa yang menyebabkan dirinya menangis, mungkin tentang emosinya yang beberapa bulan ini tak bisa ia control. Wajar, dirinya tengah mengandung saat ini. Dirinya hamil dan memasuki usia 8 bulan. Sangat besar, dan mengharuskan dirinya untuk berhenti sekolah sejak beberapa bulan yang lalu. Dan itu, terkadang membuat dirinya sedih dan kecewa. Tapi, bagaimanapun … sesuatu yang ia alami saat ini adalah tanggung jawab yang harus ia terima dan jalani. Bukan hanya dirinya, tapi juga untuk Kyuhyun – sang suami.

Kesalahan yang mereka berdua lakukan pada malam itu. Malam dimana orangtua mereka memutuskan untuk pergi ke Paris karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Malam dimana semua orang terlelap , mereka .. melakukannya.

-Flashback on-

Gerimis kini mulai terasa disalah satu kawasan perumahan elit. Tepat disalah satu rumah bewarna crème dan terlihat paling mewah diantara rumah yang lainnya. Terdengar suara gaduh dari dalam rumah mewah itu. Disana, terlihat beberapa pelayan dan pengawal tengah berjaga didepan pintu rumah. Hingga, empat orang muncul dari dalam, membuat pengawal dan pelayan tadi menunduk hormat.

"Eomma pasti akan merindukan kalian berdua" ujar Heechul sambil memeluk Donghae dan Kyuhyun secara bergantian.

"Jaga – jaga istrimu baik – baik, awas saja kalau terjadi hal buruk menimpanya!" peringat sang Appa – Hangeng. Kyuhyun mengangguk, "Ya Appa" jawabnya singkat, datar dan sangat jelas.

Lalu pandangan Hangeng jatuh pada Donghae yang terlihat berbeda. Sedikit pucat.

"Apa kau baik- baik saja?" segera ia sentuh kening Donghae dengan telapak tangannya. Tidak panas.

Donghae menggeleng kecil, "Tidak Appa, aku baik-baik saja" jawab Donghae sambil melirik Kyuhyun yang berada disampingnya."Aku baik-baik saja, bukan begitu Kyu?" ia meminta kepastian dari suaminya.

Kyuhyun menyentuh kening Donghae, lalu ceruk leher Donghae. Lalu ia tersenyum, "Dia baik-baik saja. Mungkin hanya kelelahan" ujar Kyuhyun.

"Ya, satu tahun lagi kami akan ujian kelulusan. Mau tak mau harus banyak belajar" sahut Donghae dengan penuh antusias yang tentu saja, tingkahnya membuat Heechul dan Hangeng tertawa gemas. Tidak dengan Kyuhyun yang menanggapinya dengan santai. Walau dalam hati ia tertawa terbahak – bahak.

Heechul tersenyum seraya mengacak rambut Donghae sayang.

"Maka dari itu, belajarlah rajin ya" Donghae mengangguk mendengar nasehat dari sang Eomma. Lalu pandangan Heechul jatuh pada Kyuhyun yang sedari tadi menatap Donghae dengan tatapan yang sulit ia artikan.

Ia berjalan sedikit untuk menghampirinya, lalu memeluk tubuh anaknya yang tinggi itu sambil membisikkan sesuatu,

"Ingat janjimu padaku, Kyu" Kyuhyun hanya mengangguk dan berdehem kecil untuk menjawabnya.

"Ya sudah .. kami harus berangkat sekarang. Kalian, tolong jaga rumah dan jaga kedua anak kami. Mengerti?" ujar Hangeng kepada pelayan dan pengawalnya.

"Dan, jika kau perlu sesuatu bisa kau suruh untuk Suhae mengurusnya" timpal Heechul kemudian.

"Jika kami bisa melakukannya sendiri, kami tidak akan meminta bantuan Eomma"

Hangeng dan Heechul tersenyum bangga mendengar penuturan sang menantu. Ternyata mereka tak salah telah memperkenalkan sosok pemuda manis dalam kehidupan Kyuhyun. Hingga akhirnya mereka menikah sekitar lima bulan yang lalu. Dan tentu saja, hal itu membuat perubahan besar dikehidupan Kyuhyun.

"Maaf Appa dan Eomma, aku tidak mengantar kalian ke bandara"

"Tidak apa-apa Kyu, kau dirumah saja. Bukankah kalian berdua harus belajar?"

"Tentu Eomma, kami akan belajar dengan sungguh-sungguh. Aku akan membuktikan kalau aku bisa mendapatkan peringkat satu dan mengalahkan Kyuhyun" ujar Donghae semangat dengan tingkahnya yang sangat kekanakan itu. Lagi dan lagi, Hangeng dan Heechul tak kuasa menahan Kyuhyun tersenyum tipis mendengarnya,

"Coba saja kalau kau bisa mengalahkan aku" tantannya yang membuat wajah Donghae cemberut. Belum sempat tangan Donghae melayang ke kepala Kyuhyun, tangan Heechul lebih dulu mendarat dikepalanya.

"Jangan pernah mengusili istrimu Kyu!"

Peringat Heechul yang membuat Donghae tertawa keras. Ya, salah satu yang bisa membuat Donghae bahagia yaitu, melihat Kyuhyunnya kalah dihadapan sang Eomma.

Malam telah beranjak, dua jam berlalu setelah kepergian orangtua mereka. Kini, diatas ranjang terlihat pasangan suami istri sesama namja tengah merebahkan tubuh mereka masing – masing. Kyuhyun tersenyum senang, lalu mengelus rambut Donghae dengan sayang dan membubuhkan beberapa ciuman disana.

Dirinya bersyukur, akhirnya ia bisa menikahi seseorang yang teramat ia cintai. Walaupun pernikahan yang mereka adakan secara sembunyi-sembunyi. Maklum, mereka berdua masihlah lucu bukan, kalau mereka harus mengadakan pesta yang meriah untuk acara pernikahan mereka. Yang ada mereka secara meriah juga dikeluarkan dari sekolah!

Donghae memejamkan matanya, dirinya merasa amat mengantuk. Segera ia rebahkan kepalaya dilengan kiri Kyuhyun, lantas Kyuhyun mendekap tubuhnya dengan sangat erat.

"Hae .. Kau mengantuk?" Tanya Kyuhyun yang dianggukan pelan oleh Donghae.

Kyuhyunpun mencoba melihat kea rah jam dinding, memastikan jam berapa saat ini.

"Jam 10" gumamnya pelan.

Ia menggaruk kepalanya, dirinya bingung apa yang harus ia lakukan saat ini? Tidak mengantuk dan tidak ingin bermain game.

Udara didalam kamarnya terasa sangat panas, padahal diluar terjadi hujan yang sangat deras. Ia pun segera menarik selimut, menutupi tubuh sang istri dengan hati-hati.

Setengah jam berlalu, namun dirinya masih dalam posisi yang sama. Membiarkan sang istri tidur dilengannya dan membiarkan matany terbuka melihat disekitar kamarnya yang penuh akan foto mereka berdua. Hingga, perasaan haus menerpanya. Dirinya ingin bangun, namun tidak ingin mengusik tidur sang istri. Maka, dengan sangat hati-hati ia memindahkan kepala Donghae ke bantal.

Ia tersenyum kala melihat Donghaenya yang terlelap. Seperti bayi yang sedang tertidur. Segera ia dekatkan wajahnya, "Kau sungguh manis.." ujarnya pelan. Lalu, ia kecup bibir itu tidak sekali, namun sampai tiga kali.

Dan kenapa ada perasaan dirinya ingin menyentuh Donghaenya mala mini? Astaga. Ia menggelengkan kepalanya kuat, "Tidak Kyu, belum saatnya" ia pun turun dari ranjang, melangkahkan kakinya keluar kamar.

Selang berapa menit, dirinya kembali lagi. Naik ke atas ranjang dan kembali .. memperhatikan wajah manis istrinya dari dekat.

Ia usap wajah mulus itu, member kecupan disetiap inchi-nya. Ia tersenyum, "Aku ingin besok adalah hari kelulusan kita, dengan begitu aku bisa memilikimu seutuhnya" ujarnya berharap.

Ia melihat kea rah jam, jarum pendek menunjukkan angka 11.

"Kenapa aku belum juga mengantuk?" keluhnya dan segera ia ambil psp tercintanya dari atas meja. Terus saja ia bermain, tanpa ia menyadari kalau sosok yag tadi tertidur kini telah membuka matanya dan memperhatikannya.

Ia tersenyum, "Kyu .." panggilnya parau dan membuat Kyuhyun terkejut.

"Kau bangun .. maaf, maaf .. aku telah mengganggumu Hae" segera ia lemparkan psp tadi ke sembarang arah, menarik dirinya untuk mendekati tubuh Donghae.

Donghae tersenyum seraya menggelengkan kepalanya,

"Kau tidak mengganggu, hanya saja aku merasa kedinginan" ujarnya manja sambil menarik selimut hingga menutupi hampir separuh wajahnya.

Kyuhyun tersenyum lega mendengarnya. Jika Donghae terbangun karena ulahnya, ia bersumpah untuk membakar psp yang telah menyuruhnya untuk memainkannya.

Kyuhyun ikut masuk ke dalam selimut, mendekap tubuh Donghae dengan sangat erat. Lalu, Donghae menyembunyikan wajahnya didada Kyuhyun.

"Apa masih dingin?" Donghae menggeleng pelan, "Cukup hangat" jawabnya.

Tiba – tiba mereka terdiam dalam pemikiran mereka masing – masing. Cukup lama, hingga Donghae membuka suaranya,

"Kyu .."

"Hm"

"Apa aku boleh bertanya sesuatu?"

Kyuhyun mengangkat wajah Donghae untuk bisa menatap matanya. Diruang kamar yang tidak terlalu terang ini, sungguh, melihat Donghae dengan begitu dekat adalah sebuah kesalahan. Ya, kenapa saat ini ia melihat Donghae begitu sexy dan menggoda?

"Ya, katakan saja Hae"

"Sebenarnya .. kenapa sampai saat ini kau belum menyentuhku?" tanyanya lirih dan pelan. Namun, Kyuhyun yang mempunyai pendengaran yang sangat bagus, dengan jelas mendengarnya.

Matanya membulat, dan mulutnya terbuka untuk mengatakan sesuatu. Namun, tak ada yang bisa utarakan.

"Apa karena kau memang tidak ingin menyentuhku?" Tanya Donghae polos, lihatlah mata yang mengerjap itu lalu wajah yang terkesan bodoh itu. Aah, Kyuhyun telah dirasuki sesuatu makhluk yang dinamakan setan rupanya. Lihatlah, seringaian tipis yang terbentuk disudut bibirnya.

"Apa kau mau aku menyentuhmu?" Donghae mengangguk, lalu tersenyum, "Tentu saja aku mau kau sentuh"

Kyuhyun tersenyum senang mendengarnya. Akhirnya ia bisa juga menjamah tubuh Donghae. Persetan dengan janji yang ia buat dengan Eommanya. Toh, mereka juga sudah menikah walau masih sekolah. Kan, tetap saja ini keinginan mereka berdua.

"Aahh ! tubuhku sangat lelah Kyu .." ujarnya lagi sambil menyibakkan selimut kesamping tubuhnya. Segera ia membalikkan tubuhnya, "Cepat .. minyak gosoknya ada didalam laci" suruh Donghae sambil menarik boneka nemo untuk sandaran dagunya.

"Ye?"

Kyuhyun terdiam beberapa detik sebelum roh-nya yang tadi melayang kini telah kembali ke dalam raganya. Jadi, maksud 'menyentuh' versi Donghae adalah 'memijat'? Apa? Padahal dirinya sudah memikirkan hal yang indah malam ini. Yah wajarlah jika keinginan itu muncul secara tiba – tiba. Selama lima bulan ini, mereka tidak pernah melakukan hal itu. Hal dimana pasangan suami istri pada umumnya melakukannya. Mereka hanya berpelukan, berciuman dan saling menyentuh organ intim pasangannya. Hanya itu! Poor Kyu …

"Kyuu …" rengek Donghae karena Kyuhyun urung jua 'menyentuhnya'.

Dengan setengah hati, Kyuhyun mengambil minyak gosok dari dalam laci. Lalu duduk disamping tubuh Donghae. Ia berdecak sebal, " Bagaimana aku menyentuhmu kalau kau masih menggunakan baju sayangku yang pabbo!" ujarnya yang membuat bibir Donghae maju beberapa centi.

"Iya, iya, dasar evil jelek cerewet!"

Segera ia lepaskan piyama tidur miliknya, semuanya! Sekali lagi, semuanya! Yang teringgal hanyalah sebuah, emh, underwear yang menutupi bagian privasinya. Ok, ini bukan pertama kalinya ia memperlihatkan tubuh mulusnya. Malah, sering Kyuhyun melihat tubuh Donghae secara utuh saat dikamar mandi. Dengan catatan – mengintip. Jika Donghae mengetahuinya, bisa – bisa ia digantung oleh Eommanya.

Dengan susah payah Kyuhyun meneguk salivanya, "H-hae, bisa kau pakai celanamu?" saran Kyuhyun. Donghae menggelengkan kepalanya, "Tidak mau. Udaranya sangat panas Kyu" keluhnya. Benar saja, Kyuhyunpun merasakan hal yang sama. Udaranya pengap didalam kamarnya. Mungkin ini dampak yang ditimbulkan setelah hujan berhenti.

"B-baiklah" ujarnya sambil menuangkan minyak gosok ke telapak tangannya.

"Ah~"

Kyuhyun memijat bagian punggungnya, membuat Donghae melenguh nikmat. Tentu saja, desahan Donghae membuat diri Kyuhyun terasa berbeda. Ya, ia risih! Bagian bawahnya telah mengeras disana. Dan ia yakin, benda itu tidak akan bisa tertidur sebelum menembus suatu goa yang hangat.

Pijatannya turun ke bawah, hingga tangannya berada diatas butt milik Donghaenya. Ia pijat – lebih tepatnya meremas dua bongkahan kenyal yang sangat menggiurkan itu. Remasannya itu membuat Donghae memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya. Mencoba meredam erangan seksinya karena nikmat. Dan, ia merasa ada sesuatu yang mulai terbangun dari satu organ tubuhnya.

Kyuhyun tersenyum menang, saat ia melihat wajah Donghae yang memerah padam saat menatap dirinya. Kini, tubuh Donghae telah terlentang dengan sesuatu benda yang mulai mengeras didalam celana dalamnya.

"Hae …" segera Kyuhyun dekatkan wajahnya, lalu mengecup bibir Donghae. Ia berniat untuk melepaskan kecupan itu, namun tangan Donghae telah melingkar dilehernya. Mau tak mau, Kyuhyun tersenyum dan mulai dengan aksi barunya.

"Kau mencintaiku Hae?" tanyanya disela – sela lumatan bibirnya terhadap bibir tipis milik Donghae. Donghae mengangguk, "Y-yaah" dengan susah payah ia menjawab. Tentu saja bukan? Saat ini dirinya tengah dimabuk nafsu yang membara. Desahan demi desahan terlontar cukup keras dan lantang. Untung saja, hujan kembali turun. Menolong Kyuhyun agar suatu hal yang nanti akan terjadi tidak akan didengar oleh siapapun.

Donghae hanya bisa mendesah dan terus mendesah. Matanya terpejam dalam saat menikmati ciuman panjang yang diberikan seseorang yang berada diatas tubuhnya saat ini.

Kyuhyun menyeringai disela – sela lumatan bibirnya. Bisa Donghae rasakan, bibirnya dipermainkan begitu kasar namun .. begitu nikmat. Lumatan basah, gigitan – gigitan kecil, sungguh, ini adalah ciuman terpanjang yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ia, menyusupkan ke sepuluh jarinya ke dalam rambut Kyuhyun. Meminta Kyuhyun untuk bisa memberi ciuman panas yang lebih dalam lagi.

"Euhhh…"

Tangan Kyuhyun tak tinggal diam, kini tangan nakal itu telah menjalar, meraba bahkan menyentuh apa yang bisa dijangkaunya. Tangan itu, mulai membelai wajah manis Donghae terus dan terus turun. Hingga kini, tangan itu sudah berada diatas suatu tonjolan benda mungil dan bewarna merah muda.

"Ehhnn"

Erangan seksi itu terdengar lebih erotis, bukan dari ciuman basah nan nikmat, melainkan dari hasil kerja tangan seorang Cho Kyuhyun. Jari – jari Kyuhyun, bermain disana. Memelitir bahkan menarik, membuat Donghae memekik sakit dibuatnya. Tapi, tentu saja tidak mengurangi rasa nikmatnya.

Tak banyak yang bisa Donghae lakukan saat ini. Mendesah, mengerah, melenguh dan menggeliat, hanya itu. Namun, tingkahnya itu membuat Kyuhyun semakin gencar untuk bisa mengerjai tubuh mulus ini. Apalagi, pergerakan tubuh Donghae membuat organ intimnya yang sudah tegak dari tadi bergesekan dengan perut Donghae, mau tak mau hal itu membuat dirinya sudah tidak sabar melakukan permainan inti.

Kyuhyun menurunkan ciumannya, ke dagu dan berakhir dileher. Dileher jenjang itu, bibirnya mulai menelusuri setiap inchi kulit putih itu. Menjilat dan menggigit, hingga muncul bercak kemerah merahan, hampir keunguan. Dan, itu membuat Donghae semakin menekan kepala Kyuhyun lebih dalam.

Sepertinya Donghae sangat teramat menyukainya. Lihatlah, wajahnya memerah padam menahan nafsu dan juga, mulutnya terbuka, mengeluarkan desahan demi desahan yang semakin membuat libido seorang Kyuhyun meningkat.

Ciuman itu turun, menggantikan posisi jari – jari miliknya. Ia jilat nipple kanan Donghae, sedangkan satu nipple miliknya yang lain sedang dipilin kasar oleh Kyuhyun. Tentu saja, membuat pemuda manis ini terus saja bergerak gelisah tak karuan. Sedangkan satu tangannya yang lain, tengah bergerak, menyelip diantara tubuhnya dengan tubuh Donghae. Mencari, sesuatu benda yang ternyata … aaa, sudah basah.

Kyuhyun tak banyak bicara, walau didalam hati ia bersorak sorai.

Ditempat lain, Heechul tengah duduk santai disalah satu restoran, bersama Hangeng tentunya. Jadwal penerbangan dirinya diundur satu jam ke depan. Hal ini dikarenakan cuaca yang sangat tidak memungkinkan.

"Kau kenapa?" Tanya Hangeng karena sedari tadi sang istri hanya diam tanpa menyentuh secangkir kopi yang sudah dingin.

Heechul menggeleng pelan, lalu pandangannya dialihkan, dari ponselnya menghadap ke jendela besar. Dimana, bisa ia lihat hujan yang begitu derasnya turun.

"Aku hanya memikirkan tentang Donghae"

Hangeng mengerutkan keningnya samar, "Donghae? Ada apa dengannya?" tanyanya lagi dan Heechul, tersenyum tipis mendengarnya.

"Bagaimana kalau dia hamil?"

"Huh?"

Heechul menatap Hangeng dengan tatapan yang sulit untuk ditafsirkan. Walau Hangeng bisa lihat sekilas, gurat kekhawatiran yang terlihat dari sorot tatapan itu.

"Aku takut .."

"Takut untuk apa?"

"Donghae hamil, dan itu .. harus membuat dirinya berhenti sekolah"

"Hey, mereka tidak akan melakukan hal itu"

"Bagaimana kalau terjadi?"

"Donghae tidak mungkin menyia-nyiakan masa sekolahnya yang tertinggal kurang lebih satu tahun sayang .."

"Aku percaya padanya, tapi tidak untuk Kyuhyun. Otak anak itu sempit sekali"

"Kalau itu .. aku diam"

Heechul memutar bola matanya malas, "Tidak bisa diajak kompromi" ujarnya kesal, lalu kembali memfokuskan matanya untuk menelpon ponsel Kyuhyun dan ponsel Donghae bergantian.

"Ah, ah, ah …."

Mata Donghae terpejam kuat, kedua tangannya mencengkeram sisi ranjang, mulutnya tak henti – hentinya melontarkan desahan demi desahan. Kenikmatan kini tengah melandanya.

Kyuhyun menyeringai disela kulumannya terhadap junior milik Donghae. Ini adalah kali pertama dirinya bisa mencicipi junior yang tidak bisa dibilang kecil namun kalah besar dengan miliknya. Ia memaju mundurkan kepalanya, sambil tangannya memijat batang junior milik Donghae. Sedangkan tangannya yang lain, memainkan bola kembar milik Donghae yang terbilang imut itu. Sesekali, ia lepaskan kulumannya dan beralih mengisap kuat bola kembar itu. Membuat si pemilik diri menggelinjang geli.

"Ah.. terus Kyu, t-teruuss"

Tak perlu disuruh, Kyuhyun terus saja memasukkan junior itu ke dalam mulutnya hingga penuh. Terasa sangat nikmat.

"Ah .. ah"

Salah satu tangan Donghae, mencoba meraih rambut Kyuhyun dan menjambakknya. Kyuhyun meringis tertahan, namun ia cukup memahaminya. Karena, sebentar lagi hal yang ia tunggu – tunggu akan dating menghampirinya.

"A-aku mau ke .. luar"

Tak menjawab, Kyuhyun semakin gencar memaju mundurkan kepalanya sambil meremas twinsball milik Donghae. Hingga, "Aaaaaahhhhhhnnn" desahan panjang mengalun begitu indah ditelinga Kyuhyun.

Cairan itu tumpah, keluar didalam mulut Kyuhyun. Tanpa rasa jijik, ia telan semua cairan kental bewarna bening susu itu.

Manis. Nikmat. Lagi.

Kyuhyun tersenyum saat ia melihat wajah Donghae yang begitu kelelahan. Mata sayu itu memandangnya, seakan – akan meminta untuk dirinya segera memakannya dalam satu kali suapan lagi.

Kyuhyun berpikir, apakah ia akan melanjutkan permainan ini sampai akhir. Atau? Harus berhenti saat ini disaat juniornya dalam keadaan tegak dan sudah mengeluarkan sedikit cairan?

Ia, meremas – remas junior Donghae, membuat sisa cairan itu keluar. Dan, desahan pelan mulai terdengar.

"Hae .. bolehkan aku menyentuh lebih dari ini?" tanyanya sambil memandangi wajah manis Donghae.

Donghae terdiam, menatap ragu pada Kyuhyun. Tentu saja, membuat Kyuhyun tersenyum sedih. Lantas, mendekatinya. Ia merebahkan tubuhnya disamping tubuh Donghae, lalu berucap,

"Maaf"

Hanya satu kata penuh makna terucap, membuat Donghae menjatuhkan air matanya. Segera, ia peluk tubuh Kyuhyun, menyembunyikan wajahnya didada milik Kyuhyun. Kyuhyun tak bergeming, walau satu kecupan ia bubuhkan dipucuk kepala Donghae.

Hujan semakin deras saja diluar sana. Kesepian terekam jelas didalam kamar yang sempat panas beberapa saat tadi. Namun tak perlu waktu lama untuk mendengar suara lain selain suara hujan dan petir,

"Aku hanya takut .."

Kyuhyun hanya diam, menunggu kelanjutan perkataan Donghae. Walau dirinya tahu, sangat tahu apa yang ditakutkan oleh Donghaenya itu.

Donghae mengangkat wajahnya, menatap mata Kyuhyun yang begitu dalam menatapnya.

"Bagaimana kalau aku hamil?" tanyanya dengan mata yang memerah.

Benar. Seperti dugaanya.

Kyuhyun tersenyum kecil, "Bukankah kita sudah menikah?" ia bertanya.

"Aku masih sekolah Kyu, kau dan aku masih sekolah" jawabnya pelan.

Kyuhyun mengusap rambut Donghae, lalu mengusap wajah Donghae sambil berkata,

"Kalau begitu, tidurlah"

"Kau marah?"

Kyuhyun menggeleng, "Tidak" jawabnya singkat. Dan, Donghae tahu kalau Kyuhyunnya sedang dalam keadaan yang tidak baik.

"Baiklah. Aku mau melakukannya, tapi .. kau mau berjanji denganku kan?"

"Tidak usah sayang .. aku tidak apa – apa. Setahun lagi, aku pasti bisa menunggunya"

Donghae menggeleng, "Tidak!" ia mendorong dada Kyuhyun pelan, membuat tubuh Kyuhyun terdorong sedikit kebelakang.

Donghae bangun, lantas, "Ahhh …" Kyuhyun mengerang saat Donghae meremas miliknya cukup keras. Ia bersumpah, miliknya itu sudah tertidur dan kini harus terbangun lagi? Kali ini, ia tidak boleh menyia – nyiakan! Donghae yang meminta, maka ia akan memberi!

Donghae ingin melepas celana piyama Kyuhyun kalau saja Kyuhyun tak bangun dan mendorong tubuhnya. Kini, tubuhnya sudah ada dibawah tubuh Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum, "Aku akan bertanggung jawab" ujarnya dan kembali, melumat bibir Donghae yang sudah menjadi candunya.

Beberapa menit berselang, kini Kyuhyun sudah berjongkok tepat didepan wajah Donghae. Mengarahkan juniornya yang sangat besar dan mengeras juga memperlihatkan urat –uratnya ke mulut Donghae.

"Hisap .." pinta Kyuhyun manja. Tak ada suara dari Donghae melainkan pergerakan tangannya yang meraih junior Kyuhyun dan memasukkannya ke dalam mulut basahnya.

Tak lama, hanya untuk membasahi juniornya sebelum masuk ke suatu lubang yang sangat ketat.

Ia, mengangkat kedua kaki Donghae lantas meletakkannya dipundaknya. Ia mengocok juniornya sesaat, dan siap untuk mendekatkan kepala juniornya pada lubang itu. Kalau saja Donghae tak berkata,

"Apa akan sakit?" Kyuhyun menggeleng pada awalnya, sebelum akhirnya mengangguk.

"Sakit .. sepertinya, tapi ini akan nikmat sayang .. percayalah" yakin Kyuhyun.

Donghae terdiam, lalu tersenyum dan mengangguk.

"Baiklah. Aku percaya padamu"

Kyuhyun memposisikan juniornya tepat didepan opening Donghae. Mencoba mendorongnya dengan sangat hati – hati. Namun, teriakan histeris sudah ia dapat dari Donghae. Bersyukurlah Kyuhyun pada Tuhan yang masih saja menurunkan hujan dengan sangat derasnya disertai dengan petir yang tak putus – putus.

"Arrghhh .. s..ssakiiitt" teriak Donghae saat ia merasakan sakit yang amat luar biasa menyerang tubuh bagian bawahnya. Perih dan panas.

Kyuhyun sedih melihat buliran air mata yang menetes dan bergulir dipipi sang istri. Ingin ia hentikan, tapi …. Ini ? Tinggal selangkah lagi.

"Tahan sayang .. sedikit lagi hm" Donghae hanya mengangguk pasrah mendengarnya.

"Arrrggghhhh!"

Dalam satu kali dorongan, semua junior Kyuhyun masuk menerobos lubang ketat itu. Donghae merasakan sesak, sakit dan perasaan penuh dibagian bawahnya. Tak ada yang bisa ia katakan, air mata itu berurai beriringan dengan desahan kecil yang mulai terdengar.

Kyuhyun perlu waktu beberapa detik untuk mendiamkan juniornya didalam lubang Donghae. Memberi waktu untuk Donghae agar bisa rileks dengan benda asing berukuran besar yang masuk ke dalam tubuhnya.

"Ahn, ahn .."

Kyuhyun menggerakkan pinggulnya maju – mundur. Sesekali, menggoyangnya ke samping kanan – kiri. Sungguh. Inilah yang dinamakan nikmat duniawi. Juniornya seakan depijat – dijepit dengan sangat kuat. Membuat matanya terpejam, menikmati sensasi yang amat memabukkan nafsunya. Hal yang sama dirasakan oleh Donghae.

Terus saja ia menyodokkan juniornya dalam, membuat erangan demi erangan tercipta ditengah hujan yang begitu besar melanda. Tangannya yang menganggur, segera meraih junior Donghae sehingga kini kenikmatan dua kali lipat tengah dirasakan oleh Donghae.

Lubangnya disentuh dengan junior Kyuhyun dan juniornya disentuh dengan jari jemari Kyuhyunnya.

Donghae memejamkan matanya sambil terus ia mendesah. Tak peduli dengan apa yang terjadi nantinya. Yang terpenting adalah, saat ini, dimana dirinya dengan suaminya akan terpuaskan nafsu bathinnya.

"ahhh .."

Donghae mengerang tertahan, saat junior Kyuhyun menyentuh sesuatu yang membuat dirinya melayang. Kyuhyun tersenyum, segera ia maju mundurkan juniornya dengan sangat keras, tepat dan ganas.

Aura dingin tak terasa, yang ada ialah aura panas yang tengah menyelimuti ruang kamar ini. Tak ada yang melihat pergumulan sepasang suami istri ini. Hanya ada benda mati, jam dinding yang berdetak menghitung berapa lamanya mereka bermain dan .. ranjangnya yang terus berdecit mengikuti genjotan yang diolah Kyuhyun.

"Ahh . aah, Kyu, Kyuuh"

Kyuhyun tersenyum senang diantara seringaiannya. Nama dirinya begitu indah saat dilantunkan Donghae ketika mendesah.

"Ah .. aahh .."

"Kyuuuh, aa- aku, aah .."

Jemarinya merasakan, kalau junior Donghae berkedut amat cepat. Menyeimbangi tempo genjotannya pada lubang bawah Donghae. Hingga, "Ahhhhh ….." lenguhan panjang seksi itu terdengar merdu. Cairan itu tumpah mengenai tangan dan berhambur diatas perut rata Donghae( walau kenyataannya perutnya itu sangat berlemak XD)

Nafas Donghae tersengal – sengal, matanya jatuh pada cairan kental berbau khas itu. Lalu, ia arahkan matanya untuk melihat Kyuhyun yang masih mengerjai tubuhnya.

"Ah .." lagi, desahan itu mulai terdengar.

"Apa kau lelah sayangku?" Tanya Kyuhyun pelan, karena ia sedang menahan desahannya agar tak begitu jelas terdengar. Yang ia mau hanyalah, desahan dari Donghaenya. Hanya Donghaenya.

Donghae mengangguk, "Cepatlah .." jawabnya sambil mendesah.

Kyuhyun menyeringai, "Ini akan panjang", mata Donghae membulat, "Huh?".

Segera Kyuhyun lepaskan juniornya, dan menarik tubuh Donghae agar bangun dan berlutut. Lalu, ia balikkan tubuh Donghae hingga kini, tubuh Donghae membelakanginya.

"Uhhh" Donghae memegang erat sisi ranjang, saat Kyuhyun kembali menyodokkan juniornya dalam keadaan berlutut seperti itu. Ada sensasi tersendiri yang meraka rasakan.

Donghae merasakan kalau lubangnya menjadi semakin teramat penuh, sedangkan Kyuhyun merasakan juniornya dijepit berkali – kali lipat.

Dengan posisi seperti itu, Kyuhyun kembali meraih junior Donghae. Memberi 'blow job' pada benda yang sedikit mulai terbangun. Lantas, tangan yang satu menarik wajah Donghae agar bisa.

"Euhmmm.."

Donghae menyambut ciuman itu. Ciuman basah yang sangat ia sukai. Kini, lidah Kyuhyun masuk, mengabsen setiap gigi yang tersusun rapi didalam sana. Menyentuh dan meraba lidah Donghae. Lidah itu, saling bertaut, saling menghisap dan saling memberi saliva. Kecipak saliva begitu jelas terdengar. Bagai melodi indah dipagi hari, kini .. ditengah malam terjadi peraduan antara tubuh sepasang suami istri.

Ciuman itu terlepas, saat Donghae tak kuasa menahan desahannya. Cairan saliva itu menetes, mengalir dari dagu dan membasahi leher jenjangnya yang banyak terdapat kissmark.

Kyuhyun semakin cepat membobol lubang Donghae saat ia merasakan ada sesuatu yang hendak keluar.

"Ahhn.,, aku mau keluaarrh"

"Bersama – sama sayanghh …"

Kyuhyun semakin cepat menggenjot lubang Donghae dan mempercepat kocokannya pada junior Donghae. Hingga, satu lenguhan panjang dengan nada berbeda terdengar. Cairan yang disemburkan Kyuhyun, tumpah didalam tubuh Donghae. Karena terlalu banyaknya, cairan itu menetes ke seprai bercampur dengan bercak – bercak darah. Tidak dengan Donghae, yang menyemprotkan cairannya ke sisi ranjang.

Tubuh mereka berdua ambruk, dengan Kyuhyun yang memeluk tubuh Donghae dari belakang tanpa melepaskan pertautan antara bagian bawah mereka.

"Hae .. apa kau mencintaiku?"

Donghae mengangguk pelan, karena ia merasa tak ada lagi tenaga yang tersisa. Ia butuh istirahat.

Kyuhyun tersenyum, dan semakin memeluk Donghaenya dengan erat. Ia kecup pucuk kepala Donghae,

"Gomawo, aku akan selalu mencintaimu .. selamanya"

Donghae tersenyum dan mulai memejamkan matanya. Diikuti oleh Kyuhyun yang sudah diserang rasa lelah dan kantuk. Mereka berdua tertidur, diselimuti rasa panas didalam kamar itu dan ditemani rasa dingin diluar sana.

Piyama mereka berdua, tergeletak begitu saja diatas lantai bersama dengan ponsel Kyuhyun yang terus saja bergetar sedari tadi.

Biarlah mereka tertidur dan terbangun dengan perasaan yang lebih mendalam di keesokan sepertinya, awal kejadian ini akan terulang lebih sering lagi disetiap harinya. Semoga saja. ^^

-Flashback off-

Ia mencoba melepaskan pelukan erat yang diberikan Kyuhyun kepadanya.

Ia memperlihatkan senyuman malaikat yang mau tak mau, membuat air mata Kyuhyun berhenti seketika. Ia genggam salah satu tangan Kyuhyun. Menggenggamnya dengan cukup erat, lalu membawa tangan itu kea rah perutnya.

"Apa kau menyesal telah menghadirkan dia?"

Pertanyaan Donghae yang membuat mata Kyuhyun membulat sempurna. Ia gelengkan kepalanya cepat, "Tidak Hae .. aku tidak menyesal dengan apa yang telah aku lakukan padamu. Aku mencintaimu Hae .." jawabnya dengan penuh keyakinan dan ketulusan. Bisa Donghae lihat, tak ada sepercik kebohongan yang tersirat melalui ucapan atau tatapan mata itu.

"Aku sangat mencintaimu …" ujar Kyuhyun lagi sambil mengusap perut Donghae yang membuncit besar.

Donghae tersenyum senang mendengarnya. "Lalu, buat apa kau minta maaf?" tanyanya lagi.

Kyuhyun terdiam, lalu menatap wajah Donghae yang selalu berhasil membuat dirinya tenang dan merasa aman.

Ia tersenyum, "Aku minta maaf karena telah membuatmu tidak bisa mengikuti ujian" Kyuhyun berucap.

"Bukankah aku bisa mengikuti ujian tahun depan?" ia mengecup pipi Kyuhyun sekilas, " Jadi tenanglah. Dan .." ia tersenyum jahil saat ini.

"Aku ingin .. "

Kyuhyun bisa lihat tatapan licik dari Donghaenya dan seringai iblis yang dipelajari darinya. Segera ia bangkit, "Ah, aku harus belajar. Besok ujianku yang terkahir" ia berucap sambil melenggangkan kakinya menuju pintu.

Donghae memajukan bibirnya, "Ya! Belikan aku Jajangmyeon. Aku ingin itu" ujar Donghae sambil menyusul Kyuhyun dengan langkahnya yang sangat pelan. Hey, bukankah dia sedang hamil besar? Tidak lucu kalau dia berlari dan terjatuh!

"Maaf sayang.. aku harus belajar" sahut Kyuhyun setelahnya.

"Ugh…"

-LSuhae-

Kyuhyun duduk santai didapur sambil melepas baju seragam sekolahnya. Ia mengambil segelas air putih dari dalam kulkas. Ia terdiam, kenapa ia tidak mendengar suara cerewet istrinya? Ia mengedikkan bahunya, "Paling juga tertidur" ucapnya.

Ya, itulah Donghae. Saat memasuki usia kehamilan lima bulan, dirinya memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah. Tidak mungkin Ia bersekolah dengan keadaan tubuh bulat seperti itu. Untung saja, orangtua mereka memutuskan untuk tinggal Paris selama setahun. Dirinya banyak makan dan selalu tidur. Oh ya, mereka juga tidak tinggal dirumah besar mereka. Mereka memutuskan untuk tinggal disalah satu Apartemen mewah dekat dengan rumahnya – rumah Hancul lebih tepatnya.

Ia menguap sangat lebar dan memutuskan untuk kembali ke kamar. Namun langkahnya terhenti saat ia mendengar rintih kesakitan dari arah kamarnya. Segera ia berlari mempercepat langkahnya.

Matanya membulat saat ia melihat sang istri yang terduduk dilantai dengan darah yang disekitarnya.

"Apa yang terjadi?" tanyanya sambil berusaha menggendong tubuh besar Donghae. Sedikit kesusahan memang, namun akhirnya tubuh Donghae sudah berada dalam dekapannya.

Wajah Donghae pucat, sangat pucat. Ia memegangi perutnya, "Uhh .. sakiit .. sakitt .." ujarnya dengan diselingi oleh air matanya.

Kyuhyun segera membawa Donghaenya ke rumah sakit, dan berdoa semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk menimpa istrinya dan calon anaknya. Jika itu sampai terjadi, ia tidak akan memaafkan dirinya. Bukankah Donghae terpeleset karena ulahnya. Coba saja ia tetap tinggal didalam kamar, Donghae tidak mungkin menyusulnya.

-LSuhae-

"Tenanglah .. istri anda baik – baik saja" ujar Dokter menenangkan. Terdengar nafas lega dari Kyuhyun. Ah, satu lagi. Untung saja dirinya sempat melepaskan baju seragam sekolahnya, jika tidak? Akan menjadi gossip terhangat diKorea.

Ia tersenyum seraya menutup jaketnya. Jaket yang sempat ia ambil didalam mobilnya.

Ia membungkok 90' hormat, "Gamsahamnida Dok" sang Dokter tersenyum mendengarnya.

"Itulah tugas Dokter. Salah satunya, membuat keluarga pasien tenang" setelah berucap, Dokter itu pergi meninggalkan Kyuhyun didepan pintu kamar rawat Donghae.

Kyuhyun mengecup punggung tangan Donghae sambil berucap,

"Maafkan aku, karena aku kau seperti ini. Maaf sayang …" Donghae tersenyum mendengarnya, "Tidak apa Kyu".

"Kyu .."

"Hmh"

Donghae tersenyum sangat manis, "Aku mau pulang saja" Kyuhyun mengangguk, "Jika dibolehkan Dokter, kita akan pulang hari ini".

Donghae mengangguk, "Aku mencintaimu" ujarnya yang membuat Kyuhyun tersenyum dan mengecup keningnya lama, "Aku juga".

"Kyu .."

"Hmh"

"Aku mau Jajangmyeon"

"Nanti akan ku belikan"

"Tidak mau!"

Alis Kyuhyun bertaut, "Huh?".

Donghae menyeringai, "Aku ingin kau membuatnya. SEKARANG!" dan penderitaan Kyuhyun kembali lagi. Dan, tinggal sebulan waktu untuk Donghae menyiksa Kyuhyunnya. Sebelum bayi mungilnya lahir.

-LSuhae-

Hari ini adalah hari dimana Kyuhyun melepaskan seragam SMA-nya. Melanjutkan cita – citanya ke .. bukan perguran tinggi. Tapi, mengurus bayi mungil mereka yang mungkin sebentar lagi akan lahir.

Kini Donghae dan Kyuhyun sedang merayakan kelulusan Kyuhyun diApartemen mereka. Hidangan lezat telah Donghae siapkan. Dari pagi dirinya memasak dan sekarang, hasilnya telah ada dihadapan Kyuhyun.

"Kau repot – repot sekali sayang .. kau tidak boleh lelah. Lihatlah perutmu yang seperti gunung itu" ujar Kyuhyun yang membuat Donghae tertawa kecil.

"Kau telah berusaha yang terbaik, hingga mendapatkan peringkat satu" ia berucap bangga sambil mengecup pipi Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum, "Ini berkat doamu dan doa anak kita" Donghae mengangguk mendengarnya.

"Nah, sekarang kita makan…" Kyuhyun mengusap perut Donghae dengan sayang, "Mari kita makan masakan Eommamu" lanjutnya lagi.

Donghae terkekeh pelan, "Aku hanya memasak satu telur saja, sisanya aku beli" ujarnya tanpa dosa. Lihatlah, Kyuhyun menatapnya datar. Bagaimana tidak datar, ternyata telur yang sempat ia makan tadi ternyata adalah buatan istrinya. Pantas saja tidak lezat dan gosong. -_-

"Sudah, sudah .. makanlah" ajak Donghae yang membuat Kyuhyun menjitak kepalanya pelan.

"KYA! Kenapa kau menjitak kepalaku!"

"Kau menggemaskan!"

"Kenapa tidak dicium?"

"Kau mau aku cium?"

Donghae ingin bilang 'Ya' namun segera ia tutup mulutnya dengan tangannya. Ia menggelengkan kepalanya, "Tidak, Tidak, sudah dimakan saja!" perintahnya yang tentu saja diabaikan Kyuhyun. Lihatlah, kemana tangan Kyuhyun mengarah ..

"Kyu, aku sudah mau melahirkan"

"Lalu?"

"Jangan lakukan itu"

"Memang kenapa?"

"Hm, bagaimana kalau kita melakukan itu anak kita lahir"

"Ya, lahirkan saja"

"Kyuu.."

"Hae …"

"Aku serius"

"Aku tidak bercanda!"

"K-kky –"

Ucapan Donghae terputus kala bibirnya telah terkunci oleh bibir Kyuhyun. Makan malam mereka tertunda sepertinya, karena ada tugas yang harus diselesaikan oleh Kyuhyun.

Ya, seperti itulah Kyuhyun. Selalu ingin mencicipi kemolekan tubuh Donghae. Walau sudah hamil besar seperti itu, masih saja ia ingin merasakan nikmatnya lubang ketat Donghae.

"Kau sangat pervert!"

"Karena kau yang membuatku menjadi pervert!"

Donghae hanya bisa diam dan pasrah, saat Kyuhyun kembali memasukkan miliknya ke dalam tubuhnya dengan perlahan, tentu saja bukan?

-LSuhae-

Two years later,

Di Bandara Incheon, terlihat dua orang pria dewasa berjalan menuju mobil mewahnya. Ia tersenyum saat seseorang menyapanya, "Thank you Suhae, I'm fine .." ujarnya dengan logat inggrisnya. Seseorang disampingnya hanya tersenyum geli mendengarnya.

"Hangeng! Kau mentertawakanku!" ujarnya sambil memukul lengan sang suami.

"Maaf, maaf .. ah iya, aku sudah sangat rindu dengan kedua anakku"

"aku juga"

"Hm Suhae .. mereka baik – baik sajakan selama dirumah? Aku dengar Kyuhyun mendapatkan peringkat satu"

Suhae terdiam sejenak, sebelum berkata .. "Maaf Nyonya Hee, sudah tiga tahun Tuan muda Kyuhyun bersama Tuan muda Donghae tidak tinggal dirumah" ujarnya dengan sedikit takut.

Hangeng dan Heechul diam sesaat sebelum akhirnya mereka berdua saling melempar pandang.

"what happened while I was away?"

-Lsuhae-

"Kyu, besok Appa dan Eomma akan pulang. Apa yang harus kita lakukan?" tanya Donghae didalam dekapan sang suami.

Kyuhyun tersenyum, lantas ia renggangkan sedikit pelukannya untuk bisa mencium kening, dan bibir Donghae,

"Kita katakan pada mereka kalau kita sudah mempunyai Kyuhae"

"Tapi .. pasti mereka marah" ujar Donghae sedih.

Kyuhyun tersenyum, "Benarkan mereka akan marah? Lihatlah" Donghae mengikuti arah pandang Kyuhyun yang sedang memperhatikan buah cinta mereka yang saat ini sedang menari – nari dengan anjing peliharaan mereka diatas meja.

Donghae tertawa karena gemas, "Dia sangat lucu" ujarnya, dan Kyuhyun mengangguk, "Sama sepertimu" ia mencubit hidung Donghae, "Kampungan".

"Auuuw!" Kyuhyun meringis saat kakinya diinjak begitu kuat oleh Donghae. Kebiasaan yang sering mereka lakukan dan yang sepertinya tidak akan hilang begitu saja.

"Kau mengatai malaikatku kampungan eoh!"

"Tidak"

"Lalu?"

"Kau"

"KYAA!"

Kyuhyun berlari, melepaskan diri dari amukan istrinya yang sangat marah, tentu saja.

Sang anak hanya terdiam, memiringkan kepalanya lucu memperhatikan tingkah aneh kedua orangtuanya.

Ia menarik anjing kecil bewarna putih yang mempunyai nama Theo (I hate that's name).

"Theo, apa yang meleka lakukan?" tanyanya polos, sang anjing hanya diam. Karena memang ia tak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh sang anak majikan.

"Theo tidak tahu juga .. sama" ujarnya pelan. Lalu, kembali ia menyalakan lagu yang ia putar melalui ponsel milik Appanya. Yah, Kyuhae – Cho Kyuhae bocah berusia 2,2 tahun mempunyai akal yang cerdas seperti kedua orangtuanya. Cerewet seperti Eommanya dan nakal seperti Appanya. Wajahnya manis dan sekilas terlihat tampan seperti Appanya. Hidungnya mancung, bibirnya tipis, lalu gigi gingsul yang ia warisi dari sang Eomma. Tubuhnya pun sangat putih dan berisi.

Lihatlah, si anjing malang yang harus dengan ikhlas menerima perlakukan dari Kyuhae. Kakinya diangkat oleh Kyuhae dan diajak menari dengannya.

Tak selang lama, ponsel Eommanya berbunyi. Dengan segera ia meraih ponsel itu dan membawanya ke kamar Appa dan Eommanya sambil berteriak,

"Eomma, Eomma .. ada telpon.."

Namun, langkahnya terhenti saat didepan pintu kamar orangtuanya. Terdengar bunyi keributan dan teriakan aneh dari Eommanya. Ya, kedua orangtuanya tengah bercinta saat ini. Ck, ck, ck.

Kyuhae mengetukkan jari telunjuknya yang mungil itu ke pipinya. Dan, akhirnya ia mengangkat telepon itu dengan menekan tombol hijau.

Jangan heran .. Kyuhae sudah bisa menggunakan psp, ponsel, laptop, twitter, facebook, Instagram, dan Social Camera.. virus yang ditularkan Donghae kepadanya.

"Yeoboseyo" sapanya riang khas anak – anak.

Kyuhae mengangguk, "Iya, ini ponsel milik Hae Eomma" jawabnya saat seseorang diseberang sana bertanya tentang kepemilikan ponsel.

"Hae Eomma adalah Eommanya Kyuhae"

Kyuhae berpikir sejenak, "Ya, Kyu Appa adalah Appanya Kyuhae" jawabnya lagi.

"Ini siapa?"

-Lsuhae-

"OMOOOO HANGEEENG!"

"Ada apa Chulie?"

"Ada anak kecil mengangkat teleponku"

"Apa mungkin itu anak, eeumm cucu kita?"

-Lsuhae-

"Kyuhae sedang makan apa?" tanya Kyuhyun.

Kyuhae tersenyum seraya mengarahkan biskuit ke wajah Kyuhyun, "Kue buatan Eomma" jawabnya senang.

"Buatan Eomma?"

Kyuhae mengangguk, "Ne!".

"Apa Appa boleh minta?"

"Tentu saja Appa"

Kyuhyun memakan biskuit itu dengan sekali lahap. Ia tersenyum, "Mashita! Seperti rasa sperma milik Hae" ujarnya tanpa sadar.

Kyuhae mengerjapkan matanya berulang kali.

"Appa .. spelma itu apa?"

Glup.

"I-itu .. eumh"

Kyuhyun memperhatikan sekelilingnya, tidak ada Donghae, pikirnya. Segera ia dudukkan tubuh Kyuhae ke atas pahanya.

Ia menyeringai, lalu ia kecup pipi chubby sang anak sebelum berkata,

"Sperma itu .. adalah cairan cinta yang sangat nikmat"

Kyuhae memiringkan kepalanya, menatap Appanya dengan wajah kebingungan.

"Cailan cinta itu apa, Appa? Kyuhae tidak mengelti"

Seringaian itu semakin lebar. Ia angkat tubuh mungil Kyuhae, menggendongnya ke tempat yang lebih aman dari Donghae. Sepertinya ada pelajaran khusus untuk putra kecilnya.

Donghae baru saja menyelesaikan tugas rumahnya. Kini ia merebahkan tubuhnya disalah satu sofa. Mengistirahatkan tubuhnya sejenak sebelum membersihkan dirinya – mandi.

Ia memperhatikan ke sekitarnya. Ia mengerutkan keningnya, "Dimana Kyuhae?" tanyanya saat ia sama sekali tidak mendengar suara anaknya itu.

Tanpa sepengetahuannya, anaknya kini sedang berada didalam kamar miliknya dengan Kyuhyun bersamanya. Menceritakan segala sesuatu yang ditanyakan sang anak kepadanya. Bukankah anaknya itu mempunyai keinginan tahu yang sangat besar? Jadi wajar saja, jika sang anak menanyainya panjang lebar.

Donghae merasa kesepian. Lalu, mulai berdiri untuk mencari Kyuhaenya. Mungkinkah sang anak tertidur dengan Appanya? Pikirnya.

Namun belum sempat kakinya melangkah, derap langkah kaki kecil anaknya terdengar.

Donghae tersenyum dan merentangkan tangannya, "Kyuhae dari mana saja .. Eomma kesepian" ujarnya sambil menciumi pipi Kyuhae bertubi – tubi didalam gendongannya.

Kyuhae tersenyum lebar, memperlihatkan gigi putihnya yang berjejer rapi.

"Kyuhae tadi belsama Appa .. Appa mendongeng Eomma" jawabnya riang sambil menggoyang – goyangkan kakinya.

"Dongeng apa sayang ?"tanyanya sambil mendudukan dirinya diatas sofa, dengan Kyuhae yang ada dipangkuannya.

Kyuhae berpikir sejenak sebelum menjawab, "Ada deh .. kata Appa ini lahasia".

Donghae berdecak sebal, "Ya .. masa Eomma tidak diberitahu" rajuknya dengan memajukan bibirnya.

Kyuhae menyilangkan tangan didepan dadanya. Tentu saja, hal itu membuat Donghae terkejut. Bukankah itu ciri khas miliknya jika sedang melakukan negoisasi dengan Kyuhyun?

Kyuhae menyeringai – Omo .. lihatlah seringaian yang ia tiru dari sang Appa. Sangat mirip dan kembali – membuat Donghae terkejut bukan kepalang.

"Buatkan Kyuhae susu, nanti Kyuhae akan mencelitakannya pada Eomma"

Donghae menatapnya datar, menggaruk dagunya sebelum menganggukkan kepalanya.

"Baiklah .. tapi Kyuhae janji ya, akan beritahukan pada Eomma"

Kyuhae mengangguk mantap dan mengacungkan jari kelingkingnya didepan wajah sang Eomma.

"Janji!"

Donghae menyambut uluran kelingking itu dengan antusias.

"Ok, Eomma percaya padamu. Kajja kita buat susu bersama" ajaknya yang membuat Kyuhae tersenyum sangat lebar.

Dibalik pintu kamar, Kyuhyun mengintip tingkah laku dari dua orang yang sangat ia cintai. Ia menggelengkan kepalanya heran,

"Usianya sudah 20 tahun, tapi mentalnya sama dengan Kyuhae. Ck, ck, ck"

Kyuhae duduk diatas meja makan. Sedangkan Donghae duduk dikursi dihadapannya. Donghae tersenyum saat melihat sang anak meminum susu dari botol dotnya dengan cara yang menurut Donghae sangat lucu.

"Bagaimana, apa susu buatan Eomma enak?"

Kyuhae mengangguk senang, "Ya! Sepelti spelmaaaa!" teriaknya keras.

Mata Donghae membulat sempurna, secara reflex ia tutup mulut sang anak dengan telapak tangannya.

"KYUHYUN APA YANG KAU CERITAKAN PADA ANAKKU!"

Teriakan maha dahsyat begitu keras, menggema didalam apartemen itu. Donghae tidak habis pikir, bagaimana mungkin Kyuhyun mengajarkan bahasa yang tidak layak untuk didengar anak seusia Kyuhae.

Kyuhyun hanya diam dan menutup telinganya dengan kedua tangannya. Dirinya heran, kenapa sang Eomma masih saja berteriak – teriak sambil menyebut nama Appanya.

Ia menjauhkan tangannya, merubah posisi duduknya menjadi bersila. Lalu, menopang dagu dengan kedua tangannya. Masih bisa ia dengar teriakan sang Eomma dan tawa keras dari sang Appa.

Ia mendesah pelan, lalu menggembungkan pipinya lucu. "Kyuhae bingung .." ungkapnya.

-LSuhae-

Dua jam setelah perang antara Kyuhyun dan Donghae berakhir damai setelah Kyuhyun dengan otak liciknya membuka paksa baju Donghae dan melakukan hal 'itu' didalam kamar mereka. Tanpa memperdulikan kalau desahan Donghae yang cukup keras itu akan terdengar oleh telinga Kyuhae.

Kini, keluarga kecil itu sedang bersantai diruang tengah sambil menonton tv.

Donghae duduk sambil memangku Kyuhae yang sedang mendekap boneka ikan. Ya, mereka saat ini sedang menonton acara kartun kesukaan Donghae dan Kyuhae.

Spongebob Squarepants.

Kyuhyun memutar bola matanya, "Usiamu berapa sayang .. ganti sajalah yang lain" ujarnya sambil menyenggol pelan lengan Donghae.

Donghae menolehkan wajahnya, menatap Kyuhyun dengan tajam.

"Kyuhae akan menangis jika diganti" sangkalnya yang membuat Kyuhyun berdecih.

"Alasan" cibirnya.

Lama mereka bersantai, hingga terdengar suara bel.

"Kyuhae saja yang membuka!" ujar sang anak lalu bangkit dari pangkuan sang Eomma.

Donghae tersenyum, lalu segera menyusul Kyuhae yang sudah berlari mendahuluinya.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya lagi. Heran dengan tingkah dua manusia itu.

"Sama .." gumamnya pelan. Ia pun meraih remote, namun ia urungkan niatnya kala ia sama sekali tak mendengar suara Donghae. Ia bangkit dari duduknya dan berjalan untuk menghampiri Donghae juga Kyuhae sekaligus melihat siapa yang bertamu malam – malam begini.

Kyuhae terdiam sambil memperhatikan dua sosok didepannya kini. Lalu, ia mengarahkan pandangannya kepada Eommanya yang berdiri disampingnya.

Ia menarik ujung piyama Donghae, "Eomma .. Eomma .. meleka beldua siapa?" Tanya Kyuhae penasaran.

"Eomma .. kenapa tidak disuluh masuk"

Tenggorokan terasa kering, sehingga sepatah kata seakan susah untuk terlontar.

"Annyeong .. Cho Kyuhae imnida. Kyuhae adalah anak dari Kyu Appa dan Hae Eomma" ujar si mungil Kyuhae sambil membungkukkan tubuhnya 90'. Sangat pintar dan sangat menggemaskan.

"Kau tega menyembunyikan ini semua dari kami"

"It –itu, maafkan kami Eomma, Appa"

"Siap –" pertanyaan yang akan terlontar dari mulut Kyuhyun terputus kala ia melihat Donghaenya sedang menangis dihadapan kedua orangtuanya.

"A-appa, Eommaa"

"Kenapa kalian menyembunyikan hal ini pada kami?" pertanyaan yang Heechul kembali arahkan kepada sepasang suami istri yang ada dihadapan mereka.

Donghae menghela nafasnya, lalu sekilas melirik Kyuhyun. Ia tersenyum tipis, "Maaf Eomma, kami telah membohongi kalian selama ini. Sebenarnya –"

"Aku telah menghamili Donghae disaat kalian pergi" sahut Kyuhyun yang membuat Heechul terkejut. Namun, tak sampai membuat amarahnya keluar.

"Aku minta maaf Eomma, Appa" ujarnya sambil menatap bergantian sang Appa dan sang Eomma yang duduk bersebelahan.

"Maafkan kami Eomma, Appa" kali ini Donghae berujar pelan dengan mata yang memerah.

Kyuhae yang duduk diantara Appa dan Eommanya menunduk sedih. Lalu, ia angkat wajahnya untuk menatap seorang pria dewasa yang mempunyai wajah cantik. Ya, walau masih cantik Eommanya, pikirnya. Karena menurutnya, Eommanya adalah orang yang paling cantik yang pernah ada didunia ini. (I Agree :D)

"Maafkan Eomma Kyuhae dan Appa Kyuhae .."lirihnya yang membuat ke –empat orang dewasa menatapnya.

"Eomma dan Appa Kyuhae sangat baik. Jangan malah pada meleka. Malah saja sama Kyuhae" anak kecil itu, menangis sambil memeluk tubuh Donghae. Mau tak mau, membuat Donghae ikut menangis.

Heechul yang melihat itu terenyuh, lantas, ia berdiri menghampiri Donghae dengan sang cucu.

Ia beri pelukan maafnya, "Kalian berdua memang termanis" ujarnya, ia angkat tubuh mungil Kyuhae yang masih saja menangis.

"Jangan menangis lagi cucu Haelmoni yang manis" pintanya lembut sambil menjauhi ketiganya.

"Sudah, jangan menangis lagi sayang" Kyuhyun mengusap lembut punggung Donghae.

Hangeng tersenyum, "Kalian tahu, Appa dan Eomma khawatir jika terjadi hal buruk dengan kalian. Dan kami sangat senang dan bangga kepada kalian yang .. akhirnya bisa menjaga anak kalian, cucuku hingga besar dan mendidiknya dengan sangat baik. Kalian orangtua yang hebat" ujar Hangeng yang membuat Kyuhyun bisa bernafas lega.

Ini sudah ia perkirakan sebelumnya kalau, kehadiran Kyuhae tidak akan pernah dipermasalahkan kedua orangtuanya.

"Kami berjanji akan menjaga dan melindunginya dengan baik Appa. Memberinya kasih sayang dan cinta, seperti kami member kasih kepada diri kami sendiri"

Hangeng tersenyum lebar mendengar penuturan sang anak. Akhirnya, Kyuhyun bisa juga berpikir dewasa.

"Kali ini, Appa mempercayaimu"

"Kyuhae mau tidur dengan Haelmoni dan Harabeoji hm?"

Kyuhae mengangguk membenarkan. Ia tersenyum, "Tentu saja Hee Haelmoni. Appa dan Eomma sedang bellovey dovey" ujarnya polos.

Mata Heechul membulat, lalu ia menatap Hangeng yang ternyata juga menatapnya tak percaya.

"K-Kyuhae tahu kata – kata itu dari siapa?"

"Kyu Appa!" teriaknya bangga.

"Aku menyesal telah mempercayainya" celetuk Hangeng.

Heechul mengeram kesal, "Bagaimana bisa ia mengajarkan bahasa tak senonoh pada Kyuhae. Cih, dasar anak kurang ajar!"

"Ahh . ahh .."

Donghae terus saja mendesah saat junior Kyuhyun masuk kedalam tubuhnya dengan cepat dan kasar.

"Kyuhh.. Eomma, Eomma"

"Biarkan sa-ja" ujar Kyuhyun menulikan teriakan sang Eomma diluar kamarnya.

"Ahh .. ak-akuuh mau keluaar"

Kyuhyun mempercepat sodokannya, sambil meremas junior Donghae yang sudah mengeluarkan cairan sebanyak tiga kali.

Kyuhyun tersenyum, "Bersama – sama sayang ….".

"ahhhhhhh …" lenguhan panjang itu terdengar, sangat keras. Membuat Hangeng harus menutup kedua telinga Kyuhae dengan tangannya. Tidak untuk Heechul yang saat ini masih saja berteriak – teriak sambil menggedor pintu kamar Kyuhyun dan Donghae.

"HEYY, KELUAR KALIAN BERDUA! KALIAN TELAH MENGOTORI OTAK POLOS CUCUKU!"

-END—

Omg! What is this? *pundung*

Kok jadi gini yaa? Ya, tidak apa-apalah .. ni gua mengerjakannya dengan susah payah ..

Aaa, taammaaattt ! yeay!

Untuk kalian, so thanks nee … for your review .. I love u !

How about EN CE? Hot? Hot? Cold(?) ? hahaha,

Oh ya, untuk ff gua yang lain, tunggu aja yaa .. gua akan update sebisa mungkin. Sepertinya setelah ini gua melirik ff kihae yaa ^^

Sudah banyak omong gua .. udah dulu ya .. bye bye …

Plisss review! .