Title: I want to be model
Disclaimer: Kishimoto Masashi, Kumiko Kikuchi.
Genre: Romance
Pairing: SasuNaru. Mungkin GaaNaru atau mungkin SaiNaru.
!Selamat membaca!
© ShazaNamiKazeNa Mystica ©
Present
Chuppa 3: Meet you, Mom
"Waaah… Ini apartemen-mu? Besar sekali…" kata Naru dengan noraknya setelah masuk ke apartemen Sasuke.
"Iya. Tapi jika kau ada di sini, kau harus…" kata Sasuke tapi terpotong setelah melihat apa yang dilakukan Naru. Ternyata apa yang dilakukan Naru…di kejar- kejar sama anjingnya Sasuke, sodara- sodara!
"Waaaaaa… Tulung! Eh, tulang! Eh, TOLOOOOONG!!!" teriak Naru. Sasuke Cuma ber-swt-ria.
"Chaky… Duduk! Kalau ngga, ga ada makanan selama setaon!" kata Sasuke. Anjing berbulu pirang itu langsung kembali ke tempat tidurnya.
"Hah… Kenapa… anjing…hah… kamu…ngejar aku sih?" tanya Naru sambil ngos-ngosan.
"Di kira kembarannya kali! Liat rambut kamu, pirang kayak bulu Chaky. Terus 3 pasang garis di pipi kamu itu, di kira sodaranya deh!" jawab Sasuke ngasal.
"Heeeh!!"
"Oh iya! Kalau kamu di sini, kamu harus…" Naru mendengarkan dengan seksama sambil angguk- angguk kepala.
"Satu, siapkan sarapan. Dua, bangunkan aku. Tiga, bersihkan aprtemen ini." Kata Sasuke dalam sekali tarik nafas. Naru Cuma cengo' ngedengernya.
"LO PIKIR GUE BABU LO APA!" teriak Naru. Sasuke nutup telinganya.
'Gila ni suara! Di kiranya toa di sekolah gue apa!' pikir Sasuke.
"Eh, kamu laki-laki atau perempuan sih! Toa kok kenceng banget…"kata Sasuke.
"Ya, perempuan lah!" jawab Naru sambil nyari kue di tas-nya.
Sasuke bengong. Lalu berkata, err… berteriak.
"WUAPAAH! KAMU PEREMPUAN!"
Dan, alhasil… Sasuke di lempar panci sama tetangganya di gedung sebelah.
"Iya… Emang kenapa?" tanya Naru.
"Ah… ga apa- apa. Aku mau mandi dulu. Kalau kau mau mandi, di sana ada kamar mandi." Kata Sasuke menunjuk salah satu ruangan.
"Oh… oke…" gumam Naru.
***
Esok paginya…
Naru ngambil panci sama sendok gede. Lalu panci yang malang itu ia pukuli dengan sendok. Malangnya kedua barang itu.
Teng Teng Teng!
"Woy! Banguuun!!!" teriak Naru tepat di pintu kamar Sasuke.
Hening. Tak ada jawaban. Naru mengulangi kegiatannya itu dengan lebih keras. Tetap hening.
'Ni orang kebo apa manusia sih! Di bangunin kok susah banget!' batin Naru mulai kesel.
Tanpa ngomong apa- apa lagi, dia nendang pintu berwarna biru tua itu.
"Ngedenger bangun ga sih!!" teriak Naru lagi.
"Nggh… satu jam lagi…" gumam Sasuke sambil nutupin kepalanya pake selimut polos berwarna biru.
"Cepet bangun! Ayo cepe…tan…" Naru mamutuskan kalimatnya karena ada sesuatu di belakangnya.
"Grrr… guk guk! Grrrrrrr… guk guk guk guk!" (translate: Pergi lu…. Mau lo apain majikan gue! Pergi sekarang atau gue nge-gigit lo!) kata anjing Sasuke sambil memamerkan barisan giginya yang tajam.
"Hehehe… ampun mbah.. eh? Embah anjing…" kata Naru sambil sujud- dujud di depan Chaky terus lari ke arah sebrang tempat tidur Sasuke.
Anjing Sasuke ngjar, Naru pindah kea rah lemari Sasuke, anjingnya teep ngejar. Alhasil, mereka berdua (Naru and Chaky) kejar- kejaran di kamar Sasuke.
"Ugh… apaan sih! Pagi- pagi udah rebut!" kata Sasuke sambil bangun dari tempat tidurnya.
Tiga detik berlalu dengan hening, sampai Sasuke menghancurkan keheningan itu.
"WHAT THE HELL IS GOING ON HERE!!!!!!" teriaknya.
Betapa kencangnya suara Sasuke sampai- sampai Naruto menutup telinganya dengan kaki dan tangannya, lalu Chaky menutup telinganya dengan ekornya.
"A…i...u…e…o…" Naru bergumam tak jelas karena mencoba menjelaskan apa yang seharusnya di jelaskan, padahal jelas- jelas Sasuke butuh penjelasan karena kejadian yang di luar batas ke-jelas-an.
"Hah… ya sudahlah… aku mau mandi dulu… Kau. Sudah buat sarapan?" tanya Sasuke sambil membawa handuk ke kamar mandi.
"Sudah siap tuh di atas meja makan. Aku juga mau mandi dulu." Kata Naru sambil keluar menuju tempat yang ia tuju (?).
Meanwhile… Somewhere…
"Kyaa… ampun! Aku tidak tau dimana dia sekarang!" teriak seorang laki-laki di suatu bangunan yang buobrok sangat.
"Ayo dimana dia? Atau kau mau aku melakukannya lebih keras?" tanya seorang wanita.
"Sumpeh dah! Aku ga tau dimana dia sekarang!" kata seorang laki-laki yang tadi berteriak.
"Ayo cepat beritau aku, Sai!" kata wanita berambut merah panjang itu pada seorang laki- laki berambut hitam.
"Aku tidak tau… Terakhir aku liat anakmu itu di luar menunggumu keluar tepat di depan studio Yotsumi…" jawab Sai mencoba melepaskan tangan Kushina dari rambutnya.
Yap! Memang Kushina sedang menjambak rambut Sai dengan amat teramat sangat keterlaluan sadis.
"Di luar? Di luar studio?" tanya Kushina yag sekarang tangannya sudah jauh dari rambut Sai.
Sai hanya mengusap- usap rambutnya. Sambil menggerutu dalam hati. 'Dia ini perempuan atau laki- laki sih! Rambutku serasa mau rontok semua.'
Tanpa berkata apa- apa lagi, Kushina segera berlari ke arah studio tempat pemotretan kemarin.
"Heeh? Apa ini? Ramen?" tanya Sasuke ketika melihat apa yang ada di meja makannya sekarang.
"Iya! Emang kenapa? Ga suka? Sini, buat aku aja." Kata Naru sambil menunjuk mangkok Sasuke dengan sumpitnya.
"Tidak! Biar aku makan saja!" kata Sasuke sambil memakan apa yang ada di mangkok-nya a.k.a ramen dengan terpaksa.
Hening melintasi di ruang makan itu, sampai Naru memecahnya berkeping- keping saat Sasuke beranjak pergi ke arah kamarnya.
"Err… Sasuke! Aku sepertinya akan pergi mencari Uzumaki Kushina. Ada urusan yang ga bisa di tunda. Terima kasih atas pertolongannya." Kata Naru sambil mencuci mangkok- mangkok yang kotor.
Tapi jawaban Sasuke hanya 'hn'. Dan itu agak membuat Naru agak kesal. Tapi toh, Sasuke-lah yang memberikan pertolongan atas malam ini. membiarkannya menginap di apartemennya.
Setengah jam kemudian, Naru pergi akan pamit untuk mencari Kushina kembali.
"Terima kasih. Ja ne!" kata Naru sambil berlari keluar dan menabrak seseorang yang mirip Sasuke.
"Ah, maaf!" kata Naru sambil kembali berlari karena malu di liat Sasuke, maybe.
"Hm? Kenapa anak itu keluar dari aprtemenmu, otouto?" tanya Itachi.
"Tak apa. Hanya menginap semalam saja. Ada apa Aniki ke sini pagi- pagi?" tanya Sasuke sambil mengikuti kakaknya itu masuk ke dalam aprtemenmu.
"Memberitahumu untuk kembali ke rumah. Ibu sedang sakit kau tau?" kata Itachi sambil berjalan menuju dapur lalu membuka kulkas dan mengambil minuman kaleng dan lalu meminumnya.
"Oh." Hanya itu tanggapan Sasuke lalu kembali duduk di sofa berwarna putih-biru tua itu dan menyalakan tv.
"Hanya 'oh' tanggapan mu… Itu karena kau tiba- tiba kabur setelah bertengkar dengan ayah sih!" kata Itachi.
"Iya iya! Aku akan pulang nanti siang." Jawab Sasuke setelah berhasil di skak mat oleh kakaknya itu. Itachi tersenyum puas karena berhasil menyudutkannya (?).
"Ngomong- ngomong kau tidak sekolah?" tanya Itachi sambil duduk di sofa yang berbeda tempat.
"Hari ini ada rapat guru. Percuma ke sekolah juga. Paling Cuma satu pelajaran yang diajarkan. Kau tau kebiasaanku kan?" tanya Sasuke tanpa memalingkan(?) matanya kea rah Itachi karena dia sibuk menonton telenovela kesukaannya yang akhir- akhir ini baru saja ia tonton dengan serius.
"Kau lebih suka berdiam diri di taman sambil membaca buku pelajaran." Jawab Itachi tanpa menolehkan pandangannya dari tv itu. Ternyata, kakak-adik seleranya sama- sama. Sama- sama parah maksudnya –di mangekyou–
"Kakak sendiri kenapa ga ke kantor?" tanya Sasuke balik.
"Males ah… Paling ayah mengerti kalau aku paling malas dengan yang namanya 'rapat'." Jawab Itachi.
"Ya ya ya…Ayo, kak! Bantu aku membereskan barang- barangnya!" kata Sasuke lalu berdiri.
"Heeeh? Lu pikir gua babu lu apa?" kata Itachi sambil menolehkan kepalanya pada sang adik.
"Seharusnya lu bantu gua sebagai ade lu! Baka aniki!" hina Sasuke.
"Apa?! Dasar baka otouto! Nanti aja ah! Lagi rame- ramenya nih ah! Tuh liat! Si Marici lagi dansa sama makan sama si Agemon sambil tatap- tatapan sama si Alex!" kata Itachi kembali melirik telenovela di tv itu.
"Hah? Mana?" kata Sasuke langsung lari dari kamarnya lalu melompat ke sofa yang di duduki Itachi.
"Ayam lu ayam!" latah Itachi lalu ngejitak kepala Sasuke yang rambutnya emang mirip pantat ayaym.
"Ah! Diem lu kak! Liat tuh si Marici lagi dansa sama si Alex!" kata Sasuke nunjuk tokoh telenovela yang lagi dansa.
"Hah? Mana?" Sasuke sweatdrop karena kata- katanya tadi diikutin sama orang yang lahir 5 tahun lebih awal darinya.
"Waaah…so sweeeeet banget ya kak…" gumam Sasuke yang matanya udah blink- blink kayak bintang.
"Iyaaa… Mereka pasangan yang cocok tapi ada si Agemon sama si Valeria itu yang ngeganggu hubungan mereka berdua!" seru Itachi sambil mata berkobar bagai api. Sasuke malah ikutan berkobar, matanya…
Sementara itu… di studio Yotsumi…
"Haduh… masuk ga ya?" kata Naru sambil muter bulak- balik di depan pintu studio.
"Naru…" panggil seorang wanita.
"Eh?" Naru membalik tubuhnya untuk melihat siap yang memanggilnya itu. Tapi, wanita itu segera memeluk Naru.
"Naru…" kata wanita berambut merah itu hampir menangis.
"Ibu… Aku kangen sama ibu..." kata Naru.
"Ibu juga, Naru…" jawab Kushina.
Malam harinya…
"Ibu… Orang yang berambut hitam yang tadi di sebelah ibu siapa sih? Nyebelin banget..." tanya Naru sambil jalan ke arah yang ditentukan Kushina.
"Oh, dia Sai. Dia yang ngubah ibu jadi kayak tadi." Kata Kushina.
"Oh, pantesan aja beda." Kata Naru dengan watados-nya.
Di apartemen Kushina...
"Berantakan ya, Naru? Maklumlah... ibu sibuk jadi ga punya waktu buat beres- beres... Eh, mandi bareng yuk..." kata Kushina.
"Eh, apa? Mandi bareng?" tanya Naru agak- agak ilfil.
"Ini, handuknya..." Kushina sambil memberikan handuk putinh ke arah Naru.
"Kakek di sana gimana kabarnya, Naru?" tanya Kushina di bak mandi.
"Ehmm... Ibu, gimana rasanya jadi model sih?" tanya Naru mengalihkan pembicraan.
"Rasanya sangat amazing. Ibu pilkir takkan bisa menjadi model. Waktu pertama kali bertemu dengan Sai, dia bilang wajah Ibu tak ada bedanya dengan wanita berumur 20-an..." kata Kushina.
"Habisnya Ibu memang cantik sih... Naru jadi iri..." kata Naru.
"Naru juga pasti akan jadi cantik. Lebih cantik dari ibu mungkin... Oh, iya! Memangnya cita- cita Naru mau jadi apa?" tanya Kushina.
"Asalnya sih pengen jadi Pilot. Tapi, habis liat ibu jadi model... Naru jadi pengen." Kata Naru dengan polosnya.
"Kalau begitu cobalah. Jangan menyerah pada apapun yang melanda kita, mengerti? Karena itu, kita harus selalu semangat..." kata Kushina.
Setelah mandi, mereka berdua pergi tidur.
***
Esok paginya...
"Enggh... ibu?" gumam Naru dengan mata setengah terbuka.
Naru menemukan surat yang di tulis untuknya. Setelah membacanya beberapa saat kemudian, wajah Naru menjadi tegang.
"APPAA!!! Jadi ibu pergi ke luar negeri ikut pacarnya?!!" teriak Naru ga kira- kira.
"Yah... gimana nih!? Padahal baru ketemu ibu... Uangku juga sedikit lagi. Kepaksa nyari kerja deh..." kata Naru sambil memandang uang dan suran di tangannya. Tiba- tiba ada orang yang masuk.
"Kami dari jasa pindahan." kata seseorang sambil menerobos masuk dan memunguti kardus- kardus yang ada.
"Kamu siapa nak?" kata seorang ibu- ibu muda.
"Aku keluarganya Kushina! Kalian mau apa?" tanya Naru. Cepet juga mikirnya.
"Owh... Kushina-nya mana?" kata ibu itu.
"Dia sedang pergi. Tapi apa aku boleh tinggal di sini?" tanya Naru.
"Haaah... Anak- anak, keluar saja." Perintah ibu itu ke orang- orang yang tadi memunguti kardus.
"Boleh saja, tapi hanya sampai akhir bulan ini. Karena Kushina bulan ini tidak membayarnya.
"Benarkah?! Baiklah!" kata Naru semangat.
"Lho? Ibu sendiri siapa?" tanya Naru.
"Aku Kurenai. Sampai jumpa." Kata ibu itu lalu pergi.
"Wah, singkat sekali." Gumam Naru lalu menutup pintu dan bersandar di pintu itu.
"Bagaimana selanjutnya ya?" kata Naru pada dirinya sendiri. Tiba- tiba pintu di buka dengan kasar oleh seseorang.
"Waaaaaa..." alhasil, Naru masuk ke salah...err, 2 kardus sekaligus.
"Kushina mana!?" benrak orang itu.
"Hey! Kau tidak sopan tau! Eh?" kata Naru.
"Kamu kan..." kata mereka berdua sambil menunjuk satu sama lain.
"Kushina mana? Sekarang ada pemotretan!" kata Sai dengan galak.
"Ga tau! Ibu ilang daritadi pagi!" kata Naru.
"Che! Pake acara mabur segala lagi!" kata Sai lalu pergi.
"Kalau begitu biar aku yang menggantikan ibu agar ibu bisa terus jadi model!" kata Naru.
"Apa? Mana mungkin! Lihat ukuran dadamu itu! Sudah ya! Aku pergi dulu!" kata Sai cukup sarkastik.
Naru masih berdiri di tempatnya, tak bergeming.
'Aku harus bagaimana ini? Tunggu! Sasuke! Yah, Sasuke pasti bisa membantuku...' pikiran Naru mulai berjalan dengan semestinya.
To be continued...
Balesan Review:
*NakamaLuna*
Ahahahay! Sangkyu udah review! nih apdetannya!
Kok yang di sentuh cuma sasunaru aja sih? yang lain juga baca donk!! hehehe...
LuffyNami? Luna suka juga? mereka itu pasangan yang sangat amat teramat cocok!!
*Amayuki Hara*
Emang yang lovely complex kayak gimana sih ceritanya? kalau aku sih ga tau makanya nanya... peace...
YOSH!!!
Yang ngebaca jangan lupa review ya~~~
cuma tinggal klik tombol yang bacaannya warna ijo-ijo
