Twinkle – Twinkle Part 3
.
.
Tittle : Twinkle – Twinkle Part 3
Author : Reii Chan
Cast : Kim Jaenista, Jung Yunbear, sama cameo2 nya lah.
Genre : Romance, Hurt, Fluff
Happy Reading ^^
.
.
"You know you're in love when you can't fall asleep because reality is finally better than your dreams."
― Dr. Seuss
.
.
"Saranghae" bisik Jaejoong sebelum terlarut dalam tidurnya sementara namja di sebelahnya sudah lebih dulu berenang ke alam mimpi hingga tak mendengar kalimat sakral yang terlontar dari bibir cherry namja cantik itu.
.
.
Part 3 – Broken Heart
.
.
Jaejoong mengerjapkan doe eyes nya pelan saat menangkap cahaya matahari menembus retina matanya, Dia merasa perih pada bagian bawah badannya namun dipaksakannya untuk berdiri dan memakai pakaiannya satu persatu walaupun sesekali namja cantik itu meringis kecil.
Setelah berpakaian lengkap, Jaejoong memandang figur Yunho yang masih tertidur dalam damai. Namja itu terlihat sangat tampan dengan bulu mata lentiknya, hidung mancung dan bibir berbentuk hati membuat Jaejoong tersenyum kecut. Jaejoong membatin pantas saja banyak yang mengaguminya, Yunho terlihat sangat sempurna bagaikan pangeran di negeri dongeng.
"Selamat pagi" sapa Yunho dengan suara serak khas bangun tidur. Yunho lalu tersenyum sementara Jaejoong merapikan rambutnya gugup lalu mulai memakai sepatunya tanpa memandang mata musang Yunho sedikitpun.
"Aku harus pergi"
"Dengar Jae-ah. Semalam sangat mengejutkan, maksudku ..."
"Gwenchana Yunho-ah" Jaejoong tiba-tiba memotong ucapan Yunho yang kini sibuk memakai boxer berwarna kuning dan bergambar Sponge bob miliknya
"Aku sering one night stand sebelumnya tapi kali ini aku merasa ..."
Jaejoong tertegun, One night Stand ? jadi Yunho menganggap apa yang mereka lakukan semalam itu hanya One night Stand seperti yang biasa dia lekukan dengan yeoja-yeoja murahan itu ?
Demi tuhan, kalau saja bunuh diri tidak dosa pasti Jaejoong sudah gantung diri di Pohon pisang di Kebunnya Changmin saat ini.
"Hey Jae, apa kau mendengarkanku ?"
"Ah tentu aku mendengarmu, aku hanya ingin berterima kasih padamu maksudku tanpamu mungkin aku akan mati dalam keadaan virgin dan itu sama sekali tidak keren iya kan"
Jaejoong mulai melantur membuat Yunho bingung, hey Yunho belum selesai bicara dan kenapa Jaejoong hoby sekali memotong ucapannya sih ? Namja tampan itu ingin beranjak turun dan menghampiri Jaejoong namun Jaejoong malah menghindar membuat Yunho sedikit kesal sekarang.
"Aku harus pergi, lupakan saja kejadian hari ini anggap tak pernah terjadi okey ? Bye Yunho-ah"
"Hei Jae tunggu ..."
Yunho berusaha mengejar Jaejoong namun terlambat, namja cantik itu berlari dengan cepat bagaikan ahjumma-ahjumma mengejar tukang sayur yang menjual kangkung berhadiah kulkas. Yunho lalu merebahkan dirinya lagi di tempat tidur yang masih beraroma sex sisa pertempurannya dan Jaejoong semalam.
"Aku belum bilang kalau aku merasa jantungku berdebar kencang semalam Jae-ah, aku merasa kalau aku telah jatuh cinta padamu" ucap Yunho lirih.
.
.
Junsu berdecak pelan, sejak Jaejoong menelfon ke kantor kalau dia sakit dan tak bisa masuk kerja tadi Junsu langsung dengan panik berlari dari kantornya ke rumah Jaejoong yang jaraknya lumayan jauh hingga nafasnya hampir habis.
Sepertinya lumba-lumba kita yang imut itu lupa kalau di dunia ini sudah ditemukan yang namanya mobil dan Taksi.
Namja imut itu kini memandang prihatin ke arah atasan yang juga sahabatnya yang kini tengah duduk sambil terisak kecil di Tempat tidurnya. Matanya bengkak, pipinya memerah dan bibirnya membentuk pout imut ah andai yang berada disana si Jung pervert pasti Jaejoong sudah tinggal sejarah sekarang.
"Sudahlah hyung, kau menangis seperti yeoja yang baru saja kehilangan keperawanan. Ceritakanlah padaku apa yang terjadi"
Junsu mengusap punggung Jaejoong lembut mencoba untuk memberinya ketenangan. Ah sahabat yang baik bukan ? tidak juga, kalau bukan karena Jaejoong atasan yang menggajinya Junsu lebih memilih berendam di Sea World bersama kuda nil daripada ikut campur masalah Jaejoong yang sudah tak ABG lagi tapi masih sering labil.
"A..ku memang kehilangan keperawananku Junsu-ah"
"What ? tapi bagaimana bisa hyung-ah, maksudku kau kan namja bukan yeoja"
"Tapi aku kan uke"
"Siapa yang telah mengambil keperawananmu hyung ? Palli, katakan padaku !"
Junsu mengepalkan tangannya kesal, dalam hati dia berharap kalau bukan si Jung Yunho pabo itu yang mengambil keperawanan Jae hyung nya. Hei bagaimanapun perawan berhak dapat perjaka bukan dan Junsu rela sumpah apapun kalau Yunho sudah tidak perjaka lagi =,=
"Yunho"
"MWO ? bagaimana bisa ? kukira kau pintar hyung tapi kenapa kau malah menyerahkan hal sepenting itu pada si pabo Jung, dia hanya akan meninggalkanmu setelah menikmati tubuhmu seperti di sinetron-sinetron yang aku tonton"
Jaejoong makin terisak, ucapannya Junsu benar. Jaejoong juga pernah menonton sinetron yang disebutkan Junsu dan dia takut dia hamil lalu orangtuanya mengusirnya hingga Jaejoong jadi gelandangan di jalan lalu Yunho meninggalkannya dan dia harus membesarkan anaknya sendirian dengan keadaan pas-pasan bahkan harus bekerja walaupun sedang hamil hingga saat anaknya berusia 5 tahun Yunho kembali datang dan ingin mengambil anaknya.
Andwee !
Jaejoong tak mau nasibnya se nista tokoh di sinetron itu. Ini jaman emansipasi, harusnya seme yang menderita bukan uke apalagi ukenya cantik, montok dan cetar membahana seperti dirinya.
"Aku tak mengerti Junsu-ah, yang aku tahu hanya rasanya nikmat. Memang sih rasanya sakit saat Junior Yunho yang panjang dan besar itu memasuki hole ku tapi dia begitu pelan lalu saat Juniornya menusuk prost ..."
"STOP ! demi gigi kelincinya Sungmin hyung, aku sama sekali tak tertarik mendengar ceritamu tentang kegiatan kalian semalam. Lalu apa yang dia katakan padamu ? apa dia mengatakan kalau dia mencintaimu hyung ?"
Namja berbibir Cherry itu langsung menunduk mendengar pertanyaan Junsu. Dia tersenyum miris saat mengingat kalau Yunho hanya menganggap malam indah mereka One night stand seperti yang dia lakukan dengan para yeoja murahannya.
"Dia hanya menganggapku one night stand Junsu-ah"
Junsu menggertakan giginya kesal, kenapa dari seluruh namja kece di muka bumi hyungnya yang polos dan imut itu harus jatuh cinta pada Yunho yang brengsek dan playboy. Junsu lalu memeluk Jaejoong yang kini tampak lebih menyedihkan daripada mantan istri bupati Garut yang diceraikan hanya 4 hari setelah menikah itu dan mencoba memberi sugesti kebanggaannya pada sang sahabat.
"Lupakanlah Yunho hyung, kau pantas mendapatkan namja yang jauh lebih baik daripada namja pabo itu. Percayalah padaku"
.
.
** YUNJAE **
.
.
Yunho tampak berjalan mondar-mandir di kantornya, sudah 2 hari sejak kejadian indah itu Jaejoong tidak pernah membalas SMS, wall, mention bahkan mengangkat telfonnya pun tidak. Menelfon ke kantor namja cantik penyuka gajah itu juga Yunho lakukan tapi jawabannya selalu sibuk.
Beberapa kali Yunho mencoba mendatangi kediaman keluarga Kim namun Jaejoong pasti belum pulang hingga Yunho merasa sedikit frustasi. Entah kenapa dia merasa Jaejoong seakan menghindarinya namun dia tak mau berfikir negatif dulu.
Jadilah malam itu Yunho nekat memanjat pohon di samping kamar Jaejoong dan daari luar dia melihat namja cantik itu sedang memasukan beberapa barang ke dalam sebuah kardus besar. Yunho lalu meloncat ke balkon kamar Jaejoong seperti yang sering dilakukannya sewaktu kecil dulu dan masuk begitu saja ke dalam kamar.
Jaejoong terkejut melihat kehadiran Yunho di kamarnya, dia hendak menyembunyikan kardus yang berisi barang-barang Yunho yang akan dia buang dalam rangka melupakan namja tampan itu namun terlambat.
"Jae-ah kemana saja kau 2 hari ini ? aku sampai frustasi berusaha menghubungimu dan apa yang kau lakukan dengan barang-barang itu, Apa kau mau membuangnya ?"
"Aku sibuk yeah aku sibuk, sebentar lagi deadline jadi aku benyak pekerjaan" jawab Jaejoong gugup.
Yunho memicingkan mata musangnya curiga namun dia memilih untuk mempercayai ucapan Jaejoong. Namja tampan itu lalu mendudukan dirinya di tempat tidur Jaejoong dan mulai mengubek-ubek isi kardus yang tadi hendak di sembunyikan Jaejoong.
Jaejoong panik dia takut Yunho mengenali barang-barang yang berada di dalam kardus itu dan ketakutannya terbukti karena kini dahi Yunho tengah mengerut bingung sambil memegang sebuah bebek karet berwarna kuning di tangannya.
"Jae-ah ini boneka gajah yang kuberikan padamu waktu kau ulangtahun yang ke 9 kan ?"
OMG, dia menemukannya ..
"Hei bukankah ini ducky ku yang hilang sewaktu aku berumur 6 tahun ?"
Shit, ketahuan ..
"Dan ini bukankah boxer kesayanganku yang hilang waktu kita piknik bersama di rumah halmoniku ?"
Ah, pasti dia kini menganggapku clepto ..
"Ini juga kaus yang kubeli waktu kita menonton konser Westlife bersama dulu. Ini semua barangku Jae-ah, apa kau bisa menjelaskan kenapa semua barangku berada dalam kardus ini ? apa kau akan membuangnya ?"
Jaejoong terdiam, keringat dingin membasahi tubuhnya kini sedangkan Yunho masih menatapnya tajam menunggu jawaban.
"Ah itu ..itu .. aku ingin mengembalikannya padamu, yeah ini semua milikmu dan aku dulu tak sengaja mengambilnya jadi aku mau mengembalikannya padamu"
"Tapi boneka ini kan hadiah ulang tahunku untukmu, jangan berbohong padaku Jae-ah. Kau aktor yang buruk, kau sadar itu kan ?"
Tok .. Tok ..
Ketukan di pintu menyelamatkan Jaejoong dari introgasi Yunho. Jaejoong menghembuskan nafasnya lega dan tak lama terdengar suara eomma nya dari luar kamarnya.
"Jae baby, kau sudah tidur sayang ?"
"Belum eomma, wae ?"
"Aniyo, eomma mencium bau busuk dari kamarmu. Apa kau masuk angin sayang ?"
"Ani eomma, aku baik-baik saja"
"Kalau kau sakit panggil saja eomma di kamar okay"
"Ne eomma"
Setelah eommanya pergi, Jaejoong mencoba mengendus dan benar saja tercium bau busuk yang makin lama semakin menyengat dari kamarnya dan matanya tertuju pada sepatu Yunho yang kini sedang di pakai Yunho.
"Buka" desis Jaejoong
"Apa ?" tanya Yunho bingung
" Buka sepatumu"
Yunho lalu menuruti perintah Jaejoong dan namja cantik itu berdecak kesal melihat Yunho tak memakai kaus kaki, pantas saja kakinya bau.
Tanpa berperi kesepatuan Jaejoong lalu melempar sepatu Yunho ke halaman belakang rumahnya lewat jendela dan Yunho lengsung terbelalak melihat adegan dramatis itu.
"Hey itu sepatu mahal kau tahu, nanti aku pulang pake apa pabo ?" protes Yunho
"Suruh siapa sepatumu bau"
"Kalau begitu aku akan menginap di kamarmu malam ini, arra ?"
"Mwo ? Anniyo"
"Don't care"
"Baiklah tapi jangan ngiler di tempat tidurku"
"Lihat siapa yang bicara" ucap Yunho menyebalkan lalu menarik tubuh mungil Jaejoong tiduran di tempat tidur dan memeluknya erat.
Jaejoong awalnya merasa canggung dan tak nyaman namun lama kelamaan namja cantik itu mulai relaks dan menikmati wangi mint yang menguar dari tubuh namja manly yang kini mulai memejamkan matanya itu.
Entah kenapa keduanya merasa sangat nyaman berada dalam dekapan satu sama lain.
"Jaljayo Boo"
"jaljayo"
.
.
** YUNJAE **
.
.
Yunho tersenyum menatap wallpaper ponselnya, sudah seminggu dia tak melihat namja cantik itu karena dirinya harus pergi keluar kota untuk urusan bisnis di Amerika dan dia sangat merindukan sahabatnya sejak kecil yang tak pernah gagal membuatnya tersenyum itu.
Namja bermata musang itu lalu menekan angka yang sudah dia hapal diluar kepala dan mulai menunggu telfonnya tersambung, dia tak sabar mendengar suara namja cantik itu menyapanya dan berteriak padanya saat dia goda.
Selama seminggu ini Yunho selalu menelfon Jaejoong dari Amerika hanya untuk menggoda namja cantik itu, Yunho selalu membuat Jaejoong marah dan berteriak mengeluhkan perbedaan waktu dan itu sukses membuat Yunho tertawa puas.
Yunho baru saja akan bersiap-siap menyapa Jaejoong saat suara seorang yeoja menyapa dari sambungan telfon disana.
"Kim sajangnim sedang tidak di tempat. Ada pesan ?"
"Katakan saja Jung Yunho menelfonnya"
Yunho lalu menutup telfonnya dan menghembuskan nafasnya kesal. Dia lalu melirik ke arah jam dinding yang terpajang di kamarnya dan melihat kalau sekarang jam 12.30 yang berarti waktunya makan siang. Setelah berfikir sejenak, dia lalu memutuskan untuk pergi ke kantor Jaejoong dan membawakan Jus Strawberry kesukaan namja cantik itu.
'Jae pasti terkejut' fikir Yunho senang.
Namja berbadan sexy itu lalu bersenandung pelan sambil keluar dari rumahnya dan berjalan kaki ke arah kedai untuk membeli Jus Strawberry. Yunho tak menyadari alasannya melakukan semua itu, dia hanya berfikir kalau dia merindukan sahabatnya. Yah sahabat ..
.
.
Kamar perawatan VVIP di salah satu Rumah sakit terkenal di Korea itu tampak heboh. Dua orang namja yang masih terlihat cantik di usia paruh baya terlihat sedang membicarakan sesuatu sementara seorang namja muda sibuk mengunyah snacknya di sudut ruangan sambil sesekali melirik malas ke arah namja-namja heboh itu.
"Kau sudah 2 minggu lebih berada di sini Heechul hyung, kapan kau berencana akan pulang ?" tanya Taemin sambil menyuapkan sepotong apel ke mulutnya.
"Aku harap sih ngga akan pernah keluar"
Heechul men death glare Changmin, sang keponakan yang nyeletuk seenak jidat lebar Yoochun sementara sang tersangka hanya nyengir gaje.
"Besok aku keluar, aku sudah tidak betah berada di Rumah sakit lagipula lusa pesta ulangtahun Yunho"
"Aku tak percaya kau berpura-pura sakit selama ini hanya agar mereka setuju untuk menikah hyung"
"Kedua anak itu pabo, mereka harus didorong agar mengakui perasaan mereka kalau menunggu mereka inisiatif bisa keburu kiamat Taemin-ah"
Taemin hanya menggeleng pelan mendengar ucapan Heechul, di satu sisi dia memang berharap Jaejoong menikah dengan Yunho namun disisi lain Taemin juga tak ingin memaksakan kehendaknya dan mengorbankan kebahagiaan putranya bila ternyata Jaejoong tak mencintai Yunho.
"Entahlah hyung, aku sedikit tak yakin dengan rencana kita"
"Yunho mencintai Jaejoong sejak dulu, kau ingat waktu Hyun Joong keponakanku dulu datang ke rumah dan memuji Jaejoong cantik, Yunho langsung melemparnya keluar rumah dan tak mengijinkannya datang lagi ke rumah kami sampai sekarang"
Taemin mengangguk.
"Dan ketika mereka berumur 13 tahun dan ada seorang Yeoja bernama Seul gi terus menempel Yunho kemanapun tiba-tiba suatu hari kita menemukan baju yang dibawanya untuk menginap robek-robek dan kemudian kita melihat Jaejoong sedang memegang pisau namun dia malah menyalahkan kejadian itu pada Taepoong ?"
Taemin kembali mengangguk
"Itu sudah bukti kalau mereka saling mencintai Taemin-ah, kau tak perlu meragukan hal itu lagi"
Heechul berkata dengan semangat sementara Taemin hanya bisa mengangguk saja.
'Pantas saja anaknya mudah dibohongi oleh si dolphino, polosnya keturunan eomma nya sih' ucap Changmin dalam hati saat melihat kelakuan kedua namja tak sadar umur itu.
.
.
** YUNJAE **
.
.
"Aku tak bisa menghabiskan semuanya Hyunnie-ah" rajuk Jaejoong manja saat Seunghyun menyuruhnya menghabiskan seluruh pizza yang mereka pesan untuk makan siang itu.
Seunghyun hanya tertawa saat melihat ekspresi imut namja cantik yang ada di depannya, padahal usianya sudah 26 tahun tapi kadang kelakuannya tak kalah childish dengan anak TK.
"Pokoknya kau harus menghabiskannya, aku tak suka melihatmu kurus kering seperti itu Jae-ah aku lebih suka melihatmu yang berisi dan sehat" ujar Seunghyun lalu menyuapi Jaejoong seperti tak ada lagi hari esok.
Ketika Jaejoong bercerita padanya tentang pertunangan palsunya dengan Yunho, jujur Seunghyun sempat terkejut karena mengira hal itu hanya terjadi di sinetron yang di tonton Junsu. Walaupun Jaejoong mencoba meyakinkannya kalau dia dan Yunho sebatas teman namun Seunghyun tak terlalu yakin apalagi melihat cara Yunho memandang Jaejoong.
Hey, orang bodohpun tau kalau tak ada seorang kakak yang memandang adiknya seperti itu namun tampaknya dalam urusan cinta Jaejoong mungkin jauh di bawah kata bodoh jadi dia tak menyadari hal itu.
Jujur Seunghyun dari dulu sudah tertarik pada namja cantik itu, dia bahkan tak peduli banyak yang mengejek Jaejoong culun, cupu atau kampungan karena setiap melihat namja cantik itu yang terlihat hanyalah ketulusan, kebaikan dan rasa nyaman di hati.
Dan cintanya semakin besar saat melihat penampilan Jaejoong yang sangat cantik kini, sang itik buruk rupa telah berubah menjadi angsa dan Seunghyun merasa beruntung karena bisa dekat dengan namja cantik itu kini.
Hingga akhirnya namja penyuka Pink itu memutuskan untuk mengutarakan perasaannya pada Jaejoong sekarang sebelum semuanya terlambat.
"Jaejoong-ah, aku ingin mengatakan sesuatu padamu"
"Wae ?"
Seunghyun lalu menggenggam tangan Jaejoong yang dan menatap doe eyes itu dalam mencoba menyalurkan seluruh perasaannya.
"Mungkin ini terlalu cepat Jaejoong-ah tapi aku mencintaimu dan perasaan ini sudah lama kurasakan. Jaejoong-ah, apa kau mau menjadi kekasihku ?"
Jaejoong terkejut dan memelototkan kedua mata besarnya tak percaya.
'Hey ini yang kuinginkan bukan' batin Jaejoong 'Aku harus bisa melupakan Yunho dan move on. Seunghyun namja yang baik dan bertanggung jawab laagipula aku menyukainya'
Jaejoong terus berperang batin sementara namja di hadapannya terus menunggu jawabannya dengan sabar. Dia tau tak mudah untuk Jaejoong untuk mengambil keputusan namun dia akan menunggu.
"Kalau kau tak bisa menjawabnya sekarang aku bisa menunggu Jae-ah .."
"Aku mau" ucap Jaejoong tiba-tiba tak ayal membuat Seunghyun tersenyum senang "Aku mau menjaadi kekasihmu Hyunnie-ah"
Seunghyun lalu melompat dan berteriak seperti anak kecil hingga orang-orang yang berada di tempat itu menoleh ke arah mereka sementara Jaejoong tertawa kecil karena akhirnya ada seseorang yang menginginkannya, memperdulikannya.
"Kau takkan menyesalinya Jae-ah, aku berjanji" janji Seunghyun sambil memeluk Jaejoong erat dan meletakan kepala namja cantik itu di dada bidangnya.
"Gomawo Jae-ah, Gomawo"
.
.
Yunho terus mengeluhkan pelayanan kedai yang menurutnya sangat lama, bayangkan saja dia harus menunggu hampir setengah jam hanya untuk segelas plastik Jus Strawberry yang kini dibawanya mana tempatnya bau lagi. Uuugh kalau bukan untuk Jaejoong pasti dia malas pergi ke tempat itu.
Namja tampan itu terus berjalan menuju kantor Jaejoong yang berada tak jauh dari sana sambil bersenandung pelan dan tersenyum seperti idiot dan senyumnya makin lebar saat mendengar suara lembut yang sangat dia kenal dari seberang jalan, suara Jaejoong nya.
Benar saja, di seberang jalan Jaejoong sedang berjalan sambil tertawa senang. Dia terlihat sangat cantik dalam balutan celana Jeans, kaus V-neck biru dan sepetu Boots yang membuatnya tampak sedikit lebih tinggi.
Yunho baru saja akan menyebrang jalan dan menghampiri Jaejoong ketika dia menyadari namja cantik itu tak sendiri, ada seorang Choi Seunghyun di sampingnya yang kini sedang memasang tampang lucu hingga membuat Jaejoong tertawa.
'Aku akan menyelamatkan Jaejoong dari namja snack itu' ucap Yunho dalam hatinya namun pemandangan yang kemudian dilihatnya membuat namja tampan itu shock.
Seunghyun tiba-tiba mencium Jaejoong tepat di bibirnya, Di tengah Jalan ! Di tengah hari dimana banyak orang disana ! dan yang lebih mengejutkan adalah Jaejoong kemudian melingkarkan tangannya di pundak namja snack itu dan keduanya berciuman semakin panas.
Hey, apa yang terjadi sebenarnya ?
Kenapa Jaejoong malah membalas ciumannya ?
Harusnya Jaejoong mendorong namja snack itu dan menamparnya kan ?
Seluruh pertanyaan itu berkecamuk di benak Yunho, tiba-tiba pegangannya pada kantong plastik yang di bawanya melemah dan akhirnya kantong plastik itu jatuh dan jus yang berada di dalamnya tumpah ke jalan begitu saja.
Yunho merasa kini semua tulangnya telah hilang dan dia sulit bernafas, semua ini terasa seperti seseorang mengambil hatinya dengan paksa dan mencincangnya dengan pisau tukang daging lalu menggorengnya di minyak panas.
Sakiiiit ...
Yunho ingin menggerakan kakinya namun tak bisa, dia bahkan terlalu lemas untuk sekedar mengangkat jarinya sementara Jaejoong yang tak menyadari kehadiran Yunho terus saja berciuman dengan Seunghyun.
"Aku mencintaimu Jae-ah ... aku mencintaimu" ucap Yunho nyaris berbisik bersamaan dengan krystal bening yang keluar membasahi pipinya.
.
.
.
TBC
Next Chapt is the last Chapt ..
So, mind to R & R ?
