*
Tiga
*
Siang itu Milo sedang menata barang-barangnya yang berserakan. Udah waktunya dia ngeberesin isi kuilnya yang berantakan…udah dapet Surat Peringatan level tiga sih dari Shion…yah, daripada dia bonyok kena marah dan bogem, mendingan nurut aja deh…
Milo sebenarnya ingin berkonsentrasi dengan pekerjaannya, tapi apa daya, ada tamu nggak diundang.
"Halo, Milo," sapa Aphrodite.
"Eh, Dite, mau balik ke kuil?" tanya Milo.
"Nggak, aku butuh bantuan nih…"
"Wah Dite…sori deh, kalo buat nemenin lo beli kuteks di mall, gue gak ada waktu sekarang…"
"Ah kamu mana pernah sih ada waktu buat nemenin aku beli kuteks?!" gerutu Aphrodite. "Dari dulu diajakin nolak terus!"
Milo terkikik. "Gue nggak mau karena gue gak butuh—kuku gue sih nggak perlu dikasih kuteks," sahut Milo. "Lo nggak pernah percaya, sih."
"Udah deh, aku butuh bantuan lain kok," kata Aphrodite, duduk di sofa.
"Bantuan apa? Jangan berat-berat ya."
"JadikaniniharikasihsayangkarenaakujatuhcintaamaAthenamakanyaakupengenngasihkadoharikasihsayangtapiakunggaktauharusngasihkadoapanahtadiudah
mintabantuanSagatapiSaganyacuekbebekternyatadiajugasukaamaAthenamakanyadiasensigituterusakumintabantuanamaAioliadehdanakudisuruhbikinpuisi
kurangajarjugaAioliamasapuisikudiketawaintapiemangakubelumbanyakbelajarnulispuisisihjadinyanggakseberapaexperstterusakhirnyasiAiolianyerahjug
adannyaraninakuuntukketemukamusoalnyakatanyakamuahlinembakcewek."
……….
Milo terpaku seribu bahasa.
"Jadi gimana? Mau nggak bantuin aku?" tanya Aphrodite lama kemudian sambil membolak-balik tangannya dan memandang kuku pink-nya.
"Lo ngomong apa sih, Dite, gue nggak ngerti!" sahut Milo frustasi. "Ngomong nggak ada lampu merahnya…"
"Abisnya aku bosen!" sahut Aphrodite, terlihat kecewa sekali. "Nggak ada yang mau bantuin aku…padahal kan aku tulus…," dia menunduk.
Nggak enak rasanya…seniornya nggak mau bantuin dia, Aiolia juga nyerah begitu aja… Susah juga ternyata suka sama cewek…apalagi dia nggak punya pengalaman sama sekali gara-gara dia sendiri juga sering dikira cewek…
Benar juga katanya Ti Pat Kay, tokoh dari film kesukaannya Shaka. "Memang begitulah cinta…deritanya tiada akhir…"
Milo memandang Aphrodite sejenak. Mau nggak mau dia merasa kasihan juga melihat Aphrodite seperti itu…
"Dite, Dite," kata Milo setelah menghela napas panjang. Akhirnya dia menyerah, menghentikan pekerjaannya. Bonyok bonyok aja deh…tapi moga-moga juga Shion nggak inspeksi ke kuilnya hari ini…
"Lo kenapa sih?" tanya Milo, duduk di dekat Aphrodite. "Ceritakan dengan satu kalimat."
Aphrodite mendongak, lalu ikut menghela napas panjang. "Aku jatuh cinta sama Athena, dan karena ini hari kasih sayang, aku ingin ngasih dia kado. Dan aku butuh bantuan kamu, Milo. Bonus satu kalimat tuh…," kata Aphrodite datar.
"Ya udah, ayo," kata Milo segera. Ia berdiri dan melangkah ke pintu kuilnya.
Sekarang ganti Aphrodite yang terpaku seribu bahasa.
"Nah lo ngapain diem di sana, ayo, katanya mau cari kado," kata Milo kesal.
"E…emangnya kita mau kemana?"
"Yah…pake nanya…ke Gift Shop dong, di kota. Wah di sana bakal kenyang lo ngelihat barang-barang yang disukai cewek."
Mendengar itu, Aphrodite girang sekali. Dia segera berlari ke Milo. "Miloooooo…"
"Eeeeee….lo mau ngapain???" kata Milo segera menghindar, sekujur tubuhnya merinding. "Servis yang gue tawarin cuma nganterin lo belanja, nggak lebih!"
"Iya iya aku tahu!" Aphrodite tersenyum. "Makasih ya!"
"Iya…iya…"
Keduanya pun mulai melangkah melewati anak tangga yang jumlahnya ratusan ribu itu.
"Kata Aiolia, kamu ahlinya nembak cewek," kata Aphrodite, membuka pembicaraan ketika mereka melewati kuil kosongnya Roshi. Yah…Roshi masih setia dengan kegiatan lamanya: nongkrongin air terjun bareng ama Shiryu, dikerokin juga ama Shunlei biar nggak masuk angin, hahahaha…
"Kata siapa? Seumur-umur gue cuma nembak cewek satu kali kok," kata Milo.
Aphrodite nyengir. "Tapi kalo nembak cowok sering……."
"DITEEEEE LO JANGAN SEMBARANGAN YA KALO NGOMONG!!!" gelegar Milo sambil menjitak kepala Aphrodite, sementara Aphrodite untuk pertama kalinya tertawa terpingkal-pingkal.
"Hahahahahahahaha…" kikik Aphrodite, sementara Milo masih memasang wajah dendam. Tetapi akhirnya dia ikut tertawa geli juga. "Hahahahahaha…"
"Eh, kok kamu ketawa??" tanya Aphrodite tertegun. "Jangan-jangan emang bener ya…"
Milo kembali membelalakkan mata birunya yang sudah lebar itu dan menjitak Aphrodite lagi. Aphrodite semakin terpingkal. "Salah sendiri, punya wajah ganteng di atas rata-rata.…," kata Aphrodite di sela tawanya. Nah apa urusannya kalo Milo punya wajah ganteng di atas rata-rata???
"Lo tau sendiri kan gue punya Shaina," gerutu Milo setelah mereka keluar dari kuil Libra.
"Iya iya, aku kan cuma bercanda," sahut Aphrodite, masih juga terkikik. "Ooo…kamu ke Gift Shop ternyata juga pengen beli kado buat pacar kamu?"
"Nggak…gue mau beli buat Athena."
Aphrodite mendadak berhenti berjalan.
"Eh, ngapain berhenti?" tanya Milo.
Senyum di wajah Aphrodite menghilang. Athena banyak banget sih fansnya…
"Kamu juga suka sama Athena ya…?" tanya Aphrodite pelan.
"Iya," jawab Milo ringan, sama sekali tidak ada beban.
"Oh…"
Hening untuk beberapa saat. Milo bingung juga melihat reaksi Aphrodite. Tetapi setelah ia menyadarinya, ia tertawa. "Yah Dite…gue sih nggak kayak lo," katanya sambil menggeleng. "Gue menganggap Athena seperti ibu sendiri. Hari kasih sayang kan universal, nggak cuma buat cewek yang disukai."
Mendengar itu, Aphrodite kembali berwajah ceria seperti sebelumnya. Ia dan Milo kembali melangkah. Ketika melewati kuil Virgo, mereka melihat tidak ada orang di sana. Kemana perginya Shaka…biasanya dia nggak gerak sedikit pun dari tahta bunganya…yah, tapi Milo dan Aphrodite nggak ada waktu untuk memikirkannya.
Akhirnya Aphrodite kembali melewati kuil Aiolia. Aphrodite pura-pura memasang wajah cuek, tapi sebaliknya, Aiolia berbinar-binar melihat dua orang itu.
"Eh, Milo," sapa Aiolia. "Suit…suit…ganti pasangan nih yeee……"
Milo hanya menyeringai frustasi, sementara Aphrodite dan Aiolia tertawa sampai guling-guling di lantai. "Camus mana, Mi?" tanya Aiolia setelah tawanya hampir reda.
"Mana gue tau, emang gue bokapnya apa…," sahut Milo, dan Aiolia dan Aphrodite pun kembali ngakak-ngakak. "Mau kemana lo berdua?" tanya Aiolia lagi.
"Mau beli kado buat Athena," kata Aphrodite, akhirnya nggak jadi bersikap judes ama Aiolia.
"Eh, eh, ke kota ya???"
"Ho'oh."
"Gue ikut yaaaa!!!" Aiolia tanpa ba bi bu lagi langsung melesat ke kamarnya, ganti baju, dan segera mengikuti Milo dan Aphrodite.
"Ngapain lo ikut?" tanya Milo heran.
"Yah, kan nggak cuma lo berdua yang ngerayain hari kasih sayang," sahut Aiolia sambil tersenyum malu-malu.
Dan mereka bertiga pun melangkah ke kota untuk membeli hadiah bagi masing-masing yang disayanginya.
Tararararararrarararara…chappie four!!
