Twinkle – Twinkle Epilog
.
.
Happy Reading ^^
.
.
Tittle : Twinkle-Twinkle
Author : Rheii Chan
Cast : Kim Jaenista, Jung Yunbear, sama cameo"a
Genre : Romance, Hurt, Happy Ending
Rate : PG13
'Ada yang pernah bilang kalau Cinta itu seperti bintang yang berkerlap-kerlip di angkasa, kadang terang dan kadang redup tapi percayalah kalau bintang itu akan terus bersinar abadi selamanya'
.
.
Pagi ini kediaman keluarga Jung tak secerah biasanya. Tak ada ocehan cerewet dari seorang Jung Heechul, khotbah pagi Jung Siwon atau celetukan sarkastik Yunho tentang betapa bingungnya dia kenapa appanya yang alim dan sempurna itu dulu mau menikahi iblis berwajah malaikat macam eommanya.
Hening, hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring sesekali terdengar di ruang makan itu bahkan tak ada sedikitpun suara orang mengunyah karena ketiganya hanya sibuk mengaduk-aduk sarapan mereka hingga membuat beberapa maid yang berada di ruangan itu mengerenyitkan dahi bingung.
"Haaahh .." ketiga Jung itu menghembuskan nafas mereka bersamaan hingga mereka saling menatap satu sama lain kini.
"Entah kenapa kebodohan wonnie dulu menurun padamu Yunho-ah, dulu wonnie juga sepertimu terlalu pabo untuk menyadari perasaannya bahkan kalau saja eomma mu ini tidak memaksanya untuk jadi kekasih pasti kau takkan lahir ke dunia ini dan sekarang kau mengulang kesalahan yang sama bahkan lebih buruk" omel Heechul panjang lebar membuat Yunho makin terpuruk.
Ah, bukankah tuhan menciptakan seorang eomma agar mengangkat dan membuatnya nyaman saat terpuruk namun kenapa eomma nya malah makin membenamkannya ?
Pasti di kehidupan sebelumnya Yunho adalah seorang penghianat negara hingga di 'anugerahi' eomma seperti Heechul.
"Aku menyesal eomma, aku ingin menjelaskan semuanya pada Jaejoong namun dia tak mau dengar"
"Itu karena dia sudah lelah menghadapi kelakuan playboymu. Sekarang apa rencanamu ?"
"Entahlah, aku sudah mencoba menemui Jae di rumahnya semalam namun dia tidak ada. Taemin ahjumma dan Minho ahjussi juga tak tahu Jae pergi kemana, dia hanya pamit untuk menginap di rumah temannya itu saja"
"Junsu ?"
"Ani appa, Junsu juga tak tahu Jae dimana"
"Taemin bilang Jae punya namjachingu lain sekarang, berarti kesempatanmu makin kecil Yunho-ah"
Ucapan sang eomma membuat Yunho makin frustasi, Dia menggertakan giginya kesal andai saja namja snack itu tak pernah ada pasti dia sudah hidup bahagia bersama Jaejoong dan 25 anak mereka sekarang.
"Cobalah cari di kantornya, Jae pasti tidak akan bolos hanya karena masalah pribadi" saran appa Yunho membuat Yunho seperti mendapat sedikit pencerahan dari tuhan.
"Ah ne appa benar, kenapa aku tak kepikiran kesana yah ?"
"Karena kau pabo Yunho-ah, pokoknya kau harus merebut Jaejoong kembali dan menjadikannya menantu keluarga ini kalau tidak eomma berjanji akan menikahkanmu dengan Changmin"
Yunho menatap eomma nya horror, menikah dengan Changmin ? yang benar saja.
Changmin kan seme sejati dan membayangkan tiang listrik itu menjadi uke dengan gaun dan make up yeoja saja membuat Yunho ingin muntah. Yah siapapun yang memasangkan mereka sebagai couple pasti sudah gila seperti eomma nya.
.
.
"Jae-ah wake up baby"
Suara berat seorang Choi Seunghyun terdengar mengalun lembut di telinga Jaejoong. Namja tampan itu tersenyum manis melihat posisi tidur sang kekasih yang sangat absurd dengan kaki berada di atas bantal dan bibir yang dipoutkan mengundang siapapun untuk menciumnya.
Semalam Seunghyun begitu terkejut saat menemukan Jaejoong di depan apartemennya dengan make up berantakan hingga hampir saja dia lari karena mengira namja cantik itu hantu sadako.
Jaejoong lalu bercerita kalau dia dan Yunho telah membatalkan pertunangan palsu mereka dan minta izin tinggal di apartemennya untuk sementara dan tentu saja Seunghyun menerimanya dengan senang hati.
Namja tampan itu bahagia karena kini Jaejoong sudah menjadi miliknya seutuhnya namun entah kenapa dia merasa ada yang mengganjal di hatinya.
"Hyunnie-ah, kau sudah bangun ?" tanya Jaejoong dengan suara serak khas orang baru bangun saat melihat Seunghyun sudah berada di atas tempat tidurnya kini.
"Hari ini kau masuk kerja atau tidak baby ?"
"Hmm.. ne. Sebentar lagi deadline jadi aku harus masuk"
"Kalau begitu aku akan menyiapkan sarapan dan baby ku ini sekarang mandi ne, kau bau sekali" goda Seunghyun membuat Jaejoong kini terduduk di tempat tidur dengan wajah memerah sementara sang penggoda terkikik geli.
Setelah memberi morning kiss di kening kekasihnya, Seunghyun segera keluar dari kamar tamu yang ditempati Jaejoong dan bergegas ke dapur sedangkan Jaejoong masih sibuk mengatur jantungya yang berdetak lebih cepat dari biasanya.
.
.
** YUNJAE **
.
.
"Apa kau yakin kalau kau baik-baik saja ?" Seunghyun bertanya pada Jaejoong untuk kesepuluh kalinya saat mereka memasuki kantor bersama dan untuk kesekian kalinya pula Jaejoong hanya mengangguk.
Seunghyun lalu mengantar Jaejoong ke kantornya tanpa menghiraukan bisik-bisik para karyawan tentang kedekatan keduanya, mereka terlalu sibuk untuk menghiraukan hal sepele semacam itu.
"Kau lupa memakainya pagi ini" ucap seseorang sambil melemparkan sesuatu ke meja Jaejoong dan namja cantik itu terkejut saat melihat cincin tunangannya dan Yunho berada di atas mejanya kini.
Jaejoong dan Seunghyun menatap ke arah pintu dan melihat Yunho berdiri disana dengan keadaan yang bisa dibilang mengenaskan dengan lingkaran hitam dan bulu-bulu halus yang belum dicukur di wajahnya.
"Bagaimana kau bisa masuk kesini ?" tanya Jaejoong
"Oh, hanya melewati sekitar 20 security dan itu tidak sulit dan Top ssi terima kasih sudah menjaga tunanganku tadi malam tapi akulah yang akan menjaganya mulai sekarang"
Yunho menekankan kata Tunangan di depan Seunghyun sementara Jaejoong mulai merasa terganggu dengan tingkah namja yang pernah sangat dipujanya itu.
"Yunho-ah tolong hentikan !"
"Apa yang harus kuhentikan ? apa kau malu mengenalkan tunanganmu pada teman kantormu ? apa mereka tahu kalau kau bertunangan DENGANKU ?!"
"Yunho ! Kita tidak bertunangan ! lebih baik kau pergi dari kantorku sekarang"
"Aku juga bisa bermain piano" Yunho mulai bicara melantur sambil berjalan mendekati Jaejoong yang kini sudah berdiri dari duduknya dan memandang Yunho dengan tatapan antara benci, cinta dan bimbang "Well, aku bisa belajar. Semua butuh waktu kan ?"
"Yunho-ah ..."
"Apa kau tahu kalau Jae sangat menyukai gajah dan Hello kitty ?" Yunho bertanya pada Seunghyun yang kini memandangnya datar "Jae sangat suka memasak dan makan makanan pedas, Jae senang bernyanyi sambil menari 3 beruang di kamarnya dan dia pernah ngompol di kelas saat elementary school. Jae selalu bercita-cita menjadi MC dan dia punya ribuan selca di ponselnya. Dia takut gelap dan suka bernyanyi di kamar mandi dan dia ju ..."
"Yunho !" Jaejoong mulai terisak dan di depan ruangannya kini banyak orang berkumpul untuk melihat keributan yang terjadi di kantornya "Hentikan Yunho-ah, aku tak mengerti kenapa kau melakukan semua ini, aku tak mengerti"
Yunho terdiam sebentar namun tak lama dia memutar tubuhnya menghadap ke arah Jaejoong yang kini matanya sembab karena terlalu banyak menangis.
"Apa namja snack ini tau kalau belakang telinga adalah titik sensitifmu dan bagaimana kau menikmati saat aku menciumnya ? Apa dia tahu kalau kau memiliki tanda lahir di pinggang kananmu ? dan apa dia menciummu sama seperti yang kulakukan ?"
Yunho lalu menarik tubuh mungil Jaejoong ke arahnya dan mulai mencium bibir cherry itu dengan brutal hingga namja cantik itu dapat merasakan rasa anyir darah dari bibirnya. Jaejoong lalu mendorong Yunho dan menampar namja bermata musang itu keras.
"Kenapa kau melakukan hal ini Yunho-ah ?" Jaejoong menangis dan badannya bergetar hebat.
"Saranghae"
"Aku tak percaya padamu" Jaejoong tertawa sinis "aku mengenalmu Jung Yunho, ketika kau menyadari kalau aku menarik maka kau baru menyadari keberadaanku"
"Itu tidak benar Jae-ah"
"Kita berteman sejak kecil bahkan padaku juga kau bercerita saat kau pertama kali melakukan sex dengan seseorang jadi jangan pernah mengatakan hal bohong padaku"
"Saranghae" Yunho menyentuh pipi Jaejoong dengan kedua tangannya, Jaejoong berusaha memberontak namun sia-sia "Aku baru menyadari kenapa aku tak pernah berhasil menjalin hubungan dengan siapapun karena orang itu bukan kau, aku tak bisa menyangkal lagi kalau aku mencintaimu dan aku hanya akan bahagia denganmu bukan orang lain"
Keduanya menangis sekarang, Jaejoong tidak yakin kalau dia ingin mendengar semua itu namun di hatinya ada sepercik kebahagiaan.
"Tolong jangan lakukan ini padaku"
"Aku minta maaf karena terlalu lama menyadari kalau aku sangat mencintaimu dan betapa pentingnya kau untukku" Yunho berbisik lirih, dia benar-benar ingin Jaejoong mengetahui yang sebenarnya.
"Kau harus pergi Yunho-ah"
Jaejoong lalu mendorong Yunho menjauh dan tanpa menunggu jawaban dari namja tampan itu, dia berlari ke arah pantry yang kebetulan kosong dan mengunci dirinya disana. Jaejoong menunggu beberapa saat namun tak ada yang memohon dirinya untuk membuka pintu.
Namja cantik itu lalu mencoba membuat segelas kopi untuk menenangkan dirinya dengan air mata yang masih mengalir di pipinya. Tangan Jaejoong bergetar hebat hingga kopinya jatuh dan membasahi kemeja putihnya. Rasa panas sedikit menjalar di tubuhnya namun dia seakan mati rasa kini, Jaejoong terduduk di lantai dan menaruh kedua tangannya menutupi isakannya yang kini bertambah keras.
"Aku membencimu Yunho, Aku membencimu"
.
.
Malam itu saat Seunghyun pulang dari kantor, Jaejoong meminta namja tampan itu menemaninya untuk pulang sebentar ke rumah keluarganya untuk mengambil piyama dan boneka kesayangannya. Sepanjang perjalanan keduanya hanya terdiam sibuk dengan fikiran masing-masing terutama Jaejoong yang masih terus teringat kejadian 3 hari lalu di kantornya.
"Aku akan segera kembali okey ?" Jaejoong baru akan membuka pintu mobil Seunghyun saat mereka sampai di depan kediaman keluarga Kim namun Seunghyun segera memegang tangannya.
"Jae kita harus bicara"
'Kenapa semua orang ingin bicara ?Kenapa mereka tak membiarkan saja semua terjadi apa adanya ?' batin Jaejoong dalam hati
Sejak insiden dengan Yunho 3 hari lalu di kantornya, Jaejoong menjauhi semua orang termasuk Junsu. Namja cantik itu bahkan tetap menginap di apartement Seunghyun dan menolak semua panggilan masuk ke ponselnya juga orang-orang yang mencoba membujuknya keluar dari kamar.
Yoochun, Changmin dan tentu saja Yunho terus menghubunginya dan bahkan menggedor pintu apartement Seunghyun namun jaejoong terus menolak kehadiran mereka.
Untung orangtuanya, Mr dan Mrs Jung juga Junsu tak ikut mengganggunya seperti ketiga idiot itu kalau tidak Jaejoong pasti sudah masuk rumah sakit Jiwa sekarang sementara Seunghyun tampak diam saja dan tak bisa berbuat apapun akan keputusan Jaejoong.
"Bisakah kita berbicara nanti ?" tanya Jaejoong sambil memberikan puppy eyes terbaiknya namun gagal.
"Apa bedanya berbicara sekarang dan nanti ?, kau tak bisa selamanya menghindar Jae-ah"
"Hyunnie, tak ada yang perlu dibicarakan"
"Kau sedang jatuh cinta" ucap Seunghyun tiba-tiba tanpa melihat ke arah sang kekasih
"Well, itu alasan kenapa aku bersamamu saat ini"
"Bukan, bukan denganku"
"Hyunnie-ah ..."
"Aku fikir kau tak bisa lagi menginap di tempatku malam ini ataupun seterusnya"
"Apa kau memutuskanku ?" tanya Jaejoong tak percaya, Seunghyun memutar badannya hingga mereka kini saling berhadapan dan dapat melihat kedua mata masing-masing yang diliputi kesedihan dengan alasan yang berbeda.
"Dengar Jae-ah, aku bahagia beberapa hari ini dan aku benar-benar peduli padamu tapi sayangnya bukan aku yang kau cintai"
"Apa yang salah denganku Hyunnie-ah, apa aku kurang menarik, apa aku membosankan dan apa aku tak pantas untuk dicintai hingga semua orang meninggalkanku bahkan kau juga memutuskanku sekarang ?"
Jaejoong mulai terisak hingga membuat Seunghyun sedikit panik dan memeluk namja cantik itu untuk menenangkannya yang memang sedang labil beberapa hari ini.
"Hey Jae-ah Hey dengarkan aku, kau sangat menarik bahkan kau orang pertama yang bisa membuat jantungku berdebar cepat tapi aku tak bisa memaksakan cintamu untukku, hatimu selamanya milik Yunho bukan aku"
"Tapi .."
"Berhentilah menyangkal Jae-ah dan dengarkan kata hatimu karena kuyakin suatu saat kau akan berterima kasih padaku karena telah melepasmu sekarang"
.
.
** YUNJAE **
.
.
Jaejoong merebahkan tubuhnya di tempat tidur setelah Seunghyun pergi dari hadapannya tadi, Mata namja cantik itu bengkak karena terlalu sering menangis dari kemarin dan badannya pun lemas kini. Untung kedua orangtuanya langsung menyuruhnya istirahat karena dia tak ingin berbicara dengan siapapun saat ini.
Kilasan seluruh kejadian yang terjadi di hidupnya mulai melintas di memory namja cantik itu, Bagaimana dulu Yunho selalu bermain dan menjaganya, saat-saat dimana namja tampan itu mengambil ciuman pertamanya dan kejadian menyedihkan di kantornya kemarin.
Menangis, itulah yang ingin dia lakukan saat ini saat bayangan masa lalunya dengan Yunho berkelebat di benaknya namun air matanya sudah terkuras habis dan dia tak sanggup lagi untuk menangis kini.
.
.
FLASHBACK
.
.
Seorang bocah kecil berusia 5 tahun berpipi chubby dengan gingsul di giginya melompat dari tidurnya dan segera menyalakan lampu kamarnya saat dia merasa seseorang naik ke tempat tidurnya namun mata musangnya langsung berubah khawatir saat melihat Jaejoong kini sedang berbaring sambil menangis disana.
Malam itu Jaejoong memang menginap di rumah keluarga Jung karena kedua orangtuanya harus pergi ke Jepang untuk mengurus masalah perusahaan disana.
"Apa eomma ku mematikan lampu kamalmu ?" tanya Yunho saat mengingat kalau sahabatnya itu takut kan gelap dan pasti eomma nya mematikan lampu kamar tamu yang ditempati Jaejoong saat Jaejoong akan tidur.
Jaejoong mengangguk pelan dan Yunho lalu memegang tangan namja cantik itu erat. Kedua sahabat itu kemudian merebahkan diri mereka di tempat tidur tanpa melepaskan tautan tangan keduanya.
"Jangan takut ne, Uno beljanji akan telus menjaga Jae dicini" ucap Yunho dan Jaejoong kembali mengangguk lalu keduanya terdtidur sambil berpelukan sampai pagi menjelang.
.
.
"Yak kenapa kau memakai itu ?" Yunho yang berusia 7 tahun berteriak saat melihat Jaejoong keluar dari ruang ganti memakai kostum spiderman untuk pesta kostum yang akan diadakan sekolah mereka nanti.
"Kenapa tidak ?" ucap Jaejoong acuh sambil memasang topeng spiderman di wajahnya.
"Yeoja tak boleh memakai kostum spiderman"
"Aku namja"
"Yeoja"
"Namja"
"Yeoja yeoja yeoja ! pokoknya aku tak mau kau memakai kostum bodoh itu Jae !"
"Ini tidak bodoh, kostummu yang bodoh" Jaejoong memeletkan lidahnya meledek Yunho, Yunho memakai kostum alladin dengan sepasang sepatu yang lucu.
"Aku tak peduli pokoknya kau tidak boleh memakai kostum konyol itu, pokoknya tidak boleh ! " Teriak Yunho kesal.
"Kenapa memangnya hah ?"
"Karena kalau kau memakai kostum itu kau tidak bisa menjadi putri Jasmine"
Jawab Yunho malu-malu membuat pipi Jaejoong merona hebat walaupun tak terlihat karena tertutupi topeng spiderman sementara kedua eomma mereka hanya tersenyum penuh arti melihat keduanya.
.
.
"Ayo kita tanya appaku" Jaejoong dan Yunho yang berusia 10 tahun berlarian dengan semangat ke dalam rumah keluarga Kim sambil berpegangan tangan, keduanya ingin meminta orangtua Jaejoong untuk mengajak mereka ke taman bermain seperti yang ditunjukan teman sekelas mereka, Yoochun tadi siang.
Mereka baru saja akan memasuki dapur rumah keluarga Kim saat jaejoong mendorong Yunho kembali ke ruang tamu.
"Ada apa ?" tanya Yunho melihat pipi Jaejoong merona hebat.
"Ayo kembali ke kamarku"
"Kenapa ? bukankah kau bilang kita mau bertanya pada appa .."
"Yeah, tapi mereka sedang sibuk sekarang"
"Sibuk kenapa ?" mendorong pelan tubuh mungil Jaejoong, Yunho yang punya rasa ingin tahu yang besar segera mengintip ke dalam dapur dan terdiam saat melihat orangtua Jaejoong sedang berciuman panas disana.
"Eoh, kukira orangtuaku yang terburuk"
"Aku tahu" Jaejoong memutar bola matanya namun keduanya tetap menonton ciuman panas tersebut "aku rasa sebentar lagi aku muntah"
"Aku penasaran bagaimana rasanya" ucap Yunho saat keduanya sudah kembali ke kamar Jaejoong.
"Apa maksudmu ?"
"Ciuman"
"Hmm.. molla"
"Apa kau ingin mencari tahu ?"
"Ani, aku tak mau kembali ke dapur lagi. Appa akan menghukumku bila ketahuan mengintip"
"Bukan, maksudku apa kau tidak ingin tahu bagaimana rasanya berciuman Jae-ah ?"
Jaejoong memelototkan matanya yang sudah bulat hingga terlihat semakin bulat "Kau bercanda bukan ?"
"No" Yunho berlagak cool padahal hatinya berdetak sangat cepat saat ini, dia juga tidak yakin akan melakukannya "Ini bukan masalah besar kan ?"
"Ok"
Keduanya lalu mulai mendekat satu sama lain dan Yunho mebuka matanya sebentar untuk menatap wajah cantik Jaejoong. Dia lalu menutup matanya lagi, menangkup wajah Jaejoong dengan kedua tangannya lalu menciumnya tepat di bibir namun tanpa pergerakan apapun hanya menempel.
"Lihat kan itu bukan apa-apa" ucap Yunho dengan nada sedikit bergetar setelah mereka melepaskan tautan bibir mereka satu sama lain.
"Yeah, itu terasa sedikit aneh"
"Kau tahu ? mungkin kita harus mencobanya lagi Jae-ah"
"Ok"
Dan pada akhirnya seorang Jung Yunho tetaplah seorang beruang yang pervert.
.
.
FLASHBACK END
.
.
Jaejoong terbangun lalu menarik nafas panjang, dia lalu melirik ke arah alarm hello kitty yang berada di samping tempat tidurnya dan menyadari kalau kini sudah tengah malam.
Sudah 2 hari berlalu sejak namja cantik itu kembali ke rumahnya dan yang dilakukannya hanya pergi bekerja dan mengurung diri dikamar. Orangtuanya tampak mengkhawatirkannya namun Jaejoong selalu berusaha meyakinkan mereka kalau dia baik-baik saja.
Namja cantik itu lalu menatap keluar jendela kamarnya mencoba melupakan mimpi-mimpi tentang kilasan masa lalunya dengan Yunho yang terus menghantuinya belakangan ini lagipula sudah 3 hari namja tampan itu juga seakan menghilang dari kehidupannya.
Yunho tak pernah lagi menelfon, menemuinya di kantor ataupun ke rumahnya, Seunghyun juga tak memberinya kabar kalau-kalau Yunho kembali mencari jaejoong di apartemennya. Namja bermata musang itu bagaikan hilang di telan bumi.
Helaan nafas berat terdengar keluar dari mulut Jaejoong, namja cantik itu tak mau mengakui kalau dia merindukan semua pesan gombal Yunho yang dia tinggalkan di pesan suara ponselnya dan sekarang Jaejoong terus memutar rekaman pesan suara Yunho lagi dan lagi hanya untuk mendengar suara bass seksi namja tampan itu.
'Saranghae'
Teringat gambaran ketika mereka melakukan double date dan bagaimana Yunho meminta Ahra untuk duduk di sebelah seunghyun agar Yunho bisa duduk di sisinya.
'Saranghae'
Terbayang saat mereka bercinta untuk pertama kalinya dan bagaimana Yunho memeluknya sepanjang malam.
'Saranghae'
Terngiang segala yang Yunho katakan padanya ketika menemui Jaejoong di kantornya dulu hingga saat dimana Yunho mengatakan kalau dia mencintai Jaejoong di depan puluhan orang.
Sambil terisak, jaejoong mengambil ponselnya lalu memencet sebuah nomor yang diingatnya diluar kepala namun nomornya tak aktif dan Jaejoongpun lalu menghubungi nomor rumah Yunho.
Dia tahu ini tengah malam namun Jaejoong harus segera berbicara dengan Yunho dan untungnya seseorang mengangkat telfonnya tak lama kemudian.
"Yoboseo" Suara parau Siwon ahjussi terdengar dari seberang telfon.
"Apa aku bisa bicara dengan Yunho, Ahjussi ?"
"Jaejoong ?"
"Ne" ucap jaejoong lirih sambil menghapus air mata di pipinya "Bisakah aku bicara dengan Yunho ahjussi ?aku sudah berusaha menghubungi ponselnya namun tidak aktif"
"Yunho tidak disini Jae-ah. Apa yang terjadi ?"
"Oke terima kasih ahjussi" Jaejoong lalu memutuskan sambungan telfonnya dan tak berapa lama kemudian ponselnya kembali berbunyi namun dia tak mengangkatnya karena ini bukan saat yang tepat untuk menjelaskan apapun, dia harus segera mencari Yunho.
'Aku harus mengatakan padanya kalau aku mencintainya' batin Jaejoong.
Dengan tergesa-gesa namja cantik itu mengambil jaketnya dan berlari ke arah mobilnya dengan masih menggunakan piyama. Dia segera mengemudikan mobilnya ke satu-satunya tempat yang menjadi kemungkinan keberadaan namja tampan itu berada sekarang.
Rumah masa depan Yunho.
Dan benar saja saat Jaejoong sampai disana dia melihat Yunho sedang duduk di atas bukit dengan pakaian tipis dan memeluk sebuah boneka gajah berwarna pink yang merupakan boneka pemberian Yunho untuknya dulu.
Yunho terlihat sangat menyedihkan dengan baju lusuh dan rambut berantakan, wajahnya pun tampak belum dicukur dan badannya bergetar hebat menahan dingin. Hanya tuhan yang tahu sudah berapa lama namja idiot itu duduk disana.
"Aku sudah mencari boneka gajahku berhari-hari, aku tak tahu kalau kau mengambilnya" ucap Jaejoong dengan air mata yang sudah mengalir lagi dari kedua mata indahnya.
Yunho terkesiap, dia terlihat tak percaya namun berharap kalau dia tak sedang bermimpi pada saat bersamaan.
"Ku fikir kau tak memerlukannya lagi"
"Kau bercanda Yunho-ah, aku ingin boneka gajahku kembali karena itu pemberian dari seseorang yang sangat kucintai hingga sekarang"
Yunho tak dapat menahan dirinya lagi, namja tampan itu langsung menarik Jaejoong ke pelukannya dan keduanya kembali menangis namun kali ini bukan tangis kesedihan yang keluar tapi tangis bahagia.
"Maafkan aku" ucap Jaejoong lirih
"Aku yang terlalu buta Jae-ah. Saranghae, jeongmal saranghaeyo"
"Nado, Nado saranghae"
.
.
** YUNJAE **
.
.
Changmin mengerucutkan bibir lebarnya kesal, entah kenapa dia merasa semua orang memusuhinya hari ini karena mereka dari tadi tak henti-hentinya memandang namja yang merasa paling ganteng di dunia itu dengan deathglare di mata mereka.
"Hey dolphino, acaranya masih lama ngga sih ?" bisik Changmin sementara yang ditanya hanya mendelik kesal.
"Aiiish ini sudah ke 27 kalinya kau bertanya seperti itu dalam 10 menit ini Changmin-ah, bisakah kau bersabar sebentar ? dan panggil aku hyung, aku lebih tua darimu"
"Tapi aku sudah lapar, kenapa sih mereka lelet sekali"
Junsu memutar bola matanya bosan, kalau saja bukan amanat disertai ancaman dari Heechul ahjumma yang cerewet itu mana mau dia disuruh menjaga Changmin agar tidak menghabiskan makanan di pesta itu.
Yup, hari ini Kim Jaejoong akan resmi menyandang gelar sebagai Mrs. Jung Yunho dan kini keduanya sedang berdiri di atas altar untuk melaksanakan janji sumpah pernikahan mereka di depan gereja.
Jaejoong tampak cantik dalam balutan gaun pernikahan berwarna putih gading yang kontras dengan kulit putih susunya yang mulus dan berhasil membuat sang mempelai pria menelan ludah berkali-kali.
Sementara Jung Yunho terlihat sangat tampan dan berkharisma dengan Tuksedo hitam dan wajah yang berbinar menampakan kebahagiaan yang luar biasa yang dirasakannya hari ini.
Keduanya melaksanakan sumpah pernikahan mereka dengan mantap dan penuh kesungguhan bahkan keduanya dapat melihat setitik air mata bahagia terkumpul di sudut mata masing-masing.
Pendeta lalu mempersilahkan Yunho untuk mencium Jaejoong yang kini tampak malu-malu kucing hingga membuat Yunho merasa adiknya terbangun dari tidurnya. Yunho memajukan wajahnya perlahan untuk mencium Jaejoong namun rupanya hal itu membuat seseorang kehilangan kesabarannya.
"YAK Yunho hyung sudah cium saja dan bawa Jae hyung ke kamar, biasanya juga agresif tak tahu tempat. Aku sudah lapar hyung !"
Teriakan Changmin membuat semua orang yang hadir di gereja itu menggelengkan kepala mereka sementara Yunho memasang seringai mesum di wajahnya.
"Yak Yunho-ah turunkan aku !" teriak Jaejoong panik saat Yunho menggendongnya ala bridal style namun Yunho hanya menyeringai dan membawa Jaejoong ke mobilnya tanpa memperdulikan teriakan sang eomma dan mertua yang menyuruh mereka untuk kembali.
'Aku tak sabar untuk segera memiliki team sepak bola ku sendiri. Hahaha...' Yunho tertawa nista dalam hatinya sementara Jaejoong tak henti berdo'a agar dia masih bisa berjalan dengan benar nanti.
.
.
And The Story Is Oficially END
.
.
Buat yg kemarin nanya kenapa judulnya Twinkle-Twinkle .
Maksud Twinkle" sendiri disini Cinta itu kayak bintang kerlap-kerlip kadang redup tapi sinarnya gak akan hilang sama kyk perasaan Jae ke Yun yg sempat redup namun gak akan pernah ilang.
Akhir kata,
See u the next FF
and
Wassalam
