*
Dua
*
"Wooooooooooii, lo mau kemana, Dite???" tanya Deathmask sewaktu Aphrodite melewati kuilnya.
"Aiolia," jawab Aphrodite pendek.
"Bantuin gue nge-furnish hiasan dinding gue, dong!"
"Ogah, ah."
"Ato kita makan di luar?"
"Lagi diet."
"Ato temenin gue ngebunuh orang lagi?"
"Nggak minat."
Deathmask sweatdrop. Napaaa juga cs-nya ini jadi gak pedulian gini?? Meskipun Aphrodite kadang nyebelin tapi rasanya nggak enak juga dicuekin.
"Ya udahlah terserah lo!!!" sentak Deathmask.
"Tengkiyu," sahut Aphrodite tanpa noleh ke Deathmask.
Rasanya lamaaa banget perjalanan ke kuil Aiolia. Aphrodite menghela napas lega setelah tiba di sana. Dia memanggil-manggil Aiolia, berharap dia sedang nggak ada jadwal nge-date di luar ama Marin. "Aioliaaaaaa!! …yuuuuuhuuuu…!!! Aku butuh bantuan nih!!!"
"Eh, Dite," balas Aiolia, yang ternyata lagi makan di depan TV. "Ngapain ke sini?"
Aphrodite duduk di depan Aiolia, lalu menceritakan semuanya dengan singkat, jelas, padat, nggak pake siaran ulang.
Aiolia sempat tersedak juga waktu Aphrodite, dengan suara lirih dan lembut, mengatakan kalau dia menyukai Athena. Tapi untung aja reaksi Aiolia nggak seperti Saga, sebaliknya si Leo itu malah semakin antusias.
"Lo bilang ke Saga lo suka Athena??" tanya Aiolia sambil menahan napas.
"Ho'oh," jawab Aphrodite innocent.
"Yah…lo nggak sensi ya ternyata…"
"Emang kenapa sih?"
"Saga kayaknya juga suka ama Athena, jelas aja dia jadi dingin waktu lo bilang lo suka Athena."
"Hahhh??? Masa' sih??" tanya Aphrodite terkejut.
Ah…ternyata Saga juga suka Athena…Aphrodite menyesal juga sudah mengungkapkan perasaannya….
"Yah, dari jaman SS season Sanctuary kan sudah keliatan," sahut Aiolia sederhana.
"Oh…yang Saga mati di pelukan Athena itu ya???"
"Iya, iyaaa!! Itu! Trus di season Hades, wahh keliatan bener tuh!! Saga sampe teriak-teriak gitu waktu Athena mati!"
"Lah waktu itu kan aku nggak ada di scene itu," kata Aphrodite bersemangat. "Yang ada di scene itu kan kamu, Saga, Milo, Shura, Camus, sama Mu!"
"Oh iya, ya…yah…pokoknya kan waktu itu si Athena nawarin Saga buat ngebunuh dia, tatapannya Saga itu lho…pokoknya scene itu bener-bener luar biasa…"
(Ini kok jadi ngomongin scene Hades Sanctuary…)
"Pokoknya," kata Aiolia setelah cerita Hades Sanctuarynya kelar. "Saga sepertinya juga naksir Athena, tapi sama kayak lo dia juga gak berharap untuk jadian. Bahkan mungkin ngasih kado hari kasih sayang pun nggak."
"Oh…"
Suasana hening untuk beberapa saat.
"Lo mau minta saran tentang kado?" tanya Aiolia kemudian.
"Ho'oh…enaknya aku ngasih apa ya, Aio…?"
"Hmmm…gue pernah nonton film, (Spiderman, tepatnya…hehehe…) katanya sih, cewek paling suka kalo dibacain puisi."
"Oya??"
"Coba lo bikin puisi."
Tanpa pikir panjang, Aphrodite pun mengambil kertas dan pulpen, lalu mulai menulis puisi. Sementara itu Aiolia melanjutkan makannya, matanya masih terarah pada televisi, walaupun di sela-sela itu dia juga berpikir…ah…gue ngasih kado apa ya ke Marin…?
Sepuluh menit kemudian, Aphrodite selesai. "Ini Aio!"
"Dah kelar? Cepet juga, coba deh liat hasil karya lo," Aiolia mengambil kertas puisi Aphrodite. Yah, dia yakin banget kalo Aphrodite bisa bikin puisi yang bagus, ditolong oleh jiwa femininnya.
Tapi Aiolia bener-bener nggak bisa nahan keselek setelah ngebaca puisi itu…
…ya amploooooopppp…ni puisi udah ngejiplak…parah lagi…
"Dite??"
"Apa?"
"Ini puisi??"
"Iya."
Aiolia membaca puisi itu dengan frustasi berkepanjangan.
"Kulari ke hutan…ketemu orang utan… Kulari ke pantai…ketemu kepiting…Deathmask dong… Bosan…bosan aku dengan Deathmask… Pecahkan saja piringnya…gucinya, vas bunganya, rice-cookernya, gelasnya…mangkoknya jangan, itu buat bakso…* Aaarrrrggh, ini puisi apaan sih, Dite???!!!!" Aiolia hampir pingsan saking malunya punya temen nggak bisa nyenengin hati cewek… Aphrodite ini ternyata cuma luarannya aja yang ayu, dalemnya tetep aja kayak cowok-cowok kebanyakan…
"Lho itu kan bagus…," kata Aphrodite dengan wajah innocent lagi.
"Gaaaaaah, punyanya Kiki aja bakal lebih bagus dari ini!!!" sahut Aiolia. "Lo bener-bener nggak punya sense romantis nih, Dite! Gitu ngaku-ngaku titisan dewi cinta!!"
"Nah, kalo gitu kasih contoh dong puisi yang bagus!" Aphrodite mulai kesel.
Aiolia menghela napas setelah menenangkan diri.
"Puisi yang bagus ntu kayak gini lho Dite…," kata Aiolia. Dan dia pun berdiri, bergaya selayak pujangga-pujangga yang biasa muncul di layar kaca. Dia seperti diterangi cahaya terang ketika mulai membaca puisi yang pernah didengarnya.
"She walks in beauty, like the night…Of cloudless climes and starry skies,…And that's best of dark and bright…Meets in her aspect and her eyes… *"
Aphrodite tepuk tangan. "Wah, hebat kamu Aio!" katanya ceria. "Meski aku yakin itu bukan puisi kamu sendiri…"
"Ya emang bukan puisi gue sendiri! Udah ah…mendingan lo minta bantuan ma arsiteknya aja, deh!" kata Aiolia menyerah dan menjatuhkan dirinya ke sofa. "Kayaknya puisi emang bukan hadiah yang tepat."
"Arsitek apaan?? Maksud kamu aku harus ngasih Athena hadiah rumah??" kata Aphrodite nyaris histeris. "Sori aja deh, Aio!" mendadak Aphrodite jadi sewot. "Aku emang cinta ama Athena, tapi cintaku bukanlah cinta buta…cintaku tidak akan bisa dibuktikan hanya dengan harta…tapi dengan ketulusan dan penghormatan pada dewiku tercinta…"
Aiolia sweatdrop. Nah ini bisa juga bikin puisi…
"Aku nggak mau ah kalo harus ngasih hadiah rumah," sambung Aphrodite.
"Ye yang gue maksud bukan arsitek bangunan, Dite!" sahut Aiolia. "Maksud gue ntu arsitek nembak cewek! Ahlinya nembak cewek. Mendingan lo minta bantuan ke dia aja."
"Siapa??"
______________________________
Gold Saints di balik layar
Saga: *sweatdrop waktu ngelihat Milo* Kamu lagi!
Milo: *nyengir* Halo Kak…
Saga: Kok di ficnya anak ini kamu selalu muncul sih???
Milo: Ni anak bilang gue ganteng…
Saga: Hah?!
Milo: Gue tuh di sini katanya buat bantuin Dite, Kak…
Saga: *matanya menyipit* Kenapa harus kamu??
Milo: Kan gue udah bilang, ni author bilang gue ganteng!!
Saga: Kenapa bukan Mu??
Milo: Mu lagi sibuk.
Saga: Kenapa bukan saya??
Milo: Elo kan cemburu ama Dite!!
Saga: Oh iya ya… Kenapa bukan Shura??
Milo: Gue juga nggak ngerti…
Saga: Aiolia??
Milo: Aiolia ntar muncul lagi, Saga! Udah ah, gue harus syuting sekarang ni…!
Saga: *menyerah* Ya udahlah…
Tarrararararara…ke bab tiga!! XD
