2nd Question: about something that children shouldn't know and the reason of divorce
A.N: pertanyaan kali ini didasari apa yang saya percayai sampai kelas 2 smp, ditambah pengalaman teman smp saya –padukan keduanya dan timpakan kesialan pada Katsuya tersayang- voila! Jadilah fict ini. Orang-orang bagian pertelevisian harusnya memikirkan kapan suatu iklan harus ditayangkan.
Jounouchi Katsuya sedang bersantai mendengarkan musik yang mengalun dari TV. Bibirnya tidak berhenti bergerak, mengikuti irama – juga menyesuaikan dengan gerak otot mulut yang dipakai mengunyah pop corn-
Musik berhenti, pemandangan di layer berganti dengan tulisan berlatar belakang warna pink cerah, kemudian terdengar suara orang diikuti munculnya tulisan:
"Kondom Viesta, kini tersedia dengan berbagai rasa, pisang, strawberry, dan mint, dengan tekstur yang berbeda…"
Seketika pikiran terbentuk di otak –yang untuk kesuksesan fict ini- yang masih polos itu.
'Viesta…bukannya itu merek makanan? Tekstur yang berbeda? Maksudnya kue tart??' pikirnya dengan mata berbinar. Gambar sebuah kotak muncul di layar. Kotak mungil dengan desain strawberry. Little Katsuya claps his hands once in delight.
"Permen karet! Merek baru!!!" serunya.
"Ada apa? Mau minta permen karet?" Tanya ibunya yang muncul tiba-tiba, tersenyum kecil. Tepat saat itu, iklan biadab yang barusan disimak oleh Katsuya sudah menghilang. Katsuya mengangguk cepat.
"Kalau begitu, mau ikut ibu pergi ke supermarket? Yang baru dibuka di depan stasiun, katanya barang-barang yang dijual disana harganya paling murah!" kata ibunya ceria.
"YAY!!" teriak Katsuya,yang langsung melompat ke pelukan ibunya. Tiba-tiba terdengar soundtrack film yang sudah tidak asing bagi kita:
ARE YOU READY, KIDS??!!!
Aye, aye, captain!
I CAN'T HEAR YOU!!!
AYE AYE CAPTAIN!!!!!
Who lives
in a pineapple under the sea?
SPONGEBOB SQUAREPANTS!
Absorbant
and yellow and poreous is he
SPONGEBOB SQUAREPANTS!
His
nautical nonsense be somethin you wish
SPONGEBOB SQUAREPANTS!
Then
drop on the deck and flop like a fish!
SPONGEBOB
SQUAREPANTS!
Ready?
Mendengar soundtrack kesokaannya, lantas Katsuya mulai berteriak "Sponge bob Squarepants, Spongebob Square pants, Spongebob….Squarepants!!!!!" (1)
Ibunya Cuma bias mengelus dada, si anak langsung menoleh dengan mata berbinar, "Habis film ini yaaa…?" katanya, lalu dilanjutkan dengan puppy eyes-nya.
"……."
_______________________________
Poor humans don't know what'd happen –author ketawa iblis-
"Yaaa!!! Permen karet!! Permen kareeett!!" seru Katsuya sambil berlarian di dalam toko, pergi ke rak permen mencari-cari "si-permen-karet-biadab-amat-sangat" matanya sibuk mencari-cari, tapi yang dicarinya nggak ketemu-ketemu juga.
When'd he notice that he hadn't reached the right shelf?
"Kenapa Katsuya? Rasa favoritmu habis ya?" Tanya ibunya sambil membelai lembut kepala anaknya. Anak itu menggeleng perlahan.
"Mmm…aku ingin mencoba rasa baru…tapi sepertinya tidak ada…"katanya pelan, terlihat sangat kecewa.
"Rasa apa? Ibu Bantu carikan." Katanya meyakinkan. Mata coklat Katsuya melebar kemudian tersenyum.
"Kondom Viesta!!!" maka disebutlah nama "permen karet" laknat itu dengan riang. Si ibu dengan cepat membekap mulut anaknya, si anak melepaskan dirinya kemudian berteriak lebih kencang "Mama aku mau kondom!!!!!!!!" si Ibu langhsung menjatuhkan semua belanjaannya dan kabur dari supermarket itu.
*_rumah_*
"SUAMI NGGAK GUNA!!! KAU AJARIN APA ANAKKU???!!!" teriakan membahana terdengar melalui pintu, melintasi udara, menembus cakrawala….-oke, saya setop-
"apa maksudmu?" Tanya ayahnya Katsuya, tidak terima atas tuduhan semena-mena yang diterimanya.
"jangan pura-pura bego!...mm…kamu emang rada-rada sih…kamu kan yang ajarin dia tentang barang laknat ituuuu!!!!???" teriak ibunya.
"what? Aku nggak nyabu lagi!!"
"Grrrhhh!!! Bukan itu!!! Sudah! Kita cerai saja!"
"Boleh! Siapa takut?! Kau yang bawa Katsuya!!!"
"Apa maksudmu? Kau sudah menodainya! Kau saja yang urus!!!"
"Apa maksdumu hah?!!!"
"Memangnya menurutmu apa maksudku???!!!"
*_dipotong_setengah tahun kemudian_*
Seorang anak berambut pirang, sedang duduk di taman bersama teman sepermainannya seusai bermain sepak-sepakkan – Karena meski main bola, dia pasti cari kesempatan buat nyepak temannya,tim atau bukan tim, semua kena – tidak ada yang berbicara, dikarenakan sibuk menarik nafas dan mengembalikan ke kecepatan normal. Sampai…..
"Hey, Honda." Panggilnya, temannya yang berambut mancung(2) itu langsung menoleh, mata setengah tertutup menghalangi sinar matahari. Jounouchi Katsuya sedang menimbang-nimbang apakah ini saat yang tepat untuk bertanya sampai beberapa detik tidak ada jawaban dari temannya itu. Diam berarti ya, pikirnya, kemudian berkata,
"Hey, kondom itu apa sih?" tanyanya, temannya –yang tadinya berpikir ini saat yang tepat untuk minum- langsung menyemburkan isi mulutnya –yang langsung bertebaran dalam radius penggaris 30 cm- "?"
"A- app…!! K-napa memangnya?" tanyanya gugup. Yang ditanya hanya menghela nafas, kemudian berkata "Ibu marah sekali waktu aku bilang ingin mencobanya…." Katanya pelan. Mendengar itu, Honda langsung menjatuhkan gelas plastic yang dipegangnya dan berdiri, lalu berbalik, memunggungi temannya.
"Soal itu….kau Tanya orang lain saja yaa…?" tawarnya, meski dari belakang, Katsuya bias melihat telinganya memerah.
"Oh…kau tidak tahu yaa..? apa boleh buat kalau begitu…" katanya sambil menggaruk bagian belakang kepalanya. Sementara yang di ajak bicara sudah lari melewati gerbang taman.
Haaa….
Helaan nafas panjang keluar dari mulut mungilnya. Sudah lewat tengah hari, tapi dia masih belum mau pulang, karena tampaknya ayahnya sangat marah padanya.
-di seberang jalan, di dalam sebuah limousine-
Seorang anak menengok keluar jendela dan menyadari seseorang yang amat dia kenal duduk di kursi taman. "Berhenti di sini." Perintahnya pada sang supir –yang demi di gaji rela menuruti keinginan bocah itu- yang langsung memarkirkan mobil itu di pinggiran jalan.
Si anak melangkah keluar dan berjalan menuju taman itu dengan langkah pasti.
-taman, bersama main character kita-
Katsuya merasakan seseorang duduk di sampingnya dan melirik untuk melihat anak tampan seusianya, Kaiba Seto.
"Kenapa kau sendirian di sini, Mutt?" tanyanya, yang ditanya hanya diam. Hey, pasti masalahnya serius kalau dia sampai tidak menanggapi, pikirnya.
"Hey Kaiba, kau ini pintar kan?" tanyanya langsung. Yang ditanya hanya mengangkat sebelah alisnya lalu bertanya, "Tentu saja, memangnya ada apa?" katanya pede.
"Hey, kondom itu apa sih? Ibu marah waktu aku menyebutkannya, sekarang ini tidak mungkin aku tanya ayah, lalu, Honda juga tidak bias menjawabnya. Sebenarnya itu apa?"
Yang ditanya bengong sejenak kemudian menyeringai. Seto Kaiba bangkit dari tempat duduknya dan melangkah pergi, baru beberapa langkah, terdengar suara Katsuya, "Oh begitu, jadi kau sendiri tidak tahu ya, Kaiba?!!" teriaknya sebal. Anak berambut coklat itu hanya menoleh dan tersenyum misterius.
"Kau ingin tahu kan? Makanya….ikut aku…lalu, ku pastikan kau akan memanggilku 'Seto', puppy…" katanya ringan.
-end-
A.N: saya berniat bikin satu chapter tambahan yang ada puzzleshippingnya, enaknya jadi apa ngga ya?
(1) kenapa lagu ini? Karena waktu liat iklan itu untuk pertama kalinya waktu saya mau nonton spongebob.
(2) iyah, mancung, yang mancung kan bukan Cuma hidung…
Whaaa…lebih panjang yaa….
