Twinkle – Twinkle Part 4 / End
.
.
Tittle : Twinkle – Twinkle part 4 / End
Author : Reii Chan
Cast : Kim Jaenista, Jung Yunbear
Genre : Romance, Fluff, Hurt
.
.
.
Happy Reading ^.^
'Dan bila hari esok kutahu kau tak disampingku, aku masih disini untuk setia'
-Jikustik 'setia'
.
.
CHANGMIN POV
.
.
"Yak apa kau idiot Changmin-ah, orang normal tidak memasukan coklat ke dalam Ramyun" teriak jidat hyung frustasi saat aku dengan jeniusnya hendak memasukan sebatang coklat putih favoritku ke dalam ramyun yang sedang kami buat agar rasanya bertambah maknyuss ..
Aku hanya tersenyum lebar menunjukan gigi-gigiku yang rapi hasil kerja keras sebagai bintang iklan pasta gigi waktu kecil dulu.
"Aku kan hanya membuat rasanya lebih bervariasi jidat hyung, kalau rasanya biasa-biasa saja kan ngga aneh. Hidup itu harus penuh inovasi, makanya punya jidat lebar itu manfaatkan jangan Cuma dijadikan pajangan"
JLEB ..
Sepertinya kata-kata manisku tadi langsung memberikan pencerahan kepada Jidat hyung tersayangku karena kulihat kini mukanya berubah seperti... entahlah sulit mendeskripsikannya.
Ting .. Tong ..
Aiish bunyi bel jadul itu mengganggu saja, kalau aku jadi jidat hyung aku pasti sudah mengganti bunyi bel nya dengan lagu Mirotic atau Ballon milik boyband TVXQ yang magnae nya kece badai itu.
Kulirik jidat hyung yang sudah melambaikan tangannya menyuruhku membuka pintu sambil sebelah tangannya menunjuk-nunjuk kulkasnya, aiiish aku tahu apa maksudnya itu.
Aku lalu melangkahkan kaki modelku yang selalu kupamerkan dengan bangga pada orang lain ini ke arah pintu apartemen sambil mengutuk dalam hati awas saja kalau si bebek montok bersuara cempreng itu yang datang akan kutendang pantatnya hingga terdampar ke Matahari.
Surprise ..
Di depanku kini berdiri seorang Jung Yunho yang terlihat sangat pucat dengan baju berantakan dan tubuh lemas seperti habis dikejar Tsunami di film 2012 tapi hei bukankah kiamat tidak jadi ?
Lagipula sejak kapan Yunho hyung pulang dari Amerika ?
"Yunho-ah gwenchana ?"
Jidat hyung yang datang menghampiri kami dari dapurnya terlihat sangat khawatir melihat soulmate nya dalam dunia per playboyan dulu kondisi nya tak jauh beda dengan zombie di game resident evil yang sering di mainkan baby Kyu.
Siapa Baby Kyu ?
Hmm.. mau tau aja atau mau tau banget ?
Kasih tau ngga yah ?
Readers kepo ih # digampar readers
Jidat hyung lalu menarik Yunho hyung dan mendudukannya di sofa, pandangan Yunho hyung terlihat kosong dan menyedihkan. Sejak kecil bersahabat dengannya baru kali ini aku melihat Yunho hyung seperti saat ini.
"... Dan itu terjadi begitu saja maksudku .. namja snack itu mencium Jae ku dan Jae membalasnya bahkan dia melingkarkan tangannya di pundak namja snack itu dan mereka berpelukan seperti permen karet .."
Yunho hyung mulai meracau sementara aku dan jidat hyung saling bertukar pandang tapi bukan seperti di film-film India yang langsung berbunga-bunga, ih mana sudi aku jadi couple bareng manusia sensitif satu ini bisa-bisa aku dilempar lumba-lumba jadi-jadian itu ke sel Ryan Jombang.
Aku mulai mengerti apa yang Yunho hyung bicarakan, sepertinya dia sedang patah hati saat ini karena Jae hyung akhirnya jadian dengan Namja Snack berkharisma nan tampan itu walaupun aku masih jauh lebih tampan.
Ah .. Poor Yunho hyung. Di setiap FF Yunjae pasti dia selalu terlambat menyadari perasaannya, entah dia memang pabo atau suratan takdirnya yang jelek. Molla ..
"Aku mencintainya" ucap Yunho hyung sambil memandangku dan jidat hyung serius.
Dia mengerutkan dahinya, mungkin dia bingung kenapa kami tidak tertawa dan malah memberikannya pandangan 'aku-bilang-apa'.
"Fiiiuuh akhirnya kau menyadarinya hyung" ucapku sambil membuang nafas lega karena akhirnya hyung ku yang pabo ini bisa menyadari perasaannya sedangkan jidat hyung hanya manggut-manggut saja dari tadi berlagak ngerti padahal aku berani taruhan dia tak mengerti apa yang sedang kami bicarakan.
Dia kan sudah tertular penyakit lemot pacarnya, si dolphino pantat bebek itu.
"Apa maksudmu Changmin-ah, jadi kau sudah tau kalau aku menyukai Jae ? apa kau dukun ? aku saja yang merasakan baru saja sadar sekarang"
"Aiiish Yunho hyung, orang bodoh pun tahu kalau kau menyukai Jae hyung. Setiap kalian bersama tatapanmu padanya berbeda dan tingkahmu yang seperti kebakaran jenggot waktu Jae hyung berkencan dengan namja snack itu sudah bukti otentik kalau kau mencintainya"
Yunho hyung melongo mendengar penjelasanku sementara jidat hyung masih saja mengangguk-ngangguk, mungkin berfikir kapan dia bisa mengalahkan ketampananku yang melegenda ini. Hahaha ..
"Apa Jae tau ?"
"Entahlah" jawab jidat hyung membuat muka Yunho hyung semakin mengenaskan seperti pemulung yang tinggal di rumah kardus, punya 3 anak bocah dan ditinggal istrinya yang dipaksa dijodohkan dengan namja lain yang lebih kaya.
"Lalu apa yang harus kulakukan sekarang Yoochun-ah, Changmin-ah ?"
"Tenggelamkan dirimu di sungai Han sana hyung"
.
.
END CHANGMIN POV
.
.
Jaejoong tampak melangkahkan kakinya dengan riang memasuki halaman rumah besarnya, namja cantik itu bersenandung riang tampak sesekali tertawa seperti baru saja memenangkan kontes uke paling cantik se Korea Selatan.
Beberapa maid menyambut kedatangan tuan mudanya itu dengan senyum di wajah mereka, ah tuan muda mereka jarang sekali tertawa bahagia seperti saat ini sebelumnya.
Baru saja Jaejoong akan melangkahkan kakinya untuk menapaki tangga menuju lantai 2, tiba-tiba dia dikejutkan oleh kehadiran sepasang namja yang sudah berdiri dihadapannya sambil memasang tampang seram, Bumonimnya.
Dan disinilah namja cantik itu berakhir, terduduk di Ruang tengah bagaikan seorang pesakitan yang menunggu untuk di eksekusi dengan kedua orangtuanya duduk tepat dihadapannya.
"Appa tak akan basa-basi Jae-ah, tolong jelaskan siapa namja yang mengantarmu tadi dan kenapa kalian berciuman ?"
Glekk ..
Jaejoong menelan ludahnya gugup, nada bicara seorang Kim Minho terdengar sangat berbahaya sekarang dan Jaejoong tak pernah mendengar nada bicara seperti ini lagi sejak terakhir kali appa nya menggunakan nada bicara yang sama saat appanya mengamuk karena eomma nya tak pulang ke rumah semalaman gara-gara ketiduran waktu bergosip di rumah Heechul ahjumma saat Jaejoong berusia 12 tahun.
"Jawab pertanyaan appa Kim Jaejoong !"
"Dia Seunghyun hyung appa, Choi Seunghyun. Dia salah satu manager di Style"
Namja cantik itu mulai menundukan kepalanya sambil tangannya memilin-milin ujung baju yang dipakainya hingga kusut, kebiasaan yang selalu dilakukan saat merasa bersalah.
"Lalu kenapa kalian berciuman ?" desis Minho berbahaya sementara sang anae, Kim Taemin mengelus tangan Minho pelan agar tak terlalu emosi.
"Hmm itu ... itu .. karena kami berpacaran appa"
"MWO ?!" Minho dan Taemin berteriak bersamaan hingga membuat Jaejoong sedikit melonjak kaget.
"Bagaimana bisa Jae-ah ? maksud eomma kau anggap apa Yunho hah, tetanggamu ?"
Jaejoong mengerjapkan matanya polos mendengar pertanyaan yang menurutnya bodoh itu.
"Maksud eomma ? Yunho kan memang tetangga kita eomma"
"Iiiish maksud eomma kau dan Yunho kalian kan bertunangan jadi kenapa kau malah berpacaran dengan namja lain ? eomma tak pernah mengajarkanmu menjadi player Jae-ah"
"Apa Yunho dan namja itu sedang bertarung untuk memperebutkanmu Jae-ah ?"
Rasanya Jaejoong ingin tertawa mendengar pertanyaan appa nya itu, bumonimnya memang sudah menjadi korban sinetron hingga berfikiran seperti itu.
"Appa, aku dan Yunho hanya berteman. Sebenarnya kami tidak pernah benar-benar bertunangan .."
Jaejoong lalu menceritakan perihal rencananya dan Yunho dulu tentang pertunangan palsu mereka pada bumonimnya. Minho dan Taemin sempat shock namun keduanya juga tak bisa berbuat apapun.
Kecewa, pasti. Orangtua mana yang tidak kecewa dibohongi anak yang mereka sayangi dan Jaejoong pun menyesal saat melihat binar kekecewaan itu hadir di mata kedua orang yang paling berharga di hidupnya itu.
"... aku hanya ingin bahagia appa eomma, aku tak bisa terus berharap Yunho mencintaiku dan melupakan realitanya. Menunggu sesuatu yang tak pasti itu menyakitkan dan aku tak sanggup lagi bila harus terus menunggu tanpa kepastian .."
Jaejoong terisak pelan dan Taemin langsung memeluk tubuh anak kesayangannya itu sementara Minho hanya bisa memandang keduanya dengan tatapan prihatin.
Anaknya benar, tak ada yang bisa menentukan kebahagiaan Jaejoong termasuk orangtuanya sendiri karena yang akan menjalani hidup itu nantinya Jaejoong bukan orang lain jadi baik atau buruk pilihannya nanti Jaejoong jugalah yang akan menanggungnya.
"Uljima baby, eomma mengerti perasaanmu" ucap Taemin mencoba menenangkan aegya nya walaupun kini dirinya sendiri sudah berurai air mata merasa gagal menjadi seorang ibu yang bertugas membahagiakan anaknya.
"Appa dan eomma takkan memaksamu Jae, ini hidupmu dan bila itu pilihanmu kami menerimanya tapi tolong bicarakan hal ini baik-baik dengan keluarga Jung jangan sampai masalah ini merusak persahabatan keluarga kita"
"Ne appa, gomawo appa gomawo eomma"
Jaejoong pun memeluk appa nya sambil terus menangis haru hingga akhirnya keluarga kecil bahagia itu berpelukan bertiga seperti telletubies.
Ah, beruntunglah kau Kim Jaejoong memiliki bumonim yang pengertian seperti Kim Minho dan Kim Taemin.
.
.
** YUNJAE **
.
.
"Tertawalah bila kau ingin tertawa, tidak usah ditahan" ucap Jaejoong sarkastic melihat Yunho yang langsung mengamatinya dari ujung kepala sampai ujung rambut saat Jaejoong datang bersama kedua orangtuanya untuk menghadiri acara ulangtahun Yunho yang diadakan di mansionnya.
Jaejoong terlihat sangat menawan. Namja cantik itu memakai sebuah gaun berwarna soft caramel panjang yang kontras dengan kulit putihnya. Bagian bahu dan punggungnya terbuka hingga keindahan kulit pundak dan punggungnya yang mulus sedikit terekspos dan membuat Yunho mati-matian menenangkan adik kecilnya yang mengamuk di dalam celananya.
Namja cantik itu sendiri terlihat sedikit tidak nyaman. Sekali-kalinya dia memakai gaun dulu saat kencan dengan Seunghyun dia langsung jadi pusat perhatian dan Jaejoong merasa risih akan hal itu. Kalau bukan karena paksaan eommanya mana mau Jaejoong berdandan seperti yeoja seperti ini.
"Berhentilah memandangiku dengan tatapan mesum Jung Yunho, itu memalukan"
Yunho langsung mengeluarkan smirk andalannya mendengar perkataan Jaejoong, ah rupanya boojae nya tahu apa yang difikirkannya saat ini jadi apa kita langsung saja ke acara puncak yaitu santap menyantap Boojae eoh ? batin Yunho pervert.
"Kau cantik boo, sangat cantik"
"Kau mulai membuatku takut Yunho-ah"
"Kajja, aku ingin mengenalkan tunanganku yang cantik ini pada seluruh tamu yang hadir di pestaku"
Tanpa aba-aba, namja manly itu lalu menarik tangan Jaejoong hingga membuat Jaejoong sedikit kehilangan keseimbangan.
"Yak pabo aku memakai high heels, aiiishh .."
.
.
"Siapa kau ? apa yang kau lakukan pada Jae hyung ku ?" goda Junsu saat melihat penampilan Jaejoong yang sangat cantik malam itu.
"Kau terlihat sangat cantik hyung" ucap Changmin sambil mengecup pipi kanan Jaejoong membuat seorang namja bermata musang yang berada di sana langsung meledak iritasi.
"Yah Tiang jangan sembarangan mencium tunanganku !"
"Idiot" ucap Jaejoong pelan mendengar ucapan Yunho sementara Yoochun, Junsu dan Changmin hanya saling berbagi pandangan dan tersenyum misterius.
"Jadi, mana Beng-Beng ?" tanya Yunho membuat Jaejoong memutar bola matanya kesal.
"TOP"
"Yah whatever, apa bedanya sih ? sama-sama snack kan"
"Aku tak mungkin membawanya di depan orangtuamu kan lagipula kau tak mengundangnya Jung"
"Aiiish kau pintar Boo"
"Boo ? nugu ? sepertinya kau sering memanggilku Boo, Boo itu apa Yun-ah ?"
"Boo itu panggilan sayangku untukmu Joongie-ah"
Blush ...
Rona merah langsung menjalar di pipi Jaejoong membuat Yunho yang melihatnya tersenyum puas. Tiba-tiba Mr dan Mrs. Jung menghampiri keduanya dan memeluk Jaejoong erat. Jaejoong hampir saja menangis karena merasa bersalah telah membohongi orang-orang baik yang menyayanginya itu namun dia mencoba untuk bertahan.
Tanpa Jaejoong sangka tiba-tiba Yunho mendorong Jaejoong ke pelukannya lalu mencium namja cantik itu di kening dan hidungnya hingga membuat Jaejoong membeku seketika sementara kelima orang di sekitar mereka hanya tersenyum penuh arti.
Hati Jaejoong kini seakan menghianatinya karena tak bisa dipungkiri dia merasa nyaman berada di dalam pelukan lengan kekar Yunho.
Ah.. pura-pura tidak mencintai orang yang kita cintai memang tidak mudah .
"Aigoo Yunho-ah, liat wajah Jaejoong sampai memerah seperti itu karena kelakuanmu" goda Heechul.
"Kau terlalu mesum Yunho hyung" cerocos Changmin
"Yak Boojae kan tunanganku jadi wajar kalau aku menciumnya"
Yunho membela diri sambil kembali mepet-mepet ke arah Boojae nya namun malang karena namja cantik itu sudah keburu di tarik oleh sang ibu tiri Cinderella, Kim Heechul.
"Ayo Jae kau ikut dengan kami saja, berada disini kau bisa lumer dijilat terus oleh si namja pervert itu"
Siwon dan Heechul pun lalu menarik Jaejoong pergi bersama mereka ke taman belakang meninggalkan Yunho yang mempoutkan bibirnya kesal. Aiish padahal malam ini dia ingin bermesraan dengan boojae nya tapi kenapa sih orangtuanya selalu mengganggu kesenangannya, batin Yunho kesal.
Sementara itu Heechul dan Siwon membawa Jaejoong ke Taman belakang mansion mereka yang sedikit lebih sepi daripada di dalam. Mereka duduk di sebuah bangku yang berad di balkon sambil menyesap wine kesukaan Mr dan Mrs Jung itu.
"Kau tahu kenapa kami membawamu kemari ?" tanya Heechul setelah beberapa lama ketiganya dilanda keheningan yang cukup menyebalkan.
Jaejoong menggeleng pelan, dia sedikit merasa tidak nyaman karena namja yang masih terlihat cantik di usianya yang memasuki paruh baya itu kini tengah menatapnya tajam walaupun masih ada rasa sayang yang besar dalam tatapan itu.
"Minho dan Taemin sudah menceritakan masalahmu dan Yunho pada kami"
DEG
Jawaban yang meluncur dari bibir joker seorang Jung Siwon membuat jantung Jaejoong seakan berhenti berdetak. Demi apa dia belum siap untuk menghadapi kebohongannya yang terbongkar, dia tak ingin Siwon dan Heechul membencinya sungguh karena Jaejoong sudah menganggap mereka orangtuanya sendiri.
Badan Jaejoong bergetar hebat namun dia menahan tangisnya, tidak dia tidak boleh menangis lagi. Inilah keputusannya karena semenyakitkan apapun kebenaran akan jauh lebih baik daripada kebohongan yang manis namun berujung pahit.
"Maafkan aku ahjussi ahjumma, ini semua salahku" ucap Jaejoong lirih.
"Tak kusangka kalian tega membohongi kami, tahukah bagaimana bahagianya aku dan Wonnie saat mendengar kalian setuju untuk bertunangan tapi sekarang kalian menghancurkan kebahagiaanku begitu saja"
"Mianhe ahjumma, jeongmal mianhe"
"Jadi selama ini kalian hanya berakting ?" tanya Siwon tak percaya dan Jaejoong kembali mengangguk lemah. Entah mengapa menyadari kalau perhatian Yunho padanya selama ini hanya akting membuat hati Jaejoong terasa sedikit sakit.
"Yah mau bagaimana lagi, aku dan Chullie juga tak bisa memaksakan perasaan kalian kan ?"
"Maksud ahjussi kalian memaafkanku ?" tanya Jaejoong tak percaya.
"Ahjumma sadar kalau perasaan bukan sesuatu yang bisa dipaksakan Jae-ah" ucap Heechul lembut sambil mengelus rambut indah Jaejoong "Kalian berhak memilih yang terbaik untuk hidup kalian"
"Jadi ahjumma tidak akan memukul bokongku dan Yunho dengan sapu ?"
"Hmmm kalau untuk Yunho pabo itu ahjumma tidak janji"
Ketiganya lalu tertawa walaupun di hati masing-masing menyimpan kekecewaan yang berbeda-beda namun keputusan sudah diambil dan untuk saat ini mereka merasa itulah yang terbaik.
Jaejoong melirik kedua namja paruh baya itu, mencoba melihat takut-takut kalau keduanya sedang membohonginya saat ini. Namja cantik itu heran karena selama 26 tahun hidupnya seingatnya Mr dan Mrs Jung serta kedua orangtuanya selalu memaksa dia dan Yunho untuk bersama dan sekarang mereka mengatakan tak masalah dengan fakta kalau kedua anak mereka tak ingin bersama.
Ketakutan keduanya berubah fikiran, Jaejoong lalu pamit pada pasangan unik itu untuk mencari Yunho dan mengabarkan berita ini padanya.
"Kau fikir Jaejoong serius ingin berpisah dengan Yunho chullie-ah ?" tanya Siwon saat Jaejoong sudah berlalu dari hadapan mereka.
"Yah kurasa begitu, tapi aku punya firasat kalau ini takkan berakhir begitu saja. Aku merasa kalau akhirnya anak kita yang idiot itu akhirnya tahu siapa yang sebenarnya dia inginkan di hidupnya"
.
.
** YUNJAE **
.
.
"Aku punya sesuatu untukmu" Jaejoong berbisik di telinga Yunho yang kini memelototkan mata musangnya bahagia dan mulai melonjak-lonjak seperti anak kecil.
"Kau punya hadiah untukku boo ?"
"Yeah, tapi bukan disini"
"Aku suka kejutan" Yunho tersenyum selebar yang dia bisa hingga terlihat sedikit menakutkan "Aku harap kejutannya ada di balik gaun indahmu"
"Aiish dasar pervert" Jaejoong menoyor kepala Yunho lalu keduanya beranjak menuju sebuah gajebo yang terletak di taman belakan mansion Yunho.
Yunho tak henti-hentinya tersenyum dan sesekali menatap tangannya yang kini digenggam erat oleh Jaejoong sementara namja cantik itu hanya diam saja seakan sedang memikirkan sesuatu.
"Aku ingin mengatakan sesuatu !" Keduanya berbicara bersamaan yang membuat mereka akhirnya tertawa geli.
"Kau duluan"
"Tidak, ladies first" goda Yunho membuat Jaejoong mempoutkan bibirnya kesal namun tiba-tiba Yunho menarik tubuh mungil Jaejoong ke pelukannya lalu menempelkan bibir seksinya ke bibir cherry Jaejoong. Jaejoong hanya mengerjapkan matanya bingung namun kemudian dia mulai membalas ciuman Yunho tak kalah panas.
Yunho meresapi ciumannya dengan sahabat yang dicintainya itu. Yah dia sadar kalau dia sangat mencintai Jaejoong bahkan sejak dulu dan hari ini dia akan menyatakan cintanya pada namja cantik itu.
Ketika ciuman keduanya akhirnya terpisah, Jaejoong hampir saja bergetar karena tak mampu menahan emosinya. Dia menutup matanya saat Yunho menempelkan kedua dahi dan hidung mereka hingga aroma mint nafas Yunho bisa tercium jelas olehnya.
"Aku sudah menunggu seharian untuk moment ini" ucap Yunho lirih
Jaejoong segera tersadar dan mendorong Yunho menjauh, namja penyuka hello kitty itu lalu melepaskan cincin pertunangan yang pernah Yunho berikan padanya dan menaruhnya ke atas telapak tangan Yunho yang terbuka kemudian menutupnya.
"Kita melakukannya" Bisik Jaejoong mencoba menyembunyikan isakan dalam nada suaranya.
Yunho membuka kepalan tangannya dan terkejut saat dia melihat apa yang ada di dalam genggamannya.
"Tidak Boojae, ini tidak .."
"Selamat ulangtahun Yunho-ah" menghapus air mata dari pipi chubby nya, Jaejoong berusaha untuk tersenyum walau hatinya sakit "Aku minta maaf kau harus menunggu sampai 26 tahun untuk menghentikan semua ini"
Yunho lalu memegang kedua tangan Jaejoong dan menggoyangkannya panik. Bukan, bukan ini yang dia inginkan.
"Ini bukan yang kuharapkan Jae-ah, aku ingin kau tahu sesuatu. Aku mencin ..."
Namun Jaejoong segera memotong ucapan Yunho, dia menarik lengannya dari genggaman Yunho dan menguatkan hatinya. Dia tak boleh lemah kini, inilah keputusannya dan ini yang terbaik untuk semuanya.
"... Aku pernah berjanji pada diriku untuk membebaskanmu dari semua hal konyol ini seperti yang kau inginkan dan sekarang kau bebas Yunho-ah, aku sudah bicara pada orangtua kita dan mereka menerimanya"
Yunho terdiam, hatinya terasa sakit seolah teriris benda yang tak terlihat. Dia merutuki kebodohannya yang terlambat menyadari perasaannya pada Jaejoong.
Dia merasa buta, dia terus berkelana mencari yeoja dan namja yang bisa mengisi kekosongan hatinya padahal sosok sempurna itu ada di depan matanya.
Jaejoong benar, Semut di ujung lautan lebih terlihat daripada gajah di pelupuk mata.
Sementara itu Jaejoong pun merasa sedikit bingung akan reaksi Yunho. Bukankah ini yang Yunho inginkan ? tapi mengapa namja tampan itu terlihat begitu depresi ?
Jaejoong lalu berjinjit dan mencium bibir Yunho kilat sebagai ucapan selamat tinggal. Namja cantik itu sudah berbalik dan siap untuk berjalan dan tak lagi menoleh. Memulai kehidupan barunya dengan Seorang Choi Seunghyun.
"Menikahlah denganku"
Jaejoong membeku ketika mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Yunho, Seumur hidupnya dia selalu ingin Yunho mengatakan kalau namja itu mencintainya , menginginkannya sebanyak Jaejoong juga menginginkan seorang Yunho di hidupnya.
Bimbang, itulah yang dirasakan Jaejoong sekarang. Hatinya mengatakan agar dia berbalik, melompat ke pelukan Yunho dan berteriak Yes tapi logikanya menahannya. Dia berfikir kalau Yunho hanya tak ingin kehilangan sahabatnya dan sebatas kasihan saja namun tak benar-benar mencintainya.
'Ini waktuku untuk move on' bisik Jaejoong pada dirinya sendiri walaupun air mata sudah mengalir deras di pipinya refleksi dari keadaan hatinya yang terluka dalam saat ini.
"Selamat Tinggal Yunho-ah"
Jaejoong lalu terus berjalan tanpa melihat lagi ke belakang.
Jika saja Jaejoong tak terlalu kecewa, dirinya akan bisa melihat di wajah Yunho betapa patah hatinya namja itu saat melihatnya pergi menjauh.
Jika saja jaejoong berbalik, dirinya akan bisa melihat namja yang pernah sangat dicintainya itu terpuruk ke lantai, terisak keras dan menyalahkan dirinya sendiri untuk semuanya.
Dan Jika saja Jaejoong tidak berlari menjauh, dirinya akan bisa mendengar bagaimana Yunho berjanji pada dirinya sendiri kalau ini belum berakhir.
.
.
END
.
.
.
Big Hug buat yg udah Read, Review, Follow, atau Fav FF absurd ini
Jeongmal Khamsahamida ^^
See U at next FF
