Twinkle Twinkle Part 2

.

.

Tittle : Twinkle Twinkle Part 2

Author : Reii Chan

Cast : Kim Jaenista, Jung Yunbear, Choi Seunghyun a.k.a TOP Bigbang dll-.

Genre : Romance, Fluff, Hurt

Lenght : Chaptered


'I'm selfish, impatient and a little insecure. I make mistakes, I am out of control and at times hard to handle. But if you can't handle me at my worst, then you sure as hell don't deserve me at my best.'

Marilyn Monroe

.

.

"Aku terlihat seperti penyanyi cafe remang-remang Junsu-ah" protes Jaejoong saat Junsu sedang mendandaninya untuk acara makan malamnya dengan Seunghyun malam ini.

Lihatlah penampilan seorang Kim Jaejoong sekarang, dengan memakai dress berwarna merah yang dipenuhi blink-blink selutut yang berumbai-rumbai di bagian bawah dan terbuka di bagian atas memperlihatkan bahu mulusnya serta make up yang 'sedikit' tebal.

Kalau orang tak mengenalnya pasti mereka mengira itu bukan seorang Kim Jaejoong tapi salah satu personil Trio macan yang akan pentas di kondangan.

"Ani hyung, aku sengaja membuatmu tampil seksi seperti pemain telenovela idolamu itu hyung siapa namanya ? hmmm ... Marimas yah marimas dan ku jamin pasti Seunghyun hyung langsung klepek-klepek melihatnya"

"Tapi aku merasa tak nyaman Su-ie"

Junsu memutar bola matanya bosan mendengar rengekan Jaejoong, dia lalu menarik bahu Jaejoong menghadap padanya dan menatap mata namja cantik itu tajam untuk memberikan sugesti.

"Dengar hyung, kau mau Seunghyun hyung terpesona padamu kan ?"

Jaejoong mengangguk.

"Kau ingin tampil cantik seperti yeoja-yeoja yang selalu mengelilingi Yunho pabo itu kan ?"

Jaejoong kembali mengangguk.

"Kau ingin membuat Yunho menyesal telah menyia-nyiakanmu kan ?"

Kali ini Jaejoong masih mengangguk.

"Kalau begitu ikuti perintahku dan jangan protes, arra ?"

Yang ini juga Jaejoong masih ngangguk hingga Junsu tersenyum puas.

'Aku ternyata cukup berbakat mempengaruhi orang, Tak sia-sia tiap minggu aku nonton Mario Teguh' Batin Junsu dalam hati sambil tertawa nista.

Tiin ... Tiin ..

Suara Klakson mobil di depan rumah Jaejoong menandakan kedatangan seorang Seunghyun dan dengan secepat kilat Junsu langsung menarik Jaejoong keluar dari kamarnya dan berlari ke arah depan menemui sang pangeran tampan.

Kim Minho dan istrinya Taemin hanya bengong melihat penampakan dua makhluk yang lewat begitu saja di depan keduanya yang kini sedang menonton televisi di ruang tengah.

"Yeobo ah tadi sepertinya aku melihat Junsu berlari ke depan dengan seorang yeoja, siapa yeoja itu ya ?" Tanya Minho pada sang anae.

"Ani, dari dandanannya sih kayaknya pembantu sebelah tapi ngapain mereka di rumah kita ya ?"

"Molla, apa mungkin Junsu berselingkuh dengan pembantu tetangga sebelah ?"

Keduanya kemudian saling berpandangan dan kemudian mengangkat bahunya tak peduli lalu kembali menikmati sinetron favorit mereka yang sedang tayang di Televisi, Jeritan si Bisu.

.

.

Yunho terus memandang bosan keluar jendela restoran sementara di depannya Go Ahra sedang merepet menceritakan tentang tas LV limited edition keluaran terbaru yang ingin dibelinya.

Yunho tak habis fikir kenapa para yeoja itu mau menghabiskan banyak uang hanya untuk membeli tas, sepatu atau baju yang katanya limited edition lah, keluaran designer lah, sedang trend lah padahal fungsinya kan sama saja dengan tas, sepatu dan baju biasa.

Hmmppptt ...

Yunho hampir tak bisa menahan tawanya saat melihat sepasang kekasih tampak baru saja memasuki restoran tersebut. Sebenarnya tak ada yang salah dengan pasangan kekasih itu kalau saja sang yeoja tidak berdandan tebal seperti ahjumma dan memakai pakaian tahun 70an seperti yang biasanya dipakai eommanya saat ikut lomba karaoke antar kampung dulu.

Bukan hanya Yunho yang tertawa tapi hampir semua pengunjung restoran mewah itu menertawakan si yeoja namun sepasang kekasih itu nampak cuek bahkan sang namja menarikan kursi untuk sang yeoja. Benar-benar namja bermental baja, batin Yunho.

"... dan ketika aku ingin membeli tas itu ternyata .."

"Kau ingin ke tempatku malam ini ?" Potong Yunho tak tahan lagi mendengar ocehan Ahra.

"Kukira kau takkan pernah bertanya Yunho-ah" Ahra mengerling genit membuat Yunho ingin muntah.

Keduanya lalu berdiri berniat meninggalkan Restoran itu saat mereka melewati meja sepasang kekasih yang tadi Yunho perhatikan dan Ahra langsung menertawakan dandanan sang Yeoja.

"Ih dasar yeoja menjijikan, pasti yeoja itu dari kalangan bawah lihat saja dandanannya yang kamseupay itu" cibir Ahra yang hanya ditanggapi datar oleh Yunho.

Yunho lalu kembali memandang sepasang kekasih yang kini sedang memesan makanan itu saat dirinya merasa familiar dengan senyum sang yeoja apalagi saat melihat mata bulatnya.

"Ommo" Yunho menutup mulutnya tak percaya saat dia mengenali orang yang tadi hampir ditertawakannya, yeoja itu Kim Jaejoong. Yah tak salah lagi kalau dia Kim Jaejoong karena tak ada yang memiliki mata seindah sahabatnya itu di dunia ini.

"Oppa kau mau kemana ?" tanya Ahra sambil mengekor Yunho yang kini berjalan mendekati meja Jaejoong dan Seunghyun.

"Boleh aku bergabung dengan kalian disini ?"

Jaejoong membelalakan mata besarnya kaget saat melihat Yunho kini sedang berdiri di sampingnya sambil menatapnya jahil dan meminta bergabung di mejanya dan Seunghyun.

"Kalian saling mengenal ?" tanya Seunghyun bingung

"Ya ! Tidak !" Jaejoong dan Yunho memberikan jawaban yang berbeda hingga membuat Seunghyun bingung. Yunho mendeath glare Jaejoong dengan mata musangnya dan membuat Jaejoong segera menghembuskan nafasnya kesal.

"Sebenarnya Yunho adalah temanku tapi bukankah kau sedang berkencan dengan yeojachingumu Yunho-ssi ?"

Yunho memasang wajah kesal mengetahui Jaejoong sengaja ingin mengusirnya. Tak dihiraukannya Ahra yang kini sudah bergelayut manja di lengannya seperti anak monyet yang bergelayutan di pohon.

"Mungkin akan lebih menarik kalau kita bisa mengobrol berempat disini, kau tak keberatan kan ..."

"Choi Seunghyun tapi teman-temanku kadang memanggilku TOP" Seunghyun mencoba memperkenalkan dirinya.

"Ah ne, Kau tak keberatan kan TOP-ssi ?"

"Tentu saja, lebih ramai akan lebih menyenangkan"

Yunho menyeringai penuh kemenangan sementara Jaejoong mengutuk namja itu dalam hati dan berjanji bila suatu saat Tuhan memperbolehkannya menukar sesuatu dengan boneka Hello kitty pasti dia akan menukar Yunho terlebih dulu.

.

.

** YUNJAE **

.

.

"Orangtua macam apa yang memberi nama anaknya TOP" Yunho terus bergumam sepanjang hari sehingga membuat kedua sahabatnya, Yoochun dan Changmin memutar matanya bosan "Dan itu bahkan bukan sebuah nama, itu seperti merk snack"

"Snack yang sangat enak hyung"

"Changmin-ah berhenti menggoda Yunho"

Yoochun melirik ke arah Yunho yang entah terlihat sangat terganggu, Dia dan Changmin ditelfon pagi buta untuk berkumpul di rumah Yunho dan yang mengejutkan adalah mereka dikumpulkan hanya untuk membahas masalah kencan Jaejoong semalam.

"Aku tak tahu ada apa dengan Jaejoong, kukira dia akan berterima kasih padaku karena menjauhkannya dari namja berwajah sangar itu tapi dia malah terus menedang kakiku dari bawah meja sepanjang malam dan memintaku untuk meninggalkannya sendirian"

"Dan hyung meninggalkannya ?" Changmin penasaran.

"Hell no ! setelah setengah jam kami mengobrol yang Jaejoong salah artikan sebagai introgasi, Penyihir kecil itu menarikku keluar untuk bicara berdua dan dia mulai berteriak serta menendang lututku keras"

Yunho tampak kesal saat menceritakan kejadian semalam sementara Yoochun dan Changmin mati-matian menahan tawa mereka.

"Dia bilang aku mengacaukan kencannya ?! Kencan ?! Dia sudah gila mau berdandan seperti ahjumma genit hanya untu berkencan dengan namja itu dan waktu aku mau masuk kembali ke Restoran Jaejoong mengancamku akan menelfon ibuku dan mengadukan semua perbuatan nakalku dulu padanya dan kalian tahu kan bagaimana orangtuaku menyayangi Jaejoong. Kadang aku berfikir sewaktu lahir kami tertukar di RS karena orangtuaku lebih menyayangi Jaejoong daripada aku dan apa kau tahu kalau namja snack itu juga seorang pianis ?seperti hal itu hal paling keren di dunia. Jaejoong bahkan bersikap seperti seorang fangirls saat namja itu bercerita kalau dia memainkan symphoni Beethoven di sebuah private concert"

Yunho terus mengeluarkan uneg-unegnya membuat Yoochun dan Changmin membuka mulutnya tak percaya, Seorang cool prince seperti Yunho terus merepet tanpa henti seperti petasan banting hanya karena seorang Kim Jaejoong.

Hmm... tercium bau sesuatu yang mencurigakan disini.

"Apa kau cemburu ?" Yoochun bertanya langsung ke sasarannya membuat Yunho terdiam, dia mencoba membuka mulutnya namun tak ada satupun kata yang keluar dari sana.

"Jaejoong sudah kuanggap dongsaengku sendiri jadi aku merasa berkewajiban untuk menjaganya"

"Kalau begitu tak ada masalah bukan, lagipula kudengar namja bernama TOP itu orang yang baik"

"Darimana kau mengetahui tentang hal itu ?" Yunho memicingkan matanya curiga.

"Namja itu bekerja di perusahaan yang sama dengan Jaejoong dan Junsu, Junsu bercerita padaku kemarin tentangnya"

"Yoochun hyung benar, Jaejoong hyung sudah berada di tangan yang tepat dan jangan ganggu mereka lagi" Kali ini Changmin yang bersuara.

"Apa kau tak mendengar apa yang dari tadi kuucapkan hah ?pokoknya aku takkan membiarkan mereka berdua"

"Kenapa aku merasa kalau hyung merencanakan sesuatu yang jahat"

Yunho memasang seringai setannya mendengar ucapan Changmin yang tepat sasaran. Dia membayangkan seluruh rencana yang sudah tersusun di otaknya untuk memisahkan Jaejoong dari namja Snack itu.

"Itu karena aku dan Ahra sudah merencanakan untuk double date bersama mereka besok"

.

.

.

Yunho tahu hari sudah larut saat tanpa sadar dia berjalan masuk ke pekarangan rumah Jaejoong dan memanjat sebuah pohon yang berada tepat di samping Kamar Jaejoong yang berada di lantai 2.

Yunho terdiam sampai di sebuah cabang pohon yang cukup besar dan duduk disana lalu diam-diam mengamati Jaejoong yang kini terlihat sangat cute dalam balutan piyama hamtaronya dan sedang menari kesana-kemari sambil memegang sebuah sisir yang digunakannya sebagai microphone.

Sayup-sayup suara indah milik Jaejoong yang sedang menyanyikan lagu 3 beruang mengalun lembut dari balik jendela kamar namja cantik itu dan tanpa sadar sebuah senyuman manis terukir di bibir Yunho saat melihat Jaejoong begitu lincah menarikan lagu tersebut.

Tiba-tiba Yunho kembali teringat masa kecilnya, dimana dulu dia dan Jaejoong sering bernyanyi dan menari bersama di depan orangtua mereka sekedar untuk hiburan. Saat itu Jaejoong didandani memakai dress Taemin ahjumma dan memakai sepatu high heels yang kebesaran untuk kaki mungilnya sementara Yunho memakai Jas yang dibelikan pamannya sebagai hadiah ulang tahun lalu mereka berdua bernyanyi memakai alat karaoke milik eommanya Yunho.

Yunho lalu menyandarkan tubuhnya di pohon dan ikut bernyanyi bersama Jaejoong tanpa sepengetahuan namja cantik itu. Dia melupakan misinya untuk bertanya pada Jaejoong mengenai hubungannya dengan namja bernama TOP itu dan memilih menikmati tarian Jaejoong yang tampak seduktif dimatanya.

.

.

** YUNJAE **

.

.

Keesokan harinya mimpi buruk Jaejoong seakan dimulai. Jaejoong berdandan simple hari itu seperti yang dilakukannya di pesta Yoochun waktu itu namun entah kenapa hal itu malah membuat Yunho dan Seunghyun tak pernah mau jauh-jauh darinya dan Ahra melempar deathglare seharian ke arahnya.

Seperti saat inj, keempatnya memutuskan untuk menonton film dan Yunho serta Seunghyun sedang membeli cemilan sementara Jaejoong dan Ahra menunggu di sebuah bangku tak jauh dari keduanya.

"Ini, Popcorn dengan mentega ekstra favoritmu Joongie" Yunho menaruh popcorn di pangkuan Jaejoong dan Jaejoong hanya memandangnya datar.

Jaejoong hampir saja mencekik leher Yunho kalau saja dia tak segera menahan emosinya. Dalam hatinya dia mengutuk Yunho agar berubah menjadi kodok budug. Hey bagaimana dia bisa mendapatkan ciuman pertamanya dengan Seunghyun kalau makhluk rese yang terus tersenyum seperti idiot itu terus mengekorinya sedari tadi. Geeezz..

"Permisi guys aku perlu bicara dengan Yunho sebentar" Jaejoong lalu menarik Yunho bagaikan menarik seekor kerbau menuju toilet yang memang berada di gedung bioskop tersebut dan untungnya saat itu toilet sepi jadi keduanya bisa berbicara dengan bebas.

"Sebenarnya apa yang sedang kau coba lakukan ?" Tanya Jaejoong dengan muka iritasi.

"Apa maksudmu ? bukankah kau memang menyukai popcorn dengan tambahan mentega ekstra ?"

"Jung Yunho, aku bersumpah akan ada pertumpahan darah disini kalau kau tak cepat membuka mulut kecilmu itu"

"Apa kau sedang PMS-ing Jae-ah ?" tanya Yunho yang mulai ketakutan dengan aura hitam yang dikeluarkan sahabatnya itu sementara itu Jaejoong tampak mulai kehilangan kesabarannya.

"Aarrrggh kenapa kau tidak membawa saja yeojachingu plastikmu .."

"Ahra ?"

"Siapapun namanya ke sebuah sudut dan cumbui dia disana daripada menggangguku terus"

"Kenapa ?" Yunho menatap Jaejoong curiga "Agar kau bisa bebas berciuman dengan namja snack itu hah ?"

Pipi Jaejoong langsung merona heboh mendengar pertanyaan Yunho sedangkan Yunho tambah iritasi melihatnya.

"Aiiish susah bicara dengan idiot sepertimu. Lebih baik kita segera kembali karena film akan dimulai tapi ingat jangan pernah menggangguku dan Hyunnie lagi arra ?"

Yunho memutar matanya kesal tapi mau tak mau diapun mengikuti langkah namja cantik itu keluar dari toilet.

2 jam pemutaran film horror itu seakan mimpi buruk bagi Seunghyun. Ahra tak berhenti berteriak dengan suara cemprengnya saat hantunya keluar sementara Jaejoong tampak tenang walaupun sesekali dia menutup matanya dengan kedua tangan saat namja cantik itu ketakutan melihat hantu.

Seunghyun mencoba menenangkan Jaejoong dengan mengusap punggungnya dan berniat merebahkan kepala namja cantik itu di bahunya saat tanpa sengaja dia beradu pandang dengan Yunho yang melemparkan Death glare padanya dan segera membawa tubuh mungil Jaejoong kedalam dekapannya.

Setelah menonton, keempatnya pergi ke sebuah restoran tak jauh dari gedung bioskop. Jaejoong langsung minta izin untuk pergi ke toilet diikuti oleh Ahra di belakangnya.

Setelah Jaejoong selesai mencuci mukanya, dia langsung keluar dari toilet dan tanpa sengaja berpas-pasan dengan Ahra di depan Toilet. Merekapun akhirnya memutuskan untuk kembali ke meja mereka bersama-sama.

"Kau terlihat sangat stress Jaejoong oppa" Ahra mencoba menebak raut wajah Jaejoong.

"Aku tak tahu kenapa kau bisa begitu betah bersama si Yunho pabo itu tanpa berniat menukar otaknya dengan otak monyet yang jelas jauh lebih pintar darinya sekarang"

"Dia perduli padamu oppa makanya dia bersikap seperti itu"

"Yeah right dan tingkah sok perdulinya itu tak kubutuhkan sama sekali" ucap Jaejoong sarkastik.

"Yunho oppa hanya berfikir kalau Seunghyun oppa bukan namja yang baik untukmu"

"Demi tuhan Ahra-ah, dia baru mengenal hyunnie selama 2 hari dan bagaimana mungkin dia bisa berfikir seperti itu ?"

Ahra haanya tersenyum dan membiarkan Jaejoong yang tampaknya emosi untuk menenangkan dirinya dulu.

"Lebih baik kita segera kembali ke meja kita sebelum Yunho oppa dan seunghyun oppa saling membunuh"

Makanan sudah tersedia di atas meja mereka saat Jaejoong dan Ahra kembali dari toilet, Jaejoong terdiam saat melihat segelas juice melon berada di atas meja dan dia langsung menatap Yunho.

"oh, aku lupa memberitahu TOP-ssi kalau kau alergi dengan melon, dia yang memesan jus itu untukmu" Ucap Yunho sambil terus menyuapkan makanannya dengan mimik muka dibuat sepolos mungkin "Itu bukan salahmu TOP-ssi, gwenchana"

Sebuah senyuman kemenangan tercetak di wajah tampan Yunho, dalam hatinya dia bersorak gembira karena merasa menang atas Seunghyun kali ini sementara Seunghyun hanya diam saja tak bereaksi apa-apa.

Yunho lalu mendorong Strawberry Shake nya ke arah Jaejoong dan mengangguk meyakinkan

"Ini, kita tukar. Aku akan meminum racun itu untukmu my lady. Aku juga sudah memesan makanan favoritmu, Chicken noodle soup"

Yunho lalu memberi Seunghyun sebuah smirk dan tatapan mengejek.

'2-0 namja snack, rasakan itu !' Teriak Yunho dalam hati.

Jaejoong hanya berusaha untuk tenang namun hatinya takut kalau Seunghyun merasa terintimidasi. Dia tak bisa menunggu sampai mimpi buruk ini berakhir dan berharap dalam hati Seunghyun pulang dari tempat ini dalam keadaan hidup.

.

.

** YUNJAE **

.

.

Ini sudah hampir seminggu berlalu sejak hari menyebalkan itu, Jaejoong menyangka hidupnya kini akan kembali normal namun sayangnya dia salah.

Jaejoong sedang mengobrol dengan Seunghyun ketika terdengar keributan di loby kantor. Hyuna, salah satu staffnya mengatakan kalau di loby ada seorang namja yang memaksa masuk ke dalam gedung untuk menyerahkan sebuket bunga untuk tunangannya.

Resepsionis perusahaan sudah meminta namja tersebut untuk menunggu namun dia menolak dan ingin langsung menemui tunangannya untuk memberi kejutan hingga akhirnya dia harus berurusan dengan satpam perusahaan sekarang.

Jaejoong yang penasaran lalu beranjak ke loby bersama Junsu dan betapa kagetnya dia melihat disana Yunho sedang berteriak ke arah satpam agar diijinkan masuk.

Jaejoong lalu menghampiri Yunho dan saat melihat kehadiran namja cantik itu, mata Yunho langsung berbinar senang dan memberikan buket bunga yang dipegangnya pada Jaejoong.

Jaejoong bingung harus tertawa atau menangis menerima kejutan ini, dia berharap bisa melakukan keduanya sekaligus namun pasti dia akan dianggap gila oleh puluhan orang yang sedang melihatnya dan Yunho saat ini.

"Yunho-ah apa yang sedang kau lakukan disini ?"

"Tentu untuk melihatmu bodoh ! sekarang tolong singkirkan satpam-satpam itu dariku, aku ingin membawamu ke suatu tempat"

Tanpa aba-aba Yunho langsung menarik tangan Jaejoong menuju ke mobilnya yang berada di parkiran gedung perusahaan itu namun sesampainya disana Jaejoong menolak untuk masuk ke dalam mobil.

"Wae ?" tanya Yunho bingung

"Aku harus menegaskan hubungan kita"

"Apa maksudmu Jae-ah ?"

"Kau tak usah mencampuri kehidupan pribadiku dan aku juga akan melakukan hal yang sama, tapi kau tenang saja aku akan tetap membantu rencanamu"

Yunho terdiam, ucapan Jaejoong entah kenapa terasa menusuk jantungnya. Dia ingin membantah namun tak ada yang keluar dari mulutnya.

"Ikutlah dulu denganku, aku ingin menunjukan sesuatu padamu"

Jaejoong mengangguk pelan lalu masuk ke dalam mobil Yunho. Tak banyak yang mereka bicarakan selama perjalanan entah kemana itu karena keduanya memilih untuk diam dan tenggelam dalam fikiran masing-masing.

Tak lama kemudian, kedua insan itu sampai di sebuah bukit yang berada di pinggir kota. Bukit itu sangat indah dan Jaejoong terlihat sangat senang hingga melupakan kekesalannya pada Yunho.

Jaejoong langsung berlari keluar dari mobil dan melepas sepatunya hingga dia dapat merasakan rumput-rumput halus menggelitiki kakinya. Jaejoong menutup matanya lalu tertawa riang hingga membuat Yunho terpesona melihatnya.

Yunho mengutuk dirinya sendiri, bagaimana mungkin dia berkeliaran mencari yeoja-yeoja plastik sementara ada keindahan alami yang luar biasa di hadapannya.

"Kau suka ?" tanya Yunho sambil merangkul pinggang ramping Jaejoong dari belakang membuat Jaejoong langsung terdiam.

"Aku suka Yunho-ah, suka sekali"

"Aku juga langsung jatuh cinta sejak pertama kali aku menemukan tempat ini bahkan aku membangun sebuah rumah masa depan tak jauh dari sini"

Yunho berbisik di telinga Jaejoong sehingga membuat namja cantik itu sedikit bergidik kegelian namun jantungnya lah yang paling bekerja keras saat ini karena detakannya semakin keras dari tadi hingga terasa hampir copot.

"Mau ke tempatku ?"

.

.

'Awalnya dengan manis, dengan wajar tertarik padaku

Lebih dulu kau bilang akan selamanya begitu

Kau inginkan aku, kau jatuh padaku, kau gila padaku

Tak bisa lari

I got you ~ under my skin'

.

.

Kejadian setelah Yunho membawanya ke rumah masa depannya yang indah terasa bagai mimpi bagi Jaejoong, yang dia ingat hanyalah kini dia terbaring di sebuah tempat tidur dan Yunho sudah berada di atasnya, menyentuh seluruh sisi kenikmatannya dan saling bercumbu satu sama lain seakan tak ada lagi hari esok.

Jaejoong membiarkan lenguhan seksinya terdengar saat tangan-tangan kekar Yunho mulai menyelusup ke dalam bajunya. Ini terasa aneh namun terasa nikmat pada saat bersamaan. Jaejoong bergidik nikmat saat kenikmatan itu perlahan menghampiri kepalanya dan turun hingga saraf-saraf di jari kakinya.

.

.

'Kau inginkan aku, kau jatuh padaku, kau gila padaku

Kau budakku

I got you ~ under my skin'

.

.

Jaejoong menarik dirinya dan meraih bagian bawah V-neck birunya dan menariknya hingga atas kepalanya. Dia menghirup nafas dalam-dalam merasa takut Yunho akan kecewa melihat bentuk badannya yang tak sebagus orang lain namun Jaejoong tak melihat tatapan apapun di mata Yunho kecuali tatapan terpesona saat melihat tubuh bagian atasnya kini terekspos sempurna.

Yunho duduk, mulai membantu Jaejoong melepaskan pakaiannya hingga naked dan diapun lalu melepas seluruh pakaian yang dikenakannya hingga keduanya kini berada dalam keadaan polos. Yunho menatap Jaejoong dengan nafsu sedangkan jaejoong menutup kedua wajahnya malu.

"Ini pertama kali untukku Yunho-ah" bisik Jaejoong lirih

"Aku akan bersikap gentle, percayalah padaku" Jawab Yunho mencoba menenangkan namja cantiknya yang kini sudah mulai rileks di pelukannya.

.

.

'Tatapan tajam yang menembus ke dalam kepalamu

Bukan aku, bukan pula chrome heart yang tak bergerak

Itu jalan yang kau pilih oh~'

.

.

Yunho pernah melakukan sex sebelumnya, sering tapi ini pertama kalinya dia bercinta dan tak pernah dalam hidupnya dia merasakan gejolak seperti yang dia rasakan saat ini.

"Jaejoong-ah"

Yunho lalu mulai mengecup leher putih Jaejoong yang terasa sangat manis di mulutnya, dia membuat beberapa kissmark disana untuk menandakan bahwa namja cantik itu adalah miliknya. Yunho terus menghisap leher Jaejoong dan perlahan turun hingga mulutnya menemukan sebuah nipple berwarna pink yang langsung dia hisap dengan semangat hingga membuat Jaejoong melenguh merasakan nikmat yang amat sangat.

.

.

'Mengaliri pembuluh darah, jutaan crystalku

Akhirnya dimulai, berakhirnya perubahanku

Bukankah ini juga cinta? Oh~'

.

.

Yunho mengerang keras saat jari-jarinya membelai manhole Jaejoong sementara mulutnya kini menghisap nipple Jaejoong bergantian. Di sisi lain Jaejoong juga tak mau kalah, dia meraba bagian bawah tubuh Yunho dan menemukan sebuah benda yang sudah sedikit mengeras.

Dengan Jari-jari lentiknya Jaejoong mengocok junior Yunho pelan-pelan dan semakin lama semakin cepat membuat Yunho mengerang dan semakin lama juniornya semakin membesar. Ketika Yunho merasa akan klimaks, dia segera melepas tangan Jaejoong di juniornya dan menatap mata Jaejoong yang kini terbaring pasrah dibawahnya.

"Tolong hentikan aku Jae-ah, aku takut aku tak bisa berhenti lagi sekarang" bisik Yunho

"Maka jangan berhenti"

"Apa kau yakin ?" Tanya Yunho sambil menatap langsung kedua doe eyes milik Jaejoong.

Jaejoong mengangguk, tak pernah dia seyakin ini dalam hidupnya.

.

.

'Ku kendalikan kau dalam mimpimu

Dalam mantraku kau jadi rindu kembali

I got you ~ under my skin'

.

.

Perlahan namun pasti Yunho memasukan satu jarinya ke dalam manhole Jaejoong. Jaejoong terlihat sedikit meringis dan Yunho sempat ingin menarik kembali jarinya namun segara dilarang oleh Jaejoong, dan tanpa sadar kini sudah tiga jari milik Yunho yang berada di dalam manhole namja cantik itu.

Yunho mengutuk dalam hati, hole Jaejoong terasa sangat ketat, Yunho berharap bahwa dia tidak akan membuat Jaejoong takut. Dia masih Perawan, demi Tuhan. Dan di sini ia bertindak seperti orang gila, tidak sabar untuk masuk ke dalam dirinya.

My devil's ride, tiada tempat bernafas lagi

Kalau begitu sekarang bagaimana menikmatinya?

I got you ~ under my skin

Jaejoong memeluk punggung Yunho erat saat merasakan sebuah benda keras nan panjang mencoba masuk ke dalam manhole nya. Rasanya sakit, sungguh bagaikan dicabik-cabik dan dibelah menjadi dua naamun dia tak bisa berhenti sekarang. Jaejoong tak ingin membuat Yunho kecewa dan jujur diapun menginginkan hal ini.

Yunho mendiamkan juniornya sebentar setelah benda itu masuk ke dalam manhole Jaejoong sepenuhnya, setelah dirasanya Jaejoong mulai rileks, namja bermata musang itu mulai menggerakan tubuhnya maju mundur pelan dan berirama.

"Aaaaah"

Yunho tersenyum senang saat Jaejoong melenguh nikmat tanda kalau dia sukses menemukan sweetspot Jaejoong. Yunho terus memompa tubuhnya keluar masuk sedangkan tangan kanannya sibuk memberi kenikmatan pada Junior Jaejoong yang kini juga sudah mulai terangsang.

.

.

'Kau inginkan aku, kau jatuh padaku, kau gila padaku

Kau budakku

I got you ~ under my skin'

.

.

Jaejoong menggigit bibir bawahnya saat dirasakan kenikmatan kini menjalari seluruh syaraf di tubuhnya begitupun dengan Yunho. Kedua insan tersebut terus berpacu mencari kenikmatan surgawi mereka.

"Aku berjanji takkan menyakitimu lagi, aku Janji Jae-ah" ucap Yunho di tengah kenikmatan mereka.

Mereka orgasme bersama-sama dan runtuh terengah-engah karena kelelahan. Yunho kemudian menarik Jaejoong lebih dekat dengan dadanya, keduanya berpelukan dalam posisi miring dan sesekali Yunho mengusap rambut Jaejoong lembut dan mencium dahinya penuh sayang.

"Tidurlah"

"Saranghae" bisik Jaejoong sebelum terlarut dalam tidurnya.

.

.

.

TBC