DISCLAIMER: ATLUSS……… Yang ku punya cuma Hikari-chan….

Gadis itu merenung di depan ruangan rumah sakit kakaknya.. Dia berharap agar dokter keluar membawa berita baik. Tak lama, dokter keluar dari ruangan kakaknya.

"Bagaimana keadaannya, dokter?" Tanya Hikari cemas.

"Dia sudah tidak kritis. Tapi dia mengalami trauma yang membuatnya tidak dapat bicara sementara." Jelas Dokter.

"Syukurlah….." HIkari menghela napas lega…. Dia sangat bersyukur kakak keduanya tak apa-apa. Dia menengok kedalam ruangan kakaknya.

"Umm…. Bolehkah saya menjenguknya?" Tanya Hikari ragu. Dokter hanya mengangguk pelan.

"Terima Kasih!!" Hikari membungkukan badannya, lalu dia memasuki kamar kakaknya.

Di dalam, Minato sudah tersadar. Dia sedang duduk di tempat tidurnya sambil memandang keluar jendela yang gelap tanpa cahaya bulan. Hikari menarik kursi ke samping kasur kakaknya.

"Nii-chan…. Kok tidak istirahat? Kan nii-chan butuh istirahat…" Kata Hikari sambil duduk di kursinya. Minato menoleh, lalu tersenyum lemah sambil menggeleng pelan.

"Nii-chan… Maafkan aku ya…. Kalau saja aku tak bersikeras ingin semua merayakan ulang tahunku… pasti takkan begini jadinya…" Hikari tertunduk

-flashback-

"Ayolah, nii-chan… Tak bisakah nii-chan merayakan ulang tahunku??" Tanya Hikari.

"Tapi, aku ada urusan jam 6…" Jawab Minato.

"Pleaseee??" Hikari memasang puppy dog eyes-nya. Minato tersenyum kecil.

"Baiklah…. Karena aku adalah ketuanya …. Pertemuannya akan kuundur jadi jam 8.. Tapi aku harus berangkat agak lebih cepat dari itu. Tak apa kan?" Tanya Minato sambil menepuk kepala Hikari.

"Iya, tentu saja!!" Hikari tersenyum senang.

-end of the flashback-

"Maafkan aku, nii-chan……" Suara Hikari terdengar terisak.

Dia menundukkan kepalanya. Dia tersentak saat dia merasakan sentuhan hangat di kepalanya. Saat dia mendongak, Minato sedang mengelus kepala Hikari seperti yang sering dilakukannya sambil tersenyum.

"Nii-chan……" Air mata Hikari mulai terjatuh. Minato menyekanya, tetap tersenyum. Membuat Hikari tersenyum juga.

"Terima kasih… Nii-chan…"

Kantor Polisi

Laki- laki bertopi beanie itu keluar dari kantor polisi dengan wajah kesal campur cemas. Dia baru selesai diinterogasi oleh polisi karena kejadian pembunuhan orang tuanya dimana dia menjadi saksi. Tak jauh dari pintu masuk kantor polisi, seseorang memanggilnya.

"Apakah anda Sanada Shinjiro-kun?" Tanya suara itu. Shinji segera menoleh.

"Siapa kau?" Tanya Shinji dengan dingin.

"Namaku Shirogane Naoto, seorang detektif. Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan padamu…" Belum selesai detektif muda itu bicara, Shinji memotong perkataannya

"Tanyakan pada polisi…. Aku sudah memberi tahu semua yang kutahu pada polisi…" Shinji berbalik, lalu meninggalkan detektif itu. Detektif itu bergumam sambil membenarkan topinya.

"Hmm…." Gumam Detektif itu.

SHINJIRO'S POV

"Cih, apa yang diinginkan detektif itu?! Apa dia kira aku tak sadar kalau dia mengikutiku?!" Pikirku. Detektif itu benar-benar membuatku kesal.

Tapi, aku tetap berpura-pura tak peduli dan meneruskan perjalananku ke rumah sakit. Saat sampai di depan rumah sakit, Aku menengok kebelakang, ingin memastikan apa detektif sial itu masih mengikutiku. Ternyata dia sudah tak ada.

Aku pun segera masuk ke dalam rumah sakit. Setelah menanyakan dimana kamar Minato, aku segera menuju ke sana. Saat sampai, aku segera masuk. Aku mendapati Minato dan Hikari yang tertidur. Aku langsung melepas jaketku dan menyelimuti Hikari. Dan aku hanya duduk terdiam di sofa. Menunggu mereka berdua bangun. Sampai aku terlelap.

NAOTO'S POV

Setelah beberapa saat mengikuti Sanada Shinjiro-kun, aku pun berhenti mengikutinya saat sadar kalau dia menyadari keberadaanku. Kupikir hanya buang waktu saja mengikuti orang yang pasti takkan memberiku informasi tentang pembunuhan itu, jadi aku segera menuju TKP.

Aku pun sampai di depan TKP. Rumah pemilik Kirijo Corp, Kirijo Mitsuru dan Petinju terkenal, Sanada Akihiko. Yang juga merupakan korban pada kasus ini. Walau malam hari, rumah itu tetap dipenuhi polisi dan -sepertinya- teman-teman dari kedua korban.

Seorang perempuan berambut coklat susu dengan sebuah heart choker di lehernya sedang menangis dan ditenangkan oleh perempuan berambut hijau lumut. Seorang anak laki-laki berambut coklat susu berdiri di belakang laki-laki bertopi yang sepertinya adalah ayahnya. Dan perempuan berambut pirang dengan bando aneh dikepalanya sedang pun menghampiri mereka.

"Siapa kau?" Tanya perempuan berambut coklat susu.

"Shirogane Naoto." Jawabku singkat.

"Shirogane Naoto yang detektif terkenal itu?" Tanya perempuan berambut hijau lumut.

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya laki-laki bertopi itu.

"Untuk apalagi, BAKA!! Dia detektif!!" Teriak perempuan berambut coklat, emosi.

"Tenanglah, Yukari-chan…" Kata perempuan berambut hijau lumut sambil mengelus punggung perempuan bernama Yukari itu.

"Kenapa kau bisa setenang ini Fuuka?! Padahal Mitsuru-senpai dan Akihiko-senpai dibunuh!" Kata Yukari-san.

"Apakah kalian semua merupakan teman dari kedua korban?" Tanyaku tenang.

"Ya. Kecuali Aigis, dia teman Minato-kun. Kau tahu Minato? Anak kedua dari Kirijo Mitsuru dan….." Aku memotong perkataan perempuan bernama Fuuka.

"Aku tahu." Jawabku.

Setelah menanyakan sedikit informasi pada mereka –yang hampir semuanya mereka tidak mau beritahu-, aku masuk kedalam TKP untuk meneliti tempat itu.

TO BE CONTINUED………

Author: Akhirnya chap 2 update!! Setelah dilarang otou-san main komputer gara2 nilai mid test merosot…. T_T….. Baru chap 2, udah mulai kehilangan ide…. Ada yang punya?? Akhir chap ini memang gaje.. soalnya udah mulai kehabisan ide… Mohon di maapkan….. Oh ya, dibawah ini akan saya sertakan biodata Hikari.. Oh ya, jangan lupa review ya…

Sanada Hikari

Umur: 16 th

Birthday : 19 Maret

Sifat: Tomboy, agak manja, sedikit brother complex.

Kesukaan: Latihan 100%

Warna rambut: Coklat