LETS TAKE A PIC

by BluePrince14

Cast:

Jongin, Sehun, Baekhyun and others.

Warning;

AU, OOC, Crack, Shou-Ai,

Dont Like Dont Read.


.

ENJOY!

.


Jongin tak suka keramaian. Meski begitu ia masih memilih untuk duduk di tempatnya―bangku kedua dari depan tepat di pojok kanan―dibanding berpindah dan diam di pojokan untuk mencari keheningan itu sendiri. Melakukannya bukan berarti suka. Karena keributan yang diciptakan teman sebangku dan teman-teman lain di kerumunan sekitarnya cukup membuatnya―yang sedang ingin tidur―terganggu.

Ia bisa-bisa jadi membenci pelajaran kosong jika begini ceritanya...

"Kyungsoo, aku tahu suaramu bagus. Tapi saat ini aku tidak sedang ingin mendengarmu menyanyi. Kepalaku pusing," keluh Jongin pada teman sebangkunya itu sambil cemberut. Kepalanya memang pusing karena kurang tidur semalam. Belajar? Bukan, main game. Matanya beralih pada dua orang lain di depan sana. "Dan, Tsk. Bisakah kalian berdua berhenti tertawa sebentar saja?" nadanya naik satu oktaf.

Dengan kompak dua sosok itu berbalik sebentar, "Tidak." dan kembali melanjutnya aktifitas mereka sebelumnya. Bernarsis ria di depan kamera. Sambil tertawa-tawa tentu saja. Dasar happy virus couple.

Snut―

Kesal. Jongin melempar penghapus yang ia ambil di dekatnya―sepertinya punya Kyungsoo―dan melemparkannya ke arah mereka berdua.

Puk.

"HEI!" Seruan tak terima terdengar dari salah satu dari mereka, tepatnya Chanyeol, yang sedang sial terkena lemparannya tepat di kepala. Dan semuanya bertambah ramai saja. "Apa masalahmu sebenarnya, Kai?" tanyanya pada Jongin (iya, beberapa orang memang memanggil Jongin seperti itu)

Tapi Jongin sekarang bahkan sudah menenggelamkan wajahnya pada lipatan tangan di meja.

"Dia bilang kepalanya pusing," kata Kyungsoo sebelum kembali melanjutkan acara berkaraokenya.

Dan tiba-tiba saja sebuah seringai muncul di wajah Baekhyun, si happy virus satu lagi. "Itu pasti bohong," katanya sambil memainkan kamera di tangannya. Matanya beralih pandang ke arah lain ruangan kelas itu. Pojok belakang. "Paling ia hanya sedang menahan cemburu karena melihat orang yang ia sukai sedang berbincang berdua dengan orang lain di pojok belakang sana―Hei, Kris! Kau mana boleh bermain basket di kelas!" dan keluhannya semakin bertambah saat melihat Chanyeol malah bangkit dan ikut bermain. "Ya, Chanyeol!"

Snut―

Ketahuan, batin Jongin.

Dengan enggan ia mengangkat wajahnya dan menatap Baekhyun tajam. "Sudah tahu 'kan? Makanya diam atau aku akan meledak."

"Hahahahahaha..."Bukannya diam, tawa Baekhyun malah meledak. Baginya ekspresi Jongin itu sangat menghibur, sudah seperti Kris yang kehilangan Ace dan Chen yang kehilangan bebek ungunya.

Dan saat itulah sosok lain datang, "Hei, ada apa ini?" tanyanya sambil duduk di tempat Chanyeol tadi. Dengan iseng ia menarik kabel earphone Kyungsoo menarik protesan dari si empunya ("Apa maumu Junmyeon?!") yang diabaikan olehnya.

"Kau harus tanggung jawab, pak ketua kelas," ujar Baekhyun dengan senyuman jahil di wajahnya, Junmyeon― sang ketua kelas―nampak tak mengerti. Raut wajahnya seakan berkata 'Apa?'. "Jadi begini," Ia melirik Jongin yang menatapnya tajam,sama sekali tak takut. "Ada salah satu anggota kelasmu yang sedang menderita tekanan batin cinta, Pak. Hahahahaha."

"BAEK―!" Jongin mengeluh semakin keras dan hendak melempar ipod Kyungsoo tapi tidak jadi karena Kyungsoo sudah terlebih dahulu berteriak ("APA MAU KALIAN SEBENARNYA?!") dan pindah tempat ke samping Chen. Menarik keluar suara tawa kedua orang di depannya.

Dan suasana semakin ramai saja.

Jongin mendesah malas, diam-diam menengok kebelakang. Dan desahan nafasnya semakin keras saja saat mendapati dua teman sekelasnya yang lain terlihat begitu akrab di belakang sana. Luhan, dengan gitar di pangkuannya dan Sehun yang terlihat sedang tersenyum entah karena apa.

Dan semua itu seakan mengalihkan fokus Jongin sehingga tak sadar jika Baekhyun kini tengah membisikkan sesuatu di telinga Junmyeon yang kemudian mengangguk-angguk.

"SEMUANYA AYO KITA FOTO~~!" Baekhyun berteriak kemudian. Bangkit dari duduknya bersama Junmyeon.

"Foto untuk apa sih?"

"Ayoooooo!"

"Malas ah..."

"Nanti dong, Baek~"

"Jarang-jarang, ada apa sebenarnya ini?"

"YA! KRIS, CHANYEOL BERHENTI BERMAIN! KITA FOTO DULU."

"Semuanya. Ayodong~"

Dan tahu-tahu semua anak sudah beranjak dan mengambil posisi di depan kelas dengan atas paksaan Baekhyun yang menyeret-nyeret mereka satu persatu. Dan tibalah giliran Jongin yang masih saja enggan bangkit dari bangkunya.

"Kai~ Ayo~" Dan akhirnya Jonginpun luluh dan pasrah diseret Baekhyun karena perkataan Junmyeon yang mengatasnamakan kekompakkan kelas. "Nah, kau di sini ya~" ujar Baekhyun sambil menempatkan Jongin di tengah, tepat di sebelah (Jongin menoleh ke kanan) Junmyeon, dan(Jongin menoleh ke sebelah kiri) SEHUN?!

'Baek―!' geram Jongin dalam hati. Ia sudah melayangkan tatapan tajam pada Baekhyun tapi teman karibnya itu malah menampilkan sebuah senyum lebar yang terlihat benar-benar menyebalkan di mata Jongin sudah siap dengan kamera di tangannya. Jongin meneguk ludahnya sambil melirik orang yang ditaksirnya itu diam-diam. ...kenapa dia jadi canggung begini?

Jpret!

Jongin terkesiap.

"Ya... Baek! Kami belum siap! Dihitung dong!"

"Maaf, maaf." Baekhyun terkekeh. "Siap ya semuanya... satu, dua..."

Jpret!

"Bagaimana hasilnya, Baek? Aku tampan tidak?" celetuk Chanyeol narsis, menarik sorakan 'wuuu' dari yang lain.

Baekhyun tersenyum misterius sambil mengangguk senang. "Fotonya bagus tapi kau masih terlihat sama Park Chanyeol! Sekali lagi! Ganti pose yang lain!"

Dan akhirnya jam kosong itu dihabiskan dengan sesi foto. Entah berapa banyak Baekhyun mengambil foto dengan kameranya karena yang jelas Chanyeol saja bilang jika mulutnya pegal karena terlalu lama tersenyum lebar.

Ah... Baekhyun jadi merasa sedikit bersalah.

"Bagaimana?" tanya Junmyeon penasaran. Ia membungkuk di depan meja Baekhyun yang kini sedang melihat-lihat hasil fotonya.

Baekhyun memberikan kameranya pada Junmyeon, "Sukses," katanya sambil tersenyum lebar.

Junmyeon hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum geli saat melihat-lihat fotonya. Baekhyun memang ada-ada saja. Sengaja menjadikan alasan foto bersama sebagai kedok padahal hanya ingin mengambil foto Sehun dan Kai. Terimakasih pada fasilitas zoom pada kameranya. "Kau benar-benar hanya mengambil foto mereka berdua, eh? Jahat sekal―" tangan Junmyeon yang memencet tombol untuk melihat foto terhenti. Ia terdiam untuk sesaat dan itu membuat Baekhyun bingung.

"Kenapa?" Bekhyun langsung merebut kameranya dan―tiba-tiba saja senyumannya semakin lebar. Ia menatap Junmyeon yang kini juga sedang tersenyum. "...Mereka benar-benar bodoh."

Ah, sepertinya benar.

.

.

.


.

.

.

Hari itu saat pelajaran selanjutnya berlangsung, ada dua orang yang terkejut begitu membuka buku pelajaran mereka karena sebuah tulisan di kertas merah muda kecil yang tertempel di halaman awal. Yang refleks membuat dua sosok itu saling tatap dalam diam setelahnya dan mengabaikan apapun di sekitar mereka.

[Kalau kau mencintainya katakan saja, Dasar bodoh! Karena dia juga menyukaimu! Percaya padaku]

.

.

.


.

.

.

Yang menulis note itu tentu saja Baekhyun, atas bantuan teman sebangku mereka masing-masing. Kyungsoo dan Luhan. Ahhh, omong-omong tentang Luhan, Baekhyun baru tahu jika pemuda itu adalah sepupu jauh Sehun, terlebih ia juga sudah punya pacar dan itu adalah Ziumin. Tadinya Baekhyun pikir jika Jongin harus tahu tapi... tidak usah deh. Baekhyun yakin tanpa ia melakukannya pun, besok ia akan tetap mendapat kabar jika mereka sudah bersama.

Kalian bertanya kenapa ia yakin sekali?

Terimakasih pada satu foto yang ia ambil tadi. Foto Jongin dan Sehun. Di foto itu Jongin sedang tersenyum sambil mengangkat tangannya membentuk V dan Sehun sedang juga tersenyum. Lalu apa? ...Masalahnya Sehun tersenyum sambil menatap Kai. Dan Baekhyun, Junmyeon, bahkan setiap orang yang melihat akan bisa menyimpulkan menyimpulkan―

Jika Sehun memiliki sesuatu yang lain bagi Jongin.

"BAEK AYO PULANG!"

"Berterimakasihlah padaku, Kkamjong. Kalau bukan karena ide konyolku ini entah sampai kapan kau akan menganggap cintamu hanya bertepuk sebelah tangan... dasar bodoh," gumam Baekhyun amat pelan, menggelengkan kepala dengan seulas senyum.

"Apa? Kau ngomong apa tadi, Baek?" tanya Jongin yang kini sedang membereskan barangnya di bangku tepat di belakangnya.

"Tidak." Baekhyun bangkit, menggendong tasnya, "Aku duluan, Kai."

Senyum yang semakin lebar saat ia melihat Sehun menghampiri Jongin sebelum sesaat sebelum ia pergi ke luar kelas untuk mengejar pacarnya. Ah... Ia jadi ingat jika ia bisa jadian dengan Chanyeol pun karena Jongin. "IYA, CHANYEOL! TUNGGU SEBENTAR!"


[ FIN~ ]


Kan, kan, kan?

Bikin-bikin kayak gini―story pendek langsung tamat―tuh bener-bener bikin ketagihan ahaha XD Another HunKai (KaiHun juga sepertinya ini) fic from me. Maaf jika aneh karena ini dibuat mendadak. Saat idenya tiba-tiba―BZZZTTTT―kepikiran, terus diketik dengan kecepatan cahaya―BZZZTTTT. Jadi deh. Pendek ya? Maaf deh ._. Oiya, Ini dibikin disatuin di sini karena agak ga sreg dibin story baru. Jadi di bikin kumpulan aja biar ga makan tempat hehe

Review ya? Dan tolong berhenti jadi tak kasat mata wahai kalian para Siders. Tapi aku gamaksa juga ya. Its up to you, guys. Kalo berkenan ya monggo berkunjung dan meninggalkan sepatah dua patah (kalau bisa yang panjang sekalian) :D

Oke? Cukup.

TRIIIINGGGG―hilang.