Yo! Eit, ni bukan Kakashi-sensei. Ni author gaje balik lagi dengan songfic yang dijamin gaje keras. Sumpe, ane cengengesan sendiri ngebaca review songfic 'Home'. Sampe segitunya… weleh weleh…
Kali ini terinspirasi dari lagu lama L'Arc~en~Ciel (bah!), singkatnya Laruku, yaitu The Fourth Avenue Café. Sempat bingung dengan cast-nya, tapi akhirnya berhasil dengan sukses (ada gitu berhasil dengan tidak sukses?).
Disclaimer: the Fourth Avenue Café punya Laruku en Naruto masih punya mbah Masa'shi Kishimoto.
Laruku:Hyde - Naruto
Tetsu - Sasuke
Ken - Sai
Yukihiro - Neji
Pianist:Kakashi
Wokeh! Ini dia! Jreng jreng….
WARNING: Membaca fic ini dapat menyebabkan ke-gaje-an stadium XIII, epilepsi karena kurangnya cahaya, dan pusing dibagian perut.
_____________________________________________________________________________________
the Fourth Avenue Café L'Arc~en~Ciel
niat nulis Tetsu Ya Tetsu 2009
_____________________________________________________________________________________
Hari sudah berlanjut dari pagi menuju siang. Kendaraan lalu lintas kian ramai, sampai macet. Cuaca hari itu cukup panas, tetapi tidak terlalu menyengat. Mari kita beralih ke salah satu café di pinggir jalan yang ramai tersebut.
Didalam café yang terbilang cukup adem itu, ada seorang cowok berambut putih dan bermata hitam bernama Kakashi sedang memainkan grand piano yang terletak didekat panggung kecil. Alunan nada yang dimainkannya bisa dibilang lumayan lembut. Sementara itu, café tersebut hanya berisikan beberapa orang.
Tiba-tiba muncul seorang cowok berambut panjang berwarna cokelat bernama Neji memasuki pintu depan dan berjalan, setengah berlari kearah panggung. Ia tersenyum kepada beberapa orang kemudian duduk dibelakang drum-set. Tak lama kemudian, seorang cowok berambut hitam bermata hitam sayu, Sai, melangkah masuk, mengikuti cowok sunsilk tadi. Para gadis yang tengah bergosip, terutama gadis berambut pirang dan bermata biru bak boneka barbie yang bernama Ino itu tersenyum manis kepadanya. Cowok itu tersenyum balik sebelum melangkah keatas panggung dan mengambil gitar berwarna maple itu.
Beberapa detik kemudian, seorang cowok berambut hitam kebiruan model chicken-butt bernama Sasuke melangkah masuk, mata hitamnya menyapu seluruh ruangan sebelum kemudian tersenyum kearah panggung.
Cewek berambut pink, Sakura, yang berada disebelah cewek barbie tadi tersenyum manis kearah si chicken-butt. Sasuke itu melihat kearah sang cewek berambut pink dan mengedipkan sebelah matanya kearah sang gadis sambil tersenyum balik sebelum kemudian berjalan kearah panggung, mempersiapkan bass berwarna hitam tersebut. Kontan cewek berambut pink tersebut langsung blushing gak kira-kira.
Baru saja cowok itu bersiap-siap, pintu depan terbuka. Seorang cowok berambut pirang dan bermata biru cerah, Naruto, berlari masuk kearah panggung sambil tersenyum kearah cewek berambut biru gelap, Hinata, yang bisa dibilang paling kalem diantara empat cewek tersebut. Hinata blushing, tapi gak separah Sakura.
Sang pianis masih memainkan nada-nada lembut. Setelah memberi kode, ia menyentakan nada terakhir, diiringi gebukan drum yang kemudian disambung kembali oleh nada dari grand piano itu. Sang vokalis mengambil mikrofon dan mulai bernyanyi diiring permainan gitar dan bass.
Kisetsu wa odayaka ni
Owari wo tsugetane
Irorareta kioku ne yosete
Sayonara ai wo kureta
Ano hito wa
Kono hitomi ni
Yurameiteita
Dua cowok berambut hitam itupun langsung beraksi, memainkan gitar dan bass dalam alunan yang sempurna.
Togirenai kimochi nante
Hajime kara shinjite nakatta
Usuri yuku machinami ni
Tori nokosareta mama
Para pengunjung café mulai mengalihkan perhatian mereka kearah panggung. Musik yang mereka mainkan rupanya mulai menarik perhatian mereka, tak terkecuali para gadis yang tengah bergosip tadi.
Yukikau ano hitibito ga ima wa
Tooku ni kanjirarete
Zawamekisae usurete wa
Tame iki ni kiete shimau
Sang bartender, Sasori, yang telah selesai menyajikan minuman ikut menonton pertunjukan, diikuti sang kasir Kakuzu dan beberapa pelanggan yang sedang menikmati minuman mereka. Bahkan dua pasangan yang tadi sedang asyik berdua-duaan pun ikut menyaksikan pertunjukkan tersebut. Satu pasangan adalah cewek pirang berkuncir tiga bernama Temari yang duduk bersama kekasihnya Shikamaru. Sedangkan yang satu lagi adalah cewek berambut biru muda, Konan, disampingnya cowok berambut orange yang bernama Pein. Keduanya menonton sang performer dengan minat.
Wakatte itemo kitsu kanai furishite
Oborete itayo itsudemo
Dare no koto omotteru
Yokogao demo suteki dattakara
Naruto masih dengan santai melantunkan lirik lagu tersebut sambil tersenyum kearah para pengunjung. Para pelanggan yang masih nongkrong di bar itu mulai bertepuk tangan, walaupun perlahan. Rock Lee, salah satu dari mereka berbisik kearah cowok berambut hitam cepak, Tobi, yang kemudian tersenyum dan mengangguk.
Kisetsu wa odayaka ni
Owari wo tsugetane
Irorareta kioku ne yosete
Sayonara ai wo kureta
Ano hito wa
Kono hitomi ni
Yurameiteita
Sakura tersenyum manis saat Sasuke melangkah agak maju sambil memainkan solo bass, tanpa diiringi sang gitaris maupun sang drummer. Sai, sang gitaris tersenyum kearah Ino yang langsung mesem-mesem.
Ato dore kurai darou?
Soba ni itekureru no wa
Sou omoi nagara toki wo
Kizande itayo
Musik kembali mengalun. Sang gitaris Sai berdiri disamping Sasuke sambil memainkan solo gitarnya dengan sempurna, diringing permainan piano Kakashi. Setela solo gitar berakhir, Sasuke dan Sai berjalan menjauh, membiarkan Naruto melangkah diantara mereka sambil kembali bernyanyi.
Yosete wa kaeshiteku
Nami no you ni
Kono kokoro wa
Sarawarete
Para pengunjung bersorak riang. Mereka menyukai lagu yang dimainkan band itu. Tidak terlalu ramai, tapi tidak juga terlalu lembut.
Kyou mo machi wa aimo kawawarazu
Omoi megurase sorezore ni egaite yuku
Sayonara ai wo kureta
Ano hito wa
Tooi sore ni koigogarete
Kono hitomi ni
Yurameiteita
Musik mulai berlalu perlahan. Gebukan drum Neji telah terhenti. Permainan gitar Sai dan hentakan bass Sasuke pun berlalu, menyisakan alunan nada piano yang dimainkan Kakashi dan suara mellow-agak-rock Naruto.
Usuri yuku machi nami ni
Tame iki wa koboreta
Para pengunjung bertepuk tangan. Café yang tadinya sepi menjadi ramai oleh sorak sorai para pengunjung. Sang chef, Deidara yang sedari tadi berdiri didepan pintu dapur paling bersemangat bertepuk tangan atas penampilan band tersebut.
Naruto membungkukan badannya, diikuti Sai, Sasuke, dan Neji yang sudah berdiri disampingnya. Kakashi yang masih duduk didepan piano ikut bertepuk tangan. Setelah sorakan itu berlalu, empat anak band itu tersenyum dan berjalan kearah pintu belakang panggung.
_____________________________________________________________________________________
Waaaaaaaa…!!!! Gimana? Jelek? Rabun? Yasuda yang penting direview… ^_^,
Maap begete buat fansnya Laruku diluar sono…liriknya kepaksa saia potong dikit…maap begete…
BTW, Kakuzu jadi kasir disini. Anda pasti tau maksud saia...
Hahahahahahaha…7x
Ciao!
