Title: I want to be a model!

Disclaimer: Kishimoto Masashi punya Naruto! Kumiko Kikuchi yang punya manga 'Complex'.

Genre: Romance

Pairing: SasuNaru. Mungkin GaaNaru atau mungkin SaiNaru. XP

!Selamat membaca!

© ShazaNamiKazeNa Mystica ©

Present

Chapter 1: A perfect person

"Wah.." gumam Naru. Lagi- lagi Naru mengedarkan pandangannya di taman itu.

'Di sana- sini banyak gadis seperti yang ada di majalah yang setiap hari di bawa Ino ke sekolah. Semuanya putih dan langsing. Cantik banget. Iya… semuanya keren- keren.' batin Naru.

Naru langsung naik ke atas pohon dan duduk di sana.

"Ah… Paling enak melihat dari atas pohon. Biar cepet ketemu tempat kerjanya Ibu. Eh? Gedungnya mana? Nomer gedungnya berapa? Aku lupa.." Kata Naru sambil gelayutan di dahan pohon. Sampai orang yang lewat ngira Naru lagi main acrobat, atau malah di kira kucing manjat pohon.

Jepret!

Seseorang memfoto Naru. Mungkin karena ia pikir ada kucing sebesar begitu Naru loncat ke depan orang itu, Orang itu kaget. Udah mau lari malah, tapi di panggil sama Naru.

"Eh, Om! Tanya jalan dong!" kata Naru.

"Jalan malah di tanya. Jalan kan udah kamu injek itu! Enak saja di panggil Om! Saya ini fotografer model. Kau mau kemana?" tanya orang itu.

"Office Asaba." Jawab Naru, cepat, tepat, tegas, tajam, actual dan terpercaya (?).

"Memangnya kau ada perlu ke sana? Namamu siapa?" tanya orang itu bukannya menjawab malah bertanya.

"Aku Naruto. Aku memang ada perlu ke sana! Memangnya om siapa?" tanya Naru.

"Aku Kabuto. Kalau mau ke sana, masuk saja ke gang itu lalu cari bangunan yang paling jelek dan bobrok. Sudah ya Naruto! Kita akan berjumpa lagi.." kata Om Kabuto itu lalu pergi entah kemana.

"Makasih ya Om Kabuto!!" Naru teriak sampai orang yang melewatinya ngira dia orang gia. Tadi di kira lagi main akrobat, trus di kira kucing, nah sekarang di kira orang gila karena teriak- teriak sendiri (kalau bareng- bareng namanya paduan suara).

Tanpa menghiraukan bisik- bisik orang lain, Naru langsung pergi ke dalam gang itu dan menemukan bangunan yang sudah tua dan bobrok.

"Huwaa… bener- bener bobrok! Ibu kerja di tempat seperti ini? Ah, yang penting ketemu Ibu! Ibuuuu!!" teriak Naru (lagi).

"Naik tangganya pelan- pelan! Udah bobrok nanti malah roboh! Ngerti ga sih!" teriak seseorang dari dalam 'gedung mewah' itu.

"Siapa kamu?" tanya orang itu.

'Hiii… Ini orang tampangnya tampang killer!' pikir Naru. Tapi dia langsung narik kerah baju orang itu.

"Mana Ibuku?!" bentak Naru.

"Ibu?" tanya orang berambut hitam.

"Jangan- jangan kamu dan Kushina? Ga mirip ah!" kata orang itu.

"Di mana Ibuku?!!" tanya Naru sekali lagi.

"Kushina lagi kerja di studio Yotsumi." Jawab orang itu.

"Yotsumi? Apa tuh?" tanya Naru.

"Ya, itu studio foto. Pemotretan sejak jam 10 tadi. Ya sudah, tunggu sebentar, naik mobil kebanggaanku saja." Kata orang itu sambil mengeluarkan sepeda bututnya.

'Itu? Mobil kebanggaan? Mabur aja ah!' batin Naru.

"Ayo naik! Eh??" orang itu linglung sendiri karena Naru udah ga ada di depannya tapi lari- larian di gang.

"Dia anak Kushina ya? Gawat nih kalau di muncul sekarang."

"Permisi, bu! Kalau mau pergi ke Yotsumi gimana ya?" tanya Naru ke seorang Ibu- ibu.

"Mau jalan kaki kesana? Jauh lho.. Pokoknya jalan terus di jalan ini, nanti ada plang nama Studio F." jelas ibu- ibu itu.

"Makasih ya bu…" kata Naru lalu pergi dengan setengah berlari.

'Nah itu dia!' gumam Naru.

Tapi saat mau masuk, dia diseret satpam karena di kira pengemis.

"Cih! Gimana nih? Eh? Ada orang masuk! Ikutin ah…"

Naru langsung berjalan agak membungkuk di belakang cowok itu. Tapi, anehnya bagian penerima tamu diam saja. Yang Naru lihat mata resepsionis itu membuat tanda 'love' saat orang yang di ikuti Naru masuk dan mengucapkan 'selamat pagi'.

"Ada apa?" tanya cowok yang di ikuti Naru. Naru terkejut karena ada yang memotong seringai-nya.

'Si… silau! Siapa dia?' batin Naru.

"Celana jogging orange… lagi ngetren ya?" tanya cowok itu lalu pergi meninggalkan Naru yang terpana.

"Sasuke!" panggil seseorang saat cowok yang tadi di ikuti Naru berjalan.

'Di lihat dari belakang juga… berkilauan!' batin Naru lagi sambil; jatuh terduduk.

'Manusia atau makhluk yang sempurna. Seperti yang kakek bilang dulu… Dengan sendirinya akan memancarkan cahaya dari dalam dirinya… Sempurna?' pikir Naru.

Tapi ia langsung sadar ia ke sana untuk mencari Ibunya.

"Oh iya! Ini bukan waktunya buat bengong! Ibu!" Naru langsung masuk ke pintu terdekat. Saat membuka pintu itu, ia silau karena cahaya yang berlebih masuk ke retina mata biru langitnya.

Saat sudah tersadar, Naru melihat seorang wanita berambut merah yang sedang di foto memakai baju renang. Siluet itu mirip yang Naru kenal.

"I…bu…" kata Naru sambil menunjuk wanita itu.

Tapi mulutnya langsung di bekap oleh tangan seseorang. Sambil memberontak ia berteriak.

"Lepaskan Aku! Mau apa kamu! Hah! Uuukh!"

"Ah… Maaf membuat rebut. Anak ini akan saya bawa keluar. Silahkan lanjutkan pemotretan-nya." Kata orang yang menyekap Naru.

"Aku ini…" kata Naru masih berusaha memberontak.

"Ayo kita keluar." Kata orang itu.

Tanpa ada yang tahu, wanita berambut merah itu bergumam sambil memakai bajunya.

"Naru…?"

"Lepaskan aku! Siapa kamu!" teriak NAru di koridor studio itu.

"Suaramu lantang sekali! Volume-nya bisa ga sih di kecilin!" kata orang itu.

"Kamu orang yang tadi kan?! Kenapa jadi pake pakaian orang ber-dasi gini!" teriak Naru.

"Karena aku sedang bekerja!" jawab cowok itu seadanya.]

"Kamu apakan ibu?! Emang Ibu tadi lagi ngapain!" kata Naru.

"Ngomong apa sih kamu? Dia lagi pemotretan untuk majalah! Memangnya Kushina ga pernah cerita sama kamu? Haaah…" cowok itu menghela nafas.

"Uzumaki Kushina, 20 tahun. Model majalah ternama. Tiap bulan pasti banyak majalah yang menampilkan wajahnya. Dia sangat laris sebagai model. Akhir- akhir ini juga dapat order bintang iklan yang laris…"

"Tunggu! Ibu harusnya sekarang kan 31 tahun!" kata Naru memotong kalimat cowok itu.

"Makanya… bakal repot kalau kamu muncul sekarang! Agency kami dan Kushina sedang dalam tahap serius dalam karir kami. Dan kami tidak akan membutuhkan anak berumur 14 tahun sepertimu sekarang!" kata cowok berambut hitam itu.

Tapi Naru malah berbalik untuk menuju ruang pemotretan tadi.

'Apa sih! Aku mau ketemu Ibu aja ribet kayak gini!' batin Naru. Dia langsung masuk ke sembarang ruangan.

Dan pemandangan yang ia temukan pertama kali saat membuka pintu itu iaah, melihat seseorang yang berkilauan tadi. Sepertinya Naru terhipnotis olehnya dan pancaran sinarnya.

"Hei kamu!" bentak seseorang. Naru menoleh.

"Kamu ga boleh ada di ruangan ini. selain karyawan dan yang berkepentingan dilarang masuk! Hei, panggil satpam!" kata orang itu.

"Tunggu! Anak itu, kerabat Uzumaki Kushina… di bajunya ada nama Uzumaki kan?" kata cowok berkilauan yang Naru tahu namanya, Sasuke.

'Emangnya, aku mirip ibu? Baru kali ini ada yang bilang aku mirip ibu… Dia baik sekali…' pikiran Naru melayang.

Tapi ada yang menganggunya saat terbang, telinganya di tarik oleh cowok berambut hitam tadi.

"Ngga mau! Aku ga mau pulang! Aku mau ketemu sama Ibu! Lepasin!" Naru membeontak lagi.

"Iya! Ngerti! Tapi jangan teriak- teriak!" akat cowok itu mencoba mendiamkan Naru dengan memegang dadanya. Dan langsung melepasnya.

"EH? Kamu ini cewek?" kata cowok itu.

"Masa' ga atu! Dasar brengsek!"

"Aku emang ga tahu." Jawab cowok itu, seadanya.

"Huh! Lebih baik aku keluar!" kata Naru lalu pergi keluar gedung itu dan duduk di salah satu bangku.

Sampai malam, Naru menunggu Kushina keluar tapi nyatanya ga keluar- keluar. Setiap orang yang keluar pasti ia perhatikan, mungkin saja itu ibunya.

"Kamu… ngapain di sini?"tanya seseorang. Naru mendongak.

"Ah… eh… itu…" Naru gagap.

"Menunggu Uzumaki Kushina?" tanya Sasuke yang tadi bertanya.

Naru mengangguk sambil nyengir. Mau ga mau, Sasuke juga ikut tersenyum.

"Sudah malam, mau ku antar sampai rumahmu?" tawar Sasuke.

"Ah… eng… itu… sebenernya… aku baru datang ke Konoha, jadi belum ada tempat menginap." Kata Naru sambil garuk- garuk kepala pirangnya.

"Hm? Ikut aku…" kata Sasuke sambil berjalan menjauhi gedung itu.

"I… iya…" kata Naru.

Mereka berjalan dalam diam. Sampai Sasuke angkat mulut.

"Namamu siapa?"

"Uzu… ehm… Namikaze Naruto. Kamu?" Naru sengaja memakai nama ayahnya karena teringat kta- kata cowok berambut hitam tadi.

"Uchiha… Uchiha Sasuke." Jawab Sasuke.

"Ngomong- ngomong, kita mau kemana?" tanya Naru sambil berjalan di samping Sasuke.

"Ke apartemen-ku." Jawabnya.

"Eh? Mau ngapain kamu ngajak aku ke sana?" tanya Naru.

"Katamu tadi tidak punya tempat menginap. Ya, kau mau menginap di rumahku atau ngga?" tanya Sasuke sambil memperhatikan Naru.

'Matanya hitam… Seperti ada sesuatu yang ia pendam…' batin Naru sambil melihat mata Sasuke yang kini sedang menatapnya.

"Jadi?"

"Iya…" jawab Naru tanpa mendengarkan kata-kata yang meluncur dari bibir Sasuke.

"Makasih…" gumam Naru.

"Sama-sama." Balas Sasuke yang juga bergumam (?).


Chuppa 2, Fin!

Ada yang niat review…………???

Ada yang mau komentar? Ada yang mau meng-kritik? Ada yang mau ngasih saran? Silahkan……